Naruto : The Legend
Genre : Adventure/Romance
Rating : Teen/PG-17
Pair : NaruHina N SasuSaku
Disclaimer : ©Masashi Kishimoto
First Fiction By Bhie Forsaken
Warning : OOC, Mungkin OC, TYPO(Mungkin), GAJE,
SEMI-CANNON/AU (Banyak perubahan sana-sini), GORE(Mungkin), DLL.
Tidak suka harap klik icon BACK
"Kalimat" Berbicara
'Kalimat' Berfikir
"Kalimat" Monster/Bijuu/Sebangsanya Berbicara and Jutsu
'Kalimat' Monster/Bijuu/Sebangsanya Berfikir
*Suara* SFX (Sound Effect)
Chapter – 5
Hidup baru, Sahabat baru, Gaya baru
-Naruto P.O.V Start
Kurasa kepalaku sangat sakit saat kumencoba membuka mataku, aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Aku berada di ruangan yang sangat gelap, tunggu Kaa-chan dimana? Kumencarinya melangkahkan kakiku yang mulai letih, dan kepalaku semakin terasa pening. Aku berpegangan pada beberapa tiang diruangan yang kini kutemui.
"Kaa-chan?" Aku mencoba memanggilnya, kuharap ia mendengarku.
"Gaki, kau tak perlu sedih mereka telah menyegel sebagian chakra mereka bersama segel ini, dan sekarang Ibu dan Ayahmu akan menemuimu." Suara itu? Kyuubi? Tapi bagaimana? Kumencari sumber suara itu, saat aku melihat dibalik tiang-tiang itu terlihatlah Kyuubi yang sedang menatapku.
"Apa maksudmu?" Kumencoba mengingat-ingat kejadian-kejadian sebelumnya. "Tidak, Kaa-chan tak mungkin mati." Aku bergetar, ku tundukkan kepalaku dan mulailah air mataku jatuh.
"Naru-chan, Kaa-chan akan selalu ada dihatimu." Itu suara Kaa-chan, aku menegakkan kepalaku. Kulihat ia bersama seorang lelaki, tunggu itu.
"Tou-chan?" Lirihku tak percaya.
"Ya Naru, Kaa-chan dan Tou-san akan selalu melihatmu dari sana, dan akan selalu ada dihatimu. Jangan menangis, jika kau menangis maka kami ikut bersedih." Mereka memelukku, hatiku kembali tenang.
"Kaa-chan, Tou-chan. Apakah aku akan kuat hidup sendiri?" Tanyaku lirih.
"Kau tidak sendirian kami akan selalu disini Naru, juga masih ada Kyuu-chan, Jii-san, Jiraiya-sama, dan teman-temanmu nanti yang akan menjadi kekuatan baru untuk Naru." Tou-chan mengangkatku, dan memeluk tubuhku.
"Jangan lagi menangis Naru." Kaa-chan juga memelukku. Sungguh aku ingin waktu berhenti untuk selamanya.
Naruto P.O.V End-
-Normal P.O.V-
"Hei, aku jadi terlupakan?" Mereka yang mendengar suara Kyuubi menengok kearahnya. Terlihat Kyuubi yang terlupakan sementara menguap malas. "Apa kalian lupa tujuan Naruto kalian panggil, hanya karena reuni keluarga?" Tanyanya malas.
"Kyuu-chan jangan marah gitu dong, aku bukannya lupa tapi sedikit lupa." Jawab Minato terkekeh, lalu ia mulai melakukan handseal. "Naru, Tou-san akan melepas segel pemisah agar kau dapat berkomunikasi dengan Kyuubi dan Kyuu-chan dapat melepas sebagian chakranya keluar dari Naru. Mengerti?"
"Baik, Naru mengerti." Naruto tersenyum.
"Kyuu~, perlihatkan Human Form(HF)-mu, agar Naru tau." Bujuk Kushina, Kyuubi hanya mendengus malas dan mulai merubah bentuknya.
*Poof* "Seperti ini?" Kyuubi menjelma menjadi wanita(?) yang memiliki rambut seperti bulunya, dan tubuhnya tertutup oleh mantel bulunya.
