Bokutachi no Akachan

Author: Lynhart Lanscard

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance/Family

Pairing: NaruHina, SasuSaku, SaiIno

Chapter 10 : Momotaro in Starwars

Siang itu giliran Hinata dan Naruto yang menjemput Himeka dari penitipan anak Himawari, tentu saja Himeka senang bisa melihat Papa dan Mama yang menjemputnya. Dia langsung melompat dan menggandeng tangan mereka berdua, di lain pihak justru Nagato yang malah murung.

"Nagato-san, kenapa wajahmu murung seperti itu? Nanti anak-anak pasti akan bermimpi buruk kalau melihat wajah murungmu, cerialah," hibur Naruto atau malah mengejek.

"Kurang ajar kau Naruto, menghibur setengah hati seperti itu. Asal kau tahu saja aku ini sedang bingung tahu!" jawab Nagato.

"Ada masalah apa memangnya?" tanya Hinata sambil menggendong Himeka.

"Begini, seminggu lagi harusnya ada pertunjukan boneka untuk anak-anak tapi sepertinya akan batal. Orang yang biasa melakukan pertunjukan itu tangannya terkilir dan baru akan sembuh 2 minggu kemudian. Aku, Konan dan Yahiko berusaha mencari penggantinya, namun sampai saat ini belum ketemu juga. Kalau sampai besok tidak ketemu terpaksa kami akan ganti dengan acara lain," jelas Nagato dengan nada kecewa.

"Tapi kasihan kan anak-anak itu, mereka pasti sudah menantikannya," sahut Hinata.

"Apa boleh buat, tak ada jalan lain Hinata-chan..." Nagato nampak sedih.

"Yosh! Begini saja Nagato-san, biar aku dan kawan-kawan yang akan menggantikan orang itu, kami akan membuatnya semenarik mungkin untuk menghibur anak-anak. Jadi, yang perlu kau lakukan hanya meminjam peralatan orang itu, dan kami yang akan menyelesaikannya!" seru Naruto bersemangat.

"Apa kau yakin bisa melakukannya Naruto?" tanya Nagato tak yakin.

"Serahkan saja padaku, akan kubuat pertunjukan yang tidak pernah ada sebelumnya!" janji Naruto.

Bokutachi no Akachan

"Nah, jadi kenapa di hari libur seperti ini kau memanggilku? Apa kau punya sebuah alasan yang pantas untuk menggangguku di hari libur seperti ini Naruto?" tanya Sasuke dengan wajah dingin.

"Kau harus punya alasan yang bagus Naruto!" timpal Sakura.

"Kalau kau tidak punya alasan yang bagus, siap-siap saja kau!" sambung Ino.

"Aku harap, aku tidak perlu mengeluarkan shinai yang kupinjam dari Ojii-san!" ujar Sai sambil melirik tajam.

"Sa-sabar minna, semuanya akan kujelaskan!" Naruto sudah mengeluarkan keringat dingin.

Setelah penjelasan panjang dari Naruto, ditimpali oleh Hinata dan juga Himeka yang antusias menceritakan tentang kemalangan yang menimpa penitipan anak Himawari. Mendadak wajah beringas mereka berempat menjadi luluh dan berubah menjadi wajah dengan penuh rasa simpati dan prihatin.

"Nah jadi begitu ceritanya, aku punya alasan yang bagus kan?"

"Beruntung alasanmu itu bagus dan masuk akal Naruto," jawab Sasuke dengan mendengus kesal.

"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk membuat pertunjukkan boneka? Aku belum pernah melakukannya jadi tidak tahu apa yang harus dilakukan," ucap Sai.

"Hehehe, serahkan saja padaku. Aku sudah membuat pembagian tugas untuk semuanya, pertama Sai dan Ino akan mengurus dekorasi dan latar panggungnya. Kedua, Sakura-chan dan Sasuke membuat bonekanya. Ketiga, aku, dan Hinata yang akan membuat jalan ceritanya, bagaimana cerdas kan?"

"Tunggu! Kenapa harus kau yang membuat jalan ceritanya, sedangkan aku yang membuat boneka! Ini tidak adil!" bantah Sasuke.

"Jadi kau mau bagaimana?" tanya Naruto.

