A/N : Halo~! Ini fict pertamaku. Jadi, maafkan kalau ceritanya ga jelas, ada typo, OOC, dll.
Disclaimer : Fairy Tail punya Hiro Mashima, tapi kalau Scarlet in Underworld punya saya.
Normal POV
Ruangan itu bercorak kotak-kotak yang berwarna hitam dan putih, seperti papan catur. Ruangan itu memiliki dinding dan langit-langit yang tinggi, yang memberi kesan angkuh. Di tengah ruangan itu terlihat seseorang yang berambut scarlet panjang.
"Mimpi ini lagi... Sampai kapan aku harus melihat ending yang sama?" gerutu gadis scarlet itu.
"Erza..." Suara misterius itu menggema dalam ruangan.
Tiba-tiba, salah satu dinding di ruangan itu runtuh dan menjadi lorong yang panjang. Gadis scarlet itu, Erza, berlari menuju lorong panjang itu.
"Erza..." Kali ini, pemilik suara misterius itu muncul. Terlihat siluet seseorang, bukan, lebih tepatnya seekor kelinci berwarna azure.
"Siapa kau?"
"Kau melupakanku, Yang Mulia?"
"Yang Mulia?"
"ERZA!"
Erza POV
"ERZA!"
Kubuka mataku perlahan, melihat siapa pengganggu mimpiku kali ini. Siluet gadis berambut blonde pun terlihat. Lucy Heartfilia. Teman sekamarku.
Mimpi yang sama. Ruangan yang sama. Suara yang sama. Kelinci yang sama. Ending yang sama. Aku telah memimpikan hal yang sama selama 1 minggu. Aku sudah mengunjungi psikiater dan psikolog, tetapi hasilnya nihil.
"Damn!" umpatku saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah enam. "Lucy, mengapa kamu tidak membangunkanku?" ujarku sambil mengambil peralatan mandiku.
"Aku sudah membangunkanmu," ucap Lucy. "Aku akan membuat sarapan."
Setelah mandi, aku bergabung dengan Lucy di meja makan. Seusai makan, aku akan menjalankan rutinitas harianku, sekolah.
Normal POV
Magnolia High School. SMA satu-satunya yang ada di Magnolia. Oleh karena itu, tidak heran jika sekolah ini memiliki banyak kelas. Biasanya, satu angkatan memiliki 10 kelas. MHS–Magnolia High School–juga terdiri dari guru-guru yang berkualitas. Saat ini, Lucy dan Erza berada di kelas yang sama, kelas XI-C.
"Erza! Ayo! Nanti kita berdua terlambat!" ujar gadis blonde.
"Tenang saja, kita masih memiliki waktu selama 30 menit." ujar Erza sembari berjalan menuju kelasnya.
"Yo, Erza! Lucy!" sapa pemuda berambut spiky berwarna pink.
"Hai, Natsu." ujar Lucy.
"Katanya, kelas ini akan mendapatkan murid baru! Semoga saja murid baru itu perempuan," ujar Natsu.
"Kau ini, masih saja mengharapkan perempuan meskipun sudah punya Lucy." ucap pemuda berambut spiky berwarna hitam.
"Urusai, Gray!"
"Urusai!"
XXX
Somewhere
"Bagaimana keadaan Hime?
"Keadaan Hime baik-baik saja. Sepertinya dia melupakan jati dirinya beserta kekuatannya saat dia dikirim ke bumi, Yang Mulia."
"Untuk urusan ini, sepertinya kau harus mengirimkan mereka, Jellal. Dan kau juga harus ikut."
"Mengapa saya harus ikut, Yang Mulia?"
"Kau adalah orang yang paling mengenal Hime, bukan?"
"Tentu, Yang Mulia."
To Be Continued
Well, that's it. Gomen kalo kependekan, maklum baru pertama kali. Kalo ga sibuk, pasti dilanjutin.
And... Review please~! Your review is my spirit!
Bye~
