Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Tittle : GPS Love~
Author : Fuluka-chan
Warning : AU (Alternative Universe), OOC, Gaje, Typo(s) tidak menggunakan EYD, Bahasa gaje, dan waring lainnya :D
Hai aku kembali lagi minna~
Aku bawa chapter 2nya nih, semoga suka :)
Don't Like? Don't Read !
"sebegituhnya kah kau tak ingin kehilangan dia?"Tanya tenten yang terdengar aneh
"Iyaap, aku tak akan bisa lepas darinya, bahkan jika ia menyakitiku pun sekalipun aku tak akan berniat untuk melupakan semua tentangnya"kata hinata dengan tulus, tenten mengerti betapa hinata mencintai naruto sama seperti ia mencintai nejii
"Baiklah tenten-chan, aku harus pulang dulu, Jaa-ne"kata hinata dibalas anggukan tenten yang masih sibuk menatap laptop, ia pun keluar kamar tenten dan berniat meninggalkan rumah bernuansa jepang-cina itu, lalu beberapa detik kemudian
JLEEK!
Suara pintu yang dibuka secara kencang walaupun tidak mengangetkan, hinata kembali ke kamar tenten
"Ada apa?"Tanya tenten lagi
"Bagaimana jika sampai besok GPS naruto tidak aktif juga? Bagaimana jika naruto hilang?"Tanya hinata dengan kekhawatiran yang luar biasa
Tenten hanya terdiam, baru kali ini dia melihat eksperesi hinata yang begitu cemas. Dia pun juga berfikir bagaimana jika hal itu terjadi, pasti hinata akan merasa sedih. Ia lalu menoleh kearah hinata yang masih tampak cemas. Ia pun bingung harus menjawab apa.
.
.
Disebuah kamar yang kental bernuansa putih-lavender itu, hinata sedang tergelatak ditempat tidur kesayangannya, sepertinya ia sedang asyik berada didalam mimpi, sampai akhirnya….
"Nee-chan, bangun, tak berangkat kuliah?"Tanya hanabi sambil mengguncang2 tubuh hinata
"Eeee?iya hanabi"kata hinata yang masih diambang kesadaraannya
"Jam berapa sekarang?"kata hinata yang sudah bangun, namun matanya masih terlihat kalau dia masih ngantuk, dan tunggu. Matanya juga terlihat sembab?
"Nee-chan? Ada apa dengan mata nee-chan? Ko bengkak?"Tanya hanabi cemas
"Tak apa hanabi-chan"kata hinata tersenyum.
.
.
"Tou-san, aku berangkat"kata hinata yang mengambil roti dimeja makan dengan cepat dan langsung keluar begitu saja
"Kau tak perlu ku antar hinata-sama?"Tanya nejii
"Tidak, aku berangkat bareng na-"kata-kata hinata tiba-tiba berhenti, sepertinya dia sudah ingat seseuatu. Yah! Naruto tidak ada berada disisinya lagi sekarang.
Dia menggigit bibir bawahnya menahan rasa kecewa dan mencoba tersenyum
"Arigato, nejii-nii tapi aku ingin jalan sendiri, aku mau mampir dulu kerumah tenten dulu"kata hinata tanpa menengok kearah nejii dan langsung membuka gerbang, dan pergi.
.
.
"Pagi tenten"kata hinata menyapa tenten yang sedang bermain laptop
"Hinata?!"kata tenten terkejut, hinata yang melihat ekspresi tenten merasa ada sesuatu yang tidak beres padanya
"Tenten? Ada apa?"Tanya hinata
"Gomen hinata…."kata tenten tertunduk
hinata mengerutkan alisnya tanda ia tidak mengerti "Gomen? Untuk apa?" Tanya hinata
"Aku..aku…Gomen..aku…aku.."kata tenten terbata-bata ia takut melukai sahabatnya ini, tapi bagaimana pun juga hinata harus tahu tentang ini bukan?. Hinata melihat ke layar laptop tenten, ia tahu tenten sedang melakukan sesuatu 'Jangan-jangan' kata hinata terbelalak lalu menoleh ke arah tenten
"Kau tidak akan bilang kalau kau…."
