Author : Chaa Namikaze =D

Summary : 'eh ? umur segini belum pernah berciuman ? tidak bersyukur lagi dia kuizinkan menciumku. Padahal banyak sekali perempuan menyebalkan yang minta dicium olehku. Ia malah menolak ? menarik sekali. Sudah cantik begitu.. haha.. aku lebih suka kelinci liar daripada kelinci jinak. Tantangan menarik bagiku. Lihat saja nanti. Kau akan menjadi milikku'

Disclaimer : by Masashi Kishimoto :D

Rate : T ;)

Pairing : kurama/kyuubi x female Naruto

Genre : romance/angst/ magic

Warning : TYPO(S) ! OOC ! GA BAGUS !

Okeee.. this is it :p *, jangan lupa baca warning * '-')b

ga suka ? yowess jauh- jauh sana :D hahaa.. only kidding ({})

Chapter 3 : Pengakuan Itachi

"Naru chan, kenapa wajahmu merah ? aku dengar gossip perlakuan kasar Itachi padamu, lho." tanya Sakura dengan menyelidik, kamu diperlakukan kasar oleh orang yang kamu sukai sejak 2 tahun yang lalu, dalam waktu 45 menit istirahat , tiba tiba masuk kelas dengan wajah blushing ? apa apaan itu?

"Iya Naru chan. Ceritain, dong" pinta Hinata yang tiba tiba sudah disamping Naruto. Naruto memejamkan matanya erat. "Aku nggak tau mulai dari mana" katanya gugup. "Sudah ah ceritain cepeet" paksa Sakura yang kebelet penasaran.

"Gini lho, kan kalian tau sendiri apa yang dilakukan Itachi padaku, nah saat itu aku berlari ke atap sekolah dan ada Shikamaru disana, lalu aku bertemu Kyuubi senpai yang lari ke atap karena dikejar banyak perempuan. Yahh, tak lama Shikamaru beranjak,.. tinggal aku dan Kyuubi senpai yang ada disana. Entah apa aku jadi cerita banyak dengannya, lalu aku dihibur getoh" kata Naruto.

"WHAT ? KAMU DAN KY—" Mulut Sakura keburu ditutup Hinata. "G-gomen. Terlalu surprise buatku. Lalu , lalu ?" tanya Sakura kembali antusias. Naruto menghela nafas "Tidak ada yang spesial" jawab Naruto malas. "Lalu apa tanda ciuman dipipi itu tadi ?" tanya Tenten yang entah kapan sudah ada disamping Hinata.

"HAH!?" teriak Sakura dan Hinata bersamaan. Naruto tercekat. "Aah.. itu memang Kyuu senpai nya yang mesum ! main cium-cium aja. Swear kok, aku bukan siapa-siapanya" kata Naruto yang merasa gugup. "Masa, sih ?" kata Sakura tidak percaya sambil tersenyum lebar.

"B-betuul" jawab Naruto terbata. Senyum Sakura makin melebar" Yang bener, Naru chan?" tanyanya sambil menyeringai. "A-aku percaya d-dengan Naru chan. L-lagipula k-kan dia baru bertemu Kyuubi s-senpai tadi pagi" sahut Hinata yang langsung diberi cipika cipiki oleh Naruto.

"Hahh" Sakura dan Tenten menghela nafas bersamaan. "Terserah kau Naru. Yang penting cerita kalau kau ada perkembangan hubungan dengannya, kan kalian cocok. Sama-sama ganteng dan cantik" kata Tenten yang dibalas anggukan setuju Sakura dan Hinata. "Iya , sudah saatnya kamu move on Naruto." kata Sakura sambil menepuk pundak Naruto dan segera duduk dibangku didepan Naruto karena Anko sensei sudah datang.

...

Skip pelajaran ~

"A-ah kebelet" batin Naruto sambil berlari dengan kecepatan maksimal menuju toilet putri. Dan brukk ! kepala Naruto berciuman dengan dada kekar seorang siswa.

"Jalan lihat lih—Naru chan ?" tanya orang itu yang ternyata Kyuubi yang baru sadar itu Naruto saat dia menunduk. "Kau tidak apa-apa kan , sayang ? hh.. sepertinya kau punya hoby baru menabrakku." katanya. "Aaa ~ toileeet" kata Naruto yang sudah diujung tanduk sambil berlari, meninggalkan Kyuubi yang tersenyum tipis, bahkan hampir tidak kelihatan 'heh, dia benar-benar menarik, aku suka' batinnya tidak sadar.

