Oh, atashi no Kami!
Gueh gabakal sangkah(?) bakal dapet review! w(QAQw)
Sankyuu, sankyuuuuuuuuu buanget buat Soredemo Mizu yg udah menempatkan diri untuk membaca fanfic saya dan me-review! A" Btw, di chapter ini, saya mulai menggila loh! Hati-hati! XD(?)
Yadah, silahkan dibacaaa~~~
"Jadi... Kalian jadi bekerja disini 'kan?" Kata Ciel sambil meminum teh barley-nya.
"Ya."
"Serius? Kalo gitu gue pulang deh." Kata Oga.
Brak!
Hilda memukul kepala Oga dengan parasolnya dan menariknya kembali ke sofa.
"Buat apaan 'ntuh?!"
"Untuk otakmu yang sudah menggila itu."
"By the way, apakah kalian sudah ingin menjalankan pekerjaan di... Uh... Phantomhive manor ini?" Tanya Ciel.
"Ya."
"Tidak—wadaw!"
"B-Baik... Jadi... Namamu, Hildegarde, no?" Tanya Ciel lagi.
"Ya, benar. Dan ini Oga Tatsumi, Takayuki Furuichi, dan Bocchama." Kata Hilda sambil menunjuk orang-orang yang disebutnya, kecuali Bocchama-nya itu. Karena dianggap tidak sopan jika menunjuk-nunjuk seorang... Kaisar.
"Okay... Sebastian, take them to their room." Kata Ciel pada Sebastian. Oga terlihat kebingungan saat mendengar Ciel. 'Teiku... zeemu... tsu.. z-zeiru... ruumu..?'
"Right." Kata Sebastian dan menengok ke arah Hilda dkk. "Watashi wa anata no heya ni anata o mite mimashou. Watashi ni shitagatsu.(Biarkan aku membawa Anda ke kamar Anda. Ikuti saya.)" Lanjutnya dengan berbicara bahasa Jepang. Sepertinya dia tau bahwa Oga tidak mengerti dan Oga terlihat kesal.
Sebastian pun berjalan ke atas tangga. Mereka pun mengikuti Sebastian, berjalan ke kamarnya. Sebastian berhenti di depan sebuah pintu. Ia pun menengok ke arah Hilda dan yang lain.
"Ini kamar Oga-san dan Furuichi-san." Kata Sebastian.
"Akhirnyaaa! Gue bisa istirahat juga!" Kata Oga dengan senangnya. Seperti habis menyingkirkan Berubo dari dirinya itu.
"But... Nanti Tuan Muda akan memanggil kalian untuk pekerjaan pertama kalian." Ujar Sebastian dengan senyumnya yang sangat misteriusnya itu.
"Eeeehhh... Tapi, tapi—WADAW! Baik..." Lagi-lagi Hilda memukul kepala Oga.
Setelah Oga, Furuichi, dan Berubo masuk ke kamar mereka, Sebastian mengantar Hilda ke kamarnya (A/N: BUKAN KE KAMAR SEBASTIAN! Nanti di yado—gajadi xD). Mereka berjalan diiringi oleh keheningan. Entah kenapa, Sebastian menjadi kesal karena terlalu hening. Muka Sebastian mengerut(?) karena saking kesalnya. Akhirnya Sebastian memecah keheningan itu. "Bagaimana rasanya menjadi pelayan Kaisar, Hildegarde?"
"Eh? Mengapa kau bertanya?" Tanya Hilda keheranan.
"Hanya... Penasaran." Ujar Sebastian.
"Hmmm... Biasa saja... Hanya... Sedikit merepotkan, menjaga Bocchama... Karena, ya... Bocchama masih bayi, jadi sulit merawatnya." Jawab Hilda pendek.
"I see..." Sebastian pun mengangguk.
Setelah beberapa menit berjalan, mereka berdua akhirnya sampai di kamar Hilda.
"Baik, ini kamar Anda, Hildegarde." Kata Sebastian sambil membungkuk.
"Hanya Hilda." Kata Hilda sebelum masuk ke kamarnya.
"Baik, Hilda. Jika ada keperluan, panggil saja."
"Aku tidak memerlukanmu." Kata Hilda santai.
Sore itu...
"Kalau Hilda... bisa membantu Sebastian atau Meirin bersih-bersih rumah ini. Dan jika ada pekerjaan dari Her Majesty, kalian boleh ikut. Juga, terkadang mansion ini suka diserang oleh keluarga lain, jadi kalian bisa melindungi rumah ini. Understand?" Jelas Ciel panjang lebar.
"I—We understand." Ujar Hilda.
"Apaan, anderseten, andersetun... Bosen tau gak gue?"
Hilda pun menendang kepala Oga dengan muka datar. "Baik..."
"C-Ciel-sama..." Suara perempuan tiba-tiba terdengar. Ciel menoleh ke belakangnya. "Oh, Meirin, Fin, Brad... Ada apa?"
"A-Ano... Bolehkah kami mengantar mereka keliling halaman rumah? Juga dalam rumah?" Tanya Fin.
"Sure. Why not?" Ujar Ciel sambil meminum tehnya.
"Yay! Aku Meirin!"
"Aku Fin!"
"Panggil saja Brad."
"Ikut kami!" Ujar mereka.
"...Mereka gila." Ujar Furuichi dan Oga mengangguk setuju.
PENDEK xDD
Akan kubuat smua chapter pendek. Tapi mungkin ada yang panjang... Yang penting aku bisa membuat ente-ente smua PUAS! XDDDD - Gila
Oke, jangan lupa review kayak Soredemo Mizu yg cantik unyu2~~ /jder
