Title : For U It's Separation, To Me It's Waiting

Writer : Nickey Jung Rae Suk

Rating : K+

Cast : YunJae, YooSu, Changmin, Kim Soo Eun, Kim Sang Bum aka KimBum, Kwon Boa, etc.

Genre : YAOI, Frendship, Romance.

Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong. JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.

Lenght : 3 of 4

Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, alur lambat-kadang cepet(?), TIDAK SUKA JANGAN BACA, NO BASH.

.

.

.

~Chapter 3~

"Eu kyang kyang~ Eu kyang kyang~~" suara tawa Junsu menggema di apartement mewah Changmin memecah keheningan malam. Seketika keempat temannya -Yunho,Yoochun,Changmin,Boa- meringis menutup telinga mereka. Sesaat lalu Yunho menceritakan apa yang diketahuinya dari Kimbum kemarin sore tentang kebohongan Jaejoong yang mengaku sudah menikah dengan Kim Soo Eun.

"Aishh, hentikan tawamu itu, merusak telinga saja!" gerutu Changmin. Namun bukannya berhenti, namja imut itu justru semakin tertawa keras.

"Hahaha... Dari awal aku memang tak percaya jika Kim Soo Eun itu istri Jaejoongie... Jaejoongie itu tak pantas menghamili orang, pantasnya dia dihamili, eu kyang kyang~" Junsu kembali tertawa.

"Yeah.. dan yang pantas menghamilinya adalah Yunho Hyung" timpal Changmin ikut-ikutan tertawa. Ia juga merasa lucu saat mengingat betapa seriusnya wajah Jaejoong ketika mengenalkan istri pura-puranya itu.

"Yya kalian berdua!" hardik Yunho kesal karena Changmin dan Junsu malah menggodanya.

"Ok, mian...jadi, apa rencanamu selanjutnya Hyung?" tanya Changmin serius. Padahal dalam hatinya ia masih tertawa, membayangkan Jaejoong hamil anak Yunho.

"Aku belum menanyakannya pada Jaejoong. Karena setelah mengantarkan minuman untuk kami, dia langsung masuk ke kamarnya dan tak keluar lagi.."

"Aku rasa Jaejoong sengaja ingin mengerjaimu Yun..mungkin saja dia kembali karena merindukanmu, tapi karena 'gengsi' dia berpura-pura sudah menikah dan akan segera memiliki anak.." pendapat Boa. Yeoja mungil itu juga ikut tersenyum lucu.

"Apa Kimbum mengatakan hal lain lagi?" tanya Yoochun. Sedari tadi namja Park itu terlihat sedang berpikir, instingnya mengatakan jika Jaejoong masih menyembunyikan sesuatu.

"Kimbum Hyung hanya bilang, jika Jaejoong belum menikah dengan Soo Eun"

"Belum? Maksudmu?" heran Yoochun. Tatapan heran juga kentara dari wajah Changmin, Junsu dan Boa.

"Jaejoong baru akan menikahi Soo Eun setelah anak itu lahir"

"MWO?" Koor keempatnya terkejut.

"Jadi maksud Hyung, anak yang dikandung Soo Eun itu... Memang anak Jae Hyung?" tanya Changmin tak percaya.

"Bagaimana bisa?" lirih Junsu, sedangkan Yoochun dan Boa hanya menatap Yunho penasaran.

Yunho menghembuskan nafasnya. Ia menyandarkan punggungnya ke sofa dan memijat pelan pelipisnya. "Yeah...kemungkinan memang itu anak Jaejoong..." lirihnya.
.

.

.

.

Rising Sun Cafe

Untuk yang kesekian kalinya Yunho menemui Jaejoong di kampus namja cantik itu. Pekerjaannya sedikit terbengkalai karena terlalu sibuk mengurusi masalah pribadinya. Beruntung pemilik Restoran tempatnya bekerja itu orang baik, hingga ia tak harus takut kehilangan pekerjaannya.

"Jadi?" tanya Yunho menatap dalam mata bulat Jaejoong.

"A-apa?" gugup Jaejoong melihat tatapan musang Yunho.

"Kenapa kau berbohong?" Yunho tak melepaskan tatapannya.

"Si-siapa yang berbohong?" Jaejoong memalingkan wajahnya tak berani bertatapan dengan mata musang Yunho. Ck, ternyata waktu tiga tahun tidak bisa merubahnya, Jaejoong masih tetap takut jika Yunho sudah memandangnya tajam seperti itu.