Blaam.

Naruto menutup kembali. Pintu toilet putri dan terkejut ternyata ada Kyuubi menunggu disana. "Sudah princess ?" tanyanya. Naruto memerah sebentar dan mengangguk. "kenapa menungguku ? memangnya ada apa, Kyuu senpai ?"

Kyuubi mengangkat kedua bahunya. "Tidak ada. Eh, mau pulang bareng ?" tanya Kyuubi. Naruto berbinar-binar. "Beneran?" tanyanya. "hm" sahut Kyuubi. "Hoyey !" teriak Naruto sambil jingkrak jingkrak dan tersenyum manis, membuat Kyuubi tak berkedip beberapa detik.

Mereka memasuki mobil lamborgini merah darah itu. "Rumahmu dimana?" tanya Kyuubi. "komplek perumahan Namikaze, tolong antar sampai gerbangnya saja, nanti kamu repot mutar-mutar" jawab Naruto. "Hm" jawab Kyuubi lagi.

'Dia bukan berasal dari keluarga yang terlalu kaya'

"Kenapa kamu senang sekali diantar ?" tanya Kyuubi ingin tahu. Memecah keheningan diantara mereka berdua. "Yah habis tousan sibuk. Kaasan juga. Kami nggak punya supir. Jadi aku sering naik bus umum, panas, bau keringat atau rokok, berdesakan, nggak enak, deh. Mana bayar lagi. Kalau diantar kayak begini kan enak, adem ayem, gak berdesakan, harum lagi.. hehe juga menghemat uang. Jadi aku bisa beli ramen malam ini" sahut Naruto berbinar-binar.

'jadi dia suka ramen'

"Kalau begitu aku akan antar jemput kamu setiap hari," sahut Kyuubi mantap. Naruto diam beberapa saat. "Jangan, deh. Nanti kamu repot mutar kerumahku dulu mana bensin mahal lagi" sahut Naruto. Kyuubi tersenyum singkat.

'anak yang baik'

"Tidak apa-apa. Lagipula komplek rumahku agak sedikit jauh beberapa blok dari komplek mu. Jadi kalau kesekolah lewat komplek namikaze. Jadi aku samasekali tidak mutar" jelas Kyuubi. "yang benar ?" tanya naruto kurang percaya. "Iyaa sayaangku" sahut Kyuubi sambil mengedipkan sebelah matanya. Naruto tersipu. "A-aa Arigatou" sahutnya sedikit gagap.

"Nah, sampai." kata Kyuubi. Naruto mengangguk. "Arigatouuuuu Kyuu senpai. Senpai baik banget deh. Hehe muah" kata Naruto sambil mencium pipi Kyuubi singkat. Kyuubi tersenyum. "Heh ? sudah berani menciumku ? kenapa tidak disini saja?" katanya smabil menunjuk bibir tipisnya itu lagi.

"Aa, ee—tidak ah" kata Naruto sambil garuk-garuk kepala. "Ayolaah" Kyuubi pun menarik dagu Naruto untuk berhadapan dengannya. Wajah mereka semakin dekaat.. sampai

'fuh'

Naruto meniup wajah Kyuubi yang beberapa cm didepan wajahnya, otomatis Kyuubi melepaskan tangannya dari pipi Naruto. "Awas kau ya" kata Kyuubi sambil menyeringai. "Hahaha.. makanya jangan macam-macam, kan sudah kubilang first kiss ku itu berharga. Hehe.. jaa senpai mesuum" kata Naruto yang langsung berlari menuju rumahnya.

'First Kiss mu berharga sekali, ya ? aku yakin itu hanya untukku. Karena mulai sekarang kau akan menjadi miliku, Naruto Namikaze'

...

CIP CIP CIP

Mata safir dengan bulu mata lentik itu terbuka perlahan, lantaran sinar matahari cukup menyilaukan, serta merta suara kicauan burung dipagi hari cukup membisingkan.

'nghh' Naruto menggeliat geliat ditempat tidur queen size miliknya. Dan duduk dengan perlahan. Tiba tiba hp nya bergetar diatas nakas, dengan wajah ngantuk naruto membaca sms dari orang tersebut

08** **** ****

To : Naru chan

Jangan lupa aku akan menjemputmu. Aku akan tunggu didepan gerbang komplek Namikaze pukul 7 tepat.

