Story: DAMN

Disclaimer: Naruto © Masashi Khisimoto

DAMN! © Iria-san

Rating: T+ (M untuk bahasa-bahasa vulgar yang saya gunakan~ gak naik rate beneran loh yah!)

Genre: Humor & Romance yang diragukan

Pairing: Uchiha Sasuke(23) & Namikaze (Uzumaki) Naruto(21).

Other Cast: Umino Iruka(31) & Hatake Kakashi(34), Tsunade(50+), Uchiha Itachi(26), Namikaze Kyuubi (26) dan beberapa original character.

Warning: AU, Typo, Mistypo, super OOC for Uchiha, Boys Love, Shounen-ai, gaje, bahasa mungkin berbelit-belit dan tidak terkendali alias asal sembur, etc. . If like, you must to read it, if don't like, please read it before you press back button!/ngototness/.

Author Note: Saya minta maaf untuk kesalahan-kesalahan yang membuat kalian jadi merasa tidak nyaman membaca fic saya, saya harap... kesalahan-kesalahan tersebut sudah dapat ditiadakan di chapter ini. Yeah, aku harap begitu~, selamat membaca ya. Dan untuk kalian yang sudah me-review chapter 5, ayo kita balas review kalian sekarang, ingat baik-baik apa reviewmu sebelumnya yaa~!


sea07: BETUL! Betul! Naru itu adikmu Kyuu!~! Masa kau serang sih! Ahh! Hontou ni Baka! /Tampar Kyuu bolak-balik juga/ Ehehehe, sea-san, makasih sudah review ya... semoga anda semakin senang dengan fic ini.

beauty Yomi YANG: Hmmm... Hmm... anda hapal saya telat seminggu update-nya yah? /bungkuk/ Terima kasih atas perhatiannya. Hah? Naruto belong to Kyuubi! NO! /nyilangin tangan~/ itu mah berarti gue harus ngubah main pair donk~ aishh! Gak boleh! /plaked!/ Hehehe, makasih udah mampir ke fic saya, semoga fic ini akan terus terasa 'DAMN' untuk anda...

MJ: Iya, dulu Itachi dan Kyuubi itu punya hubungan khusus, yeahh.. sepasang kekasih gitu. Akan saya berikan flashback (mungkin), jika perlu. Perasaan Naru? Entahlah~ saya juga belum memikirkannya, /digampar!/. Semakin deg-degan? Terima kasih... kalau ada uneg-uneg bilang aja ya, saya menerima apapun bentuk ketidaksukaan kalian untuk fic saya, supaya bisa di perbaiki.

Aikawa Jasumin: I-iya~ ini udah lanjut kok. Kenapa review anda terlihat begitu histeris, saya jadi aneh(sedikit ngeri) saat membacanya~ /PLAAKKK!/ Tapi... terima kasih karena sudah review ya, /bungkuk/ saya harap anda tetap menyukai fic yang 'DAMN' ini.

Ryuuki Ukara: Iya, Kyuubi pokoknya pernah di tralalalalalili-in lah dulu sama Itachi~ akan saya buat flashbacknya, tapi no lemon, oke? /wink/. Benar sekali Ukara-san, there's incest in this fic, teman-teman yang meminta 'brocom' kalah suara dengan yang meminta incest, maaf yah~` Tapi, saya senang sekali Ukara masih mampir sedangkan fic ini sudah tidak sesuai dengan harapan Ukara lagi, terima kasih banyak! /bungkuk/

Qhia503: Ceritanya tambah seru? Hontou? Ahahahha, thank you very much! Qhia-chan... saya senang anda puas, dan bila ada uneg-uneg, katakan saja secara terbuka, saya pasti menerima dan memperbaikinya sebisa saya.

Gunchan CacuNalu Polepel: Loh? Jadi Gunchan lebih suka scene-nya Kyuunaru daripada Sasunaru? Hmmm, iya, yang scene Iruka itu memang kesannya serius banget, entah kenapa saya juga pengen membuat bumbu seriusan dalam fic ini. Jadinya ya begitu~ huahahahha~ Ini udah update, makasih udah RnR ya~

Khukhudatte-san: Karena nama yang anda gunakan begitu rumit dan saya adalah author pemalas yang maalaasss banget ngehitung huruf, (secara, gue benci Matematika!) jadi nama anda terpaksa saya ubah menjadi Khukhudatte-san, bagus bukan? /Wink/ jarang-jarang loh~ saya memberi nama panggilan untuk reader /DOR!/. Sasuke belum tahu sepenuhnya kalau Akashi itu Naruto/Blue Sapphiresku, dia masih mengira-ngira. Yang dijadikan bahan taruhan bukan cuma Naruto, tapi Sasuke. So, siapa yang menang~ kita lihat aja ntar, Makasih udah RnR ya~

Queen The Reaper: Terima kasih sudah mengingatkan, thanks for RnR.

Guest: Please kasih namanya dong~ Kepanjangan ya? Maaf~ saya akan perbaiki, chapter ini menurut saya tidak terlalu panjang kok(pendek malah!). Alasan Kyuu benci banget sama Itachi bisa kita lihat ntar. Terima kasih udah RnR.

yuki amano: Betul! Betul! Kyuubi itu memang aneh banget! Adik sendiri kok diserang, /plaaaaakkk!/ someone: Elo yang buat ceritanya, bego! Flashback Kyuubi diculik dan di-rape? Apakah anda sedang menghasut saya untuk membuat lemon, Yuki-san? Hmmm~

chiisana yume: Makasih udah RnR, Chii-san /peluk/. Iya deh, rate-nya naik aja~ tapi saya masukin adegan bunuh-bunuhan yah~ mau? /smirk/ tetep baca yah! Makasih~

Vanzye: Makin menarik? Benarkah? Terima kasih banyak~ kalau ada uneg-uneg keluarin aja yah~ saya menerimanya dengan hati terbuka. Hmmm, selahkan membaca cerita ini dan anda akan mengetahui kebenarannya. Rate M? Hmm, kalau ingatanku masih bagus, kayaknya sudah 3 orang deh yang minta naik rate~ =.=/ Thanks for RnR.

laila. r. mubarok: Makasih udah RnR. Yang kasih obat pencahar? Ah, masa gak tau sih~ hayoo tebak! Tebak! Naruto tauk! Wkwkwkwkwk, ini udah update, makasih udah baca sampai sini yah.

