author:ruccrys

Animal Lovers Club

Main Cast:

Kyungsoo

Luhan

Suho

Kris

.

Boys Love don't like don't read!

no plagiarism, no siders


.

Matahari bersinar cukup terang pagi ini. Menemani seorang namja tampan yang sedang berlari ditengah lapangan. Mungkin lebih tepatnya ia sedang dihukum karena ditepi lapangan terdapat seorang yeoja paruh baya menatapnya tajam. Yang berlari adalah Xi Luhan dan yang menatapnya adalah Kim Taeyeon. Panggil saja Kim sonsae

"Sudah lelah Tuan Xi?" ejeknya

"Aku tak akan lelah sampai kau pergi Nyonya Kim!" tantang namja tampan bersurai hitam tersebut. 'Sialan, kalau saja aku bisa berubah sekarang, Kupastikan kau sudah mati wanita tua!'

"Cih. Tak usah menantangku Xi Luhan, Aku tak akan pergi dari tempat ini. Aku akan menunggumu menyerah. Walaupun itu membutuhkan waktu semalaman" ucapnya dengan senyuman sinis

"Semalaman? Kau mau kevirginanmu pergi bersamaku perawan tua?" ejek Luhan sambil terus berlari

Wajah wanita itu memerah. Perpaduan antara marah dan malu. Ia mengalihkan wajahnya kelain arah agar tidak melihat namja nakal yang sedang berlari memutari lapangan itu. "Dasar murid kurang ajar" desisnya pelan namun entah bagaimana caranya Luhan dapat menangkap suara pelan tersebut

"Yes i'am" balas Luhan sambil bersmirk melihat wajah gurunya yang sudah sangat merah terbakar.

Jujur saja, Luhan sudah mulai lelah berlari mengitari lapangan dibawah hangat matahari yang menyapa kulitnya dan menghasilkan tetesan tetesan keringat yang membasahi wajahnya. Walaupun masih pagi dan sinar matahari tak terlalu terik, berlari berputar- putar lapangan pasti menghasilkan liquid bening yang disebut keringat itu bukan

'Jika bukan karena kutukan itu, aku tak mungkin seperti ini'

"Aku tak tahu kenapa sonsae selalu memperhatikanku" godanya lagi. Luhan ingin gurunya cepat pergi dan ia bisa berhenti berlari. "Sonsae selalu marah jika aku mengerjai para yeoja. Apa kau cemburu eoh?"

Yeoja berumur 30an itu memerah mendengar kata- kata Luhan. Luhan memang tampan. Sangat tampan namun sikapnya yang buruk membuat banyak orang menjauhinya.

"Apa yang kau katakan Tuan Xi?! Sudah tugasku menghukummu!" balasnya. Oh Tuhan untung saja sinar matahari menyilaukan membuat rona di pipi yeoja dengan kulit putih itu tidak tertangkap jelas pandangan mata Luhan. Jika Luhan melihatnya, Habislah sang guru karena malu

"Benarkah? Kenapa kau sangat marah saat kemarin aku meremas bokong Krystal lalu kau menyuruhku membersihkan toilet? Tapi kau hanya menyuruhku mengerjakan tugas yang banyak saat aku menyembunyikan kacamata Jeongmin? Apa kau ingin aku meremas bokongmu?" ucapnya vulgar. Ia sengaja ingin membuat gurunya malu lalu segera pergi

"Tttentu itu karena err-"

'Kena kau wanita tua'

"Ah aku masuk dulu! Aku harus mengurus murid kelas 1!" elak wanita itu. Semua guru memang tak ada yang bisa melawan seorang Xi Luhan.

"HAAAAAAAHHH akhirnya ia pergi juga" leganya lalu merebahkan tubuhnya di lapangan. Ia tak peduli dengan tatapan- tatapan aneh dari para murid kelas 1 yang baru masuk hari ini. Bagaimana tidak? Menggoda guru yang sedang menghukumnya sampai- sampai wajah guru itu memerah hebat. Tentu saja ia bukan orang biasa bukan? Lagipula namja senakal apa yang bisa dihukum langsung pada hari pertama tahun ajaran baru. Di pagi hari pula? Namja senakal Luhan jawabannya.