Uzumaki Kyuubi –

Naruto mengecek jam kecil didekat lampu tidur, jam 6, berarti masih ada waktu cukup banyak untuknya bersiap-siap. Dengan setengah mengantuk ia menyeret handuk oranye itu kedalam kamar mandi.

Naruto menyisir rambut pirang panjangnya yang sedikit basah walau sudah dihanduki dan memakai bando merah marun. Serasi dengan anting anting nya. Setelah memakai sedikit bedak dan parfum, ia bergegas turun kebawah.

"Ohayou tousan, kaasan" kata Naruto sambil tersenyum ceria. "Ohayou naruchan" jawab Minato dan Kushina hampir bersamaan. Dan acara makan pagi itupun dimulai, dengan telur mata sapi, susu, dan roti .

"Aku sudah selesai. Aku pergi dulu, tousan kaasan. Jaa" kata Naruto sambil menenteng tas oranye miliknya keluar rumah. Entah mengapa hari ini rasanya cukup menyenangkan, mengingat pertama kalinya kau dijemput seorang pria yang ehm.. tampan.

Ah itu dia ! Naruto melambai lambai pada mobil Kyuubi dari kejauhan, yang dengan pelan berhenti didepan Naruto. Dengan seenak udelnya ia masuk dan duduk disamping Kyuubi.

"Hehe, ohayou senpai mesum" kata Naruto sambil nyengir. Kyuubi menatapnya malas "hn .. aku tidak mesum" sahutnya. "ah tidak mengaku, jujur saja Kyuu senpaaai ~" goda Naruto yang dibalas dengusan nafas dari Kyuubi yang mulai menjalankan mobilnya.

"Tidak ada ciuman selamat pagi untukku ?"

"BINGGO ! tuh kan kamu mesum, bwahahaa"

Bletak !

"Awhh.. ittai Kyuu senpai !" Naruto memegang ubun ubunnya yang terasa sedikit panas akibat jitakan manis dari Kyuubi. "Aku jadi semakin ilfeel dan enggan memberikan ciuman selamat pagi untukmu" rajuk Naruto.

Kyuubi sedikit terhenyak dan menyeringai jahil "Jadi kau sebenarnya mau menciumku, hm ?" kata Kyuubi. Naruto tersentak "T-tidak ! enak saja" kata Naruto sambil menjulurkan lidahnya.

~('-'~)(~'-')~

"sudah sampai" kata Naruto sambil turun dengan riang dari mobil. Sementara Kyuubi turun uring-uringan. Jelas sekali dia sedikit ilfeel dengan Naruto yang tidak jadi menciumnya tadi. Hehe, jujur saja Kyuubi sedikit berharap.

"Kamu kenapa ?" tanya Naruto polos dengan watados. 'dasar semprul' batin Kyuubi tanpa menjawab pertanyaan Naruto. Naruto yang merasa dikacangin menggembungkan pipinya. 'apa dia badmood?' tanya Naruto dalam hati.

Cup !

Dengan berani Naruto mendaratkan ciuman cukup lama dipipi Kyuubi. Kyuubi tersenyum tipis. " cukup itu ciuman selamat pagi dariku." kata Naruto sambil berjalan mendahului Kyuubi, berusaha menyembunyikan rona merah pada wajahnya.

...

Brukk !

"Ittaii" teriak Naruto penuh kesakitan lantaran punggunya didorong hingga membentur tembok keras dibelakang sekolah. Tempat tua yang ditumbuhi rumput-rumput yang cukup tinggi.

"Dasar tidak tahu diri ! seenak udelnya saja mencium Kyuu-kun. Dia itu milik kami ! seenaknya saja , kau kekasihnya juga bukan ! jadi jangan dekat-dekat Kyuu-kun, jalang !" teriak seorang perempuan berambut merah dan berkacamata, sebut saja Shimura Karin, disertai anggukan kepala dari 2 teman lainnya.

"Jadi, jangan berani mendekatinya. Atau kau akan merasakan yang lebih dari ini," Karin menyeringai tipis sebelum mengeluarkan gunting. "J-jangan kumohon" teriak Naruto tidak rela dengan mengambil kesempatan dalam kesempitan direbutnya gunting dari Karin yang lengah dan melemparnya jauh-jauh, sampai tidak kelihatan karena jatuh dipulau ilalang yang tinggi.

"siram dia!" teriak Karin marah. Kedua temannya menyeringai kearah Naruto sambil memegangi sebuah ember..

Paak ! Naruto menendang ember itu , sehingga yang basah adalah kedua teman Karin, bukan dirinya. Setelah itu ia menyeringai puas. "Rasakan itu. Jangan pernah mencampuri urusanku !" katanya sinis dan mulai berlari.