Miss bawell: Fiuhhh... jujur saja, dari semua review, review miss bawell-lah yang paling membuat saya menghela napas berat. Sebelumnya, saya minta maaf atas ketidakpuasan-mu terhadap chapter sebelumnya. Yang miss-san katakan kepada saya memang benar, saya menulis chapter itu memang dalam keadaan...errr, terpaksa lah kalau boleh saya katakan, tapi itu karena rasa tanggung jawab saya sebagai author fic ini~. Saya minta maaf sekali lagi karena membuat miss-san(dan mungkin reader saya yang lain) kecewa. Saya juga berusaha memperbaiki meskipun perlu waktu. Terima kasih atas kritikan dan pendapatnya miss-san, review anda dan pembaca yang lain sangat berharga.

Ciel- Kky30: Hahaha, Ciel-san lebih suka Kyuunaru daripada Sasunaru yah? Cara Kyuubi cium Sasuke? Silahkan terus membaca fic ini jika ingin tahu jawabannya! Wkwkwkwkwwk, /modus/ thanks for RnR.

ukkychan: Oke! Akan saya tambah lagi Sasunarunya! Ini udah update. Yang kalimat bahasa inggris itu... errrr... bahkan aku tidak sadar bahwa ada kata seperti itu, /PLAAAKKK!/ Tolong dimaafkan ya, thanks udah RnR.

widi orihara: Ini udah update, thanks for RnR, Widi-san.

Guest: Iya, cinta memang bisa membuat gila, teman~ /plak!/ ini sudah update, tolong nanti dikasih nama yah~.. thanks for RnR.

Namikazevi: Terima kasih atas pendapatnya, Kyuubi memang orang yang sangat menyanyangi adiknya hingga berlebihan. Sasunaru full 1 chap? Pasti saya buatkan! Pasti! Tapi, tidak sekarang, oke?

onyx shappireSEA: Iya, saya sadar benar kalau di chap sebelumnya banyak typonya~ Baiklah, aku akan semangat! Thanks for RnR.

NamikazeNoah: Ho-oh, si Sasu-Teme dikasih obat pencahar sama Naruto. Yeah, liat aja ntar Kyuu sukanya sama Naru atau Itachi... thanks for review.

uchiha cucHan clyne: Iya, sama-sama. Senang yah, ada incest-nya? Kalau Iruka gak ada, bisa-bisa si Kyuu nge-rape Naruto, bahaya kan? Ohh, jadi kamu dukung Itachi? Hmmm, liat aja ntar siapa yang menang. Hah? Masa 8000 word masih ngerasa pendek =.=, cucHan super banget bacanya ihh~, thanks for RnR ya.

Kitsune no Sasunaru: Baik, ini sudah lanjut... Terima kasih untuk RnR-nya.

Daevict: Iya, ini udah lanjut kok, semoga suka... makasih udah ninggalin jejak.

ryukey: /nods/ iya, iya... ini sudah lanjut, terima kasih sudah RnR ya.

Seo Shin Young: Iya, soalnya banyak banget yang request incest... jadinya., yahh begitu deh~ hmm..hmm, Naruto memang shock banget waktu itu, Sasuke dikasih obat pencahar sama Naruto, soalnya Narutonya kesal gara-gara dikerjain sama Sasu. Hehehehehehe, ini sudah lanjut, maaf agak lama. Thanks for review.

Jung Hoojong: Hohohohohoho, /gak tahu harus bilang apa dengan review kamu/ kayaknya kamu pecinta SasuNaru sejati yah? Pemegang One True Pair... Hiks, iya deh, ntar aku banyakin SasuNaru-nya, tapi... kalau untuk menghilangkan Kyuunaru belum tentu yah. Tsunade gak gangu kok~ kalau misalnya dikasih waktu 10 menit lagi, jangan-jangan waktu pintunya dibuka SasuNaru udah gak pake baju semua lagi~ Hiahhh! Langsung naik rate donk~ Yaelah~. Pokoknya, thanks buat review-nya yah~

Ai no Kuro: Terima kasih sudah review dan mengeluarkan uneg-uneg kamu secara jujur. Maaf yah, kalau fic-nya membosankan. Typo? Saya memang luar biasa ceroboh soal typo, saya coba mencari tetapi mata saya memang kurang teliti, saya akan berusaha untuk meniadakan typo yang ada di fic saya. Tanda baca? Saya masih mencoba mendalami penggunaan tanda baca yang benar, memang saya akui penggunaan tanda baca saya terlalu berlebihan. Alur lambat? Saya menyukai alur lambat karena terkesan lebih santai, kalau menurut Ai-san sendiri, apakah alur yang saya pakai ini terlalu lambat hingga terkesan membosankan? And, finally, thank you veryyy much atas masukan dan sarannya. Saran anda membuat saya tenang dalam mengetik, sekali lagi terima kasih.

Aoi Ciel: Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak-mu, Ciel. Terima kasih juga karena tidak bosan membaca fanfict ini, kalau ada sesuatu yang menganjal di hatimu tentang fic ini, keluarkan saja ya. Yooo, keep read.

Sheirey' HoshigaRo Aidaiki: Hhahaha, terima kasih sudah sudah review. Flashback Itakyuu? Akan saya pikirkan, keep write ya.

hamikazu-shira (Shira shiro-chan): Cie, ganti nama~. DAMN menjadi angin segar untuk Hamikazu? Wuahhh~ senangnya bisa membuat fic yang menyenangkan orang lain di tengah kesibukan mereka. ^^. Saya akan coba membuat humor yang lebih menyenangkan lagi, oke? Ada banyak hal yang terjadi antara ItaKyuu di masa lalu, mungkin akan saya buat flashbacknya. Terima kasih sudah RnR.