"Kita buat undian! Jangan ada yang menyesal!" balas Sasuke.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pembagian tugas melalui undian, enam buah kertas yang telah ditandai sudah disiapkan dan akan menetukan nasib mereka selanjutnya. Satu per satu mereka berenam mengambil kertas undian pada tempat yang telah disediakan. Setelah itu mereka membuka hasil undian dan membacakan hasilnya. Hasilnya adalah, Sai dan Ino mengurus dekorasi dan latar belakang, Hinata dan Sakura yang membuat bonekanya dan Naruto dan Sasuke yang membuat dialog dan ceritanya.

"Begini baru benar," Sasuke kini tertawa puas.

Bokutachi no Akachan

Meski baru pertama kali mengerjakan, hasil kerja mereka tidak boleh diremehkan. Dekorasi dari Ino dan Sai nampak bagus sekali, panggung boneka dihias dengan berbagai macam gambar yang menarik dan juga tempelan bunga-bunga berwarna cerah yang membuatnya makin cantik. Sakura dan Hinata sendiri juga terampil dalam membuat boneka-boneka yang hendak dipakai, sulaman dan jahitannya terlihat sangat bagus dan nyata. Lain halnya dengan bagian skenario yang nampaknya belum menunjukkan kemajuan hasil dari tadi. Duo sutradara ini masih berdebat dalam menentukan judul cerita. Naruto memutuskan untuk memakai cerita SF, sementara Sasuke berniat memasukkan unsur samurai dengan motif balas dendam. Keduanya terus berdebat sepanjang hari tanpa ada jalan keluar.

"Kita harus memakai unsur SF agar anak-anak itu tertarik!" Naruto memulai debatnya lagi.

"Baka! Mana ada anak kecil mengerti hal seperti itu! Yang terbaik adalah jaman samurai dan cerita dengan latar belakang yang gelap seperti balas dendam!" Sasuke tak mau kalah.

"Kau harus memakai ideku!"

"Tidak ideku!"

"Hentikan kalian berdua! Kalau seperti ini, kita tidak akan pernah selesai. Tolong kalian jangan bertengkar lagi, pikirkan anak-anak Himawari yang sudah menunggu pertunjukkan kita," lerai Sakura.

"I-iya kami mengerti, kami akan ke dalam dulu untuk memikirkan jalan cerita," jawab Naruto dan Sasuke menyesal.

Akhirnya keduanya memutuskan untuk berkonsentrasi di dalam untuk memikirkan jalan cerita untuk pertunjukkan boneka mereka. Sudah berjam-jam mereka di dalam, berkonsentrasi memutuskan ide cerita yang akan digunakan, tapi mereka urung keluar juga. Sakura yang penasaran, memutuskan untuk mengintip kegiatan mereka. Ternyata keduanya malah asyik bermain Monster Hunter, mereka berdua memang kini bersatu dalam kerjasama hanya saja dalam hal yang berbeda. Sakura yang tak bisa menahan lagi emosinya langsung menghajar mereka berdua tak lupa membanting console game milik Naruto.

Setelah itu mereka berdua diceramahi dan diturunkan dari jabatan mereka menjadi penulis dialog, tentu saja dengan pengawasan ketat dari Sakura. Pemilihan ide cerita diserahkan pada Himeka, karena dia satu-satunya anak kecil dalam grup itu. Lagipula kalau Himeka menyukai cerintanya bukankah anak-anak lain ikut menikmatinya. Akhirnya setelah pertimbangan panjang dari Himeka, maka dipilihlah kisah Momotaro untuk pementasan nanti.

Bokutachi no Akachan

Setelah berminggu-mingu kerja keras membuat panggung, boneka, dialog dan berlatih, akhirnya para remaja ini siap untuk mementaskan pertunjukkan boneka mereka. Naruto bahkan yakin, naskah yang ditulisnya akan menjadi sebuah anime, dorama, manga, light novel, dan akhirnya masuk ke dalam Hollywood. Entah terjsdi atau tidak, setidaknya untuk hari ini mereka sudah mempersiapkan yang terbaik, semoga saja anak-anak Himawari menyukainya.

