Forbidden?
.
By: Latitude1420EXOtic
a.k.a
Ismi Amalia
.
YAOI AREA. DONT LIKE? DONT READ!
.
EXOtics cinta damai, jadi jangan ada flame atau bash,'kai?
.
HunHan with slight KaiLu!
.
Happy reading!
...
Chapter.2
.
Kai terperangah...
Kai menoleh melihat luhan yang sudah menyelimuti dirinya dengan selimut. Luhan terlihat bahagia sekali. baru sekarang kai melihat wajah luhan seceria ini sejak dua hari mereka menikah.
Kai teringat dengan dia yang belum ada sedikitpun 'menyentuh' luhan dari semalam. Jadi itulah alasannya? Jika memang, sampai kapan luhan akan berpura-pura?
'TERSERAH!'
Kai menutup-tepatnya membanting-pintu balkon dengan kasar. Dia segera saja membuka seluruh pakaian yang melekat padanya dan menindih luhan. Luhan tersentak ketika kai membanting pintu balkon dan dia lebih terkejut lagi saat menyadari kai berada di atas nya.
Sejak kapan kai ada di sini?
Kai yang sudah dibutakan oleh nafsu dan kemarahan segera saja merobek satu-persatu piyama luhan. Luhan memberontak dengan sia-sia karena tentu saja kai lebih kuat dari padanya.
"kai-ah! apa yang kau lakukan?! Kai lepaskan aku!" Luhan tak bisa apa-apa, dia tidak bisa melihat apapun, otomatis dia juga tak bisa melihat bagaimana marah nya Kai saat ini.
Plakk!
Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi kanan luhan.
"DIAMLAH! KAU ISTRIKU! AKU BEBAS MELAKUKAN APAPUN PADAMU!"
Setetes cairan bening meluncur dari ekor mata Luhan. Luhan merasakan sakit yang luar biasa di pipi nya setelah kai menamparnya. Luhan tak bisa percaya ini, tapi Kai adalah orang pertama yang berani menamparnya. Luhan mulai terisak, tapi percuma. Kai tak akan mungkin mendengarnya.
.
Cepat atau lambat, orang akan tahu sesuatu yang kita sebut 'cinta paling suci' milik kita..
...dan nyatanya itu tabu...
.
Setelah berhasil menelanjangi luhan, kai mulai membuat banyak kissmark di leher, bahu, dada dan paha mulus luhan.
Luhan memukul-mukul dada kai tapi kai langsung mencengkram tangan luhan kuat. Kaki luhan yang menendang-nendang udara kosong dibawah sana pun diapit Kai dengan kedua kaki nya. Kuat sekali. sangat kuat sampai luhan lelah mencoba untuk bergerak.
"diam saja! Kau akan menikmati ini!"
Tanpa pemanasan atau penetrasi apapun Kai langsung saja menghujamkan kejantanan nya yang sudah mengeras itu ke hole luhan,
Jlebb!
"AARRGGGHHH! KAI! APPO! KAI KELUARKAN!" jerit luhan sekuat yang dia bisa. Rasanya sakit dan perih sekali. benda tumpul itu serasa membelah dua tubuhnya dalam sekali tebasan. Luhan mencengkram erat seprai di bawahnya, meluapkan rasa sakit pada hole nya.
Darah mulai mengalir dari hole luhan dan mengotori seprai ketika kai langsung bergerak maju mundur secara tak sabaran di 'dalam' luhan.
"ahh! Ahh! Ohh~ Shit! luhan you so tight! Ahh!"
Kai mendongak ke atas sambil memejamkan matanya menikmati sensasi pijatan yang diberikan dinding hole luhan pada kejantanan nya yang besar dan panjang. Pinggulnya bergerak maju mundur dalam tempo cepat. 'kenapa tak dari semalam aku melakukan ini? DAMN! Ini benar-benar nikmat!' umpat Kai dalam hati.
Luhan hanya mampu menggigit bibir bawahnya kuat untuk menahan semua rasa sakit ini. sambil memejamkan matanya erat, membayangkan sehun menenangkannya dengan kata-kata manis yang menghibur.
