True Love

Summary : Daisuke Menyukai Disaat Yang Sama Takeru Juga Menyimpan Rasa

Yang Sama Terhadap Yang Akan Terjadi Selanjutnya...?

Disclaimer : Semua Tokoh Bukanlah Milik Author

A/N : Dalam Fic Ini Para Digidestined Telah Menginjak Usia Remaja . Juga OOC

Ya,Ini Adalah Fic Pertama Saya...Karena Itu Saya Mohon Maaf Yang Sebesar-besarnya Jika Ada Kesalahan Seperti Apapun.

Well,Akhir Kata Yang Bisa Saya Ucapkan,

Enjoy The Story

Chapter 6

Keesokan Harinya,Daisuke Dikejutkan Dengan Berita Bahwa Hikari Sedang Masuk Rumah Mendapat Kabar Ini Dari Berdua Beserta Digimon Mereka pun Pergi Ke Rumah Sakit Tersebut.

Rumah Sakit.

"Ada Apa Ini?" , Tanya Daisuke Saat Memasuki Ruang ICU.

"Hikari,Dia Di Serang Piedmon." , Jawab Taichi.

"Kenapa Di Serang?" , Tanya Sora Kembali.

"Tidak Tahu." , Jawab Mimi.

Takeru Hanya Menangis Di Samping Pacarnya Yang Sedang Tidak Sadarkan Diri Itu.

"Semua Ini Salahku." , Katanya.

"Ya,Semua Ini Memang Kesalahanmu Takeru!" , Timpal Daisuke.

"Kenapa Jadi Kau Yang Marah , Daisuke ?!" , Kata Takeru Sedikit Jengkel Dengan Perkataan Daisuke Barusan.

"Kau Sebagai Lelaki Harusnya Rela Berkorban Untuk Pacarmu,Bukan Malah Kabur!"

"Aku Kabur Untuk Menyelamatkan Diri!"

"Kalau Kau Kabur Untuk Menyelamatkan Diri, Kau Sudah Harus Menangis Seperti Bocah Ingusan Lagi?" , Kata Daisuke Yang Sepertinya Sudah Siap Bertarung.

"Bocah Ingusan Katamu?!" , Takeru Marah Dengan Ucapan Yang Keluar Dari Mulut Daisuke.

"Itu Memang Kenyataannnya."

Duak! Sebuah Pukulan Keras Diluncurkan Takeru Ke Pipi Daisuke.

"Berani Sekali Kau...!" , Kata Daisuke Sambil Membalas Pukulan Takeru Dengan Lebih Keras.

Takeru Hanya Meringis Daisuke Sudah Siap Dengan Pukulan Terakhirnya.

"Hey,Sudah Cukup! Kenapa Kalian Malah Berantem Sih?!" , Kata Taichi Sambil Memisahkan Mereka.

"Taichi , Lebih Baik Kau Minggir Atau Kau Akan Terkena Pukulan Juga." , Kata Daisuke.

"Ohh...Kau Pikir Kau Yang Terkuat Disini...?!" , Kata Taichi Yang Malah Ikut-Ikutan Berseteru.

Daisuke Dan Taichi Pun Memulai Pertarungan Mereka Dengan Pukul-Pukulan.

Sementara Itu Takeru Hanya Bisa Memegang Pipinya Yang Biru Akibat Pukulan Daisuke.

"Hadeh...Kenapa Taichi Jadi Ikut Ikutan Berantem juga Sih...?" , Kata Mimi Sambil Memegang Kepalanya.

"Hahaha...Hey,Yamato Dan Ken , Apa Kalian Tidak Ikut Berantem Juga...?" , Kata Sora Yang Malah Bercanda Di Situasi Begini.

"Tidak . Kami Cinta Kedamaian." , Kata Ken Dengan Gayanya Yang Seperti Pak SBY Itu.

"Azek...Badai Banget Kata Katanya Ken." , Timpal Yamato.

"Badai...? Cetar Membahana Badai Halilintar...?Kau Pikir Syahrini...?" , Kata Mimi Dan Sora Bersamaan.

"Alhamdullillah ya Sesuatu." , Kata Ken Yang Kali Ini Mengikuti Gaya Syahrini Itu.

Mereka Ber-Empat Hanya Bisa Tertawa Bersama.

Baik . Kita Kembali Ke Masalah Daisuke , Taichi , Dan Takeru.

Daisuke Dan Taichi Menghentikan Pertarungan Mereka . Tapi Mereka Masih Adu Mulut.

"Jangan Ikut Campur Taichi , Ini Urusanku Dengan Takeru." , Kata Daisuke.

"Di Situasi Seperti Ini Kalian Malah Berantem..? Kalian Ini Punya Otak Atau Tidak...?!" , Kata Taichi.

"Kami Lebih Banyak Menggunakan Hati Nurani Daripada Otak." , Timpal Takeru.

