TITLE:: NEW SCHOOL NEW LIFE
DISCLAIMER :: MASASHI KISHIMOTO
STORY :: punya gue oke...
WARNING:: gaje, kriuk, typo(s), abal, newbie, berantakan, Sasuke pov, ooc, not yaoi but little fans service.
Naruto dkk aku buat agak sedikit jahat disini *disambit*
-(n_n)-
Aku duduk terdiam ketika Itachi-nii berdiri melipat tangan sambil menatapku tajam, sejak tadi dia terus berbicara panjang lebar dan aku tak mendengarkannya sama sekali.
Ini bagiku terlihat seperti seorang guru yang sedang menerangkan mata pelajaran, membosankan?
"kau tidak tahu sehebat apa mereka, dan aku tahu bagaimana anak-anak itu ketimbang teman-teman mu di Konoha International School!"
"tahu apa kau soal mereka!"
kami terdiam, dia menatapku dengan sedikit aura membunuh dan itu membuatku sedikit takut. Tapi mau bagaimana juga aku harus bisa melawan Itachi-nii.
"satu lagi, jangan pernah menghina anak-anak KIS!" Ucapku penuh amarah, aku berdiri dari duduk ku dan ingin rasanya keluar dari ruangan ini. Tapi sebelum aku keluar dari ruangan ini, itachi-nii menarik tanganku.
"aku tahu siapa anak-anak KIS, mereka hanya anak-anak manja yang mengandalkan uang orang tua mereka!"
Ku hempaskan tangan Itachi-nii, kemudian kutatap dia dengan aura membunuh. Yang benar saja.. Dia menghina teman-temanku, dan dia lebih mementingkan anak-anak NSS.
Amarah menguasaiku lagi, saat aku hendak berangkat sekolah Ibu menitipkan padaku sebuah bekal untuk Chouji. Yang benar saja, sekarang Ibu memperhatika Chouji dari pada aku. Bahkan Ibu bilang 'jangan pernah menukar bekal mu dengan punya Chouji"
Apa-apan itu?
Bahkan Ibu membuatkan bekal untuk si gendut itu, ini tidak bisa di biarkan begitu saja.
Ketika aku sampai di depan gedung Sekolahku, Naruto yang sedang mengendarai motor maticnya memangilku.
"Teme...!"
Kulihat beberapa anak K.I.S melirik kearahku, tatapan mereka tidak seperti yang kuharapkan. Padahal aku berharap mereka akan menatapku dengan pandangan tak suka yang seperti mengatakan ku sebagai penghianat, tapi tidak ku temukan di mata mereka padahal K.I.S adalah saingan berat mereka.
"Ada apa Dobe, kenapa berteriak seperti itu?"
"Ehm.. Tidak apa-apa.. Aku cuma" ucap Naruto sambil melirik kearah tas kecil yang berisi bekal.
"Apa itu Sas?"
Aku melirik kearah tas kecil yang berisi bekal yang di tunjuk oleh Naruto.
"hn..cuma titipan Ibu-ku untuk salah satu siswa di kelas ku?"
"wah... Apa aku boleh melihatnya?"
Demi apa, Naruto benar-benar seorang pemaksa. Tanpa ku izinkan dia menarik tas kecil itu dan melihat isinya, dia dapati Dua buah kotak bekal yang tadi Ibu siapkan untuk ku dan Chouji.
"sepertinya hidup mu sangat susah Sasuke-kun?" celetuk seseorang bermata lavender berambut panjang yang ia ikat hanya bagian bawah saja.
"apa maksudmu Neji?"
Belum sempat Neji menjawab pertanyaanku, tiba-tiba saja Handphone-ku berdering nyaring. Dan ya... Benar saja Sai menelpon-ku.
"ya ada apa?"
"Sasuke-kun, kau tidak ingin terlambatkan?" celoteh Sai sambil menatapku dari lantai dua sekolah.
"hn!"
Ucapku singkat sambil menarik tas kecil yang tadi sudah di rebut oleh Naruto tadi.
"nanti kita bicarakan soal cara mengalahkan anak-anak NSS" pamit-ku pada Naruto dan Neji, dan ya benar saja Dua orang ini hanya diam kebingungan.
