EstrellaNamikaze: Thanks dah mau review, kalau soal itu kita ikuti aja ceritanya, di chapter ini ada salah satunya.

Naruto: 18 tahun Goten: 18 tahun Trunks: 19 tahun Pan:11 tahun Bra: 12 tahun Uub: 14 tahun Teman-teman Naruto: tinggal di hitung dari umur Naruto sesuai manganya.

Declaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto and Dragon Ball Z/GT belong to Akira Toriyama and Toei Animation Warning : AU, OC dan OOC banget Rate : T

CHAPTER 5: Invasi Android Nila

-FLASH BACK-

"Ugh... Aku belum memberi tau Gohan jika dia harus membunuh Android itu secara besamaan" ucap Bulma yang melihat pesawat terbang beberapa menit yang lalu, "eh... Memangnya kenapa Bulma" tanya Chichi yang melihat tingkah Bulma, "para Android bisa mencapai titik sempurnanya bila delapan temannya mati, jadi mereka harus membunuh mereka semua dalam waktu bersamaan" jawab Bulma lalu dia mengambil sebuah kapsul dan melemparkannya ke depan,

_BLAARRRR_

Lalu munculah sebuah pesawat luar angkasa lainnya, "aku rasa aku harus pergi menyusul mereka" ucap Bulma, "aku ikut" teriak Pan tapi Chichi langsung memarahinya dan Pan hanya mengembungkan pipinya, "hahaha... Tidak perlu Pan, aku akan pergi dengan Yamcha saja" jawab Bulma mengajak Yamcha yang kebetulan sedang berlibur kesana, "heh... Baiklah kalau begitu aku akan mempersiapkan diri dulu" ucap Yamcha lalu dia pergi dari tempat itu di ikuti oleh Bulma, Videl dan Chichi yang tidak melihat Pan sedang tersenyum jahat.

Tap_

Pan naik kedalam pesawat menuju ruang kendali pesawat itu dan duduk di kursi pilot dia memperhatikan semua tombol sampai sebuah tepukan di bahu mengagetkannya, "eh... Ada apa Bra, kau tidak bisa menghentikanku" ucap Pan yang lupa akan keberadaanya, "memangnya kau bisa mengemudikannya sendiri" ucap Bra dan terlihat senyum gaje diantara mereka, hm ternyata Bra sudah tercemar kenakalan Pan, bahkan Pan lah yang mengajari Bra bertarung.

Lalu Bra duduk disamping Pan dan mengetikan sesuatu yang terlihat membuka password, dan satu langkah lagi memencet tombol terbang, tapi ada yang mengganggunya, "maaf nona-nona, spertinya rencana kalian telah ketauan" ucap orang itu yang ternyata dia Uub, Pan dan Bra saling berpandangan lalu mereka langsung tersenyum gaje lagi, dengan cepat tangan mereka berdua bersama-sama menekan tombol terbang, yang mengakibatkan Uub tersentak kebelakang akibat getarannya, dan pesawatpun lepas landas.

-FLASH BACK END-

"Baiklah Pan Bra kalian pindahkan para penduduk" ucap Uub pada teman-temannya dibalas tidak terima oleh Pan "enak saja aku ingin bertarung" ucapnya, Uub mendengus kesal karna Pan susah sekali di atur, tapi Bra sudah pergi yang membuatnya sedikit lebih tenang, "ya sudahlah" ucap Uub memasang kuda-kuda.

"Huh... Kalian mau apa bocah, jika mau bermain bukan disini tempatnya" ucap mahluk Hijau yang kesal karna kesenangannya diganggu, tapi dia melihat kesenangan lain saat Pan berubah ke mode Saiya, "hm... Bangsa Saiya ya, ini menyenangkan" ucapnya lalu memasang kuda-kuda dan melesat maju.

_Buakh_

Pan terkena pukulan membuatnya terpental jauh, lalu dia berdiri mengelap darah yang keluar dari bibirnya, disana dia melihat Uub dan mahluk Hijau sedang beradu tinju jarak dekat, "sial, aku lengah" ucapnya langsung melesat, terjadilah pertarungan dua lawan satu, _Duakh_JDUGH_jder_brak_aw_ pukulan demi pukulan di arahkan pada lawan masing-masing, sampai sebuah kesempatan Uub berhasil menendang wajah mahluk Hijau sampai menabrak rumah warga.

Lalu Pan dan Uub melesat mendekat tapi sebelum sampai sebuah cahaya sangat cepat keluar dari reruntuhan yang membuat mereka harus menyingkir, Pan dan Uub sama sama mengarahkan kedua telapak tangannya kereruntuhan itu dan.

