A/N : Hai minna...^^ maaf ya ini telat banget apdet chap 3 nya, habisnya di kampus kegiatan ga ada habisnya juga (gimana sih kata-kata gue) nah yang ngurus kepanitiaan itu ampek dua kali berturut-turut, saya harus cari sponsorship kemana-mana, ya deh ga penting curhatan saya, yang penting dah apdet neh chapter 3nya, happy reading minna... hope you will like it...^^
Review saya posting di bawah yak...^^
BLEACH © Tite Kubo
Rate : M
Genre : Romance
Main Pairing : Grimmjow – Neliel
Summary : hari pertama sekolah. Neliel satu kelas dengan Grimmjow. ada rahasia antara Ggio dan Soifon.
langsung saja baca nanti juga tau^^
Warning : AU, OOC , Typo(s), dkk
.
.
.
My Blue Sapphire
by
Midori Jeagerjaq
.
.
.
Pagi ini Las Noches terlihat ramai. Sepertinya aktvitas di sekolah itu telah di mulai. Terlihat banyak siswa-siswi baru yang berkeliaran(?), sepertinya mereka sedang melihat lihat isi sekolah baru mereka. Sebagian kelas hari ini tidak ada pelajaran. Waktu belajar digunakan untuk perkenalan, entah itu perkenalan guru ataupun ekskul yang ada di Las Noches (biasanya untuk siswa baru). Mari kita tinggalkan aktivitas biasa ini. Ayo kita ke para aktor dan aktris fanfic saya ini^^. Dimana ya mereka?(keluarin petanya dora *plak).
Ulquiorra Schiffer, kelas 2-1. Pangeran tampan dengan wajah stoic yang satu ini sedang membaca buku dengan tenang di bangkunya yang terletak di deret ke tiga dari depan dekat jendela. Sepertinya sang pangeran tidak memperdulikan keadaan sekitarnya, semacam siswi-siswi yang histeris saat tau mereka sekelas dengan pangeran tampan nan cerdas ini. Atau lebih ekstrim ada siswi yang memberanikan diri duduk di samping Ulquiorra dengan malu-malu, yang tentu saja di sambut dengan tatapan dingin sang emerald yang sukses membuat siswi itu bergidik ngeri dan memilih bangku lain untuk duduk. Selebihnya tak ada aktivitas istimewa yang lain.
Orihime Inoue, kelas 2-3. Calon tunangan Ulquiorra yang cantik bak putri dongeng ini sedang sibuk sendiri dengan notesnya, entahlah mungkin dia mencatat resep makanan baru (di sini masakan Orihime enak ya ceritanya). Berbeda dengan siswi di kelas Ulquiorra, siswi di kelas Orihime bersikap kurang baik, sebagian dari mereka sering memandang Orihime sinis, mungkin karena Orihime akan segera bertunangan dengan Ulquiorra. Mengingat fans Ulquiorra termasuk yang tak terhitung banyaknya. Syukurlah Orihime sekelas dengan sahabat-sahabatnya Tatsuki Arisawa dan Rukia Kuchiki. Setidaknya dengan adanya mereka Orihime tidak terlalu khawatir dengan keadaan kelas yang tidak kondusif ini baginya. Berbeda dengan siswi, para siswa di kelas Orihme terlihat tidak begitu peduli dengan berita pertunangan Orihime. Toh dimata mereka Orihime memang cantik dan lagi dia termasuk pintar.
"Ohayou." Sapa Tatsuki.
"Ohayou mo Tatsuki-chan." Balas Orihime.
"Kita sekelas dengan Rukia?" Tatsuki memposisikan dirinya duduk di samping Orihime.
"Iyaa, Ulquiorra yang bilang padaku kemarin." Jawab Orihime riang.
Tiba-tiba Rukia masuk kekelasnya dengan raut wajah tidak senang dengan memajukan sedikit bibirnya.
"Rukia-chan kenapa?" Orihime yang menyadari ekspresi berbeda Rukia langsung bertanya ketika Rukia sudah duduk di bangku depan Orihime.
"Aku sebal, tadi ada siswa kelas 1 yang memanggilku midget! Warna rambutnya aneh pula." Jawab Rukia sambil manyun-manyun.
"Eh... benarkah?" Orihime sedikit terkejut mendengarnya.
"Kenapa bisa begitu?" Timpal Tatsuki.
"Jadi begini.." Rukia mulai menceritakan pertemuan awalnya dengan siswa baru yang menyebalkan itu. Sementara itu, mari kita lanjut ke tokoh lainnya. (Grimmjow ga muncul-muncul yak)
Ggio Vega, kelas 2-2. Kelas Ggio terlihat biasa saja, karena sebenarnya Ggio sedang tidak di kelasnya, melainkan di ruang Osis. Menemani seorang gadis manis yang sedang sibuk dengan laporan-laporan di mejanya. Soifon.
