CHAPTER 2: Pertemuan Naruto dan para Saiya
Di Sebuah Desa di balik dedaunan atau kita bisa menyebutnya Desa Konoha, ada tiga orang remaja yang sedang makan ramen, eh' maksudnya satu orang pemuda yang makan ramen karena yang dua lainya sudah selesai dari tadi, ya dialah Naruto yang duduk ditengah-tengah para gadis, susunan duduk mereka dari kiri ke kanan Sakura Naruto Hinata, setelah perang dunia ke 4 berakhir 1,5 tahun yang lalu, sebenarnya Naruto sudah diangkat menjadi Rukodaime Hokage hanya saja dia tidak mau melakukan pelantikan sampai Sasuke bebas dari hukumannya, Sasuke kembali ke Konoha dengan syarat di hukum selama 2 tahun, seharusnya lebih mengingat Dia telah melakukan banyaknya kejahatan, tapi karena Sasuke ikut membantu dalam perang, akhirnya Dia dapat keringanan, tapi sepertinya Sasuke tidak keberatan. Demi diterima lagi di Konoha.
"Kau tau Naruto, Sasuke 6 bulan lagi keluar, Aku sudah tidak sabar lagi" ujar Sakura pada Naruto yang baru saja menyelesaikan ramen ke 7. "Ya Sakura, aku juga sudah tidak sabar, kita bisa berkumpul disini lagi sambil makan ramen" ujar Naruto sambil menumpuk mangkoknya.
Duakhh!
"Bodoh, yang kau pikir itu hanya ramen saja" teriak Sakura sambil menjitak Naruto sampai benjol. "Na..Naruto..." Ucap Hinata khawatir. "Uh... tenang saja Hinata Aku tidak apa-apa ko" ucap naruto sambil ngusap-ngusap benjolnya. Lalu mereka bertiga menengok kebelakang karena ada seorang anbu.
"Maaf Tuan Naruto Anda dan Nona Sakura di panggil Hokage" ujar anbu itu, "ada apa" tanya Sakura. "Maaf saya juga tidak tau Nona Sakura" jawab anbu itu. Naruto dan Sakura saling pandang seakan bertanya ada apa, karena setelah perang dunia ke 4 selesai tidak ada misi untuk mereka, kejahatan paling parah juga hanya sebatas perampok, itu juga bisa diselesaikan dengan level chunnin. lalu Sakura melirik anbu lagi dan menjawab "Baiklah" lalu mereka berdiri. "Hm... Hinata, aku pergi dulu ya" ucap Naruto pada Hinata. "Uhmm" Hinata mengangguk, setelah perang dunia ke 4 selesai Naruto dan Hinata selalu bersama walau Naruto belum pernah mengatakan Cinta sama Hinata (kasian Hinata)
Diruangan Hokage
"Ada apa Nenek Tsunade memanggil kami" tanya Naruto disampingnya Ada Sakura Shikamaru dan Shino.
"Begini... Penduduk Desa Tosi tiba-tiba saja menghilang Aku ingin Kalian melihat Kesana untuk memastikan apa yang terjadi disana"ucap Tsunade. Mereka berempat saling berpadangan lalu Naruto menjawab "Baiklah... Yosh Kita berangkat, sudah lama aku tidak menjalankan misi" dibalas anggukan ketiga temannya.
Ditempat lainnya sebuah pesawat ruang angkasa mendarat di sebuah padang rumput lalu pintu itu terbuka tapi pemiliknya tidak keluar juga.
"A..apa ini, apa kau juga merasakannya Paman" tanya Gohan pada Bezita. Bezita memandang Gohan "ini serasa berada di planet Saiya terdapat kii besar dimana-mana" ucap Bezita. Trunks dan Goten hanya saling berpandangan mereka juga tidak mengerti ada planet yang memiliki kekuatan seperti bangsa saiya. "Aku kira hanya bangsa seiya yang memiliki kekuatan sebesar ini" lanjut Bezita.
"Mungkin kita tidak kesini juga para android dapat dikalahkan" kata Goten menimpali. Tapi beberapa detik kemudian mereka tersenyum bersama-sama. "Kita akan sedikit bersenang-senang disini" Kata Trunks puas.
Ditempat lain didesa Tosi
"Tidak ada orang tapi tidak terlihat seperti habis dirampok, bahkan tidak terlihat seperti ditinggal pindah" ucap Sakura melihat beberapa jemuran terlihat masih berjemur (?)
