Author : *celingak-celinguk* wah-wah udah gak kerasa ya ane ngabsen lama banget

Readers : WOIIII SINI JANGAN CELINGUKKAN GAK JELAS MASUK SINI LO AUTHOR GAK BERTANGGUNG JAWAB !

Author : aduh maaf deh Readers yang baik hati , tidak sombong serta rajin menabung *kedip-kedip gaje*

Readers : -_-"

Author : Oke sebelumnya aku , E.P minta maaf karena sudah menelantarkan (?) Fict ini agak lama soalnya saya agak sibuk sekalipun libur sekolah dan baru saja kemaren selesai PET (Placement English Test) informasi lebih lanjut silahkan tanya mbah gugel ~

Italy : semoga sukses ya tapi aku bingung kok gak ada PST / Placement Spanish Test vee ?

France : daripada ngambil English mending French aja dah lebih mutu

England : Git,sembarangan aja lo kalau ngomong ! mana ada PFT tsk PET ini lebih penting

Author : Eeeh makasih Italy *meluk Italy* bener PET sangat penting , kalau mencapai level target PETnya entar kalau kalian mau cari kerjaan tambah gampang lho apalagi ini khusus dari Cambridge sendiri dan gue mau protes kenapa bukan lo aja yang ngawas !?

England : Gue sibuk banyak urusan

France : sibuk ngebikin makanan arang tak berkelas itu ohonhonhon

Italy : daripada ngeliattin mereka bertengkar langsung aja yuk kita bacaiin disclaimernya vee ~

Author : Hetalia Axis Power hanya milik Hidekaz Himaruya seorang !

Rangga - Indonesia Abdul – Malaysia Gerrard – Singapore Bahn - Thailand

.
.
Hetalia Axis Power – Hidekaz Himaruya

Plot & Alur – Irfan Fernando &

Warning : Oc , OOC , humor garing , etc.

.

.


Para siswa berdesak-desakkan ingin memasuki ruangan uks , tak lama kemudian pak Germania keluar dari uks " Anak-anak tadi bu dokter sudah menjelaskan kepada bapak tentang pemeriksaan kali ini," kata pak Germania, "Pak jadi kapan nih mulainya ?" Tanya salah satu siswa .

"Sebelum kalian diperiksa bapak ingin menyampaikan bahwa ini hanya pemeriksaan ringan seperti tahun lalu . Bapak harap kalian semua bisa menjaga kelakuan kalian , mengerti ? "

" Mengerti pak ! " jawab para siswa kompak .

Mereka sangat antusias dan tidak sabar diperiksa oleh bu dokter misterius yang satu ini contohnya,si Antonio yang sibuk mengoceh melulu dengan Lovino,yang tentunya tidak peduli dan seringkali mengumpat 'bastard' , Feliciano yang sibuk memakan pastanya , Hei bagaimana mungkin dia dapat makan pasta tanpa ketauan pak Germania !? Francis dan Gilbert yang berdebat bagaimana penampilan sang dokter .

"Eh gue punya feeling bu dokter kali ini aneh deh" celetuk Gerrard yang tumben-tumbennya tidak mengutak-ngatik bbnya .

" Aneh gimana maksud lo Ger ?" jawab Rangga

"Mana gue tau kan gue bilang hanya feeling duuh," kata Gerrard yang langsung kembali kebiasaannya .

"Eh kali ini giliran gu, udah dulu ya guys gue mau ketemu bu dokter dulu neeh babay ~ " kata Rangga dengan suara yang dibikin mendayu-dayu,yang menurut Abdul malah kedengaran seperti kucing kejepit pintu itu sambil bersweat drop .


Rangga mulai masuk ke uks 'moga-moga aja dokternya cantik sama baik deh dan gak aneh . Tapi kan bisa aja dokter kali ini aneh , penculik , teroris atau mungkin dia ini jin yang menyamar jadi dokter atau lebih parah bences idiiih ogah banget dah gue tapi sekalipun dia mahluk asing gue harus tetep dapet nomor telp sama tau namanya kalau enggak apes dah gue entar cewe-cewe pada gak naksir gue lagi , terus adek-adek kelas bakalan gak mengagumi gue lagi . ' Dia sudah kepikiran yang aneh-aneh karena perkataan Gerrard dan dalam pemikirannya pun dia tetep PD over mungkin karena dia sering hang out sama Gilbert jadi tingkat kePDannya sudah melampaui batas manusia normal .

"Nah Rangga silahkan naik ke timbangan" kata seorang gadis berambut hitam pendek memakai jas putih.

Rangga menatap gadis tersebut 'wah dokternya cantik ,cewe asli , sayang banget rambutnya pendek coba panjang pasti lebih wow lagi tapi gpp deh' gumam Rangga , "Iya bu dokter" balasnya sembari naik ke timbangan .

"Mari kita ukur tinggimu sekarang," Rangga mengikuti bu dokter ke alat pengukur badan , Ia berdiri di alat itu sedangkan si dokter mencatat tinggi badannya .