"Jangan berpura-pura lagi Jae... Mengapa kau mengatakan jika Soo Eun itu adalah istrimu?...Ah..atau... kau sengaja ingin membuatku cemburu?" terka Yunho membuat Jaejoong sontak menatap wajah tampan itu.

Apa Yunho bilang? Ingin membuat cemburu?

"Cihh, kau terlalu percaya diri Tuan Jung." desis Jaejoong.

"Lalu?"

"Aku rasa kau tak perlu ikut campur masalahku" ketus Jaejoong. Ia memainkan pipet minumannya acuh.

"Kau masih mencintaiku aniya? Ciuman itu..."

Jaejoong menghentikan kegiatannya dan mendongkak melihat wajah Yunho yang menyeringai.

"Kepercayaaan dirimu sungguh tinggi ternyata" dengus Jaejoong.

"Karena itu lah yang aku rasakan..." tukas Yunho tersenyum. "Apa susahnya mengatakan kau masih mencintaiku eum?" imbuhnya menggoda Jaejoong, namja tampan itu terkekeh melihat rona merah di pipi Jaejoong.

Dalam hati Jaejoong menggerutu kesal. Selain mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi, ternyata Jung Yunho juga sangat keras kepala. Pikirnya. Tapi jika boleh jujur, ia merasa tersipu dengan pertanyaan Yunho. Karena memang itulah yang dirasakannya. Namja cantik itu memejamkan matanya.

"Baiklah... Ku akui, aku memang masih mencintaimu, geundae... Perasaan ini hanya akan sia-sia saja..." lirih Jaejoong terdengar sedih, entah mengapa sikap angkuhnya tadi menguap begitu saja. Yunho yang sempat tersenyum karena mendengar pengakuan Jaejoong yang masih mencintainya seketika memudarkan senyumannya.

"W-waeyo?"

"Aku tak tahu apa saja yang dikatakan Kimbum Hyung padamu, yang jelas... mungkin aku akan menikahi Soo Eun setelah dia melahirkan nanti..." tutur Jaejoong seraya menyandarkan punggungnya ke kursi. Namja cantik itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk menghindari tatapan Yunho.

"Mungkin? Apa kau tak yakin akan menikahinya?" selidik Yunho karena mendengar kata 'mungkin'.

"Aniya... Hanya saja anak itu...anak itu... Aish! Sudahlah..." keluh Jaejoong terlihat bingung.

Yunho mengerutkan dahinya.

Apa lagi yang disembunyikan Jaejoong darinya? Pikirnya. "Apa kau sungguh 'tidur' dengan yeoja itu?"

"Ye?" Kaget Jaejoong tak menyangka jika Yunho akan bertanya se-frontal itu. Namja cantik itu menggigit bibr bawahnya dan menundukan kepalanya. "Ne.." jawabnya berbisik, namun Yunho masih bisa mendengarnya.

Yunho terkesiap dengan jawaban Jaejoong. Selama ini dirinya berusaha keras mencari keberadaan Jaejoong, ia juga selalu bersabar menanti Jaejoong kembali, tapi apa yang ia dapat? Orang yang dicari dan dinantinya ternyata malah 'tidur' dengan seorang yeoja hingga membuat yeoja itu hamil.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Untuk beberapa saat mereka terdiam. Jaejoong masih menunduk, dan Yunho masih menatap lekat namja cantik itu. Namun tiba-tiba namja tampan itu tertawa sumbang.

"Aku tak percaya jika kau melakukannya"

"Tapi itulah kenyataannya, aku... Aku menidurinya" tukas Jaejoong lirih. Sementara Yunho menatap Jaejoong sendu.

"Apa kau akan bahagia jika menikah dengannya huh?" tanya Yunho membuat Jaejoong mendongkakkan kepalanya. "Apa kau akan bahagia Jae?" ulang Yunho dengan nada yang lebih lembut. Namun Jaejoong bergeming, namja cantik itu terlihat sedang berpikir. Ia juga tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikirannya.

Apakah dia akan bahagia setelah mengorbankan perasaannya?

Apakah dia akan bahagia menikah dengan orang yang sama sekali tak dicintainya?

Tapi...walau bagaimanapun ia tetap harus menikahi Kim Soo Eun bukan? untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Nan...mollaseo..."
.

.

.

Soo Eun bersenandung lirih sambil terus merapikan cake yang dibuatnya di piring. Tapi ketenangannya terganggu saat seseorang yang selama ini dihindarinya mengejutkannya.

"Sedang buat apa?"

