Naruto : The Legend

Genre : Adventure/Romance/Fantasy

Rating : M

Pair : NaruX? SasukeX?

Disclaimer : ©Masashi Kishimoto

First Fiction By Bhie Forsaken

Warning : OOC, Mungkin OC, TYPO(S)*Apa artinya ya?*, GAJE,

SEMI-CANNON (Banyak perubahan sana-sini), Konten DEWASA (Mungkin) di Next CHAPTER.

Tidak suka harap klik icon BACK


"Kalimat" Berbicara

'Kalimat' Berfikir

"Kalimat" Monster/Bijuu/Sebangsanya Berbicara and Jutsu

'Kalimat' Monster/Bijuu/Sebangsanya Berfikir

*Suara* SFX (Sound Effect)


Author's Note


Sekarang ada bagian Reviewer Guest, mulai membalas khusus untuk Chapie Sebelumnya.

Aicinta : Ma'af, kan disitu tulisannya character bukan pairing.

Jadi saya masukin Char yang bakalan jadi Roleplayernya (Naruto, Sasuke)

Nagasaki : Thankz kk, wah emang seseru itu ya? ^.^

Guest : Yup, nieh Update.

Melinda-chan : Percintaanya rate-M. Pasti ada koq.

Nitya-chan : Nie baca Update.

Oh, ia mulai sekarang masuk rate M. Chapie depan ada soft lemonnya, and nanti bakalan ada gore/sex-scene/sama konten dewasa lainnya. Gimana pendapat minna, apa jadi PG-17 aja ganti rate?


-Chapter Sebelumnya-


Sorang anak berjalan menuju komplek Uchiha menuju rumahnya tapi langkahnya terhenti saat beberapa mayat diangkut oleh beberapa ninja medis. Ia mulai takut, ia terus berjalan hingga melihat beberapa ninja medis sedang mengotopsi mayat.

"A-apa yang *hiks* te-tte-erjad-di *hiks*." Tanyanya pada seorang ninja dan ia mulai menangis.

"Sepertinya terjadi pembantaian disini, semua Clan Uchiha tewas da-, hei nak mau kemana?"

Para ninja hanya bingung melihat tingkah ana itu.

"To-tsan, Kaa-chan. Hiks, A-niki." Ia berteriak, dan terus berjalan mengelilingi rumahnya.

Saat ia berada di ruang keluarga, dia melihat Itachi. Itachi yang melihatnya berjalan mendekatinya dan memeluknya.

"Ma'af. Ma'afkan aku Sasuke." Itachi memukul tengkuknya membuatnya tak sadarkan diri. Setelah itu ia membawanya ke R.S Konoha.

Disuatu tempat dekat ruang rawat Sasuke

Itachi berdiri diatas dahan pohon, ia mengamati adiknya yang sekarat akibat genjutsunya.

"Ma'af Sasuke, aku akan minta bantuannya untuk menjagamu. Kuharap kau akan mengerti suatu saat nanti mengapa aku melakukan ini Otoutoku." Itachipun mulai menghilang, digantikan gagak-gagak yang berterbangan.


Chapter - 4

Konflik - Part 2


Sehari sebelum kudeta

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki 8:00 PM

Seseorang bertopeng dan beberapa sosok lain sedang berdiri di sebuah pohon, cahaya bulan tidak dapat memperlihatkan sosok mereka karena lebatnya hutan. *Srruuut* Muncul kepala seorang yang seperti bunga(?) dari batang pohon(?).

"Apa situasi Konoha sesuai rencana kita?" Tanya pria bertopeng.

"Ya, semua sesuai rencana. Apakah kami harus membantumu melakukannya besok?" Mulai ia menampakkan dirinya, bayangan gelap menutupi sosok mereka.

"Cukup aku saja, aku ingin bersenang-senang besok. Kalian semua persiapkan saja semuanya." Jawabnya datar, sosok merekapun hilang.

Esoknya

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki 7:00 A.M

"Naru-chan, waktunya sarapan cepat bangun!" Kushina memanggil anaknya.

Didalam kamar, Naruto masih berkutat dengan bantalnya.

"Lima menit lagi Kaa-chan." Lihirnya.

*Braahgk* Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Kushina mendekati sosok pangeran tidur A.K.A Naruto.

"Naru-chan.. Bangun!" Dengan sayang ia mencubit pipi Naruto.

"ITAAII!? Kaa-chan sakit." Naruto akhirnya bangun sambil mengelus pipinya.