~('-'~)(~'-')~

Entah kebetulan macam apa, Naruto tersandung batu dan jatuh kedalam got dengan air bau membasahi seluruh tubuhnya . "SHIIIT !" teriak Naruto marah.

"Hai naru sayang, kenapa dirimu basah ? " sapa Kyuubi ramah dengan gaya alay . Naruto mendelik. "sayang sayang nenekmu ! sudah, jangan dekat-dekat aku, nyaris saja fans mu mencelakaiku !" kata Naruto pedas dan kemudian mulai berlari, tanpa pikir panjang Kyuubi langsung mengejar Naruto..

Drap, drap drap.. 'sial ! dia cepat juga. Dimana dia tadi ? ah iya, atap' Kyuubi mulai berlari lagi melewati koridor yang panjang, berbelok kiri dan menaiki tangga menuju atap. Hm. Benar saja disana ada Naruto..

'damn!' rutuk Naruto dalam hati. Ia lupa Kyuubi juga tahu tempat ini. Dan ketika Naruto ingin beranjak, tangan mungilnya ditahan oleh tangan besar milik Kyuubi. "Lepaskan aku" kata Naruto, namun nadanya lebih ke perintah daripada permintaan. Kyuubi tidak menurut, bahkan mencengkram kuat tangan Naruto.

"Sakiit" desis Naruto pelan. Kyuubi tersentak dan melepaskan cengkramannya. "M-maaf Naru aku hilang kontrol. Kumohon jelaskan semuanya" kata Kyuubi dan Naruto pun menjelaskan semuanya dengan sedikit enggan.

"hh, sudahlah. Tapi mulai sekarang kau harus berada didekatku. Kapanpun itu" Kyuubi memutuskan. "APA? Bagaimana nasibku jika aku terus bersamamu ? aku akan dimakan hidup hidup, senpai !" teriak Naruto dengan suara cemprengnya.

"ck, dasar lola. Maksudku dengan berada didekatku, kau akan jadi aman mengingat fans ku tidak akan berbuat macam-macam selagi ada aku" jawab Kyuubi dengan kalimat yang mudah dipahami. Naruto mengangguk-angguk sebentar "Ha'i .. tidak masalah."

~('-'~)(~'_')~

Sedang asyik-asyiknya ngobrol, tiba tiba Itachi muncul. Kyuubi menyipitkan matanya tanda tidak suka. Tanpa menghiraukan adanya Kyuubi, Itachi berjalan mendekati Naruto..

"Naruto, jadilah pacarku" katanya singkat. Safir itu melebar sempurna. "Aa-apa?" tanya Naruto tidak percaya. "aku yakin kau tidak tuli" sahut Itachi santai.

"T-tapi kenapa ?"

"Oh ayolah, seminggu tanpa kabarmu, tanpa panggilanmu, tanpa tawaran bekalmu, tanpa suara cempreng mu, tanpa keceriaanmu rasanya aku benar benar rindu akan hal itu, Naru chan. Aku baru sadar betapa berartinya dirimu, Naru" sahut Itachi jujur, pura-pura tidak melihat mata hazel Kyuubi yang menyiratkan kemarahan besar. Bagai banteng yang melihat adanya warna merah. Nafasnya jadi kuat. Sampai rambut Naruto berkibar(?)-_- #plaak oke lupain kalimat2 yang terakhir.

"A-ah aku tidak bisa" jawab Naruto sambil tersenyum miris. Itachi mengernyit dan menatap Kyuubi yang ada disisi Naruto dalam diam. "Jadi kau sudah menjadi kekasih Kyuubi ?" tanya Itachi. Suara Naruto tiba-tiba tersendat. Ingin sekali ia mengatakan tidak, namun..

"Iya, jadi pergilah. Kau akan jadi penganggu" tak hayal kata-kata itu meluncur dengan lancar dari mulut Naruto. Baik Itachi maupun Kyuubi sama-sama terkejut, namun Itachi berhasil mengendalikan keterkejutannya berkat kehebatan uchiha (?)

"Heh, aku terlambat" kekehnya miris. "Kalau begitu selamat berbahagia Naru, aku pergi.. tapi kau ingat, jika rubah jelek ini menyakitimu, aku akan menerimamu dengan tangan terbuka. jaa" katanya sambil pergi dari atap.

"Apa maksudmu dengan kekasihku ?"

"Aku hanya mencari alasan."