"Oh kapchagi!" kaget Soo Eun terlonjak. Sedangkan sang pembuat kaget hanya tersenyum simpul memamerkan deretan gigi putihnya.

"Kelihatannya enak, boleh aku memakannya?"

"Andwe! Ini untuk Jaejoong oppa" Soo Eun memukul tangan Kimbum yang hendak mengambil cake itu.

"Pelit sekali.." rajuk Kimbum mencebilkan bibirnya. "Jaejoongie tidak suka makan yang manis-manis, jadi ini untukku saja ya.." Kimbum mengambil tiga potong cake itu dan langsung memakannya satu. Kemudian namja tampan itu pergi meninggalkan Soo Eun yang berteriak marah karena ia mengambil cake yang special dibuatkan untuk adiknya itu.
.

.

o0o0o

"Kenapa kita ke sini Yun?" Heran Jaejoong ketika Yunho membawanya ke komplek pemakaman yang tak jauh dari kota.

Tak menjawab pertanyaan Jaejoong, Yunho terus berjalan menuntun Jaejoong hingga mereka tiba di depan sebuah gundukan tanah yang telah ditumbuhi rerumputan hijau.

"Kami datang Eommoni..."

"Yun?" Jaejoong melepaskan tautan tangannya dan menatap tak percaya pada Yunho.

Eommoni? Apakah maksud Yunho gundukan tanah di hadapannya ini...

"Ini pusara Eommoni" ucap Yunho yang mengerti tatapan bingung Jaejoong.

"Eo-eommoni? Siapa? Apa...mak..sudmu.. Jung U-mma?"

Yunho menoleh ke arah Jaejoong yang tengah menatapnya terkejut. Dan sebagai jawaban namja tampan itu mengganggukan kepalanya.

Namja cantik itu refleks menutup mulutnya tak percaya, matanya sudah berkaca-kaca. "Aniya... Kau pasti berbohong 'kan?" serunya, namun Yunho tak menjawab. "Maldo andwe... Jung Umma... Tidak mungkin" Jaejoong terus menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. "Umma~"

BRUKK

Namja cantik itu jatuh bersimpuh di depan pusara Nyonya Jung. Airmatanya jatuh membasahi pipi porselennya, ia tak mau percaya. Wanita yang sangat ia cintai seperti Ibunya itu meninggalkannya disaat ia memutuskan untuk pergi dulu, bahkan ia tak ada disaat-saat terakhir wanita yang disayanginya itu.

Yunho hanya diam melihat Jaejoong yang menangis bersimpuh. Matanya berembun. Jaejoong memang sangat menyayangi Ibunya sama sepertinya. Ia bisa mengerti jika Jaejoong merasa kehilangan, sebab dulu ia pun merasakannya.

"Hiks...Umma..."

"Ibuku meninggal setahun yang lalu.."

Keduanya duduk di bangku di bawah pohon yang tak jauh dari makam Nyonya Jung. Jaejoong masih melamun memutar kembali memori kebersamaannya dulu dengan Nyonya Jung.

"Aku tak tahu jika Eommoni menderita penyakit separah itu" ungkap Yunho. "Dia selalu terlihat baik-baik saja." imbuhnya lagi.

Jaejoong mengulas sedikit senyum. Yunho benar, Nyonya Jung memang sosok yeoja yang ceria dan kuat, bahkan ketika beliau sakit pun, beliau masih terlihat energik seolah tak mengidap penyakit parah.

Jaejoong kembali teringat saat Nyonya Jung kerap kali memarahinya karena dia terlalu ceboroh. Saat Nyonya Jung selalu berkata apa adanya yang terkadang membuatnya sakit hati. Saat Nyonya Jung mengajarinya memasak. Saat dirinya dan Nyonya Jung tidur berdua dan berbagi cerita. Saat ia memeluk Nyonya Jung karena yeoja paruh baya itu mengatahan hanya dirinya yang pantas mendampingi Yunho. Semuanya kembali berputar seperti sebuah film.

"Kau tahu apa pesan terakhir Eommoni?"

Jaejoong menggelengkan kepalanya memandang Yunho. Matanya masih merah karena sedari tadi ia terus menangis.

"Katanya aku harus mencarimu lalu menikahimu"

DEG

"Eommoni juga bilang tak akan merestui pernikahanku jika bukan kau yang menjadi pengantinku" lanjut Yunho.

Nafas Jaejoong tercekat, ia tak tahu harus berkata apa.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang? Kau sendiri akan menikah dengan orang lain.." Yunho tersenyum getir. Sedangkan Jaejoong lebih memilih menundukkan kepalanya karena tak kuasa harus melihat kekecewaan di mata Yunho.

