Story: DAMN

Disclaimer: Naruto © Masashi Khisimoto

DAMN! © Iria-san

Rating: T+ (Saya harap kagak naik rating di chapter-chapter selanjutnya~)

Genre: Humor & Romance yang diragukan

Pairing: Uchiha Sasuke & Namikaze (Uzumaki) Naruto.

Warning: AU, Typo, Mistypo, OOC, Boys Love, Shounen-ai, gaje, bahasa mungkin berbelit-belit dan tidak terkendali alias asal sembur, etc. . If like, you must to read it, if don't like, please read it before you press back button!/ngototness/

Author's note: No comment untuk di sini~


Chapter 2: DAMN! You are...


Kita mulai setting waktu cerita kali ini pada malam hari, kira-kira jam 01.00 malam, dimana bintang sudah hampir tak terlihat lagi dan angin malam berhembus kencang hingga terasa menusuki sumsum tulang. Dan untuk setting tempatnya kita berada di sebuah hamparan rumput yang cukup luas dengan semak-semak belukar dan beberapa pohon yang ditanam acak. Sebuah air mancur yang cukup besar masih terlihat memancurkan airnya di sana, diterangi oleh beberapa cahaya lampu warna yang terlihat amat indah. Tiba-tiba... terdengar suara dari semak-semak itu...

Sreeek...sreekkk!

Seseorang! Ada seseorang yang tak terlihat siapa, seorang pemuda yang belum kita ketahui siapa. Dia membungkukan badannya seraya memegang dadanya, "Huahhh~ huahh~ u-uhkk!" Desah dan deru napasnya beradu, detak jantung yang tak terkendali membuat tubuh pemuda itu terasa amat begitu lemas, setelah beberapa saat mengatur napas, pemuda itu melepas penutup yang menutupi hampir seluruh bagian kepala dan wajahnya— kecuali daerah mata—, memperlihatkan wajah seorang lelaki imut yang tampak kelelahan, surai pirangnya basah karena keringat, dan mata kebiruannya tampak sayu.

"S-sial!" desisnya, sambil mengigit bibir, "M-menyebalkan sekali! Arghhhh!"

Pemuda itu(Kalian pasti tahu siapa...), bernama Namikaze Naruto, apa yang sedang terjadi padanya hingga menjadi seperti itu? Baik~ ayo kita mundur ke beberapa jam yang lalu.

.

.

.


4 jam yang lalu

.

.

Tik...tik...tik...

Jam 09.00 malam, waktu setempat.

Naruto duduk diam di atas ranjangnya... begitulah ia sejak tadi, duduk membatu di ranjang itu sambil terus menatap jam dinding di depannya. Entahlah apa yang dipikirkannya~Setelah beberapa lama, Naruto mengerjapkan mata dari khayalannya dan kembali menatap apa yang ada di tangannya, beberapa lembar foto hasil jepretannya yang sudah dicetak.

Tak berapa lama mengecek hasil fotonya, Naruto malah kembali melihat jam dinding. Hei! ada apa ini? apa tiba-tiba jam dinding di ruangan itu menebarkan feromon tertentu hingga terus saja menarik perhatian Naruto.

"Sudah waktunya..," ujar Naruto tiba-tiba, entah bagaimana sebuah senyum mengembang di bibir tipis Naruto, Naruto berdiri dari duduknya, menaruh semua foto-foto di tangannya ke atas meja. Kakinya melangkah pasti, ke arah sebuah lemari pakaian di sudut ruangan itu.

BRAKKK!

Lemari itu terbuka, menampakan sebuah hal yang bisa membuat tercengang, yaitu kumpulan baju-baju yang cukup luar biasa! Ada berbagai macam baju—dan kostum di sana, dimulai dari gaun cina, kimono, yukata, pakaian yang biasa dipakai oleh umbrella girl dan race queen, cheerleader, perawat, pramugari, waitress maid, pakaian polisi wanita, pakaian senam, seragam sailor, yankee girl, hot pants, blazer, miko tempat suci, kostum harimau, pakaian tennis, bikini, vampire dress, wedding dress, short dress dan masih banyak lagi. Oh my god! Siapa yang menyangka Naruto ternyata memiliki hobby semacam cross dre—

Twitch! twitch! twicth.

Entah bagaimana, tiga buah perempatan yang muncul di wajah horror Naruto, mampu membuat author ketakutan untuk melanjutkan narasinya. Terlihat Naruto di sana mengepalkan tangannya keras-keras dengan wajah menahan kekesalan.

"SIAPA YANG MENARUH SEMUA BAJU MODEL DI SINI!? PAMAN IRUKAA!"