"Dokter dari Indonesia ya ?" tebak Rangga.

"Iya , dokter dari Indonesia . Rangga sendiri dari Indonesia kan ?" jawab dokter itu sambil tersenyum .

"Lhoo kok dokter tau ? dokter ini peramal ya ?" kata Rangga sambil menunjukkan ekspresi cengo ala Rangganya , sedangkan si dokter itu hanya tertawa .

"Soalnya namamu mirip dengan kakek dokter sih" Jegeeer seakan-akan ada petir yang mengenai Rangga saat mendengar respon sang dokter .

.

.

.

"Nah yang terakhir adalah suntikan imun, jangan takut ya," Rangga langsung berkeringat dingin mendengar kata 'suntik',dia sangat trauma karena waktu pemeriksaan kesehatan ditahun pertamanya,pak Germania berteriak menggelegar dari luar dan mengakibatkan sang dokter kaget alhasil dia bukan menyuntik lengan Rangga malah menyuntik 'pantat' Rangga yang malang itu. Akhirnya Rangga tidak bisa duduk selama 2 hari , Abdul yang terus-terusan mengatainya 'ambien' , rasa ngilu . 'Tenang Rangga , kau kan cowo . Lagipula kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi kok' batinnya sambil melihat jarum suntik yang kecil itu tetapi menakutkan .

Ia semakin bisa melihat jelas suntik itu mulai mendekat kearahnya hanya tinggal 50 senti lagi dari lengannya , 30….20….10… Rangga langsung pucat 'oh demi muka gue yang ganteng beserta kulit gue yang eksotis nan seksi ini ! gue harap ini enggak akan menjadi akhir dari hidup gue ! gue masih punya utang sama Vash , gue masih kepengen berantem sama Abdul , kamera Gerrard aja belom gue kembaliin dari tahun kemaren , utang gue diwarteg belom gue bayar , yah mungkin gue musti nulis surat wasiat terakhir gue ke temen-temen . Coba aja si Bahn ada disini,gue pengen minta tolong dia kira-kira mau bantuin bayarin utang gue gak ya ? '(A/N : Dasaaar penghutang ! ) bagi Rangga hal ini sudah seperti urusan hidup dan mati .

'Dangdut ~ cit cuit ~ Dangdut cit cuit ! seer ! seeer ! yang digoyang , digoyang yang ! aseeeeek ! E E AA'

"Eh tunggu sebentar ya," kata dokter sambil meraba-raba kantungnya mencari hpnya , Rangga hanya bisa bersweat drop ria dan dari mukanya keliatan jelas ekspresinya 'DAFUQ' ternyata itu suara hp dokter itu . Siapa sangka , dokter cantik nan aduhai ini menyukai dangdut dan tidak malu untuk menyetel lagu dangdut remix sebagai nada deringnya .

"Hei daddy ~" kata dokter itu

"Hei juga oh ya kamu selesai bertugas jam berapa ?" balas suara dari hp sang dokter

"Hmm tidak lama lagi kok kira-kira 35 menit lagi,"

"Begitukah ? kalau begitu bagaimana sehabis bertugas kita jalan-jalan ?"

" Wah boleh-boleh tapi daddy yang bayarin ya,"

"Tsk dasar iya deh tapi jangan belanja banyak-banyak ya,"

"Hehe oke deh bye daddy,"

"bye hun,sampai jumpa 35 menit lagi,"

Dokter memasukkan kembali hpnya, "Rangga kemarikan lenganmu," pintanya terhadap Rangga.

"Dok sebelum itu saya mau Tanya sesuatu,"


"Tentu saja,memangnya kau mau menanyakan apa ?"

"Tadi itu pacar dokter ya ?"

"Bukan kok hehe," jawab dokter itu sambil tertawa kecil . 'great dokter masih single o yeee' batin Rangga bersorak kemenangan .

"Kan tadi dokter bilang dokter itu dari Indonesia, nama dokter berarti khas Indonesia dong"Tanya Rangga lagi,Ia masih harus memenangkan taruhannya dengan Abdul dan taktik ini juga Ia gunakan sembari mengulur waktu sebelum Ia disuntik .

"Benar , namaku Mayang . Nah,Rangga jangan lihat jarumnya ya ini tidak akan sakit kok cuman hanya seperti digigit semut merah," Rangga menutup matanya saat jarum suntik itu menembus lengannya dan terdengar bunyi cuss pelan .

"Oww!"erang Rangga , rupanya agak sakit sedikit . Bekas suntikannya itu langsung dibersihkan dengan kapas , lengannya agak nyeri . Tiba-tiba saja pak Germania langsung masuk ke uks , "Bu dokter siswa berikutnya sudah boleh masuk ? " dokter Mayang mengangguk , pak Germania langsung menyuruh Rangga meninggalkan uks karena siswa lainnya harus diperiksa .