"Apa orang-orang sengaja meninggalkan barang-barangnya?" tanya Naruto yang tidak tau nanya sama siapa. "Sial ini ulah serangga" kata shino yang lain memandangnya tidak mengerti. "Aku merasakan bau serangga, dan aku merasakan masih ada satu serangga disini" ucap Shino lagi. Yang lainnya kaget.
"Khukhukhu..." suara mahluk berwarna jingga mirip dengan belalang sembah tidak jauh dari mereka,"kau memang pintar bocah serangga" ucap mahluk itu."Tapi bagaimana kalau kau tidak memiliki serangga" lalu mahluk itu menganga seperti berteriak tapi tidak ada satu suarapun yang keluar. Tapi itu berdampak pada Shino seluruh serangga keluar dari tubuhnya dan Shino pun tak sadarkan diri.
"A..apa itu" tanya Naruto
"Sial dia mengusir semua serangga shino" ucap Shikamaru melihat Shino yang tidak sadarkan diri. "Hahaha... Aku diciptakan dari beberapa gen serangga jadi aku adalah raja serangga, hahaha" ucap monster jingga itu.
'Diciptakan apa itu perbuatan orochimaru' pikir Shikamaru.
Lalu mereka memasang kuda-kuda tapi mereka merasakan 4 cakra besar tak dikenal yang datang mendekati mereka. 'Apa teman-teman serangga ini yang datang' pikir Shikamaru tapi shikamaru melihat serangga didepanya ketakutan. 'itu berarti mereka bukan temannya, tapi siapa' pikirnya lagi.
"Hahaha... Kalian makin banyak, aku akan tunggu temanmu dulu" ucap Naruto ketika dia merasakan cakra besar itu. Tapi Sakura dan Shikamaru saling memandang ada yang aneh dengan serangga di depannya.
Beberapa menit kemudian 4 orang yang di tunggu pun datang turun di dekat Naruto dan kawan-kawan yang langsung mematung dengan cara yang tak lazim dengan cara terbang 'siapa mereka, mereka bisa terbang' pikir mereka bertiga
"Hahaha... Kita beruntung baru sampai sudah ketemu satu" ucap Goten berbinar-binar. "Huh... Aku tidak menyangka kalian repot-repot kesini hanya untuk menangkap kami, kami sudah berbeda dengan sebulan yang lalu di sini banyak kii yang membuat kita cepat mencapai sempurna..." ucap monster jingga itu memberi jeda "... Kalian tidak akan semudah itu melawanku" lanjut monster itu. Tapi dia harus "sweetdrop' ternyata yang sedang diajak bicara sedang bermain hom pim pah.
"Yosh aku menang" seru Goten lalu berjalan mendekati serangga itu. 'Apa-apaan itu' pikir Naruto.
"Maaf, dia mau apa" tanya Sakura pada orang paling tinggi Gohan. "Tentu saja bertarung" jawab Gohan "kenapa sendirian bukankah melawan bersama-sama akan lebih baik" jawab Sakura takut. "Cih apa itu yang selalu kalian lakukan" ucap Bezita membuat Sakura salah tingkah, mengerti hal itu Gohan menjawab "jika kita melawan bersama-sama bukannya itu tidak adil"
Mendengar itu membuat Naruto marah langsung berlari kearah Goten "hei... Dia lawanku, aku yang menemukannya duluan" teriak Naruto "enak saja aku sudah menang main hom pim pah" balas Goten "itu tidak, kenapa aku tidak diajak" teriak Naruto lagi membuat semua yang ada di situ 'sweetdrop' kecuali shino karena lagi pingsan
"Heh dasar manusia bodoh" seru monster itu langsung melesat menyerang Goten dan Naruto, saat sudah dekat monster itu mencabik mereka menggunakan tangan tajamnya. Tapi hanya Naruto yang kena dan belah jadi dua membuat para saiya kaget sedangkan Goten berada di atas sedang terbang.
"Hahaha... Ough" monster itu terpental keatas karena tinjuan naruto yang keluar dari tanah.
"Sial... Kenapa dia ada dua" ucap monster itu
"Bagaimana bisa" ucap Trunks yang melihat belahan naruto yang mengepul jadi asap
Sebelum monster jingga itu jatuh ke tanah naruto sudah menyerangnya lagi "RASENGAN..." Naruto menghantam monster Itu dengan rasengannya "BLARR..." dan monster itu pun hancur menyisakan Goten yang kesal karena bagiannya di ambil.
