Naruto : The Legend

Genre : Adventure/Romance/Fantasy

Rating : M - Soft Lemon

Pair : Ada masukan? *Masih bingung*

Disclaimer : Character Masashi Kishimoto

First Fiction By Bhie Forsaken

Warning : OOC, Mungkin OC, TYPO(S)*Apa artinya ya?*, GAJE,

SEMI-CANNON (Banyak perubahan sana-sini), Konten DEWASA (Mungkin) di Next CHAPTER.

Tidak suka harap klik icon BACK


"Kalimat" Berbicara

'Kalimat' Berfikir

"Kalimat" Monster/Bijuu/Sebangsanya Berbicara and Jutsu

'Kalimat' Monster/Bijuu/Sebangsanya Berfikir

*Suara* SFX (Sound Effect)


-Chapter Sebelumnya-


"Tapi ini jalan yang terbaik Kushina, aku takut bila nanti identitas Naruto sebagai anak Yondaime tercium keluar, apalagi jika musuh tau." Hiruzen yang mengerti akan kekhawatiran Kushina membujuknya, karna inilah jalan satu-satunya agar Naruto dapat menjaga dirinya.

Kushina lagi-lagi hanya bisa menghela nafas pasrah. "Baiklah tapi kuminta waktu 1 tahun lagi, untuk menjalankan rencana 'itu' dan membujuk Naru-chan." Hiruzenpun mengangguk, ia mengerti kekhawatiran Kushina yang sudah ia anggap anaknya sendiri. Dan keadaan Naruto sekarang.

"Baiklah tapi kau juga harus siap, jika semua tak seperti harapanmu. Aku akan coba membantu." Hiruzen melangkahkan kakinya meninggalkan Kushina yang termenung.


Chapter - 2

Jatidiri yang sebenarnya


Setahun kemudian

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki - 6:15 AM

Terlihat dua orang yang sedang berdiskusi, di ruang keluarga Uzumaki. Dua orang tersebut adalah Hiruzen sang Sandaime Hokage dan Kushina. Terlihat ketegangan yang meliputi keduanya.

"Kushina, kurasa inilah waktu yang tepat untuk melakukanya. Juga lebih cepat Naruto tahu akan jatidirinya, semakin cepat ia dapat beradaptasi." Jelas Hiruzen, kemudian ia mengeluarkan gulungan. "Ini adalah gulungan misi yang berisi tentang siapa yang akan membantu Naruto dalam melatih dan mengkontrol kekuatannya." Katanya lagi seraya memberikan gulungan misi tersebut pada Kushina. Kushina mulai membacanya dengan seksama, lalu ia menghela nafasnya.

"Baiklah, aku akan mengatakannya setelah pesta ulang tahunnya."

-Skip time-

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki 9:00 AM

Naruto terlihat senang akan pesta ulang tahun kecil-kecilan yang ia rayakan bersama Kaa-san, serta Jii-sannya. Ia berfikir bahwa mereka adalah orang yang terpenting dalam hidupnya, walaupun Tou-san telah meninggal saat ia dilahirkan dan tak pernah sekalipun melihatnya ia tetap bisa merasakan kebahagiaan sebuah keluarga hingga kini.


-Naruto P.O.V

Saat lilin diatas kue ulang tahunku dinyalakan oleh Jii-san, Kaa-san menyuruhku membuat permohonan. Aku mulai menutup mata dan mengatakan harapanku dalam hati. 'Ku harap hari ini aku mendapat hadiah yang besar' Batinku, setelah berharap kemudian kutiup lilin-lilin yang ada diatas kue ulang tahunku. Kulihat senyum Kaa-chan, serta Jii-san. Mulai terfikir ide jahil dalam benakku. "Kaa-chan, aku punya sesuatu untuk Kaa-chan." Kaa-chan mulai mendekat.

"Apa itu Naru-chan?" Tanya Kaa-chan. Bukannya menjawab aku memilih mencium Kaa-chan lalu mencolek sisa kue ditanganku kewajah Kaa-chan, Jii-san yang melihatnya hanya bisa tertawa. Ku lihat sepertinya Kaa-chan akan marah.

