Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Tittle : GPS Love~

Author : Fuluka-chan

Warning : AU (Alternative Universe), OOC, Gaje, Typo(s) tidak menggunakan EYD, Bahasa gaje, tanda baca tak beraturan dan waring lainnya :D

Haaai fuluka-chan disini lagi =))
Semoga kalian suka dengan chapter 3 ya^^ Gomen, kalau tambah gaje
RnR nya jangan lupa

Sekali lagi fuluka-chan ingatkan pair tetep NaruHina! NaruSaku cuman sebagai bumbu penyedap doang(?)*dikira masako kali-_-*

DON'T LIKE? DON'T READ !

"Selamat si…."tiba-tiba mata emerald sakura bergerak, memperhatikan sosok yang mirip dengan bos nya itu
"Selamat siang" sapa minato dengan senyum, sepertinya dia sudah mengenal akrab dengan wanita muda bersurai soft pink ini
"Hei naruto, dimana rasa kepemimpinan mu"sindir minato ketika anak semata wayangnya itu masih bermalas-malasan diatas meja kerjanya
"Heh! Selamat siang"kata naruto mengangkat muka nya, memamerkan mata sapphire bluenya yang mempeson

DEGG!

Entah suara jantung siapa yang terdengar sangat keras itu, sakura terkagum melihat mata naruto yang memancarkan kehangatannya dan sepertinya naruto berfikiran sama dengan sakura

"Emerald"
"Sapphire Blue"

Guman mereka pelan saling menatap dengan dercak kagum.


Sore ini hujan saat melanda desa konoha, walaupun tidak besar hujan ini cukup membuat suhu dingin yang menusuk setiap manusia yang merasakannya. Tak termaksud hinata. Sore ini dia sedang berteduh dibawah pohon sebuah taman yang beberapa hari lalu ia kunjungi bersama naruto.

"Na-naruto-kun? Dimana kau berada? Apakah kau sudah makan?"Tanya hinata sendirian ditaman itu

"Apakaha istirahatmu cukup?

"dan…."kata hinata lalu menunduk

"Apakah kau merindukanku naruto-kun?"Tanya hinata lirih hanya suara hujanlah yang menemani sepinya sore itu. Di pandanginya jari manisnya yang melingkari cincin tunangan nya dengan naruto

"Aishiteru naruto-kun"kata hinata menatap cincin itu, tanpa sadar air matanya pun jatuh

.

.

.

"Besok akan diadakan meatting dengan perusahaan lain, kau harus ikut naruto"kata Minato, yang sudah beres-beres karna hari ini pekerajaannya telah selesai, ia percaya naruto sudah sedikit mengerti tentang perusahaan

"Naruto-chan" tiba-tiba muncul wanita setengah parubaya yang tampak kegirangan

"Kaa-san? Bukannya kau harusnya ada dikonoha?"Tanya naruto terkejut

"apa katamu? Kau membiarkan kaa-san mu sendirian dirumah sebesar itu?!"Tanya kushina

"Eeeh… bukan begitu maksudku, eh iya hinata, apakah kaa-san punya nomor ponsel hinata atau alamat email hinata?"Tanya naruto tiba-tiba teringat dengan kekasihnya yang berada di konohagakure itu

"Aku tidak punya, memangnya ada apa dengan dia?"Tanya kushina kepo

"Ponsel ku rusak, aku tidak bisa berhubungan dengan hinata selama 6 bulan"kata naruto mengacak-ngacak rambutnya mulai frustasi

"Nanni? Benarkah itu?! Hinata pasti sangat mencemaskanmu naruto-chan?! Lagian aapakah kau tidak menghafal nomor ponsel atau alamat email hinata?"Tanya kushina ikut cemas, masalahnya kushina juga sudah kepincut oleh kelembutan hinata yang menurutnya itu menantu ideal

"Tidak"kata naruto lemas

"Bakka! Kau kan pacarnya, bagaimana sih kau ini"celutuk kushina

.

.
.