.

.

.

Setelah beberapa saat mulai menenangkan diri , dan akhirnya mengetahui bahwa alasan mengapa seluruh baju yang biasa dipakai oleh model-model Naruto tiba-tiba ada di kamarnya ternyata disebabkan kurangnya tempat di ruangan kerja mereka. Naruto kembali memutuskan untuk membuka lemari yang lain, karena pakaian yang ia cari tidak ada.

"Nah... ini dia..," Naruto mengeluarkan sebuah pakaian ketat dari dalam lemari baju yang lain itu. Sebuah pakaian yang nampaknya terbuat dari karet dan berwarna hitam, sebuah pakaian yang kayaknya masih sodaraan sama pakaian hijau lumut yang biasa dipakai oleh guru Gui dan Rock Lee, guru dan murid yang amat suka berolah raga saat jaman kuliah Naruto dulu.

Intinya, pakaian yang dipakai Naruto itu berguna untuk menyamar dalam kegelapan malam, persis berfungsi seperti pakaian seorang ninja, sebenarnya... apa yang akan Naruto lakukan dengan pakaian mengerikan itu?

.

.

Dengan senyum lima jarinya yang terlihat sinis, Naruto berkata, "Misi hari ini... mendapatkan foto bugil Uchiha Sasuke!"

.

.

Angin malam yang terasa dingin menerpa tubuh lelaki yang terbalut pakian ninja ketat /PLAK!/ berwarna hitam itu, menerbangkan helaian-helaian rambut berwarna kuning cerah dari si pemakainya. Naruto melihat ke arah gedung apertement besar di depannya, sebuah apartemen super luxury yang ditinggali oleh aktris dan aktor kelas atas. Termasuk Uchiha Sasuke.

"Cih, Uchiha Sasuke sialan itu tidak pantas untuk tinggal di apartemen seperti ini, dia lebih pantas hidup di bawah kolong jembatan dan menjadi pengemis!" ujar Naruto sinis, iri juga karena apartemennya tidak semewah itu.

Naruto melirik arlojinya, "Sebentar lagi...sebentar lagi, Uchiha Sasuke akan pulang dari kegiatan syutingnya," Naruto mulai membuat perhitungan akurat pada arlojinya, memastikan rencananya sama sekali tak ada yang gagal.

Setelah mencoba melirik ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada seorang penjaga keamanan pun yang melihatnya, Naruto lekas bersembunyi di semak-semak yang berada di halaman apartemen itu. Dengan hanya memakai penyinaran lampu senter yang dibawanya, Naruto mulai memeriksa lembaran kertas yang dibawanya, rute saluran ventilasi di apartemen itu.

"Hmm... jadi, ventilasi udara yang berada di arah barat daya gedung ini, mempunyai rute yang bisa dipanjat langsung hingga ke kamar Uchiha Sasuke itu~ hmmmh," Naruto menganguk-anggukan kepalanya mengerti, setelah mempelajari beberapa saat rute itu.

BRRMMMMM...

Suara deru mesin mobil yang terdengar dari kejauhan sontak membuat Naruto mematikan senternya dan bersembunyi, serta waspada dari balik semak-semak itu. Mata birunya bergerak liar, melihat siapa yang mungkin akan datang.

Dan Naruto dapat melihat sebuah mobil Lexus silver memasuki kawasan apartemen itu, Naruto menyeringai senang, "Ini dia, Uchiha Sasuke~"

.

.

.

"Ini waktunya, untuk beraksi..," dan sebuah kamera yang berada di gengaman Naruto pun berkilat-kilat karena diterpa cahaya lampu taman, seolah menandakan... bahwa waktu permainan ini telah dimulai!


Sasuke merebahkan tubuhnya di sofa apartemennya, fisik dan pikirannya terasa begitu lelah diakibatkan aktivitas yang dia jalani pada 1 hari ini. Sasuke mencoba memukul-mukul bahunya sejenak, mencoba menghilangkan rasa pegal pada bahunya.

Hingga tiba-tiba, mata tajam Sang aktor professional itu jatuh ke notebook yang teronggok rapi di atas meja. Sasuke tersenyum tipis, hingga akhirnya kedua tangannya meraih laptop berukuran kecil itu dan memangkunya, membuka sebuah situs yang tiba-tiba ingin dia buka. Facebook Blue Sapphiresky.