: Banyak hal yang terjadi antara Itachi dan Kyuubi. Sasuke masih belum tahu sepenuhnya kalau antifans-nya itu Uzumaki Akashi. Thanks udah RnR ya.

majiko harada: Makasih udah bilang 'WOW' sampe 2 kali ke fic ini. Aku senang deh bacanya. Ini udah update, maaf agak lambat ya. Silahkan dibaca.

aurantii 13: Ya, terima kasih banyak atas dukunganya, ini sudah update, semoga suka.

erunaru. chan: Hahaha, suka KyuuNaru yah? Hayooo~ ehhehe.. ini sudah update, terima kasih udah baca dan berssedia meninggalkan jejak.

kira hanazawa: Kenapa ngirim review sampai 2 kali? =). Eh! Jangan panggil 'kak' saya jadi ngerasa tua, emang umur kamu berapa sih? Makasih ya, udah nyumbang review~ makasih juga kamu udah bilang suka ke fic ini~


Chapter 6: Damn Chatting. (I'm suck in heading)


"Eunggg~," Naruto meregangkan persendian-persendian tubuhnya yang terasa begitu kaku pagi ini, kedua kelopak mata itu membuka dan merasakan seberkas cahaya masuk melewati iris kebiruan miliknya. Naruto mengeliat, dia masih ingin tidur, entah mengapa kasur yang sekarang dia tiduri terasa nyaman sekali. Tapi silaunya sinar yang masuk ke matanya membuatnya terpaksa harus membangunkan dirinya sendiri.

"Hei Idiot, ayo cepat bangun!"

DEG!

Naruto sontak membuka kedua matanya, dan bangkit terduduk di atas tempat tidur miliknya. Kedua matanya sudah membulat sempurna ketika suara yang dia dengar itu begitu dikenalnya. Naruto menatap shock orang yang sekarang sedang duduk bersimpuh di depannya dalam keadaan topless alias tidak memakai baju.

Naruto menunjuk orang itu, "A-a-a-aapaa ya-yang kau lakukan di sini?"

Sosok tampan itu tersenyum, kelopak mata yang membungkus bola mata beriris kehitaman itu menyipit kala dia menyerigai ambigu, kedua tangannya mengusap leher jenjangnya yang penuh dengan— HEI! Bercak kemerahan apa itu!

Naruto menunduk, melihat tubuhnya sebentar karena entah mengapa... sejak tadi dia merasa polos, dan—"Kyaaaaaaahhhh!—" Naruto terpekik tertahan layaknya seorang gadis ketika sadar bahwa tubuhnya sekarang polos! Benar-benar polos tanpa sehelai benangpun, saudara-saudara!

Naruto mengertakan giginya dan menatap sosok di depannya dengan tatapan marah plus curiga.

"K-Kauu... apa. Yang. Kau. Lakukan. Padaku. Uchiha. Sasuke!"

Owh yeah, ternyata sosok tampan itu adalah Uchiha Sasuke~ Dan dia hanya mengangkat kedua bahunya sambil memasang tampan se-innocent mungkin pada Naruto.

"Menurutmu?"

Naruto mengedipkan kedua kelopak matanya, masih shock dengan keadaan Sasuke yang topless dan dirinya yang...ARGGHH!

"K-kau memperkosa-ku?" gumam Naruto, sebenarnya dia ingin memastikan sendiri dengan cara mengerakkan tubuhnya, memastikan ada bagian 'itu' sakit atau tidak? Tapi entah mengapa... Naruto benar-benar ketakutan untuk memastikannya.

Naruto dapat melihat senyum lebarah, bukan! Seringaian lebar yang perlahan-lahan terpantri di wajah Sasuke. Naruto merinding, semakin mengeratkan gengamannya pada selimut yang dia gunakan untuk menutupi tubuh polosnya, "K-kau apakan a-aku?" kali ini dengan suara bergetar, hampir menanggis, Naruto luar bisa takut sekarang. Bagaimana kalau misalnya dia tidak akan bisa jalan lagi karena hal ini?

Yep, berlebihan, karena seganas apapun Sasuke. Paling barter hanya tidak dapat berjalan selama seminggu kok~

Sasuke memutar sendi di bagian lehernya, memberikan tumpuan berat tubuhnya pada kedua tangannya, dia menatap tajam ke arah Naruto dengan masih tetap mempertahankan seringaiannya, "Bagaimana kalau kukatakan, aku sudah menyatukan tubuhmu dan tubuhku..."

Naruto yang memang mempunyai otak dengan gerakan impuls yang rendah itu terdiam sebentar, berusaha mencerna perkataan Sasuke.

"H-hah? Menyatukana-apa? "

Sasuke mengangukkan kepalannya mantap.

"..."

.

.

.

"Sasuke, kau bercanda kan?"

"Hn."

.

.

.

"K-KURANGGG AJAR KAU TEMEE! DASAR BRENGSEK! K-KUSOOO—"

.

.

DBRUAAAKK...BRAAKKK... BRUKK.

.

"U-unngh~ i-ittai~" Naruto merintih saat merasakan dagu dan dadanya berdenyut karena membentur sesuatu yang keras. Naruto berusaha mengangkat dan menundukan tubuhnya. Melihat keseliling dan mulai memproses data-data yang bisa dia kumpulkan dari kelima indranya.

Dan beginilah Naruto, terduduk di lantai dengan wajah berantakan dan selimut yang masih membungkus tubuhnya. Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali hingga mengeluarkan air mata, setelah itu menguap lebar sebelum kedua matanya itu membulat, dan dengan panik Naruto segera meraba-raba tubhnya. Memastikan sesuatu.

"U-untunglah~ hanya mimpi~" Naruto menarik napas panjang dengan cepat, lalu bersandar pada ranjang di belakangnya, mengatur napasnya. Ya... siapa yang sangka, mimpi seperti 'diperkosa oleh Uchiha Sasuke' dapat membuat Naruto kalang kabut, mengigau, hingga terjatuh dari ranjangnnya. Tentu saja.

Naruto mencoba berdiri, berusaha menjadikan ranjangnya sebagai pegangan dan penahan berat tubuhnya. Setelah berhasil menegakan tubuhnya, dengan langkah lambat, Naruto mendatangi pintu kamar mandi yang ada di sebelah lemari pakaiannya. Naruto ingin mencuci wajahnya..

