CHAPTER 4: Cahaya dalam gelap
Di dalam hutan di malam yang cukup gelap, karna bulan hanya menampakan diri setengahnya, Naruto sedang berdiri menatap lawan yang tergeletak di depannya, "huh..." Dia menghela napas, lalu dia menengok kekiri dan kekanan, kekiri jalan kedesa Rote kekanan adalah jalan pulang ke Konoha.
Dia menghela nafas lagi entah kemana dia harus pergi, biarkan naluri yang membawanya.
Kita kembali ke Konoha...
Di kedai ramen yang biasanya sepi kini ada banyak orang yang berkumpul disana, tidak ada pertunjukan, tapi orang-orang sedang menyaksikan orang yang sedang makan, sudah lebih dari 30 mangkok Trunks dan Goten menghabiskan ramennya, membuat Sakura yang disampingnya melihatnya ngeri, 'ini bahkan melebihi Naruto" pikirnya.
"Tambah lagi Paman" ucap Trunks dan Goten berbarengan, "eh..." Kaget Teuchi lalu dia melirik Ayame, "maaf Trunks, Goten persediaan ramen kita sudah habis, aku tidak mengira kalian makannya akan selahap itu, tapi besok aku akan menambah bahan-bahan lagi untuk kalian" jawab Ayame di balas anggukan kecewa dari Trunks dan Goten, "baiklah kaka cantik kita bertemu lagi besok" ucap Goten pada Ayame, yang disebut hanya tersipu malu mengangguk, lalu mereka Trunks, Goten dan Sakura berdiri berpamitan dan membalikan badannya, "eh... Ada apa?" Tanya Sakura yang ternyata dia juga tidak menyadari kalau mereka sedang menjadi bahan tontonnan.
Kita pergi lagi ketempat lain, atau lebih tepatnya tempat para Android berkumpul, "apa yang akan kita lakukan selanjutnya" tanya mahluk Hijau pada teman-temannya, "kita berpisah..." Ucap mahluk Putih di balas tatapan tidak mengerti oleh teman-temannya, "ehm kenapa kita harus berpisah bukankah kita lebih baik bersama" tanya mahluk Biru yang rasanya takut bila harus berpisah dengan teman-temannya, "ya kalian tau, ternyata kekuatan kita akan bertambah bila salah satu dari kita mati" jawab mahluk Putih yang ternyata sudah menyadarinya, teman-temannya tersentak kaget kecuali si Ungu yang kesal karna rencananya sudah digagalkan, "dan aku tidak mau kita saling membunuh dalam diam" ucapnya lagi lalu melirik mahluk Ungu, ternyata si Putih sudah menyadari tingkah dari mahluk Ungu beruntung dia diberkati kepintaran dan kewibawaan, mahluk Ungu hanya mendengus kesal lalu memalingkan wajahnya kesamping.
"Ehm... tapi kita bisa selalu bersamakan, aku janji tidak akan melawan kalian, aku sudah menganggap kalian sperti keluarga" tanya mahluk Biru yang masih takut ditinggal teman-temannya, "tidak bisa Biru, kita harus berpisah, aku yakin diantara kita akan ada yang menginginkan wujud sempurna itu" balas mahluk Kuning, mahluk Ungu mendengus kesal lagi lalu dia terbang duluan terus di ikuti oleh mahluk Nila,Hijau dan Kuning kearah lainnya menyisakan mahluk Biru dan Putih, "ehm... Putih, tetaplah bersamaku" ucap mahluk Biru mencegah mahluk Putih pergi tapi apadaya, mahluk Putih memegang bahu si Biru, "jaga baik-baik dirimu" ucapnya lalu melesat kearah berlainan arah dengan yang lainnya menyisakan si Biru yang menunduk kesepian.
Kita pindah lagi ke tempat Naruto dan eh Naruto sudah tidak ada?
Tap-tap-tap_
Naruto berlari melompat dari pohon ke pohon dengan lincah, sampai berhenti di sebuah tempat yang sudah hangus, sangat luas, mungkin luasnya 4 kali lapangan Bola, Naruto mulai gelisah, lalu dia berlari melompati sudah menghitam berserakan, dia pergi ketengah tempat itu naik ke tunggul paling tinggi memperhatikan sekeliling tempat itu yang gelap jadi cukup sulit melihat apa yang ada disana mengingat semua daratan pun berwarna hitam.
