Dark Will
Disclaimer : Semua karakter bukan milik author, Akan tetapi Yu Narukami dan kawan-kawannya baik di Investigation team maupun disekolah adalah milik Atlus, Author hanya memiliki cerita FF ini
A/N : Bersetting setelah kepulangan Yu Narukami ke Tokyo, akan tetapi pada tahun 2015, Yu kembali ke Inaba.
Chapter lainnya di fic ini, author kembali mengucapkan terimakasih kepada reviewers yang sudah memberikan reviewnya pada fic saya ini
Enjoy the Story
Chapter 4 : Adachi's new power
Adachi dan Moel melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari Namatame, Sesuai percakapan mereka, Namatame akan digantikan oleh seseorang yang direkomendasikan oleh Adachi, yang belum jelas apa dan bagaimana kekuatannya, tapi tetap Moel mengharapkan dia itu kuat, kalau bisa lebih kuat daripada Namatame yang digantikannya.
Mereka sampai disebuah hutan, Moel yang heran atas dasar apa Adachi membawa mereka kemari, langsung bertanya kepada mantan Vice-Officer Inaba PD tersebut.
"Mau apa kau kemari?" tanyanya.
"Radarku mengatakan bahwa Namatame berada di sekitar sini." Jawabnya sambil fokus memperhatikan keadaan sekeliling.
"Jadi kau memiliki kekuatan untuk mendeteksi keberadaan seseorang dengan radar? Mengapa kau tidak gunakan itu untuk mencari para Investigation Team? Tapi malah membuang waktu dengan mencari Namatame?"
"Apa kau tidak mengerti? Kurasa aku sudah mengatakan bahwa aku harus menguji coba kemampuan baruku. Dan Namatame itu cocok sebagai kelinci percobaanku." Jawabnya panjang lebar
Moel menatap Adachi sejenak, kemudian dia menghela nafas, "Terserah kau saja lah, aku harap pengganti yang kau maksud itu lebih kuat dibanding Namatame."
Adachi tersenyum mendengarnya, dia sudah mendapatkan kepercayaan dari Moel, "Itu Pasti." Jawabnya yakin. "Aku sudah mengukur kualitasnya."
Adachi tiba-tiba merasakan kontak dari Radarnya, "Ada apa?" Tanya Moel kepada pria itu, "Aku sudah mengetahui lokasi Namatame."
"Kalau begitu, kita harus segera kesana." Adachi mengangguk kemudian mengikuti sumber sinyal dari Radarnya
Adachi dan Moel akhirnya mencapai tujuan, dan benar saja, disana mereka menemukan Namatame yang sedang membereskan peralatannya, entah habis apa dia disana, Adachi tidak memperdulikan hal itu.
"Seingatku, kau masih harus berada ditahanan selama 3 tahun lagi, Adachi?" Tanya Namatame dengan heran kepada Adachi
"Kau sudah bebas, tidak ada lagi alasanku untuk berada disana." Jawab Adachi, dia menyeringai kemudian berjalan mendekati Namatame.
"Jika kau ingin mengajakku kembali melawan Yu, aku menolak." Namun, ternyata ini tidak sesuai dengan pikiran Namatame, Adachi malah tersenyum
"Kalau begitu, Kau sudah tidak punya alasan lagi untuk hidup disini." Ujar Adachi sinis, "Kau ingin bertarung?" Tanya Namatame, Adachi hanya tertawa
Adachi langsung memanggil Magatsu Izanagi, yang tanpa disangka berubah wujud menjadi berwarna Hitam dan kuning yang berbentuk kilatan petir.
"Blackstorm Izanagi...!"
Namatame yang tidak pernah mendengar nama itu segera menyiapkan mode bertarung, dia segera berubah wujud menjadi Kinimo-Sagiri.
Kinimo-Sagiri berusaha untuk mengambil alih Blackstorm Izanagi dengan jurus kontrol, tapi dengan mudah hal itu justru malah mengontrol sang pengguna.
"Kau tak bisa apa-apa lagi sekarang." Ujar Adachi, dia bersiap untuk menggunakan seerangan selanjutnya.
'Lightning Edge'
Serangan itu kena telak pada tubuh Kinimo-Sagiri, kemudian dia langsung bertindak dengan melemparkan jurus Orchid Arrow, yang mengenai Adachi langsung.
Adachi yang tidak menduga serangan itu, kemudian langsung membuat serangan balasan kepada Namatame.
'Thunderstorm Flash'
Jurus itu membelah Kinimo-Sagiri menjadi dua bagian sebelum akhirnya berubah wujud kembali menjadi Namatame yang sekarat, sebelu akhirnya dia dibunuh Adachi.
"Kurasa sekarang adalah saatnya kau mengucapkan selamat tinggal kepada dunia." Ujar Adachi sebelum melakukan serangan akhirnya kepada mantan sekertaris negara itu
"Selamat tinggal, Dark Blaze" tembakan api yang bersatu dengan kegelapan yang menciptakan api hitam itu membunuh Namatame, dengan melahap tubuhnya secara perlahan dalam api.
Adachi kemudian berteriak dengan sangat keras, hingga Moel terkejut mendengarnya
"Kekuatan yang sempurna...berikutnya giliranmu...NARUKAMI...!"
-End Of Chapter-
Itu adalah chapter 4, adakah review di chapter ini ?
