Dark Will

Disclaimer : Semua karakter bukan milik author, Akan tetapi Yu Narukami dan kawan-kawannya baik di Investigation team maupun disekolah adalah milik Atlus, Author hanya memiliki cerita FF ini

A/N : Bersetting setelah kepulangan Yu Narukami ke Tokyo, akan tetapi pada tahun 2015, Yu kembali ke Inaba.

Chapter lainnya di fic ini, Author kembali mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk para Reviwers, Di chapter ini mungkin belum ada masalah serius yang akan memicu pertempuran. memang kebanyakan basa-basinya, tapi ini akan saling berhubungan dengan chapter lainnya

Sejujurnya, Author masih ragu sampai saat ini, sebenarnya 'Moel' itu nama penjaga stasiun gas atau nama stasiun gasnya? akan tetapi dalam fic ini, author akan menamainya Moel jadi mohon maaf jika hal ini merupakan kesalahan.

Akhir kata dari Author

Enjoy The Story

Chapter 3 : Jealous

Adachi dan Moel pergi dari tempat , mereka akan mulai mencari anggota Investigation Team untuk balas dendam, mereka sudah merencanakan seemuanya, hanya tinggal mengajak Namatame untuk bekerja sama menghancurkan mereka kembali.

"Sesuai dengan rencana, kita akan mengajak Namatame bergabung dengan kita." Ujar Moel kepada Adachi

"Kita tidak membutuhkannya." Jawab Adachi

"!" Moel terkejut dengan jawab Adachi

"Aku dengan kekuatan Malam Bulan Purnama, kau dengan kekuatan Dewi Izanami, kita sudah merupakan pasangan terkuat."

"Tapi, dia masih bisa sebagai penambah jumlah, itu saja."

"Tapi pertahanan dia lemah, dia bisa langsung dikalahkan Narukami...kita hanya akan repot melindunginya!"

"Masa, kita hanya berdua menghadapi delapan orang?" Tanya Moel ragu kepada Adachi

"Aku punya pengganti untuk Namatame, dia balance kekuatan penyerangan dan pertahanannya." Jawabnya

Moel hanya menatap heran Adachi, seolah dia berusaha menolak keberadaan Namatame dalam tim mereka, Ada apa mereka sebenarnya? pertanyaan itu langsung terbesit di otak Moel saat Adachi mengatakan dia punya pengganti Namatame.

"Kenapa kau memandangku seperti itu?" Adachi yang sadar dirinya diberikan tatapan aneh yang penuh pertanyaan dari Moel akhirnya bertanya

"Kenapa kau bersihkeras mengganti Namatame? kau ada masalah dengannya?" tanya Moel

"Ya." Jawab Adachi Singkat

"Apa?"

"Dia keluar dari penjara lebih dulu dariku, dan dia keluar secara resmi...tidak perlu susah payah sepertiku, padahal dia lebih payah dariku."

Moel hampir tertawa mendengar alasan konyol Adachi, akan tetapi dia dapat segera mengendalikan dirinya agar tidak tertawa

"So, Kau iri dengannya, hah?"

"Tidak Juga!" bantanya, akan tetapi Wajahnya agak sedikit memerah karena pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan yang dilontarkan Moel sangat tepat

"Kau ini kan mantan anggota kepolisan, seharusnya kau tidak tahu bahwa masa tahanan itu berdasarkan tingkat kejahatan? bukan berdasarkan kekuatan! dasar bodoh...hahaha...!" Kali ini dia tidak bisa menahan tertawanya terhadap Adachi

Adachi mendengus kesal mendengar tertawaan Moel, dia kemudian melontarkan pernyataan mengejutkan

"Dia akan kugunakan sebagai bahan uji coba kekuatan baruku."

"Hah?"

"Ya, aku harus menguji seberapa kuat...kekuatan baru milikku ini, dia adalah bahan uji coba yang cocok." ujar Adachi memberi penjelasan

"Ya sudah terserah kau saja."

Kemudian mereka pergi untuk mencari Namatame.

-End Of Chapter-

Bagaimana Chapter ke-3 ini? mohon maaf bila masih ada kekurangan dihati para Readers dan Reviewers sekalian.

Oh, iya...Author ingin menginformasikan bahwa, Author membuat sedikit perubahan pada format percakapan di Chapter ini ( Jika kalian menyadarinya, kalian akan tahu bahwa model percakapan chapter ini berbeda dengan dua chapter sebelumnya ketika sedang membaca) bagaimana? apakah lebih bagus? jika iya, Author akan menggunakan format ini untuk seterusnya, jika tidak...maka author akan kembali ke format sebelumnya.

Akhir kata, Adakah Review di Chapter ini ?