"Kenapa kau tidak menerimanya ?"

"Entahlah, aku tidak mau kembali sakit jika ia meninggalkanku nanti"

"Kau tidak sedih ?"

"Tidak"

"Menyesal menolaknya ?"

"Tidak"

"padahal kau menunggunya selama 2 tahun ?"

"Iyaa, sudah kubilang kan aku tidak mau sakit lagi nanti."

Kyuubi tersenyum. "Yasudah. Semoga kau tidak menyesali apa yang kau katakan tadi, naru. Kalau ada apa-apa, ceritakan saja padaku. Aku akan menjadi temanmu berbagi cerita, senang ataupun susah." katanya. Naruto mengangguk tanpa sadar air mata itu mulai membanjiri matanya, menciptakan aliran panjang sepanjang pipinya. Ia yakin, ini adalah pilihan terbaiknya, karena

hatinya terasa lega, entah mengapa.

"Tapi.. " Kyuubi menyeringai jahil. Naruto blushing melihat betapa tampannya kyuubi. "aku mau kau benar-benar menjadi kekasihku, Naruto" jawab Kyuubi sambil mengelus air mata yang tumpah dan meninggalkan jejak dipipi chubby itu.

"A-aa" jawab Naruto. Entah semerah apa wajahnya saat ini. "Hm, kau tidak perlu menjawabnya. Aku akan menunggu. Sampai kau bersedia menjawabnya. Tapi kuharap jawabanmu iya" jawab Kyuubi sambil memandang safir indah milik Naruto.

Naruto ingin mengalihkan pandangan, namun matanya serasa terkunci pada hazel itu. Warna yang indah, sama dengan madu. Madu berwarna oranye.. warnanya mirip ramen yang berwarna kuning..

wajah mereka semakin mendekat tanpa tahu siapa yang memulai. Sampai jarak tinggal 3 cm antar bibir,

warnanya mirip ramen yang berwarna kuning.. .. ramen itu lezat. Ah, Naru jadi lapar :v

KRUYUUK ! bunyi perut Naruto membuat keduanya menjauhkan diri masing-masing , Naruto nyengir.

"Kau benar-benar punya banyak cara menggagalkannya, ya " kata Kyuubi sweatdrop dengan ekspresi -_-

"Ehehe, aku lapar Kyuu senpai" kata Naruto masih dengan cengiran 5 jarinya.

"Yasudah, ayo makan ramen."

Mata Naruto jadi blink blink. "Aaah , arigatou Kyuu senpai !"

Dengan cepat Itachi menuruni tangga tersebut. Takut-takut Kyuubi dan Naruto kedapatan ia sedang menguping dari tangga menuju atap tersebut . 'kau berbohong, Naru. Tapi semoga kau bahagia bersamanya'

TBC dengan idiotnya :3

Chaa : huft apa-apaan ini ? jelek, tapi nekat publish. Yowes, ada yang berminat review ? :) itu akan jadi sesuatuuu yang membuatku semangat ngetik fict loh '-')9 itu sih kalau ada yang mau baca -" *garuk garuk kepala*

Ngaco time -_-?

Uuni: Chaa bayar pajak numpang bikin cerita di akun ffc ku ! Rp.10.000/chapter.

Chaa : buset nih orang mata duitan banget. Amblas duit jajan gue , jajan gue Cuma 12 ribu sehari nohh -_- yasudah review yaah minna-san :)

Uuni: yaelah 12 ribu, coba gue 5 ribu doang , dikitan yang mana?

Chaa : ada masalah? -_- *ambil kuda-kuda jyuuken*

Uuni*kabur*

Wkwk. Pasalnya aku suka gangguin Uuni -_- Kan jyuuken dititik chakra. Kalau chaa tusuk dipinggang. Titik geli xD

Yosh yosh yosh ! balas review ! :D

Aftu_kun : emang mau berapa chapter ? :D ini plot dan idenya dikit jadi yahh 5 chapter aja. Kamu mau sequel ? :3

Miku maru : okehh makasih :D review lagi ya ^^

Guest : iya nih ._. Tapi gaada yang berani gebukin tachii noh , kamu mau gebuk ? xD review lagi ? :D

Guest || : oke ini lanjut ^^ review lagi ? :D

Dark – AraStev :Weleeeh :D tulisan lanjutnya banyak bener xD ini udah lanjut =)) dan alur ceritanya udah ketebak duluan ma kamu, nih -_-v review lagi yaa, wkwkwk xD