Declaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto and Dragon Ball Z/GT belong to Akira Toriyama and Toei Animation Warning : AU, OC dan OOC banget Rate : T

CHAPTER 3: Rahasia mencapai titik sempurna

"Huh... Lama sekali, sudah 2 jam aku menunggu, tapi mana mereka, aku tidak percaya kemampuan Ungu bisa mengetahui musuh sampai jarak sejauh itu" Ucap mahluk Hitam yang sedari tadi hanya berdiri menyilangkan tangannya di dada.

Sementara di semak-semak...

"Mahluk macam apa dia" ucap Ino pada temannya. "Entahlah, tapi mungkin kita harus berhati-hati padanya, bagaimana Hinata?" Tanya Kiba pada Hinata. "Hm... Cakranya cukup kuat, tapi kita belum tau dia memiliki elemen apa" jawab Hinata.

Lalu...

"GROAARRR" seekor harimau buatan Sai menyerang mahluk Hitam. "sial..." Ucap mahluk Hitam mundur lalu mengarahkan telunjuknya pada harimau itu, munculah cahaya dari telunjuk mahluk itu menghantam harimau itu sampai lenyap.

"Apa itu tadi?... Apa dia berelemen cahaya" tanya Kiba melihat kejadian yang sangat cepat. "Aku rasa ini pasti akan merepotkan" jawab Ino lalu melirik teman-temannya.

"Hm... Mereka sudah datang ya" ucap mahluk Hitam lalu melompat beberapa kali kebelakang karna ada beberapa kunai yang menyerangnya. "DUARRR" ternyata kunai itu sudah dipasangi kertas peledak, karna mahluk itu belum mengerti jadi dia diam saja walau kertas peledak ada di bawah kakinya.

"Sial... Kenapa benda ini meledak?" Tanya mahluk Hitam yang tubuhnya terluka dengan cairan hijau mengalir di tubuhnya, memperhatikan kunai di depannya.

"Aku rasa dia bodoh" ucap Ino pada teman-temannya di balas anggukan teman-temannya.

slap-slap-slap... Puluhan kunai berpeledak menancap di tanah sekitar mahluk Hitam itu. "Si..Sial" ucap mahluk Hitam itu, belum sempat dia berdiri "DUARR...DUARR...DUARR" puluhan kunai berpeledak itu meledak bersamaan menyisakan mahluk Hitam yang sekarat disana.

Tap-tap-tap... Kiba dan kawan-kawan keluar dari persembunyianya. "Hahaha... Ternyata dia lawan yang bodoh" ucap Kiba dibalas geraman mahluk Hitam. "Sudah kuduga tidak mungkin sebuah desa akan kehilangan penduduknya secara tiba-tiba jika tidak ada penyebabnya" ucap Ino.

"Baiklah monster jelek apa tujuanmu menghilangkan para penduduk desa" tanya Kiba pada mahluk Hitam lalu temannya menatapnya. "Hehehe... Jika kita mengatakan membunuh, bukankah kita tidak melihat mayat disana" ucap Kiba membenarkan pertanyaanya.

"Hahaha... Kau mau tau mereka ada dimana, mereka ada disini" jawab mahluk itu yang mulai duduk dan menunjukan perutnya. "Eh... Kau terlihat kurus untuk memakan penduduk sedesa" ucap Kiba yang kaget karna mahluk Hitam menunjuk perutnya sebagai tempat penyimpanan penduduk desa.

Lalu mahluk itu mencoba berdiri... "Hahaha..." Lalu mahluk itu mengarahkan telapak tangannya dan mengeluarkan cahaya mengarah ke Kiba, membuat lubang diperut Kiba. "Poft..." Tubuh kiba mengepul jadi asap. 'Hah... Aku rasa pernah melihat yang seperti ini' pikir mahluk Hitam karna sebelumnya belum pernah melawan ninja tapi yang terjadi tadi dia merasa sudah pernah melihatnya,

"Duakh..." Kiba memukul mahluk itu sampai beberapa meter di depannya. 'Ouch... Sial kenapa aku begitu lemah' pikir mahluk Hitam lalu memikirkan teman-temannya dan yang terakhir mahluk Ungu dia bukan memberi senyuman semangat tapi terkesan mengejek. 'Jadi dia sengaja memanasiku untuk bertarung, kenapa aku begitu bodoh' pikir mahluk Hitam itu. 'Padahal aku sengaja tidak memberi tau mereka jika mati satu akan membuat yang lainnya dua kali lebih kuat, sial padahal hanya aku yang di beritau oleh profesor, aku lupa kalau si Ungu bisa merasakan kii dimanapun berada sudah di pastikan dia merasakan kalau Jingga telah mati' pikir mahluk Hitam lagi menyesali kebodohannya.