"Makannya bangun, Naru-chan. Sekarang mandi lalu turun makanan sebentar lagi siap." Dengan senyum ia mengacak rambut Naruto.

"Siap, Kaa-chan. Hehehe.. Ma'af, Naru kecapekan sih." Jawabnya, segera ia bergegas menuju kamar mandi. Kushina hanya tersenyum melihat tingkah anaknya, lalu ia kembali kedapur.

Ruang makan

"Kaa-chan, hari ini kita latihan apa?" Tanya Naruto seraya menuruni tangga. Saat ia melihat Jiraiya. "Eh, ada Jii-san? Tumben datang pagi?" Tambahnya.

"Jiji akan membantu Naruto-kun latihan, karena kemarin Jiji dipanggil kedesa untuk mengurus sesuatu. Jadi sebelum kesana Jiji mampir." Jawab Jiraiya sembari mengacak rambut Naruto, lalu ia duduk dikursinya.

"Ouh, begitu ya." Seru Naruto lalu duduk di kursinya.

"Makanan siap!" Kushina datang membawa makanannya, dengan cekatan ia menata makanannya dimeja makan.

"Itadakimasu." Seru mereka serempak.

Disuatu tempat

Pria bertopeng itu masih memperhatikan mereka, ia mendecih kesal melihat Jiraiya bersama mereka.

"Ini diluar dugaanku, sebaiknya kutunggu hingga penyerangan Clan Uchiha." Lalu ia hilang ditelan lubang hitam.

-Skip Time-

Uzu Hi - Tempat Latihan 2:00 PM

"Naruto kita lanjut latihan, OK!" Jiraiya mulai berdiri menuju tempat latihan.

"Yosh!" Naruto berlari mengikutinya.

Sesampainya di tempat latihan, Jiraiya memberikan dua buah kunai dengan tiga mata kunai. "Ini adalah kunai Minato, berbeda dari kunai lainnya. Kunai ini telah terpasang segel Hiraishin." Jelasnya sembari memperlihatkan segel pada gagang kunai. "Dan aku yakin kau dapat membuat kunai yang sama, dan Minato pernah berharap ia bisa memakai Hiraishin tanpa perlu segel, tapi karna jutsu Teleport berbeda dengan Hiraishin, dia hanya dapat mengembangkannya sedikit. Kuharap kau meneruskan usahanya Naruto." Jelasnya, lalu ia memberikan kunai tersebut.

Naruto yang menerimanya sangat senang juga sedih bersamaan, ia senang karena Ayahnya mempercayakan impiannya padanya, dan sedih karena Ayahnya meninggal sebelum melihat ia tumbuh sebesar ini dan menyempurnakan Teleport.

'Aku akan membuatmu bangga Tou-chan.' Dengan erat ia menggenggam kunainya.

"Nah, sekarang inti dari Hiraishin adalah pemusatan chakra dan konsentrasi chakra yang besar. Kau harus dapat meningkatkan konsentrasi chakramu Naruto, juga mendalami lagi seni Fuuinjutsu." Jelasnya, kemudian ia mengeluarkan dua buah gulungan. "Ini adalah Scroll Jutsu : Hiraishin no Jutsu dan Scroll Jutsu : Teleport, walau jutsu Teleport belum sempurna tapi itu adalah prototypenya."

Naruto kemudian memasukkan kedua scroll tersebut kedalam kertas segel Scroll Banknya. Ia mulai berlatih, dari mulai memotong sebuah jutsu api dengan jutsu anginnya. -Gila Jiraiya masa Angin Vs Api?-

"Naruto bersiaplah." Jiraiya memperingati, ia mulai merangkai handseal.

"Yosh! Aku siap kapanpun -ttebayo." Naruto mulai berkonsentrasi mengalirkan chakra pada tangannya, mulai terlihat chakra biru mengelilingi tangan kanan Naruto. 'Wind Release : Azure Sword' mulai terlihat sebuah pedang terbentuk dari tangan kanan Naruto. 'Pusatkan tekanan pada tepi pedang dan badan pedang, Wind Release : Zero Air' Terlihat pedang angin tersebut menjadi lebih pekat dengan sisi luar yang menepis angin dan mata pedang yang bagai menebas angin.

"Space Art : Worm Sword" Serunya.