/It's time to the game~ Everyone, please cheers me up! 1 hours ago /

Sasuke terdiam sebentar, hingga dengan perlahan-lahan seringai khas Uchiha miliknya terlukis di wajahnya, Ya... akhirnya saat ini tiba juga, saat yang sudah Sasuke tunggu-tunggu sejak perjanjiannya bersama Blue Sapphiresky itu. Dan dengan gerakan kilat, Sasuke mengambil ponselnya, dan mengetik sebuah email pada managernya.

To: Kakashi Hatake

Subject: Persiapkan semuanya sekarang! 'Tamu' kita, sudah datang!

Seringai Uchiha, sama sekali tak dapat pudar dari wajah tampan Sasuke, perlahan... Sasuke menutup matanya dan mencoba menajamkan daya pendengarannya. Sasuke diam, tetap berkonsentrasi dengan mata yang terus terpejam hingga...

'Drak~'

Sebuah suara dari langit-langit di atas Sasuke terdengar janggal, seperti bunyi bedebum kecil, tikuskah? tidak mungkin! ini apartement bintang 5, men! Masa ada tikusnya sih? Kalau 'tikus besar' yang mengendap-endap dan pengen ngambil foto bugil sih mungkin ada...

'Di atas— di ventilasi udara..,' batin Sasuke, tangannya kembali mengambil ponselnya yang ada di dalam saku dan mulai mengetik sebuah email lagi.

To: Kakashi Hatake

Subject: Plan B

Setelah mengirim sms itu, Sasuke mencoba memutar sendi lehernya seolah-olah sedang kecapekan, apalagi ponsel yang dia gunakan sudah dia lempar sembarangan di sofa, "Hm, lelahnya~" gumamnya kecil, tapi pasti masih terdengar sampai ventilasi udara. Permainan sudah dimulai, akting pun harus dibuat semaksimal mungkin bukan?

Sasuke merebahkan tubuhnya ke sofa dan meregangkan badannya, bertingkah seolah-olah dia amat sangat capek sekarang, "Huh... aku ingin tidur," Sasuke menaruh kepalanya pada pegangan sofa dan memejamkan matanya.

Tapi, tiba-tiba... kedua mata hitam Sasuke terbuka lebar, seolah ada sesuatu yang ia lupakan dan ia harus lakukan, Sasuke beranjak dari atas sofa itu, wajah tampannya terlihat datar saat pergi ke sebuah lemari di pinggir ruangan, Sasuke membuka lemari itu, yang rupanya berisi handuk dan peralatan mandi, "Lebih baik aku mandi saja..," gumamnya, dan segera berjalan tenang ke arah sebuah kamar mandi di ujung ruangan, dan masuk ke sana.

Dan jangan lupakan juga, seringai iblis yang ia tunjukan sekilas... saat hendak menutup pintu kamar mandi itu.

'Dobe, kita lihat... apa kau bisa memenangkan permainan ini...'

Sasuke tersenyum tipis saat dia melihat pantulan dirinya di cermin, di sana—di cermin itu, terlihat seorang pemuda yang amat tampan, dengan rahang yang tegas, mata berpupil hitam yang tajam dan kulit putih bersih yang terlihat mulus tanpa luka. Kedua tangan Sasuke meraih kancing baju teratasnya, dan membukanya perlahan, menampilkan bagian atas dada yang putih dan tulang selangka yang terlihat mengiurkan. Sasuke menyeringai, berharap ada orang yang di atas sana melihatnya.

Lalu, kedua tangan Sasuke kembali turun sedikit dan membuka kancing keduanya, kembali memperlihatkan kepada seluruh properti di dalam kamar mandi(plus seseorang yang ada di atas sana) bahwa seorang Uchiha Sasuke memiliki dada kotak-kotak yang juga mungkin jauh lebih terlihat mulus daripada bintang iklan sabun Shi*zui(awas promosi). Setelah itu, jemari-jemari Sasuke kembali membuka kancing ketiga dan keempat. Kali ini Sasuke rupanya ingin memamerkan lekukan yang ada di perutnya itu, lekukan tubuh yang terdiri dari enam bagian otot perut yang sexy— six pack! Dengan sebuah tindik kecil di pusar yang— W-WUAAAHH!DAMN! SOMEONE! SOMEONE, PLEASE HELP ME! MY NOSE IS BLEEDING!/author tepar/

Sasuke menyeringai, saat tubuh bagian atasnya memang sudah polos tak berpenutup 'Lihat tubuhku, Dobe!'

.

.

.

