My Black Valentine

Story : Hyugazumaki

Disclaimer : Mashashi Kishimoto

Pairing : Naruto x Hinata x Sakura x Sasuke

Rated : T

Warning : Typo, OOC, Gaje, Bahasa tidak baku, Ide cerita pasaran

My Black Valentine part II

.

.

.

Mereka merangkak berbaris menghindari scurity yang tengah beroperasi disekitar mereka, Naruto merangkak paling depan, pandangannya sesekali melihat kebelakang melihat keberadaan sang security, namun saat dia menghadap depan lagi dia menabrak sesuatu.

Bugh! Sepatu hitam, celana hitam, baju hijau tua, berambut putih.

"Kyaaaaaaa..!" Naruto, Gaara, Sasuke tersentak kaget melihat sosok pria berseragam security itu berdiri dengan aura membunuh.

"Berdiri anak-anak nakal!" bentak lelaki itu berkacak pinggang dan melebarkan matanya kearah Naruto dan teman-temannya.

Suasana hening sejenak, dan beberapa pengunjung sempat memperhatikan anak-anak nakal itu.

"Ee...ehehehehehe..." Naruto berdiri dengan wajah salah tingkahnya, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Sasuke dan Gaara juga berdiri dengan muka yang tak kalah konyol dengan Naruto.

Badan tegap sang security berhadapan dengan tiga bocah SMU yang Nakal ini, "Apa yang kalian lakukan disini bocah?" selidik security bertag-name Jiraiya itu dengan wajah curiga.

"Eehh, kami hanya bermain," jawab Naruto singkat, dengan cengiran khas rubahnya.

"Bermain katamu?" selidik sang security, wajahnya masih mengisyaratkan ketidakpercayaan kepada ketiga remaja yang terlihat bengal dihadapannya.

"Iya hanya bermain petak umpet," ucap Gaara singkat membantu Naruto berdusta, tanganya sudah bersedekap seperti kebiasaanya.

"Iya benar sekali, petak umpet," Sasuke menambahi, Naruto masih nyengir dan menggaruk kepalanya lagi.

"Benarkah?" Kata security tersebut mengernyitkan dahinya, meyakinkan.

"Iya betul!" jawab ketiga pemuda itu kompak seperti paduan suara dan mengangguk cepat bersamaan.

"Baiklah... tapi dengan siapa kalian bermain ha?! setahuku kalian hanya bertiga! jangan mencoba membohongiku anak muda! bahkan aku punya indra keenam!" Kata pria berbadan tegap itu, berharap ketiga pemuda dihadapanya itu nyalinya menciut dan tidak berani berbohong.

Naruto menengok kanan kiri, pandanganya menyapu beberapa sudut stand pakaian disekitarnya, mencari sesuatu, dan mata safirnya menemukan objek yang dia cari, "Nah...itu dia pak!" Naruto menunjuk gadis berambut indigo dan merah muda yang masih asik berada distand parfum, "Itu dia yang membuat kami bersembunyi" Kata Naruto bohong.

"Iya benar sekali gadis-gadis itu adalah pacar kami," Sasuke mencoba membantu Naruto lagi,

"Lalu?! kenapa kalian bersembunyi? ha?" selidik sang security, semakin tidak terima alasan si pemuda.

"Ee..ehee..anoo...sebenarnya..mereka...anoo.." Naruto kebingungan kehabisan akal, hanya menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, sang security memiringkan kepalanya menunggu jawaban Naruto.

"Sebenarnya mereka mengajak kami berkencan, iya kencan." Sasuke lagi-lagi membantu Naruto berbohong.

"Iya tapi...kami mengatakan bahwa hari ini sibuk, tak disangkanya malah kami bertemu disini," Gaara menambahi, wajahnya terpaksa meringis meyakinkan security.

Lalu agar lebih meyakinkan, Naruto dan si mata Onyx juga mata panda bercerita panjang lebar, tentunya itu hanya kebohongan mereka saja.

Entah apa yang mereka ceritakan, tetapi pria yang diketahui sebagai kepala security itu terlihat mengangguk-anggukan kepalanya mendengarkan cerita Naruto dan kedua sahabatnya.

"Ooo..iya iya..anak muda memang selalu begitu, berbohong untuk mendapatkan kesenangan lain ya," kata tuan security menatap satu persatu pemuda penyuka olahraga basket itu, dan membuat wajah ketiga bocah nakal itu merah padam, "Sial orang ini tidak bisa ditipu", begitu gerutu Naruto dan kedua kawanya dalam hati, "Tapi bagaimanapun ini bukan tempat bermain, pergilah sebelum mereka menemukan kalian dan membuat keributan disini, itu akan sangat merepotkanku, aku tau wanita itu adalah makhluk yang merepotkan." jawab sang security membayangkan istrinya dirumah yang galak, yang ternyata sama sekali security itu tak tahu jika sedang dibohongi ketiga remaja tampan itu.