"Cie yang jadi sekertaris naruto-san"kata seseorang wanita berambut blonde kuncir satu yang menyenggol bahu sakura

"Ihh apaansih ino-chan, ini cuman profesi ko"kata sakura mengela

"Profesi? Aku tahu benih-benih cinta sedang muncul dihatimu, yaa wajarlah diakan anak namikaze,cakep, kaya, dan jangan lupa matanya. Matanya itu loh yang membawa kehangatan, saat aku berpapasan dengannya matanya langsung mencuri perhatian ku sakura~kyaaaaaa"kata ino bertingkah padahal ino sendiri mempunyai kekasih lain

"Ino-chan, ingatlah kau sudah punya sai-kun"kata sakura lalu menghela nafas

"Iyaiya aku tahu, aku kan cuman cerita. Tapi kau? Kau tak punya siapa-siapa sejak ditinggal sasuke? Iya kan?goda ino membuat pipi sakura sedikit memerah

"Sudahlah kau coba saja dekati naruto, dari pada kau dekati 2 sih gaara, mending kau coba dekati yang lain"kata ino, sakura berfikir, ada benarnya juga sih apa yang dikatakan ino. Tapi…. Apakah sakura bisa mendapatkan hati anak namikaze itu

"Cie, tuh kan merah pipi nya hahahahah"kata ino yang menggoda sakura lalu pergi sebelum sakura hendak mencekek nya

.

.

.

.

Matahari sudah keluar dari persembunyiannya menampakan cahaya kehangatan bagi setiap manusia di dunia. Pagi itu tidak biasa bagi naruto, di pagi buta ini naruto sudah memakai kemeja berbalut jas kerja hintam membuat dia begitu sangat dewas, seandainya hinata melihat perubahan naruto, pasti mukanya langsung memerah bak kepiting rebus. Setelah ia melihat pantulan dirinya dan membereskan bajunya yang sedikit berantakan, naruto segera turun untuk saraapan pagi. Ia sangat semangat sekali untuk sarapan meskipun ia tahu, ia tak akan menemukan ramen di meja makannya itu

"Eh? Apa ini?"Tanya naruto melihat kardus kecil dimeja makannya

"Tou-san membelikan mu ponsel, siapa tahu kau bisa mendapatkan informasi tentang hinata dari teman-teman mu dikonoha"kata kushina sambil menaru makanan dimeja makan

"Kaa-san, alamat email hime-ku sendiri saja aku tidak hafal, bagaimana alamat email teman-temanku"kata naruto kembali frustasi

"Hadduh._. bakka"gerutu kushina

.

.

.

.

"Selamat pagi naruto-san"

"Selamat pagi naruto-san"

Suara-suara itu terus bermunculan dikoridor-koridor tiap kali naruto melangkah dia sedikit senang ternyata karyawan diperusahaannya itu ramah dan sopan

"Ah jidat, itu naruto-san, coba beri salam"kata ino menyenggol bahu sakura yang sedang membawa berkas-berkas yang dia peluk di dadanya

"Ah.. selamat pagi naruto-san"kata sakura menunduk seraya memberikan senyuman

"Ah? Kau sakura haruno kan? Selamat pagi juga. Mohon kerja samanya yah"kata naruto tersenyum lima jari, dari semua orang dikantor yang menyapa naruto, hanya sakura. Dan cuman sakura yang dibalas dengan senyum itu. Senyum yang dia tampilkan hanya untuk hinata, kushina dan minato. Ada apa ini?

"Ah iya, naruto-san"kata sakura malu –malu

"ah tidak-tidak, jangan naruto-san"kata naruto

"Naruto-kun?"

"Iya itu lebih baik" kata naruto tersenyum simpul lalu kembali berjalan ke ruangannya

"aaaaaa lihat jidat, senyumnya, senyumnya ituloh~ kyaaaa malaikat ada dikantor kita"kata ino berlebihan padahal yang disenyumin kan sakura kok malah ino yang juntrungan gak jelas

"Senyumnya mengingatkanku dengan sasuke"kata sakura pelan, arah matanya kosong

"Apa sakura?"Tanya ino, sepertinya tadi ia tak mendengar perkataan sakura, yaa maklum saja suara itu sangat

"Ah tidak ino"kata sakura lalu langsung pergi meninggalkan ino

.

.

.

