Naruto masih tetep punya Om Masashi Kishimoto, Nyo Cuma pinjem karakter doang kok sumpah!
Pairing : Haruno Sakura X *masih rahasia haha! , Yamanaka Ino X Nara Shikamaru dan akan muncul karakter lainnya.. jadi pantengin terus aja ya
WARNING : typo yang bertebaran, gajenes, bahasa tidak baku, EYD yang absurd, OOC dan acdc(?)
If you don't like... please! Don't read this story. Thank you
Neptunus
Chapter One
Waktu sudah menunjukan pukul 1 siang, dan mungkin inilah jam tersibuk di Bandara International Soekarno-Hatta. Hawa panas yang menerpa dan padatnya kerumunan di Hall membuat seorang gadis menghentakan kakinya keras dan mengibas-ngibaskan buku yang dipegangnya sebagai alat untuk mengusir panas yang menerpa wajahnya.
"Jadi! Kapan sahabatmu itu tiba?! Kita sudah lama menunggu, tetapi dia tidak muncul juga. Mungkin, penerbangannya tertunda Shika, ayolah kita pulang. Aku lelah !" rengek seorang gadis sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ino, kita baru beberapa menit menunggu. Dan, aku tidak menyuruhmu untuk berdiri bersamaku disini kan? Dan juga, aku sudah menyuruhmu untuk duduk dengan Sakura disitu." Balas lelaki yang dipanggil Shikamaru oleh gadis tadi sambil menunjuk gadis yang bernama Sakura yang duduk diam sembari menulis sesuatu dikertas dan melipatnya menjadi perahu.
"Oh, jadi kau menyalahkanku?" gadis bernama Ino ini pun melipat tangannya didepan dadanya. Dan, Shikamaru pun tahu jika Ino sudah menampilkan penampilan seperti tandanya gadis ini sedang marah. Mereka pun terdiam, Ino tetap dengan tangan yang terlipat dan terdiam sambil melihat ke arah lain dan menghiraukan pacarnya itu. Begitu pula dengan lelaki yang berada didepannya ini, dia hanya menghadap lurus ke arah pintu kedatangan. Sebenarnya Shikamaru ingin sekali mengatakan sesuatu tapi, dia mengurungkan niatnya dan tetap diam.
Sakura, gadis yang sedang duduk itu memperhatikan dua sahabatnya dari kejauhan Sakura tahu jika Ino menampilkan penampilan seperti itu pasti ada yang tidak beres. Jadi, sakura pun memutuskan untuk menghampiri mereka.
"Hey!"
Ino yang sedang melamun dan Shikamaru yang diam menunggu pun terkejut dan memberikan death glare kepada pelaku yang mengejutkan mereka. Dan sang pelaku pun tertawa.
"Apa yang kau lakukan, jidat? Kau ingin membuatku pingsan ya?!" seru Ino sambil menepuk pelan jidat Sakura yang umm… lebar. "Aduh! Kau ini! Suka sekali menepuk jidatku ya! Dasar, Ino pig!" Sakura pun mengelus jidatnya. Shikamaru yang melihat adegan keduanya pun tersenyum geli dan memberikan tatapan 'terimakasih' kepada Sakura.
"Hey, Shika! Sahabatmu itu datang darimana?" Sakura pun memulai pembicaraan
"Dia datang dari Bali, memangnya ada apa?"
"Seharusnya, dia sudah tiba karena di jadwal kedatangan, pesawat dari Bali sudah tiba 20menit yang lalu" Sakura pun menunjuk layar yang menampilkan jadwal kedatangan.
"Iya, seharusnya begitu. Tapi, kau tahu kan mungkin didalam sana dia harus mengantri untuk mengambil bara-" sebelum Shikamaru menyelesaikan perkataannya Ino pun langsung memotongnya
"Atau mungkin keluarganya sudah menjemputnya" jawab Ino ketus.
Shikamaru pun melihat Ino sebentar dan menghembuskan nafasnya pelan dan berkata
"Tidak mungkin, maksudku sebenarnya hubungan dia dengan keluarganya sebenarnya baik tetapi, hubungan dia dengan ayahnya sangat buruk. Dia dan ayahnya sering bertengkar, akhirnya setelah lulus SMA dia memutuskan pergi ke Bali untuk tinggal dengan pamannya disana, dia pergi diam-diam tanpa sepengetahuan keluarganya dengan uang tabungan yang sudah ia siapkan sejak lama. Jadi, tidak mungkin keluarganya menjemputnya. Sebelum dia datang kesini, dia sudah menghubungiku untuk menjemputnya karena disini mungkin hanya aku orang yang dekat dengannya"
Ino dan Sakura pun terkejut dengan perkataan Shikamaru tadi. Ternyata, itulah sebabnya Shikamaru rela menunggu berlama-lama seperti ini. Ternyata, dia adalah orang yang sangat perhatian dengan sekitarnya apalagi dengan orang terdekatnya, meskipun Shikamaru terkesan cuek dan terlihat tidak ingin repot ternyata memiliki sifat lembut.