"Baiklah, Tou-san akan membukanya." Minato memegang perut Naruto, dan terlihatlah segel yang sebelumnya lalu ia memutar segel itu seperti kunci. Terbentuklah segel baru dengan lambang Uzumaki ditengahnya. "Selesai." Minato melangkah kearah Kyuubi. "Jagalah Naruto." Bisiknya.
'Baik Minato-sama.' Jawabnya melewati telepati.
"Naru-chan, Tou-chan juga Kaa-chan akan kembali. Suatu saat nanti kita akan kembali menjengukmu." Kushina mengikuti Minato sambil melambai pada Naruto.
"Jaga dirimu Naru." Kata mereka bersama, lalu mereka mulai menghilang.
"Sampai jumpa Kaa-chan, Tou-chan." Naruto membalas lambaian tangan mereka. "Kyuubi, kau seorang wanita?" Tanya Naruto.
"Aku seorang gadis." Jawabnya ketus.
"Kan sama apa bedanya?" Tanya Naruto polos.
"Haah, aku malas menjelaskannya. Sekarang akan ku beri tahu cara untuk keluar-masuk alam bawah sadarmu, kau hanya perlu berkonsentrasi dan memejamkan matamu maka kau dapat masuk atau keluar dari alam bawah sadarmu Naruto." Jelas Kyuubi. "Dan karena permintaan ibumu, mulai sekarang aku akan menjadi kakakmu, kau dapat memanggilku Kyuu-nee." Tambahnya.
"Ha'i, arigatou Nee-chan." Naruto tersenyum dan memeluk Kyuu.
"Sekarang pergilah, aku akan kembali tidur." Kyuu melepas pelukan Naruto dan melangkah pergi.
"Ha'i." Naruto mulai memejamkan matanya, ia lalu kembali kealam nyata.
Saat ia membuka mata, ia kini berada diruangan yang serba putih dan mencium bau sesuatu yang menyengat hidungnya. 'Mereka menungguku dirumah sakit sampai tertidur ya?' Ia melihat disebelahnya ada Jiraiya dan Hiruzen sedang tertidur, sesaat ia melihat jam dinding yang berada di depannya.
"Masih jam 2, rupanya. Aku akan jalan-jalan sebentar." Setelah itu Naruto berjalan menuju keluar ruangan. Saat ia berada diluar gedung, ia dikagetkan oleh seseorang.
"Naruto, boleh kita bicara?" Tanya orang itu.
"Itachi-nii, kenapa ada disini?" Naruto heran melihat Itachi yang duduk di bangku taman R.S Konoha.
"Tak apa, aku hanya ingin menitipkan Sasuke, ia sudah tidak memiliki siapapun. Kemarin saat kau diserang pria misterius itu, Clan Uchiha memberontak. Sehingga aku terpaksa membunuh mereka semua." Jelasnya.
"Jadi, Nii-san membunuh keluarga Sasuke?" Tanya Naruto, ia sedikit kaget.
"Tidak mungkin aku membunuh keluargaku." Itachi tersenyum pahit.
"Maksudnya?" Naruto kini duduk disebelah Itachi.
"Ayah, dan Ibu dibunuh oleh pemberontak. Aku dan Sasuke bersaudara." Itachi menghela nafas. "Dan aku ingin menyelidiki seseorang, karena aku yakin orang yang menyerangmu sama dengan orang yang memprovokasi Clan Uchiha. Aku telah meminta Hiruzen menyatakan diriku sebagai Missing-Nin karena membantai Clan Uchiha dan melarikan diri." Naruto bingung, Itachi yang melihatnya kembali bicara. "Sasuke aku tanamkan ilusi tentang aku yang melakukan pembantaian dan membunuh Ayah serta Ibu. Karena aku ingin dia tidak membenci Clannya dan membenciku."
"Aku mengerti, tapi bolehkah aku membuatnya tak membencimu?" Tanya Naruto, karena sungguh Itachi tidak pantas untuk dibenci.
"Lakukan yang terbaik Naru, karena kau pasti dapat mengerti perasaan Sasuke." Itachi mengacak rambut Naruto. "Tapi rahasiakanlah soal genjutsu itu." Tambahnya.