"Wah, kau ternyata sudah berkembang Naruto. Lebih cepat dari perkiraanku, kau sudah mulai menguasai jutsu-jutsu kombinasi angin yang mematikan." Jiraiya merasa puas. Naruto hanya tersenyum. "Tapi coba belah ini Combination Technique : Raging Phoenix." Phoenix dengan bulu api yang terkesan liar yang akan membakar apapun dihadapannya menerjang kearah Naruto.

Naruto hanya mengarahkan mata pedangnya kearah Phoenix tersebut, saat pedangnya akan menyentuh Phoenix mulai terlihat irisan tipis yang membelah tubuh burung itu. Tapi karena jutsu itu terlalu besar maka tak sepenuhnya terbelah, Naruto yang menyadari bahaya itu bergumam. "Combination Technique : Dark Core Sword" Mulai terbentuk Orb elemen angin di punggung kanan Naruto dan merubah pedang ditangannya menjadi seperti dikelilingi lubang hitam. Jutsu Jiraiya terbelah melewati sisi kiri-kanan Naruto dan menebas angin, membuat ruang hampa udara disekitar tebasannya.

"Wah kau hebat tapi nama jutsu kreasimu terlalu seram." Jiraiya sebenarnya lebih takut dengan bentuk pedangnya yang seperti itu. -Yang penasaran bentuk pedangnya nanti saya kirim nanti minggu depan-

"Hehe, aku juga sebenarnya ngeri sama bentuk jutsu ini." Naruto menggaruk pipinya dengan tangan kiri. Sambil melihat bentuk pedangnya yang mulai mengecil dan perlahan menghilang.

*Duaghrg* Jiraiya jatuh. 'Baru kali ini ada yang takut sama jurusnya sendiri.' Batinnya Sweatdroop. –Padahal kamu juga takut-. -Jiraiya : Kan gua bukan yang empunya-

"Tapi bagus tingkat konsentrasi chakramu berkembang pesat, dilihat dari jurusmu itu Naruto. Bagaimana jika latihan push-up" Jiraiya kembali bangkit.

"Ok!" Jawab Naruto semangat.

Setelah itu ia berlatih push-up dengan tubuh terangkat keatas dan menopangnya hanya dengan satu jari yang dialiri chakra tipis seperti jarum.

*Duagh* Dia terjatuh, entah sudah yang keberapa kalinya. Dan tiga clonenya pun mulai berjatuhan hingga semua hilang karena konsentrasi Naruto buyar.

"Jiraiya-sensei, latihan apa ini?" Tanyanya kesal.

"Hei, hei. Itu untuk melatih konsentrasi chakramu, apa kau tidak tau bila semakin kuat jutsu maka tingkat konsentrasi chakra semakin besar juga masih banyak aspek lain yang membuat jutsu semakin berbahaya." Jelasnya.

"Maksud sensei?" Tanyanya polos sambil memiringkan kepalanya.

"Seperti ini." Jiraiya mulai berkonsentrasi, sesaat kemudian ia melakukan handseal.

"Wind Release : Air Ball" Ia mengeluarkan bola angin dari mulutnya, jutsu dasar D-Rank.

Naruto terpana saat bola angin itu membelah air menjadi dua, dan menahan belahan itu selama tiga detik sedangkan bola itu menghantam tebing hingga menjadi gua yang cukup besar.

"Nah itu adalah jutsu biasa yang akan menjadi luar biasa bila sipemakai memiliki konsentrasi chakra yang tinggi." Jelasnya lagi, ia tersenyum melihat Naruto yang kaget.

Naruto menganggukan kepalanya. "Yosh! Aku pasti lebih hebat lagi -ttebayo." Kembali ia berlatih.

-Skip Time-

Uzu Hi - Tebing latihan 4:50 PM

Kushina terpana melihat pemandangan puluhan Naruto yang sedang melakukan latihannya, ada yang push-up dengan mengangkat tubuhnya hanya dengan jari telunjuk yang dialiri chakra berbentuk jarum yang menopang tubuhnya, ada yang menahan air yang berada disekitarnya hingga seperti bentuk kubah di sungai, dan ada yang membelah air terjun.

"Jiraiya-sama, apakah latihannya tidak berlebihan?" Tanya Kushina khawatir.

"Kau akan lebih khawatir bila Naruto berlatih seperti Minato dulu." Jiraiya terkekeh.

"Terserahlah, asal jangan paksakan Naruto." Kushina mendesah, ia lalu mendekati Naruto.

"Istirahat dulu Naru-chan, sudah sore!" Panggilnya, Naruto yang mendengarnya segera menghilangkan clonenya dan menghampirinya.