'Kau memang hebat Shika aku salah menilaimu' batin Ino
"Maafkan aku" Ino pun menggenggam tangan Shikamaru dan menundukan kepalanya.
Melihat reaksi Ino, Shikamaru yang sedikit terkejut menghembuskan nafasnya dan tersenyum lembut lalu menepuk pelan kepala Ino " Kau tahu, sebenarnya aku juga lelah menunggu. Tapi, jika menunggu bersamamu, meskipun 2 jam 5 jam atau seterusnya tidak masalah jika kau ada bersamaku" perkataan Shikamaru pun membuat Ino mengangkat kepalanya wajahnya dihiasi semburat merah dipipinya dan dia pun tersenyum…atau mungkin err tertawa
"Kau tahu, aku tidak terlalu suka jika kau berkata manis seperti tadi, haha! Seperti bukan Shikamaru saja" Ino pun tertawa, dan Sakura pun mengikuti jejak Ino. Shikamaru yang menjadi bahan tertawaan hanya bisa menunduk menutupi wajahnya dan menggaruk belakang lehernya yang sebenarnya tidak gatal. ' Wanita yang aneh' batin Shikamaru.
"Puas tertawa?" jawab Shikamaru sambil melihat kearah lain untuk menyembunyikan semburat merah diwajahnya.
"Wah! Aku sedikit iri dengan kalian berdua" kata Sakura sambil merangkul bahu kedua sahabatnya itu.
"Nah! Akhirnya Sakura menyadari arti pentingnya memiliki seorang pacar, terimakasih Tuhan telah menyadarkan sahabatku ini!" Ucap Ino sambil melemparkan senyuman yang mengejek kepada Sakura.
"Dan, berhentilah mengagumi Neptunus si Raja laut dan juga berhentilah mengirim surat padanya. Seharusnya, kau mengirim surat kepada lelaki nyata" tambah Ino dengan nada seperti seorang ibu yang menasehati anaknya.
"Hey! Menyebalkan sekali kau Ino, huh!" balas Sakura ketus. Shikamaru pun tertawa mendengar pembicaraan mereka berdua.
Ya, memang saat pertama mereka bertiga bertemu di Universitas sampai mereka bersahabat dan akhirnya Shikamaru dan Ino berpacaran, Sakura tidak memperlihatkan atau menceritakan tentang seseorang yang dekat dengannya. Yang mereka tahu, Haruno Sakura sangat menyukai pantai, Neptunus dan terkadang mengirim surat kepada Neptunus itu. Aneh memang, tapi toh tetap saja mereka menyayangi Sakura dan buktinya mereka bisa bersahabat sampai sekarang, kan?
TBC
Uhuk! Panjang? Membosankan? Aneh? Dan banyak typo? Maafkan Nyo! Nyo memang belum ahli dalam bidang ini! Oh iya! Nyo tau mungkin agak aneh Indonesia menjadi latar cerita ini, tapi karena Nyo cinta Indonesia makanya Nyo jadiin negara kita ini latar cerita Nyo! * reader : bilang aja Nyo nggak tau tempat-tempat keren di Jepang, kamseupay! Nyo : hikssss!
Tapi, kalian masih penasaran nggak sama si 'dia' yang ditunggu oleh mereka bertiga? Haha! Biarkanlah itu tetap menjadi misteri untuk kalian haha *dilemparin sendal. Tapi, kalau kalian perna baca atau nonton film perahu kertas pasti udah tau dong si 'dia' ini orangnya gimana, clue'nya yang pasti dia jago beudd melukis. Udah nangkep? Belum? Satu lagi deh cluenya 'dia' itu…. Ah udah yah satu aja haha.
Btw,,, terimakasih buat yang udah baca fic'ku ini.
Don't forget untuk mereview ficku, kalo ada typo dan masukan buat bikin fic ini lebih bagus aku terima dengan senang hati….. terimakasihhh!
