Naruto : The Legend

Genre : Adventure/Romance/Fantasy

Rating : M - Soft Lemon

Pair : NaruX?

Disclaimer : ©Masashi Kishimoto

First Fiction By Bhie Forsaken

Warning : OOC, Mungkin OC, TYPO(S)*Apa artinya ya?*, GAJE,

SEMI-CANNON (Banyak perubahan sana-sini), Konten DEWASA (Mungkin) di Next CHAPTER.

Tidak suka harap klik icon BACK


"Kalimat" Berbicara

'Kalimat' Berfikir

"Kalimat" Monster/Bijuu/Sebangsanya Berbicara and Jutsu

'Kalimat' Monster/Bijuu/Sebangsanya Berfikir

*Suara* SFX (Sound Effect)


Author's Note

Ma'af kalo chapie kemarin gak bagus.

Soal latihan banyak yang di skip, karena pasti udah pada tau latihannya kaya gimana makannya diambil garis besarnya aja. Biar alurnya gak terlalu lambat. And ini bukan GODLIKE/VERY STRONG Naruto, cuman emang dibikin kuat dikit buat alur kedepannya pokoknya banyak perubahan ceritanya, jadi pantau terus biar tau.


Oia, nanti jadwal updatenya mungkin 1 Minggu / 1-2x update.

1- Minggu (PASTI)

2- Kamis (MUNGKIN)


Padahal seh pengennya setiap selesai chapie langsung di update, maklum author pake S.K.S (Sistem Kebut Sehari), tapi kalo difikir lagi entar kalo lagi blank idenya gak bisa update dah.

Wah, kayanya kejutannya diundur. Sekarang cerita alurnya mulai tambah lambat and mulai masuk genre-genre sampingannya selain Adventure sama Fantasy.

Happy READING MINNA!


-Chapter Sebelumnya-


Naruto berada di sebuah ruangan yang gelap, dan asing baginya.

"Naru sini dekat Kaa-chan." Kushina memanggilnya, setelah mengikuti suara tersebut Naruto bingung dan kaget akan apa yang dilihatnya. Kushina berada didepan sebuar penjara yang besarnya seperti gunung, dan terdapat sebuah segel besar yang mengelilinginya.

Naruto merasakan aura negatif yang besar, dia memberanikan diri mendekati Kushina.

"Kyuu-chan aku datang berkunjung bersama Naru-chan, aku ingin membuka segelmu." Kushina melambaikan tangannya, memanggil sessosok makhluk dari kegelapan.

'Tunggu tadi Ibu bilang apa Kyuu-chan? suffixnya CHAN?' Bantin Naruto, tapi belum sempat ia bertanya. Sepasang mata merah dengan tajam melihat kearah Naruto

"Hhmm, sudah saatnya ya. Aku juga sudah bosan dikurung disini Kushi-chan, badanku pegal-pegal karena tidurku tak nyaman." Muncul seekor rubah besar dari dalam kegelapan, Naruto mulai gemetar.

"Baiklah aku mulai, Kyuu-chan siap ya." Mulai Kushina melakukan ritual pembuka segel.

Beberapa saat setelah itu terbukalah gerbang itu, sehingga jelas sudah terlihat apa yang ada di dalamnya. Seekor rubah besar berwarna orange kemerahan, dengan ekor yang berjumlah sembilan. Dia berjalan kearah Naruto kecil, membuatnya gemetar dan terjatuh ketakutan.

"Apa kabar Naruto, apakah kamu takut?" Suaranya seperti mengintimidasi anak yang ada di depannya.


Chapter - 3

Konflik - Part 1


Naruto yang terjatuh mencoba bangkit, karena walau sosok Kyuubi menakutkan, hatinya tetap tenang karena Ibunya sepertinya mengenal Kyuubi.

"Ibu kenal sama Kyuubi?" Tanya Naruto, rasa penasarannya mengalahkan ketakutannya.

"Tentu, kan Kaa-chan dulunya Jinchuuriki no Kyuubi, dan Kyuu-chan itu sudah seperti saudara buat Kaa-chan. Betulkan Kyuu~? Jawab Khusina sambil berjalan mendekati Kyuubi.