'Huh..." Mahluk hitam mencoba berdiri tapi terjatuh lagi, 'padahal profesor mempercayaiku untuk mencapai sempurna, tapi aku menggagalkannya karna kebodohanku, aku harap yang lainya jika sudah mencapai titik sempurna bisa mencapai keinginan profesor' pikir mahluk Hitam lagi. Lalu dia mendongakan kepalanya melihat Kiba dan kawan-kawannya mendekat.

"Menyerahlah kami akan membawamu ke desa untuk di adili" ucap Ino lalu Sai membuat gambar sebuah tali dan melilit mahluk Hitam itu, tapi mahluk Hitam itu tersenyum "kalian tau kemampuanku adalah meledakan diri" ucapnya lalu memejamkan matanya

"JDUARRR!"
Kiba dan kawan-kawan terpantal jauh mereka semua terluka parah.

Jauh didepan mereka...
"Eh... Ledakan apa itu apa Hitam telah meledakan diri" ucap mahluk Nila berhenti menengok kebelakang, "hahaha... Dia terlalu bodoh, kita menyerang desa yang tidak memiliki kekuatan yang besar agar kita tidak terlibat pertarungan, tapi dia malah menginginkannya" ucap mahluk Merah.

Lalu tubuh mereka diselimuti cahaya lagi, mereka berevolusi lagi, tubuh mereka berubah memiliki telinga sperti elf dan tanganya lebih berotot, "eh... Kita berubah lagi padahal belum ada sehari" ucap mahluk Merah. "Ya dan kii kita bertambah dua kali lipat lagi" ucap mahluk Kuning.

'Hm... Sudah aku duga sperti ini, aku akan membuat mereka mati satu persatu' pikir mahluk Ungu lalu dia berjalan lagi "sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucapnya, 'aku rasa aku juga bisa memakai kemampuan Hitam sperti aku bisa mamakai kemampuan Jingga melihat dalam gelap, he.. Mereka pikir kemampuan dalam gelap adalah efek evolusi' pikir mahluk Ungu lagi lalu dia memejamkan mata mencoba mencari sebuah memori 'heh... Jadi dia sudah di beritau oleh profesor, dasar pilih kasih' pikirnya lagi, teman-temannya mengikuti dia berjalan.

Kita kembali ke Konoha ke gedung Hokage...

"Jadi begitu mereka berjumlah 9 dan kalian sudah membunuh satu jadi kita harus mencari 8 lagi" ucap Tsunade, "ya begitulah nyonya Hokage, tapi yang kita lawan kemarin bukan wujud sempurnannya, aku rasa jika melawan satu saja berwujud sempurna kita akan kesulitan apa lagi jika semua mencapai titik sempurna, jadi sebelum mereka mencapai wujud sempurna kita harus menemukan mereka" jawab Gohan

Tok-tok-tok

"Masuk" ucap Tsunade lalu masuk Sakura kedalam, "bagaimana dengan Shino?" tanya Tsunade pada sakura, "ya, dia baik-baik saja, dia mengalami drop karena belum pernah ditinggalkan oleh serangga-serangganya, keluarganya sudah memberinya serangga pada tubuhnya, untuk yang lainnya aku rasa baik-baik saja" jawab Sakura dibalas anggukan dari Tsunade dan tatapan jijik oleh para Saiya.

"Hm... Ini sudah hampir malam mungkin kalian harus beristirahat dulu atau kalian mau berkeliling desa, ada anbu yang akan menunjukan tempat kalian untuk menginap" ucap Tsunade pada para Saiya. "Berkeliling desa aku mau, apa kamu mau menemaniku Sakura?" Tanya Goten pada Sakura. " Hei siapa kau berani-beraninya mengajak Sakura" teriak Naruto pada Goten.

"Pletak..."
"Hei... Aku boleh diajak siapapun, lagi pula jika aku berjalan dengan kau hanya menjadi pengganggu antara kau dan Hinata" ucap Sakura yang sukses menjitak Naruto, "hei... Tapi aku tidak mau kau didekati mahluk aneh sperti dia" balas Naruto sambil menunjuk Goten dan kembali mendapat hadiah jitakan dari Sakura.

