Disclaimer : Naruto tetep punya om Masashi Kishimoto dan takkan berubah

Warning : Typo ada di mana-mana, gaje, abal, dll

Halo minna:D saya balik lagi dengan chapter yang baru yeiy#lebai, pertama-tama saya mau berterimakasih lagi-lagi kepada Emiria tsubaki-chan yang mau membantu saya dalam mengoreksi cerita ini dan terimakasih juga sama para readers yang mau membaca sekaligus ngereview cerita abal ini.

Once more Arigatou gozaimasu nee?

Selamat membaca ;)

.

.

Suara kicauan burung dan teriknya matahari yang menembus dari jendela kamarku membangunkanku dari tidurku,aku beranjak bangun dan membuka gorden jendelaku. Menatap pemandangan pagi di luar jendelaku membuatku kembali bersemangat lagi, aku tersenyum simpul. Aku merenggangkan tubuhku yang kaku lalu segera turun ke ruang makan untuk sekedar sarapan dan berbincang dengan keluargaku.

Selesai makan aku pergi keluar rumah karena tadi saudaraku yang baru pulang dari Amerika menelpon ingin bertemu denganku.

Aku sedikit berlari kecil menuju halte bus. Ku hiraukan tatapan yang tidak bisa ku artikan dari orang-orang yang aku lewati. Ketika aku sudah sampai di bus, dengan nafas yang tersengal-sengal aku berjalan mondar – mandir di halte dan membuat semua mata di tempat itu menatapku dengan tatapan aneh. Sejujurnya aku sangat malas menunggu bus karena busnya selalu datang terlambat.

Dan ketika aku maju untuk melihat apa busku datang, tiba-tiba brush! Sebuah mobil sedan hitam mencipratkan genangan air hujan semalam ke ujung celana jins biru ku. Dengan emosi yang memuncak aku memaki pengendara mobil itu terus menerus lalu melemparkan sebelah kanan sepatu ketsku kearah mobil itu dan.. Bugh! Sebelah kanan sepatuku mendarat manis di kaca belakang mobil itu.

Ckiiiiiiiit! Mobil itu berhenti mendadak, aku menyeringai sinis. Akhirnya keluar juga kau sombong!

Keluarlah seorang laki-laki tampan berambut raven, seketika mulutku menganga dan jadi terlihat sangat— bodoh.

Itu kan— Malaikat tampan di mimpiku!

Laki-laki itu menatapku dingin, seakan dia itu adalah sebuah robot. "Apa yang kau lakukan dengan mobilku bodoh!" Ia emosi tapi tak terlihat karena wajah dingin yang dimilikinya.

"Harusnya aku yang bertanya! Ada apa denganmu sampai kau membuat celanaku kotor. Apa kau sengaja hah?!"

"Apa aku terlihat sengaja? Lagipula salahmu sendiri berdiri di situ."

"APA?! KAU! Beraninya!" ujarku mengacungkan jari telunjukku kearah wajahnya. Ia menatapku malas lalu berlalu.

"Ini," ujarnya sambil mengambil sepatuku lalu menunjukkannya. "Kusita sampai kita bertemu lagi," lanjutnya.

Aku melongo selama beberapa detik.

"Apa kau bilang?! Kenapa kau mengambil sepatuku?! Kan kau yang salah karena mencipratku?!" protesku.

Dia hanya diam dan sedikit menyeringai. Lalu dia berlalu masuk ke mobilnya. Aku menghampirinya dengan langkah yang sulit karena aku hanya memakai sebelah sepatuku.

"Hei! Berhenti laki-laki kurang ajar, jangan pergi dulu! Aku benar-benar butuh sepatu itu, tolong kembalikan sepatuku. Ku mohon," ujarku sambil mengeluarkan jurus puppy eyes.

Tapi ternyata jurus andalanku itu tidak mempan oleh orang dingin macam dia, karena buktinya ia hanya menatapku datar tanpa ada rasa iba sedikit pun.

"Kau menginginkan sepatu ini?" ujarnya sambil mengangkat tinggi sepatuku, aku mengangguk lemah. Lagi-lagi dia menyeringai, dasar Devil man.

"Kalau begitu berdoalah semoga kau bertemu denganku lagi, sampai jumpa nona err— cerewet?" ujarnya lalu mobil itu pun melesat pergi meninggalkan aku yang terus-menerus mengumpati laki-laki bokong ayam itu dalam hati.

"Dasar laki-laki sombong! Sok cakep! Yah walau ku akui kau itu emang tampan, tapi lebih tampanan bokong ayam dari pada kau! Laki-laki refigerator! Tebar pesona! Lihat saja kalau kita bertemu lagi, ku habisi kau!" omelku panjang lebar, dan membuat semua orang yang berada di situ bergidik ngeri melihat aura hitam alias— aura pembunuh di sekeliling tubuhku.

—My Bad Boss—

Pagi ini aku telah berada di dalam perusahaan Uchiha Corp, berjalan pelan sambil mengaggumi keindahan perkantoran bergaya classic itu. Dimataku tempat itu lebih terlihat seperti hotel di bandingkan perkantoran.

Ketika aku sedang sibuk memuji kemewahan bin keindahan perkantoran itu tiba-tiba.. Brukk! Sepertinya aku menabrak dada bidang milik seseorang. Aku mendongak untuk melihat wajah orang yang lebih tinggi beberapa centi dariku, dan ketika itu mulutku membuka-menutup seperti ikan dan mataku berkali-kali mengerjap-ngerjap seakan tak percaya apa yang ada dihadapanku saat ini.