_JDUUAARRR_

Sebuah ledakan yang dasyat terjadi, dan terlihatlah mahluk Hijau terengah-engah di atas, "sial..." Ucapnya lalu dia merentangkan tangannya munculah cahaya bulat di setiap tanganya dan melemparkan ke arah Pan dan Uub.

_BLAARRR_

Terciptalah asap tebal disana dan terdengar suara gadis, "Ka..me..ha..me..ha..." Didalam asap keluar cahaya cepat menghampiri mahluk Hijau, karna dia tidak sempat menghindar maka dia menahannya dengan kedua tangannya.

_BLARRR_

Cairan berwarna hijau mengalir di tangannya membuat si pemilik tangan mengerang kesakitan, belum sempat berkonsentrasi Uub dan Pan sudah berada didekatnya dan menghajarnya, sampai sebuah pukulan telak Pan membuat mahluk Hijau terpental kebawah menghantam tanah, menggerus beberapa meter tanah di sana.

Pan dan Uub menapak ketanah mendekati Android yang tergeletak tidak berdaya, dia kalah mungkin karna dua lawan satu, "hm..." Gumam Uub mengarahkan tangan kanannya dan 'BLAARRR' meledakan Android itu sampai hancur berkeping-keping, lalu mereka saling memandang dan tersenyum penuh kemenangan, Pan kembali ke mode biasa lagi.

Saat berbalik ternyata ada dua orang yang berhadapan dengannya.

"Jadi ini Android yang diceritakan Hokage, dia sperti anak kecil" bisik Kankurou pada Temari, mereka baru datang tanpa melihat kejadian dari awal "ya dilihat dari penampilan mereka sangat aneh" balas Temari lalu dia melangkah kedepan.

"Huh... Apa kalian yang melakukan kekacauan ini" tanya Temari pada Pan dan Uub, "kalau iya, memangnya kenapa" balas Pan ketus membuat temari menggeram kesal, "kalian harus ikut kami kedesa" ucap temari, "kenapa, apa salah kami" jawab Uub tak terima, "hei, kalian telah menghancurkan acara pernikahan hitam" teriak Kankurou yang membuat Uub marah, "jika kami tidak mau, memangnya kenapa" ucap Pan yang tidak terima temannya di kata-katain, "hm... Kalian harus ikut kami" ucap Temari lalu mendekati Pan dan memegang pundaknya.

_Buakh_

Tinjuan Pan mengenai perut Temari hingga terpental beberapa meter, Kankurou tidak tinggal diam tapi dia dihadang oleh Uub, "akulah lawanmu belang" teriaknya, "apa katamu Hitam" balas kankurou, Uub langsung melesat dan memukul wajah Kankurou sampai terpental jauh.

Temari vs Pan

Temari mencoba berdiri dengan memegang perutnya, "ugh... pukulannya benar-benar menyakitkan" gumam Temari lalu menatap Pan yang sedang Tersenyum, sesaat Pan langsung melesat maju, Temari tidak tinggal diam, dengan cepat mengibaskan kipasnya 'WUSHH' angin sangat kencang menghantam Pan membuat dia terpental menembus beberapa rumah-rumah penduduk, untung sudah tidak ada penduduk disana, lalu Temari melompat keatas genting sebuah rumah, memperhatikan reruntuhan tempat Pan tertimbun.

Lalu tiga buah cahaya berukuran kecil keluar dari reruntuhan bangunan itu dengan cepat ke arah Temari, dengan reflek cepat dia mengibaskan kipasnya membuat cahaya itu terpencar kesegala arah dan meledakan beberapa rumah penduduk, "sial... Aku harus berhati-hati padanya" ucap Temari, beberapa saat kemudian terjadi ledakan di reruntuhan itu membuat debu berterbangan kemana-mana, lalu debupun menipis menyisakan Pan yang sudah dalam mode Saiya dengan sebuah cahaya mengelilinginya.

"A..apa itu, dia berubah" kaget Temari yang menyaksikan Pan yang rambutnya berubah menjadi kuning dengan cahaya mengelilinginya dan terlihat sebuah seringai pada bibir Pan, lalu Pan melesat dengan kecepatan penuh,

_BUAKH_

Tinjuannya mengenai Temari yang membuat dia terpental jauh keatas, Temari melihat kebawah dan terlihat Pan terbang kearahnya, dengan sekuat tenaga Temari mengayunkan kipasnya 'WUSSH" sebuah angin yang jauh lebih kuat dari yang pertama berhasil membuat Pan terpental jatuh ketanah dengan sangat keras, terlihat sebuah kawah di tempat Pan terjatuh,

_Bruk_

Temari terjatuh tidak jauh dari tempat Pan terjatuh lalu dia mengelap darah yang keluar dari mulut dan hidungnya,lalu dengan cepat pandangannya mengabur, untuk pertama kalinya dia jatuh dari ketinggian dua ratus meter dari permukaan tanah membuatnya tak sadarkan diri.