Karena membutuhkan berbagai persiapan, para anak lelaki memutuskan untuk berangkat duluan untuk memasang panggung dan dekorasinya, sementara yang perempuan akan membawa bonekanya. Sayangnya sebuah kecelakaan kecil terjadi, ketika akan menyebrang jalan menuju penitipan anak Himawari, tiba-tiba saja ada motor yang menyerobot jalan mereka. Hal itu menyebabkan kotak yang berisi berbagai boneka yang telah dibuat terjatuh dan sialnya lagi, sebuah mobil datang dan melindas kotak tersebut.

Begitu dilihat, semua isi di kotak termasuk boneka-boneka dan berbagai macam dekorasi untuk latar belakang rusak. Tentu saja mereka semua sedih dan kecewa, kerja keras mereka selama berminggu-minggu berakhir sia-sia. Tak mau berputus asa begitu saja, Sakura langsung menghubungi Naruto dan kawan-kawan untuk mendiskusikan masalah ini.

"Sial! Kenapa jadinya seperti ini sih!?" umpat Naruto kesal.

"Sa-sabar Naruto-kun, mungkin ini hanya ujian. Lagipula, aku yang salah karena tidak memegang kotaknya dengan benar," Hinata mencoba menyalahkan dirinya sendiri.

"Tidak, bukan kau yang salah Hinata. Aku yang salah karena membawamu ke tugas berbahaya seperti itu. Maaf Hinata...aku bukan kekasih dan ayah yang baik..."

"Naruto-kun..."

"Papa..."

Akhirnya keluarga ini berpelukan sambil meneteskan air mata mereka, pelukan erat dan hangat yang mendekatkan hati ketiganya. Sebuah scene dorama yang menyentuh diperlihatkan Naruto, Hinata dan Himeka, tak lupa latar belakang bintang-bintang kecil yang bersinar.

Buak! Pukulan Sakura untungnya bisa menyadarkan mereka dari khayalan yang indah dan membawa mereka kembali ke realita yang kejam.

"Kenapa malah mesra-mesra begitu!? Cepat pikirkan idenya!" bentak Sakura.

"Sakit, Sakura-chan. Ah...aku tahu, kau iri kan? Karena tidak bisa melakukannya dengan Sasuke," goda Naruto yang membuat wajah Sakura memerah.

"Ah, bagaimana dengan memakai pengganti boneka, seperti action figure atau semacamnya?" Sai memberi usul.

"Bagus! Kalau begitu Naruto dan Sasuke-kun, kalian bawa semua action figure yang kalian miliki!" perintah Sakura.

"Ba-baik!" jawab mereka berdua tegas, takut Sakura mengamuk lagi.

"Bagaimana dengan latar belakangnya? Kita tak bisa membuat dengan lukisan secepat itu," tanya Ino khawatir.

"Tenang saja, kita bisa memakai proyektor sebagai latar belakangnya. Aku bisa membuat berbagai macam latar dengan cepat dari komputer," jawab Sai.

"Yosh, baiklah kita akan melakukan hal yang terbaik untuk pertunjukkan ini!" seru Sakura memberi semangat.

Bokutachi no Akachan

"Kenapa yang kalian bawa malah seri starwars dan sengoku? Ini kan cerita tentang Momotaro, bukan cerita SF apalagi samurai!" Sakura sudah habis akal memberitahu kekasih dan temannya itu.

"Habisnya hanya ini yang kami punya," jawab mereka berdua kompak.

"Tidak apa Sakura-san, lagipula mungkin anak-anak sudah bosan dengan cerita Momotaro yang biasa. Lagipula, aku bisa membuat latar dengan cepat, jadi untuk jalan ceritanya kita serahkan saja mereka," ujar Sai.

"Hah...apaboleh buat...Kuserahkan pada kalian ya," ujar Sakura sambil menghela nafasnya.

"Baik!" jawab Naruto dan Sasuke bersemangat. Rupanya keinginan mereka untuk mengadakan pertunjukkan boneka bertema SF dan samurai akhirnya berhasil juga.

Setelah melakukan berbagai persiapan di sana-sini, akhirnya pertunjukkan boneka pun siap. Anak-anak yang sudah tak sabar menanti, kini sudah berbaris rapi di depan panggung, Himeka sendiri duduk paling depan. Sakura yang sudah pasrah hanya bisa mengharapkan kelancaran pertunjukkan ini pada Naruto dan Sasuke sambil mengatur anak-anak. Ino membantu Sai dalam membuat latar, sedangkan Nagato, Konan, dan Yahiko menanti mulainya acara ini dengan cemas. Hinata sendiri bertugas menjadi narator. Setelah Sakura memberi tanda, akhirnya acara pertunjukkan pun dimulai.