Baru saja keluar dari uks , Rangga mengingat sesuatu yang penting

Sesuatu yang seharusnya ia lakukan saat itu juga di ruang uks

'Kampret gue belom nanya nomor telponnya dokter Mayang !' jerit Rangga dalam hati .

.

.

.

.

Begitulah Rangga , sifat lupanya yang tidak bisa diubah dari kecil sehingga julukannya diHetagakuen adalah 'kakek' atau 'si welas(pikun)' Rangga seakan membantu dan merasa bahwa jangan-jangan ia adalah kakek nomor 2 dokter Mayang .

" Rang gimana pemeriksaan kesehatannya , berat lo nambah ya ?" goda Abdul sembari menoel Rangga yang masih galau dengan hal itu .

"Kagak kok malah kurang tuh,lo sendiri gimana?" balas Rangga sembari menepis tangan Abdul.

"Berat sih tetep tapi tinggi gue naik 2 cm dari tahun kemaren" dengus Abdul kesal menunjukkan bahwa tanda tak puas,bahwa tingginya hanya naik 2cm yang berarti ia masih jauh lebih pendek daripada Rangga beberapa cm .

"Berarti…Lo memang ditakdirkan untuk naik segitu-segitu aja dul , lagipula lo sih yang gak rajin berenang dan rajin jogging ," kata Rangga bangga,baah padahal dia sendiri saja tadi tingginya hanya naik 2,5 cm .

'Rajin berenang apanya kau ini kan malas mengeluarkan duit untuk tiket masuk ke kolam renang Rangga ! ' batin Bahn sambil sweat drop melihat pernyataan Rangga .

"Kayaknya gue gak pernah ngeliat lo jogging deh Rang,paling-paling jogging lo itu cuman jalan ke warteg sama warnet deket rumah," timpa Abdul .

"Sembarangan ! itu kan lumayan tau,belom lagi gue musti dikejer-kejer anjing liar gembrot itu yang udah kudissan , makannya gue lari-lari dulu entah itu sampe ketaman lah atau gue musti muter-muter dulu sebelum nyampe tujuan . Kira-kira yah gue udah berjalan kurang lebih 3 kilo," Dikejar-kejar anjing liar gembrot kudisan adalah makanan sehari-hari Rangga, Ia dan mahluk kudisan tersebut sudah sangat dekat , tiap hari mereka selalu bermain polisi-maling bersama dan Ranggalah yang selalu jadi malingnya .

Sangking dekatnya Rangga punya nama panggilan khusus untuk anjing itu , 'kuntet' itulah nama panggilannya . Biarpun kuntet selalu mengejar Rangga,gitu-gitu Rangga memberi makan si kuntet setiap hari, makanannya bervariasi dari nasi dengan tempe dan tahu , sisa-sisa kulit roti atau mungkin nasi goreng yang sudah basi 2 hari , setengah kerupuk , tulang ikan , ceker dan makanan *sisa* lainnya . Hal ini membuat Rangga tertarik untuk memberi scone buatan Arthur kepada kuntet , tapi Ia takut kalau kuntet bisa langsung ngefly ke dunia lain .

"Oh ya bagaimana dengan taruhan kalian ?" ctaar wajah Rangga langsung pucat dan mencari si biang kerok yang berani-beraninya mengingatkan soal taruhan itu , Gerrard siapa lagi kalau bukan super sibuk dengan pacarnya yang bervariasi dari berbagai merek .

"uh batas waktunya sampai pulang sekolah kok," Rangga heran dengan jawaban Abdul , dia kira Abdul sudah mencapai target dan mungkin malah akan mengolok-ngoloknya saat dia selesai pemeriksaan tetapi ternyata tidak .

'Sepertinya dia juga belum bisa berhasil sepenuhnya'

"Eh bukannya itu bu dokter ya ana" kata Bahn sembari menunjuk dokter Mayang baru keluar dari uks .


To Be Continue

Author : Hiaaaah akhirnya selesai juga chapter 3 ! *tepar*

Rangga : toor jangan tepar dulu toor katanya lo mau ngasih tau sesuatu kan ke readers?

Author : *masih tepar*

Rangga : *sigh* terpaksa deh gue yang bicara oke , readers sekalian Author-san merasa bersalah banget karena meninggalkan fict ini akhirnya dia membuka 'SBS' – Silahkan Bertanya Sepuasnya , jadi kalian semua bisa menanyaiinya beberapa pertanyaan dan bisa menanyaii kami difict ini lho !

Abdul : Yoo bener banget nih , jadi jangan segan-segan ya dan Author-san mengharapkan ripiu-ripiu dari kalian semua lho

Gerrard : Gue tegesin ya flames gak jelas , tanpa alasan , menghina tingkat tinggi TIDAK diterima.

Bahn : Wah-wah sepertinya dia kecapean ya

Rangga : Wong dia ngebut dari jam 7 Bahn ~

Author : *bangun seketika* reviewnya ditunggu ya minna !

All : Kami cast dari 'Another day at Hetagakuen' pamit