Tok Tok Tok

"Masuk" kata naruto dari dalam ruang kerjanya

"Permisi, naruto-san, eeh maksudnya naruto-kun, tolong tanda tangan disini"kata sakura sambil membuka beberapa dokumen yang sedari tadi dipegangnya

PLUKK

Pulpen sakura yang harusnya dipakai naruto untuk tanda tangan pun jatuh kebawah, naruto dan sakura respon mengambil pulpen itu dan…

"…."

"…."

Keduanya terdiam, naruto merasakanbahwa ada sesuatu yang halus yang menyentuh kulit tangannya, dan sakura pun juga merasakan hal yang sama. Mata naruto membelalak, apa yang terjadi ? tangan naruto berpegangan dengan sakura. Yaa memang hal itu biasa saja, tapi lain dimulut, lain juga dihati walau itu persitiwa biasa ia merasa dadanya panas. Hati nya bergejolak ? Ohh apakah ini? Tidak mungkin!

"Eh, gomen sakura"kata naruto yang buru-buru sadar dan berdiri lalu cepat-cepat menandatangani semua berkas-berkas agar sakura cepat pergi dari ruangannya, eeh bukan-bukan lebih tepatnya cepat pergi dari fikirannya.

"Mana lagi yang harus aku tanda tangani sakura?"Tanya naruto tanpa melirik kelawan bicara. Sementara lawan bicara naruto sedaritadi hanya mematung didepan lelaki rubah itu. Pikiran sakura masih berkutat dengan perisitiwa tadi.

"Sakura?"panggil naruto untuk kesekian kalinya membuat sakura terpaksa tersadar dari lamunannya

"Eh, iya? Gomen naruto-san ehh maksudku naruto-kun, tidak ada, tidak ada yang perlu kau tanda tangani lagi, aku permisi naruto-kun"kata sakura gugup dengan muka memerah,

"Ohya, jangan lupa nanti jam 4 sore kita akan meeting di gedung SunaInterTower. Bersiaplah"kata sakura yang berhenti sebentar dibibir pintu lalu buru-buru pergi dari ruangan naruto

Sepeninggalan sakura, naruto terdiam, ia masih bisa merasakan jantungnya berdegup kencang. Pikirannya kacau se kacau-kacaunya. Persitiwa itu sungguh tiba-tiba, naruto mengacak-ngacak rambutnya.

'Apakah ini bisa dibilang rasa….' Batin naruto

"Arrrghhh!" sekarang naruto mengacak-ngacak rambut kuningnya itu

Tiba-tiba matanya tertuju oleh suatu benda yang melingkari jari tangannya. 'Hinata' gumannya dalam hati. Sekarang ia merasakan perih menjalar keseluruh tubuhnya terutma hatinya

"Tidak-tidak mungkin. Dihatiku masih ada hinata! Aku mencintainya! Aku sudah berjanji padanya untuk selalu ada disampingnya! Iya aku berjanji. Aku masih sayang padanya!"kata naruto berbicara sendiri diruangan itu. Tanpa merasa bahwa ada seseorang yang mendengarkan kata-katanya tadi.

Naruto menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, mencoba mengingat tentang hinata agar rasa cinta ia dan hinata tidak berkurang. Naruto mencoba mengingat semua tentang hinata. Wajahnya yang cantik, suaranya yang lembut, kehangatannya, cara hinata memberi perhatian, semuanya. Samapai akhirnya naruto merasakan hinata berada disisinya sekarang. Naruto tersenyum lega karna dia masih bisa mengingat tentang hinata dan bisa merasakan kehadiran hinata disini. Ia pun memejamkan matanya menyembunyikan mata sapphirenya lalu membukanya lagi "Aishiteru hinata-hime" kata naruto sambil tersenyum hangat.

.

.

.

Dikoridor terlihat sakura berjalan gontai sambil membawa setumpukan berkas yang ia peluk di dadanya. Ia terus terfikirkan kejadian tadi. Rasanya ia pernah mengalami kejadian itu, ah tidak yang ini bisa membuat jantungnya berdebar lebih kencang. Tapi siapa orang yang dulu memegang tangannya seperti yang di lakukan naruto beberapa saat lalu

De javu…

'Sasuke' batin sakura

Ia sekarang betul-betul ingat siapa yang dulu memegang tangannya. Ia ingat persitiwa kurang lebih 2tahun yang lalu. Tiba-tiba hatinya sesak, kakinya lemas, cairan bening keluar dari mata emerald itu. Yaa dia bukan mengingat tentang peristiwa indah yang mempertemukan sasuke dengannya, tetapi ia mengingat peristiwa yang menyakitkan yang memisahkan sasuke darinya, untuk selamanya….