Syuuurrr~ suara pancuran shower terdengar, mengeluarkan air yang membasuh tubuh tegap aktor tampan itu, melewati seluruh bagian tubuhnya, dimulai dari rambut hitam yang tampak layu karena terkena air, melewati leher jenjang dan putih, turun ke arah dada dan perut sixpack yang—hot tersebut, menuruni selangkangan dan juga... membasuh sesuatu diantara kedua— STOOP! INTINYA SEKARANG UCHIHA SASUKE SEDANG DALAM KEADAAN NAKED! /Author nosebleeding again/

Sasuke mengelus-elus bagian tubuhnya dengan lembut, membiarkan sabun cair yang dipakainya membersihkan seluruh bagian tubuhnya, seringai masih termpampang jelas di wajah Sasuke, terkadang mata onyxnya mellirik ke atas seperti menunggu sesuatu, hingga akhirnya terdengar bunyi—

BRUKK!

Bunyi itu cukup keras, seperti benturan sesuatu yang terjatuh, Sasuke tersenyum dan terkekeh kecil, dia mematikan showernya dan mengambil handuk, lalu melingkarkan di pinggangnya, biasalah... menutupi bagian privasi, kekekekek...

Sasuke berbalik, dan menengadahkan kepalanya ke atas, membuat air-air yang ada di rambut Sasuke terkibas jatuh dengan indah, Sasuke menyungingkan ujung bibirnya sedikit, 'Kau kalah, Dobe...'

.

.

.

Kakashi, masuk ke dalam apartemen Sasuke dengan wajah cemas, dengan tergesa-gesa, mencari ke segala penjuru ruangan yang ada di dalam apartement mewah tersebut. Mencari Sasuke. Hingga akhirnya kaki-kakinya terhenti di depan pintu kamar mandi, yang terlihat mengeluarkan sedikit uap air, menandakan ada seseorang yang sedang membasuh badan di sana.

Tok...tok...tok...

Kakashi mengetuk pintu kamar mandi itu dengan pelan, sambil menunggu... Kakashi mengetuk-ngetuk ujung sepatunya ke lantai, dia sudah cukup cemas sekarang. Cukup cemas dengan keadaan anak asuhnya itu.

Hingga akhirnya penantian Kakashi pun terbayar saat kamar mandi itu berderit dan terbuka, menampilkan seorang pemuda tampan bermata black onyx yang hanya memakai handuk di bagian pinggangnya, Kakashi sempat hampir tersenyum dan bernapas lega bila setidaknya dia tidak melihat apa yang sekarang ada di dalam gendongan Sasuke, "E-Errr... Sasuke, itu... tamu kita?"

Ya... benar sekali saudara-saudara, sekarang Sasuke tengah mengendong a la bridal style seseorang yang tengah memakai baju ketat berwarna hitam, dengan sebuah penutup wajah yang hanya memperlihatkan matanya saja. Badan orang yang ada dalam gendongan Sasuke itu memang tergolong pendek dan kecil, tak heran Sasuke dapat menggendongnya dengan amat mudah, terlebih lagi Sasuke memang jenis lelaki berotot yang kuat. Sasuke menyungingkan senyum sinis ke arah Kakashi, "Ini tamu kita... dia menarik bukan?"

Kakashi tersenyum manis dari balik maskernya, lalu menganguk setuju, dan tertawa kecil, "Blue Sapphiresky, heh?!"

Sasuke mulai berjalan, berjalan ke arah kamar miliknya. Di sana... dengan bantuan Kakashi yang membuka pintu kamarnya, Sasuke melempar (Beneran ngelempar loh!) orang misterius tersebut ke atas ranjang berukuran king sizenya yang empuk. Lalu, dia kembali berbalik ke arah Kakashi sambil mengacungkan sebuah kamera di tangannya, Sasuke menganguk, " Ini memang Blue Sapphiresky..."

"Baiklah, itu bagus, jadi bagaimana? Kau ingin membuka topengnya? Kita lihat bagaimana wajahnya," balas Kakashi.

"Tidak usah, kita tunggu hingga Si Dobe ini sadar, akan lebih bagus... bila kita membuka topengnya di saat dia terkaget-kaget bahwa ia sudah masuk jebakan kita," jawab Sasuke datar, lalu menaruh kamera yang ada di tangannya itu pada sebuah meja baca di dekatnya.

Kakashi kembali menganguk mengerti, meskipun dalam hati juga agak kesal karena sebenarnya dia penasaran akan sosok stalker yang tertidur itu, "Terserah kau Sasuke, yang pasti... aku masih harus keluar, dan memastikan bahwa gas itu tidak menyebar hingga ke ruangan penghuni lain," Kakashi beranjak keluar dari dalam kamar itu. Tetapi, sebelum keluar dari kamar Sasuke, entah kenapa Kakashi berbalik dan tersenyum misterius, "Pasang bajumu! Jangan sampai si anti-fansmu itu mengira bahwa kau meng-rapenya..."