Bokutachi no Akachan

Zaman dahulu, di galaksi yang jauh, berjarak jutaan tahun cahaya dari planet tercinta kita Bumi, telah terjadi sebuah legenda. Legenda tentang seorang anak yang lahir dari kapsul buah persik, bernama Momotaro.

Sebuah kapsul luar angkasa berbentuk buah persik tiba-tiba saja jatuh dan menabrak sebuah kapsul tempat tinggal. Kapsul itu terjatuh dan melubangi kapsul tempat tinggal pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak, mereka adalah pasangan robot, sang suami bernama OG-3 dan istrinya bernama OFU-3. Tentu saja pasangan tersebut karena mereka menemukan seorang anak manusia di dalam kapsul tersebut. Akhirnya sang suami memutuskan untuk mengeluarkan si anak dengan gergaji mesin yang dimilikinnya.

"Istriku, akhirnya kita bisa memiliki seorang anak,"teriak OG-3 kegirangan.

"Ah iya, bagaimana kalau kita beri nama dia Momotaro, karena dia terlahir di kapsul buah persik," balas sang istri.

"Roger!" jawab OG-3

Tahun demi tahun berlalu, Momotaro telah tumbuh menjadi anak yang rajin dan kuat. Dia anak baik yang suka menolong orang lain dan sangat mengidolakan Musashi, seorang samurai legendaris. Momotaro juga sangat mencintao kedua orang tua angkatnya meski tahu mereka tidak berhubungan darah atau bermesin sama. Namun sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena sang samurai jahat penguasa galaksi bernama Oda Nobunaga dengan komplotannya Oni no Nobunaga datang dan menghancurkan desa Momotaro bahkan membunuh kedua orang tua angkatnya.

Momotaro kecil mencoba melawan, tapi sayangnya Oda Nobunaga terlalu kuat untuknya. Dia dikalahkan dengan mudah, tapi Oda Nobunaga tidak membunuhnya karena saat itu berdekatan dengan jam makan siangnya. Momotaro yang kini dipenuhi dendam, memutuskan untuk mencari samurai legendaris Miyamoto Musashi untuk mengajarinya ilmu berpedang agar bisa membalaskan dendam kedua orang tua angkatnya.

Bertahun-tahun Momotaro belajar pada Musashi untuk memperdalam kemampuan berpedangnya agar bisa membalaskan dendamnya pada Nobunaga, hasilnya tidak sia-sia, di bahkan bisa mengungguli Musashi itu sendiri. Akhirnya, tiba saatnya juga untuk Momotaro pergi untuk membalas dendamnya, dibekali dengan pedang cahaya pemberian sang guru dan ditemani dengan tiga sahabat robotnya selama berguru pada Musashi, T4k-4, 1-NU, dan S4-R, Momotaro pergi mengembara memberantas Oni no Nobunaga.

Akhirnya setelah mengembara ke berbagai galaksi, Momotaro berhasil mengetahui letak dimana pasukan Oni no Nobunaga bersembunyi, di planet yang bernama Death Star. Tak perlu menunggu lama, Momotaro bersama ketiga sahabatnya segera meluncur ke planet tersebut dengan pesawat mereka yang bernama Peach Walker. Walaupun namanya aneh, pesawat ini mampu melakukan warp selama berjam-jam tanpa pengisisan bahan bakar dan mempunyai kemampuan stealth mode.

Setelah mendarat dan melakukan berbagai pertarungan di Death Star, akhirnya Momotaro dan kawan-kawan berhasil mencapai ruangan dimana Nobunaga berada. Ternyata Nobunaga sendiri sudah menunggunya sambil memasak cup ramen. Setelah melakukan berbagai perbincangan dan makan ramen akhirnya kedua musuh itu beradu pedang laser dengan dahsyatnya. Ternyata kemampuan keduanya imbang, mereka saling mendesak satu sama lain.