"Baik, aku akan mencobanya. Aku berjanji -ttebayo." Naruto tersenyum. "Tapi aku belum mengenalnya." Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Haha, kau lucu Naru. Baiklah ikut aku." Itachi mencubit pipi Naruto dan mulai melangkah diikuti Naruto.
Meraka berjalan menuju ruangan tempat Sasuke dirawat. Setelah Naruto mengenalnya, Itachi menjelaskan semua tentang adiknya. Mereka melewati malam dengan mengobrol setelah selesai Naruto kembali kekamarnya dan Itachi pergi meninggalkan desa.
Esoknya
Desa Konoha - R.S Konoha 10:00 AM
Naruto bangun dari tidurnya, dan melihat sekeliling ruangan.
"Sudah pergi ya?" Tanyanya entah pada siapa.
"Kau sudah bangun Naruto?" Ternyata Jiraiya sedang berada di jendela menatap dirinya.
"Sensei, aku mau pulang." Naruto bangun dari kasurnya.
"Rumahmu telah hancur, dan Ibumu-"
"Aku tau, dan aku telah sadar bila itu memang takdirku." Jawabnya kikuk, sebenarnya ia belum ingin bicara tentang kematian Kaa-channya.
"Benarkah? Syukurlah, aku takut bila kau depresi." Jiraiya menghela nafasnya, ia merogoh sakunya. "Ini adalah Scroll Jutsu : Clan Uzumaki, ibumu berpesan agar kau mempelajarinya." Lalu ia memberikan gulungan itu.
"Ha'i, err.. Tapi aku tinggal dimana?" Naruto bingung.
"Hokage telah memberimu apartemen untuk tempat tinggalmu. Mulai hari ini kau dapat menempatinya." Jiraiya lalu menggendong Naruto a la piggy back, mereka menuju apartemen Naruto.
"Tadaima." Seru mereka bersamaan.
"Okaeri." Jawab seseorang.
"Siapa?" Tanya mereka berdua.
"Hei, aku Kyuu. Apa kau lupa Naru-chan?" Jawab Kyuu.
"Eh, Kyuu-nee. Kenapa bisa disini?" Naruto kaget bukan main
"Kushina berpesan padaku agar menjagamu, jadi kau akan kuurus dengan baik." Jawabnya, sembari memeluk Naruto.
"Sesak Nee-chan." Naruto yang dipeluk merasa sesak, karena ia dihimpit dua buah dada sang Kyuubi.
"Wah, baguslah aku jadi tidak perlu khawatir. Jaa~." Jiraiya yang melihat keakuran merekapun pergi.
Setelah itu Naruto dan Kyuu membereskan barang-barang ditempat baru mereka. Setelah mereka membeli beberapa pakaian, dan bahan makanan. Naruto mulai merasa nyaman bersama Kyuu, sepertinya mereka akan akur.
-Skip Time-
Naruto mulai berjalan-jalan mengelilingi desa, berjalan tanpa tujuan hingga ia menemukan sebuah danau dan ia melihat seseorang, sepertinya seumuran.
"Hai, boleh aku duduk?" Naruto menyapanya, lalu ia mendudukkan dirinya disamping anak itu.
"Pergi!" Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Hm, kau sedih ya?" Naruto mengacuhkan perintahnya, ia malah kembali bertanya.
"Kubilang PERGI!" Ia malah membentak Naruto, dan semakin membenamkan kepalanya diantara kakinya.
"Kau tau? Aku juga sedang sedih, Ibuku baru saja meninggal kemarin. Sedangkan Ayahku telah lama meninggal, kini aku sendirian. Kau kenapa bersedih?" Kembali Naruto mengacuhkan anak itu. Anak itu terkaget bukan karena mendengar cerita Naruto tapi karena ekspresinya, walau orang tuanya telah tiada ia masih bisa tersenyum.
"Kau bohong, kenapa kau tersenyum." Tanya anak itu, ia mulai menangis.
"Karena aku tau, mereka akan semakin sedih bila melihat kita menangis. Lagipula mereka akan selalu disini melihatku." Jawabnya sembari memegang dadanya, anak itu kemudian berhenti menangis. "Kau tau, bila kita terlalu jatuh dalam kesedihan maka kita akan hancur perlahan." Tambahnya.