"Yah, itu memang benar. Dan kau harus tahu Naruto, aku belum tentu menyukaimu sebagai wadahku... Dan Kushina, mulai besok latihlah Naruto Kekkei Genkai Clan Uzumaki, agar dia dapat lebih mudah mengontrol segel ini." Kyuubi, menjeda kalimatnya. Dia lalu meperlihatkan lehernya yang dilingkari sebuah segel. "Karena walaupun penjaranya telah hilang, segel ini tetap aktif dan mengekang kekuatanku. Hanya yang bersangkutan yang dapat melepasnya kelak." Jelas Kyuubi sambil menunjuk lehernya. 'Yah walau Minato akan dapat membukanya kelak, tapi aku ingin sisa chakranya dapat menemui Naruto disaat yang tepat.' Harap Kyuubi dalam hatinya.

"Baiklah, aku rasa juga kata-katamu itu benar. Tapi Kyuu-chan jangan terlalu kasar dong sama Naru." Kushina kesal dan meraih tangan Naruto, saat ia hendak keluar dari alam bawah sadar Naruto. Naruto menahannya.

"U-uhm.. Uhm, Kaa~chan a-aku masih be-belum me-menger-ti." Akhirnya suara Naruto keluar, selama beberapa saat dilanda kebingungan dan ketakutan.

"Nanti akan Kaa-chan jelaskan." Merekapun kembali kedunia nyata.

Saat sadar bahwa dirinya telah kembali keasal, Naruto menagih janji Ibunya. Naruto mengikuti Kushina keruang keluarga, dimana Hiruzen menunggu mereka.

Setelah melihat datangnya Naruto dan Kushina, Hiruzen segera memberikan minuman dingin yang telah ia siapkan.

"Bagaimana apakah semuanya telah selesai." Tanya Hiruzen. Melihat anggukan kepala Kushina, Hiruzen memberikan senyum pada Naruto yang saat itu sedang meminum air dinginnya.

"Sekarang Naruto bobo ya, besok akan Kaa-chan jelasin semua tentang hubungan Kaa-chan dengan Kyuubi." Bujuk Kushina yang tau akan keadaan shock Naruto, karena daritadi hanya diam saja.

Naruto yang masih bingung hanya menuruti saja perintah Ibunya, walaupun ia masih bingung toh besok juga semuanya pasti akan jelas pikirnya. Dengan malas Naruto melangkah menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan akibat latihannya.

"Mulai besok aku akan melatih Naruto Kekkei Genkai Clan Uzumaki. Agar kelak Naru dapat mengontrol chakra Kyuubi." Kushina berkata dengan pelan agar Naruto tidak terbangun.

"Baiklah, aku akan memperketat penjagaan di seketar Uzu Hi. Dan memberitahu Itachi memasang kekkai disekitar Uzu Hi." Blas Hiruzen, kemudian ia beranjak pergi setelah melihat dan memberikan kecupan singkat pada Naruto yang telah tertidur.

Esoknya

Uzu Hi - Tempat latihan 8:00 AM

Naruto dan Kushina akan memulai latihan.

"Sebelum kita memulai latihan Kaa-chan akan menjelaskan kejadian kemarin. Pertama, Kaa-chan dulu adalah Jinchuuriki no Kyuubi, karena itu Kaa-chan akrab dengan Kyuubi. Kedua, Kyuubi memang kelihatan seram tapi sebenarnya dia itu baik dan sepengetahuan Kaa-chan juga penyerangan di Desa Konoha itu karena Kyuubi dikendalikan seseorang. Dan ketiga, Kaa-chan akan mengajari Naru Kekkei Genkai Clan Uzumaki agar Naru dapat mengendalikan kekuatan Kyuubi yang besar, dan dapat melepas segel Kyuubi bila tubuh Naru sudah kuat menampungnya. Jelas, sayang?" Kushina menjelaskan dengan lembut kejadian-kejadian yang membuat Naruto bingung.

Setelah mencerna penjelasan panjang Ibunya, Naruto mulai mengerti dan menganggukan kepalanya. Ia kini tahu tentang Kyuubi, hubungan Kyuubi dengan Ibunya, mengapa Kyuubi menyerang Konoha, dan kini Naruto tahu bahwa Kyuubi itu baik dan tak sejahat yang ia fikirkan selama ini.

