Title : For U It's Separation, To Me It's Waiting
Writer : Nickey Jung Rae Suk
Rating : T
Cast : YunJae, YooSu, Changmin, Kim Soo Eun, Kim Sang Bum aka KimBum, Kwon Boa, etc.
Genre : YAOI, Frendship, Romance.
Disclaimer : YunHo MILIK JaeJoong, JaeJoong MILIK YunHo, Cerita ini ASLI MILIK saya.
Lenght : 4 of 4
Warning : YAOI, BOY x BOY, Boys Love, OOC, Typo(s), Ide pasaran, EYD kacau, Judul ga sesuai dg cerita, No Majas, alur lambat-kadang cepet(?), TIDAK SUKA JANGAN BACA, NO BASH.
.
.
.
.
Chapter 4 Ending
Jaejoong masih terdiam tak percaya. Sesaat lalu Soo Eun telah menjelaskan semuanya.
Bersusah payah dirinya memendam perasaan rindunya pada orang yang dicintainya hanya karena tak ingin membuat calon istrinya kecewa. Bersusah payah dirinya mencoba membunuh perasaan cintanya pada Yunho hanya karena ingin menjadi pria yang bertanggung jawab. Tapi apa yang ia dapat? Ternyata semua hanya rekayasa.
Soo Eun mengatakan jika sebenarnya anak yang dikandungnya bukanlah darah dagingnya. Sejak awal ia memang sudah mengira, maka dari itu ia tak segera menikahi Soo Eun saat yeoja itu mengatakan hamil. Tapi ia sungguh tidak menyangka jika ternyata ayah kandung bayi itu adalah Hyung kandungnya sendiri.
Sedikit cerita. Kim Soo Eun adalah hoobae Kimbum saat kuliah dulu. Saat itu Soo Eun baru masuk universitas Kimbum, sedangkan Kimbum mahasiswa tingkat akhir di fakultas Kedokteran. Soo Eun memang tidak satu Fakultas dengan Kimbum, karena ia mengambil jurusan Design. Tetapi karena kebetulan apartement tempat tinggal mereka bersebelahan jadi Soo Eun mengenal Kimbum, dan ternyata yeoja cantik itu jatuh cinta pada pesona Kimbum sehingga ia sering mendatangi apartement Kimbum dengan alasan mengantar makanan dari Ibunya.
Keduanya menjadi dekat. Saat itu Kimbum merasa senang dengan kehadiran Soo Eun dan keluarganya, ia jadi serasa memiliki keluarga di negeri asing itu.-Jerman-
Tapi sepertinya cinta Soo Eun bertepuk sebelah tangan. Kimbum tak pernah meliriknya, bahkan Kimbum sudah memiliki kekasih dan bukan hanya satu. Hampir setiap hari yeoja yang berkunjung ke apartement namja tampan itu berbeda-beda. Dan hal itu membuat Soo Eun kehilangan harapannya. Ia merasa kecewa.
Kedatangan Jaejoong sedikit membuat Soo Eun bersemangat kembali. Kebaikan hati Jaejoong yang usianya hanya satu tahun diatasnya itu membuat Soo Eun jatuh cinta pada namja cantik itu. Padahal tanpa disadarinya, Jaejoong hanya menjadi pelariannya karena patah hati. Merekapun jadi sering menghabiskan waktu bersama. Meskipun begitu, Jaejoong hanya menganggap Soo Eun sahabat saja. Hingga kejadian itu terjadi.
Saat itu Jaejoong sedang pergi ke Italy untuk menemui orangtuanya. Kimbum pulang ke apartementnya dalam keadaan mabuk. Soo Eun yang saat itu hendak keluar rumah terpaksa membantu Kimbum karena ia melihat namja Kim itu kesusahan membuka Eun yang memang sudah hapal seluk beluk apartement Kimbum, langsung membawanya ke kamar yang hanya ada satu itu. Tapi entah setan apa yang merasuki Kimbum saat itu hingga namja tampan itu meniduri Soo Eun. Soo Eun memang memberontak, tapi hati kecilnya menginginkannya. Mungkin karena rasa cintanya, hingga ia tak memikirkan apa akibatnya.
