NB : DX Gomen ne... Karna aku masih baru disini, FF ini jadi kacau dan berserakan(?) Sebenarnya cerita ini udah dipublish sih, tapi.. yah itu tadi... Kacau! Fiuhh... Baiklah, ini adalah chapter lanjutannya~ Selamat membaca bagi yang baru pertama kali baca, dan selamat membaca kembali bagi yang udah baca XDv

2 tahun kemudian

Kamis, 9 November 2011 (10.37)

"Hei Naruto! Tangkap ini!" teriak seorang gadis berambut lurus sebahu.
"Uwahh..!" gubrak! "aww..! Kepalaku…" rintih Naruto saat benda berat itu mendarat tepat di depan wajahnya.
"Hihihii… kamu kurang gesit, Naruto. Harusnya kamu langsung menangkap tas ini." ucap Sakura sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Naruto berdiri.
"Yahh.. Mana bisa aku menangkapnya… Saat aku berbalik, tiba-tiba kepalaku kena benda besar ini!"
"Huh, alasan! Yasudah, sekarang kamu bawa tas ini sampai ke gerbang Konoha. Kita bertanding, ayo!" tantang Sakura yang sudah bersiap-siap dengan tas besar dipunggungnya.

Mata Naruto membelalak kaget. Tunggu.. sepertinya pernah ada kejadian begini. Semua kenangan masa kecil Naruto kembali berputar-putar di otaknya. Terutama saat Hinata berlomba dengannya..
"Hinata…"ucap Naruto perlahan. Seseorang yang dulu pernah hadir dihidupnya, kembali muncul dalam ingatannya.
"Ah! Hinataa..!" tiba-tiba saja ada seseorang yang meneriakkan nama itu. Naruto tersadar.
Siapa yang tadi berteriak? Sakura? Oh.. Sakura… Hah?! Sakura?! Kenapa dia menyerukan nama itu… Akkhh..! Bikin kesal aja! Naruto mulai terlihat frustasi dangan pikiran-pikirannya sendiri.
Sedangkan Sakura masih saja menyerukan nama itu.
"Hei, Sakura! Bisa kah kau diam?! Kenapa kau berteriak memanggil-manggil Hinata?! Akkhh!"
Naruto menoleh dan ingin membekap mulut Sakura yang masih rebut-ribut dengan kata Hinata. Gerakan tangannya juga langsung berhenti. Satu-satu nya yang bergerak adalah mata Naruto yang membelalak kaget. Dia langsung berlari ke arah Hinata yang memang berada didekat mereka.
"Ini bukan mimpi kan?" tanya Naruto meminta kepastian dari Hinata.
"Bukan…" jawab Hinata dengan mata yang sendu sambil tersenyum kecil.
"Wuaahhh..! Kau kembali, kembali..!" teriak naruto kegirangan, dia langsung memeluk Hinata erat, erat sekali… Naruto takut Hinata menghilang lagi…

Semua terlihat bahagia..
Tunggu, tidak.. bukan semuanya. Sakura terlihat tidak suka dengan adegan itu. Dia terlihat sedih, saat Naruto memeluk Hinata dengan bahagia. Akhirnya, Sakura memutuskan untuk pulang dengan perasaan yang terluka dan tas besar yang masih berada dipunggungnya.

"Hei bagaimana kalau aku mentraktirmu makan ramen sebagai hadiah karena kepulanganmu?"
"Ramen?"tanya Hinata ragu. Naruto mengangguk meng-iyakan.
"tapi… aku…"
Belum sempat Hinata menyelesaikan kalimatnya, Naruto sudah langsung menggendong Hinata dan berlari secepat kilat ke kedai ramen.

"Hinata, selama ini kau dari mana saja? Kenapa pindah rumah tidak memberitahuku? Dua tahun itu waktu yang cukup lama, tau. Bahkan selama itu kau juga tidak pernah mengabariku. Kau ini… Aku sangat kaget ketika kau tiba-tiba berada di dekat kami!" Kata Naruto ketika dia sudah menghabiskan ramennya.
"Yang pentingkan kan aku sudah kembali" ucap Hinata sambil tersenyum lembut.
Naruto terdiam melihat ekspresi itu.

Selama 2 tahun yang berubah ternyata bukan hanya rambutnya, tetapi juga senyumnya dan pandangan matanya terlihat meneduhkan. Wah..wah… dia semakin terlihat dewasa, manisnyaaa! Puji Naruto dalam hati
Tapi.. tunggu, tunggu… Dia juga terlihat semakin kurus, dan apa-apa'an ini? Dia bahkan tidak menyentuh ramennya!
Naruto tersadar dari pikiran-pikirannya dan berkata, "Hei Hinata! Kenapa kau tidak menyentuh ramenmu sedikit pun? Aku saja sudah habis… Biasanya kan kau lahap saat dikasih makan ramen. Kau diet ya? Hahahaha… Udah kurus, buat apa diet? Wkwkwk"
Hinata hanya tersenyum.

"Naruto, bolehkan aku tinggal di rumahmu? Aku datang ke Konoha hanya sendiri, ayah ku tidak ikut." Tanya Hinata saat mereka sedang berkeliling Konoha
"Hem? Tentu saja boleh…" sahut Naruto yang masih diliputi rasa bahagia.

Beberapa hari kemudian…

"Aku berangkat!" ucap Naruto sambil memutar kenop pintu.
"Eh, tunggu! Ini..eh,, ini bento untukmu!" Hinata menyodorkannya pada Naruto sambil menundukkan kepala.
"Hemmm… Terima kasih, ya" kata Naruto sambil tersenyum dan mengelus kepala Hinata.
"Aku berangkat!" lanjutnya. Saat Naruto sudah keluar, Hinata tetap berdiri sambil tersenyum malu dengan rona merah dipipinya. Tes! Setetes cairan jatuh mengenai sandal rumah yang ia pakai.
Tiba-tiba Hinata jatuh terduduk, dan bergumam "Ah.. Iya.. Aku terlalu bahagia, sampai lupa kalau aku sekarat… Hahh… Menetes lagi." Dia segera berlari ke toilet.
Sambil menyeka hidungnya, dia menangis terisak-isak… "Sakit… sakit sekali…" gumamnya.