Soifon disini satu kelas dengan Ggio, tentu saja itu karena Ggio yang meminta pada Ulquiorra agar mereka satu kelas.
"Soi-chaan... sampai kapan kita sembunyikan hubungan kita?" tanya Ggio manja.
"Ssstt... tenang sedikit, aku sedang mengerjakan laporan." Soifon tetap fokus pada laporan didepannya.
"Soi-chaaan... nanti tidur di kamarku ya?"
"Ggio. Aku bilang nanti saja kalau aku siap berada di asrama itu."
"Kapaan? Kau selalu begitu dari dulu." Ggio memajukan bibirnya.
"Hihihi... nanti Vega-kun." Soifon akhirnya menghentikan pekerjaannya sebentar dan memilih meladeni pacarnya yang sedang merajuk ini.
''Pokoknya nanti kau akan ku culik kekamarku." Kata Ggio tegas.
"Yah sesukamu saja." Soifon tersenyum sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya.
Lanjut.
Tesla Lindocruz, kelas 3-2. Yep Tesla kelas 3, sepertinya keadaan di kelas Tesla jauh dari kata tenang. Kali ini bukan hanya dari para fans Tesla melainkan sang pangeran itu juga. Tesla tengah dikelilingi oleh beberapa gadis cantik yang saling memanjakan pangeran mereka ini, Tesla. Sang pangeran yang berbeda dengan pangeran lainnnya karena dia termasuk genit sedang berbincang-bincang menanggapi setiap pertanyaan yang ditannya oleh para fansnya sembari terkadang mengelus paha salah satu gadis yang berada di sampingnya. Di belakang para siswa menatap aktivitas itu dengan tatapan sirik dan jijik, mereka berkata dalam hati mengapa para gadis itu terlihat murahan jika sedang bersama Tesla.
Mari kita ke karakter utama fanfic ini.
Grimmjow Jeagerjaques, kelas 2-4. Grimmjow tidak jauh berbeda dengan Ulquiorra minus buku yang dibaca. Kali ini Grimmjow lebih memilih bertopang dagu melihat halaman sekolah dari jendela di sampingnya. Tak lama bel berbunyi.
Urahara-sensei memasuki kelas Grimmjow karena memang dia wali kelas Grommjow. Hari pertama sekolah, pasti pelajaran tidak akan aktif, sebentar lagi Grimmjow juga akan keliling kelas satu untuk mempromosikan dan mengumumkan jadwal ekstrakurikuler basket.
"Ohayou, nah aku Kisuke Urahara, aku wali kelas kalian. Oke, sepertinya tidak perlu panjang lebar. Masuklah Neliel-chan." Kata Urahara dengan senyum ramah, tapi tanpa ada yang tahu bahwa terjadi perubahan pada Grimmjow saat Urahara memanggil nama yang tidak asing baginya.
"Nah Neliel-chan, perkenalkan dirimu." Urahara mempersilahkan Neliel sambil memperhatikan letak bangku yang kosong.
"Namaku Neliel Tu Oderschvank, kalian bisa memanggil Neliel saja, salam kenal." Neliel agak membungkukkan badannya.
Sapertinya Neliel mendapatkan respon yang bagus dari teman-teman sekelasnya yang baru. Terlihat dari wajah mereka yang memperhatikan Neliel walaupun tidak antusias tetapi juga tidak acuh. Lumayankan.
"Neliel-chan, kau bisa duduk di bangku belakang sebelah Grimmjow, Grimmjow angkat tanganmu."
Grimmjow lalu mengangkat tangannya, segera Neliel berjalan menuju bangku yang Urahara maksud, walaupun sebenarnya Grimmjow dan Neliel sudah saling kenal, tapi sepertinya akan mengagetkan teman-teman yang lain jika mereka tiba-tiba akrab. Neliel memberikan senyuman pada Grimmjow sebelum duduk dan meletakkan tasnya. Grimmjow membalas senyuman Neliel singkat.
'ternyata dia sekelas denganku? Ah pasti aku terlalu pusing sampai tidak memperhatikan daftar siswa yang di tempel di papan pengumuman' Grimmjow sibuk dengan pikirannya sampai tidak memperhatikan kalau kelas telah menjadi ramai karena Urahara-sensei sudah meninggalkan kelas, dan membebaskan siswa-siswinya hari ini dari pelajaran untuk menggunakan jam pertama agar saling berkenalan.
"Gimmjow-kun?" suara Neliel menyadarkan Grimmjow dari lamunannya.
"Ah ya? Ada apa?" sahut Grrimmjow
"Ehm... tidak." Neliel menundukkan kepalanya.