"Khaa-chan, *hosh-hosh* mah-sak a-*hosh*apah?" Tanya Naruto terengah.

"Ramen juga masakan lain kesukaan Naru." Jawabnya sambil mengelap keringat Naruto.

-Skip Time-

Uzu Hi - Kediaman Uzumaki

Di suatu tempat

"Penyerangan telah dilakukan dan semua penjaga disini telah dilumpuhkan, tapi si tua bangka itu masih disini juga. Cih!" Pria bertopeng mengutuk keadaannya dan memasuki wilayah Uzu Hi. "Anggota lain sedang mempersiapkan tempat penyegelan, terpaksa aku harus cepat menyerang mereka sendiri. Sungguh diluar rencana." Ia tidak mengira rencananya gagal.

Dikediaman Uzumaki

Jiraiya merasakan sebuah genjutsu mengelilingi Uzu Hi.

"Kushina, apa kau merasakannya?" Tanyanya.

"Ia aku merasakannya, apa yang terjadi?"

"Sepertinya kita kedatangan tamu yang special, ini genjutsu S-Rank." Jiraiya mulai waspada. "Cepat bersembunyilah, bawa Naruto." Ia mulai merasakan chakra yang besar datang kearah tempat mereka.

"Oh, oh. Ternyata Jiraiya sang Sannin dan Kushina sang Red Hot-Blooded Habanero. Sungguh orang-orang hebat yang kutemui." Muncul seorang pria bertopeng spiral.

"Siapa kau?" Tanya Jiraiya.

"Kalian tak perlu tau, karena kalian akan mati. Fire Release : Earth Core" Pria itu melempar bola kecil kearah mereka.

"KUSHINA BAWA NARUTO, CEPAT TEMUKAN DIA. FIRE RELEASE : FIRE DRAGON SPEAR" Kushina segera mencari Naruto.

Naga api sebesar rumah itu menerjang orb itu. *Dhuarhrh* Ledakan besar terjadi, sehingga Naruto yang melihat Ibunya lari. Panik.

"Apa yang terjadi Kaa-chan?" Tanyanya panik.

Bukannya menjawab Kushina malah menarik Naruto, Naruto yang kaget hanya mengikutinya berlari keluar rumah.

Diluar

*Bruagh-Bruakgh*

Jiraiya terlempar keluar. "Argh, sial dia kuat sekali." Ia sungguh tidak mengira, musuhnya sekuat itu. Ia mulai berkonsentrasi dan mengumpulkan energi alam dan mulai memasuki Sage Modenya. Lalu ia menggigit ibu jarinya.

"Kuchiyose no Jutsu" *Poof* Seekor katak raksasa muncul.

"Wow, sungguh aku tersanjung melihatmu dalam mode Sage, tapi aku ingin mengejar mereka." Pria bertopeng itu ditelan lubang hitam.

"Hei, mengapa kau memanggilku?" Tanya katak itu bingung, karena musuhnya pergi.

"Oh sial, Gamabunta nanti saja aku jelaskan. Sekarang cepat kejar mereka." Jiraiya naik ke atas Gamabunta, tanpa menunggu lagi katak itu melompat.

Kushina berlari menjauhi tempat Jiraiya bertarung, tapi alangkah terkejutnya saat ia melihat pria bertopeng itu berada didepannya.

"Hai, mau kemana kalian? Kenapa terburu-buru?" Tanya pria itu dengan nada meremehkan.

"Naruto, cepat mundur." Naruto yang mendengar perintah Ibunya segera melangkah mundur.

"Pengganggu harus MA-TI!" Serunya dengan nada sinis, sekejap kemudian api hitam keluar dari matanya. Kushina segera menghindari itu, dan *Bruaagh-Krsasrak* seekor katak raksasa menyerang pria itu.

"Kushina kau tak apa-apa?" Tanya Jiraiya yang turun dari punggung katak besar itu.

"Iya, aku baik-baik saja." Kushina segera melihat Naruto.

"Sial, dia kuat sekali. Kushina kita harus melawannya."

"Kaa-chan, aku akan ikut." Tambah Naruto.

"Jangan kau tidak boleh!" Kushina melarang Naruto, ia sungguh takut bila terjadi sesuatu padanya.

"Kaa-chan, percaya sama Naru-kan. Buat apa Naru berlatih selama ini?" Naruto mencoba meyakinkan. Kushina hanya mampu mengangguk, dalam hatinya ia tetap cemas.

