Title
Ya, Aku Mencintainya (Ye, Naneun Geureul Sarang)
Writer
Fou Kanalikuli
Summary
Meskipun kini aku telah sukses, tetap saja latar belakangku tak akan berubah. Akulah Lee Sungmin, gadis pulau miskin yang tak pantas bersanding dengan putra seorang duta besar –Min
Gadis itu sangat manis. Pertemuan kami yang buruk itu membawa kami pada kisah cinta yang penuh perjuangan –Kyu
Aku tidak tahu kenapa dia begitu berkeras hati. Dia bahkan membohongi perasaannya sendiri. Memangnya kenapa jika marga kami sama? –Hae
Di Korea, dua orang dengan marga sama, tidak boleh menikah. Tapi, itu bukanlah satu- satunya alasan kenapa aku menolak Lee Donghae –Eun
Genre
romance, family, hurt/comfort
Rating
T (teen) / PG-13 (parental guide, over 13 years old)
Characters
Lee Sungmin (27)
Cho Kyuhyun (25)
Lee Donghae (17)
Lee Eunhye (Eunhyuk) (16)
Dan Karakter- Karakter Lainnya yang Muncul Silih Berganti (DKKLyMSB)
Length
Multi chapters (ch. 5 : 950 words)
Disclaimer
This is a real person fanfiction. Characters in this story are not mine, and in reality, I don't personally know them. The plot is pure from my imagination and not realy happened in reality as in reality, Lee Sungmin is male, not female. I will make no financial gain as I publish this fiction. Thankyou for understanding.
Warning
genderswitch, newbie writer, boring –sure, little bit out of character, alternative universe
~*~ Fou Amora Kanalikuli ~*~
Musim dingin tahun 2013, SMA Sains Mapo –Seoul : Meskipun Dia Selalu Menghindar..
Donghae berjalan di koridor SMA Sains Mapo yang masih sepi. Karena sekarang masih jam tujuh, para siswa tentu baru akan mulai berangkat. Atau paling tidak, sekarang mereka sedang ada di dalam bus atau subway.
Namun, tiba- tiba langkah Donghae terhenti di depan pintu aula sekolah. Dia mendengar suara alunan musik yang sangat lembut, mirip alunan musik pengiring penari balet. Dengan mengendap- endap, Donghae membuka pintu aula dan melangkah masuk.
Hal pertama yang Donghae lihat adalah seorang gadis yang sedang menarikan balet dengan lemah gemulai diiringi alunan musik yang sama seperti yang Donghae dengar tadi. Dan lagi- lagi, Donghae terpengarah ketika mengetahui siapa gadis yang sedang menari itu.
Lee Eunhye.
Setelah alunan musik itu habis, Eunhye menghentikan tariannya dengan membungkukkan badan ke arah bangku penonton yang nyaris kosong. Hanya ada Donghae di sana, sedang menatapnya penuh kekaguman.
"Sunbae!" Eunhye memekik terkejut ketika melihat Donghae. Bagaikan hantu, Donghae tiba- tiba muncul. Padahal, Eunhye sudah yakin kalau ketika masuk tadi, tak ada orang lain selain dirinya.
Donghae berdiri dan berjalan menuju Eunhye yang sedang mengemasi barang- barangnya. "Aku tidak tahu kalau kau sangat ahli menarikan balet," puji Donghae.
Eunhye menunduk. "Te.. terimakasih, Sunbae," gumam Eunhye lirih.
Mereka pun sempat berdiam canggung sampai Eunhye membuka suara. "Sunbae, saya permisi dulu," katanya sambil membungkuk. Tapi, baru saja dia melangkah, tangannya dicekal Donghae.
"Aku.. ingin mengatakan sesuatu." Donghae menghela napas. "Nae nuna bilang, jika mencintai seseorang, lebih baik mengatakannya. Aku pikir juga begitu. Karena itu, aku ingin mengatakan kalau.. kalau.. kalau aku mencintaimu, Eunhye-ya. Aku jatuh cinta denganmu sejak pertama kali melihatmu. Maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Donghae, memberanikan diri memegang tangan Eunhye.