"Hahh.. mungkin aku memang tak akan pernah menikah seumur hidupku..."

.

.

o0o0o

"Hahaha...hahaha.." Kimbum masih tertawa geli. Namja tampan itu lalu duduk di sofa living room sambil menikmati cake curiannya.

Soo Eun menghampirinya dengan tatapan marah. Yeoja yang tak lama lagi akan melahirkan itu duduk di samping Kimbum dan mencoba merebut kembali sisa cake itu, namun dengan cepat Kimbum memasukan cake itu ke mulutnya kemudian mengunyah dan menelannya.

"Habis" Kimbum meleletkan lidahnya dan tersenyum mengejek.

"Aishh!" Soo Eun hendak berdiri namun dengan cepat Kimbum menahan pergelangan tangannya.

"Duduklah..." titah Kimbum. Terdengar nada serius disana.

Dengan sedikit kesal Soo Eun pun kembali duduk.

"Apa kau tak lelah eum?" tanya Kimbum membuat Soo Eun menolehkan kepalanya, mendelik.

"Apa maksudmu?" sinis Soo Eun.

"Apa kau tidak melihat Yunho? Tanpa diberitahu pun aku bisa melihatnya..." Kimbum menghela nafas sejenak. "Aku bisa melihat namja itu sangat mencintai Jaejoong, dan aku juga bisa melihat cinta di mata Jaejoong saat dia menatap Yunho..." Kimbum memang tahu jika Yunho adalah orang yang dicintai Jaejoong, karena memang Jaejoong pernah menceritakan kisah cintanya. Kendati saat bertemu dengan Yunho, ia pura-pura tidak tahu. Kimbum tahu jika diantara Yunho dan Jaejoong ada sebuah kesalahpahaman, sama seperti dirinya dan Soo Eun. "Neon, jeongmal mopasseo?" tanya Kimbum menatap dalam mata Soo Eun.

"Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan" Soo Eun mengalihkan pandangannya.

"Apa kau pikir kalian akan bahagia jika sudah menikah nanti eoh? Jaejoong tak mencintaimu Soo Eun-ah.. Dia melakukan ini karena rasa tanggung jawabnya saja. Dan apa kau pikir kau bisa membohonginya seumur hidup?"

"Sebenarnya apa yang kau bicarakan Kimbum-ssi?"

"Jangan mengelak lagi Soo Eun-ah... Bukankah kita sudah membicarakannya eoh? Aku bukan Jaejoong yang bisa kau bohongi"

Untuk sejenak mereka berdua terdiam.

"Kenapa kau begitu yakin jika anak yang ku kandung ini adalah anakmu?" tanya Soo Eun sinis.

"Karena kita melakukannya lebih dulu"

"Tks, Kita hanya melakukannya sekali dan TIDAK SENGAJA jadi itu tak bisa membuktikan" sergah Soo Eun menekan kata 'tidak sengaja'.

"Aku menghitungnya, harusnya jika memang itu anak Jaejoong, kandunganmu baru delapan bulan aniya?"

DEG

"Aku tidak sepolos Jaejoong Eun-ah..." seringai Kimbum.

Soo Eun terdiam. Ia menggigit bibirnya gelisah.

"Jangan membohongi perasaanmu lagi Eun-ah, itu hanya akan menyiksamu, ani- banyak yang akan tersakiti karena kebohonganmu. Kau, aku, Jaejoong, Yunho-"

"Dan aku-, aku minta maaf karena baru menyadarinya sekarang... Aku mencintaimu, dan aku akan mempertanggungjawabkan perbuatanku" ujar Kimbum membuat Soo Eun terkesiap.

"Kau mencintaiku? Benarkah? Cihh.." Soo Eun memalingkan jatuh membasahi pipi putihnya. Kimbum yang melihat itu hendak menyeka airmata Soo Eun tapi dengan cepat Soo Eun menepisnya.

"Jangan menyentuhku!" hardik Soo Eun membuat Kimbum terhenyak.

"Kau berbohong 'kan? Kau hanya merasa bertanggung jawab saja 'kan? Kau hanya merasa kasihan padaku karena aku mencintai orang yang sama sekali tak mencintaiku, benarkan...?" lirih Soo Eun terisak. Ia menghapus airmatanya kasar.

"Mianhae... Aku memang bodoh, aku tak peka pada perasaanmu... Sashireun, sejak pertama kali bertemu denganmu aku sudah menyukaimu. Tapi aku bodoh, aku takut jika kau menolakku karena perbedaan usia kita.." tutur Kimbum mencoba menjelaskan perasaannya.