Setelah kejadian itu Kimbum hanya bersikap biasa pada Soo Eun seolah kejadian nista itu tak pernah terjadi. Awalnya Soo Eun tak mempedulikan itu, ia hanya menganggap dirinya mungkin sedang sial, meski hatinya terasa sesak. Tapi setelah ia tahu bahwa dirinya hamil 3 minggu, ia menjadi bingung. Ia hendak mengatakan itu pada Kimbum tapi Kimbum malah semakin sering terlihat dekat dengan beberapa yeoja.
Dan saat itu Jaejoong kembali dari Italy. Soo Eun yang tengah bingung akhirnya menjebak Jaejoong dengan berpura-pura tidur dengan namja cantik itu setelah sebelumnya membuat Jaejoong mabuk.
Jaejoong merasa kaget saat tahu dirinya 'tidur' dengan Soo Eun, ia tak percaya, tapi ia berpikir untuk apa Soo Eun membohonginya? lagi pula ia tak ingat apa-apa karena mabuk.
Dan akhirnya Soo Eun mengatakan pada Jaejoong jika ia hamil, tapi ternyata rencananya tak semulus yang diduga. Jaejoong tak lantas percaya begitu saja. Namun pada akhirnya namja cantik itu mengatakan akan menikahi Soo Eun setelah ia melahirkan.
Soo Eun merasa senang sekaligus sedih. Ia sedih karena harus mengorbankan Jaejoong yang baik hati itu. Tapi ia tak punya pilihan. Soo Eun bisa saja menggugurkan janinnya. Tapi bukankah hal itu sama saja dengan membunuh? Pikirnya. Soo Eun juga tak mau jika keluarganya harus menanggung malu karena ia hamil tanpa suami.
"Aku gay Soo Eun-ah.. Dan aku sudah mempunyai orang yang aku cintai di Hanguk sana..aku sangat mencintai Yunho.."
Ungkapan Jaejoong itu sangat menampar Soo Eun, yeoja manis itu sempat ragu untuk meneruskan rencananya. Namun ia sudah terlanjur melangkah.
Dan sebuah ungkapan tak terduga juga terlontar dari mulut Kimbum. Namja yang sebenarnya dicintai Kim Soo Eun itu mengaku jika ia mengingat semuanya. Kimbum meyakini jika anak yang dikandung Soo Eun adalah darah dagingnya, namun Soo Eun tetap bersikukuh mengatakan jika anak yang dikandungnya adalah anak Jaejoong. Soo Eun melakukan itu semua karena terlanjur sakit hati pada namja tampan itu.
Hingga akhirnya Soo Eun memutuskan untuk kembali ke Korea dengan dalih ingin melahirkan di tempat kelahirannya. Padahal tujuan yang sebenarnya untuk menghindari Kimbum dan juga untuk melihat seberapa besar cinta Jaejoong pada namja bernama Yunho itu.
Awalnya Jaejoong menolak, tapi akhirnya namja cantik itu menyetujuinya dengan syarat Soo Eun mau menjadi istri pura-puranya. Kendati Soo Eun tak mengerti, tapi akhirnya ia menyetujuinya.
Dan apakah kalian tahu apa alasan Jaejoong meminta Kim Soo Eun menjadi istri pura-puranya?
Jaejoong sudah memprediksi jika kembali ke Korea ia pasti bertemu dengan sahabat-sahabatnya, dan itu berarti ia akan bertemu kembali dengan Jung Yunho, namja yang sudah memporakporandakan hatinya, namun masih dicintainya. Jaejoong hanya tak ingin malu jika teman-temannya tahu ia akan segera memiliki anak namun belum menikah. Mau ditaruh dimana muka cantiknya? Maka dari itu Jaejoong memilih berbohong dengan mengatakan jika Kim Soo Eun adalah istrinya. Ck, pemikiran yang sangat 'polos' aniya? -_-
.
.
.
.
.
~*YunJae*~
"Aku harap kau tak putus asa Yun.." ujar Yoochun.
Sepulang dari makam ibunya, Yunho mendatangi apartement Yoochun dan Junsu untuk berkeluh kesah pada kedua sahabatnya itu. Yoochun dan Junsu memang tinggal bersama setelah keduanya bertunangan enam bulan yang lalu. Mereka turut prihatin dengan nasib cinta Yunho. Tapi bagaimana lagi? Mereka pun tak bisa berbuat apa-apa.
"Apa kau akan menyerah?" tanya Junsu hati-hati. Ia sangat menyesalkan jika Yunho dan Jaejoong tak bisa bersama. Padahal selama ini dialah yang sangat mendukung penuh saat namja cantik itu mengejar Yunho dulu.