Tidak jauh dari Naruto sekitar seratus meter seorang gadis ninja terjepit reruntuhan kayu dengan luka ditubuhnya dan beberapa patahan tulang dan dia sedang menangis, benar-benar tidak mencerminkan seorang ninja, "hiks...hiks...Naruto..." Tangisnya lirih yang ternyata bukan sakit fisik yang membuatnya menangis tapi takut tidak bisa melihat Naruto lagi, "Hinata" sebuah suara memanggil namanya membuat dia terbelalak kaget tidak percaya ternyata Naruto datang menolongnya.
Sret_ brakk...
Naruto mengangkat kayu disana, yang ternyata Naruto tadi bisa mendengar panggilan dari Hinata walau dari jarak sejauh itu, lalu dia berlutut mengangkat bahu Hinata yang ternyata wajahnya menghitam hanya di bagian mata menyamping yang terlihat putih karna terkikis air mata, "bagaimana keadaanmu Hinata" tanya Naruto yang dibalas senyum dari Hinata, Hinata tidak percaya Naruto akan datang menyelamatkannya, "sudahlah sekarang tidurlah, aku akan menjagamu" ucap Naruto bangkit mengendong Hinata ala bridal style, lalu dia melihat kiri dan kanan terlihat yang lainnya tidak jauh berbeda dari Hinata hanya saja mereka sudah tak sadarkan diri, lalu dia membuat empat klon, semuanya langsung mendapat bagiannya masing-masing, lalu mereka melesat pergi ke Konoha.
Kita balik lagi ke Konoha...
Tap_tap_tap_
Tiga orang remaja sedang berjalan-jalan beriringan, walau sudah jam 10 malam mereka terlihat masih enggan untuk pulang, terlalu banyak hal yang harus mereka ceritakan, tapi semua itu selesai sudah saat berhenti di sebuah rumah, "sudah ini rumahku, terimakasih telah mengantarku pulang" ucap Sakura pada dua teman barunya, "hehehe... Seharusnya aku yang berterimakasih padamu Sakura, terimakasih telah menemaniku jalan-jalan" ucap Goten dibalas senyuman oleh Sakura, lalu Sakura berjalan masuk mencapai pintu lalu dia menengok ke belakang, Goten melambaikan tangannya lalu dia terbang diikuti Trunks.
Keesokan harinya...
Sakura pergi kerumah Naruto sperti biasa,
Tok_tok_tok_
Sesampainya di apartemen Naruto dia langsung mengetuk pintu kamar Naruto tapi tidak ada jawaban, 'pasti dia kesiangan lagi' pikir Sakura lalu dia merogoh sakunya mengambil sebuah kunci, Naruto memberikan kunci duplikat apartemennya pada Sakura dan Hinata, jika untuk Sakura dia berikan agar dia tidak usah menghancurkan pintunya jika dia kesiangan tapi untuk Hinata karna dia ingin Hinata memilikinya saja, 'Cklek...' "Naruto" tanya Sakura setelah masuk kedalam, tapi dia tidak menemukan Naruto disana. Dia mencari sekelilingnya, lalu mencari ke bak mandi dan dilihat lantai kamar mandi yang masih kering 'berarti dia belum mandi' pikir Sakura dia mencoba mengingat-ingat sesuatu terakhir kali dia bertemu dengan Naruto, dan Bingo dia mendapatkan Naruto yang pergi karna sebuah nama, lalu dia pergi menemui Hokage.
"Bagaimana tuan Gohan" tanya Tsunade pada Gohan tentang pemberitahuan tentang siaga perang, "hm... Ya, tapi kau tidak perlu memberitahu keadaan ini pada warga, agar tidak menimbulkan kepanikan, Naruto bilang lawannya jauh lebih tangguh dari lawan kita yang pertama, aku tidak tau sekuat apa jika mereka mencapai titik sempurnanya" ucap Gohan memandang keluar jendela, "hm, aku sudah mengirimkan laporan ke empat negara besar lainya agar mereka juga waspada" ucap Tsunade lagi.