-oOo-
Hari ini tidak ada pelajaran, karena para Guru menyuruh kami untuk melakukan Rapat penyusunan strategi dalam permainan Paint Ball dalam Jungle survivor nanti. Dan satu hal lagi yang membuatku takjub, ternyata anak-anak NSS selama Dua tahun menjadi juara dalam Kompetisi Paint Ball. Yang benar saja?
Shikamaru berdiri di depan kelas sambil menerangkan strategi pertempuran nanti, dan ya.. Mungkin ini saatnya aku menjatuhkan nama Sekolah ini, dan ada sedikit rasa puas ketika mengetahui soal strategi mereka.
Dengan secepatnya aku mengirim pesan singkat pada Neji soal startegi anak-anak NSS.
'Neji, aku tahu strategi anak-anak NSS, nanti sore kau datanglah ketempat biasanya bersama anak-anak yang lain"
Pesanku terkirim sempurna, aku yakin kalau Neji akan senang mendengar soal ini. Ya aku sedikit ingat waktu dulu soal neji mengeluh kekalahan K.I.S dalam permainan Paint Ball, dulu aku berfikir masa Bodoh soal siapa yang mengalahkan anak-anak K.I.S., Karena bagaimana juga K.I.S tahun kemaren memenangkan semua lomba kecuali Paint Ball.
Saat aku sedang menyimak penjelasan dari Shikamaru, tiba-tiba saja Guy-sensei memangilku, dengan langkah buru-buru aku mengahmpiri Guru olah raga tersebut.
Dia menyuruhku menolongnya untuk membenarkan beberapa Dokumen yang ada di ruang Kepala Sekolah, lebih tepatnya membantu membereskan beberapa Dokumen yang berantakan disana.
Aku mengurutkan dokumen-dokumen tersebut dengan sortir di mulai dari tahun kelulusan, dan ya.. Tanganku tanpa sengaja menjatuhkan sebuah dokumen kelulusan siswa dan di dalamnya terdapat foto kakak-ku Itachi-nii.
Jadi ini alasan kenapa aku harus pindah kesekolah ini, aku harus menjadi seperti dia?
Apa-apaan ini?
Bodoh, dia pikir semua akan seperti yang dia rencanakan, apa dia juga berfikir kalau akau ini seperti yang ia katakan soal anak-anak K.I.S?
Ini membuatku sedikit marah, untuk apa Itachi-nii menyuruhku sekolah disini. Apa dia pikir aku bisa mengembalikan Nama sekolah jelek ini?
Jangan harap, yang ada akulah yang akan menghancurkan sekolah ini dengan cara yang halus dan pasti!
Dengan secepat mungkin aku merapikan dokumen-dokumen itu, klemudian aku berpamitan pada Guy-sensei untuk kembali kekelas ku.
Oh... Damn! Handphone ku tidak ada di saku celana seragam yang ku kenakan. Aku benar-benar bingung mencari handphoneku, seingatku tadi... Ah... Sial aku lupa kalau handphone-ku masih tergeletak diatas meja kelasku.
Gawat, aku harus segera mengambilnya sebelum anak-anak itu melihat apa yang aku lakukan.
Dengan langkah cepat, aku berlari menuju kelasku di lantai Dua sekolah ini. Dan ya handphoneku masih disana.
Tergeletak diatas mejaku dan tak di sentuh oleh siapapun, jadi aku yakin kalau handphone-ku aman.
"Tadi handphone-mu berdering terus?" celetuk Sai sambil merapikan buku-buku pelajarannya.
"Apa kau memegang handphone-ku?" jawabku sambil memberi pertanyaan pada Sai.
"tidak, mana mungkin aku berani" Sahut Sai sambil berjalan melewatiku meninggalkan kelas kami, dan saat ia berada di ambang pintu ia berbalik arah dan menatapku lembut.
"Ayo Sasuke-kun, anak-anak sudah menunggu kita" ucap Sai sambil memiringkan kepalanya sedikit dan di wajahnya tergambar senyum andalan-nya. Yang biasa anak-anak menyebut senyuman itu dengan 'Fake Smile'.