"Hm.. Naruto, sekarang Hinata tidak ada, dia sedang menjalankan misi ke desa Rote" ucap Tsunade pada Naruto "eh..." Naruto langsung kaget, "ada apa Naruto" tanya Tsunade tapi sebelumnya dia sudah pergi, "ada apa dia" tanya Tsunade dibalas angkat bahu oleh Sakura dan Shikamaru, lalu mereka keluar di ikuti para Saiya.

lalu mereka sampai di tempat penginapan, disana sudah disediakan 2 kamar, Gohan dan Bezita langsung masuk kedalam sedangkan Goten dan Trunks berjalan-jalan mengelilingi Desa bersama Sakura, untuk Shikamaru tentu dia pulang dan tidur.

_Kruyuk_
"Hehehe... Aku sudah lapar Sakura, apa di sekitar sini ada warung makan" tanya Goten pada Sakura, "hm... Itu, apa kalian suka ramen?, itu adalah makanan kesukaan Naruto" jawab Sakura menunjuk sebuah kedai ramen. "Ramen ,aku tidak pernah makan itu, tapi aku tidak yakin seleraku akan sama dengan Naruto" ucap Goten lalu mereka berjalan ke kedai ramen Teuchi.

"Oh... Sakura mau pesan ramen eh.. Siapa mereka?" tanya Teuchi, "ya paman, mereka temanku ini Goten dan ini Trunks" jawab Sakura, "hm... Nama yang aneh, apa kalian mau makan ramen special jumbo" tanya Teuchi dibalas anggukan dari Goten dan Trunks tapi Sakura langsung mencegah, "eh... Tidak boleh paman uangku tidak cukup untuk membeli itu" ucap Sakura panik niatnya menabung masa harus di pakai nraktir orang,

Karna mengerti maksud Sakura, Trunks merogoh kantongnya, "apa ini cukup Paman" tanya Trunks mengeluarkan emas batang seberat sekiloan, "eh... Bukan hanya cukup malah kau bisa makan untuk satu bulan kedepan" jawab Teuchi memperhatikan emas itu melihat asli apa bukan, "kalau begitu ambilah, kita tidak tau berada disini sampai kapan, jadi mungkin kita akan selalu makan disini" ucap Trunks, "baiklah, Ayame kita berikan pelanggan istimewa kita dengan ramen terlezat kita" ucap Teuchi bersemangat dibalas anggukan dari Ayame.

"A..apa kalian yakin akan makan ramen selama sebulan?" tanya Sakura. "Ya... Lagipula kita tidak tau kita akan pulang kapan" jawab Goten yang terdengar sedikit tidak nyambung oleh Sakura, "bu.. Bukan itu maksudnya..." Sebelum Sakura menyelesaikan kalimatnya ramenpun telah datang dan terlihat muka kelaparan dari Trunks dan Goten "Selamat Makan" teriaknya

Tap-tap-tap Seorang pemuda bersurai kuning melompat dari pohon ke pohon dia adalah Naruto yang terlihat sedang gelisah, 'aneh,... Kenapa perasaanku sangat tidak enak' pikir Naruto terus melompat,

Sementara di depannya ada mahluk Merah terbang mendekatinya, "sial, aku ini ketua seenaknya saja si Ungu menyuruhku melihat situasi mentang mentang aku yang paling cepat" ucapnya marah,

"Syut"

Sebuah kunai melesat membuat dia menukik kesamping,kunainya menancap ke pohon dan dia menjauh. "Aneh kenapa tidak meledak" ucapnya saat melihat kunai itu tapi tidak terlihat meledak. "Heh... Kenapa aku berpikir benda seperti itu bisa meledak" ucapnya lagi yang tidak mengerti kenapa berpikir kunai bisa meledak.

"Syut"

Satu kunai lagi mengarah padanya membuat dia melompat kebelakang selangkah, "JDUARR..." Mahluk itu terpental kebelakang menabrak pohon, "jadi bukan besinya yang meledak tapi kertasnyaya hm..." Ucap mahluk Merah lagi,

Tap_
Naruto turun kedepan mahluk itu,...
"Hey... Mahluk jelek, sedang apa kau disini" tanya Naruto pada mahluk itu, "huh, aku rasa kita pernah bertemu tapi di mana, eh tapi aku tidak pernah merasa melewatkan makanku" Ucap mahluk Merah sambil berpikir kenapa dia sangat familiar dengan orang itu, "hehehe... Aku rasa kita belum pernah bertemu, tapi kau tau akulah yang membunuh temanmu" ucap Naruto bangga dibalas geraman dari mahluk Merah "jika manusia aku akan menimbang-nimbang apakah harus membunuhmu atau tidak tapi aku rasa untuk membunuh Android aku tidak akan segan-segan" ucap Naruto lagi,