Flashback

"Lihat sakura-chan, kembang apinya besar dan indah sekali"kata sasuke yang tampak ceria sambil menunjuk 2kembang api yang menghiasi langit malam tahun baru itu

"Iya,sangat indah sasuke-kun. Terimakasih kau sudah mengajakku ke tempat seindah ini" kata sakura sambil tersenyum kearah pria berambuat raven itu. Sekejap pria raven itu langsung memeluk sakura dengan hangat membuat sakura sedikit terkejut

"Dengar baik-baik. Aku mencintaimu"bisik sasuke dengan lembut ke telinga sakura, meskipun ia hanya mengucapkan beberapa kata tapi kata-kata itulah yang membuat sakura bertahan. Bertahan mencintai seseorang yang tak pernah ada.

WUSSS

Angin bertiup sangat kencang di malam tahun baru itu. Membuat daun-daun pun terpisah dari rantingnya, sepertinya angin ini pula yang menyebabkan sakura terpisah dengan sasuke… sepertinya.

"Aaaa topiku" kata sakura sedikit berteriak ketika topi bundar memberian sasuke itu tertiup angin, kini topi itu berada ditengah jalan raya, yang bisa dibilang agak sepi

"Biar aku saja yang mengambilkannya"kata sasuke menahan tangan tubuh sakura yang akan hendak pergi mengambil topi yang berada dijalan raya tersebut

"Ta-tapi…"kata sakura namun terlambat, sasuke sudah berjalan menuju lokasi tersebut. Ia terus melihat pundak sasuke, sesekali ia melihat ke arah kiri dan kanan memastikan tidak ada kendaraan yang lalu lalang. Lalu sepersekian detik kemudian ia kembali menatap sasuke yang sekarang berhasil mengambil topi bundar itu. Tetapi satu melangkah tiba-tiba…..

"Sasuke-kun! Awas"kata sakura berteriak memperingati sasuke

"aaaaaaaaaa" teriak sasuke untuk terakhir kalianya dan disaat itu juga, tubuh sasuke menabrak keras sebuah mobil sedan, yang membuat sasuke sedikit terpental

"Sasukeee"kata sakura menghampiri sasuke, di angatnya tubuh pacar pertamanya itu dengan berlinangan air mata

"Sasuke, bertahanlah, kumohon"kata sakura memegang tangan sasuke sambil berlinangan air mata dan memegang tangan sasuke dengan erat

"Sakura…aku mencintaimu"kata sasuke terbata-bata sambil menahan sakit akibat luka tabrak itu

"Iya sasuke, aku tahu. Aku juga mencintaimu jadi bertahanlah bukannya kau janji akan hidup bahagia bersamaku"kata sakura yang semakin terisak, dan semakin banyak mengeluarkan air mata

"Gomen, tapi kali ini aku tak bisa menepati janjiku"

"Ngga, jangan bicara seperti itu! Ambulan sebentar lagi datang, kau harus bertahan"kata sakura, ia tak bisa berkata-kata lagi, yang dia pikirkan saat ini adalah membuat sasuke tidak pergi. Sudah itu saja.

"Sakura, dengarkan aku. Kau harus tetap hidup, lupakan aku. Bahagialah dengan yang lain" kata sasuke menghapus air mata sakura, dan terpejam

"Sasuke!"teriak sakura, terisak, air matanya terus mengalir, bagaimana bisa, bukankah tadi tidak ada satu mobil pun yang melintas. Ini cuman mimpi! Ayo bangun sakura! Bangun dari mimpi burukmu ini! Ayoo"kata sakura frustasi dan mulai menampar dirinya sendiri, mencubit pipi dan tangannya sendiri. Sampai akhirnya dia menyadari satu hal 'Ini bukan mimpi' batinnya, Perih. Begitu yang ia rasakan, ,ditatapnya lekat-lekat orang yang berada dipangkuannya ini. Ini begitu nyata. Sulit untuk dibilang mimpi semua terjadi secara tiba-tiba.