Kata Kai, Luhan akan menikmatinya? Kai bohong! Luhan sama sekali tak menikmati ini! Kai membuatnya kesakitan.
Dapat dilihat, bibir bawah Luhan mulai berdarah karena Luhan menggigitnya terlalu kuat.
Luhan hanya dapat menangis dalam diam dan memanggil nama Sehun. Berharap namja itu datang dan menenangkannya-lagi-lagi seperti yang ada dalam
Sehunnie.. hiks.. kau dimana? Hiks.. sakit.. kai, mengingkari janjinya dihadapan tuhan.. dia menyakitiku.. sehunnie.. tolong aku, hiks..
.
Lalu.. apa Luhan juga menepati janji suci yang dia ucapkan dihadapan tuhan itu?
Janji suci untuk hanya mencintai dan menyayangi kai seorang di sisa hidupnya..?
.
.
.
Forbidden?
.
.
.
.
Sehun mengetuk pintu kamar itu dengan tak sabaran.
Cklek!
Chanyeol membukakan pintu kamar nya-dengan baekhyun dalam keadaan telanjang dan kejantanan yang sedikit mengacung.
'shit!' maki sehun dalam hati.
"kau mengganggu sekali bocah! Pergi sana!"
"bisa pelankan suara kalian?! Aku tak bisa tidur!"
"tak tahu diri! Kami sudah memberimu tumpangan! Pergi sana! Mengganggu saja!"
Brakk!
Sehun melotot melihat pintu yang barusan dibanting di depannya. Satu kebiasaan sehun, jika dia sedang marah, maka dia tak segan-segan menendang apapun yang ada di dekatnya, walaupun itu vas kaca sekalipun.
Praaang!
See? Dia menendang vas kaca yang ada di samping pintu kamar baekhyun dan chanyeol. Kaca itu berserak di lantai. Kaki sehun yang tak memakai penutup apapun, berdarah setelah dia menendang vas kaca itu.
"damn it!"
.
Sehun memandangi punggung telapak kaki nya dengan tatapan malas. Masih terasa mendenyut, padahal luka nya hanya sedikit. Tapi sehun akui, lukanya dalam.
'ahhsh~ channie~ ssh.. moreehh~ suck it~'
Sehun melirik tajam dinding sebelahnya. Ini sudah jam satu lewat, kenapa mereka masih sangat ribut? Percaya atau tidak, mereka mulai menggila dan berteriak-teriak sejak tiga jam yang lalu. Sehun yang sudah akan tertidur harus terbangun lagi dan berakhir dengan kaki yang terluka seperti saat ini.
Sehun menyerngit ketika dia terasadar sesuatu. 'eh?' pikirannya langsung tertuju pada luhan, dan sialnya perasaannya tak enak. 'apa luhan hyung baik-baik saja?'
'arrgghh! Channie!'
Sehun membulatkan matanya. Mungkinkah luhan dan kai sedang bercinta sekarang?. Sehun menggeleng 'tidak, tidak.. luhan tak mungkin-.. tidak. Luhan sudah menjadi hak kai, apa-..' sehun tak berani menduga-duga.
Bukankah Kai mencintai Luhan? Jadi dia tak akan mungkin memaksa Luhan. Ya, sehun percaya itu. Kai tak mungkin memperkosa istrinya sendiri. Tapi apa itu memang benar?
Sehun mengangguk ragu. "ini hanya perasaanku saja.. aish! Apa mereka tak bisa berhenti?!"
.
Yeoja cantik itu menunduk di hadapan suaminya. Dari raut wajah nya dia sedang takut sekarang.
"bagaimana dia bisa kabur?!" namja yang berumur sekitar 50 tahun itu menggebrak meja di depannya. "itu berarti kau tidak menjaga nya!"
"ahni yeobo, dia bilang dia tak ingin pergi kemana-mana. Tapi kita memaksanya.." cicit yeoja cantik itu pelan, masih menunduk.