"Molla... Aku mencintai Jaejoong, tapi aku tak boleh egois. Aku yakin Jaejoong lebih dilema" sahut Yunho. Mungkin sekarang ia harus benar-benar melepaskan Jaejoong kendati ia sangat mencintai namja cantik itu.
"Terkadang apa yang kita inginkan dan kita harapkan tak selalu harus menjadi kenyataan chingu-yah... Aku yakin, suatu hari nanti kau akan mendapatkan yang lebih baik dari Jaejoong" Yoochun menepuk pundak Yunho mencoba memberi semangat. Sementara Yunho, namja manly itu hanya menanggapi ucapan Yoochun dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.
.
.
.
"Joongie.."
"Jangan bicara padaku!"
"Joongie, jebal.."
"Aku membencimu Hyung!" hardik Jaejoong masih marah pada Kimbum dan Soo Eun, ia merasa mereka keterlaluan. Karena kebodohan dua orang itu ia hampir saja kehilangan kembali cintanya.
"Aku yang salah, sudah sewajarnya kalau Jaejoong oppa membenciku." Soo Eun menundukan kepalanya menyesal.
"Aniya, aku juga salah.. Kalau saja aku peka, Soo Eun tak akan sampai melibatkanmu" timpal Kimbum mencoba untuk tidak membuat Soo Eun larut dalam penyesalan.
"Tsk, Kalian membuat nafsu makanku hilang" cetus Jaejoong yang saat itu tengah menikmati sarapannya. Kemudian namja cantik itu pergi tanpa menghabiskan makanannya.
"Hah... Dia memang keras kepala.." Kimbum menghela nafasnya. "Gokjeongma, dia hanya masih kesal saja, nanti juga baik lagi" imbuhnya menghibur Soo Eun.
.
.
.
.
.
~*YunJae*~
"Kyaaa...akhirnya aku bisa melihat pantai.." teriak Soo Eun meriah. Ia berlarian di pinggir pantai itu tanpa mempedulikan perutnya yang buncit. Yunho dan Jaejoong yang melihatnya bergidik ngeri. Bagaimana bisa yeoja itu berlarian? padahal dia membawa makhluk hidup di perutnya. Pikir mereka.
"Yya! Kim Soo Eun, kau jangan berlari seperti itu! Apa kau mau melahirkan di sini eoh?" seru Jaejoong sedikit kesal. Bagaimana tidak kesal jika ia dipaksa menemani yeoja hamil itu berlibur di pulau terpencil? Bahkan jumlah penduduk di pulai itu tidak mencapai dua puluh orang.
"Sudahlah Boo... Mungkin dia memang tak merasa takut, bukankah orang hamil begitu? Suka semaunya sendiri..." ujar Yunho. Namja tampan itu menarik pinggang Jaejoong dan mendekapnya.
"Tapi Yunnie, bagaimana jika terjadi apa-apa padanya? Aku tak mau Kimbum Hyung membunuhku" Jaejoong mengerucutkan bibirnya.
Cup
"Siapa suruh kau menggodaku eoh?" ucap Yunho yang melihat Jaejoong menatapnya tajam karena tiba-tiba bibir cherry-nya dikecup.
"Tanyakan pada Tuhan kenapa Ia menciptakanku begitu menggoda" balas Jaejoong manja, ia melingkarkan tangannya ke leher Yunho.
"Aku jadi berpikir, jika kau hamil nanti, pasti seperti Soo Eun, ceroboh"
Puk!
Jaejoong memukul pelan kepala Yunho. "Kau pikir aku yeoja eoh? Aku namja Tuan Jung.. Memangnya ada namja yang bisa hamil?" Jaejoong kembali mengerucutkan bibirnya.
"Ada, namja itu adalah kau. Dan tentu saja harus aku yang menghamilimu, jika namja lain, tak akan bisa membuatmu hamil" sahut Yunho tersenyum mesum.
"Aishh..."
"Hahaha... Jangan merajuk begitu Boo, bisa-bisa aku memakanmu sekarang juga" goda Yunho lagi.
"Pervert!" Jaejoong hendak memukul kembali kepala Yunho tapi dengan cepat namja tampan itu menahan tangan Jaejoong. Keduanya bertatapan, Yunho bisa melihat jelas pantulan wajahnya pada bola mata indah Jaejoong, begitu pula sebaliknya. Tangannya masih menggenggam jemari indah kekasihnya.