Lalu Goten turun menapak ke tanah "Hei... bodoh kau telah mengambil bagianku" teriak Goten pada Naruto "Hei... Siapa yang kau sebut bodoh Heh..." Balas Naruto. "SUDAH KALIAN BERDUA HENTIKAN" teriak Sakura yang sudah ada disamping Goten dan Naruto. Goten dan Naruto pun menengok pada Sakura "wah... Cantiknya" puji Goten pada Sakura yang di puji hanya tersipu. "Apa aku tidak salah dengar kau bilang dia Cantik" teriak Naruto yang tidak terima tapi Sakura menganggap Naruto menghinanya.
JDUARH!...
Sakura memukul Naruto hingga beberapa puluh meter sampai berhenti tertahan batang pohon 'tapi mengerikan' pikir Goten.
Setelah kekacauan yang tidak penting mereka semua berkumpul. "Jadi seperti itu ya... Aku tidak tau ada mahluk lain selain di planet ini" ucap Shikamaru, "ya... Shikamaru, sebenarnya banyak mahluk lain diluar sana yang tidak kita ketahui, bahkan aku tidak tau kalau disini banyak manusia yang mengimbangi kekuatan bangsa seiya" ucap Gohan sudah tau nama mereka masing-masing. "Hmm... bisakah kalian ikut kami ke desa untuk menceritakan semua pada Hokage kami" Tanya Shikamaru. "Apa itu Hokage" tanya Trunks yang sedari tadi hanya mendengarkan. "mh... Hokage itu adalah orang terkuat di desa" ucap Sakura yang duduk ditengah antara Goten dan Naruto yang sedang adu 'Deathglare' andalan mereka.
'Orang terkuat pasti ini menyenangkan' pikir Bezita lalu mereka semua berdiri "baiklah Kita akan ikut bersama kalian" ucap Gohan lalu mereka berempat terbang tapi mereka berhenti karena melihat Naruto dan kawan-kawan tidak ikut terbang, "kenapa kalian tidak ikut" tanya Gohan pada mereka. "Mm... Maaf kami tidak bisa terbang" jawab Sakura malu-malu. Para seiya hanya saling memandang temannya 'kii besar seperti mereka bagaimana mungkin tidak bisa terbang' pikir mereka.
Lalu mereka pun terbang menuju desa dengan Shikamaru di gendong Gohan, Sakura dengan Trunks, Shino yang dalam keadaan pingsan dengan Bezita dan yang terakhir terlihat tidak akrab Naruto dengan Goten 'seharusnya aku menggendong Sakura' pikir Goten.
Didalam sebuah hutan terlihat ada beberapa mahluk berbentuk menyerupai belalang sembah sedang beristirahat, mereka memiliki bentuk yang sama hanya saja memiliki warna berbeda-beda.
"Mana Jingga, kenapa dia belum datang juga" ucap mahluk berwarna Merah. "Entahlah, dia selalu saja terlambat" jawab mahluk berwarna Hijau. "Ugh... Kita seharusnya bersama-sama, aku merasakan kii para Saiya" ucap mahluk berwarna Merah lagi.
"Hahaha... Tenang saja Merah dengan kekuatan kita sekarang aku yakin mereka takan mudah mengalahkan kita" seru mahluk berwarna Hitam. "Hei Hitam, bukankah profesor memberitau kita, kita harus mencapai titik sempurna untuk bisa mengalahkan mereka" ucap mahluk Merah khawatir.
"Hem... Kau tau Merah aku tidak merasakan kii kita bertambah lagi walau sudah menyerap manusia lagi , apa ini wujud sempurna kita?" Tanya mahluk berwarna Kuning teman-temannya yang lain hanya kaget mendengar itu. "Apakah benar Kuning?, jika ini wujud sempurna kita aku rasa profesor benar-benar payah" jawab mahluk Merah. "Tentu saja, aku diciptakan memiliki kemampuan membaca kii lawan" ucap mahluk kuning lagi.
"Ehm... Aku rasa profesor Menyembunyikan sesuatu pada kita, kalian tau profesor bilang kita saling terhubung untuk mencapai titik sempurna, aku rasa maksudnya kita harus bekerja sama untuk bisa mengalahkan mereka" ucap mahluk Biru dibalas tatapan semua temannya. "Kerja sama, itu adalah hal yang bodoh, seharusnya profesor menciptakan kita menjadi kuat dan mengalahkan mereka seorang diri" balas mahluk Hitam.
Tapi tidak lama kemudian tubuh mereka bercahaya...