"apa kau bilang?! Memaksanya?! Kau yang memaksanya! Bukan aku! lagipula siapa yang kelancangan menyuruhnya pergi ke Kanada?"
"..."
"sehun juga anakmu! Bukan hanya luhan!"
"yeobo.. mian.." yeoja itu mencoba memeluk suaminya tapi sang suami menghempaskan tubuh yeoja itu hingga terjatuh ke lantai. Beberapa maid yang ada di ruang tamu memerhatikan majikan mereka dengan tatapn iba dan takut.
"aku tak mau tahu pokoknya sehun harus kembali dalam dua ha-AKH!,
BRUKK!
Namja itu tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
"YEOBO!" pekik yeoja itu menghampiri suaminya. "MAID! CEPAT PANGGILKAN AMBULANS!" teriak yeoja itu panik.
"yeobo! Yeobo! Ireona! Yeobo!"
'sehun! Aku tak akan memaafkanmu jika suami ku meninggal!'
.
Luhan membuka matanya perlahan, tapi yang dia jumpai hanya gelap. dia merasakan tangan kai melingkar di pinggang nya. Hole nya juga masih terasa perih dan mengganjal. Jadi dia tak bermimpi? Yang semalam itu betul?
Luhan membeku ketika Kai mengeratkan pelukannya pada tubuhnya. Otomatis kejantanna Kai yang masih berada di hole nya pun tertanam makin dalam. Luhan menggigit bibir bawahnya ketika merasakan kejantanan kai seperti mengenai sesuatu yang membuat jantung nya berdetak dua kali lebih cepat. Tapi sesaat kemudian dia meringis pelan menyadari bibirnya berdarah lagi karena dia gigit. Ingat, dia menggigit bibir nya sampai berdarah semalam.
"ssh.."
Luhan menarik tubuhnya menjauh dari Kai, kejantanan Kai yang masih 'tertidur' itu pun sedikit demi sedikit keluar dari hole nya.
...Kosong.
Terasa sangat kosong setelah Kai keluar dari tubuhnya.
Saat aku dan sehun melakukannya dulu.. tak terasa sekosong ini..
Kai terbangun ketika merasakan kulit kejantanan nya bergesekan dengan sesuatu yang hangat. Kai membuka matanya dan mendapati luhan sedang berusaha menjauh dari tubuhnya. Kai diam saja. Ketika luhan sudah agak menjauh dan berada di bagian pinggir ranjang mereka, mata Kai menangkap bercak darah di seprai mereka. Sebersit perasaan bersalah menghampiri nya. Tapi sesaat kemudian dia menyangkal rasa bersalah itu.
'tidak!.. itu lazim terjadi.'
Kai menyerngit ketika Luhan berbalik dan meraba wajahnya. Cepat cepat Kai menutup matanya dan berpura-pura masih tidur.
Alis.. turun ke mata, kemudian hidung, pipi, philtrum, rahang dan terakhir... bibir Kai. Luhan menyentuh bibir Kai cukup lama sebelum akhirnya Kai mandengar,
"kau tampan.. masih tampan seperti dulu."
Kai membuka matanya dan mendapati Luhan mendekatkan wajahnya pada wajah nya.
Chu~
Luhan mengecup bibir kai. Dan tak disangka-sangka luhan melumat bibir tebal Kai. Kai kembali menutup matanya dan tangannya bergerak melingkari di pinggang ramping luhan. Membalas ciuman Luhan...
.
.
.
.
Forbidden?
.
.
.
.
Sehun menendang kerikil yang ada di dekatnya. Dia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8.45 a.m. 'kenapa Luhan hyung belum datang? janjinya kan jam tujuh.' Keluh Sehun dalam hati. Tadi malam saat di telepon, Luhan mengatakan mereka bertemu di taman biasa, pukul tujuh. Katanya Luhan akan diantar Kai. Karena Kai lewat tempat itu saat akan pergi kerja, tapi kenapa Luhan tak kunjung datang? apa Kai tak ke kantor hari ini?