"Baiklah, sekarang Ibu akan menjelaskan dasar Fuuin (Penyegelan). Tak seperti Ninjutsu yang hanya memerlukan Insou (Hand Seals), kontrol chakra, dan keahlian memanipulasi elemen, tehknik Penyegelan lebih kompleks. Tinta tulis yang tepat, panjang pendek sebuah huruf, derajat lingkaran atau garis, tebalnya tulisan, jumlah chakra yang disalurkan atau dilepaskan, sampai jarak target yang menjadi sasaran harus tepat, atau hanya akan menjadi coretan-coretan yang tak berguna atau lebih parahnya dapat menjadi bumerang bagi si pemakai. Karena itu Kaa-chan butuh waktu untuk memikirkan keputusan ini." Terang Kushina, ia melirik Naruto sesaat, melihat Naruto memasang wajah serius tanpa berkedip membuatnya ingin tertawa. Kushina mulai mempraktekkan sebuah segel dasar.

"Sealing Technique : Storage Scroll" *Poof* Sebuah kunai tertelan oleh kertas segel tersebut. Segel itu hanya dapat menyegel beberapa benda kecil.

"Baiklah, sekarang Naru akan mencobanya." Naruto mulai meniru tulisan Kaa-channya.

"Sealing Technique : Storage Scroll" *Poof* Tapi yang terjadi bukannya menyegel benda malah dirinya tersegel oleh segel buatannya. Kushina tertawa, melihat anaknya temakan segelnya sendiri.

'Untung cuma segel kecil, kalo yang lebih kompleks bisa-bisa bahaya.' Batin Kushina sambil menghela nafasnya. Lalu mulai membuat segel baru yang seperti buatan Naruto. Narutopun terbebas dari segelnya.

"Naru, itu segel untuk menyimpan barang, terus walau bukan untuk menyegel manusia, kalau salah penulisannya bisa-bisa Naru yang terkena efek segelnya."

"Huh, susah nih Kaa-chan." Naruto memajukan bibir bawahnya, dan menggembungkan pipinya sebal.

"Sekarang Naru latihan menulis segel, kalau Naru sudah mahir membuat segel, baru Naru latihan jurus penyegelan." Kushina memberi Naruto kertas dan kuas.

Beberapa Jam kemudian.

"Uhk, susah banget. Kaa-chan memang gak ada cara lain?" Tanya Naruto sebal, baru kali ini belajar jurus yang menurutnya lebih susah dari Rasengan dan lebih merepotkan dari membuat kreasi atau memperkuat jurusnya sendiri.

Kushina yang melihat anaknya sebal mulai menenangkannya. "Naru sayang, gimana kalau setiap Naru bisa membuat satu segel Kaa-chan akan memberikan satu porsi besar ramen Ichiraku." Bujuknya sambil memasang senyuman manisnya.

"Benarkah Kaa-chan?" Tanya Naruto memastikan dengan mata berbinar-binar.

"Kapan Kaa-chan bohong?" Kushina meyakinkan.

Naruto kini harus benar-benar serius dalam mempelajarinya, karena resiko kesalahan dapat berakibat fatal juga demi ramennya -dasar Naruto-.

-Skip Time-

Lima minggu kemudian

Uzu Hi - Taman 3:43 PM

Kushina bersama Naruto kini berada di taman, Naruto masih berlatih menulis segel sedangkan Kushina sedang membersihkan bekas latihan Naruto. Selama beberapa minggu ini melatih tulisannya Naruto kini mulai terlihat mahir dalam menulis segel. Kushina yang melihat perkembangannya merasa bangga.

Kushina yang yakin akan kemampuan Naruto. Mulai mengujinya, ia yakin akan kemampuan Naruto.

"Nah, Naru-chan sekarang coba buat segel penyimpanan."

"Ha'i" Jawab Naruto, kemudian ia membuat sebuah segel. Setelah membuat segel itu Naruto bersiap.

'Yah, walau gagal hanya sebatas termakan segel. Masih termasuk zona aman.' Kushina membatin.