Eunhye menghela napas berat. Bahkan Donghae baru sadar kalau mata cantik Eunhye sudah mengeluarkan air mata.
"Eun.. Eunhye, kenapa?" tanya Donghae khawatir.
Eunhye melepas genggaman tangan Donghae dan mengusap air matanya.
"Maafkan aku, Sunbae. Terlalu banyak alasan kenapa aku tidak bisa menerimamu. Sekali lagi, maafkan aku," kata Eunhye sambil membungkuk dalam, lalu berjalan meninggalkan Donghae yang kini, hatinya sudah hancur.
~*~ Fou Amora Kanalikuli ~*~
Bersama beberapa orang sahabatnya, sore itu, sepulang sekolah, Eunhye duduk di kafetaria sekolah sambil menyelesaikan tugas sekolahnya. Saat itulah, dirinya tak sengaja melihat Donghae yang berjalan melewati kafetaria. Donghae tak melihatnya. Tapi Eunhye merasa gugup dan sedih. Sekali lagi, air mata keluar.
"Hye-ya, kau baik- baik saja?" tanya Choi Siwon, orang yang duduk di sampingnya.
Eunhye menoleh. "Aku baik- baik saja, Wonnie-ya. Aku hanya sedikit lelah. Aku akan pulang lebih awal," kata Eunhye sambil mulai memasukkan ultrabook-nya ke tas dan membereskan kertas- kertas tugasnya.
~*~ Fou Amora Kanalikuli ~*~
"Ya, buat janji bertemu dengannya. Aku memiliki banyak waktu di Korea," Kyuhyun mengakhiri sambungan teleponnya ketika melihat Sungmin sudah berjalan ke arahnya sambil membawa nampan berisi menu makan malamnya.
"Terimakasih, Minnie-ya," katanya sambil mengambil sumpitnya.
"Yah, sama- sama. Selagi kau makan, aku akan menemanimu," kata Sungmin sambil duduk di hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya mengangguk sambil mulai menyuapkan makan malamnya.
"Kau membuat janji dengan siapa, Kyuhyun-ah? Bukankah kau sedang cuti?" tanya Sungmin sambil memainkan telepon pintarnya.
Kyuhyun mengangguk. "Aku memang cuti. Tapi orang tuaku memintaku mencari istriku," kata Kyuhyun.
Sungmin menatap Kyuhyun dengan ekspresi terkejut. "Ka.. kau sudah menikah? Di usiamu yang semuda itu?" tanya Sungmin tidak percaya.
"Belum, Minnie-ya. Aku baru akan melamarnya. Tapi, pertama- tama, aku harus betemu dengannya dulu. Dan sampai saat ini, dia selalu menghindar," kata Kyuhyun.
"Ah, perempuan itu bodoh sekali," gumam Sungmin dengan perhatian yang sepenuhnya tercurah pada telepon pintarnya.
Kyuhyun mengernyit. "Kenapa, memangnya?"
"Yah, laki- laki yang mengejarnya ini begitu tampan. Tapi, dia malah menghindar," kata Sungmin mendukung argumennya sendiri.
Kyuhyun menyeringai. "Jadi, menurutmu aku tampan?" tanya Kyuhyun.
"Tentu saja. Kau sangat tampan," kata Sungmin polos. Dia mulai mengetikkan sesuatu di layar telepon pintarnya untuk membalas pesan yang baru dikirim Donghae.
'Tentu, Donghae. Makanlah di restoran! ^^'
Kyuhyun berdiri, lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin, melewati atas meja. Dan Sungmin bahkan masih belum sadar.
"Kau menyukaiku, Minnie?" tanya Kyuhyun setengah berbisik, begitu dekat dengan wajah Sungmin.
Sadar dengan apa yang terjadi, Sungmin mendongakkan kepala. "Menyukaimu? Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, huh?" tanya Sungmin sambil mengernyit.
"Kau mengatakan aku sangat tampan, Nona," bisik Kyuhyun.