"Kau tak tau, Anikilah yang membunuh orang tuaku." Jawabnya datar, ia menggenggam erat celananya.
"Hei, tak mungkin. Anikimu pastilah orang baik, pasti ia menyembunyikan sesuatu. Aku berani bertaruh." Naruto berkata serius, ia tahu itu karena memang ia mengetahuinya.
"Kau yakin?" Ia mulai tenang, dan melihat Naruto.
"Pasti, pikirkan saja mana mungkin kakak yang baik membunuh keluarganya." Naruto tersenyum.
"Terimakasih, kau benar. Aku mungkin salah paham, terimakasih." Anak itu mulai tersenyum simpul.
"Itu gunanya teman." Naruto tersenyum lebar.
"Eh, kita belum saling kenal kan?" Jawabnya kaget.
"Eh, ia benar juga." Naruto kaget dan menggaruk pipinya."Kalau begitu kenalkan, namaku Naruto." Naruto mengulurkan tangannya.
"Aku Sasuke, salam kenal." Sasuke menjabat tangan Naruto, mereka kembali saling bercerita. Setelah hari mulai gelap mereka memutuskan untuk pulang.
"Sasuke, aku pulang ya." Naruto mulai berdiri.
"Sama, aku juga." Saat mereka hendak pergi.
*Poof* Muncullah Kyuu, ia terlihat marah. "Naruto, kemana saja kau?"
"Kyuu-nee? E-eh, ini aku baru bertemu Sasuke, kenalkan dia teman baruku." Jawab Naruto kikuk seraya menepuk bahu Sasuke.
"Oh, begitu. Hai Sasuke." Kyuu mencubit pipi Sasuke, yang dicubit hanya tersenyum sebal.
"Oh, ia nanti kalau Naru latihan kau ikut ya?" Naruto memegang tangan Sasuke dan memohon. Sasuke hanya mengangguk.
"Baiklah sampai jumpa / Jaa~, Sasu-kun." Jawab mereka dan pergi meninggalkan Sasuke.
"Jaa~, sampai besok." Sasuke mulai melangkah pergi meninggalkan tempat itu. 'Aniki, aku akan mencarimu. Naruto terimakasih.' Sasuke kembali pulang kerumahnya.
Esoknya
Desa Konoha - Apartemen NaruKyuu 7:00 AM
"Naru-chan, sarapannya telah siap." Kyuu menata makanan dimeja.
"Iah, sebentar Nee-chan." Naruto memakai bajunya, lalu ia berjalan kemeja makan -kecil- nya. "Wah, pasti enak." Pujinya saat tiba dimeja makan.
"Nee-chan sudah sering melihat ibumu memasak, cuma menirunya saja." Jawabnya.
"Wah, semoga rasanya seperti masakan Kaa-chan." Harap Naruto.
"Itadakimasu." Dan mulailah acara makan mereka.
Beberapa saat setelah acara makan selesai
"Kyuu-nee, kita latihan yah. Aku mau melatih chakraku lagi, sekalian kita ajak Sasuke." Bujuk Naruto.
"Baiklah kita berlatih di hutan." Kyuu terkekeh melihat Naruto yang bersorak senang.
-Skip Time-
Desa Konoha - Hutan Kematian 10:00 AM
"Hei, apa kau yakin kita kesini." Tanya Sasuke.
"Ya, kita akan latihan disini." Naruto terus berjalan.
"Tapi ini Hutan kematian, Dobe." Sasuke menarik Naruto.
"Apa katamu Teme?" Muncul perempatan didahi Naruto, sungguh ini pertama kalinya ia dipanggil idiot.
"Ini Hutan kematian, Dobe." Jawabnya datar.
"Ahk, Teme! Sudah ikut aku!" Naruto mulai menarik tangan Sasuke.
Setelah beberapa saat, ia bertemu dengan Kyuu yang sedang memasang Kekkai. Mereka mendekatinya.