Grimmjow melihat Neliel heran.
"Kau tak apa?" tanya Grimmjow.
Neliel hanya menganggukkan kepalanya, kalau saja Grimmjow lebih mendekatkan wajahnya pada Neliel dia pasti bisa melihat semburat pink menghiasi wajah cantik sang turquoise.
"Kau cantik dengan seragam itu." Kata Grimmjow tiba-tiba, entah kenapa mulutnya langsung meluncurkan kata-kata yang segera ia sesali, karena dia pikir aneh mengatakan ini, walau sebenarnya memang itu kenyataanya.
"Eh, terimakasih Grim, kau juga." Balas Neliel.
"Ha? Juga apa? Cantik? Yang benar saja." Grimmjow agak mengacak rambut biru langitnya.
"Hihihi... bukan, maksudku tampan."
'entah kenapa aku merasa nyaman di dekat Grimmjow' pikir Neliel.
"Aku merasa tenang saat tau kau sekelas denganku." Lanjut Neliel.
Grimmjow hanya membalas dengan senyum, mirip seringaian bagi orang yang belum mengenal Grimmjow. Sebenarnya di dalam hati Grimmjow sudah senang bukan main Neliel mengatakan hal di luar dugaannya.
_Skip Time_
Asrama VIP terlihat lebih sepi dari biasanya, Ggio sudah pasti bersama Soifon di ruang Osis. Sepertinya Ulquiorra dan Orihime juga. Dan Tesla sudah pergi hangout bersama gadis-gadis tadi, dia lupa calon tunangannya.
Sekarang di kamar rapi, wangi dengan warna dominan biru laut, Neliel tengah duduk di sofa kamar Grimmjow. Yep, mereka sedang belajar bersama mengerjakan tugas yang diberikan Mayuri-sensei yang tanpa ampun banyaknya, yaitu 10 soal. (banyak dari mananya coba?)yah menurut Grimmjow itu banyak, karena dia tidak mengerti kimia. Neliel yang termasuk pintar dengan senang hati mengajari Grimmjow, maka dari itu dia sekarang ada di kamar pangeran sapphire.
"Aargghh... aku rasa ini sudah menggunakan seluruh kemampuan otakku." Grimmjow mulai frustasi.
"Uhm... belum, kau terlalu berlebihan Grim." Neliel melanjutkan pekerjaannya.
"Nel... aku lihat pekerjaanmu saja, itu lebih mudah."
"Tidak, kerjakan dulu sendiri nanti kita cocokkan, kalau salah baru dibetulkan."
"Nel... " Grimmjow mulai memelas.
"Ya Grim?" Neliel menengadahkan wajahnya dan menatap Grimmjow.
"Hahaha... ada apa dengan wajahmu itu Grim? Hahaha..." Neliel memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
"Grrr..." Grimmjow membuang muka.
"Hey... iya-iya ini lihatlah, tapi janji kau akan mempelajarinya." Neliel akhirnya mengalah dan memberikan contekan pada Grimmjow.
"Nah begitu, uhm."
Grimmjow memalingkan wajahnya untuk melihat Neliel sayang sekali jarak mereka terlalu dekat. Entah apa yang memasuki pikiran Grimmjow hingga dia berani menempelkan bibirnya ke bibir Neliel. Anehnya Neliel tak bergeming dan menarik bibirnya menjauh, dengan hati-hati Grimmjow mencoba melumat bibir Neliel perlahan. Neliel agak kaget, tapi dia menikmati perlakuan Grimmjow ini, dan tanpa ia sadari ia membalas lumatan bibir Grimmjow dengan lembut dan menutup matanya. Mendapatkan respon yang bagus Grimmjow segera memperdalam ciumannya dengan melesakkan lidahnnya kedalam mulut Neliel. Neliel membiarkan lidah Grimmjow masuk dengan mudah, Grimmjow meraih pinggang ramping Neliel dan memeluknya, mengusap punggung sang gadis dan memperdalam ciumannya. Neliel sepertinya tidak keberatan jika ciuman ini tidak putus, hanya saja paru-parunya berkata lain saat oksigen didalamnya menipis. Mereka melepaskan ciuman itu tapi Grimmjow masih memeluk Neliel.
"Hah ah..." Neliel mengatur nafasnya dengan wajah yang memerah menundukkan kepalanya sambil meremas baju Grimmjow. Sementara Grimmjow memalingkan wajahnya sambil mengelap sudut bibirnya dengan punggung tangannya.
"Hey, maaf." Kata Grimmjow pelan.
"U-um.. tak apa." Neliel masih menundukkan wajahnya karena dia masih merasa warna merah di pipinya belum lenyap.