Tok_tok_tok
"Masuk" ucap Tsunade, lalu masuklah Sakura yang kaget ternyata sudah ada Gohan dan Bezita di dalam sana, "maaf nyonya Tsunade aku tidak menemukan Naruto di apartemennya" ucap Sakura dibalas senyuman oleh Tsunade "tenanglah Sakura sekarang Naruto sedang ada di rumah sakit, tadi pagi-pagi sekali dia datang kesini" balas Tsunade, "eh...ada apa dengannya" tanya Sakura lagi, "sudahlah... Ayo kita kesana saja lagipula kita berencana pergi menjenguk, Sakura" ucap Tsunade lalu berdiri dan berjalan lalu diikuti oleh Shizune,Gohan, Bezita, dan Sakura.
Ayo kita lihat apa yang sedang dilakukan para Android...
Tap_tap_tap Beberapa orang berlompatan dari pohon kepohon, "kyaa... TOLONG..." Seorang wanita di ikat dan di bawa oleh mereka, ternyata mereka adalah para perampok, bukan hanya harta saja yang mereka bawa tapi putri dari pemilik harta pun di jarahnya, "diam gadis cantik nanti kita akan bersenang-senang" ucap perampok yang menggendongnya dibalas tawa nista teman-temannya mereka berjumlah 5 orang.
'JDUAARRRH"
Seketika seorang dari mereka hancur lebur bahkan semua pohon-pohon dibelakangnya juga banyak yang tumbang, membuat para perampok berhenti dan kaget, di depannya ada seseorang berdiri tegak memperlihatkan lima jari tangan kanannya kedepan dan berdiri tegak dengan dua kaki, hanya saja memiliki muka sperti belalang tapi memiliki telinga dan dibelakangnya terdapat sayap dan berwarna Nila, "hahaha... Tak kusangka membunuh sperti ini sangat menyenangkan" ucapnya yang diketahui si mahluk Nila, "siapa kau beraninya mengganggu kami" tanya perampok itu, "hahaha...kalian tidak perlu tau, karna menurutku kalian akan mati" ucap mahluk Nila seraya menggeser tangannya kearah sasaran lain.
'JDUAARRRRRH'
Dua orang lagi lenyap menyisakan pohon pohon yang tumbang di belakangnya, "hm..." Lalu dia menggeser tangannya kearah orang yang sedang menggendong tawanan, karna merasa aman perampok yang satunya langsung berlari menjauh dan.
'BLARRRR'
Perampok yang lari itu bernasib sama dengan teman-temannya, ternyata mahluk Nila mengangkat dua tangannya kearah berlainan dengan tangan kanan masih mengarah ke perampok yang menggendong tawanan, membuat perampok itu ketakutan "ka...kau ja..jangan membunuhku.. Ba..baiklah ini ambil tawananku" ucap perampok, beberapa saat ide gila melarikan diri muncul, lalu dia tersenyum, "tapi kau harus menangkapnya" ucap perampok lalu melemparkan gadis tawanannya jauh keatas, "hm..." Mahluk nila itu tersenyum mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah gadis itu dan lagi.
'JDUUAAARRR'
Membuat si perampok langsung terduduk tak percaya, ternyata mahluk itu tak menginginkan tawanannya, dan terlihat mahluk itu mengarahkan kedua telapak tangannya pada dirinya.
"BLARRRR"
Sebuah kawah cukup besar tercipta disana, lalu mahluk Nila itu pergi.
Kita pindah jauh dari sana...
Seseorang atau tepatnya sesemonster sedang berjalan lunglai, tidak mencerminkan kalau dia seorang monster yang seharusnya mengerikan, "huh..." Entah sudah berapa kali monster ini menghela napas karna bosan tidak ada yang bisa di ajak mengobrol.
"Hahaha... Kau itu buta adikku, mana bisa kau jadi ninja" omel seorang kaka laki-laki pada adiknya, "tenang saja buta tidak menghalangiku jadi ninja, suatu hari nanti aku akan menjadi sperti Uzumaki Naruto" teriak si adik yang berumur tujuh tahunan, "hahaha... Uzumaki Naruto, bahkan kau sendiri tidak tau wajahnya" ucap sang kaka "jika kau bisa pulang sendiri, aku baru akan percaya" lanjut sang kaka meninggalkan adiknya dihutan karna kesal kalau si adik udah buta belagu.
"Kaka... kaka... Hiks... Hiks" sang adik menangis karna tau ditinggal kakanya, ini sudah yang kedua kalinya si kaka meninggalkannya di hutan, dulu dia ditemukan oleh orang yang sedang mencari kayu bakar setelah tinggal dua hari di hutan, tidak ada yang mencari karna dia tidak punya orang tua yang dia punya hanya seorang kaka yang tidak mengakuinya.