*Dhuaaargh* "Hai, kalian apa sudah selesai? Disini aku kesulitan." Terlihat Gamabunta yang terjatuh, ia mencoba bangkit. Jiraiya yang melihatnya segera membantunya.

"Jii-san, Kaa-chan kita serang bersama-sama." Seru Naruto, Jiraiya dan Kushina mengangguk. "Jii-san, bila Kaa-chan mengurungnya lakukan kombinasi terhebatmu dengan Gamabunta. Aku akan membuat pembukaan."

Mereka mulai melakukan strategi yang diberikan Naruto, Jiraiyapun penasaran dengan apa yang akan Naruto lakukan.

"Kita lakukan Gamabunta." Gamabunta yang mendengarnya bersiap.

'Toad Style : Oil Bullet / Fire Release : Flame Bomb.' Batin mereka bersamaan. "Combination Technique : Toad Oil Flame Bullet"

Melihat api besar itu dia hanya diam. 'Earth Release : Nine Gate' *Drhuargh* Tapi serangan tersebut ditahan oleh tembok besar yang melindunginya.

"Earth Release : Nine Dragon." Tembok dengan ukiran sembilan naga hancur, digantikan sembilan naga bumi yang siap menyerang.

"Kau lupa denganku. Wind Release : Great Typoon" Angin puyuh besar menyapu kesembilan naga itu. Namun dua diantaranya masih mendekat. "Ck, kuat." Naruto menghindar.

"Dual Rasengan" Jiraiya menghantam kedua naga itu dan hancur seketika. "Lain kali jangan gegabah." Jiraiya mengingatkan Naruto. Naruto mengangguk.

"Huh, dasar keras kepala." Pria bertopeng itu mulai merangkai handseal.

"Sealing Technique : Gate of Disolate" Kushina yang telah mempersiapkan jebakannya mulai beraksi. "Naruto, Jraiya, cepat lakukan."

Melihat empat menara yang mengelilinginya, pria misterius itu mencoba kabur. Tapi ternyata rantai dari keempat menara itu menahannya. "Ck? Sial!"

"Baiklah, kita lihat hasil latihanmu Naruto." Jiraiya mulai melakukan serangan combinasinya. 'Fire Release : Flametrower' Gamabunta siap dengan racunnya. 'Toad Style : Toxic Breath'.

"Combination Technique : Dragon Breath." Seru Jiraiya.

Naruto yang melihatnya mulai merangkai handseal. "Wind Release : Zero Air" Nafas api beracun itu mulai berputar, membentuk bola merah kehijauan dan menjadi padat.

"Combination Technique : Zero Press" Teriak Naruto. Maka semakin cepatlah bola itu berputar dan semakin padat. Bola itu ditekan keukuran terkecilnya, lalu melesat menuju kekkai itu. Dan *Poof* bola itu hilang tak berbekas.

Melihat itu pria bertopeng tersenyum dalam topengnya. "Hanya itu?" Tanyanya.

"Tidak." Jawab Naruto. Lalu ia menjentikan jarinya. *Fyuust-Duarhg* Ledakan berskala kecil namun tepat sasaran, seketika itu tubuh pria itu tertelan ledakan mematikan itu.

*Hah-Hah-Hosh* Naruto terengah karena terlalu banyak mengeluarkan chakra, setelah cahaya itu hilang mereka tersenyum karena sosok pria itu hilang tanpa bekas.

"Yes! Kita berhasil." Naruto memukul angin.

"Kau hebat Naruto, sungguh aku tak menyangka strategimu berhasil." Jiraiya takjub, Naruto hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Kaa-chan bangga, Naruto." Kushina mencium kening Naruto.

"Aku hanya memanfaatkan kelebihan Zero Air, walau tak dapat menjadi serangan tapi jutsu itu dapat membuat beberapa jutsu yang memerlukan udara menjadi terperangkap ruang kedap udara lalu pecah. Sungguh berguna bila dalam penyerangan tersembunyi." Jelasnya tentang jutsu kreasinya.

Saat mereka hendak melangkah pergi meninggalkan lokasi kejadian.

"AHK!?" Teriak Kushina, ternyata ia telah tertusuk kunai dijantungnya.

"KAA-CHAAAN?! / KUSHINAA!" Teriak Naruto dan Jiraiya bersama, mereka melihat pria bertopeng yang telah hancur tubuhnya itu mulai menghilang.

"Aku akan kembali. HAHAHA, INI MENARIK." Ia tertawa sebelum ditelan lubang hitam. Jiraiya terkaget karena musuhnya masih hidup walau lukanya parah.