"Hn! Diamlah!"

Dan akhirnya Kakahi keluar dari dalam kamar Sasuke itu dengan tawa yang terasa mengelitik sekali.

.

.

Apa yang terjadi pada Naruto? ayo kita mundur beberapa saat dahulu~


Naruto merayap dengan lincah di setiap lorong-lorong ventilasi udara itu, hingga akhirnya ia sampai di kamar seseorang yang diyakini-nya adalah kamar Uchiha Sasuke, orang yang paling dibencinya di dunia—setelah Onyx Nightsky, "Dimana dia?" gumam Naruto sambil melihat keadaan-keadaan ruangan di bawahnya.

Hingga akhirnya, mata biru itu dapat melihat seseorang dengan rambut mencuat ke atas berwarna hitam, berjalan di bawahnya, 'Gotcha! Ini dia!', Naruto tersenyum kecil ketika melihat seorang pemuda jelek—menurutnya—tampak asik memainkan sebuah notebook hitam kecil di pangkuannya.

Naruto masih mencoba terus mengintai dari balik mata birunya, dia agak sedikit mengeryitkan dahinya saat Sasuke menyeringai kecil ketika melihat layar notebooknya, lalu tiba-tiba saja langsung mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu, 'Dia kirim email ke siapa?' batin Naruto. Binggung.

Setelah itu... Naruto semakin dibingungkan dengan kelakuan Sasuke yang tiba-tiba saja menjadi aneh karena menutupi kedua matanya seperti berkonsetrasi pada sesuatu, 'Sebenarnya apa yang di lakukannya sih? apa dia tiba-tiba ingin meniru peran pertapa yang dia mainkan saat film ke-12nya? Ah, aku lupa judulnya, Cih! Tapi aku tidak akan lupa, wajah bodohnya saat sebuah pedang menusuk jantungnya karena melindungi wanita pemeran utama!' batin Naruto habis-habisan., pikirannya entah bagaimana melayang pada film ke-12 Sasuke yang mengisahkan seorang pertapa yang jatuh cinta kepada wanita dunia belakang.

Drak! Lamunan Naruto buyar ketika tanpa sengaja kamera yang dia gengam erat-erat terpeleset dari tangannya dan membentur dinding ventilasi, membuat Naruto kalang kabut karena takut ketahuan, 'Shit! shit! shit! Semoga si rambut pantat ayam itu tidak menyadarinya?' doa Naruto dalam hati.

Mata biru Naruto akhirya bersinar senang, ketika saat dia sudah menoleh ke Sasuke, Sasuke rupa-rupanya sudah merebahkan tubuhnya ke sofa, dan mengambil posisi beristirahat, 'Bagus! Itu berarti dia tidak menyadari keberadaanku! Eh, apa? Istirahat! T-Tunggu! Jangan tidurr!' Pikir Naruto frustasi, karena jika Sasuke tidur, itu berarti dia terpaksa menunggu di dalam ventilasi itu sampai Sasuke memasuki kamar mandi.

'Bukankah banyak info yang mengatakan kalau aktor jelek itu punya kebiasaan mandi tengah malah! Info yang tidak bisa depercaya!' umpat Naruto kesal. Hampir saja dia ingin memukul-mukul dinding ventilasi yang sempit itu jika tidak memikirkan keselamatannya.

"Lebih baik aku mandi saja..," dan tiba-tiba Naruto menemukan titik terang saat mendengar kalimat yang diucapkan sang Uchiha itu, ditambah lagi dengan gerak-gerik Sasuke yang sudah membuka lemari handuk dan pergi ke kamar mandi. Dengan wajah terharu, Naruto amat sangat bersyukur dalam hatinya. Dan segera kembali merayap ke arah tikungan yang mengarah pada kamar mandi apartemen Sasuke.

'Kami-sama! Kau memang baik!'

.

.

Mata Naruto membulat besar, ketika saat di kamar mandi Sasuke langsung membuka kancing bajunya, dan meskipun posisi Sasuke membelakanginya, Naruto masih dapat melihat tubuh putih bersih milik Sasuke itu dari pantulan kaca, 'Cih! Sombong! Mentang-mentang punya badan bagus!' batin Naruto kesal.