'Satu, dua, tiga'. Aku berlari dan berteriak disela tawaku. "Haha.. Ma'af Kaa-chan. Hahaha.. KABUURR!". Terdengar suara teriakan Kaa-chan di sepanjang lorong.

Naruto P.O.V End-


-Normal P.O.V-

"Huuh, dasar anak itu." Kushina kembali tersenyum dan membereskan ruangan bekas pesta kecil mereka. Hiruzen kembali tersenyum, ia kemudian meletakkan topi ulang tahunnya yang sedari tadi dipakai untuk merayakan ulang tahun Naruto, dan membantu Kushina.

Beberapa saat kemudian

Naruto, Kushina, dan Hiruzen tengah berkumpul.

Beberapa saat lalu Naruto dipanggil untuk berbicara dengan mereka. Tapi sudah beberapa menit ini belum ada yang memulai pembicaraan tersebut.

"Kaa-chan marah ya sama Naru?" Suara lirih Naruto memecah keheningan, ia merasa Ibunya masih marah atas kejadian tadi. "Kalau benar begitu, Naru-chan janji untuk tak mengulanginya lagi. Kaa-chan jangan marah lagi ya." Sambung Naruto dengan nada menyesal.

Kushina melirik Hiruzen sesaat, kemudian ia menggenggam tangan Naruto. "Kata siapa Kaa-chan marah? Kaa-chan justru senang jika Naru-chan bahagia." Jelasnya sambil membelai lembut rambut blonde Naruto. "Tapi ada sesuatu yang ingin Kaa-chan serta Jii-san bicarakan." Kushina kembali duduk. "Uhm, tapi jika berita ini menurut Naru buruk jangan sedih ya." Tambahnya sambil memasang wajah selembut mungkin, agar Naruto tenang.

Naruto yang mendengar itu merasa lega karena Kaa-chan tidak marah padanya, juga takut dan penasaran akan berita tersebut. "Naru janji, asalkan Kaa-chan dan Jii-chan cerita lagi, nanti saat Naru tidur." Jawabnya dengan wajah ceria.

Hiruzen menatap Kushina sesaat, dan melihat anggukan pertanda Kushina mengijinkannya Hiruzenpun mulai berkata. "Naru-chan, ini tentang siapa sebenarnya ayahmu dan kebenaran tentangnya. Juga tentang Kyuubi ya-."

"Maksud Jii-san apa? Memang Ayah Naru punya salah apa sebelum ia meninggal, sampai-sampai Jii-san bilang itu kabar buruk? Dan siapa itu Kyuubi, Naru enggak kenal?" Sebelum Hiruzen sempat menyelesaikan kalimatnya, ia disela dulu oleh rentetan pertanyaan dari Naruto yang penasaran. Terlihat berbagai perasaan bercampur dalam raut wajahnya yang polos itu.

Kushina menghela nafasnya. "Naru sayang dengarkan dulu perkataan Jii-chan sampai selesai." Terangnya sambil menenangkan Naruto.

"Baiklah Jii-san langsung saja, Ayahmu Namikaze Minato adalah Yondaime Hokage. Dia meninggal tepat dengan kelahiranmu, ia gugur dalam perang karna mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Konoha dan menyegel Kyuubi kedalam tubuhmu. Dan karna Kyuubi ada didalam tubuh Naru, maka Naru menjadi Jinchuuruki no Kyuubi. Kyuubi adalah Ratu para Bijuu. Naru tau kan cerita perang beberapa tahun lalu di Desa Konoha? Dan karena itu Jii-san memakaikan Marga Ibumu agar tidak ada yang mengetahui jatidiri Naru yang sebenarnya sebagai anak Yondaime Hokage dan seorang Jinchuuriki, karna pasti banyak musuh yang mengincar Naru. Ehm, juga tadi Jii-san bilang pada Kushina bahwa Jii-san akan melatih Naru dengan bantuan teman lama Ayahmu." Jelas Hiruzen panjang lebar. Ia melihat Naruto menundukkan kepalanya. 'Semoga ini pilihan yang terbaik, dan tidak terlambat.' Batinnya, karna ia melihat sepertinya Naruto sangat sedih.