Di sana, di cermin wastafel itu, kita dapat melihat Naruto dengan seluruh keberantakannya yang mengerikan. Rambut yang acak-acakan, wajah yang masih muram dan terlihat mengantuk, iler di sudut bibir yang sudah mengering dan memutih, lalu kotoran di sudut matanya, dan juga piyamanya yang terlihat berantakan dengan beberapa kancing bagian atas yang terbuka (khusus untuk ini, adalah keberantakan yang menguntungkan). Sungguh! Siapapun yang mengangap Naruto manis, tolong pikirkan sekali lagi pendapat kalian.

Tak makan waktu lama untuk Naruto membasuh seluruh wajahnya, mengosoknya perlahan, lalu mengeringkannya dengan handuk lembut yang sengaja digantungkan di samping wastafel itu, beberapa titik-titik air yang menempel di rambut Naruto berjatuhan, turun mengenai kulit leher Naruto dan perlahan membasahi dadanya, hingga akhirnya hilang tertelan sapuan handuk Naruto.

Naruto kembali meneliti wajahnya, melihat semoga tidak ada lagi kotoran yang menempel, ketika dirasanya sudah bersih, Naruto tersenyum puas, karena kejelekannya sudah hilang. Kedua tangan Naruto bergerak ke arah piyamanya, mengancingkan satu persatu kancing yang terlepas karena keganasan gaya tidur Naruto tadi malam. Apalagi setelah mendapatkan mimpi 'diperkosa oleh Sasuke', gaya tidur Naruto mungkin akan lebih ganas lagi. Jadi, tak heran bila bangun-bangun, piyama sudah hampir lepas begitu.

"Hummhh~" Naruto bergumam, berhenti mengancingkan satu kancing piyama terakhirnya, saat melihat sebuah(atau 2 buah?) bercak kemerahan yang ada di leher jenjang bagian kanannya, hickey yang dibuat oleh Sasuke dan kakaknya. Naruto mendecakan lidahnya, " Hu-uh, kenapa tidak hilang-hilang yah? Ini kan sudah 3 hari~" Naruto menyentuh bercak-bercak kemerahan itu dan mengosoknya cepat. Berharap dengan menggosoknya, akan membuatnya menghilang.

"Memangnya leherku tulang ayam, dihisap-hisap! Grrrhh!" Gerutu Naruto sekali lagi, mencak-mencak dalam hati, seraya mengancingkan kancing piyamanya yang terakhir.

Tak berapa lama, Naruto memegang sisi wastafel tersebut dan menumpukan berat tubuh bagian atasnya di tangannya, terdiam sejenak. Tiba-tiba saja ada yang menganjal di pikirannya.

"Ke-kenapa aku," Naruto memegang kepalanya, meremas rambut kepirangannya dan mengerang frustasi, "K-kenapa aku mimpi Uchiha Sasuke?" pikir Naruto, terbesit dalam pikirannya bahwa ini adalah karma karena dia sudah memasukan obat pencahar di minuman Sasuke.

"Da-dan kenapa dari semua mimpi, aku harus memimpikan dia memperkosaku?" Naruto masih termenung dalam dilema tanpa batasnya.

.

.

.

.

"What the hell is going on!?"


"Naruto, ada apa denganmu? Pagi-pagi wajahmu kusut sekali," ujar Iruka, tersenyum lembut sembari membawa piring berisi onigiri dan tenpura ke atas meja makan, sedangkan Kyuubi yang masih menikmati sarapannya, hanya terdiam dengan wajah datar sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.

Naruto tertawa datar, "Hahahaha..." lalu menarik sebuah kursi di sebelah Kyuubi dan duduk di sana, "Tidak apa-apa Paman Iruka, aku hanya mimpi buruk malam ini," jawab Naruto, mengulurkan tangan hendak mencomot onigiri dari piringnya.

PLAKK! Tiba-tiba Iruka langsung memukul tangan Naruto.

"Sudah kau cuci tanganmu, Naruto?" tanya Iruka, menjauhkan piring berisi onigiri itu dari jangkauan Naruto.

Naruto mendengus dan mengerucutkan bibirnya, "Sudah paman~ aish!" balasnya, langsung merebut piring berisi onigiri itu dari tangan pamannya, lalu mengambil satu buah onigiri dan memasukannya ke mulut.

Kyuubi masih memakan makanannya dengan tenang, menyumpit tenpura, dan tak lupa juga meminum sup miso-nya dalam diam. "Gochisousama~" gumam Kyuubi, menaruh sumpitnya sejajar di atas mangkuknya setelah dia yakin merasa kenyang dan makanannya habis.

"Kau sudah selesai Kyuubi?"

"Ya paman," jawab Kyuubi seadanya, mulai berdiri dari duduknya. Naruto menoleh, menatap kakaknya dengan tatapan bingung. Entah mengapa, selama 3 hari terakhir ini, sejak insiden Kyuubi 'menyerang' dirinya, Kyuubi terlihat sedikit agak menjauh dari Naruto. Tentu saja.

"Apa kegiatanmu hari ini, Kyuu-nii?" Naruto mengengam tangan kakaknya, membuat Kyuubi berhenti bergerak meninggalkan mereka dan berbalik menghadap Naruto.

Sekilas, pancaran sinar mata Kyuubi menyiratkan kecangungan, hingga akhirnya dia tersenyum, senyum itu agak terlihat dipaksakan memang, "Hari ini aku akan pergi sebentar ke kantor Tou-san, ingin meminta tanda tangan untuk berkas-berkasku," jawab Kyuubi, mengangkat tangannya dan mengelus surai pirang Naruto. Kyuubi tersenyum lembut.

"Owh, begitu yah... Kyuu-nii?" Naruto tersenyum lebar kepada kakaknya, mendongakan kepalanya hingga membuat lehernya terlihat, memperlihatkan bercak kemerahan yang sontak langsung memudarkan senyuman Kyuubi dan mengeraskan rahang Iruka yang melihat mereka berdua dari belakang.

"I-itu..." Kyuubi terbata, menurunkan telapak tangannya dari helaian pirang Naruto hingga ke lehernya, menyentuh bercak kemerahan itu, "Belum hilang juga yah, Naru?" tanya Kyuubi pelan, ada raut wajah bersalah di wajah tampannya.

