Warning: YAOI, OOC, AU, lebay, gaje, garing, dll.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T.

Don't Like? DON'T READ.

Angel or Devil? Chapter 4: Kyuubi di Rumah

Kyuubi lagi jalan nyantai menuju kelasnya sambil ngunyah permen karet en nyandang tasnya. Pas lewat di koridor, banyak siswa-siswi yang ngeliatin dia dengan tatapan aneh. Biasanya sih tatapan sebel, tapi.. kali ini beda.

"Ck, kenapa sih? Mereka kangen gue jailin kali, ya." gumam Kyuubi kesel. Dia mulai menajamkan pendengarannya.

"Beneran?"

"Iya! Gue aja gak percaya!"

"Percaya aja sih, secara dia punya otak encer banget."

"Ckckck.."

Kyuubi memutar matanya bosan. Kirain apaan, ternyata mereka pada ngomongin hasil olimpiade toh. Dia terus jalan dengan santai, seenggaknya sampe,

"Ohayou, Kyuubi-kuuun!" terdengar sorakan dari lapangan basket. Kyuubi noleh. Segerombolan cewek en cowok lagi bawa-bawa spanduk bertuliskan 'YOU'RE AMAZING, KYUUBI-KUN'. Kyuubi ngangkat sebelah alisnya, "Astaga, orang-orang gila itu lagi pada ngapain coba?" gumamnya, memasang wajah ilfil.

"Kyaaa! Dia makin kereen!"

"Udah keren, pinter lagi!"

Kyuubi sweatdrop. "Sejak kapan gue punya FC?".

"KYAAA! ITACHI-SAMAA!" mendadak mereka makin histeris saat ngeliat Itachi. Kyuubi kembali sweatdrop.

"Ckck.."Kyuubi langsung masuk ke kelasnya. Dia langsung duduk di bangkunya en memulai ritual biasa. Nyender ke kursi sambil ngunyah permen karet.

Tak lama, bel berbunyi dan semua murid masuk ke kelas masing-masing.

"Pagi, pak!"

"Pagi, anak-anak." guru kelasnya dateng diikutin seorang cowok berambut merah. Semua cewek pada bisik-bisik sambil wajahnya blushing.

"Kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan dirimu." kata guru itu. Semua murid excited kecuali Kyuubi tentunya. Dia tetep nyantai ngunyah permen karet tanpa ngeliat ke depan.

"Pagi, nama saya Nagato, saya pindahan dari Ame, mohon bantuannya!" sapa cowok rambut merah itu.

"Buh!"Kyuubi melotot dan memuntahkan permen karetnya. Nagato?

"Ada masalah apa, Kyuubi-san?" tanya guru itu. Kyuubi pura-pura gak peduli.

"Nggak. Terusin aja." jawab Kyuubi pura-pura cuek. Padahal jantungnya dag-dig-dug tuh.

"Sialan. Dosa gue apa sih?" gumam Kyuubi kesel. Nagato senyum.

"Ah, kamu bisa duduk dengan Konan." kata guru itu. Oke, you're lucky, Nagato. Konan duduk tepat di belakang Kyuubi. Kyuubi nepuk jidatnya, "Ck, apes banget gue."

"Halo, Kyuubi.." sapa Nagato.

"Yayaya."jawab Kyuubi cuek. Nagato senyum.

"Kebetulan banget, ya."

"Yaaa, kebetulan banget gue juga lagi pengen nonjok elu. Gue lagi ogah nyari ribut sih, makanya diem en gak usah ganggu gue, bisa?" kata Kyuubi sambil mendelik. Nagato terkekeh.

"Loe masih marah?"

"Ahaha, marah apaan? Gue cuma pengen ngehajar elo kok." Kata Kyuubi sambil senyum sok manis. "Pergi dari hadapan gue sekarang!" bentaknya kemudian. Nagato senyum lagi.

"Btw, siapa yang waktu itu marah en ngehajar gue? Pacar loe, ya?" tanya Nagato.

"Bukan."

"Lah, terus siapa?"

"Supir gue." jawab Kyuubi ngasal. Nagato mengerutkan dahinya.

"Supir? Masa sih?"

"Elo liat kan dia nyeret gue ke mobil? Berarti dia supir gue." jawab Kyuubi kembali ngasal.

"Ohh, sukur deh. Berarti loe masih sendiri." kata Nagato sambil lagi-lagi senyum.

"Loe buta, ya? Di sini ada 32 anak." kata Kyuubi, mulai gak sabar ngeladeninnya. Dia segera cabut dari kelas menuju ke taman belakang sekolah. Sasori geleng-geleng.