Kushina yang melihatnya mulai khawatir. "Naru, Kaa-san tau ini berat. Tapi pasti Tou-chan ingin Naru-chan jadi sehebatnya, Kaa-chan sudah setuju dengan keputusan Jii-san, sekarang tersera Naru. Kaa-chan juga akan membantu melatih Naru."

'Jadi Tou-san pahlawan, lalu aku jadi Jinchuuriki dari Bijuu terkuat. Apakah ini nyata? Tou-san pasti berharap aku menjadi shinobi Konoha yang terkuat, akh tidak pasti Tou-san berharap Naru menjadi Hokage seperti Tou-san.' Tanpa sepengetahuan kedua'a, Naruto tersenyum.

"WAH! Aku senang ternyata Tou-chan adalah pahlawan, walaupun ia telah meninggal tapi Tou-san tidak menelantarkan Naru juga Kaa-chan. Kenapa harus sedih, malah Naru merasa bangga dengan Tou-chan." *Gapsh* Kushina dan Hiruzen serempak menahan nafasnya, mereka kaget akan jawaban Naruto yang notabennya seorang anak yang masih berumur 5 tahun. Belum sempat hilang kekagetan mereka Naruto kembali bertanya. "Kaa-chan kenapa nggak kasih tau Naru? Kan Naru sempet mikir jelek tentang Tou-san, tapi sekarang Naru bangga sama Tou-chan." Naruto kembali tersenyum dan memeluk mereka. Mereka kembali sadar atas kekagetannya, dan membalas memeluk Naruto.

"Ma'afkan Kaa-chan ya Naru, Kaa-chan takut Naru-chan sedih. Oh, ia mulai besok Naru latihan ya, biar Naru kuat seperti Tou-chan." Kembali Naruto tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Hiruzen melepas pelukan Naruto, dan ia mengambil sebuah gulungan. "Ini gulungan Kagebunshin no Jutsu, ini hadian dari Jii-san." Hiruzen memberikan sebuah gulungan kepada Naruto. "Mulai besok akan ada guru yang khusus mengajar Naru, namanya Itachi sama Kakashi. Jadi Naru jangan nakal yah, berlatih yang giat, dan banggakan Tou-san serta Kaa-san."

"Baik Jii-chan, tapi ceritain tentang Tou-chan ya. Terus jangan lupa malam nanti cerita lagi!" Jawab Naruto semangat.

"Siap laksanakan." Jawab sang Hokage.

"Pastinya sayang" Jawab Kushina sambil memeluk Naruto. Mereka kembali membicarakan Minato dimasa lalu, hari ini mereka habiskan bersama-sama.

-Skip Time-

Esoknya

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki 7:35AM

"Ohayou, Naru-chan." Sapa seorang pemuda, dilihat dari penampilannya sepertinya ia ninja Konoha.

Naruto yang bingung hanya bisa menebak. "Apakah anda guru yang dikirim Jii-chan?" Tanya Naruto, walaupun ia sanksi dengan tebakannya karna didepannya terlihat seseorang yang masih muda.

"Wah, Naruto kau pintar ya dapat menebak dengan tepat. Aku Itachi Uchiha, salah satu guru yang dikirim oleh Hokage-sama untuk melatihmu. Baiklah mau langsung latihan sekarang?" Balasnya dengan seulas senyum. 'Karna ku yakin Kakashi pasti akan telat.' Batinnya lagi.

"Ha'i. Tapi aku minta ijin Kaa-chan dulu ya." Kemudian Naruto berlari kedalam rumahnya.

-Skip Time-

Uzu Hi - Tempat latihan 11:21 AM

Terlihat seorang anak kecil sedang berlatih. Keringat membasahi tubuh serta pakaiannya. "Haah, haah. Ternyatah susah yah, membuath bunshin ituh." Kata Naruto pada dirinya sendiri. Karna ia terus memaksa Itachi melatihnya belajar Kagebunshin, maka Itachipun mengajarkannya.