"Huuuft... syukurlah...pria ini tidak menyadarinya" batin Naruto, wajahnya lega, begitu juga dengan Gaara dan Sasuke.

Wajah-wajah lega terlukis diraut wajah Sasuke, Gaara dan Naruto, mereka segera pergi meninggalkan stand snack dan security yang masih manggut-manggut, dan tentu saja beberapa cokelat berhasil mereka selipkan kedalam saku dan jaket sebelum mereka tertangkap tadi.

.

.

.

"Apaaaa! Bakayaroo! kalian memalukan sekali!" Bugh!, satu tinju dari Sakura mengenai kepala Sasuke setelah dia menceritakan kejadian didalam mall tadi.

"Oouch! apa masalahmu cherry!" Sasuke menengok kekursi belakang dimana Sakura duduk dibelakangnya dengan wajah merah, Sasuke meringis menahan sakit, Naruto yang memegang kemudi merasa ngeri hal itu akan berlaku juga untuknya, Gaara membuka lebar mulutnya terkejut, Hinata hanya terkikik melihat Sakura menghajar Sasuke.

"Kau juga panda!" bentak Sakura pada Gaara yang duduk disampingnya.

"Aaaku?" pekik Gaara heran,

"Iya! dan kau juga Naruto!" Sakura masih berapi-api "Hah..apa kata dunia seorang anak pejabat seperti kalian mencuri cokelat? hah memalukan!" Lanjut Sakura, bibirnya masih mengerucut menahan emosi, dan hal itu malah terlihat lucu dimata para sahabtnya.

"Sudahlah Sakura chan, kita kan hanya bermain-main," jawab Naruto santai sambil mengemudikan mobilnya.

"Bermain katamu?!" geram Sakura, tanganya terangkat bersiap memukul Naruto, tapi mengingat nyawa mereka ada ditangan Naruto, Sakura mengurungkan niatnya.

"Eeee... sudahhlah Sakura, bukankah kita tadi juga melakukan sedikit kejahilan?" Bela Hinta dengan senyum yang dipaksakan.

Blush... wajah Sakura memerah mengingat kejadian dimall tadi, ternyata kelakuan mereka tak jauh beda, tapi setidaknya Sakura tidak membawanya pulang.

"Aaaaa... apa yang kalian lakukan tadi? Selidik Naruto, nyengir menggoda Sakura dan Hinata.

"Tidak apa-apa!" jawab Sakura, memalingkan wajahnya kesamping, melihat pemandangan diluar melalui kaca mobil.

"Haaah... Jangan bilang kau juga mencuri parfum Sakura," Kata Sasuke tanpa menoleh kearah Sakura, menatap lurus ke jalanan yang mulai gelap.

Plak! Sebuah pukulan mendarat dikepala Sasuke lagi, siapa lagi kalau bukan Sakura yang melakukannya.

"Ouh! Baka! kenapa kau memukulku lagi Sakura?" Sasuke menggosok-gosok kepalanya yang panas, hatinya benar-benar kesal, terkena pukulan Sakura dua kali, tapi mengingat Sakura adalah wanita, Sasuke tak membalas.

"Kau yang baka uchiha!" jawab Sakura dengan wajah sinis, iapun sedikit kesal dikatai mencuri oleh Sasuke.

"Tunggu sampai aku menghamilimu Haruno! dan kau akan memohonku untuk menjadi ayah dari anakmu itu dan menyesali pernah memukulku berkali-kali!" Sasuke mengomel melampiaskan kekrsalanya.

"Grrhhh...apa katamu Sasuke!" Sakura menggeram dan menjambak rambut pantat ayam milik Sasuke, dan mengguncang-guncangkan tubuh Sasuke "Ulangi sekali lagi Uchiha...dan aku akan membunuhmu sekarang juga !"

"Kyaaaa...lepaskan aku Sakura...lepaskaaaann...!" Sasuke berusaha berontak,

"Haha... sudah Sakura sudah," Hinata mencoba melepaskan jambakan Sakura pada Sasuke.

Sementara Naruto terkekeh melihat kelakuan sahabat-sahabatnya yang berisik seperti biasanya, sedangkan Gaara memilih cuek dan memejamkan matanya seakan tak terjadi apa-apa, walau sebenarnya dalam hati geli juga oleh kelakuan teman-temanya itu.

Untuk beberapa saat mobil yang menyusuri gelap malam kota Konoha itu terdengar sangat berisik oleh suara tawa Hinata, Naruto yang mentertawakan Sakura dan Sasuke, dan Suara berisik dari Sakura yang yang masih belum puas menghajar Sasuke didalam sana.

TBC

A/N : Ini chapter keduanya, kependekan ya T.T... ,walo cuma sedikit yang Review saya ucapkan terima kasih ^^ kepada kalian semua.

yah wlo ini menunjukan ceritanya gak bagus *otl, tapi atas dukungan kalian berlima... aku terusin fict ini sampai selesai.. InsyaAllah..