Naruto menganguk mantap dan polos, "Ya, Kyuu-nii... entah kenapa, lama sekali bekas ini hilang~"

"Maafkan aku ya."

"Eh?" Naruto menatap kakaknya bingung atas apa yang baru saja kakaknya tadi katakan, Naruto mengedip-ngedipkan matanya innocent , "Kyuu-nii bilang apa tadi?"

"Ehem!" tiba-tiba suara deheman yang berasal dari belakang tubuh Naruto dan Kyuubi terdengar, suara deheman Iruka. Kyuubi dan Naruto tersentak kaget, lalu berbalik pelan-pelan dan menyadari Iruka sudah menatap mereka (atau hanya Kyuubi) dengan tajam.

"Naruto, cepat makan sarapanmu, nanti dingin," ujar Iruka, seraya menyodorkan semangkuk sup miso ke arah Naruto, berserta juga mangkuk kecil yang berisi nasi. Kyuubi terdiam dan menundukan kepalanya menyembunyikan raut kesedihannya, melepaskan tangannya dari leher Naruto, dan berjalan pergi.

"Eh..K-Kyuu-nii~"

"Aku pergi dulu ya Naruto, paman," sekali lagi Kyuubi tersenyum terpaksa, melambaikan tangannya, lalu menghilang tertelan dinding yang memisahkan ruang makan dan ruang tengah.

Naruto mengerutkan dahinya bingung, menoleh ke arah Iruka dengan polos, "Kenapa dengan Kyuu-nii, paman?"

Iruka yang sedang mencuci piring-piring bekas makan Kyuubi terdiam sejenak, seolah berpikir, sebelum menoleh dan tersenyum penuh arti, "Tidak apa-apa, ayo cepat makan!"

Naruto yang memang masih cukup polos di umurnya yang sudah menginjak 21 tahun itu hanya mengendikan bahunya, seraya menatap sarapan yang tersedia di depannya dengan semangat dan liur hampir menetes, "Baiklah, Itadakimasu!"


Naruto memasuki kamarnya dengan wajah luar biasa bosan, sudah tiga hari ini tidak ada informasi dari pihak audisi biografi Uchiha Sasuke itu, membuatnya hanya melakukan hal-hal monoton saja di rumah. Tidur, makan, menonton drama Sakura-chan, merawat kamera-kamera miliknya (dan meratapi nasib kamera kesayangannya yang ada di tangan Uchhiha Sasuke), mencetak foto-foto yang dia jepret saat sedang keadaan bosan, hingga sampai berguling-guling di lantai karena saking tidak ada kerjaan.

Semua hal ini membuat Naruto gila.

Hingga akhirnya, mata kebiruan Naruto melihat lampu kecil yang berada di sisi kiri atas laptop orange ngejrengnya sedang berkedip-kedip ria, menandakan ada sebuah email masuk ke dalam inbox-nya. Naruto menatap laptop itu penasaran, lalu membuka isi email tersebut.

From: Onyx Nightsky

Subject: Idiot-DOBE!

Dobe, ini sudah terlalu lama, kapan kau akan mengirimkanku foto bugil Uchiha Sasuke? Kau benar-benar pembohong rupanya.

Mata kebiruan Naruto melebar melihat isi pesan itu, lalu mengigit bibirnya kesal, "Ck, dasar orang tidak sabaran!" gerutu Naruto, lalu mulai mengetikan kata-kata di menggunakan keyboardnya.

To: Onyx Nightsky

Subject: Be patient Man!

Huhm, aku kira kau sudah melupakan perjanjian ini, Teme... aku sudah senang. Hei! lebih baik kau sabar atau aku tidak akan memberikanmu foto itu.

Naruto memijat-mijat dahinya, agak depresi. Dia mulai binggung, karena sampai sekarang dia tidak juga bisa mendapatkan foto bugil Uchiha Sasuke. Bukannya dapat, malah dia harus kehilangan kamera plus berhadapan langsung dengan Uchiha Sasuke sialan itu.

Tak berapa lama, balasan dari Onyx Sapphiresky itu muncul kembali, 'Oh, dia sedang online rupanya?' gumam Naruto dalam hati. Menangguk-anggukan kepalannya,

From: Onyx Nightsky

Subject: You're liar.

Huh, rupanya kau memang ingin kabur dari tanggung jawabmu yah, Dobe. Kau berusaha melupakan janji yang sudah kau buat sendiri. Betapa hina-nya dirimu Dobe. Kau bisa katakan kau tidak sanggup mendapatkan foto itu dan mengaku kalah dariku, Idiot!

TWITCH!

Naruto mengertakan giginya, "Benar-benar sangat menyebalkan!" geramnya kesal, tak sudi dikatakan pembohong oleh orang sok tahu ini.

To: Onyx Nightsky

Subcet: How Bastard You Are, Teme!

Gah! Aku sudah mengatakannya padamu Brengsek! Kalau aku tidak akan menarik kembali kata-kataku! Jika kukatakan aku akan mendapatkan foto itu, pasti akan kudapatkan! Dan camkan itu dalam otakmu Onyx Nightsky-Baka Teme! Aku tidak akan pernah mengaku kalah dari seorang brengsek sepertimu! Ayo pindah ke kolom chat! Sepertinya kau sedang online, heh?

Naruto membuka kolom chat miliknya, menunggu sebentar hingga terdengar suara 'PLIK' tanda sebuah pesan chat yang masuk. Naruto membukanya, lalu mengertakan giginya, menahan amarah yang berkecamuk di dada.

Onyx Nightsky: Ha. Ha. Itulah yang selalu dikatakan seorang pengecut, Dobe. Mereka akan mengatakan 'Aku tidak akan menarik kata-kataku' , 'Aku tidak akan pernah mengaku kalah' atau ' Mendapatkan itu susah, bersabarlah brengsek' dan blah...blah...blah... padahal, pada kenyataannya mereka tidak melakukan apa-apa dan malah berusaha melupakan perkataan tersebut seolah tak terjadi apa-apa. That's you are, Dobe. Seorang pengecut.

TWITCH!