*Poof* Muncul seseorang dengan tiba-tiba disamping Itachi. "Ma'af yah, aku telat. Tadi ada seorang nenek yang minta di antar kerumahnya." Itachi tau pasti yang dikatakannya bohong.

'Masa sih, orang aneh ini guruku.' Batin Naruto.

Itachi hanya memutar matanya akan kebiasaan Kakashi, kemudian berjalan kearah rumah. "Waktunya makan siang Naruto." Tambahnya seranya memposisikan dirinya disebuah sofa.

"Ha'i" Naruto mengikutinya, sedangkan Kakashi hanya bisa sweatdrop dan pasrah dengan sambutan perihal kehadirannya.

-Skip Time-

Seminggu Kemudian

Desa Konoha - Ruang Hokage 18:35 PM

Itachi sekarang sedang melaporkan perkembangan Naruto.

"Hokage-sama perkembangan Naruto sangat pesat, kini ia sudah menguasai dasar pengolahan dan penstabilan chakranya hanya perlu latihan untuk menggunakannya. Ia juga sudah menguasai cara memakai dan menggunakan shuriken dan kunai, serta beberapa kenjutsu dan taijutsu D-Rank." Lapornya, kemudian ia mengelurkan gulungan hasil laporan.

Hokage membaca hasil laporan. 'Hm, bagus. Latihannya berjalan melebihi perkiraanku, anakmu memang mewarisi semangatmu Minato-kun.' Setelah membaca laporan itu sang Sandaime Hokage memerintahkan Itachi untuk pergi.

-Skip Time-

Dua minggu kemudian

Desa Konoha - Ruang Hokage 9:00 AM

Hiruzen menerima merpati pembawa kabar, setelah ia membacanya terlihat raut wajahnya tampak berseri. Berita itu berisikan bahwa muridnya Jiraiya akan datang.

"Sebaiknya aku segera mengusulkan Jiraiya agar melatih Naru-chan." Katanya pada diri sendiri.

Diwaktu yang sama

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki

"Sensei aku berhasil berjalan diatas tebing." Seru seorang anak yang terlihat berjalan di tebing secara vertikal.

"Naruto hati-hati, kamu belum mahir nan-." Belum sempat selesai bicara. Tiba-tiba.

*Bugh*

*Bruaakgh*

"AGH." Naruto jatuh dari tebing dan menabrak target latihan.

"Naruto kau tidak apa-apa?" Tanya pria bermasker itu. Ia berlari ke arah Naruto dan mengeluarkan gulungan P3K. "Lain kali hati-hati Naruto." Tapi ia kaget saat akan mengobati luka Naruto, lukanya malah hilang tanpa bekas. 'Inikah kecepatan penyembuhan Kyuubi? Kurasa mungkin sebentar lagi 'itu' akan dilakukan, bila melihat perkembangan Naruto.'

"Sensei, kenapa bengong? Lukanya parah ya?" Naruto yang takut bila lukanya parah. Kakashipun terkaget dan hanya menggelengkan kepalanya.

"Yah, selesai. Lukanya sudah sembuh, sekarang istirahat dulu." Setelah itu Kakashi berjalan kearah taman.

"Kaa-chan, Naru tadi bisa jalan di tebing." Cerita Naruto pada Ibunya. Sedangkan Kushina hanya bisa tersenyum mendengar cerita Naruto. Naruto terus bercerita hingga waktu istirahat selesai dan ia kembali latihan.

Terlihat Naruto mulai berlatih. Setelah itu ia membaca gulungan jutsu, terlihat wajah Naruto yang kaget.

'Jadi bunshin dapat mengirimkan ingatannya pada pemakai.' Batinnya.

Karna Naruto sudah dapat membuat Kagebunshin walau hanya satu, ia terlihat senang. Mulai ia merangkai handseal.

"Kagebunshin no Jutsu" *Poof* Muncullah bunshin Naruto.

"Yosh, mari kita latihan -ttebayo." Serunya pada bunshinnya sendiri.