Beberapa menit, Naruto tercengang dengan penampakan lekuk tubuh Sasuke yang menurutnya 'ehem' sampai dia hampir melupakan untuk memotret tubuh itu. Naruto mulai merasaan suhu tubuhnya naik hingga membuatnya berkeringat, 'Cih! Kenapa di dalam sini semakin panas saja!? Aish! Aktor bodoh! Kau ingin pamer badanmu heh? Tidak ada seorang pun yang akan terpesona dengan tubuh jelekmu itu—ehhh...b-bagaimana jika semisalnya kulit putih itu bersentuhan dengan kulitku yah? Apakah sehalus yang kelihat—Loh? eh? ARRRGG! NARUTO! APA YANG KAU PIKIRKAN!?' Naruto membulatkan matanya frustasi karena tiba-tiba pikirannya melayang ke hal yang aneh-aneh.

Menghela napas cepat-cepat adalah upaya Naruto untuk menenangkan pikirannya yang mulai terasa konslet itu, selain menghela napas, Naruto juga akhirnya memutuskan untuk memfoto lebih banyak Sasuke yang sedang membasuh dirinya di bawah shower, 'Cih! Ternyata 'itu' nya Uchiha Sasuke kecil, para fansgirl-nya yang berotak mesum pasti kecewa karena ini— eh, tapi bagaimana kalau misalnya 'itu' nya Sasuke dibandingkan dengan punyaku yah? Kira-kira yang mana yang lebih—DAAAMNN NARUTOOO! SADARLAH! SETAN APA YANG MERASUKIMU!' Naruto menjambak rambutnya yang ada di dalam penutup wajahnya dengan histeris, bertanya-tanya dari mana suara setan itu muncul.

'DAMN!, DAMN, DAMN! Umpatnya singkat, menggerutu sesaat sebelum sebelum menyadari suatu keanehan yang terasa di sekitarnya. Naruto menaikan sedikit alisnya, mata kebiruannya terasa mulai berat dan entah mengapa ia merasa pusing, seperti ada sesuatu yang hendak membuatnya—

Brrrukkk!

Ah! Baiklah, Naruto sudah pingsan sekarang, ada yang mau menebak mengapa Naruto bisa pingsan? Jawabannya adalah, karena Sasuke sudah mengetahui bahwa ia akan datang dan menyuruh Kakashi untuk mengalirkan gas bius pada ventilasi udara di kamar itu. Poor Naruto...

.

.

.

Naruto membuka matanya dengan berat, beberapa bagian tubuhnya terasa begitu berat untuk digerakan, dan dia merasa wajahnya benar-benar terasa tidak enak karena ditutupi oleh topeng itu. Naruto mengernyitkan dahinya sedikit saat menyadari dia sudah berpindah tempat, dia bukan di sebuah lorong sempit nan gelap—ventilasi, melainkan di atas sebuah ranjang empuk di sebuah kamar yang tergolong mewah.

"Stalker! Kau sudah bangun?" Sebuah suara menyentakan Naruto, membuat jantungnya melompat dan merasa keringat dingin keluar di dahinya dan terserap oleh penutup wajahnya. Naruto berusaha untuk tidak bersuara dan tetap tenang. Tentu saja, seorang photographer professional harus selalu bersikap tenang dan fokus, jika dia tidak dapat tenang dan selalu berbicara... maka habislah dia jika berniat hendak memfoto hewan-hewan liar di alam bebas.

Naruto menolehkan kepalanya, melihat seorang pemuda yang amat dia benci tengah menatapnya dengan tatapan menghina, Naruto tetap diam di ranjangnya, mendudukan tubuhnya, mata kebiruannya menatap waspada pada aktor yang tengah memainkan sesuatu di tangannya—kamera milik Naruto. Tapi, mata Naruto sama sekali tidak fokus pada kameranya, Naruto hanya melihat wajah Sasuke sambil mengumpat dalam hati.

Sasuke melihat amti-fansnya yang sudah terbangun di depannya dengan tatapan mengejek, "Kau mimpi indah? Bagaimana perasaanmu? Kau senang, memfotoku sembarangan... terlebih lagi, itu foto pornografi..," ujarnya dengan nada datar, dia masih menatap orang yang dia yakini Blue Sapphiresky itu lekat-lekat. Dara gerak-geriknya, Sasuke yakin bahwa orang itu sedang memikirkan cara untuk kabur.

"Eiist! Mau kemana kau?" Sasuke refleks menangkap tangan Naruto saat mulai mencium gerak mencurigakan darinya, yaitu mulai berdiri dari ranjang pembaringannya. Naruto melotot ke wajah Sasuke karena merasa terancam, yang dia inginkan hanya keluar dengan selamat tanpa kekurangan apapun, "Siapa kau sebenarnya?" tanya Sasuke, pura-pura tidak tahu.