"Nah, Naruto buat clone dan latih Sasuke. Lalu Naru latihan sama Nee-chan." Setelah mendengar perintah Kyuu, Naruto membuat satu clone. *Poof* Sasuke yang melihatnya hanya bisa terpana, setelah itu Naruto pergi bersama Kyuu.
"Kau bisa membuat bunshin?" Sasuke mulai bicara setelah ia sadar dari kekagetannya.
"Yah, begitulah. Sekarang kita latihan." Jawab clone itu. Sasuke hanya mengangguk, ia sungguh tidak menyangka Naruto sangat hebat. Dan mulailah latihan mereka.
Dilain tempat
"Sekarang pegang ini, lalu pusatkan chakra pada kertas itu!" Kyuu memberikan Kertas Chakra.
"Baik." Setelah memusatkan chakranya kertas itu terpotong, sebagian basah, dan mulai terbakar.
"Hem, Naru punya elemen dasar angin, dan elemen sampingan air, ditambah elemen dasar Nee-chan api." Terangnya. "Jadi, sekarang Naru melatih elemen air." Tambahnya.
"Oh, baiklah." Naruto tersenyum, dan mereka menuju sungai.
"Sekarang coba berdiri ditengah sungai, lalu buat sekitar sungai bergelombang. Bila perlu buat 30 shadow clone." Kyuu lalu duduk disisi sungai.
Naruto mulai membuat clone, dan melakukannya. Setelah beberapa jam, air sungai mulai beriak-riak kecil. "Aku cape, kita istirahat. Naru takut bunshin Naru ditempat Sasuke hilang." Naruto terlihat kelelahan.
"Istirahatlah, Nee-chan bawa bento." Naruto yang mendengarnya segera menghilangkan clonenya lalu menuju Kyuu, merekapun mulai makan. Setelah istirahat, Naruto kembali berlatih. Ia kembali membuat clone dan menuju tempatnya tadi.
-Skip Time-
Seminggu kemudian
Hutan Kematian 3:00 PM
Air sungai terlihat seperti ombak laut yang terkena badai, kita lihat siapa pelakunya.
"Yosh! Naru berhasil." Naruto melompat riang. Ia sudah berlatih seperti itu selama seminggu ini, membuat ombak, melatih keseimbangan diantara ombak, sampai kini ia berhasil.
"Bagus, sekarang buat air ini panas Nee-chan mau berendam." Kyuu mulai membuka pakaiannya. Naruto yang belum mengerti hanya mengira itu hal biasa.
"Huh, Nee-chan enak dong. Naru juga mau." Lalu Naruto ikut melepas pakaiannya, ia mulai merendam tubuhnya didalam air dan berkonsentrasi untuk memanaskannya. Kyuu mulai merendam dirinya. Setelah beberapa menit, Naruto terlihat lelah. "Sudah ah." Naruto keluar dari dalam sungai.
"Naru, sparing sama Sasuke aja. Sekalian lihat perkembangan Sasuke!" Kyuu keluar sungai dan memakai pakaiannya. Lalu mereka ketempat Sasuke, sesampainya disana terlihat Sasuke yang sedang melatih Jutsu Katonnya.
"Teme, kita sparing." Naruto memanggilnya.
"Hn." Jawabnya.
Mereka mulai bertarung. Naruto memegang kunainya dan menghantam Sasuke, Sasuke menahan serangan itu dengan kunainya.
-Skip Time-
Enam tahun kemudian
*Traang* Naruto mundur. "Wind Release : Pressure Shoot." Bola angin itu menuju Sasuke.
Sasuke melihat bola itu mendekat, melakukan handseal. "Fire Release : Great Fireball." *Bwhoosh* Kedua bola itu saling menghantam membentuk api yang besar.
"Bagaimana dengan ini, Wind Release : Zero Air." Api itu berputar cepat dan mengecil seukuran orb. "Wind Release : Zero Press." Orb itu kembali menuju Sasuke.
"Ma'af, aku belum mau mati." Sasuke yang melihat jurus itu menghindar. *Blhaarghg* Pohon-pohon hancur dan terbakar.
"Dobe apa yang kau lakukan, jika ingin bertarung penuh tunggu aku menyempurnakan Sharingan." Sasuke berkata sambil mengaktifkan Sharingan dengan tiga tomoe. "Minggu depan bantu aku lagi!" Tambahnya.