Ya hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru di Woosan International High School. Terlihat sangat banyak wajah- wajah baru disana. Ada yang tampan, cantik, ada yang bertubuh besar, ada yang mungil. Ada juga yang masih terlihat sangat polos. Hampir semua dari mereka enak dipandang. Namun seorang Xi Luhan lebih tertarik memandang langit pagi daripada manusia manusia yang baru saja beranjak dewasa tersebut. Berbeda dengan sesosok namja 'istimewa' lain yang justru berkutat didepan buku setebal kamus dan dibelakang kacamata tebalnya.

"Joonmyeon!" panggil seorang wanita dengan jas ala guru Woosan HS.

"Ah ne Kim sonsae?" balasnya sesopan mungkin

"Kau tahu? Luhan membuat masalah lagi!" ucapnya. Wajah gurunya masih terlihat sedikit merah berkat kata- kata vulgar dari Luhan. Namja berwajah angelic itu hanya bisa sweatdrop melihat guru mudanya yang selalu salah tingkah dibuat sahabatnya itu

"Mianhae sonsaenim dia memang begitu. Nanti aku akan menasihatinya lagi" ucap namja itu sambil membungkukkan badannya. Tidak jarang (bahkan sering) guru yang dikerjai oleh Luhan melapor padanya dan memintanya memarahi atau sekedar menasihati sahabatnya itu. Walaupun sifat mereka berbeda, tapi mereka selalu bersama. Juga ditambah seorang guru idola. Masih sangat muda ia juga tampan. Ia merupakan guru yang dingin pada murid- muridnya bahkan ia dingin terhadap rekan- rekan kerjanya.

Namun tidak begitu terhadap dua murid istimewanya. Mungkin karena ia juga 'istimewa'?

Ya mungkin saja.

.

.

"Woaaaa sekolah Baekki hyung besar nee!" kagum seorang namja bermata bulat

"Ini juga sekolahmu Kyungie" balas namja disebelahnya sambil tersenyum dan menggeleng melihat namja polos disebelahnya

"Woaaa Kyungie akan punya banyak teman!" kagumnya lagi melihat kelas barunya yang dipenuhi murid- murid. "Woaa ottokhaee? Bagaimana kalau tidak ada yang mau berteman dengan Kyungiee?" namja itu tiba- tiba khawatir lalu memasang wajah lesu. Baekhyun tersenyum kecil. Ia maklum saja, ini adalah sekolah umum pertama dongsaengnya itu. Sejak ia kecil, orang tuanya selalu mengekangnya dan menyuruhnya homeschooling. Entah kenapa orang tuanya melakukan hal itu sehingga dongsaengnya ini baru menghadapi dunia luar diumurnya yang ke 15 tahun dengan jiwa seorang anak kecil. "Baekki hyungg! Apa mereka mau berteman dengan Kyungie nanti?" cemas namja mungil itu masih dengan wajah lesunya membuat para siswa- siswi yang lewat dan melihatnya memekik tertahan karena ia terlihat sanga imut dengan ekspresi seperti itu. Namja bermata bulat itupun mengangkat kepalanya dan mengubah ekspresinya secepat mungkin menjadi ekspresi bingung. Bagaimana tidak? Sekarang semua orang sedang memandangnya sambil menutup mulutnya yang menganga melihat anak sekolah menengah atas selucu dia

"Kkenapa menatap Kyungie seperti itu?" namja mungil itu membulatkan matanya lalu menutup wajahnya. "Kyungie maluu! Jangan begituu" rajuknya

"HUAAAAA" pekik para yeoja. Beberapa dari mereka ada yang mimisan dan juga ada yang pingsan ditempat

"Hoobaenim! Kau imut sekalii!" teriak kubu para sunbae

"GYAAA SIAPA NAMAMU MANIS?!" kali ini kubu para seme bersuara

Baekhyun memutar bola matanya malas. Ia pernah mengalami ini dulu. Tapi karena ia tak sepolos Kyungsoo, maka mereka tak berlangsung lama

"Ayo kita pergi" bisiknya lalu menarik tangan adiknya yang masih menutup wajahnya lalu Baekhyun membawa namja mungil itu masuk kekelasnya dan mengantarnya sampai ke tempat duduknya. Bisa saja adiknya salah menduduki tempat orang lalu orang yang tempat duduknya diduduki itu marah dan memukuli adik mungilnya itu. Atau saja dia adalah seme mesum yang langsung melakukan this and that pada adiknya. Atau seorang fangirl yang akan menyulik adiknya dan dijadikan gantungan hidup dikamarnya. Hah itu memang mustahil. Tapi Baekhyun terlalu khawatir walau hanya untuk menyuruh adiknya masuk ke kelas sendirian

"Kelasku ada diujung lorong dekat kantin. Kalau ada apa- apa datang ke kelas hyung saja ne" ucap Baekhyun sambil mengelus surai coklat adiknya lalu pergi keluar kelas adiknya dan berjalan menuju kelasnya

tak lama kemudian..