Cup
Yunho mengecup jemari indah itu. Matanya kembali menatap doe eyes Jaejoong.
"Saranghae Kim Jaejoong..." ucap Yunho tersenyum. Kemudian namja tampan itu mendekatkan wajahnya.
Aroma mint langsung tercium dari hembusan nafas Yunho. Perlahan Jaejoong pun menutup matanya menunggu bibir hati itu singgah di bibirnya.
Yunho memerhatikan sosok cantik itu. Ia tersenyum bahagia, akhirnya penantiannya selama tiga tahun ini tak sia-sia. Betapa sangat terpuruknya dia saat tahu Jaejoong akan menikah dan akan segera memiliki anak. Saat itu ia sudah pasrah menerima takdirnya. Tapi sepertinya takdirnya memang bersama Jaejoong. Karena seminggu yang lalu Kimbum dan Soo Eun mendatanginya dan menjelaskan semuanya.
"Kenapa lama sekali?"
Ucapan Jaejoong sontak menghentikan lamunan Yunho. Namja tampan itu tersenyum dan menarik pinggang Jaejoong lebih dekat lagi, hingga dada keduanya beradu.
"Sudah tak sabar eoh?" ucapnya kembali menggoda Jaejoong. Ia memang sangat senang menggoda namja cantik itu, pasalnya setiap digoda Jaejoong pasti akan kesal meski wajahnya selalu merona.
"Nde aku sudah tidak sabar"
Grep
Chu~
Yunho terkesiap karena tiba-tiba saja Jaejoong menarik tengkuknya dan mencium bibirnya liar. Tapi sedetik kemudian namja tampan itu tersenyum dan balas mencium Jaejoong dengan tak kalah liar. Ia tersenyum dalam ciumannya, Ia menyukai kekasihnya yang agresif.
Tak ingin kalah, Yunho memasukan lidahnya menjelajahi rongga mulut Jaejoong, namun namja cantik itu juga tak mau kalah, ia meliuk-liukan lidahnya dan menghisap lidah Yunho, hingga perang lidah pun terjadi.
"Mmckp..mckkpp..mmphh.." Bunyi kecapan bibir mengalun indah di tepi pantai itu. Matahari yang mulai tenggelam membuat suasana semakin romantis.
"Eunghh.." Lenguh Jaejoong saat tangan Yunho masuk ke dalam kemejanya menyentuh perutnya.
"Oppadeul!"
Yunho dan Jaejoong membuka matanya. Mereka menoleh ke arah Soo Eun yang tengah berkacak pinggang berdiri tak jauh dari mereka. Ciuman mereka terhenti, namun bibir keduanya masih tersambung. Tak mau peduli dengan kehadiran Soo Eun, merekapun melanjutkan kembali kegiatan lumat melumatnya. Jaejoong mengalungkan kedua tangannya pada leher Yunho.
"Mmckpckpmh..."
Soo Eun yang melihat itu melebarkan matanya tak percaya. Dia tidak dianggap? Oh gosh!
Dan karena merasa risih, yeoja hamil itu pun memilih pulang ke hotelnya dari pada harus melihat pemandangan yang membuatnya merindukan Kimbum.
Yeah...tiga hari yang lalu Kimbum kembali ke Jerman karena ia hanya mengambil cuti selama seminggu. Tapi kakak Jaejoong itu akan kembali lagi jika Soo Eun melahirkan nanti, dan memang perkiraan kelahiran Soo Eun minggu depan.
Selama pergi Kimbum menitipkan Soo Eun pada Yunho dan Jaejoong. Dan namja tampan itu menyuruh Yunjae menjaga Soo Eun serta apapun keinginan Soo Eun harus dituruti mereka. Karena itu, saat kemarin Soo Eun merengek ingin berlibur ke pulau Dong Bang(?) mau tak mau mereka menurutinya. Padahal pulau itu sangat kecil dan jauh dari kota, serta membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di sana.
.
.
.
Yunho dan Jaejoong tengah serius menonton televisi. Jaejoong duduk di bawah diantara kaki Yunho yang duduk di kursi. Yunho memainkan rambut halus Jaejoong dan terkadang ia juga menciuminya.
Paviliun itu cukup nyaman, ada 2 kamar di sana. Satu kamar Yunho dan Jaejoong, satu lagi kamar Soo Eun, jadi mereka bisa tenang karena tidak harus terpisah dari Soo Eun, tidak seperti tidur di hotel.