"Hn." Jawab Naruto datar. Karena mereka selalu bersama sifat keduanya menjadi tercampur sehingga mereka -hampir- sangat mirip.
"Water Release : Rainfall" Mulai terbentuk awan-awan kecil yang menurunkan hujan.
Setelah membereskan tempat latihan mereka, merekapun pulang diperjalanan mereka dihabiskan dengan merencanakan latihan mereka selanjutnya.
Esoknya
Desa Konoha - Ruan Hokage 7:00 AM
Naruto memenuhi panggilan Hokage. Sesampainya disana ia melihat Sasuke dan seorang shinobi.
"Ada apa Jii-san memanggil ku?" Tanyanya.
"Naruto, mulai besok kau masuk Akademi bersama Sasuke. Semuanya telah diurus, dan Umino Iruka adalah gurumu." Hiruzen langsung menjelaskan setelah melihat Naruto.
"Hai, Naruto." Iruka menyapanya.
"Ha'i, tapi kita butuh pakaian Jii-san. Benarkan Sasuke." Naruto melirik Sasuke, ia hanya mengangguk.
"Dasar kau ini, baiklah ini ambil." Hiruzen memberikan 5.000Ryo -kurang gak ya?- pada Naruto. "Gunakan untuk membeli pakaian, dan besok ingat Naru kau mulai Akademi. Aku ingin agar kau berjuang dari bawah seperti Minato dulu." Jelasnya.
"Ha'i, aku pasti ingat. Jaa~ Jii-chan." Jawab Naruto sembari menarik Sasuke.
Mereka menuju Apartemen Naruto, setelah menjelaskan pada Kyuu tentang Akademi dan uang belanja, mereka menuju pusat belanja. Sesampainya disana mereka mulai berburu pakaian. Hingga hampir semua toko tutup, setelah perburuan pakaian mereka selesai, mereka pulang kerumah masing-masing.
Apartemen Naruto 7:30 PM
"Tadaima." Seru Naruto dan Kyuu. Mereka mulai membereskan belanjaan mereka.
"Kyuu-nee aku mandi dulu." Ucap Naruto pada Kyuu yang masih menggonta-ganti bajunya. Ia melangkah menuju kamar mandi, dan mulai menyalakan shower.
"Naru, mana dia? Mungkin mandi.. Aku juga ah, sudah lama juga tak mandi bersama." Kyuu mulai menuju kamar mandi dan melepas pakaiannya.
*Kriet* "Naru, mandi bareng yah." Naruto kaget melihat Kyuu, ia memang biasa mandi bersama tapi beberapa Minggu ini Naruto sungguh malu. 'Uh, lucunya Naru-chan' Batin Kyuu, ia memang selalu menganggap Naruto imut saat seperti itu.
"Ne-nee-chan, aku malu." Jawab Naruto sambil menutup daerah selangkangannya.
"Nee, tak apa Naru." Kyuu memeluknya dari belakang. Naruto yang merasakan dada Kyuu mulai merasa risih.
"Baiklah, asal Nee-chan menggosok punggungku." Naruto memberikan sabunnya.
"Baiklah, Nee-chan setuju." Jawab Kyuu, dan mulai menggosok punggung Naruto. Setelah itu mereka mandi bersama.
Esoknya
Akademi Konoha 8:30 AM
"Anak-anak kita kedatangan murid baru, masuk Naruto, Sasuke." Iruka memanggil mereka.
"Namaku Uzumaki Naruto, salam kenal." Naruto mengangkat tangannya.
Uzumaki Naruto 12th - Memakai vest hitam dengan kerah sedikit panjang keatas -kerahnya mirip Akatsuki- tanpa lengan, dalamnya memakai kaos berwarna seperti Kyuubi dan kalung dari ibunya. Celana ninja hitam sedikit ketat dengan corak api di ujung, sepatu ninja merah gelap, rambut mirip Yondaime tapi lebih panjang di bagian belakang.
