NB : DX Gomen ne... Karna aku masih baru disini, FF ini jadi kacau dan berserakan(?) Sebenarnya cerita ini udah dipublish sih, tapi.. yah itu tadi... Kacau! Fiuhh... Baiklah, ini adalah chapter lanjutannya~ Selamat membaca bagi yang baru pertama kali baca, dan selamat membaca kembali bagi yang udah baca XDv

Sabtu, 1 Desember 2011 (20.15) Rumah Naruto

"Hei Naruto, belakangan ini kamu pulangnya selalu terlambat ya…" pancing Hinata saat mereka makan malam. Dia terlihat penasaran dengan kegiatan Naruto yang selalu membuatnya pulang lama.
"Hehehe… aku ikut pelajaran tambahan" ucapnya sambil nyengir-nyengir kuda.
"Besok… temani aku jalan-jalan, ya? Kamu bisa tidak?"
"Oh.. besok? Oke,oke.."jawabnya sambil mengunyah makanan.

Keesokannya, Naruto tetap pulang malam sehingga membatalkan janjinya dengan Hinata. Besoknya, besoknya, besoknya dan seterusnya, dia masih belum menepati janjinya.

Rabu, 17 Desember 2011 (06.50)

"Aku berangkat!"ucap Naruto. Sedetik kemudian terdengar suara pintu dibuka dan ditutup.
"Fiuuhh… Dia berangkat juga. Baiklah, sekarang waktunya." Hinata segera memakai sepatu bootnya dan berlari keluar rumah sambil melilitkan syalnya. Yap, dia pun memulai aksinya, yaitu MENGAWASI NARUTO. Sepanjang jalan dia melihat orang-orang yang berbicara dengan Naruto hingga sampai di akademi.

"Ohayou, sakura!"seru Naruto berlari pelan ke arah Sakura sambil melambaikan tangan.
"Ohayou, Naruto! Ohya, bisa kan nanti ..ta ….e…ka…?"
Ha? Sakura bilang apa? Aduh.. suaranya terlalu pelan… Akkhh…! Apa yang mereka bicarakan?
batin Hinata yang mulai terlihat frustasi karna jarak mereka cukup jauh.

*Saat Pelajaran di mulai*
Dengan Sakura lagi? pikir Hinata ketika dia melihat Naruto duduk satu meja dengan Sakura.

*Istirahat*
Lagi?!

*Pulang*
Sama Sakura lagi?!

loh, loh… mereka mau kemana? Seharusnya kan Naruto belok ke kiri, kenapa dia malah mengikuti Sakura?

Sepanjang sisa hari itu Hinata terus mengikuti Naruto & Sakura dari belakang. Keesokan harinya dia juga tetap melakukannya sampai 2 hari kedepan.

Minggu, 21 Desember 2011 (09.15) Rumah Naruto

"Naruto…"
"Ya? Ada apa Hinata?"
"Mmm.. Begini… bisa tidak kamu menemaniku belanja nanti? Ada sesuatu yang ingin aku beli…"
"Ya, tentu saja. Tapi, setelah aku pulang ya. Nanti jam 2 sore aku sudah disini, kok."
"Hmm… janji ya? Jam 2…" ujar Hinata menatap jari-jari kakinya.
"Baiklah, aku pergi dulu." Blam! Terdengar suara pintu yang ditutup.

Hahh.. Aku sendiri lagi… Dia selalu saja meninggalkan ku sendiri di rumah. Aku jadi tidak yakin dia menepati janjinya. Huhh… batin Hinata sambil memeluk kedua kakinya.
"Aku kesepian Naruto…" ucapnya dan mulai kembali terisak-isak.

Saat itu, lagi-lagi Naruto tidak menepati janjinya dengan Hinata. 2 jamlebih Hinata menunggunya, tetapi akhirnya dia memilih untuk pergi sendiri. Pergi untuk membeli kado natal buat Naruto.

Ketika Hinata pulang, Naruto belum juga tiba dirumah. Padahal ini sudah sangat malam.
"Apa yang sedang ia lakukan diluar sana? Naruto…"

Skip…
"Ini sudah 2 hari, tapi Naruto belum pulang juga… Dia kemana? Naruto…"
Cklek… Blam! Terdengar suara pintu dibuka dan ditutup.
"Naruto? Naruto… apa itu kamu?"
"Kau masih belum tidur juga? Arrghh..! Sial!" ucap Naruto sambil mengacak-acak rambut pirangnya dan menjatuhkan dirinya di sofa di sebelah Hinata duduk.
Hinata terkejut mendengar kata-kata itu… Pandangannya tidak lepas dari Naruto. Dia sedang kesal.. Sepertinya sangat-sangat kesal… Ada apa dengannya? batin Hinata.
"Kenapa kau melihatku seperti itu? Tolong hentikan pandangan itu Hinata!"

Hinata tidak mendengarkan perkataan Naruto. Dia masih saja sibuk dengan pikiran-pikirannya.

Saat dia tersadar, dan ingin bertanya kenapa Naruto baru pulang hari ini, tiba-tiba saja Naruto mencium bibirnya. Kalimat yang mau dia lontarkan kembali masuk ke dalam mulutnya. Hinata terpaku ditempatnya, matanya membelalak kaget, dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa senang, tapi juga bingung. Dia ingin mendorong Naruto, tetapi dia menginginkan hal ini. 1 menit, 2 menit, baiklah… dia mulai sulit bernafas. Ini ciuman pertamanya, dan itu dilakukan bersama dengan orang yang selama ini dia suka. Tapi bagaimana dengan Naruto? Apa dia menyukai ku makanya dia menciumku? Batin Hinata dalam hati. Tidak! Ini tidak benar! Bisa saja aku hanya dijadikannya pelampiasan karena Sakura! Ya.. Sakura… Tiba-tiba saja dia merasa sedih. Hinata segera mendorong Naruto sekuat tenaga. Saat Naruto melepaskan ciuman itu, dia melihat Hinata menangis tersedu-sedu. Terlalu banyak air mata yang dia keluarkan. Naruto kaget. Dia merasa bersalah karena telah melakukannya.

"Maaf…" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Naruto, lalu dia pergi ke kamarnya dan meninggalkan Hinata yang masih menangis disana.