"Ugh... Apa ini?" Tanya mahluk Merah, "entahlah... Tapi aku rasa ini hal yang bagus, aku merasakan kii kita bertambah 2 kali lipat" jawab mahluk Kuning. Tiba-tiba tubuh mereka berubah, tangan mereka berubah jadi memiliki jari walau hanya 3 dalam satu tangan, dan mereka menjadi sedikit lebih tegak.
"Apa-apaan ini, kita tidak menyerap manusia tapi kita menjadi lebih kuat" ucap mahluk Hijau. "Ehm... Aku rasa kesempurnaan kita dihitung menurut waktu, bukankah ini hari yang ke 30 ,aku rasa setiap satu bulan kita akan bertambah kuat" seru mahluk Biru sambil mengepalkan tangannya tapi langsung disembunyikan karena melihat teman-temannya menatapnya sinis. "Ehm... Aku kan hanya mengira-ngira" ucap mahluk Biru malu-malu.
"Aku rasa pasti ada sesuatu yang terjadi, yang membuat kita berevolusi" ucap mahluk Putih ikut berbicara. "Ya, aku juga merasa begitu" ucap mahluk Hitam.
Jauh dari hutan kita menuju Konoha lebih tepatnya di dalam gedung Hokage,
"Huh... Apa kalian yakin tidak menemukan apa-apa disana?" tanya Tsunade. "Ya Nyonya Hokage, tidak terlihat adanya bekas kekerasan disana, sepertinya tempat itu sengaja di tinggalkan" ucap Tenten dibalas anggukan dari Rock lee dan Chouji.
"Ini aneh, ada 3 desa yang tiba-tiba hilang penduduknya, aku harap tim Naruto dan tim Kiba membawa berita bagus" ucap Tsunade sambil menopang dagu. tim Kiba terdiri dari Kiba,Hinata,Ino,dan Sai.
"Boleh kami pergi sekarang Nyonya Hokage?" Tanya Tenten. "Hm... Ya silahkan" jawab Tsunade. Lalu mereka bertiga pun keluar.
"Hmm... Shizune kenapa tim Naruto belum juga datang?, padahal mereka lebih dulu diberi misi" tanya Tsunade pada Shizune. "Desa Tosi terletak sangat jauh dari pada desa yang di tempuh Rocklee, aku rasa itu yang membuat mereka sedikit lama nyonya Tsunade"jawab Shizune dibalas anggukan oleh Tsunade.
"Hm... Kau tau desa yang penduduknya menghilang ini terlihat berurut, aku rasa tim Kiba pasti menemukan hasil" ucap Tsunade, Shizune mau menjawab tapi tertahan oleh sebuah ketukan. "Masuk" jawab Tsunade. lalu masuklah 6 orang pria kedalam.
"Siapa mereka Naruto" tanya Tsunade yang bingung melihat Orang-orang dengan baju aneh terutama Bezita. "Oh ya, perkenalkan Namaku Gohan dan ini Goten, Trunks, dan Paman Bezita" ucap Gohan memperkenalkan Diri dan temannya. "Jadi ada apa Kalian kemari" tanya Tsunade.
Jauh di sana disebuah Desa yang tidak ada penduduknya
"Apa yang kau temukan Akamaru" tanya Kiba pada anjingnya. "Guk guk" akamaru menunjukan jalan kesebuah hutan di belakang Desa itu. "mereka pergi kedalam hutan itu teman-teman" ucap Kiba di balas anggukan oleh Teman-temannya.
Jauh di depan Mereka "huh, kenapa kita harus berjalan, bukankah kita lebih baik terbang" tanya mahluk Hitam. "Untuk apa kita terburu-buru sekarang kita tidak perlu menyerap manusia lagi karena itu percuma, tadi juga tidak membuat kii kita bertambahkan" jawab mahluk Merah. "Hm... Ya sih, eh...kita belum pernah menghancurkan Desa, aku ingin menghancurkan Desa dan membunuh mereka semua tanpa memakai teknik membuat tidur mereka lalu menyerap mereka dalam keadaan tidur, aku ingin bertarung dengan mereka" ucap mahluk Hitam lagi.
"Hm... Jika Kau ingin bertarung Hitam maka tinggalah disini" ucap mahluk Ungu terus berjalan, "eh.. Apa ada yang mengikuti kita Ungu?" Tanya mahluk Hitam yang dibalas senyum dari mahluk Ungu. "Baiklah" ucap Hitam lagi berhenti berjalan membiarkan teman-temannya pergi.
Bersambung...