"BAEKKI HYUNGG! TOLONG KYUNGIE DIKEJAR- KEJAR ORANG ORANG ANEEHH!" Baekhyun disusun dengan suara teriakan dongsaengnya dan langkah langkah orang berlari dibelakangnya. Fangirl dan Fanboy

.

"Ya Tuhan kuatkan adikku yang polos itu" desis Baekhyun lalu berjalan mendekati adiknya dan merangkulnya. Ia menoleh kearah para fangirl dan fanboy lalu memberikan deathglare

Baekhyun menatap tajam segerombolan manusia itu -Jangan ganggu dongsaengku- kira- kira seperti itulah makna tatapan tajam Baekhyun. Setidaknya dengan Baekhyun disampingnya, Kyungsoo merasa lebih tenang.

"Temani hyung meletakkan tas lalu kita ke kantin. Hyung akan kenalkan kau dengan teman- teman hyung dikantin" ucap Baekhyun. Kyungsoo mengangguk lalu mengikuti hyungnya itu

"Kyungsoo tunggu didepan kelas hyung sebentar ya. Hyung mau meletakkan tas. Jangan kemana- mana" pesan namja imut itu pada adiknya seolah- olah ia akan pergi yang lama dan takut adiknya hilang entah kemana. Tapi wajar saja. Melihat Fans Kyungsoo yang langsung sebanyak itu, bisa saja manusia laknat itu memanfaatkan Kyungsoo yang sedang sendirian untuk membawanya pergi entah kemana. Atau mungkin Kyungsoo berjalan- jalan mengitari sekolah dan tak tahu arah kembali ke kelasnya. Terdengar sangat bodoh memang, tapi tak bisa dipungkiri bahwa ingatan Kyungsoo tentang tempat memang sangat amat payah. Bahkan ia pernah lupa jalan menuju ke kamarnya sehingga semalaman ia tidur di sofa. Untung saja Baekhyun membangunkannya lalu mengantarnya ke kamarnya sendiri.

Kyungsoo juga pernah terkunci dikamar seharian. Baekhyun dan para maid sudah sangat bingung kenapa Kyungsoo tidak mau keluar dari kamarnya. Baekhyun mencoba menelfonnya tapi tak diangkat sehingga Baekhyun menaiki tangga dibantu oleh para maid dari luar dan meloncat ke balkon kamar Kyungsoo yang berada di lantai dua. Dan ternyata itu disebabkan Kyungsoo yang terkunci didalam kamar mandi kamarnya karena lupa meletakkan kunci pintu kamar mandi yang ia lepas dari pintunya. Itu membuat Kyungsoo mengganti pintu kamar mandinya dengan kunci yang tak bisa dilepas dari pintu agar kejadian tersebut tak terulang.

Kecerobohan Kyungsoo yang bisa dibilang diatas rata- rata itu menyebabkan Baekhyun menjadi hyung yang overprotektif. Karena memang Kyungsoo adalah sesuatu yang sangat berharga baginya dan bagi seluruh keluarganya.

.

Baekhyun pun masuk kedalam kelasnya untuk sekedar meletakkan tasnya. Ia melirik sinis sejenak ke orang yang menempati tempat duduk dibelakangnya. Orang itu tersenyum lebih tepatnya menyeringai

"Kudengar hoobae yang langsung terkenal itu adikmu kan Do Baekhyun?" ucapnya

"Diam kau! Jangan pernah mencoba menyentuhnya atau hidupmu tak akan tenang Xi Luhan!" ancamnya pada namja itu lalu keluar untuk menemui adiknya. Membiarkan adiknya sendeirian didepan kelasnya bisa menjadi sebuah masalah besar. "Kyung a-" Baekhyun terdiam saat melihat tempat dimana adiknya berdiri tadi sudah kosong. "Aaarrggh Do Kyungsoo!" rutuknya sambil mengacak rambutnya

.