"Sungguh?" Grimmjow menundukkan wajahnya ingin melihat wajah Neliel, hanya saja terhalang rambut panjang Neliel.
"I-iya." Neliel sedikit menjauhkan diri dari Grimmjow yang masih tidak sadar memeluk pinggang Neliel, sementara Neliel meminum softdrinknya yang ada di meja.
Grimmjow merasa ini terlalu cepat untuk mengakui perasaannya, padahal dia tidak begitu yakin dia bisa jatuh cinta secepat ini pula, aneh memang tapi itu nyata perasaan pangeran sapphire ini. Dia merasa nyaman dengan memeluk Neliel, dengan begini dia bisa sangat dekat dengan Neliel, buktinya Neliel juga tidak memprotes pose seperti ini, ah apa mungkin Neliel juga tertarik padanya? Setelah pertayaan itu muncul di benak Grimmjow dia tersenyum.
'mungkin' pikirnya, lalu Grimmjow menyandarkan dagunya di kepala Neliel yang sedang mengerjakan tugasnya walau sebenarnya dia juga tidak begitu konsentrasi.
"Aku rasa aku menyukaimu Nel." Kata Grimmjow tiba-tiba yang membuat Neliel mengalihkan pandangannya pada Grimmjow.
"A-apa?" wajah Neliel kembali memanas yang artinya pipinya itu memerah.
"Hahaha... kau kenapa merah begitu?" Grimmjow mengacak rambut Neliel.
"Ugh, rambutku." Neliel merapikan rambutnya.
"Aku menyukaimu putri turquoise." Dengan cepat Grimmjow muncium pipi Neliel.
"Uhm." Hanya gumaman kecil menjadi jawaban bagi Grimmjow, tapi dia cukup mengerti karena Neliel pasti masih bingung, dan bingung sudah cukup untuk tahu bahwa Neliel juga tertarik padanya.
Untuk sebentar mereka berdua melupakan Tesla sebagai calon tunangan Neliel. Sayang sekali itu tidak akan mudah, mengingat Tesla juga memperlakukan Neliel dengan baik, mungkin.
TBC
A/N : yahahaha... saya merasa ini agak gaje dan masih singkat. Justru karna gaje makanya jadi singkat, tapi ada sesuatu yang kalau kalian sadari belum saya sebutkan dengan jelas...^^
Dan di chapter ini kenapa saya buat mereka jadi kelihatan saling suka? Karena saya akan membuat konflik di chapter berikutnya. Mungkin lebih panjang dari chapter ini^^
Balasan Reviewnyaaa...
Chwyn : hehehe... iya chan, sayangnya Ichigo ga jadi main character disini, tapi ada kok Ichigonya dikit-dikit nanti... hehehe...
Plovercrest : hehehe ya begitulah... agak cepet ya plotnya?o.o iya gak? Moga yang ini lulus typo lagi... hehehehe...
Jangan bosen ngeripiu yak..:p
AAA : makasi makasi... ini dah apdet...XD
Jeagerjaq : hoalah ya itu karena mido yang bikin fanfic jadi terserah mido, Neliel mau ama siapa...
Hahahaha...*ketawa setan*
Mayura Tendouji Sonozaki : ah ya Ggio jadi OOC banget, lah iya kah kaya preman? Wkwkwkwk...
Ya maap.. ^^v
Kenapa di taruh di M, soalnya kadang mido nyrempet-nyrempet gitu, jadi agak takut malah di flame kalo di taruh di T, lagian ntar mau mido kasih lemon...^^
Makasih dah menyimak... hohoho...
Kazue Ichimaru : nyahaha... iya Grim jadi nista banget..*plak*
Uhmm... kenapa ga noitra, soalnya mido ga suka noitra, kerenan juga tesla :D
Siiippp... hehehe...
Hyou Hyouichiffer : makasi makasi...^^ ini fic emang nyelempit jadi hanya orang keren yang bisa menemukannya wahahaha *plaked*
Hu uh mido suka ama pair ulquihime juga sih *siapa tanya woiiii*
Hideyashu Shigemori : hai juga..:o
Makasiiiihhh..^^ ntar review lagi yak...^^
Wah kamu dua kali ngereview...:D
Oke oke... nanti Grim jadi lebih nista lagi kok *di giling Grim*
BlueDragon : rate M maksudnya lemon yak? Chap berapa yah? Hehehe...
Di tunggu aja ya, mido ga mau terlalu terburu buru, tapi juga ga terlalu lama kaya sinetron alay di tipi...XDDDv
Siiiippp...^^b
A/N : Kalo dah baca di review yak...^^
jangan pelit-pelit
tapi jangan di flame yak...
mido masih rapuh...*puppy eyes*
XDDD