"Memangnya kenapa dengan usia kita?" delik Soo Eun. Jujur saja ia tak mengerti maksud ucapan Kimbum.

Kimbum mengusap tengkuknya kikuk. "Aku...aku takut dibilang pedofil jika menyukaimu.." gumamnya.

"Huh?" Soo Eun mengernyitkan dahinya mencerna baik-baik perkataan Kimbum. Dan seketika matanya melebar.

"Pe-pedofil?" tanyanya ragu.

Buk!

Soo Eun memukul Kimbum dengan bantal kursi. "Kau pikir aku anak kecil hah? Usia kita hanya terpaut 6 tahun Kimbum-ssi... Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu eoh? Aishh, ppabo cheorom!" rutuknya kesal. Jadi... ternyata selama ini Kimbum juga menyukainya eoh? Lalu untuk apa dia harus menjebak Jaejoong?

"Mianhae... Aku memang bodoh... Maka dari itu Soo Eun-ah, ijinkan aku menebus kesalahanku dengan menikahimu.." pinta Kimbum tulus. Sejatinya ia sempat merasa sakit hati ketika tahu Soo Eun mengandung anak Jaejoong. Tapi kemudian Kimbum tahu jika ternyata selama ini Kim Soo Eun juga menyukainya, namun ia sedikit heran mengapa Soo Eun bisa sampai mengandung anak Jaejoong jika memang yeoja cantik itu menyukainya?Dan saat itu Kimbum merasa ganjil dengan usia kandungan Soo Eun, dan seketika ia ingat semuanya. Ia ingat jika dirinya pernah mabuk dan terbangun dengan tubuh polos, dan ia juga ingat jika malamnya Soo Eun membantunya membukakan pintu. Dan dari sana Kimbum mulai mencaritahu semuanya.

"Nan jeongmal Saranghaeyo.."

"K-kau tak membohongiku kan?" tanya Soo Eun masih tak percaya jika namja yang dicintainya itu juga mencintainya.

"Aku tidak berbohong. Aku mencintaimu seperti kau mencintaiku..." ucap Kimbum pasti, kemudian namja tampan itu mendekatkan wajahnya hingga Soo Eun bisa merasakan hembusan nafasnya. Awalnya Soo Eun hendak menjauh, namun dengan cepat Kimbum menahan kepalanya. Dan dengan perlahan namja tampan itu menempelkan bibirnya di bibir tipis Soo Eun.

Cup

Soo Eun masih diam. Jika boleh jujur ia merasa sangat senang karena orang yang dicintainya ternyata juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.

Jadi selama ini cintanya tak bertepuk sebelah tangan?

Dengan perlahan yeoja hamil itu memejamkan matanya dan mulai membalas lumatan bibir Kimbum. Keduanya berciuman cukup lama, menyalurkan perasaan cinta yang lama terpendam. Mereka larut dalam ciuman penuh kasih tanpa menyadari seseorang yang berdiri tercengang melihat apa yang mereka lakukan.

"Hyung!"

Mendengar sebuah seruan. Refleks Kimbum dan Soo Eun melepaskan tautan bibir mereka. Keduanya menoleh ke arah Jaejoong yang tengah berdiri dengan pandangan tak percaya.

"Jae?"

"Kalian..."
.

.

.

.

.

.

TBC

Nah, kira2 udah tau kan sekarang siapa Kim Soo Eun sebenarnya? Ada yang samakah tebakannya?:D

Yg belum ngerti tar Part depan penjelasannya kenapa Soo Eun bisa menjebak Jaema, n gimana akhir kisah cinta YunJae? Apakah sad ending lg? Wkwkwk #Dikeroyok

Ah...sebagai perkenalan, nama saya Nickey, 26 desember nanti (sama spt Ultah TVXQ^^) usia saya 24 tahun, saya yeoja aka perempuan yg udah nikah n punya seorang putri yg baru berusia 2 th. Boleh panggil saya Eonni, teteh, Nuna, Mbak, Kakak, Jie jie atau Nickey aja gapapa, n buat readers yg pengen lebih dekat dg saya silahkan add Facebook saya 'Nickey Jung YunJaeShipper CassiEast-Yoosumin' tapi sebelumnya PM dulu yah,karena saya ga accept pertemanan kecuali klo udah PM dulu

Review lg yah;)

YUNJAE IS REAL...!
Always Keep The Faith...^^