"Sealing Technique : Storage Scroll" *Poof* Sebuah shuriken terhisap oleh kertas segel. Melihat itu Kushina tersenyum.

"Kaa-chan, Naru berhasil. Malam ini Naru dapat ramen, HORE~" Seru Naruto sambil melompat kegirangan.

Setelah itu mereka pulang, dalam perjalanan Naruto selalu bernyanyi tentang ramen, dan Khusina hanya tertawa mendengar itu.

-Skip Time-

Dua hari kemudian

Uzu Hi - Taman 11:00 PM

Kushina melihat Naruto berlatih dari kejauhan. Kini Naruto dapat menggunakan beberapa segel dengan baik, terima kasih atas keturunan dari otak seorang Namikaze juga bakat alami seorang Uzumaki. Kecepatan mempelajari segel menjadi lebih mudah bagi Naruto setelah mendapatkan latihan dasar. Walau hanya latihan tulis tapi Naruto harus mengakui bahwa itu sangat berpengaruh dalam latihannya menggunakan segel.

*Poof* "Kushina, ternyata Naruto memang sangat mirip dengan Minato ya. Aku jadi kangen." Suara bariton mengagetkan Kushina yang tengah mengamati anaknya.

"Jiraiya-sama?" Serunya kaget. "Jangan mengagetkanku seperti itu!" Tambahnya.

"Haha, ma'af. Aku tidak sengaja." Jawabnya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Tapi memang benar, dia seperti Ayahnya. Andai saja Minato masih hidup dia pasti bangga." Kushina berkata dengan lirih, saat Jiraiya ingin menenangkannya ia berdiri. "Tapi aku yakin, Minato-kun bahagia melihat Naruto dari sana." Sambungnya.

Jraiya sungguh senang mendengarnya, sungguh ia bangga pada keluarga Minato, ia menjadi seorang Ayah yang berhasil dan menjadi idola keluarganya.

Naruto yang melihat senseinya bersama Ibunya mendekati mereka.

"Jii-san, kemana saja?" Tanyanya.

"Oh, Naruto. Biasa hanya misi merepotkan dari Hokage. Orangtua ini kangen padamu Naruto-kun." Jawab Jiraiya sambil mengangkat Naruto. Yang diangkatnya hanya tertawa riang.

"Waktunya makan Naru-chan kita pulang, Jiraiya-sama juga mampirlah kerumah. Aku memasak banyak loh." Tawar Kushina pada Jiraiya.

"Ha'i" Jawab mereka bersamaan.

Desa Konoha - Uchiha Mansion 1:30 PM

Kediaman salah satu Clan yang terpandang di Konoha Clan Uchiha, terlihat sepi karena semua anggota keluarga lainnya sedang berada diluar melakukan kegiatan mereka masing-masing. Tapi, sepertinya di dalam terjadi sebuah keributan -Ada apa sebenarnya?-.

Terlihat beberapa orang duduk menghadap seseorang, sepertinya sebuah rapat Clan karna hanya ada Clan Uchiha yang berkumpul, terlihat dari lambang di pakaian mereka dan corak kipas yang mereka pakai menggunakan lambang khas Uchiha -Kalian pasti tahu-.

"AKU TIDAK SETUJU, CLAN UCHIHA KINI TELAH BERSIH DARI NODA. JANGAN KALIAN KEMBALI MENODAI NAMA BAIK CLAN KITA." Teriak seorang pria dihadapan mereka –sepertinya Pemimpin Clan- yang mulai berdiri.

"Fugaku, kita seharusnya yang menjadi pemimpin desa ini. Uchiha adalah Clan terkuat kau tahu, kami para penasehat telah sepakat untuk melakukan pemberontakan. Kita yakin dengan kekuatan kita, dan dengan bantuan Itachi, Uchiha akan menang." Desak seorang penasehat, kepada sosok pria yang bernama Fugaku.

"Fikirkan bila kita yang memerintah Konoha, desa pasti akan menjadi kuat. Dan kau akan menjadi Hokage." Kembali salah satu dari mereka mendesaknya.

"PERGI, AKU TIDAK AKAN SETUJU SAMPAI MATI!" Ia berdiri, dan kembali teriakan Fugaku terdengar, para penasihat mulai kehabisan kesabarannya.