"Kehilangan dia, semalama aku sudah susah payah mencari-cari naruto, tapi tidak tertemu, GPS naruto tidak aktif! Aku mencari-cari disekitar suna, tapi hasilnya nihil, Gomen hinata"kata tenten beruaraian air mata ia tahu perasaan hinata yang takut kehilangan naruto, apa lagi dari keberangkatan naruto kemarin dia belum mengirim e-mail atau pesan singkat. Hinata melemas mendengar tenten. Ia kaku, tak bisa bergerak hanya saja cairan bening dimatanya terus menerus keluar
"Hinata"teriak tenten memeluk hinata, tapi hinata tetap terdiam, yang ada dipikirannya hanyalah rasa cemas akan naruto. Jika saja ia bisa menggunakan mata byakugan nya dengan baik, ia tak perlu memasang GPS kepada naruto, Tou-saan selalu melarang hinata memakai byakugan, entah mengapa.
"Hinata, gomen ne, tapi aku berjanji akan berusaha mencari keberadaan naruto"kata tenten menenangkan hinata. Hinata hanya tersenyum, lebih tepatnya tersenyum paksa
.
.
"Aaaaaaaah! Apa yang terjadi pada ponsel ku, kenapa dia tidak mau menyala"kata naruto berapa kali mencoba menyalakan ponselnya tapi tak pernah ada respon dari smartphone itu
"ada apa sih? Tidak dirumah, tidak disini kau ribut sekali" geram tou-sannya
"Tou-san? Sejak kapan kau disini? Tanya naruto
"Heh! Baka, sudah sejak semalam aku sampai disuna"kata minato
"Sekarang apa masalahmu?" Tanya minato. Naruto memberikan ponselnya kepada ayahnya
"Dia tidak bisa menyala, semenjak aku matikan di pesawat dia tak mau menyala, sedangkan aku harus menghubungi hinata-hime"kata naruto dengan ekspresi wajah yang tak bisa dimengerti
"Ohh begitu, yasudah kau servis saja sana! Sebentar, akan ku panggilkan asisten ku untuk membetulkan ponsel mu itu" kata minato, ia mengangkat telepon (mirip telepon rumah) dimeja naruto
"Tolong panggilkan rai garaa segera keruangan ku"katanya ditelepon, lalu menutupnya lagi.
Setelah berapa saat kemudia, muncul pria yang sebaya dengan naruto bersurai merah dengan tato diatas matanya
"Tuan memanggil saya?"tanyanya dengan sopan
"Hhahaha,gaara, beruntung sekali aku mempunyai karyawan yang sopan dan tampan sepertimu hahah"kata minato sambil menepuk-nepuk bahu gara
"Huffff-"gara menarik nafas, sepertinya dia paham dibalik pujian yang dilontarkan oleh pemilik perusahan ini
"Minato-sama, langsung saja ke point nya, sebenarnya kau memanggilku karna apa?tanya gaara
"Mmm,jadi begini gaara, ponsel anak ku ini rusak, kan kau sangat pintar dalam urusan bongkar-pasang(?) jadi, tolong betulkan ponsel anak ku ini"kata minato puppy eyes sambil memberi ponsel naruto.
