Neptunus

Chapter two

Shikamaru melirik jam ditangannya, sudah 1 jam mereka menunggu dan tidak terasa. Mungkin karena adanya Ino dan Sakura membuat dia tidak merasakan penatnya menunggu. Mungkin inilah 'The Power of love' yang dikatakan orang-orang. Mereka bertiga duduk disebuah café dibandara sambil sesekali menceritakan hal yang konyol dan Sakura sering kali dijadikan ejekan oleh Ino karena hobinya mengagumi si Neptunus itu.

Tiba-tiba suasana menjadi hening, Sakura menulis sesuatu dibuku kecilnya sedangkan Ino sibuk mengetik sesuatu dilaptopnya dan Shikamaru sibuk membaca novel yang dibawanya dari rumahnya atau bisa dibilang Shikamaru telah meramalkan bahwa pastinya mereka akan menunggu lama. Menyadari akan suasana yang membosanakan Sakura yang menyukai keramaian pun melontarkan sebuah ide kepada kedua sahabatnya itu

"Hey! Aku punya ide bagus!" kata Sakura bersemangat sambil mengangkat jempolnya dan itu mengingatkan Ino dan Shikamaru dengan orang yang selalu berpose seperti itu, siapa lagi kalau bukan Lee.

"Aku merasakan aura yang tidak bagus Ino, apakah kau juga merasakan hal yang sama?" bisik Shikamaru kepada Ino yang duduk disebelahnya.

"umm…iya aku juga merasakannya"

"Apa yang kalian berdua bicarakan, huh?!" Sakura pun memicingkan matanya dan mulai berdiri dari tempat duduknya

"Ti-tidak, tidak ada kok. Oh, iya! Apa idemu?" Jawab Shikamaru

"Aku akan menemukan sahabatmu, Shika" kata Sakura dengan tatapan yang berapi-api dan seperti didorong dengan keinginan dan ambisi yang kuat. Dan, lagi-lagi itu mengingatkan Shikamaru dan Ino dengan sifat seorang teman mereka yang aneh, ya siapa lagi kalau bukan Lee.

"Hah!? Bagaimana caranya? Memangnya, kau sudah pernah melihat wajahnya? Haha, mana mungkin kau bisa menemukannya, Sakura" Ino pun mempertanyakan ide Sakura yang sedikit aneh itu, karena mana mungkin Sakura akan menemukan sahabat Shikamaru itu. Bertemu saja belum, mana mungkin Sakura akan menemukannya.

"Aku setuju dengan Ino" timpal Shikamaru

"Aku tahu, dan aku bisa menemukannya kok!" ucap Sakura dengan raut wajah yang kesal.

"Baiklah, Sakura kami percaya kepadamu. Nah! Ayo katakan rencanamu. Oh,iya! Kalau tidak berhasil, bagaimana?" Ino pun tersenyum licik dan Sakura pun tahu apa maksud dari senyuman sahabatnya itu. "Jika rencanaku ini gagal, aku akan mentraktir kalian dikantin selama satu minggu. Tapi, jika rencanaku berhasil maka sebaliknya kalian yang harus mentraktirku" balas Sakura dengan tentu saja senyuman liciknya dan memberikan tangannya kepada Ino sebagai tanda menerima tantangannya.

"Baiklah, aku terima tantanganmu" Ino pun menyambut tangan Sakura. Dan Shikamaru yang menonton adegan kedua gadis itu pun hanya menggelengkan kepalanya tetapi, sedikit tertarik dengan taruhan yang dibuat Sakura tadi bisa sedikit mengurangi uang sakunya. Karena, Shikamaru percaya bahwa rencana aneh sahabatnya itu tidak akan membuahkan hasil.


Mereka pun kembali ke gerbang kedatangan untuk memulai taruhannya.

"Nah! Sakura ayo lalukan saja rencanamu itu" ledek Ino, tentu saja Ino tidak percaya dengan ide sahabatnya itu.

'Oh, Tuhan apakah sahabatku ini memang benar-benar sudah gila, apakah dengan radar yang Sakura maksud bisa menemukan sahabat Shikamaru yang notabene, Sakura belum pernah bertemu dengannya. Dan, apakah kalian benar-benar percaya dengan radar yang dimaksudkan oleh Sakura? Radar yang bukan radar seperti umumnya yang dipakai Tentara untuk menemukan kapal musuh, ini adalah radar buatan Sakura dan nama radarnya adalah 'Radar Neptunus'. Radar yang tidak menggunakan bahan seperti chip atau yang lainnya, dan 'Radar Neptunus' ini hanya membutuhkan Imanjinasi, kepercayaan yang kuat dan hati. Oh, ayolah Haruno Sakura kau adalah murid pintar di Universitas kita tapi, apakah jiwamu sudah terganggu karena si Neptunus itu?' batin Ino

"Sudahlah Ino, kita beri Sakura kesempatan dan jika dia kalah kita kan tidak akan rugi, benarkan Sakura?" Shikamaru pun meleparkan senyuman kepada Sakura, dan menurutnya senyuman Shikamaru itu seperti sedang mengejeknya.

"Baiklah, aku akan menunjukannya kepada kalian semua! Pastikan kalian melihatnya" kata Sakura, dia pun menghembuskan nafasnya dan mulai menyalakan 'Radar Neptunus'nya itu. Menyalakannya ya dengan…. Dia mengangkat kedua tangannya sambil mengangkat jari telunjuknya dan mensejajarkannya pas dikepalanya dan menutup kedua matanya. * nih aku kasih gambarannya d(^-^)b supaya ngga bingung*

Sakura pun mulai berjalan pelan ke arah yang tidak jelas. 'Neptunus…tolong ya, bantu aku menemukan orang itu, aku percaya aku bisa menemukannya dan karena dengan percaya pasti tidak ada hal yang tidak mungkin kan?' batin Sakura.

Ino terlihat cemas karena melihat Sakura berjalan dengan arah yang tidak jelas " Sakura! Hati-hati" seru Ino saat melihat Sakura hampir menabrak tong sampah didepannya. Sakura terdiam dan menatap Ino " Aku tahu, Ino! Bisakah kau tidak mengganggu konsentrasiku?" tanpa menunggu jawaban, Sakura pun kembali ke posisi 'Radar'nya itu.

'satu…dua…tiga' batin Sakura

'empat…lima…enam...tujuh' masih tetap dalam pencariannya, tiba-tiba Sakura berhenti dan menghembuskan nafasnya pelan dan melanjutkan lagi pencariannya tersebut.

'delapan…sembilan…sepu-'

BRUK!

"Aduh!"

TBC

Nah! Udah mulai greget? Udah kerasa belum feel'nya? Kecepetan atau malah kelamaan? Banyak typo? OOC? Maafkan aku! Padahal masih newbie tapi udah berani publish 2 chap dalam satu malam. Masih penasaran sama cowo itu? Di chap depan cowo itu bakalan muncul kok! Di chap awal ini memang Nyo sengaja masih menceritakan kedekatan,kekonyolan Sakura dan kawan-kawan… jadi reader semua bisa dapet feel kebersamaan Saku,Ino dan Shika.

Jangan lupa review, masukan,pujian dan kritikan Nyo terima kok

Terimakasih!