PRANG!
Terdengar suara gelas jatuh,seketika Yunho dan Jaejoong bangun dan bergegas pergi ke kamar Soo Eun, karena suara itu berasal dari sana.
Tok~Tok~Tok
"Soo Eun-ah!" seru Jaejoong mengetuk pintu kamar Soo Eun.
Tak ada jawaban.
"Kita masuk saja.."
Cklekk
"Soo Eun-ah!" Jaejoong dan Yunho menghampiri Soo Eun yang terduduk di lantai.
"Oppa...akhh!.." ringis Soo Eun memegang perutnya.
"Sepertinya Soo Eun akan melahirkan Jae" panik Yunho karena melihat cairan bening mengalir di kaki Soo Eun.
"Appo~~"
"Eotteohkajyo?" tanya Jaejoong tak kalah panik.
"Sebaiknya kita tidurkan dulu dia di kasur." Yunho mencoba mengangkat tubuh Soo Eun. "Ban..tu..aku.. Jae.." pinta Yunho karena ternyata tubuh Soo Eun tak seringan yang ia kira. Mungkin karena Soo Eun sedang hamil.
Yunho dan Jaejoong membaringkan tubuh Soo Eun di tempat tidur. Setelah itu Jaejoong berlari keluar untuk meminta pertolongan. Soo Eun masih meringis kesakitan. Bulir-bulir keringat terlihat di kening dan lehernya. Ia mengejang merasakan mulas yang luar biasa diperutnya.
"Op..pa a..ku sudah tak kuat..lagih.." Soo Eun meremas seprai.
"Tahan dulu, sebentar lagi pertolongan akan datang." ucap Yunho masih dalam keadaan panik. "Eotte?" tanyanya saat Jaejoong kembali.
Jaejoong menormalkan dulu nafasnya. Dadanya terasa sesak karena tadi ia berlari.
"Mereka bilang di pulau ini hanya ada satu dokter Kandungan, dan sekarang dokter itu juga sedang membantu melahirkan.. Dan untuk mencapai kota membutuhkan waktu yang lama.. Hah..hah.."
"MWO? Jadi?" tatap Yunho horor. Pikirannya sungguh kacau. Lalu bagaimana dengan Soo Eun?
Yunho melirik Soo Eun yang semakin bergerak kesakitan.
"Tidak ada cara lain. Ayo kita lakukan Jae!"
"Huh?"
"Kita yang akan membantu Soo Eun"
"MWO?" Kaget Jaejoong. Hey! Yang akan melahirkan itu bukan kucing.
"Sudahlah, jangan berpikir lagi, kau tak lihat Soo Eun sudah kesakitan begitu?" ujar Yunho yang melihat Jaejoong masih mematung. Yunho menyibak daster Yang dipakai Soo Eun.
"Yya! Jangan dibuka!" cegah Jaejoong.
"Waeyo?"
"Kalau kau membukanya, kau pasti akan..melihat...'itu'..." lirih Jaejoong.
"..." Sedetik. Dua detik... "-Mwoya? Yya! Kalau kita tak membuka celana dalamnya bayinya tidak bisa keluar! Sudahlah, jangan memikirkan hal itu dulu. Sebaiknya kita tolong Soo Eun" kesal Yunho, bisa-bisanya Jaejoong memikirkan hal itu disaat genting seperti ini. Ok! Mungkin Yunho akan melihat 'milik' Soo Eun, tapi itu hanya karena ingin menolongnya karena bayi itu memang keluar dari sana bukan? Lagi pula jika ia melihat ratusan benda wanita yang paling berharga itu terpampang dihadapannya pun, ia tak akan tertarik. Baginya 'milik' Jaejoong berkali lipat lebih menggoda.
"Akhh! Appo~~"
"Ya sudah, ayo cepat buka celana dalamnya Yun! Aku akan menelpon Kimbum Hyung" ujar Jaejoong panik mendengar Soo Eun kembali Jaejoong menghubungi Kimbum, Yunho menggunting celana dalam Soo Eun, ia tak mungkin membukanya bukan? Jadi ketika melihat gunting, Yunho berpikir untuk mengguntingnya saja.
"Mianhae Soo Eun-ah, aku tak bermaksud lancang" gumam Yunho berbicara sendiri. Ia memejamkan matanya mencoba menghindari melihat 'itu'.