'Yatuhan, jika memang kau tak menyatukan kami di dunia nyata, tolong persatukan kami di dunia mimpi dan jika itu terjadi, jangan biarkan aku terbangun dalam dunia mimpi ku.' kata sakura dalam hati, ia peluk tubuh sasuke yang mulai dingin itu, dan mencoba mengikhlaskan kepergian orang yang disayanginya itu

"Selamat jalan sasuke-kun. Aishiteru yoo"kata sakura pelan

Flashback End


Tok Tok Tok

"Masuk" suara wanita dengan nada parau seperti habis menangis itu mengisyaratkan ten-ten untuk masuk, dibukanya pintu itu dengan pelan-pelan, dan betapa terkejutnya tenten melihat apartemen hinata yang berantakan, padahal ini baru hari ke-4 kepergian naruto, sebegitu parahnya kah pengaru naruto terhadap hinata

"Hi-hinata"terkejutnya tenten saat melongok(?) ke arah kamar hinata. Lampu yang masih dimatikan, selimut yang berada dibawah, bingkai-bingaki foto berceceran dimana-mana. Ten-ten menyalakan lampu kamar, dan untuk ke-3 kalinya ten-ten terkejut lagi melihat hinata sedang duduk dimeja dengan kantung mata yang besar, muka yang pucat dan kusut, rambut indigo yang berantakan, dan yang lebih aneh di depannya ada banyak ramen yang masih tersegel yaa meskipun ada 1 ramen yang sudah dibuka

"Hi-hinata apakah kau baik-baik saja?"Tanya ten-ten begitu khawatir

"Ada apa dengan ramen ini? Ramen ini banyak sekali hinata, apakah kau akan berencana untuk memakan ramen selama sebulan penuh hinata?"Tanya ten-ten tambah syok dan cemas ketika hinata tersenyum, namun senyum menahan sakit di hatinya

"Dengan memakan ramen, aku bisa mengingat naruto-kun"kata hinata tersenyum

Tenten hanya melihat nanar sahabatnya ini, apakah dia akan begini juga jika suatu saat nejii meninggalkan dia?

"Hinata, ini tidak sehat, bukan begini caranya jika kau ingin mengingat naruto"kata tenten mencoba menasehati

Hinata mengangkat kepalanya yang sebelumnya ia tundukan, dari wajahnya bisa ditebak hinata tidak senang dengan kata-kata tenten barusan

"Sebenarnya kau kemari untuk apa? Jika kau kemari hanya untuk memberi tahu bahwa GPS naruto masih belum ditemukan. Lebih baik kau tidak usah mengabarkannya tenten…. "kata hinata kembali tertunduk, tertunduk untuk menahan tangis.

.

.

.

TBC

.

.

.


Hai minna-san bagaimana dengan chap 3nya? Apakah semakin gaje? RnR please =)))

Ohya sekalian mau balesin Reviews yang masuk nih

Untuk Uzumaki iqbal hyuga-kun : Iya gak apa-apa ko, terimakasih juga udah mau sempet review fanfict aku yang super gak jelas ini ^^ Yap aku seorang naruhina Lovers, bagaimana dengan kamu? Iya silahkan, terimakasih banyak =) Kenapa harus meminta maaf ? iya aku maafkan xD

Untuk Yukori Kazaqi : Aww kenapa yukori jarang maen ke fanfict naruhina? Aih:3 terimakasih sudah mau sempat membaca :) oke masukan kamu aku terima, mohon bantuannya ya, aku author baru soalnya :) done^^ aku udah PM ko

Untuk Sanner Uchiha : ya begitulah, tapi byakugannya tidak dipakai, karna ini fafict biasa ^^

Untuk Kyuubi No baka : Laksanakan bos*hormat. Yap aku akan membuat se happy ending mungkin xD

.35 : Iya dia selingkuh TT_TT aku aja udah di 3in sama naruto(?)*author menghayal* Kalau sempet, aku update kilat ko, kalo gak sempet yaa update geledek(?)

Guest : Siap! Udah aku lanjutin ko, hidup naruhina (y) jangan lupa RnR lagi yaa=))

Hah sudah dulu minna-san, Maafkan saya jika typo semakin banyak=) kritik,saran,motivasi sangat diperlukan ;)