"KAU BODOH FU-GA-KU! Kami tetap akan melakukannya bersama semua Clan Uchiha rencana kami telah disepakati semua anggota. Dan kami tekankan Fugaku. Kami.. Tetap.. Akan.. Me-la-ku-kan-nya. Walau kau tidak menyetujuinya. BUBAR!" Seorang Ketua Penasehat berdiri. "Kau bodob Fugaku." Dengan nada mengancam ia pergi bersama penasehat lainnya.

Setelah semua telah meninggalkan Fugaku seorang diri.

"Itachi, kau mendengarnya?" Pertanyaan Fugaku mengagetkan Itachi yang sedang bersembunyi.

Keluarlah Itachi dari persembunyiannya, ia masih memakai seragam ANBUnya.

"Aku mendengar semuanya Ayah, apakah Tou-san setuju?" Tanyanya.

"Tidak." Jawabnya singkat. Berusaha bersikap tenang, Fugaku duduk dikursinya.

"Lalu apa yang Tou-san akan lakukan? Aku yakin bila terjadi kudeta maka desa akan hancur, nama Uchiha kembali buruk, dan bila kita melawanpun kita akan kalah." Itachi mengatakan analisisnya.

"Kau benar Itachi, karna itu. Tou-san ingin bila nanti tidak dapat menahan rencana itu. Kau melakukan sesuatu, sekarang laporkan hal ini pada Hokage." Perintah Fugaku pada Itachi.

Setelah itu Itachi pergi, ia tahu ini adalah situasi genting. Sebagai seorang kakak, ia tidak ingin Sasuke sampai tahu apalagi terlibat perang saudara.

Ruang Hokage

Sang Sandaime Hokage sedang berkutat dengan musuhnya, tumpukan kertas yang selalu setia berada di mejanya.

*Tok-tok* Pintu ruangannya berbunyi menandakan ada seseorang yang datang.

"Masuk!" Perintahnya tanpa mengalihkan pandangannya.

"Hokage-sama, aku ingin melaporkan situasi yang sangat rahasia. Mohon perintahkan para ANBU meninggalkan ruangan." Mohon Itachi, agar situasi Clannya tidak bocor.

"Baiklah, semua ANBU dan ROOT keluarlah." Setelah itu keluarlah beberapa ANBU dan ANBU ROOT.

"Kalian semua tinggalkan kami berdua." Perintah sang Hokage lagi. Maka para ANBU segera pergi meninggalkan Itachi dan Hokage diruangannya.

"Berita sepenting apakah yang ingin kau katakan Itachi, sehingga memintaku menyuruh para ANBU keluar?" Tanya Hokage.

"Ma'af ini tentang Clan Uchiha, mereka ingin melakukan kudeta dan melakukan penyerangan. Aku tidak ingin nama baik Uchiha kembali tercemar dan Uchiha lain yang menjabat ANBU dan memihak pemberontak tahu tentang laporan ini." Jelas Itachi.

"Huuh, masalah yang rumit rupanya." Hokage menghela nafasnnya. Masalah desa tidak kunjung habis. "Baiklah, kau bersikaplah seolah mendukung mereka juga sebisa mungkin ulur waktu mereka untuk menjalankan misinya. Diskusikanlah hal yang terbaik dengan Ayahmu, aku akan mendiskusikan masalah ini dengan Danzo, dan merahasiakan ini. Kuberikan misi rahasia SS-Rank ini padamu." Jelas Hiruzen seraya membuat misi dan memberikan gulungan misi pada Itachi.

"Baiklah, saya undur diri Hokage-sama." Itachi menerima gulungan tersebut lalu melangkah keluar ruangan, ia masih memikirkan nasib adiknya. Bila sampai semua warga tahu maka Sasuke akan dikucilkan sebagai Clan pemberontak.

-Skip Time-

Dua bulan kemudian

Desa Konoha - Ruang rapat desa 1:00 PM

Hokage sedang mendiskusikan masalah Uchiha yang semakin rumit dengan penasehat perangnya dalam sebuah rapat rahasia.

"Hokage-sama, aku tau memang sulit untukmu. Tapi ini demi Konoha." Kata seseorang berbadan besar.