Ah... Sukurlah ternyata ke-khawatiranku bisa hilang, bagaimanapun juga aku takut jika saja ini di K.I.S maka Handphone-mu sudah jadi bahan perbincangan dan mereka akan memeriksa apa yang kamu lakukan jika handphone mu tertinggal seperti punya-ku tadi.
Aku berjalan di belakang Sai, aku terus menatap pungung Sai yang ada di depan-ku. Ternyata Sai mempunyai rambut yang sepertinya di 'Rebonding', pungung yang tegak dan tinggi badan yang sedikit tinggi.
"Hey Sasuke, apa kau mau ikut bersama kami?" celetuk Shikamaru ketika aku dan Sai di depan pintu gerbang.
"Maaf, hari ini aku ada acara keluarga, jadi..."
"Ya aku mengerti, bersenang-senanglah Sasuke" Sahut Lee dengan berlalu begitu saja, ia memberi sebuah kode pada anak-anak yang lain dan mereka pun berjalan bergerumul.
Entah kenapa perasaanku tidak enak ketika Shikamaru menoleh kearah-ku yang amat jauh dari mereka, seperti tatapan kecewa yang ia pakai saat ini. Mungkin saja ini cuma ketakutan ku sendiri.
(O_O)
Neji tampak antusias mendengar penjelasanku, tak henti-hentinya dia tersenyum penuh kemenangan.
"Jadi si gendut adalah pancingan, jadi kita harus menyerang dari kanan dan kiri" ucap Neji setelah mendengar penjelasanku.
"hn.." jawabku singkat.
Anak-anak K.I.S tersenyum puas, dan ya inilah saat pembalasan dendam akan kekalahan K.I.S selama dua tahun.
Tapi kenapa perasaanku menjadi tidak enak seperti ini, bahkan aku merasa kecewa pada diriku sendiri, apa yang aku lakukan ini benar?
Kuputuskan untuk ke kamar mandi, mencuci muka mungkin akan menghilangkan sedikit ketidak nyamanan ini.
"Sasuke-kun?" pangil seseorang ketika aku membuka pintu Toilet.
"Sai, sedang apa kau disini?" Aku kembali bertanya pada Sai yang berdiri tidak jauh dariku.
"Aku sedang membeli Buku, lalu kau sendiri sedang apa?" jawab Sai sambil menunjukan kantong plastik yang didalamnya ada sebuah buku, dan di lanjutkannya dengan memberi pertanyaan padaku.
"Bukan urusan mu" Ucapku agak ketus, karena aku tidak suka saat dia tersenyum. Entah kenapa aku merasa kalau senyum Sai itu seperti tersirat sebuah makna yang siapa pun tak akan mengerti.
Dia tetap tersenyum, meski aku menjawab pertanyaannya dengan ketus.
"Sampai jumpa di sekolah besok Sasuke-kun" gumamnya saat ia melewatiku.
oOo
Mataku terasa berat, bahkan untuk membuka mata selebar mungkin terasa mustahil. Padahal aku sedang mempersiapkan keperluan untuk jungel Survivor besok.
Tas ransel yang cukup besar itu sudah hampir penuh, sebenarnya terlalu penuh karena Ibu membawakan beberapa bekal. Seperti kotak P3K dan beberapa biskuit.
"Sasuke-kun... Apa kau sudah tidur?" Suara ibu di balik pintu kamar ku.
"Sebentar lagi Bu" jawabku sambil membuka pintu kamarku.
"ada apa bu?"
"ehm.. Sai datang kesini, tadi kakak mu memintanya kesini"
Untuk apa 'fake smile' itu kemari, mengangu saja?
"kakak mu belum pulang dari tempat kerjanya"
"Jadi apa hubunganya denganku?"
Ibu tersenyum dan benar saja ini sebuah tanda kalau Ibu meminta sesuatu padaku dan aku tidak akan bisa menolaknya.
"Jemput Sai, dia bilang kalau dia sedang berada di kantor kakak mu Sasuke" ucap Ibu sambil tersenyum yang bermakna perintah itu, akh... Kenapa mesti aku yang menjemput anak itu.
Merepotkan?
Padahal mataku sudah ngantuk pada level tinggi tapi kenapa aku harus menjemput 'Fake smile', motor matic ku berjalan cukup pelan.