'Kretek'
"Hah... Siapa itu" tanya si adik, "ehm... Entahlah, tapi setiap orang yang bertemu denganku memanggilku monster" jawab mahluk itu yang ternyata mahluk Biru, si adik hanya menaikan sebelah alisnya, "kenapa, mereka memanggilmu monster" tanya si adik lagi, "ehm... Mungkin karna aku berbeda dengan yang lain" jawab mahluk Biru, "aku juga beda dengan yang lain, aku tidak bisa melihat, terkadang berbeda itu sangat menyakitkan, ehm... apa kau mau berteman denganku?" Tanya si adik, "ehm... teman" ucap mahluk Biru di balas anggukan oleh si adik "ya kita berteman" ucapnya.
Lalu mereka duduk berdampingan dan bercerita panjang lebar si adik selalu menceritakan tokoh idolanya Uzumaki Naruto dan mahluk Biru mendengarkan dengan seksama, "ehm... Adik kecil, bolehkah aku menyembuhkan matamu?" tanya si mahluk Biru, "eh memangnya bisa?" Ucap si adik balik bertanya, "ehm... tentu" jawab mahluk biru dibalas anggukan bahagia oleh si adik, "ehm... baiklah, kalau begitu kau pejamkan matamu" ucap mahluk Biru dibalas anggukan oleh si adik lalu dia menempelkan tangan kanannya di mata si adik.
"Ehm... Baiklah, sekarang buka matamu" ucap mahluk Biru lalu si adik membuka matanya pelan pelan dan dia terkejut dengan wajah temannya tapi dia menghilangkan hal itu dan langsung memeluk mahluk Biru itu,dan si mahluk Biru membalasnya, cukup lama sampai air mata si adik mengering.
"Ehm... Paman namaku Hatori, nama paman siapa?" Tanya si adik yang ternyata Hatori, "ehm... Aku tidak punya nama" jawab mahluk Biru, "ehm... Baiklah kalau begitu biar aku memberi nama Paman Uzumaki Naruto, bagaimana?" Tanya Hatori, "ehm... Uzumaki Naruto boleh" jawab aka Naruto, "ehm... Baiklah paman Naruto" ucap Hatori yang sudah menerapkan sistem ehm
Ayo kita kembali ke Konoha dulu...
Tap_tap_tap_
Suara langkah memenuhi seluruh ruangan rumah sakit.
'Kreek" suara pintu terbuka, didalam sudah ada Trunks yang sedang mengamati luar jendela, Goten yang sedang membaca buku trik ninja di sofa, dan Naruto yang sedang duduk di samping Hinata yang masih terlelap.
"Bagaimana keadaannya Naruto?" Tanya Tsunade pada Naruto, "hm, sejauh ini dia baik-baik saja" Jawab Naruto lalu dia berdiri wajahnya memandang ke luar jendela, "hm, aku tak mengerti keadaan ini, sebenarnya aku bertemu dengan android lain tadi pagi, selain yang aku kalahkan" ucap Naruto lalu melirik Gohan, "tapi mengapa mereka sangat berbeda" ucapnya lagi, "maksudmu" tanya Gohan.
-FLASH BACK-
Tap-tap-tap_
Naruto melompat dari pohon ke pohon dengan empat klonnya, tapi dia langsung berhenti karna melihat ada Android berwarna Putih di depannya, 'sial' pikirnya, langsung turun ketanah diikuti Android itu, lalu dia membaringkan teman-temannya di tanah dan memasang kuda-kuda, tapi sebelum menyerang dia kaget saat si mahluk menyebutkan sebuah nama, "Uzumaki Naruto" ucap mahluk Putih, "ba...bagaimana kau tau namaku" tanya Naruto, "hmm... Orang yang sangat penting didalam perang shinobi ke 4, yang mempersatukan semua Negara demi sebuah kata perdamaian, bagaimana aku tidak tau bahkan namamu sudah ada dimana-mana" jawab mahluk Putih, "apa maumu" tanya Naruto masih memasang kuda-kudanya, "aku, ingin kau mengulanginya lagi" jawab mahluk Putih, "eh... Apa maksudmu" tanya Naruto lagi yang membenarkan posisi berdiri karna lawannya terlihat tidak mengajaknya bertarung.