Selama itu, Kyungsoo sedang berjalan- jalan mengitari sekolah barunya yang sangat luas itu. Melihat- lihat kegiatan sunbaenya dan ada juga kelas- kelas untuk club- club. Ada Club Musik, Club Dance, Club Pecinta Teh, Club Membaca Buku dan di pintu paling ujung ada Club Penyayang Binatang. Kyungsoo mengangguk- angguk melihat club- club itu. Entah ia mengangguk untuk apa. Namja mungil itu kembali berjalan sampai tiba tiba-

TENGG

Bel berbunyi. Siswa- siswi segera berlari- lari memasuki kelasnya masing- masing. Selama Kyungsoo terdiam disana. Ia tak tahu dimana kelasnya. Bahkan ia tak tahu ia kelas berapa. Yang ia tahu ia kelas satu entah satu apa. Kyungsoo terdiam saat lorong sekolah mulai terlihat sepi. Kyungsoo terduduk disudut lorong sambil menenggelamkan wajahnya di lututnya. Ia menangis. Ia bingung harus kemana sekarang. Baekhyun bilang kelasnya ada diujung lorong. Tapi kelas Baekhyun menghilang (menurut Kyungsoo. Padahal ia berada di lorong yang berbeda)

"Ummaa, Appaa, Baekki hyungg" bisiknya. Sekarang lorong sekolah sudah benar- benar sepi. Semua murid sudah masuk ke kelas mereka masing- masing dan Kyungsoo tinggal sendirian diujung lorong itu. Duduk diujung sambil menekuk lututnya

"Hey"

Kyungsoo mengangkat kepalanya melihat orang yang memanggilnya

"Kenapa menangis?" ucap orang itu. Ia tak memakai seragam, menurut Kyungsoo, ia pasti seorang guru

"K-k-kyungie tak tahu dimana kelas Kyungie sonsae" balas Kyungsoo dengan suara bergetar

"Hmm kau anak kelas satu ya? Kelas satu apa?" tanya orang itu lagi

Kyungsoo menggeleng tanda tak tahu. Tadi Baekhyun yang mengantarkannya ke kelas dan Kyungsoo belum sempat melihat nomor kelasnya.

"Hhhh. Baiklah, ayo kita cari kelasmu bersama" ucap namja itu lembut lalu mengulurkan tangannya. "Panggil aku Wu Sonsae" guru IPA dan pembimbing Animal Hugger Club" ucapnya sambil menuntun Kyungsoo ke gedung SMA. "Lihat nama- nama di dinding tiap kelas. Jika kau menemukan namamu beritahu aku" ucapnya sambil terus berjalan didepan Kyungsoo yang sedang sibuk membaca nama- nama di depan pintu tiap kelas.

"Sonsaenim! Namaku ada disini" teriak Kyungsoo sambil menunjuk sebuah nama

"Do Kyungsoo?" tanyanya. Kyungsoo mengangguk.

"Hnn ayo masuk" ucapnya pelan

TOK TOK TOK

CKLEK

"Ah Kim sonsae, Annyeong. Aku mau mengantarkan anak ini. Tadi dia tersesat di lorong club" ucap Yifan

"Wu sonsae? Oh, baiklah. Silahkan duduk di tempatmu- Siapa namamu? Semua telah memperkenalkan diri kecuali kau" ucapnya

"Do Kyungsoo imnida" ucapnya dengan senyuman. Pipi Kim sonsae memerah hany dengan melihat senyumannya. Selama murid yang lain sudah sibuk berteriak- teriak. Kyungsoo memasang wajah O_O yang tak sadar makin membuat mereka semua mengaguminya.

Wu sonsae keluar dari kelas Kyungsoo sambil menggeleng- gelengkan kepalanya

"Baiklah Kyungsoo. Silahkan duduk ditempatmu. Sekarang ayo kita melanjutkan pembicaraan kita tentang sekolah ini" ucap Kim sonsae. Kyungsoo berjalan ke tempatnya lalu duduk disana. Ia sebangku dengan seorang namja tampan. Namja itu tersenyum saat Kyungsoo duduk disebelahnya. Di matanya terdapat lingkaran hitam yang membuat wajahnya terlihat sedikit seperti panda. Ia tersenyum saat Kyungsoo duduk disebelahnya

"Do Kyungsoo" ucap Kyungsoo pelan. Namja disebelahnya mengangguk

"Huang Zitao" balas namja itu masih dengan senyumannya. Kedua namja itupun kembali menatap gurunya yang berbadan mungil yang sedang menjelaskan tentang sekolah dan club- clubnya.