"Hyung!" pekik Jaejoong ketika teleponnya tersambung.
["Waeyo Joongie-ah? Hyung mau mandi"] sahut Kimbum di seberang.
"Hyung! Soo Eun mau melahirkan"
["MWO? Bukankah harusnya minggu depan?"]
"Aku juga tidak tahu, sekarang kita masih di pulau, dokter kandungan yang ada di sini sedang membantu orang yang melahirkan juga, aku sudah menghubungi rumah sakit kota, tapi mereka pasti lama datang, sedangkan ketubannya sudah pecah, apa yang-"
"Aargh!"
Ucapan Jaeojoong terpotong oleh jeritan Soo Eun.
["Bagaimana keadaannya?"]
"Dia sedang berteriak!"
["Arro, aku mendengarnya!"] kesal Kimbum. Adiknya itu memang sedikit 'oon' pikirnya.
"Hyung darahnya sudah keluar eotteohke?"
["Ya sudah cepat kalian bantu dia! Suruh dia menarik nafas pelan-pelan dan membuangnya!"] balas Kimbum tak kalah panik.
Dengan cepat Jaejoong menyimpan Ponselnya di tepi ranjang dan me-loudspeaker-nya.
"Lalu?"
["Lakukan seperti pada drama-drama yang sering kau tonton jika ada adegan melahirkan"]
"MWO?"
["Ppali!"]
"Aku sudah tak tahan lagi!" jerit Soo Eun.
"Berusahalah kau pasti bisa... Ayo tarik nafas!" titah Yunho. Namja tampan itu tak kalah panik, beberapa kali ia menyeka keringat yang mengucur di pelipisnya.
"Ommo! kepalanya sudah kelihatan!" seru Jaejoong.
["Ayo Soo Eun-ah..kau pasti bisa sayang"] terdengar suara Kimbum dari ponsel sana.
"Aaaaaaakk..." Soo Eun berusaha mengenden(?) kembali. "Hah...hahh..."
"Jangan takut, ayo keluarkan tenagamu! Sakitnya ditahan saja... Ayo berusaha!" cecar Yunho kelabakan. Ia memegang tangan dan lutut Soo Eun.
"Aaaaaaaaakkk!" Yunho dan Jaejoong ikut berteriak ketika Soo Eun berteriak.
"Ambil nafas pelan..keluarkan..." titah Jaejoong sok bidan(?) dan Soo Eun pun mengikutinya. Sementara di ujung sana Kimbum tak berhenti berdo'a.
"Hah..hah..hah.."
"Aku melihat kepalanya sudah keluar!" pekik Jaejoong.
"Ayo lebih kuat lagi!"
"Eung..aarrgghhh..." setiap Soo Eun berteriak Yunho dan Jaejoong pun pasti ikut berteriak heboh, sehingga pavilliun itu ramai oleh teriakan mereka.
"Aaaaarrggghhh!..."
"Sudah keluar!" pekik Jaejoong lagi.
"Oaakk...oaaakk...oaaakk..." tangisan bayi itu menggema, dan tak lama kemudian ari-arinya pun ikut keluar setelah satu hentakan lagi dari Soo Eun(mengenden lagi)
Yunho dan Jaejong langsung terduduk lemas. Nafas mereka bersahutan, baju merekapun basah oleh keringat.
["Cepat urus bayinya!"] teriak Kimbum dari seberang. [" Gunting tali pusarnya lalu telungkupkan bayi itu di dada Soo Eun agar bayi itu mencari nipple ibunya untuk disusu"]
"APAAA?" Koor YunJae. Setelah mereka melihat 'sesuatu' yang berharga milik Soo Eun, sekarang mereka juga harus melihat 'sesuatu' yang lainnya? What the?
"Oppa...sepertinya anak kedua mau lahir, aku kembali mulas"
"YEEEE?" Kaget Yunho horor. Anak ke dua? Apa maksudnya... bayinya...?
"Aku lupa kalau bayi Soo Eun kembar" gumam Jaejoong lemas.
"KEMBAR? Ommo... Ommo..." Yunho memegang belakang lehernya, rasanya ia ingin pingsan saat itu juga.
"Joesunghamnida kami terlambat.."
.
.
.