'Dia sudah tau ya rahasia bunshin.' Batin Kakashi, tampak ia tersenyum hingga matanya tertutup. Saat melihat Naruto berlatih memakai bunshin sebagai penambah efektifitas latihannya.

*Poof* Muncul dua sosok di halaman kediaman Uzumaki, yang satu adalah sang Hokage, dan satunya tampak seorang besar yang memiliki rambut spike dan memanjang hingga punggung. Dia memakai rompi merah dengan pakaian ninja di dalamnya, juga membawa gulungan besar dibelakang tubuhnya.

"Ohayou Jii-san." Sapa Naruto.

"Ohayou paman, dan juga Jiraiya-sama. Tumben anda kemari, ada urusan apa sampai sang Sannin kemari?" Tanya Kushina , ia penasaran dengan kedatangan Jiraiya.

"Ohayou, Naruto-kun, Kushi-chan. Aku kemari untuk melatih Naruto-kun selama beberapa tahun, aku kangen dengan mu Naruto." Jawab Jiraiya sambil memeluk Naruto. Naruto hanya bisa tertawa kikuk, karena dia belum mengenal Jiraiya.

Setelah Jiraiya melepas pelukannya Naruto mendekati Ibunya. "Kaa-chan, Kaa-chan.. Siapa paman itu?" Tanya Naruto, yang bersembunyi dibalik kaki Kushina.

"Dia adalah Jiraiya-sama, guru Tou-san."

Setelah perkenalan singkat itu, mereka mulai perbincangan dan Kakashi hanya meminta tanda tangan Jiraiya lalu pamit meninggalkan mereka dengan hati berbunga-bunga.

Dan mulailah masa pelatihan bersama Jiraiya sang Sannin

Selama latihan Naruto berkembang pesat, karna Naruto sudah menguasai ilmu-ilmu dasar ninja maka mudah bagi Jiraiya melatihnya. Bahkan Jiraiya pun sudah mulai mengajarkan beberapa justu Rank-D, cara memusatkan dan mengalirkan chkra, bahkan dasar-dasar dari jutsu Rasengan. Karna semanget Naruto yang menggebu-gebu hampir setiap hari Jiraiya mengajarkan ilmu ninja pada Naruto.

-Skip Time-

Satu tahun lima bulan setelahnya.

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki 8:00 AM

Kini Naruto sudah menguasai Rasengan, membuat bunshin lebih dari 50, dan berbagai jutsu dari D-Rank sampai B-Rank. Bahkan dia kini mulai belajar jutsu-jutsu buatannya sendiri, berkat bantuan dari Jiraiya yang memberikan tips padanya.

'Untung saja aku mengalami kejadian itu. Jadi sensei memberi tahu nilai plus Kagebunshin yang bisa dimanfaatkan dalam latihan. Kini aku tak takut lagi bereksperimen jutsu kreasiku.' Batinnya.


-Flashback Start

Jiraiya sedang melatih Naruto menyempurnakan Rasengan, terlihat puluhan bunshin Naruto berlatih. Tapi Naruto terkena efek Rasengan yang tak sempurna sehingga tangannya terluka berat sehingga chakra Kyuubi butuh waktu untuk menyembuhkannya.

"Naru-chan, tanganmu kenapa?" Tanya Kushina khawatir.

"Naru baik-baik saja Kaa-chan, luka Naru sudah diobati oleh Jii-san." Jawab Naruto dengan senyumnya yang mulai masuk kedalam kamarnya, dan tak ingin Ibunya khawatir.

"Tenang Kushi-chan dia pasti akan sembuh berkat chakra Kyuubi, dan aku akan merawatnya." Jiraiya mulai merasa dalam bahaya.

"Bisakah kau mengajarinya dengan baik? Atau kau yang akan kuhajar Ero-sama?" Rambut Kushina mulai melambai-lambai, dan ia mulai marah.

*Glek* 'Aku pasti mati.' Jiraiya menelan ludah. "Te-tenang Kushina besok akan kuberitahu Naruto-kun agar hanya bunshinnya yang berlatih latihan yang ekstrim, sehingga ia tidak lagi terluka." Jiraiya mulai tegang.