.

"Baiklah, sonsae akan memberikan kalian formulir pendaftaran club. Kalian isi formulir itu lalu bawa formulirnya ke ruangan club yang akan kalian masuki. Jika kalian bingung, kalian bisa bertanya kepada para sunbae kalian club apa yang cocok untuk kalian masuki. Sekarang kalian boleh keluar dari kelas dan menghampiri para sunbae di lapangan yang sudah siap mengenalkan kalian tentang seluk beluk sekolah ini" ucap Kim sonsae sebelum para murid berlari- lari berhamburan keluar kelas dan berlari ke lapangan.

.

"Baekkie hyung!" teriak Kyungsoo. Ia tak tertarik mengitari sekolah karena ia sudah melakukannya duluan dan berakhir tersasar. Ia lebih memutuskan untuk pergi ke kelas hyungnya diujung lorong dan bermain bersama hyungnya itu.

"Eh Kyungie. Kau tidak berputar- putar sekolah seperti yang lainnya?" tanya Baekhyun yang datang menemui adiknya didepan pintu kelas. Ternyata Baekhyun diikuti dua orang namja lagi dibelakangnya.

"Eh Kyungsoo! Akhirnya kau bersekolah diluar rumah juga" ucap namja tinggi disebelah Baekhyun

"Channie hyung! Woaa kita akan sering bertemu!" ucap Kyungsoo bebinar. "Dan, ooh ada hyung kotak juga!" pekiknya melihat namja yang satu lagi. Namja yang dipanggil Channie hyung itu hanya terkekeh melihat nama panggilan yang Kyungsoo berikan untuk temannya ini.

"Ya! Aku punya nama Kyungsoo! Sebegitu susahnya kah kau menghafalkan namaku?" tanyanya

"Bukan begitu Daennie hyung. Kyungie lebih suka memanggil hyung dengan panggilan hyung kotak" balas Kyungsoo sambil tertawa

"Jongdae hyung Kyung," ucap Baekhyun membela sahabatnya itu. Sebenarnya ia juga ingin tertawa mendengar cara Kyungsoo memanggil Jongdae. Tapi ia juga kasihan melihat Jongdae yang terus menerus diejek adiknya

"Aniyo. Hyung kotak lebih imut" jawabnya polos. "Eh hyung, Kyungie ingin kekantin. Sekaligus menanyakan tentang club" ucapnya lalu berjalan kearah kanan. Berlari kecil lebih tepatnya

"Kyungiee! Kantinnya ada di kiri!" teriak Chanyeol. Kyungsoo berbalik lalu berjalan ke ketiga hyungnya

"Channie hyung pasti bohong! Kyungie kan sudah menjelajahi sekolah ini tadi" ucarnya membela diri

"Ayolah Yungie tidak usah membela diri. Kau bahkan pernah melupakan letak kamarmu. Tak usah sok tau" ucap sang kotak hyung, Jongdae

"Yungie? Yang benar Kyungie tau!"

"Aniyo. Yungie lebih imut" balas Jongdae sambil terkekeh geli melihat reaksi Kyungsoo yang membulatkan matanya. Jongdae segera berjalan ke kantin diikuti Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo yang merenung dengan mata bulatnya

"Itu kata- kata Kyungie tadi" bisiknya bingung karena kata- katanya saat mengejek Jongdae dibuat Jongdae membalasnya. Ia berjalan mengikuti ketiga hyungnya ke kantin sambil memasang wajah bingung

.