"Namaku Uchiha Sasuke." Sasuke hanya memberi senyum sesaat. -Gak keliatan lagi senyumnya-
Uchiha Sasuke 12th - Baju seperti animenya waktu Akademi tapi V-necknya lebih besar, pake sarung tangan hitam, celana ninja hitam dengan corak petir di setiap sisi kanan-kirinya, rambutnya seperti animenya bedanya ujung belakangnya -bukan yang mirip ayam- lebih panjang seleher
"Naru-kun keren."
"Sasu-kun cool abis."
"Kyaaaaa.."
"Kyaa, keren.."
"DAN LAIN-LAIN" Sorak para perempuan.
"DIAM! Baiklah kalian cari bangku yang kosong." Kelas kembali sepi, Iruka menyuruh mereka duduk.
Naruto duduk dibelakang Hinata, disamping Kiba dan Shikamaru. Sasuke duduk diantara Ino, Sakura, Chouji, dan Shikamaru. Mereka mulai saling berkenalan satu sama lain -kecuali Hinata-. Pelajaranpun dimulai, Naruto melihat kedepan dan merasa bosan karena telah mengerti semua mulai tidur, sedangkan Sasuke telah lama tidur.
Beberapa saat kemudian
"Baiklah anak-anak, kalian dapat berlatih melempar kunai." Iruka membawa mereka ketempat latihan melempar, dan menyuruh mereka melempar kunai-kunai mereka. Setelah beberapa murid kini saatnya Naruto dan Sasuke. Semua terkagum melihat mereka berdua mendapat nilai sempurna.
Setelah latihan itu mereka istirahat, Naruto dan Sasuke menuju belakang sekolah yang ternyata adalah sebuah latar yang sepi.
"Perfect!" Seru mereka berdua, mereka bosan mendengar suara cempreng para gadis.
Setelah mereka memakan bekal masing-masing, mereka berjalan kembali kekelas tapi Naruto menabrak seseorang dan tak sengaja menciumnya. "Eh?" Gadis itu berseru, Naruto yang sadarpun bangun.
"Ma'af" Ucapnya sambil mengulurkan tangan membantunya berdiri. "Err.. Siapa namamu?" Tanyanya.
"Eh, na-namaku Hi-na-ta." Jawabnya gugup, sambil memainkan jarinya.
Hinata P.O.V Start
'Dia keren sekali, eh apa yang kufikirkan.' Aku melihat dua bola matanya, biru secerah langit.
"Hinata? Halo~?" Ia mengagetkanku, aku menunduk malu. "Aku Naruto, salam kenal." Apa dia mengulurkan tangannya, aku gugup dan menjabat tangannya. 'Oh, tidak. Pasti wajahku memerah.
"Na-naru-to-kun, se-senang ber-ke-kenal-an de-nganmu." Kenapa aku gugup sekali, oke aku memang pemalu, tapi tak separah ini.
Hinata P.O.V End
Normal P.O.V
Naruto yang sadar akan keadaan Hinata terkekeh. "Kau lucu, dan manis." Ucapnya.
"Hei, sampai kapan kita disini?" Tanya Sasuke.
"Eh, benar. Hinata-chan kau tak masuk kelas?" Naruto menanyakan Hinata.
Muka Hinata semakin merah. 'Hinata-chan? Kyaa, ia memakaikan -chan dinamaku.' Batin Hinata. "Eh, ia a-aku mau ma-masuk." Hinata berlari kecil meninggalkan mereka berdua.
"Kau suka ya?" Sindir Sasuke.
"Mungkin, dia lucu dengan rona merah itu." Jawab Naruto.
Merekapun melangkah menuju kelas.
Sesampainya dikelas, Sasuke bosan mendengar ocehan Ino dan Sakura yang mencoba mendapatkan perhatiannya. Setelah pelajaran selesai, Naruto mulai berjalan keluar kelas, tapi ia dikagetkan oleh beberapa murid perempuan yang mengajaknya kencan. Tapi ia tertarik pada Hinata yang diam dan keluar kelas Narutopun mengacuhkan mereka dan mengejar Hinata. Sedangkan Sasuke mulai merencanakan sesuatu agar Ino dan Sakura diam.
-Skip Time-
Sasuke kini mulai merasa risih dengan Ino dan Sakura yang mengikutinya menuju taman.