"Baiklah, tapi bila kejadian ini terulang kujamin kau akan menyesal." Kushina mulai kembali kedalam kamarnya.

Flashback End-


Saat istirahat tiba, Jiraiya memutuskan untuk kembali melanjutkan membuat karyanya -Icha-Icha Paradise 2-. Naruto yang melihat gurunya begitu serius jadi penasaran. Dia berencana ingin mengagetkan gurunya tapi ia malah bingung saat melihat apa yang dilakukan gurunya -Taulah masih kecil-.

"Sensei, apa yang sensei lakukan?" Tanya Naruto seraya mengambil satu kertas.

"Hei, apa yang kau lakukan Naruto. Itu bukan untuk anak kecil." Jiraiya panik, ia takut jika Kushina tau maka dia akan dihajarnya habis-habisan karna mengajarkan anaknya yang tidak-tidak.

"Oh, tapi jika aku sudah besar ajarkan yah." Jawab Naruto polos.

Jiraiya sweatdroop. 'Aku pasti dibunuh Kushi-chan bila melakukan itu, aku harus lebih hati-hati saat menulis bukuku nanti.' Batinnya.

"Oh ia Jii-san, aku membuat jutsu baru." Seru Naruto bangga.

"Apa itu Naruto-kun?" Jiraiya merasa bangga akan perkembangan Naruto.

Naruto mundur beberapa langkah dan mulai melakukan handseal. Dan meletakkan jarinya membentuk huruf O di depan mulutnya.

"Wind Release : Wind Barrage." Seketika itu terlihat rentetan peluru angin dari mulut Naruto. Wind Release Wind Barrage adalah ver.2 dari Wind Release : Preasure Shoot yang pernah diajari oleh Jiraiya padanya.

"Jii-san kalau bisa dari jari telunjuk seperti ini pastinya lebih keren, aku akan coba melatihnya ah." Naruto berpose layaknya ia memegang pistol, senyuman lima jarinya pun terlukis diwajahnya.

'Wah, dia memperkuat jutsunya sendiri' Kagum Jiraiya. "Kau hebat Naruto."

-Skip Time-

Esoknya

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki 2:00 PM

Sandaime Hokage mengunjungi Naruto dan Kushina, ia berkata ingin mengatakan sesuatu yang penting untuk dibicarakan dengan Kushina.

Setelah mengecek bahwa Naruto kembali latihan , mereka berkumpul di ruang keluarga Uzumaki.

"Kuharap kau siap Kushina, aku ingin kau membuka segel Kyuubi dalam tubuh Naruto." Hiruzen terlihat serius akan perkataannya, mendengar itu Kushina takut bila tubuh Naruto tidak sanggup akan efek sampingnya. Melihat Kushina yang panik segera ia memberikan gulungan kepada Kushina. "Itu adalah segel buatan Minato yang kini ada ditubuh Naruto, itu lebih kuat dibanding segel Kyuubi saat kamu masih menjadi Jinchuuriki, dan disana dikatakan bahwa segel itu terdapat beberapa tahap dalam membukanya dan bila dibuka, maka tahap demi tahap itu akan terbuka dengan sendirinya tergantung orang yang bersangkutan. Dan seperti yang ada ditulisan itu sekarang adalah waktu yang tepat untuk membukanya, karna kemampuan Naruto juga sudah berkembang pesat bahkan ia sudah memiliki lever High-Chunin." Khusina yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya, karna memang ini adalah waktu yang tepat.

-Skip Time-


-Naruto P.O.V

Aku kini berada di ruangan yang penuh dengan tulisan kanji, dan didepanku Kaa-san mulai melakukan handseal.

'Kuharap semua baik-baik saja.' Aku takut karna aku akan bertemu dengan sosok Kyuubi.

"Kai! Demon Reverse." Mulai tulisan-tulisan kanji itu merayap mendekatiku, aku merasa sesuatu yang panas menerpa perutku dan mulai membentuk sebuah pola di perutku.