"Danzo, tapi apakah pantas kita membasmi Clan Uchiha untuk menjaga Konoha. Aku merasa ini terlalu berlebihan." Jawab Hokage, ia memijit pelipisnya merasakan sakit kepalanya semakin berat akibat situasi desanya.

"Kau pasti mengerti bila kita hanya menghabisi para pemberontak maka akan tumbuh kebencian anggota Clan Uchiha yang lainnya, mereka akan merasa bahwa kita menghianati mereka dan merencanakan kembali sebuah kudeta lainnya. Lagipula hanya beberapa puluh saja yang tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini dan kita tidak punya pilihan, tetapi aku akan memberikan pengecualian kepada anggota keluarga Fugaku. Karena dia seseorang yang sangat loyal dengan Desa Konoha." Lelaki yang disebut Danzo menjelaskan pemikirannya.

Hiruzen memang tahu yang dikatakan Danzo tepat, tapi apakah pantas dia melenyapkan hampir seluruh Uchiha. Disaat kebimbangan melanda datanglah Itachi bersama Kakashi.

"Ma'af Hokage-sama, Danzo-san. Fugaku-sama dan Mikoto-sama telah diserang oleh beberapa Uchiha yang memberontak saat ia sedang mencoba menghalangi mereka. Jasad mereka telah diurus oleh tim medis. Dan para pemberontak siap menyerang." Kakashi menjelasan. Tanpa sadar air matan Itachi jatuh disaat penjelasan Kakashi. Ia bingung harus menjelaskan kematian orang tuanya pada Sasuke, ia telah gagal dalam menolong mereka.


-Flashback Start

Desa Konoha - Komplek Uchiha 8:05 AM

Disuatu tempat, terdapat banyak orang yang sedang berdiskusi dengan serius.

"Baiklah, sekarang semua persiapan telah selesai. Persiapkan pasukan untuk bersiap menjalankan rencana kudeta." Seseorang dengan pangkat ANBU memerintahkan mereka.

"Siap Ruin-san." Jawab mereka serempak.

*Poof* Muncul dua orang dibelakang mereka, Uchiha Fugaku dan Istrinya Uchiha Mikoto.

"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! Aku tidak setuju dengan rencana kudeta kalian." Fugaku marah dan mengaktifkan Mangekyo Sharingan. Membuat semua orang ketakutan merasakan KI yang kuat.

*Poof-Poof-Poof* Muncul 20 anggota ANBU, yang berdiri disebelah Ruin.

"Heh, kau fikir hanya kau yang mempunyai Mangekyo." Jawab Ruin, dia dan beberapa anggota ANBU mengaktifkan Sharingan. Terlihat lima diantara mereka memiliki Mangekyo Sharingan. KI yang besar mulai meliputi mereka.

"BU-NUH!" Teriak Ruin dengan penuh penekanan, pada ANBU lain. Semua anggota ANBU segera mengepung Fugaku dan Mikoto.

"Anata, bagaimana ini?" Tanya Mikoto.

"Kita terpaksa bertarung." Jawabnya datar, tidak ada rasa takut pada tatapan tajam matanya.

"Fire Release : Thousand Poenix/Big Fireball" Puluhan bola api raksasa, dan ratusan burung api menyerang keduanya. *Boom-Boom-Dhuuarr* Ledakan besar menelan pasangan tersebut.

Diwaktu yang sama

Komplek Uchiha - Kediaman Fugaku

Terlihat Itachi yang baru pulang dari misinya, tapi melihat keadaan rumah yang sepi membuatnya kecewa.

'Sasuke sedang apa ya? Mungkin masih di sekolah, aku akan menjemputnya. Pasti Sasuke senang, Sasu-chan Aniki datang.' Batinnya semangat, kemudian melangkah keluar rumah. Tapi belum sempat ia mengunci pintu rumahnya, *Dhuar-Dhuuaarr* Terdengar beberapa ledakan. Ia merasakan firasat buruk, tanpa berfikir ia menuju ledakan tersebut.

Sesampainya di tempat kejadian, Itachi mulai sadar bahwa disekeliling komplek Uchiha terdapat sebuah genjutsu dan yang membuatnya shock adalah Tou-san juga Kaa-san tengah bertarung dengan puluhan ANBU-Elite Uchiha.