"Mengapa mengikutiku." Tanya Sasuke.
"Aku hanya ingin bersamamu." Jawab Sakura.
"Hey, Forehead dia itu milikku." Ino mengejek Sakura, dan memeluk Sasuke.
"Apa maksudmu, Pig?" Dan mulailah pertengkaran antara mereka.
'Mereka gila.' Sasuke Sweatdroop. "Hei, apa kalian akan tetap mengejarku?" Saat mereka melihat mata Sasuke, ia melakukan ilusi. "Bila aku seperti ini?" Ino dan Sakura kaget melihat muka Sasuke yang sangat -SANGAT- jelek.
"Huek, aku kira kau tampan." Ino langsung pergi, ia merutuki dirinya yang mengejar Sasuke.
"A-aku, a-ku-" Sakura terbata, ia bahkan tak tahu harus berkata apa. 'Hei, seharusnya kau kagum. Ia berani memperlihatkan sosok aslinya yang begitu.. Kau taulah' Inner Sakuranya berkata. 'Kau benar, tak pantas aku meledeknya.' Sakura setuju.
"Aku apa?" Sasuke mendekatkan wajahnya.
"Aku hanya heran, kenapa kau lakukan itu. Menutupi wajahmu, walau kau jelek seharusnya kau tak usah melakukan itu." Tanya Sakura, ia merasa takut bila perkataannya menyinggung Sasuke.
'Menarik.' Batin Sasuke. "Aku hanya tak mau semua orang menjauhiku, dan aku ingin punya teman." Jawabnya datar.
"Kalau begitu kita teman." Sakura mengulurkan tangannya dan tersenyum.
'De ja vu, eh?' Sasuke tersenyum, ia menjabat tangan Sakura. "Baiklah kita teman." Ilusi itupun hilang. "Seharusnya kau lari seperti semua perempuan lain." Tambahnya.
Sakura yang melihat wajah Sasuke kembali mulai bingung. "Kenapa?" Lirihnya.
"Karena, aku bosan mendengar suara cempreng kalian." Jawabnya datar.
"Bukannya kau ingin teman, karena itukan kau menyembunyikan wajahmu?" Tanya Sakura, ia tidak mengerti maksud Sasuke.
"Kau bodoh, tadi hanya ilusi. Kau lupa aku seorang Uchiha?" Sasuke tersenyum(?) dan pergi. 'Dia menarik.' Ia pun menghilang.
1
2
3
.
"APA.. Jadi ta-tadi hanya ilusi. Sasuke kau jahat." Sakura mendengus kesal. 'Tapi, kini kita tau mengapa ia melakukannya. Tetap berjuang Sakura, raih hatinya.' Innernya berkata. "Benar juga kau inner, aku tak akan seperti tadi." Sakura tersenyum.
Ditempat lain
"Hinata." Naruto mengejar sosok Hinata.
Hinata yang mendengarnya menghentikan langkahnya. "Na-naruto-kun?" Wajahnya memerah.
"Kita pulang bareng yah." Naruto menggenggam tangan Hinata, dan ketika itu Hinata pingsan.
"Eh?" Naruto kaget, dan memeluknya. "Hinata, hei. Kenapa kau?" Naruto mencoba membangunkannya, saat Hinata bangun rona merah kembali menghias pipinya.
"Kyaa!" Hanya itu yang keluar dari mulutnya dan kembali pingsan.
"Merepotkan, apa aku keterlaluan ya. Tak apalah, kubawa saja kerumahnya." Naruto terkekeh, mulai ia menggendong Hinata a la bridal.
T.B.C
All ada yang punya software spell checker?
Wordnya rusak nieh, jadi susah beresin Chapienya.
Update sekarang, beso mau sibuk dulu.
Dan kalau masih ada kegajean, Typo(s), dll. Mohon ma'af.
WARNING SEMI-CANNON masuk gak sama cerita? Butuh pendapat, belum tau arti-arti FanFiction.
Mohon Reviewnya ya minna, kritik, saran, sanjungan*Maunya*, dan juga flamenya. Moga bisa jadi referensi saya yang masih NUBIE.
At last~
ARIGATOU MINNA