Itachi-nii berulang kali menelphon-ku tapi ku abaikan saja, lagi pula aku sedang menyetir motor.
Ketika aku sudah sampai di depan gedung tempat kerja Itachi-nii, Sai berjalan mendekat kearahku. Dia yang tadi duduk di anak tangga depan gedung sambil bertopang dagu.
"maaf.. Sudah merepotkan mu" ucap Sai sambil membungkuk padaku.
Kuberikan helm cadangan pada Sai dan sambil memberi sebuah aba-aba agar dia duduk di 'Jok' belakang motor matic ku, dia duduk dengan tenang sambil mengutak-atik Handphone layar sentuhnya.
Ku lajukan dengan sedikit cepat motor matic ku, sesekali kulirik Sai yang duduk di belakang. Yang terlihat cuma bibirnya saja yang kadang tersenyum dan cemberut, tak ada obrolan antara kami.
Dan sepertinya dia sibuk dengan dunianya sendiri, hingga kami sampai di sebuah persimpangan jalan dia menyuruhku berbelok memasuki sebuah Gang kecil. Dia menyuruhku berhenti di depan sebuah flat berlantai sepuluh, dia bilang kalau dia akan mengambil tas ranselnya untuk keperluan besok.
Dia menyuruhku untuk turun dan mengikutinya, aku berjalan di belakang Sai menuju flat-nya. Flat kecil yang rapi, di dalamnya hanya ada sebuah Televisi tua dan sebuah kipas angin. Dan di dinding terpajang berbagai lukisan yang bisa di bilang bagus, malah sangat bagus.
"silahkan duduk Sasuke-kun" dia mempersilahkan-ku untuk duduk, aku mengambil duduk di dekat jendela dan aku di suguhi sebuah pemandangan yang bagus dari lantai Delapan gedung ini.
Sai masih di dalam kamarnya, sepertinya Dia sedang merapikan beberapa keperluanya.
"Ayo kita berangkat" ucapnya saat ia keluar dari kamarnya di flat-nya.
Aku bangkit dari duduk ku menuju pintu, dia keluar terakhir kemudian ia mengunci pintu flatnya.
Ku kemudikan lagi motor matic-ku menuju rumah-ku yang bisa di bilang cukup jauh dari flat Sai, kami harus memutar cukup jauh hingga terasa pegal di pundak dan kaki-ku.
oOo
Aku benar-benar heran ketika melihat Ibu-ku bertemu dengan Sai, seperti seorang Ibu yang sudah lama tidak bertemu dengan anaknya.
Bahkan Ibu langsung men-cuek-an ku yang notabene anaknya sendiri, apa-apaan ini?
Bahkan Ayah juga begitu. Beliau lebih memperhatikan Sai.
"Ibu, apa Itachi-nii sudah pulang?"
"belum Sasuke-kun"
Ku rogoh saku celana pendek yang ku kenakan dan mengeluarkan Handphone-ku, ku coba mengirim pesan pada Itachi-nii.
'hey keriput, bocah itu sudah di rumah cepatlah pulang'
Pesan terkirim ke Phonesell Itachi-nii, dan tak lama kemudian dia membalas pesanku tersebut.
'wah.. Terimakasih pantat ayam, tolong kau tanyakan pada Sai apa dia membawa desain Mug untuk perusahaan Tohoshinki'
Dasar keriput, seenaknya saja memangil orang seperti itu. Aku menghampiri Sai yang duduk di ruang tengah yang sedang mengobrol dengan Ayah dan Ibu.
"Sai, tadi Itachi-nii mengirim pesan padaku dan dia bertanya apa kau membawa desain yang kau janjikan padanya?"
Sai sedikit berfikir, kemudian ia membuka sebuah buku gambar yang ada di tas kecilnya.
"ehm.. Aku belum menyelesaikannya" jawab Sai sambil tersenyum, lagi-lagi dia mengeluarkan senyum palsu itu.
"ohya Sasuke, Sai ini sudah malam, lebih baik kalian istirahat saja" Ayah memerintahkan Kami untuk segera tidur.