Naruto merasakan darahnya mendidih hingga ke ubun-ubun, membuatnya ingin membanting laptop itu sekarang. Sayangnya, Naruto masih terlalu sadar untuk tidak merusak laptop yang sudah menemaninya lebih dari 8 tahun. Saking lamanya, mungkin kalau laptopnya adalah seorang manusia, Naruto akan menikahinya.

Blue Sapphiresky: Tutup. Mu-lutmu! Brengsek! Dasar kau gay!

Onyx Nightsky: Wow, mencoba mengalihkan pembicaraan, Dobe?

Blue Sapphiresky: Absolutly NOT! Grrrhhh! BASTARD!

Naruto tersenyum sinis ke arah laptopnya, kehilangan kata-kata untuk melawan? Ya, itulah keadaan yang Naruto alami sekarang. Naruto mengetik sekali lagi, mendahului Onyx Nightsky itu membalas pesan chatnya.

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Blue Sapphiresky: Dasar Gay!

Plik! Sebuah pesan chat balasan kembali masuk sebelum Naruto meng- copy paste kata-kata 'dasar gay' itu.

Onyx Nightsky: Wow? Kau mati kutu rupanya, Dobe! Sampai kaumelakukan hal seperti itu.

Blue Sapphiresky: Diam! Atau aku akan benar-benar tidak memberikanmu foto itu!

Onyx Nightsky: Bagaimana kau mau memberikannya foto itu jika kau belum mendapatkannya? DOBE!

Jdakjdak—jdak! Naruto memukul-mukul meja dengan kesal. Giginya bergemeretak karena menahan tangannya yang sudah ingin melempar sesuatu.

Blue Sapphiresky: FINE! Cukup Onyx Nightsky menyebalkan, Brengsek, Bastard, Teme! Aku akan mendapatkan dan mengirimkan foto itu pada minggu ini! AKU BERSUMPAH! Sungguh, kau benar-benar gay sampai ingin sekali mendapatkan foto bugil Uchiha Sasuke itu ya? Aku berani jamin setelah kau mendapatkan foto itu, kau akan mencetaknya besar-besar lalu menempelkannya di dinding dan menciuminya setiap pagi. Ah! Atau mungkin kau juga akan men-sablonnya di kasurmu agar dapat kau tiduri setiap hari! Dasar Gay! Dasar Gay! Dasar Gay! Kau tahu, idolamu—Uchiha Sasuke sebenarnya juga seorang gay! Kau pasti senang bukan?

Naruto mendenguskan napasnya sambil men-poutkan bibirnya panjang-panjang. Naruto berkhayal, seorang lelaki dengan kepala botak, perut buncit, penuh jerawat dan hitam yang dia anggap sebagai Onyx Nightsky mungkin sedang menari-nari girang karena membaca pesan chatnya. Dia tidak tahu bagaimana sebenarnya onyx Nightsky itu. Jadi, dia gak sedikit bermain dengan imajinasinya.

Plik!

Onyx Nightsky: Wow? Aku kaget mendengarnya Dobe. Darimana kau tahu hal itu?

Blue Sapphiresky: Kenapa aku harus mengatakan alasannya padamu? Kau fansnya, harusnya kau lebih mengerti soal Sasuke, dasar Teme!

Onyx Nightsky: Kau hanya asal ngomong, Dobe. Katakan saja kalau kau iri dengan Uchiha Sasuke karena dia itu tampan, terkenal, dan digemari banyak wanita. Sedangkan kau, he-eh, aku yakin tante-tante berumur 40 tahun yang diceraikan suaminya dan menjadi wanita kesepian saja tidak mau denganmu.

'Dasar Teme kurang ajar! Beraninya dia berkata seperti itu denganku!' Naruto mengetik di laptopnya dengan cepat dan bernafsu. Naruto harus membungkam orang brengsek ini,

Blue Sapphiresky: Baka Teme! Coba kau lihat Uchiha Sasuke itu! Biarpun dia tampan, dan terlihat ramah dengan fansgirl-nya, tapi dia sama sekali tidak mempunyai pasangan sama sekali hingga sekarang! Padahal, dia bisa saja memikat gadis manapun dengan wajahnya itu! Kalau bukan gay, dinamakan apalagi rasa tidak tertarik akan perempuan itu!

Onyx Nightsky: Bukankah dia digosipkan dengan Haruno Sakura? Lawan mainnya di berbagai drama dan film layar lebar? Kau itu hanya pembual saja.

Blue Sapphiresky: GRAAAAHHH! AKU TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI MEREKA BERDUA TEME! SAMPAI MATI PUN AKU TIDAK PERNAH RELA, AKU BERJANJI AKAN MEMBUNUH UCHIHA SASUKE JIKA DIA BENAR-BENAR BERPACARAN DENGAN SAKURA!

Naruto mendenguskan napasnya frustasi, Onyx Nightsky ini benar-benar susah untuk dilawan. Entah mengapa, kata-kata yang dia ketik selalu dapat dibalikan dengan tepat oleh orang kurang ajar itu. Arghh! Naruto merasa ingin cepat-cepat meninggalkan percakapan ini, tapi dia takut dikatakan pengecut!

Onyx Nightsky: Itu berarti kau hanya berkata sembarangan saja Idiot. Kau itu merusak nama baik Uchiha Sasuke, kau bisa ditangkap atas tuduhan 'pencemaran nama baik'. Tidakkah kau memikirkannya? Ternyata kau benar-benar idiot!

Blue Sapphiresky: Che, kenapa memangnya? Kau ingin melaporkanku ke polisi, peniru nama? Kau meniru nama akun-ku, tidak kreatif! Grrr, jujur aku sudah mulai marah padamu.

Onyx Nightsky: Masih terlalu cepat untuk aku melaporkanmu ke polisi sekarang, mungkin nanti Dobe, berdoalah. Lalu kenapa jika aku tiru namamu? Kau marah? Kau tidak suka? Atau kau iri karena namaku lebih bagus dari namamu, namaku jelas terdengar lebih gagah darimu, Dobe.

Naruto menghela napas, dan mulai mengetik kembali kata-katanya, 'orang ini adalah orang ter-narsis dan ter-menyebalkan yang pernah aku temui di dunia maya!' gerutu Naruto tidak karuan. Tapi rupanya, tangannya kalah cepat dari tangan Onyx Nightsky sehingga pesan chat darinya masuk terlebih dahulu sebelum dia selesai mengetik.