Naruto membelalakan matanya, seolah berkata ' Bukan urusanmu!' pada Sasuke. Mata Naruto yang berwarna biru langit itu bertemu dengan kelamnya iris Sasuke, membuat mereka saling tercengang karena keindahan mata masing-masing, hingga akhirnya Naruto mencoba untuk mengeluarkan suaranya dengan nada yang diberat-beratkan, "Brenggseek!"

Sasuke menyeringai, hingga akhirnya dia mendorong Naruto hingga punggungnya terbentur dengan tembok di belakangnya. BRAAAKK— dengan seringai paling iblis sepanjang masa, Sasuke mendekatkan bibirnya kepada telinga Naruto, membuat Si blonde yang masih menyembunyikan seluruh penampilannya bergidik ketakutan akan napas si raven yang menyentuh tekuknya, "Kau tahu, jika kau melawan, aku bisa menelepon managerku sekarang untuk melaporkanmu ke petugas keamanan, coba kau bayangkan bagaimana nasibmu jika sudah ditangkap oleh pihak kepolisian..."

Naruto terdiam, dalam otaknya berbagai macam bayangan tentang resiko option yang dikatakan Sasuke terbayang, Naruto meneguk ludahnya agak takut. Sungguh, jika dia benar-benar ditangkap polisi dia akan...

1. Karirnya pasti hancur berantakan.

2. Dia akan masuk penjara

3. Para fans dari Sasuke pasti akan terus membullynya meskipun dia ada dalam penjara.

4. Paman Iruka pasti akan sangat sedih

5. Uchiha Sasuke pasti akan tertawa di akhir cerita. DAMN! APA-APAAN ITU, itu sih namanya sudah jatuh, ketimpa tangga, masuk selokan, lalu patah tulang

.

.

"Hmmm... sepertinya kau memikirnya baik-baik ya, " Sasuke masih tetap menahan kedua tangan Naruto di dinding. Perbedaan besar tubuh menjadi halangan Naruto untuk melawan, Naruto masih dalam tahap siaga 1, sebentar lagi akan naik level ketika Naruto menyadari Sasuke menurunkan kepalanya dan mencium aroma yang menguar dari tengkuknya, "Aromamu enak juga... Dobe~"

Naruto membulatkan matanya besar-besar, shocked! 'D-DIA GAY! OH MY GODNESS!' Pekiknya dalam hati. Membuat Naruto merinding disko seketika, baiklah! Cukup, kau harus melawan Naruto, atau tidak... mungkin pantatmu tidak akan selamat. Naruto menatap tajam ke arah Sasuke seolah menantang.

Sasuke mendenguskan napasnya melihat objek di depannya tiba-tiba saja menjadi merinding, "Kenapa Dobe? Kau ingin—"

"Menjauh dariku! Kau gay!"

BUAAAAAKKKK!

Perkataan Sasuke terputus, ketika sebuah rasa luar biasa menjalar di daerah selangkangannya, wajah Sasuke memucat, dia melotot ke arah Naruto sambil mulai membungkukan tubuhnya dan mengengam daerah di antara selangkangannya Wajahnya datar, tapi sekarang jauh lebih putih pucat dari yang sebelumnya, "K-kaauuu~ ssshhh!..," desisnya gemetaran.

Melihat ada celah, Naruto segera berlari keluar dari dalam apartement itu, meninggalkan Sauske yang masih merintih kesakitan karena( Ehem, apa kata yang pas untuk menamai benda sakral kaum pria? Baiklah, ayo kita pakai kata 'adik') 'adiknya' sudah dilukai oleh tendakan maksimal dari Naruto, "SIALAN KAU DOBE!"

.

.

.

Tak berapa lama, Kakashi terlihat melewati pintu dan mendatangi Sasuke, dari tampangnya, Kakashi terlihat sudah mengetahui apa yang terjadi, "Haruskah kukejar dia?" tanyanya, menahan tawa dari balik face masknya.

"TIDAK PERLU! BIARKAN SAJA DIA PERGI!" ujar Sasuke lancang, masih mengelus-elus 'adiknya; dengan penuh kasih sayang.

Kakashi tersenyum dari balik maskernya, "Baiklah, kau yakin akan bertemu lagi dengannya?"

Wajah Sasuke berubah datar, lalu menatap Kakashi dengan tatapan seolah menghina, "Uchiha Sasuke, selalu tahu apa yang harus dilakukannya!" ucapnya tegas, tapi masih sibuk dengan 'adiknya'.

"Ehm, baiklah..." balas Kakashi sembari menghela napas, setelah itu kemudian... mata tajamnya melihat perilaku Sasuke yang sejak tadi memegangi 'adiknya', "Apa orang itu baru saja memberimu hand job?"