~*YunJae*~
Setelah Soo Eun melahirkan bayi keduanya yang dibantu oleh dokter dari kota yang dipanggil Jaejoong, Soo Eun dan kedua bayinya dibawa ke Rumah sakit yang ada Seoul untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Hari itu juga Kimbum kembali ke Korea dan memperpanjang masa cutinya. Dan tepatnya 2 bulan pasca melahirkan Kimbum dan Soo Eun menikah.
Dan hari ini Jaejoong dan Yunho pun menyusul mereka menikah. Upacara pengucapan janji suci berjalan lancar dan pesta yang digelar pun sangat meriah. Pasangan pengantin itu terlihat bahagia menyapa tamu undangan yang hadir.
Seusai pesta, Jaejoong dan yang lainnya berkumpul di rumahnya. Mereka saling berbagi certa menarik, termasuk pengalaman Yunho dan Jaejoong ketika membantu Soo Eun melahirkan dulu. Gelak tawa pun terdengar, dan Soo Eun hanya bisa mendundukan kepalanya malu.
"Aigoo..neomu kyeo~" Junsu mencolek-colek pipi bayi laki-laki yang berusia dua bulan itu gemas.
"Jangan sentuh anakku!" Jaejoong menyingkirkan tangan Junsu.
"Cihh, pelit sekali.." gerutu Junsu mencebilkan bibirnya.
"Takutnya kulit bayi ini terkontaminasi oleh tanganmu yang berkuman Hyung.." ucap Changmin terkikik.
"Shim Changmin Do!? Aishh...kalian menyebalkan"
"Hahahahaha..." semuanya menertawakan Junsu yang merajuk.
"Aku harap kalian bisa menjaga anak kami dengan baik" Ucap Kimbum pada Yunho dan Jaejoong.
"Hyung jangan khawatir, kami akan menyayanginya seperti anak kami sendiri. Bukan begitu Yun?"
"Nde, aku sangat berterimakasih kalian mau mempercayakannya pada kami" Yunho menimpali ucapan Jaejoong. "Yoonjae pasti akan bahagia bersama kami" imbuhnya berjanji.
Kimbum dan Soo Eun merasa tenang. Sejatinya mereka tak tega jika harus memisahkan Yoonjae dan Jaeho anaknya. Mereka bukan orangtua yang tega memberikan anaknya pada orang lain, tapi Jaejoong memaksa ingin mengadopsi salah satu dari bayi itu. Dan akhirnya merekapun memberikan Yoonjae pada Jaejoong.
Sebenarnya nama Yoonjae dan Jaeho adalah pemberian Yunho dan Jaejoong. Mereka ingin Kimbum menamai bayi itu karena menurut mereka, mereka ikut andil pada proses kelahiran dua bayi itu. Maka dari itu mereka menamainya Yoonjae dan Jaeho, yang berarti penggabungan nama Yunho dan Jaejoong. Ck.
"Aku jadi ingin memiliki bayi juga" ucap Boa yang sedari tadi tersenyum melihat keakraban semuanya.
"Kau mau? Kalau begitu ayo kita buat sekarang!" gurau Kangta yang disahut gelak tawa semuanya.
"Aishh pervert!"
"Chunnie...aku juga ingin mengadopsi bayi.." rengek Junsu pada tunangannya.
"Suie baby, tapi aku lebih suka mengurus bayi besar sepertimu daripada harus mengurus bayi yang kecil" goda Yoochun. Dan hal itu membuat semuanya memutar bola mata mereka. Tak aneh, pasti Yoochun akan menjawab seperti itu. Pikir mereka.
"Andaikan makanan bisa melahirkan seorang bayi, aku pasti akan menikahinya sekarang juga" celetuk Changmin bodoh. Dan perkataannya sukses membuat bantal-bantal kursi yang ada di sana terbang ke arahnya.
Dan malam itu mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bercanda. Yoochun dan yang lainnya baru pulang ketika waktu menunjukan pukul 11 malam.
Kimbum dan Soo Eun berencana akan kembali ke Jerman besok. Dan sebelum tidur mereka menawarkan Yoonjae tidur bersama mereka. Well, Kimbum dan Soo Eun mengerti apa yang akan pengantin baru lakukan dimalam pertama mereka. Namun Jaejoong menolak, dengan alasan Yoonjae sudah terlelap tidur, hingga mereka hanya tidur dengan Jaeho saja.
.
"Eommoni, apa kau melihatnya? Kami sudah menikah, bahkan kami sudah memiliki seorang anak" ujar Yunho memandang foto mendiang Ibunya yang terpajang di kamar mereka.