Onyx Nightsky: Dan kau tidak tahu bagaimana perasaanku padamu, Dobe!

Naruto mengerucutkan bibirnya. Mengejek Onyx Nigthsky meskipun dia tahu ejekan itu tidak akan terlihat.

Blue Sapphiresky: Huh, aku tidak perlu dan tidak mau tahu bagaimana perasaanmu padaku Teme. Dan yah! Memang benar! Nama Onyx Nightsky terlalu bagus untuk pria buncit, botak dan gay seperti-mu!

Onyx Nightsky: Apa kau itu selalu mengangapku personality-ku seperti itu, Dobe?

Blue Sapphiresky: Tentu saja! Dan tambahan! Kau suka mastubrasi sembarangan!

Naruto terkikik kecil di depan laptopnya, rasanya senang sekali jika bisa mengejek-ejek orang se-leluasa ini. Sebelumnya, Naruto tidak pernah mengejek orang berlebihan meskipun orang tersebut adalah fans Uchiha Sasuke yang tidak suka dengan sepak terjangnya sebagai 'The Bigest Anti Fans of Uchiha Sasuke'. Onyx Nightsky adalah satu-satunya orang yang terasa begitu mengasikan meskipun mereka malah saling melemparkan ejekan.

Onyx Nightsky: Bagaimana kalau misalnya, aku malah membayangkanmu sebagai wanita cantik dengan mata berwarna merah, berambut panjang dengan warna violet, dan hobi memakai baju gothic?

Naruto menaikan kedua alisnya saat melihat pesan balasan chat dari Uchiha Sasuke itu, 'Benarkah?' pikirnya. Naruto mengerakan bola matanya seolah tidak terlalu peduli, lalu kembali mengerakan jari-jarinya di atas keyboard, mengetik kata-kata dengan cepat.

Blue Sapphiresky: O-oh! Jangan katakan kau berkhayal akan terjadi drama percintaan seperti drama korea di antara kita! Di mana seorang fans dan anti-fans dari seorang aktor terkenal bertemu, mereka bertengkar karena perbedaan pendapat, dan akhirnya menjalin cinta. Jangan membuatku muntah, Teme! /Hoekkk!/

Naruto beranjak dari kursinya, melihat ke arah jam dinding dan menjadi sedikit kaget karenanya, rupanya dia sudah menghabiskan waktu 1 setengah jam hanya utnuk chatting bersama Onyx Nightsky.

"Wah, cukup lama juga yah..," gumam Naruto sambil mengaruk-garuk kepalanya, kaki-kakinya melangkah keluar kamarnya, menuju ke arah dapur, Naruto merasa haus dan ingin memakan sesuatu seperti cemilan, cookies, ramen atau apa saja yang bisa dia dapatkan di dapur.

"Ya... ya... baiklah. Akan saya sampaikan padanya. Baik, baik. Hmmm...? Saya mengerti."

Naruto mengernyitkan dahinya heran saat mendengar suara Iruka yang tampaknya sedang sibuk berbicara dengan ponselnya sebagai perantara. Naruto memasuki area dapur dengan pelan, memasang tampang 'ada apa?' pada Iruka.

"Dosenmu yang bernama Sarutobi itu mengajakmu untuk berekpedisi bersama ke Hokkaido, kau mau?" tanya Iruka, masih dengan setengah perhatian mengotak-atik ponselnya, " Selama 2 bulan."

Naruto mengeleng pelan, sambil mengeluarkan sebuah jus jeruk dan puding dari dalam lemari pendingin, "Katakan 'tidak' dan permintaan maafku padanya," jawab Naruto, lalu membuka lemari-lemari yang berjejer dan tertempel di dinding dapur tersebut, mencari ramen dan segera menyeduhnya.

Iruka menganguk, "Baiklah." Dan mata Iruka mengikuti pergerakan Naruto yang kesulitan membawa begitu banyak makanan di tangannya, dimulai dari ramen yang baru diseduh, 2 buah puding, jus jeruk kemasan instan berukuran besar, dan sebungkus keripik kentang rasa barbeque, "Perlu bantuan?"

Naruto menoleh, tersenyum, dan berkata, "Tidak perlu paman!" sebelum menghilang kembali, menuju kamarnya.

.

.

.

Brak! Brak! Brak!

Naruto menaruh snack dan makanan yang ada di tangannya dengan agak kasar ke atas meja, terkecuali ramen yang sudah diseduh. Mata kebiruan Naruto kembali melihat laptop kuning ngejrengnya, dan seringai nampak di wajah manisnya saat melihat balasan dari Onyx Nightsky itu.

Onyx Nightsky: Wow, menarik~ Tak kusangka kau mempunyai imajinasi yang sangat baaaiiikkk sekali, Dobe. Tapi... mungkin itu patut dicoba~ kau mau?

"Dasar brengsek~," Naruto tertawa pelan saat membaca balasan tersebut.

Blue Sapphiresky: ' baaaiiikkk sekali'-mu itu entah mengapa meragukan, Teme. Well, mari kita lihat~ wanita merah? Rambut berwarna violet? Baju gothic? Ah... tentu tidak Teme, seingatku, aku masih dalam keadaan lelaki pada saat mandi di pagi hari tadi, dan aku tidak sudi mempunyai rambut yang melambangkan warna janda, lalu maaf... baju gothic is not my style sekali~. Dan juga~ maaf membuatmu kecewa, tapi aku tidak berkencan dengan seorang gay atau homo atau penyuka sesama atau yang sama artinya dengan kata-kata itu, terlebih lagi dengan seorang pria gendut, botak, dan jelek sepertimu!

Naruto menunggu balasan dari Onyx Nightsky sambil meminum jus jeruk dan ramennya. Sambil minum, Naruto merenung, "Mata merah, rambut violet, dan bau gothic? Kok sepertinya tidak asing ya?" gumamnya. Hingga akhirnya, balasan itu sampai kurang dari 30 detik.

Onyx Nightsky: He-eh, aku akan membuat kau menjilat ludahmu sendiri, Dobe!