"Sori yah, dia emang galak begitu.." kata Sasori. Nagato senyum.

"Gak papa.."

Di taman belakang..

"Sial, siaaal!"Kyuubi mukul-mukul pohon buat ngelampiasin rasa dongkolnya.

"Gue ini kenapa sih? Kemaren, gue ngasih harapan ke si bocah orange itu? Sekarang? Ngapain lagi si rambut merah brengsek itu pindah ke sini? Aaargh!" umpatnya kesal.

"Jadi loe di sini?" Kyuubi noleh. Mata merahnya beradu sama sepasang mata onyx.

"Elo?"

"Waah, kebetulan banget, ya.." kata Itachi. Dia mulai bisa nyantai lagi ngomong sama Kyuubi.

"Jauh-jauh loe! Gue lagi bete!" katanya, sewot banget si Kyuubi.

"Oh? Apa hak elo ngusir gue? Ini taman milik bersama loh.." kata Itachi. Kyuubi yang lagi nggak mood debat sama tuh orang langsung cabut. Itachi senyum.

xxxXXXxxx

Waktunya Kyuubi pulang, dia lagi jalan menuju halte, karena mobilnya lagi ngadat di bengkel, dia harus baik bus. Baru aja dia duduk dengan tenang,

"Heh, duit, duit!" segerombolan cowok –sok- sangar nyamperin dia.

"Loe kondektur? Maaf deh, ini halte, bukan bis." jawab Kyuubi. Leadernya kesinggung berat.

"Loe ngajak gue ribut? Serahin duit loe atau-"

"Apa?" tantang Kyuubi. Dahi preman –katanya- itu berkedut kesel.

"Loe berani sama gue?" bentaknya. Kyuubi smirk. Lumayan nih, kebeneran gue lagi pengen ngehajar orang.

"Kang, mas, om, mbah, eyang, gue gak takut sedikitpun sama teri tengil macam elo!" kata Kyuubi. Leadernya mulai mendidih. Akhirnya gerombolan itu ngegempur Kyuubi yang cuma nyantai ngeladenin mereka.

"Loe nyari mati?" bentak seorang cowok berambut putih kebiruan. Preman itu noleh en langsung gemeteran takut.

"Ma-maaf.."

"Inget! Loe boleh mangsa siapapun kecuali cowok ini! Ngerti!" bentak cowok itu lagi. Kyuubi mengerutkan dahinya. Perasaan gue kenal deh..

"Ng-ngerti.."

"Pergi dari hadapan gue sekarang!"

"Hiii, iya!" gerombolan itu langsung lari tunggang langgang. Kyuubi mendelik.

"Mau jadi pahlawan kesiangan nih ceritanya? Sori mas, gue hampir aja ngehajar mereka semua kalo loe gak ngalangin gue." kata Kyuubi kesel. 'Padahal baru aja gue nemu bahan buat ngelampiasin keboringan gue, haaah~' batinnya keki.

Cowok rambut putih itu noleh en senyum ke Kyuubi.

"Siang, manis.." Kyuubi melotot. Siaaaaaaaaaaaaaaaaal!

"Elo?" cowok itu kembali senyum.

"Loe inget kan sama gue, honey?" kata cowok itu sambil ngelus dagu Kyuubi.

BUAGH!

"Jauh-jauh loe." kata Kyuubi sadis. Suigetsu ketawa.

"Hahaha, tonjokan loe boleh juga.." katanya santai. Kyuubi mendelik.

"Gue bilang jauh-jauuuh!" bentaknya kesel. Suigetsu ketawa lagi.

"Oke, oke. Kalo loe dalam bahaya, gue pasti dateng buat elo kok. Love you, honey.." Kyuubi mau muntah ngedenger kalimat rayuan si Sui. 'Bahaya apaan? Baru aja gue mau seneng-seneng!' umpat Kyuubi dalam hati.

Suigetsu pun jalan ninggalin Kyuubi.

Several days later…

"Akhirnyaaa~ liburan dimulai!" Kyuubi menghempaskan tubuhnya ke sofa.

"Akhirnya gue bisa lepas dari semua orang gak waras itu." gumam Kyuubi.

Ketenangan Kyuubi gak berlangsung lama. Mendadak bel rumahnya bunyi. Naruto lagi piknik sama temen-temennya, dan itu artinya dia yang harus buka pintu.

"Siapa sih? Ganggu aja!"kata Kyuubi kesel sambil jalan menuju pintu.

Krieeeet...

"Hai, Kyuu..."

WHAAAT?

"E-elo?"Kyuubi melotot. Nagato lagi berdiri di depan pintunya sambil bawa-bawa kantong plastik.