Tanpa banyak bicara dia memgaktifkan Ethernal Mangekyo Sharingan -EMS- nya, dan membantu mereka.

"Fire Release : Firewall" Tembok api melindungi Fugaku dan Mikoto dari serangan beberapa shuriken yang mengarah kearah mereka. Mikoto yang tahu akan apa yang difikirkan Fugaku mulai melakukan handseal.

"Wind Release : Azure Sword." Tembok api dan pedang angin bersatu membentuk sebuah burung Phoenix.

"Combination Teqnique : Phoenix Blade Style" Ia seperti menari dalam api, sayatan pedangnya membentuk seekor Phoenik ditanah.

"Demonic Illusion Technique : Hell's Paradise"

Itachi datang membantu ia langsung memenjarakan beberapa ANBU dalam ilusinya.

Ruin yang melihat Itachi segera melakukan handseal.

"Bukannya kau dipihak kami Itachi?" Tanyanya.

"Tapi aku tak akan pernah mengorbankan keluargaku." Jawabnya datar.

"Maka terima ini." Ia mengangkat tangannya. 'Fire Release : Earth Core' Terbentuk bola kecil berwarna merah terang ditangan kanannya. Sesaat ia tersenyum lalu melempar bola api kecil itu kearah Itachi.

Itachi sadar apa yang Ruin lempar kearahnya. Maka dengan sigap ia menghindar. Tanpa ia sadari Ayah dan Ibunya berada dibelakangnya. "AWAS AYAH, IBU MENGHINDAR." Dengan panik Itachi memperingati mereka.

Tapi terlambat, Ayah dan Ibunya yang sedang berkonsentrasi dalam menahan serangan lain tidak menyadari datangnya bola api kecil itu. Dan *Blarrgh* tubuh mereka terhantamnya. Untuk beberapa saat asap masih meliputi area tersebut.

Setelah asap mulai berkurang, terlihat Fugaku yang tengah melindungi Mikoto tapi jika dilihat lagi, keduanya mengalami luka yang sangat parah.

"TOU-SAN, KAA-SAN." Teriak Itachi, sebelum ia sempat menolong orang tuanya yang mulai terjatuh dua bola api mengarah kearahnya.

"Cih, kau jangan mengacuhkanku!" Rui tersenyum mengejek.

"Kau salah besar, kini kau membuatku marah." Sosanoo mulai terbentuk dan menusuk Ruin dengan Pedang Totsuka.

"Ti-tidak mungkin. Sosanoo se-sempur-na. AAAHHKKK!" Rui, mulai bergetar melihat Sosanoo sempurna dengan Pedang Totsuka -kanan- dan Perisai Yata Mirror -kiri-. Ia sadar tidak akan hidup lagi, melihat tubuhnya telah tertembus pedang Totsuka.

"Jawab aku siapa yang mengajarimu jutsu itu? Atau kau akan mendapatkan siksa abadi." Walau dengan nada datar tapi ia sangat serius, dan walau Itachi tau siapa yang menguasai jutsu itu, dan itu adalah Uchiha Madara. Ia hanya ingin memastikannya.

"A-aku tak tau, di-dia me-makai topeng. Aku ju-jugah *uhuk* tidakh me-nger-tih me-mehnga-paah *uhuk-uhuk* aku bisa jut-suh i-itu ak-." *jleb-jleb* Belum selesai ia bicara, beberapa kunai menusuk jantungnya.

"Siapa kau?" Tanya Itachi.

"Aku... Kau tak perlu tau. Selamat tinggal." Bayangan hitam itu tak dapat terlihat Itachi, seperti tertutup sesuatu genjutsu. Dia kemudian hilang ditelan lubang hitam.

"Hei, ja-.. Tou-san! Kaa-san!" Itachi berhenti mengejar pria bertopeng itu. Ia ingat bahwa orang tuanya sekarat, dan butuh pertolongan.

"Ma-afkan T-to-u-sa-n." Fugaku menghembuskan akhir nafasnya, Mikotopun telah meninggal akibat lukanya sangat fatal.