"Kaa-chan kau harus bertahan!" Naruto mencoba menahan lukanya.

"Naruto cepat naik aku akan mengangkat Ibumu dan kita bawa kedesa!" Jiraiya membawa Kushina a la bridal dan menaiki Gamabunta diikuti Naruto dibelakangnya.

"Kaa-chan *hiks* bertahanlah *hiks*" Naruto sungguh tidak menyangka pria misterius itu masih hidup, walau tubuhnya telah hancur.

"Ja-ngan me-nangis Na-ruh-chan." Lirih Kushina, ia tahu ajalnya sudah dekat. Kushina mengambil sebuah kalung dengan rantai berbentuk angka sembilan -Kaya lambang dileher Naruto Sage Mode-. "Ini *uhuk* ad-dalah hadia-ah dari *uhuk-uhuk* ib-bu." Naruto menerima kalung itu dan memakainya, tangisannya mulai pecah.

"Kushina kumohon bertahanlah, dan berusahalah!" Jiraiya mulai bersuara, walau sangan pelan. Naruto terus berusaha menahan luka Ibunya agar darahnya tidak banyak yang keluar.

Gerbang Desa Konoha telah didepan mata, hanya beberapa kali lompatan Gamabunta, mereka telah sampai. Karena jarak Uzu Hi memang dekat dengan Konoha.

"Kha *hiks* chan *hiks-huks* jangan *hiks* tingga-hal *hiks* Naru *hiks-hiks-huaaa*" Naruto menangis sejadinya, mereka langsung menerobos masuk kedalam Konoha dan langsung menuju R.S Konoha.

"Perawat, kami butuh pertolongan. CEPAT!" Teriak Jiraiya, ia frustasi dengan kejadian ini. Beberapa perawat datang, dan segera membawa Kushina dengan cepat kedalam ruang U.G.D.

"Naru, yang kuat ya." Kushina tersenyum, sebelum ia dibawa beberapa perawat masuk kedalam ruang U.G.D.

"Naruto, kita percayakan pada mereka." Jiraiya berkata lirih, ia lalu memulangkan Gamabunta.

"KAU TAK MENGERTI KAA-CHAN, KAA-CHAN LUKA PARAH! HUAA, * hiks* HUA." Naruto mulai histeris, ia memukul Jiraiya.

"Memangnya aku tak mengerti, HAH?" Jawab Jiraiya, Naruto menegakkan kepalanya ia melihat Jiraiya yang mulai mengeluarkan air mata.

"Kau kira saat Minato meninggal, karena aku tak dapat melindunginya aku tak mengerti? Dan kini Kushina sekarat, juga karena hal yang sama, tak membuatku hancur?" Lirihnya. Naruto memandang kosong kedepan.

'Aku gagal melindungi Kaa-chan, aku tak mau kehilangan Kaa-chan.' Kata itu terus terulang bagaikan rekaman dikepalanya.

Beberapa saat kemudian

Pintu U.G.D terbuka, tampak beberapa perawat dan seorang ninja medis keluar. Naruto masih shock, ia tidak dapat berfikir jernih sedangkan Jiraiya langsung mendekati mereka dan mulai berbicara.


-Naruto P.O.V

Aku tak bisa mendengar apa yang mereka katakan, sungguh fikiranku kacau. Bagaimana bisa aku ceroboh sampai Kaa-chan terluka, andai nyawaku dapat ditukar maka aku akan menukarkannya dengan keselamatan Kaa-chan. Jii-san mulai mendekatiku, kulihat ia mendesah beberapa kali. Ingin kutanyakan keadaan Kaa-chan tapi mulutku seperti terkunci, aku terus melihatnya dengan tatapan kosong. Dan ia melihatku.

"Kushina ti-tidak tet-tt-ter-tolong." Jdaaar, serasa petir menghantam otakku, aku lemas, mataku berkunang dan *Bruuk* gelap.

Naruto P.O.V End-


T.B.C


Ahk, semoga fellnya kerasa.

Dan masih ada Typo(s), juga kegaje-an.

Bhie, sungguh jahat ya Kushina dibuat meninggal. Sehingga Naruto jadi anak Yatim-Piatu.

Ma'af kalo masih banyak kesalahan.

Mohon Reviewnya ya minna, kritik, saran, sanjungan*Maunya*, dan juga flamenya. Moga bisa jadi referensi saya yang masih NUBIE.

At Last~

ARIGATOU MINNA