Jaejoong tersenyum dan mengeratkan pegangan tangannya di jemari suaminya.
"Kami berdua sangat bahagia Umma... Dan semoga Umma turut merasakan kebahagiaan kami" ujar Jaejoong menimpali ucapan suaminya.
"Do'akan kami agar kami selamanya tetap bersama Eommoni..."
"Kami menyayangimu" ujar keduanya tersenyum.
.
Tubuh Yunho sudah berada di atas Jaejoong. Bibir namja tampan itu tak berhenti menciumi setiap lekuk wajah cantik di depannya.
"Eungh.. Yunh.." lenguh Jaejoong saat Yunho menghisap lehernya. Manis. Itulah yang dirasakan Yunho. Bibirnya kembali mencium bibir cherry itu. Tangannya mulai membuka satu persatu kancing piyama Jaejoong. Dan ketika kancing terakhir hampir terbuka..
"Oeekk... Oeeekk..."
"Yoonjae!" Jaejoong sontak mendorong dada Yunho hingga ciuman mereka terlepas.
"Oeek... Oeek..."
"Yun, Yoonjae bangun..."
"Arra, aku mendengarnya.." sahut Yunho sedikit malas. Disaat nafsu mereka tengah memuncak, kenapa bayi itu harus bangun? Batinnya. Tapi tak ayal Yunho pun bangun dan menghampiri box bayi yang tak jauh dari tempat tidur mereka.
Jaejoong mengikuti Yunho dan langsung menggendong Yoonjae.
"Cup cup cup... Yoonjae lapar ya? Sebentar ya, Appa buatin susu dulu. Ppali Appa, Yoonjae haus~~.." titah Jaejoong dengan suara aegyo-nya. Yunho yang mendengar kata 'Appa' menghela nafas. Ternyata mempunyai anak tak semudah yang ia kira. Pikirnya.
Yunho memperhatikan Jaejoong yang tengah menimang-nimang Yoonjae sembari memberi susu. Namja tampan itu tersenyum. Sungguh, ia merasa sangat bahagia sekarang, penantiannya selama tiga tahun ini berbuah manis. Pantas saja saat dulu Jaejoong meninggalkannya, ia tak begitu merasakan sakit. Mungkin karena ia yakin jika penantiannya akan berbuah manis, dan seperti ucapannya. 'Itu bukanlah Perpisahan, melainkan sebuah Penantian'.
"Yun?"
"Eoh, Yoonjae sudah tidur lagi?"
Jaejoong menghampiri Yunho yang tengah duduk di tepi ranjang.
"Kau melamun um?" ucapnya mengusap pelan pipi Yunho.
"Ani, aku hanya berpikir... aku sangat bahagia." Yunho menggenggam jemari Jaejoong dan mengecupnya.
"Aku sangat bahagia Boo.. Terimakasih sudah mau menjadi bagian hidupku..."
Jaejoong menangkup wajah kecil suaminya. "Kau pikir hanya kau saja yang bahagia eoh? Aku juga bahagia...aku bahagia bisa menikah dengan orang yang aku cintai... Terimakasih karena kau telah memilihku.." balas Jaejoong tersenyum.
BRUKK
"Akh!" ringis Jaejoong karena Yunho tiba-tiba menarik tangannya, hingga tubuh rampingnya menindih tubuh manly Yunho.
"Saranghae.. Jung BooJaejoongie..."
"Mmmpphh..."
Dan kisah cinta merekapun berakhir bahagia. YunJae, BumSoo, YooSu, KangBoa, MinFood(?) semuanya berbahagia.
Sebuah perpisahan memang terkadang menyakitkan. Dan sebuah penantian akan berbuah manis jika dilakukan dengan kesabaran dan keyakinan.
Always Keep The Faith.
.
.
.
.
.
.
FIN
Fyuhh..lap keringet.
Ngebayangin YunJae jd dokter kandungan bnr2 ga ikhlas T.T
Makasih yg udah follow n fav FF aneh ini, mian klo disini YunJae OOC banget...
N yg udah review dari jaman(?) Don't Say Good Bye hingga yg ini, terimakasih banyak, wlo agak kecewa cz yg review disini sedikit padahal di DSGB lumayan, mungkin krn ceritanya pasaran n ga menarik, tp Yoochun lah, yg pasti saya senang ada yg respon FF aneh ini,hehe...
YUNJAE IS REAL...!
Always Keep The Faith...^^