"Mmm hyung, menurut kalian semua, Kyungie pantas masuk club apa" tanyanya sambil mengemut sebuah lolipop yang diberikan oleh salah seorang sunbae. Kata Chanyeol, namanya Bang Minah sang idola sekolah. Belum ada yang pernah menolaknya. Tapi sepertinya Kyungsoo tak tertarik

"Suaramu kan bagus, masuk club menyanyi saja bersamaku dan Baekhyun" ucap Chen sambil meminum orange juice dihadapannya

Kyungsoo menggeleng. "Club lain mungkin, Kyungie tak tertarik" balasnya

"Club basket saja! Bersamaku!" ucap Chanyeol memberi ide. Kyungsoo membulatkan matanya dengan lollipop dimulutnya. Aigoo dia lucu sekali, lihat saja orang- orang yang lewat segera berhenti hanya sekedar untuk mengagumi keindahan mahluk mungil itu

"Channie hyung mengejekku? Bagaimana bisa aku masuk club basket jika tinggiku seperti ini" ucapnya sambil mempoutkan bibirnya masih dengan lollipop disana.

"HAHAHAAA!" tawa Chanyeol pecah begitu saja. Tidak hanya karena ia berhasil mengejek Kyungsoo, tapi karena ekspresi Kyungsoo yang sangatlah lucu didepan matanya

"Ayolah Channie hyung, Kyungie serius" balasnya malas

"Tapi kau sangat lucu Kyung! Ya Tuhann kenapa Baekhyun bisa mempunyai adik seperti kau eohh?" tanyanya sambil menahan tertawa

"Aku pun bingung" Baekhyun mengendikkan bahunya

"Eumm, tadi aku melihat Club Penyayang Binatang. Sepertinya mengasyikkan" ucap Kyungsoo sambil mengingat- ingat club apa yang ia lihat tadi

"MWO?!" teriak ketiga namja didepannya bersamaan. Kyungsoo membulatkan matanya lagi menatap ketiga hyungnya

"Waeyo?" tanyanya polos

"Kau yakin?" selidik Jongdae

Kyungsoo mengangguk

"Apa tak lebih baik club lain?" kali ini Chanyeol yang berbicara

Kyungsoo mengendikkan bahunya lalu diam. Tak lama kemudian ia menggelengkan kepalanya

"Hmmm. Kalau begitu ikut hyung sebentar" ucap Baekhyun lalu menarik tangan Kyungsoo

Kyungsoo menurut lalu mengikuti Baekhyun. Baekhyun membawanya ke perpustakaan.

"Kau lihat sunbae berkacamata tebal itu?" bisik Baekhyun sambil menunjuk seseorang yang berkacamata tebal yang sedang memilih- milih buku. Kyungsoo mengangguk. "Namanya Kim Joonmyeon, tapi banyak yang memanggilnya Suho karena senyumannya yang katanya seperti malaikat dan sikapnya yang baik dan suka menolong seolah- olah guardian" bisiknya lagi.

"Lalu? Baekki hyung menyukainya?" bisik Kyungsoo polos. Baekhyun sweatdropped

"Bukan begituu. Dia adalah member Animal Hugger Club" bisik Baekhyun. "Kau tahu? Anim. Baekhyun hanya bisa al Hugger Club hanya berisi orang- orang aneh. Contohnya dia. Dan masih ada satu lagi" bisik Baekhyun

"Kurasa dia tak begitu aneh" bisik Kyungsoo. "Hanya kutu buku saja" lanjutnya

"Dia aneh Kyungsoo" bisik Baekhyun tak mau kalah

"Baekki hyung lebih aneh, membaca buku terbalik" bisik Kyungsoo menyindir. Baekhyun melihat buku yang ia pegang untuk menutupi wajahnya selama berbisik dengan Kyungsoo dan ia hanya bisa sweatdropped melihat bukunya terbalik. Saat ia mendongakkan kepalanya, banyak siswa siswi yang terlihat menertawainya. Baekhyun segera berdiri lalu menarik Kyungsoo keluar dari ruangan perpustakaan itu.

Kali ini Baekhyun mengajak Kyungsoo kelapangan sekolah. Disana terdapat seorang namja sedang berdiri ditengah lapangan menghadap ke tiang bendera.

"Kau tahu, namja itu sangat suka membuat masalah disekolah. Baru saja tadi pagi ia dihukum berlari keliling lapangan dan sekarang ia sudah dihukum lagi" ucap Baekhyun sambil menunjuk Luhan

"Hmm dia tampan" ucap Kyungsoo polos

"MWO?! Dia anak nakal Kyung" balas Baekhyun

"Lalu?" tanyanya

"Dia anggota club penyayang binatang"

.

.

.

TBC


karena masih percobaan, jadi pendek dulu hihii.

menurut kalian ratednya t/m?

Crys bingungTT^TT

RnR juseyo^_~