'mana aku meniggalkan ponselku lagi!'
Setelah menunggu hampir dua jam, Sehun memilih menyerah. Mungkin Kai tak mengizinkan Luhan pergi, atau mungkin memang Kai lebih memilih bolos kerja hari ini. Nyatanya, bolos kerja bukan lah masalah baginya. Bukankah dia direktur nya di perusahaan nya?
Tepat sesaat setelah Sehun pergi, mobil sport berwarna perak menepi di taman depan taman itu. Kai keluar dari dalam dan melihat ke seluruh taman yang kecil itu.
"Sial! Anak itu menambah pekerjaan saja! Kemana lagi perginya dia?!" kai mengumpat pelan lalu kembali menggas mobil sport nya.
.
Biiiipp...
"appa..?" luhan menjauhkan telinganya dari mulut appa nya dan meraba wajah appanya. "appa?" tanya nya bingung. Tak ada hembusan nafas dari hidung namja tua itu. "umma... appa kenapa...? Kenapa dia diam saja?" tanya luhan mulai panik. Yeoja yang ada di belakang luhan menutup mulutnya yang bergetar dan memejamkan matanya tak kuasa, cairan bening mulai mengepul di membanjiri matanya. Yeoja itu limbung hampir terjatuh ke lantai sebelum Baekhyun berinisiatif menahan bibi nya itu.
"ajumma... tenanglah..." Baekhyun mengusap usap lengan yeoja paruh baya itu berusaha menenangkan.
"baekkie? Chanyeol-ah? umma?! appa kenapa?! Kenapa dia diam saja?!"
Tak berapa lama kemudian, beberapa perawat dan seorang dokter memasuki ruang rawat appa luhan membawa mesin kejut listrik. Beberapa suster mulai menggunting baju pasien milik appa luhan dan menempelkan alat pemicu detak jantung itu di bagian tertentu di dada nya. Sedangkan dokter mengoleskan cairan kental berwarna bening pada alas sebuah alat yang mirip setrika kecil.
"200 joule!"
"200 joule siap!"
"hana, dul, shock!"
Brukk!
Tubuh appa luhan terguncang keras, namun alat pembaca detak jantung yang ada di meja dekat ranjang tak kunjung menunjukkan grafik. Hanya garis lurus berwarna hijau.
Luhan menautkan alisnya. "a-a-apa yang terjadi?! Umma! baekkie! Chanyeol! Kalian kenapa diam saja?! Appa kenapa?!" chanyeol memeluk luhan dan mengusap-usap punggung nya. Luhan berusaha memberontak tapi Chanyeol menahannya.
"luhan hyung, tenanglah."
"apa maksudmu?! Chanyeol-ah, appa kenapa?! Kenapa perasaanku tak enak?!"
Dokter itu menggeleng. Peluh sudah membanjiri dahinya, menandakan dia khawatir kalau dia gagal menyelamatkan pasiennya. "sudah berapa menit suster?" tanya nya -berusaha untuk- tetap tenang pada seorang suster.
"lima menit dokter."
"baiklah coba sekali lagi. naikkan sampai 350 joule!"
"ne, 350 joule siap!"
"hana, dul, shock!"
Dokter itu menggeleng pasrah melihat tak ada pergerakan lagi. dia mengangguk dengan hati yang berat. "Umumkan kematiannya."
Luhan membelalakkan matanya. Seketika tangis Luhan pecah. dia tak percaya dengan apa yang baru dia dengar. Appa nya meninggal? Secepat itu? Umma Luhan menghambur memeluk Luhan dan menenangkan Luhan walaupun sebenarnya dia juga sangat ingin menangis dengan keras. Tapi itu hanya akan menambah runyam suasana hati anaknya.
Dokter itu menghampiri umma Luhan dan meminta maaf. "maaf, kami sudah usahakan yang terbaik." Ucapnya lalu pergi dari ruangan itu diikuti para suster.
Luhan memeluk appanya. Bibirnya bergetar ketika telapak tangannya menyentuh wajah appanya yang terasa kaku. Dia teringat kata-kata terakhir appa nya pada nya tadi.