Ini yang tidak kusenangi, aku harus berbagi kamar dengan Sai. Padahal aku sudah meminta pada Ibu agar Sai tidur di kamar tamu, tapi apa yang aku dapat. Ibu malah bilang 'kalian kan satu sekolah jadi lebih baik kalian tidur satu kamar biar besok kalian bisa bekerja sama dalam kompetisi tahunan', ya begitulah ibuku.
Saat masuk kekamarku Sai memilih untuk duduk di sofa, dan dia mengeluarkan buku Sketsa yang ada di dalam Tasnya.
Dia berbaring disana dengan bantalan sofa, ia mengeluarkan se-pack rokok. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan mulai menyalakan-nya.
"mau.." tawar Sai sambil menyodorkan padaku se-pack rokok.
"apa orang Tua mu tahu kalau kau merokok?" tanyaku, kulihat raut wajahnya menjadi lunak dan sendu.
Sepertinya pertanyaan-ku salah, ia mengambil nafas kemudian dia menghela nafas panjang.
"Ke Dua Orang Tua-ku meninggal Tiga tahun yang lalu" ucapnya sambil mengerakan pensil ditangan-nya dengan cekatan.
Akh... Sebuah pertanyaan yang bodoh meluncur begitu saja dari mulut-ku.
Dia Sai masih tetap menggerakkan pensil itu diatas kertas, sedangkan aku mulai merasa ngantuk.
Kami tak mengobrol apapun setelah aku bertanya soal orang tua Sai, dia sangat aneh ketika menggoreskan pensil itu diatas kertas. Dia menjadi sosok yang berbeda dan terlihat sangat dewasa, bahkan ekpresinya sangat berbeda-beda ketika ia menggambar.
oOo
Jam diatas nakas kamarku menunjukan pukul 5:15, aku terbangun seperti biasanya. Kulihat Sai masih tidur dan buku sketsa Sai tergeletak di lantai, terbuka begitu saja sehingga muncul berbagai macam lukisan. Tanpa meminta ijin Sai, ku ambil buku sketsa itu dan mulai membuka lembar-demi lembar.
Tanganku berhenti bergerak membuka lembaran kertas itu, mataku terpaku pada sebuah gambar Jendela yang terbuka lebar dan gordin yang tertiup angin.
Nampak sangat nyata, ada perasaan damai ketika melihat lukisan itu. Kubuka lembar terakhir, kudapati lukisan diriku yang sedang menopang dagu melihat kearah samping. Tepatnya arah jendela, dan efek cahaya yang ia buat sangat detail dan terlihat sangat menyilaukan. Dan aku nampak sangat bercahaya disana dan lukisan ini nampak seperti berada di ruang kelasku.
"argh..." lenguh Sai sambil merentangkan kedua tangan-nya, dia berkali-kali mengerjapkan matanya dan aku dengan terburu-buru meletakan buku sketsa Sai.
"Sudah bangun, cepat sana mandi"
Dia menganguk kemudian Sai bangkit dari sofa itu, kulemparkan sebuah handuk berwarna putih kearah Sai.
Dia berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarku, sedangkan aku keluar dari kamarku menuju kamar mandi yang ada di kamar orang tua-ku.
oOo
Kulihat Itachi-nii sudah duduk di kursi-nya meja makan, di piringnya sudah ada roti bakar.
Sedangkan Sai duduk di sebelahku menikmati roti bakar sama dengan punya-ku dan keluargaku.
Setelah selesai sarapan, Itachi-nii mengantarkan kami menuju tempat dimana diadakan Jungle survivor.
Jantungku berdebar hebat ini pertama kalinya aku mengikuti kompetisi ini, disana Shikamaru dan teman sekelas sudah menunggu kami.
Sai nampak tenang dan tak sedikit pun di wajahnya terlihat gugup, padahal aku sangat mati-matian menyembunyikan perasaan gugup-ku ini.
Ya... Disinilah, di hutan ini semua akan dimulai semua rencana yang telah aku dan Neji rencanakan. Rencana menumbangkan Nami Shiro'i School, membuat mereka kalah dan malu.
TO BE CONTINUED
owari
makssih yg udah review part 1
:: hehehehehe doa mu terkabulkan wkwkwkwkw, makasih ya.. review lagi ya
punchan:: ini udah aku lanjut, makasih ya... udah review, toko utamanya sasuke... doakan update kilat ya