"Kok Malah Jadi Kayak Partai Hanura Ya...?" , Kata Daisuke.

"Eh...Kalau Begitu JK Colection Saja Deh." , Kata Taichi.

"Kenapa Kalian Malah Ngomongin Partai Politik Sih...?!" , Kata Daisuke Bingung.

"Karena Nanti Akan Ada Pemilu." , Kata Takeru.

"Hey,Kalian Dukung Siapa..?" , Tanya Taichi.

"Belum Ada Bisa Kami Tentukan Sekarang." , Kata Daisuke.

"Aku Suka Dengan Partai Hanura,Soalnya Ada Hary Tanoesoedibjo Di Sana." , Kata Takeru Menjelaskan.

"Aku Lebih Suka Golkar Itu Keren." , Kata Taichi.

"Dasar Baik Partai Demokrat." , Potong Daisuke.

" Lihat Aja Nanti." Kata Takeru.

Sepertinya Mereka Sudah Lupa Kalau Mereka Sedang Bersitengang Ya.

"Hey,Apa Masalah Sudah Selesai?" , Tanya Sora.

"Masalah ? Masalah Apa?" , Taichi Malah Bingung.

"Hadeh...Masalah Kalian Tadi Itu Loh..." , Kata Yamato.

"Masalah Apa...? Kita Ngomongin Pemilu Kok." , Timpal Takeru.

"Masalah Hikari...! Apa Kalian Lupa...!?" , Tanya Mimi Sedikit Kesal Karena Tingkah Laku Mereka Yang Pikun Itu.

"Sssst...! Jangan Diingatkan Lagi...!" , Bisik Ken Kepada Mimi.

"Oh Iya...! Masalah Hikari...! Aku Lupa..!" , Kata Daisuke Kaget.

"Dasar Kalian Ini." , Kata Sora

Tak Lama Kemudian,Dokter Masuk Ke Ruang ICU itu.

"Kondisi Yagami Hikari Semakin Bisa Dipindahkan Ke Ruang Rawat Inap." , Kata Dokter Itu.

"Siapa Diantara Kalian Yang Bersedia Menjaga Dia ?" , Lanjut Dokter Tersebut.

"Aku Saja." , Kata Takeru.

"Pastikan Kau Bisa Menjaganya Dengan Baik." , Kata Daisuke Dengan Nada Mengancam.

"Tanpa Diancam Kau Pun Aku Sudah Pasti Menjaganya." , Balas Takeru.

"Baiklah , Apa Dengan Ini Kita Bisa Pulang..?" , Tanya Sora.

"Tentu Pulang." , Kata Daisuke.

Mereka Pun Pulang Kerumah Masing Masing . Sora Diantarkan Pulang Oleh Daisuke.

Depan Rumah Sora.

"Nah , Kita Sudah Sampai." , Kata Daisuke.

"Terima Kasih Ya , Daisuke." , Kata Sora Sambil Tersenyum.

"Gak Masalah. Kamu Gak Apa Apa Sendirian Dirumah...?" , Tanya Daisuke.

"Gak Apa Apa Ada Biyomon." , Jawab Sora Yang Lagi Lagi Tersenyum.

"Ok." , Balas Daisuke Sambil Tersenyum.

"Daisuke , Apa Kamu masih Mencintai Hikari..?" , Tanya Sora Sebelum Masuk Rumahnya.

"Selama Ada Kamu Disisiku , Aku Tidak Akan Mencintai Hikarti Lagi." , Katanya Sambil Tersenyum . "Sudah Ya , Aku Pergi Dulu . Jaga Dirimu Baik Baik Ok...? Telepon Saja Aku Kalau Ada Masalah." , Kata Daisuke Panjang Lebar Sambil Mencium Kening Sora .

Sora Sudah Pasti Kaget Dengan Ciuman Daisuke Yang Penuh Kasih Sayang Itu.

Kemudian Daisuke Pergi Dengan Melambaikan Tangan.

Sora Yang Pipinya Sudah Sangat Memerah , Sudah Tidak Bisa Berkata Apa Apa Lagi . Setelah Melambaikan Tangan Dengan Senyuman , Ia Segera Masuk Kerumahnya.

Saat Di Dalam Rumahnya . Sora Memikirkan Perkataan Daisuke Barusan . 'Selama Ada Kamu Disisiku , Aku Tidak Akan Mencintai Hikari Lagi '...Apa Artinya Daisuke Itu...Sudah Tidak Mencintai Hikari...? Dan Apakah Itu Artinya Daisuke Sekarang Mencintai Sora...?

-End Of Chapter-

Well,Itulah Akhir Dari Chapter 6 . Author Sadar Betul Bahwa Alur Cerita Masih Sangat Pendek Dan Masih Sangat Banyak Kekurangan Dalam Chapter Ini . Tapi Author Akan Berusaha Sebaik Mungkin Agar Chapter Berikutnya Lebih Baik.

Adakah Review Untuk Chapter Ini?