'jangan biarkan anakku sehun berada di luaran sana.. akh-.. setidak-nya.. beritahu ummamu siapa dia seben-...'
Luhan menggeleng. Kemana sehun? Kenapa Kai lama sekali datang? Apa sehun tidak di taman seperti yang mereka janjikan semalam di telepon?
Cklek!
Serentak semua langsung menoleh ke sumber suara. Pintu. Melihat objek yang berdiri di depan pintu itu, umma Luhan langsung berdiri menghampiri nya. "Mana bajingan itu?" tanyanya. Sehun muncul dari belakang kai dan menatap ummanya sengit. Dia tak suka dengan sebutan bajingan yang diberikan oleh ummanya itu.
Plakk!
Satu tamparan mendarat di pipi sehun.
"umma? siapa itu?" Luhan mencoba berdiri dibantu oleh chanyeol.
"untuk apa lagi kau kesini?! Huh?! Kau yang menyebabkan nya meninggal!"
Gulp!
Sehun menelan ludah nya. 'Apa maksudnya ini?'
Sehun menatap tubuh kaku appanya yang terbaring di ranjang. Dia tak bisa mengatakan apa-apa. Bibirnya serasa terkunci rapat. Dia serasa ingin meledak saja sekarang. Sehun berjalan linglung menuju ranjang itu. Tepat satu langkah sebelum dia sampai di ranjang itu sehun terduduk.
"Sehunnie?" luhan menaikkan alisnya. Instingnya mengatakan ini sehun. Luhan mencoba menghampiri Sehun yang terduduk tak jauh darinya dan chanyeol –lagi-lagi dengan instingnya.
Grepp!
Luhan memeluk Sehun erat. Menenggelamkan kepalanya di bahu Sehun.
"hyung.."
Airmata Sehun mengalir dan jatuh ke bahu Luhan. Luhan yang merasakan bahunya basah, meraba wajah Sehun dan mengusap air mata Sehun dengan telapak tangan nya.
"kenapa appa diam saja? Aku disini... kenapa dia tak tersenyum padaku..?"
Luhan mengusap rambut Sehun dan mencium pipinya. Luhan tahu Sehun sangat terguncang sekarang. Kai yang melihat adegan itu menaikkan alisnya dan berusaha untuk tetap tenang. Luhan adalah istrinya dan sehun adalah adik iparnya.
Brukk!
"agh.." luhan terhempas karena umma mereka menarik Luhan dengan kasar.
"hyung!" Sehun ingin berdiri membantu Luhan, tapi niatnya itu harus dia urungkan ketika Kai langsung menghampiri Luhan dan umma nya menahan lengannya.
"Kau lihat hasil perbuatanmu?! Kau membunuh suamiku! Kau membuatku jadi janda! Bajingan!" Sehun tertunduk "Kenapa kau kabur dari rumah?! Heh?! Kau memang berencana membunuhnya, kan? Kau tahu! Kau tahu dia sangat menyayangimu! Kau tahu itu! Kenapa kau malah kabur dari rumah?! Kau membuatku gila Oh Sehun!"
.
.
.
.
.
.
Forbidden?
.
.
.
.
To Be Continued!
.
.
.
.
.
Annyeong semua~! ^_^
Im back~!
ini chapter dua nya~!
otte? mengecawakan kah? atau malah lebih dari mengecewakan..?
heumm... tao ge semalam ultah ya? oh~ happy birthday Tao ge!
moga makin imut, makin baik, makin sekseh;) and makin di sayang Kris /
pokoknya wish ya all the best lah ge! :)
big thanks to:
SL1412, yantijinki, ohristi95, dian deer, chyshinji0204, lisnana1, 0312luLuEXOticS, BoemWonkyu'98, Minyeon-Song, baekyeolssi, baby reindeer, rinie hun,
dan semua silent reader yang sudah membaca ff ini~! :)
.
last,
R
E
V
I
E
W
please~ :)