Setelah terlihat jelas pola itu Kaa-san kembali merangkai handseal.

"Kai! Resealed Nine Stages." Beberapa titik yang ada dipola itu mulai memanjang, kini pola itu terlihat seperti matahari.

'Apakah yang dikatakan Kaa-chan benar, bahwa semua akan baik-baik saja?'


-Flashback Start

Hari menjelang sore, kini Naruto melangkahkan kakinya kembali kerumah. Ia ingin segera makan-makanan Ibunya. Tapi sebelum ia masuk, Khusina datang dan mengatakan ada hal yang penting untuk dilakukan. Melihat itu Narutopun mendekati Khusina.

"Naru-chan, Kaa-chan akan membuka segel yang ada ditubuhmu, agar Naru bisa mengontrol chakra Kyuubi. Sekarang ikut Kaa-chan, Jii-san sudah menunggumu didalam." Melihat Naruto diam ia segera memeluknya. "Tenang Naru semua pasti baik-baik saja." Khusina segera menuntun Naruto yang bimbang kedalam kamar khusus.

Terlihat Hiruzen yang telah selesai menulis segel, setelah itu Naruto melangkah ketengah segel bersama Kushina. Setelah itu Hiruzen keluar meninggalkan keduanya.

"Kau siap Naru-chan? Tenang Kaa-chan akan membantumu." Narutopun menganggukkan kepalanya.

"Baiklah."

Falashback End-


'Dimana aku?' Kini aku berada dalam kegelapan.

"Naru sini dekat Kaa-chan." Kudengar suara Kaa-chan, setelah mengikuti suaranya kulihat Kaa-chan berada didepan sebuar penjara yang besarnya seperti gunung.

Aku merasakan aura negatif yang besar, tapi aneh aku bukannya taku malah hatiku nyaman.

"Kyuu-chan aku datang berkunjung bersama Naru-chan, aku ingin membuka segelmu." Kaa-chan mulai berjalan ke arah gerbang.

'Tunggu tadi Ibu bilang apa Kyuu-chan? suffixnya CHAN?' Bantinku, tapi belum sempat aku bertanya. Sepasang mata yang tajam melihat kearahku.

"Hhmm, sudah saatnya ya. Aku juga sudah bosan dikurung disini Kushi-chan, badanku pegal karna tidurku tak nyaman." Muncul seekor rubah besar dari dalam kegelapan, aku mulai gemetar.

Naruto P.O.V End-


Normal P.O.V

"Baiklah aku mulai, Kyuu-chan siap ya." Mulai Kushina melakukan ritual pembuka segel.

Setelah itu terbukalah gerbang itu, sehingga jelas sudah terlihat apa yang ada di dalamnya. Seekor rubah besar berwarna orange kemerahan, dengan ekor yang berjumlah sembilan. Dia berjalan kearahku, membuat aku gemetar ketakutan.

"Apa kabar Naruto, apakah kamu takut?"


T.B.C


Huah, selesai juga akhirnya. Maaf kalo jelek, soalnya Bhie mau ceritain dulu asal usulnya. Biar gak dikira ngejiplak, terus mau bikin sesuatu yang beda.

Hehe, updatenya kilatkan *Evil smirk*

Oh ia ini info Chara di Chapie 2:


Uzumaki Naruto : 6 tahun 6 bulan diakhir chap.2


Uzumaki Kushina : 27 tahun 9 bulan diakhir chap.2


Sarutobi Hiruzen : 53 tahun 2 bulan diakhir chap.2


Uchiha Itachi : 24 tahun 10 bulan diakhir chap.2


Hatake Kakashi : 24 tahun 7 bulan diakhir chap.2


Jiraiya : 43 tahun 5 bulan diakhir chap.2


Kyuubi/Kyuu (Female) : 17352 tahun 2 bulan diakhir chap.2


Mohon direview ya, chapie depan ada kejutan loh.

Tapi Bhie ga jamin pasti bagus, cuma pastinya itu seh kejutan.

At last~

ARIGATOU MINNA