Naruto membaca balasan itu dengan cepat dan mendecih, "Che.. tidak akan!" ujar Naruto yakin sambil kembali meminum jus jeruknya dengan kecepatan maksimal, hingga 1 buah pesan chat kembali masuk sebelum dia membalas.

Onyx Nightsky: Ngomong-ngomong~ kau itu gay, Dobe! Mungkin tidak sekarang, tapi nanti.

BRUUUUSSSHHH!

Ke-shock-an yang diterima Naurto membuat paru-parunya meloncat kaget, mengeluarkan pasukan udara dengan berlebihan dan menyemburkan jus jeruk yang masih di dalam mulutnya ke udara, membasahi laptopnya, dan mejanya. Dalam kemarahan, Naruto mengerang dan mengelap laptopnya dengan bajunya. Setelah itu mengetik kembali dengan wajah seolah berkata, 'Mati saja kau, Onyx Nightsky! Membusuklah di neraka!'

Blue Sapphiresky: AKU YAKIN AKU NORMAL, BRENGSEK! AKU MENYUKAI SAKURA DAN AKAN TERUS BEGITU! Kau membuatku menyemburkan jus jerukku, awas kau!

Onyx Nightsky: Owh, aku tidak peduli, tapi tahukah kau? Benci dan cinta itu hampir tidak ada pembatasnya? Perasaan itu bisa berubah kapan saja. Suatu saat, mungkin saja kau akan bersujud memohon tanda tangan di kaki Uchiha Sasuke~ lagipula, kau baru tadi mengatakan Uchiha Sasuke itu tampan.

Blue Sapphiresky: Bit*h! Gi*o*o! Kau memang brengsek! Demi paus yang beranak kuda laut, hal itu tidak mungkin saja terjadi!

Onyx Nightsky: Mungkin!

Blue Sapphiresky: Tidak mungkin!

Onyx Nightsky: Mungkin!

Blue Sapphiresky: Tidak mungkin!

Onyx Nightsky: Mungkin! Kau keras kepala, Dobe!

Blue Sapphiresky: Tidak mungkin! Kau yang keras kepala, dasar brengsek! Gay! Homo! Tukang mastubrasi!

Onyx Nightsky: Semakin kau mengelak, semakin besar kemungkinanmu untuk menyukai Uchiha Sasuke, Bodoh!

Brengsek! Sialan! Kurang ajar! Ini pertama kalinya Naruto merasa benar-benar terpojok, Naruto benar-benar emosi, dia marah, dia kesal, dan dia ingin sekali meremuk-remukan tubuh Onyx Nightsky itu dan membuangnya ke Neraka, "Damn You! Nightsky!"

Blue Sapphiresky: Dalam mimpimu! Aku tidak sudi menjadi fans Uchiha Sasuke (termasuk dirimu), yaitu orang yang akan berteriak histeris saat melihat orang jelek itu! Berlari-lari sambil membawa banner saat dia masuk ke mobilnya, dan menciumi posternya setiap pagi, dan juga bermimpi tidur bersamanya lagi? Cih! Kau gila! Aku pasti sudah gila jika menyukai orang seperti itu! Cuma Sakura yang ada di hatiku sekarang! Just Sakura! Only one in my heart! Sakura is the best! I love Haruno Sakura forever and never! MWUAHHAHAHAH!

Naruto tersenyum puas dan menganguk-anggukan kepalanya! Mengumpat, obat terbaik untuknya. "I love Sakura! I love Sakura! Sakura is the best! Only one in my heart!" Naruto bernyanyi dan mengangkat kedua tangannya ke atas dengan tampang ala guru Gai. Hingga, balasan Onyx Nighsky kembali mengangunya.

Onyx Nightsky: Ehm... well, Dobe~ ada satu kata yang menganguku saat membacanya pesan balasanmu itu yaitu kata 'lagi' pada kalimat ' dan juga bermimpi tidur bersamanya lagi'. Kau bermimpi tidur dengan Uchiha Sasuke? Wow, I have a good feeling about this, right?

.

.

.

.

.

"DAMN~"


Blue Sapphiresky offline now

Sasuke menyerigai ambigu di depan laptopnya. Perasaan puas dan senang membucah penuh di dalam dada-nya disaat dirinya berhasil menaklukan anti-fansnya yang keras kepala dan bodoh tersebut. Sasuke membawa sebuah tomat menuju bibirnya dan mengigitnya pelan, mengunyah perlahan lalu menelannya dengan gerakan yang lembut, "Dobe tetaplah akan menjadi Dobe..."

Perlahan, jemari Sasuke meraih sebuah irisan lemon segar yang ada di samping mejanya, mengambilnya dan menciumnya dengan tarikan napas penuh hasrat, seolah ada nafsu terpendam di dalam sana, Sasuke menjilat lemon tersebut dan menyesap rasa asamnya perlahan. Ini pertama kalinya, Sasuke tergila-gila pada buah lain selain tomat, mungkin sebentar lagi tomat akan tergusur posisinya sebagai 'The most favorite fruit' oleh lemon.

"Well Dobe... " desah Sasuke sambil terus menciumi bau lemon tersebut dan mengunyah tomat menyesap rasa tomat di dalam mulutnya.

"Akan kubuat... mimpimu itu menjadi kenyataan~"

.

.

.


TO Be Continued...


Well Minna-san, ini chapter yang cukup pendek, kalau untuk ceritanya cuma 3700-an word~ selebihnya balasan review dan author note~. Hehehe, maafkan saya yah, kalau di chapter ini terkesan plotless dan agak gaje, karena di chapter 7 nanti, ceritanya mulai agak seriusan gitu, jadi ini chapter terakhir yang kayaknya bakal main-main plotnya. Saya harap anda semua tidak kecewa~ /bungkuk/

Ah! Dan juga, fiction ini akan saya publish lagi sekitar 3 minggu ke depan, karena saya akan mengurangi waktu mengetik saya di saat dekat-dekat UAS seperti ini, saya harap minna-san mengerti ya~ saya tidak benar-benar berhenti mengetik kok, karena saya akan tetap mengetik di saat dapat ilham dan punya waktu! Serius deh! Jadi, apa kalian ingin menunggu?