"Hahaha... Ternyata kau sudah mengetahuinya ya, baiklah kita lihat seberapa kemampuanmu" ucap mahluk Merah langsung melesat kearah Naruto dan mencabik tubuhnya sampai terbelah, lalu dia mundur lagi beberapa lompatan dan dia memperhatikan ujung kakinya, beberapa detik kemudian Naruto keluar dari tanah hendak meninjunya tapi mahluk Merah langsung menendangnya membuat Naruto terpental beberapa meter, 'heh, kenapa aku bisa tau dia akan melakukan itu' pikir mahluk Merah itu,

"Ough..." Rintih naruto memegangi dadanya mencoba berdiri, 'dia sudah tau aku akan melakukan itu ya, sial dia juga jauh lebih kuat dari sebelumnya, eh... Hinata apa dia di serap oleh mahluk ini'pikir Naruto. "Hm... Kau hebat juga bisa menghindari seranganku yang tadi" ucap Naruto yang sudah berdiri,

"Aku tidak tau, tapi perasaanku kita pernah melakukan hal itu" jawab mahluk Merah yang sedari tadi terheran-heran dengan pikirannya, "baiklah bagaimana kalau ini KAGEBUNSHIN NO JUTSU" teriak Naruto lalu munculah puluhan klonnya, 'a..apa dia jadi sebanyak itu' pikir mahluk Merah itu.

"SERANG..." Puluhan klon Naruto menyerang mahluk Merah itu tapi Naruto menyiapkan rasengannya. Duakh...duk...jder... Puluhan klon Naruto sudah lenyap menyisakan Naruto yang mendekat "RASENGAN... " 'BLARRR' rasengan Naruto hanya mengenai tanah di sekitar tempat mahluk Merah tadi. Naruto melihat kanan kiri tak ditemukan mahluk itu saat melihat ke atas ternyata mahluk Merah sedang berdiri di atas tanpa menapakkan kakinya, 'sial dia juga bisa terbang' pikir Naruto lalu mahluk Merah itu turun sampai menapak ketanah lagi.

"Huh tak kusangka kau bisa menghindari seranganku lagi" ucap Naruto tak percaya, "entahlah,... Aku juga tidak mengerti, aku hanya merasa pernah melakukan hal itu" jawab mahluk merah lalu dia mengarahkan tangannya ke Naruto keluarlah cahaya besar 'JDUARRR...' Seketika tempat itu menjadi kawah yang sangat besar, "wah aku tak percaya bisa membuat lubang sebesar ini" ucap mahluk Merah yang kagum akan hasil ledakannya sperti Deidara.

"Si...sial dia bisa melakukan itu, bahkan tanpa merapalkan tangannya" ucap Naruto, "Dia cukup kuat Gaki ,berhati-hatilah" ucap Kurama, "baiklah, lalu Naruto melompat mengeluarkan rasengan lagi "RASENGAN..." 'BLARRR" terciptalah kawah disana hasil rasengan Naruto tidak besar membuat mahluk Merah tertawa "hahaha... Apa itu, kau hanya membuat lubang sekecil itu, lihatlah lubang hasil buatanku" mahluk Merah melirik lubang buatannya bangga, "dan satu lagi jika ingin menyerangku kau tidak perlu berteriak itu membuatku tuli" ejek mahluk Merah yang sedang mengapung di udara.

Lalu Naruto tersenyum "baiklah kalau begitu, ayo kita serius" ucap Naruto lalu dia merogoh sakunya mengambil kunai bersegel, "dan aku tidak akan berteriak" ucapnya lagi lalu melempar kunai kearah atas tempat mahluk itu mengapung dan membuat rasengan, kunai melesat kearah mahluk Merah lalu ditangkap olehnya dan itu membuat Naruto tertawa.

"Poft..."
Naruto sudah ada di depan mahluk Merah yang kaget "BLARRR" rasengan Naruto meledakan wajah mahluk Merah itu.

Jauh didepanya...
"Kita berubah lagi" ucap mahluk Nila. "Baiklah ayo kita pergi" ucap mahluk Ungu berdiri, "hei bukankah kita harus menunggu Merah dulu, dan Merah pergi kearah sana bukan ke arah situ" ucap mahluk Hijau, "dia sudah mati" ucap Ungu berjalan meninggalkan teman-temannya yang mematung karna ketuanya telah mati, mungkin sedang berpikir untuk mencalonkan diri menjadi ketua.

Bersambung...