Sasuke mendeathgleare Kakashi tidak terima, "Bukan, dia memberiku tendangan!"

"Ouwww... aku harap tidak 'pecah'~..," doa Kakashi sepenuh hati.


Kembali ke setting waktu di awal cerita

Setelah beberapa saat menenagkan diri di bawah sebuah pohon yang letaknya lumayan jauh dari apartement itu, dengan langkah terhuyung-huyung Naruto mencoba untuk berdiri dan pulang, hingga sesuatu yang kurang membuatnya memberhentikan langkahnya.

Naruto berpikir sebentar, 'Apa yang kurang? Sepertinya ada yang kulupakan?' batin Naruto.. Nruto membalikan tubuhnya ke arah apartement itu sembari mulai berpikir sebenarnya apa yang dia lupakan, Naruto menggaruk kepalanya yang itba-tiba terasa gatal, "Aku yakin ada sesuatu yang penting yang aku—ARGGGGH! KAMERAKU! YA TUHAN! KYUU-NII PASTI AKAN MEMBUNUHKU!" Pekik Naruto sekencang-kencang yang dia bisa, membuat dia terpaksa harus berlari lagi karena hampir ditemukan penjaga keamanan. /Poor Naruto/

.

.

.

.

To Be Continued~

Author Note: A-hay Minna-san, ehem... ehem... sebelumnya saya mau berterima kasih dulu bagi yang sudah read and review untuk chapter 1, Hontou ni Arigatou~ aku benar-benar berterima kasih untuk kalian, karena tanpa kalian fic ini tidak ada artinya Dan, saya harap... chapter dua ini juga dapat terkesan dengan baik di hati para reader sekalian, /bungkuk/ jikalau ada kekurangan, tolong dikatakan dalam kotak review dan saya akan mencoba memperbaikinya.

And the last! Jadwal update fic ini sudah diputuskan seminggu sekali, jadi jika semisalnya saya meng-update fanfict ini saat hari Minggu, kemungkinan besar seminggu kemudian di hari yang sama saya juga akan mengupdate fanfict ini, jika semisalnya saya tidak meng-updatenya...itu berarti saya ada masalah... ehehehe... See u..

.

.


Omake

Kakashi mengeleng-gelengkan kepalanya dengan takjub, saat melihat hasil foto yang ada dalam kamera si stalker itu Begitu juga adanya dengan Sasuke, dia juga tak kalah takjub meskipun tak terlihat secara konkret dalam ekspressinya.

"Luar biasa..." komen Kakashi singkat.

Sasuke menganguk-angukan kepalanya, "Memangnya, sekarang aku benar-benar yakin kalau dia Blue Sapphirsky, lihat bagaimana cara dia mendapatkan sudut yang baik saat memotretku. Aku bingung bagaiman dia bisa mendapatkan foto seperti ini dari atas ventilasi udara...,memang luar biasa, Huh! Aku pasti akan menemukan lagi pemuda bermata biru dan beraroma lemon itu! Si Blue Sapphiresky" ujar Sasuke tegas, jemari-jemarinya mengotak-atik menu kamera Naruto.

"Luar biasa~" sekali lagi Kakashi mengeleng-gelengkan kepalanya dengan tatapan takjub.

"Hn.."

"Ah, iya. Ehmm... tapi, yang kumaksud luar biasa bukan fotonya," celetuk Kakashi, dengan senyum yang masih tersembunyi dari balik maskernya.

Dengan alis naik sekitar 0,5 cm, Sasuke menoleh ke arah Kakashi, "Hn?(hah?)"

"Aku tak menyangka bahwa 'itu'-mu sepanjang dan sebesar i—"

DBUAAAKK!

"Katakan sekali lagi atau kau kupecat!"

.


.

/Chapter 2: DAMN! You Are Gay!

Special thank for: Qhia503/ onyx sapphireSEA(Hei~ aku suka nicknamenya!) / chiisana yume/ Seo Shin Young/ ukky-chan/ / kagurra amaya/ Ryuuki Ukara/ Misyel/ Daevict024/ Aikawa Jasumin/ Pattesa Oddes(Hai, sistah~) / sytadict/ Yanz Namiyukimi-chan/ aretabelva/ GerhardGemi/ Eviilian Niiu/ Guest/ Rin Miharu-Uzu/ Gunchan Cacunalu Polepel/ laila. r. mubarok / sheren/ Hamikazu-shira/ guesttt/ Hesty. sh/ Blue night-chan/ Infaramona/ MJ/ uzatsu.

Arogatou sekali lagi, Minna-san...