"Kau kan.." si laki-laki bokong ayam super duper nyebelin yang telah menyipratku kemarin dengan mobilmu.

Dia menaikkan sebelah alisnya, dan memasang wajah dingin. "Apa kita pernah kenal?" tanyanya datar.

"APA KAU BILANG?! Apa kau lupa? Kau telah menyipratku dengan mobilmu kemarin! Dan kau sudah mengambil sepatu kets kesayanganku!" tukasku emosi.

"Sungguh? Tapi maaf, mungkin kau salah orang," ujarnya santai lalu berlenggang pergi meninggalkanku, aku menatap kepergiannya dengan raut wajah tak percaya. Kini terlihat sudah empat siku-siku di pelipisku.

"Kau! Beraninya! Awas saja jika kita bertemu lagi, riwayatmu akan tamat!" ancamku sambil menudingkan jari terlunjukku kearahnya yang sudah hampir menghilang pergi.

Aku mendecih kesal lalu berlalu menuju ruangan paman Fugaku. Ah! Iya aku lupa memberitahu mengapa tiba-tiba aku bisa berada disini.

Sebenarnya aku berada disini karena orang suruhan paman Fugaku menelponku dan menyuruhku untuk datang ke perusahaan ini, katanya sih ada yang paman mau bicarakan. Entah apa yang ingin paman bicarakan padaku, tapi yah yang penting aku kesini saja dulu.

.

.

Ting! Pintu lift telah terlihatlah seorang gadis muda berambut indigo panjang yang tergerai, memakai kemeja putih, celana jins serta sepatu flat berwarna hitam. Sebenarnya itu adalah aku. Ya aku kini telah berada dilantai tiga dan menuju ke ruangan direktur.

Tap-tap cklek! Kini aku telah membuka pintu ruangan direktur.

"Permisi, saya Hyuuga Hinata datang karena paman— ah maksudku Fugaku-san memanggilku," ujarku sambil tersenyum sopan kepada kedua orang di hadapanku. Ya, orang pertama adalah paman Fugaku yang tengah duduk di kursi direktur dan yang kedua adalah si rambut perak yang tengah berdiri disamping paman Fugaku.

"Ayo silahkan masuk Hinata-san," suruh paman Fugaku seraya tersenyum simpul tapi terkesan ramah, aku mengindahkan perkataannya dan masuk.

"Maaf paman aku telat datang," ujarku seraya membungkuk, paman Fugaku menggeleng pelan.

"Tak masalah. Ayo silahkan duduk, dan Kakashi-san tolong ambilkan minum untuk Hinata-san," perintah paman Fugaku. Orang yang dipanggil Kakashi mengangguk lalu berlalu sementara aku duduk di hadapan paman Fugaku.

Setelah kepergian Kakashi, kami saling berbincang-bincang. Paman sangat gampang menyesuaikan diri denganku, dia terlihat begitu ramah dan sedikit humoris. Kalau begini, aku jadi tak mengenali kalau paman itu adalah pemilik perusahaan terbesar nomor dua di jepang.

Ketika sedang asyik berbincang, tiba-tiba pintu kembali terbuka kami berdua sama-sama menoleh untuk melihat orang dibalik pintu itu. Kami kira itu adalah Kakashi, tapi ternyata bukan si rambut perak yang terlihat di balik pintu itu. Melainkan..

Mataku membulat sempurna melihat sosok orang itu. "Bokong ayam!" pekikku kaget, kini aku tengah mengacungkan jari telunjukku kearah orang yang kupanggil 'bokong ayam' itu.

Paman hanya dapat mengerutkan dahinya bingung atas perkataanku tadi, sementara laki-laki itu hanya dapat memandangku datar— sangat datar.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku masih kaget akan kedatangannya.

"Apa kau bilang? Tentu saja bekerja, ini kan perusahan milik ayahku," jawab laki-laki itu sambil menyilangkan tangan di dadanya.

"APA?! Kau pasti bercanda!" ujarku tak percaya dengan perkataannya, kini aku menoleh kearah paman Fugaku. "Paman dia sedang bercanda kan?" tanyaku pada paman Fugaku, paman Fugaku menggeleng pelan.

"Tidak, dia memang putra paman. Dan karena hal itulah paman memanggilmu kesini, paman ingin kau menjadi sekertaris direktur disini— alias sekertarisnya Sasuke, putra paman."

"APA?!" ujarku dan Sasuke bersamaan, kami begitu kaget mendengar perkataan paman Fugaku barusan.

—TBC—

.

.

Yak selesai sudah chapter 2:D, apakah kurang seru? kurang gereget? Maaf ya readers kalo ceritanya semakin abal dan gak bermutu :( cerita ini saya buat di saat inspirasi saya lagi nongol(?) dan maaf kalo banyak typo di sana-sini karena saya gak mengoreksi lagi.

oke deh sampai bertemu di chapter selanjutnya, oh iya InsyaAllah saya akan meng-update cerita ini setiap hari selasa. tapi ini cuman baru rencana, belum tahu nanti setiap hari selasa inspirasi saya kembali muncul atau enggak -,-

Akhir kata saya ingin mengucapkan RnR please please please .. :D #ngedip-ngedipin mata.