"TIDAK, kalian jangan mati!" Itachi bergetar, sungguh ia telah gagal dalam melindungi keluarganya.

"Uhk, SIAL! Apa yang harus kukatakan pada Sasuke?" Tanyanya entah pada siapa, Itachi kini benar-benar frustasi. Ia mungkin telah mengerti tentang dunia shinobi yang berdarah tapi adiknya mana mungkin ia baru tujuh tahun.

Flashback End-


"Sial, itu sudah keterlaluan kita harus cepat melakukan sesuatu Hiruzen." Danzo mulai kesal akan semua hal tentang pemberontakan Uchiha yang sudah kelewatan.

"Ya, aku sudah memutuskannya. Tapi harus ada yang mau melakukannya." Hiruzen sudah terlalu lelah berdebat dengan Danzo, dan juga karena kini situasinya mengharuskan pelenyapan Uchiha. Ia mengisyaratkan agar Danzo melanjutkannya.

"Baiklah, kami telah memutuskan untuk melenyapkan seluruh anggota Clan Uchiha yang memberontak tapi jika tak ada yang menyanggupinya maka memerangi pemberontakan menjadi pilihan kedua. Tetapi nama Clan Uchiha akan tercemar." Danzo menjelaskan rencananya.

"Apakah tak ada rencana lain Danzo-sama?" Tanya Kakashi.

"Tak perlu, aku akan melakukannya. Tapi dua hal yang kuminta Sasuke tidak termasuk dalam hitungan dan jaga dia." Itachi berdiri.

"Aku akan membantu menjaga Sasuke." Jawab Hiruzen.

Dengan itu Itachi pergi, ia berharap keputusannya benar.

-Skip time-

Konoha - Komplek Uchiha 5:30 PM

Sasuke kecil berjalan menuju komplek Uchiha ia telah selesai belajar di sekolah dan sedang menuju rumahnya tapi langkahnya terhenti saat beberapa mayat diangkut oleh beberapa ninja medis. Ia mulai takut, Sasuke terus berjalan hingga melihat beberapa ninja medis sedang mengotopsi mayat.

"A-apa yang *hiks* te-tte-erjad-di *hiks*." Tanyanya pada seorang ninja dan Sasuke mulai menangis.

"Sepertinya terjadi pembantaian disini, semua Clan Uchiha tewas da-, hei nak mau kemana?"

Sasuke yang mendengar Clan Uchiha terbantai langsung berlari kerumahnya.

"To-tsan, Kaa-chan. Hiks, A-niki." Setelah melihat rumahnya ia langsung masuk dan mencari-cari orang tuanya.

Saat ia berada di ruang keluarga, dia melihat Itachi. Itachi yang melihatnya berjalan mendekatinya dan memeluk Sasuke.

"Ma'af. Ma'af." Itachi memukul tengkuk Sasuke membuatnya tak sadarkan diri.

Ia lalu mulai memasukkan ilusi kedalam otak adiknya. Setelah itu Sasuke tak sadarkan diri, ia dirawat dirumah sakit karena mengalami trauma hebat.

Disuatu tempat dekat ruang rawat Sasuke

Itachi berdiri diatas dahan pohon, ia mengamati adiknya yang sekarat akibat genjutsunya.

"Ma'af Sasuke, aku akan minta bantuannya untuk menjagamu. Kuharap kau akan mengerti suatu saat nanti mengapa aku melakukan ini Otoutoku." Itachi melihat keadaan adiknya untuk terakhir kalinya dari sebuah pohon yang menghadap jendela ruang perawatan adiknya. Setelah beberapa saat ia kemudian pergi.


T.B.C


Arigatou atas respon minna.

Maaf ya minna kalo jelek, ga seru, dan kalo masih ada Typo(s)

Semua review dibalesnya lewat PM ya biar lebih puass.

Oia, gak cuma Naruto yang strong beberapa Chara lain juga bakal strong setelah beberapa chap. Lagian mau bikin cerita yang beda, biar ga da yang nyamain gitu.

Mohon Reviewnya ya minna, kritik, saran, sanjungan*Maunya*, dan juga flamenya. Moga bisa jadi referensi saya yang masih NUBIE.

At Last~

ARIGATOU MINNA