Sungmin menjadi gugup. "Be.. benar, aku memang mengatakan kau tampan, karena kau memang tampan. Tapi, itu tidak berarti aku menyukaimu! Ada banyak laki- laki yang lebih tampan darimu di luar sana, Kyuhyun-ah, dan aku juga tidak menyukai mereka," kata Sungmin mencoba membela diri.
"Benarkah?"
"Be –"
"Nuna!" pekikan Donghae membuat Sungmin tidak bisa menyelesaikan kalimatnya. Dia menoleh dan menemukan adiknya sedang berdiri sambil menatapnya penuh keterkejutan.
Sungmin pun mulai mencari tahu apa yang membuat adiknya memekik, dan baru sadar kalau posisinya dengan Kyuhyun terlihat sangat rawan.
"Kya! Cho!" Sungmin menjerit sambil mendorong tubuh Kyuhyun, membuat laki- laki itu terjatuh di kursi kayunya.
"Aw, sakit, Minnie!" keluh Kyuhyun sambil memegangi pantatnya yang membentur kursi.
Donghae berjalan mendekati meja mereka berdua. "Siapa dia, Nuna? Apa dia laki- laki yang kemarin malam menahanmu hingga pagi?" tanya Donghae dingin sambil menatap Kyuhyun sengit.
"Ha.. Hae, tenanglah. Dia Kyuhyun, dan yah, kemarin kami memang ngobrol hingga pagi," jelas Sungmin.
Kyuhyun pun mengangguk membenarkan.
"Dan.. dan.. nuna tahu apa yang kau pikirkan. Kami tidak seperti itu, Hae. Tadi itu hanya bercanda saja. Iya, kan, Kyuhyun-ah?" kata Sungmin sambil memberi kode pada Kyuhyun, melalui tatapan mata.
"Yah, hanya bercanda."
"Lagipula, dia sudah memiliki kekasih, Donghae-ya. Tenanglah, OK?" Sungmin mengakhiri kalimatnya dengan mencium kedua pipi Donghae, membuat Kyuhyun tercengang. "Duduklah, akan kuambilkan makan malam untukmu," kata Sungmin sambil berjalan ke dapur.
Donghae mengangguk dan akhirnya duduk di kursi yang sama dimana beberapa waktu lalu Sungmin duduk. Dia terus menatap tak suka ke arah Kyuhyun, sementara laki- laki tampan itu masih asyik menikmati makan malamnya yang sempat tertunda.
TBC
Ngehehe, aku absurd, ya? Kemarin-kemarin bilang kalo bakal lebih cepet update karena modem udah bisa berfungsi dengan normal, eh, nggak taunya, update lama juga. Maaf, yah, maklum lagi sibuk pendaftaran sekolah. Dan akhirnya aku diterima di SMA 3 Jogja, loh. Kekekekkk~ Oh ya, ngomong-ngomong, aku ini 97line. Termasuk tua kalau di antara temen-temen SMP yang lain.
Temen sekelas sih panggil aku Achan ^^ Unyu, yah? Ada juga, yg dari kelas lain, panggil aku Farha. Dan ada juga yang panggil Kyuhyun *beneran*. Tapi mungkin kalian bisa panggil aku Fou. Oh, ya, Fou itu bahasa Prancis. Artinya gila. Dan gila itu aku. Oh ya, salam kenal, semuanya.
Aku sebenernya bingung mau jawab pertanyaan-pertanyaannya apa enggak. Tapi, um.. Donghae sama Sungmin bukan saudara kandung. Sungmin dititipin ke keluarga Donghae sejak bayi. Orang tuanya unknown gitu, deh #plak
Oh ya, terimakasih sebesar-besarnya untuk review, fave, dan follow yang telah teman-teman berikan dan lakukan. I really love it! Hatiku selalu berbunga-bunga tiap baca review. Dan percaya atau enggak, aku jadi pengen dapet flame, loh. Pengen ngerasain aja, gitu.
Ngg… pengen ngomong apa lagi, ya? udah gitu dulu kali ya. oke, disambung chapter depan, setelah semua kesibukan MOP selesai. Doakan kakak-kakak seniornya baik, ya, teman-teman. Sampai jumpa ^^