"Selamat si-"

BRAAAAKK

Tanpa nunggu kalimat itu selesai, Kyuubi langsung nutup pintu. Dia jadi dongkol banget. Kenapa sih gue gak bisa lepas dari merekaaa? Batinnya frustasi.

"Kyuu! Gue bawain elo makanan loh!"

"BODO!"

"Ayolah, gue udah capek-capek nyari alamat elo. Masa loe usir begini sih?"

"LIKE I CARE!"

"Gue simpen makanannya di depan pintu deh. Kalo gak mau ketemu ya gak apa-apa. Bye~" terdengar suara mobil menjauh. Kyuubi menghela nafas lega. Dia kembali berbaring di sofa sambil ngutak-ngatik hapenya.

Drrrtt.. Drrttt...

Kyuubi mengerutkan dahi.

From: unknown

Hi, Kyuu. Ini gue Yahiko, save nomor gue ya!

Dan kali ini Kyuubi bener bener pengen nyeburin author- eh, nyeburin dirinya sendiri ke empang mbah Danzo.

"Dari mana dia dapet nomer hape gue?" gumamnya kesel. Tanpa ba-bi-bu dia langsung ngehapus sms itu dan kembali fokus menikmati ketenangan.

Drrrt... Drrrtt..

From: Sasori

Kyuu, sori, gue ngasih tau alamat elo sama Nagato. Sori banget, ya!

Twitch! Twitch!

Dahi Kyuubi berkedut. Dia ngelempar hapenya ke dinding sampe berantakan, terus nginjek-nginjek 'bangkai' hapenya.

"Sekarang gak ada yang bakal ganggu gue lagi." gumamnya sambil menghela nafas tenang.

xxxXXXxxx

"Tadaima!"Naruto ngebuka pintu dengan riang. Kyuubi yang lagi tiduran cuma ngelirik dikit.

"Eh, Kyuu. Di depan kok ada kantong plastik, punya siapa tuh?" tanya Naruto. Kyuubi memutar matanya.

"Mana gue tau, gue gak keluar rumah. Udah deh, buang aja tuh kantong! Tau tau bom ntar kita yang celaka." kata Kyuubi. Padahal dia tau, tuh kantong isinya makanan dari Nagato.

"Iya deh." Kyuubi menghela nafas lega. Naruto kembali keluar dan membuang kantong itu ke tempat sampah tanpa melihat isinya.

Lain waktu Kyuubi mungkin bakalan masang kamera cctv di deket pintu, jaga-jaga buat tau siapa yang dateng.

Kriiiing... Kriiiing...

"Halo, selamat malam!"

"Hah? Oh, ada kok. Sebentar ya.." Naruto nutup gagang telepon sejenak.

"Kyuu! Ada telpon!" Kyuubi cuma jalan dengan males dan nyamber tuh gagang telepon.

"Yak, siapa?"

"Hai, Kyuu!" mata Kyuubi membulat. Duuuh, kenapa nasib gue harus sesial ini sih? Jangan-jangan gue di stalk lagi!

"Dari mana loe dapet nomor telepon rumah gue?" terdengar suara di seberang tertawa.

"Hahaha, gue kan pinter. Masa juara satu olimpiade gak tau caranya nyari nomer telepon orang lain?" dahi Kyuubi berkerut. Si Uchiha sialan ini bener-bener berbahaya! Dulu alamat rumahnya, sekarang nomer teleponnya. Jangan-jangan nanti nomer sepatunya pun dia tau.

"Jadiii, loe mau apa nelpon malem-malem begini?"

"Tumben loe nanya maksud? Biasanya cuek. Gue cuma pengen denger suara loe kok."

"Oh, suara gue. loe udah denger kan? Makasih, selamat malam!" kata Kyuubi sebelum nutup sambungan telepon. Haruskah gue ngebanting telepon rumah jugaaa?

"Eeh, Kyuu! Kyuubi! Kok ditutup sih?"

Kyuubi bener-bener frustasi. Hari pertama liburannya kacau! Pagi-pagi, udah ada Nagato. Nah, Yahiko pake acara sms dia segala. Malemnya? Itachi malah nelepon dia.

"Apa gue gak bisa hidup tenang?" umpatnya kesel.

To Be Continued

Readers sekalian yang sangat saya cintai dan banggakan –halah-.

Saya minta maaf atas keterlambatan yang amat sangat terlambat ini, saya banyak tugas jadi susaaaah sekali untuk bisa ngapdet fic T.T

Tentang ripiu, saya bales satu satu deh, lagian gak terlalu banyak kan Y.Y

Baiklah, review/concrit/flame please?