Gaara melihat-lihat ponsel naruto sesekali membuka ponsel itu, akhirnya dia menemukan jawaban dari menelitian kilat nya barusan
"Ada komponen langka dari ponsel ini yang hilang, kemungkinan akibat terjatuh, atau terbentur"kata gaara kepada minato dan naruto
"Dan kemungkinan juga, semua data diponsel ini terhapus. Seperti kontak,pesan, dan lain-lain"kata gaara lanjutakan analisanya
"Lantas? Berapa lama ponsel ku betul kembali?"Tanya naruto cemas, karna banyak sekali data-data, dan nomor-nomor yang penting, dan yang paling penting adalah nomor ponsel hinata
"Emm, mungkin 6bulan"
"Nanni?! Apa-apaan itu? Aku tidak bisa berhubungan dengan hinata selama 6bulan?selama setengah tahun?! Apa kaaah tidak bisa dipercepat eee… siapa namamu?"kata naruto
"Panggil saja gaara, sudah kubilang komponen ponsel mu ini langka, mencarinya saja aku harus ke iwakagure, itupun harus memesan dan menunggu beberapa bulan"kata gaara menjelaskan
"tapi apakaha benar kontak dihape ku terhapus semua?"Tanya naruto dengan lemas, gaara hanya mengganggu, sedetik kemudia naruto langsung tertunduk lemas minato yang melihatnya pun sepertinya tahu apa penyebabnya
"Gomen, hinata "kata naruto menahan tangis
"Baiklah ponsel ini akan kubawa, akan kuusahakan secepat mungkin, permisi"kata gaara keluar dari ruangan.
Gaara sempat bingung tentang perubahan ekspresi naruto yang menjadi sedih ketika mengetahui bahwa semua kontak diponselnya terhapus. Dan saat dia berbicara "Hinata" mata nya langsung sendu. Apakah gadis itu pacaranya naruto, anak dari minato-sama?
"Gaara" suara itu membuyarkan pikiran gaara
"Ada apa, kankuro ?"Tanya gaara
"Aku membutuhkan mu, pekerjaan ku numpuk-_-"kata kankuro
.
.
"Nomor yang anda sedang berada diluar jangkauan, sedangkan menghubungi beberapa saat lagi" suara oprator itu terus berdengung ketika hinata mencoba menghubungi ponsel naruto
"Isssh! Kemana kau naruto?"Tanya hinata entah pada siapa, karna dia hanya sendirian ditaman ini, satu per satu namun pasti air mata hinata berjatuhan, membuat dress yang dia pakai basah. Hinata memainakn ponsel nya lagi, mencoba mengirim e-mail kepada naruto tapi email tersebut tak kuncung di read, kemana kah naruto
"Na-naruto, aku merindukanmu"kata hinata sambil memeluk dirinya sendiri
.
.
"Naruto, jangan melamun! Harusnya sekarang kau sudah kuajarkan tentang perusahan kita"kata minato pada naruto, tapi naruto hanya terdiam sambil menatap ayahnya yang mundar-mandir didepan meja kerjanya
"Nah sekarang, mulai dari perkenalan"kata minato
"Aku akan menunjuk sekertaris ideal yang akan membantu mu dalam urusan perusahaan"kata minato lalu mendekati naruto dengan seringai yang menurut naruto membahayakan "Sekertaris mu cewek loh~ cantik loh"kata minato berbisik kepada naruto, naruto hanya mengerutkan alisnya, baginya tidak ada wanita yang bisa mengalihkan dunianya selain hinata. Ya, untuk sementara ini ia berfikiran seperti itu.
TOK TOK TOK
"Nah itu dia"kata minato berbisik pada naruto lalu menunjukan seringai yang sama seperti dimiliki naruto. Naruto hanya menghela nafas ia menundukan wajahnya dimeja kerjanya
"Masuk"kata minato
"Selamat si…."tiba-tiba mata emerald sakura bergerak, memperhatikan sosok yang mirip dengan bos nya itu
"Selamat siang" sapa minato dengan senyum, sepertinya dia sudah mengenal akrab dengan wanita muda bersurai soft pink ini
"Hei naruto, dimana rasa kepemimpinan mu"sindir minato ketika anak semata wayangnya itu masih bermalas-malasan diatas meja kerjanya
"Heh! Selamat siang"kata naruto mengangkat muka nya, memamerkan mata sapphire bluenya yang mempeson
DEGG!
Entah suara jantung siapa yang terdengar sangat keras itu, sakura terkagum melihat mata naruto yang memancarkan kehangatannya dan sepertinya naruto berfikiran sama dengan sakura
"Emerald"
"Sapphire Blue"
Guman mereka pelan saling menatap dengan dercak kagum.