"Huh... Entahlah, aku diciptakan untuk membunuh bangsa Saiya, tapi mungkin teman-temanku yang lain akan bertindak lebih dari itu" jawab mahluk Putih, "eh... Jadi apa yang harus kulakukan" tanya Naruto tidak mengerti, "saat kau melawan Jingga dan Merah aku yakin itu bukan kekuatanmu sebenarnya" ucap mahluk putih memberi jeda "dan jika aku gagal mencegah teman-temanku, aku harap kau bisa menjaga alam semesta ini" ucapnya lagi, "hahaha... Tentu saja" ucap Naruto mengepalkan tangannya, "aku akan selalu menjaga teman-temanku" ucapnya lagi, "ternyata benar cerita itu, hm... Aku percaya padamu" ucap mahluk Putih dan langsung terbang meninggalkan Naruto.
-FLASH BACK END-
"Hm... Begitu ya, tapi itu juga pernah terjadi pada kami, bahkan kami memiliki keluarga seorang android" ucap Gohan yang selesai mendengakan Naruto dan dia menghela napas, "aku harap semuanya akan baik-baik saja" ucapnya lagi.
Hm ayo kita pergi lebih jauh ke negri Suna...
"Android dari planet lain" ucap Gaara tidak mengerti dengan surat yang diberikan oleh Hokage dan melirik saudara-saudaranya dan dibalas gelengan kepala oleh mereka.
'Tok_tok_tok_
"Masuk" ucap Gaara dan masuklah beberapa orang membawa tandu dan disana ada seseorang terluka, dia adalah Jounnin yang di tugaskan menjaga sebuah acara pernikahan di sebuah desa dekat perbatasan bersama dua rekannya, "ada apa" tanya Gaara kaget melihat ninja selevel Jounnin dalam keadaan seperti itu, pasti lawannya sangat kuat, "hi..hijau me..mengerikan..."Ucap Jounnin itu lalu mati dia sudah bertahan untuk melaporkan itu. Lalu semua orang tadi kembali membawa tandu itu keluar.
"Ka Temari, ka Kankurou..." Ucap Gaara dibalas anggukan dari mereka berdua lalu mereka pergi keluar.
Ayo kita tengok di desa dekat perbatasan...
'JDUARRR'
"Hahaha... Jika ada yang berani keluar dari lingkaran yang telah kubuat lagi, kalian akan sama seperti dia" ucap mahluk Hijau menunjuk hasil dari akibat melanggar peraturan, "Kyaaa... Lepaskan aku" ucap seorang gadis yang ternyata dari tadi di peluknya, "huh dari pada kau menikah dengan manusia bodoh itu lebih baik kau menikah denganku" ucap mahluk itu yang memeluk mempelai wanita dalam pesta pernikahan itu di saksikan orang-orang yang pasrah tidak bisa melakukan apa-apa, toh mempelai prianya saja yang paling duluan sembunyi.
Di atas pohon cukup jauh dari orang-orang disekap...
"Sial... Kenapa mereka berpencar, jika seperti ini bagaimana kita bisa membunuh mereka secara bersamaan" frustasi seorang gadis 1, "tapi jika kita terlalu lama membiarkannya itu akan memperbanyak korbannya" ucap gadis 2, "huh, sudah kubilang kita serahkan saja pada ayah kalian dia pasti bisa menyelesaikannya" ucap seorang bocah satu-satunya di sana dibalas tatapan kedua teman-temannya, "siapa suruh kau ikut" ucap gadis itu bersamaan, "heh... Aku kan tidak mau kalian kenapa-kenapa" ucap bocah itu
"Hahaha... Kau mau kemana ayo cium aku istriku" ucap mahluk Hijau lalu memonyongkan bibirnya pada wanita yang sedari tadi minta di lepas, tapi sebuah cahaya yang sangat cepat menghampirinya.
"BLARRRR"
Seluruh panggung tempat mahluk Hijau tadi berada hancur seketika, tapi si mahluk Hijau tidak kena lalu dia menapak ketanah membaringkan tubuh mempelai wanita yang sudah pingsan, "heh... Siapa yang berani mengganggu kesenanganku" ucap mahluk Hijau itu.
Lalu munculah tiga orang didepannya...
"Heh...bocah" ucap mahluk Hijau itu
Bersambung...