Namun berkat bantuan ketiga sahabatnya, Momotaro berhasil mendesak Nobunaga dan memojokkannya. Tanpa disangka dan diduga, Nobunaga memberikan kenyataan pahit pada Momotaro.

"Kau tahu Momotaro...kau lahir dari kapsul berbentuk buah persik?"

"Iya, lalu kenapa? Apa pedulinya bagimu?!"

"Akulah yang mengirimu dengan kapsul itu, dengan kata lain akulah ayahmu!"

"Tidak! Itu tidak mungkin, mana mungkin ayahku adalah penjahat keji sepertimu!"

"Kau mungkin tidak percaya, namun itu adalah kenyataannya! Haha, terimalah kenyataan Momotaro!" Nobunaga rupanya berhasil memperdaya Momotaro, dia bangkit untuk mengambil pedang lasernya dan mengarahkannya pada Momotaro.

Zrush! Sayang, serangan Nobunaga tidak berhasil. Rupanya teman-teman Momotaro berhhasil melindunginya, walaupun mereka mengorbankan nyawanya. Momotaro yang sedih langsung terbakar amarahnya, dia benar-benar mengahajar Nobunaga sang kaisar tiran galaksi. Akhirnya setelah melalui pertarungan sengit dia berhasil mengalahkan Nobunaga.

Orang-orang yang selama ini telah disandera Nobunaga akhirnya bebas, termasuk orangtua asli Momotaro yang ternyata adalah sepasang ilmuan hebat. Dengan bantuan orangtuanya, Momotaro berhasil mengembalikan kedua orangtua angkatnya dan setelah beberapa tahun dia menjadi ksatria Jedi yang selalu melindungi semua galaksi dari tirani. Kemudian Momotaro akhirnya menikah dan mempunyai anak, dan mereka semua hidup bahagia. Owari...

Bokutachi no Akachan

Setelah Hinata selesai membacakan narasinya dan tirai panggung ditutup, sorak sorai terdengar dari semua anak. Tepuk tangan yang meriah serta teriakan ricuh memenuhi ruangan tersebut, tentu saja hal ini membuat Naruto dan Sasuke yang bertindak sebagai dalang dan pengisi suara merasa senang.

"Tapi kok ceritanya beda dengan cerita Momotaro yang kutahu?" celetuk seorang anak.

"Iya, kok beda," timpal anak yang lain.

"Sst jangan berisik! Ini Momotaro versi terbaru" Himeka mendiamkan mereka berdua.

"Iya benar, lagipula ceritanya seru kok!" sahut yang lain.

Setelah pementasan Naruto dan Sasuke bagai orang yang sudah menyelesaikan marathon, keduanya benar-benar kehabisan nafas dan tak mampu berkata apa-apa lagi. Sakura dan yang lain mendketai mereka dan memberi selamat atas pertunjukkan mereka yang gemilang.

"Wah meski ceritanya campur aduk, tapi ternyata bagus juga ya. Kalian memang hebat!" puji Sakura.

"Benar-benar hebat!" sambung Ino.

"Otsukare," ujar Sai sambil menyodorkan minum.

"Asal kalian tahu saja, kami mengerjakan dialog itu hanya semalam dan membutuhkan kerja keras dengan menonton semua film starwars dan sengoku. Tak lupa memainkan gamenya selama seminggu, aah kerja keras kami tidak sia-sia, iya kan Sasuke?"

"Tentu saja Naruto, membuat tim bersamamu...kurasa tak buruk juga..." jawab Sasuke.

"Ooh, jadi itu alasan mengapa selama seminggu kalian tidak keluar kamar. Ternyata kalian hanya bermalas-malasan saja ya!" Sai, Ino dan Sakura mengelilingi mereka berdua, sepertinya penghakiman sudah dijatuhkan.

Melihat Naruto dan Sasuke diadili dengan adil oleh kawan-kawanya, Hinata dan Himeka melihat mereka dengan tertawa terbahak-bahak, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasi mereka dari kejauhan sana.

Chapter 10 EnD

Yoo Minna-san, masihkah mengharapkan fic gaje ini? Kalau masih silahkan terimalah persembahan update dari saya ini. Maaf kalau menunggu lama, jangan lupa reviewnya ya! Matta nee.

Note:

Sengoku: era samurai

SF: science fiction