Uub vs Kankurou

Terlihat Kankurou terlgeletak ditanah tapi Uub langsung melesat lagi hendak menendang Kankurou, saat akan menendang sebuah pisau menyabet kakinya membuat dia meringis kesakitan dan melompat beberapa kali kebelakang, lalu dia memegang kakinya yang berdarah dan dia merasakan sedikit pusing dikepalanya, lalu dia memandang kedepan sebuah boneka mendekat lalu dengan cepat dia mengarahkan tangannya.

_JDUUAARRR_

"Hah...hah...hah..!" Uub mendesah, keringat dingin menjalar di tubuhnya, dia merasakan pusing yang sangat hebat, dia memandang lagi kedepan, sebuah boneka lebih besar mendekatinya membuat dia panik tidak bisa bergerak lalu dia memejamkan matanya, beberapa senti lagi boneka itu hendak menebasnya.

_BRAAKK_

Terdengar sebuah benda keras bertabrakan, dengan takut Uub membuka matanya dan terlihat sebuah dingding pasir menghalangi dirinya dari boneka itu, "huh" Uub menghela napas lega beberapa saat kemudian dia pingsan.

Hmm... Ayo kita pindah dulu dari sana kesuatu tempat...

Air terjun mengalir dengan indahnya disana, dan terlihat mahluk berwarna Putih di atas sana, terlihat dia sedang memejamkan matanya menikmati udara di sekitar sana sampai terdengar seseorang turun di belakangnya.

"Hm... Aku sudah menunggumu dari tadi" ucap mahluk Putih pada seseorang yang berada di belakangnya, "heh... Tak kusangka kau sedang menunggu kematianmu sendiri" ucap mahluk dibelakangnya yang ternyata si mahluk Ungu, lalu mahluk Putih berbalik menghadapnya "kau tau profesor hanya menginginkan kita membunuh para Saiya, tapi dilihat dari sifatmu bahkan teman sendiripun kau korbankan demi kepentinganmu sendiri" ucap mahluk Putih menatap tajam pada mahluk Ungu, "hehehe... Kau memang pintar Putih, Hijau telah mati di tangan bangsa Saiya, dia lebih terhormat, tapi kau akan mati ditanganku" ucap mahluk Ungu, "huh... Tidak semudah itu kau mengalahkanku" balas mahluk Putih lalu mereka berdua memasang kuda-kuda.

Dengan cepat mereka berdua melesat menghantamkan tinjuan terbaik mereka, 'Buakh, dag, dig, dug, derr' terdengar suara pukulan mereka menggema disana, mereka saling pukul dalam jarak dekat, sampai sebuah tendangan telak mahluk Putih mengenai perut mahluk Ungu sampai dia terpental jatuh kebawah air terjun, 'JUBBAARRR' mahluk Ungu tenggelam di bawah air terjun, dengan cepat mahluk Putih melesat kebawah tapi tertahan karna sebuah cahaya keluar dari air dengan cepat melesat kearahnya, dengan sigap mahluk Putih menangkis cahaya itu, membuat cahaya itu berbelok menghantam dingding di samping air terjun, membuat ledakan yang cukup besar, lalu mahluk Putih mengarahkan kedua telapak tangannya ke tempat mahluk Ungu tadi tenggelam, dengan cepat cahaya yang sangat besar keluar dari tangannya menghantam sasaranya,

_BLAARRR_

Untuk beberapa saat dibawah sana menjadi kawah yang kering sampai kawah itu telah terisi oleh air,
"Hah...hah...hah..." Mahluk Putih kelelahan karna tenaga yang dikeluarkan tadi sangat besar, lalu dia memperhatikan kebawah sana sampai tiga buah cahaya melaju cepat keluar dari air menuju dirinya, karna tidak ada waktu untuk menangkis dia pun hanya menghadang cahaya itu dengan menyilangkan kedua tangannya di depan kepalanya,

'JDUAARR,JDEEERR,JDAAARR'

Ledakan tiga kali beruntun menghantam mahluk Putih, membuatnya mengerang kesakitan, belum sempat berkonsentrasi mahluk Ungu melesat keluar dari dalam air menghantamnya, sampai terpental ke dalam air terjun di belakangnya membuat beberapa retakan di dingding sekitar air terjun,

Mahluk Ungu memperhatikan air terjun itu sesaat lalu dia mengangkat tangan kanannya ke atas, terciptalah sebuah bola cahaya yang sangat besar di atasnya, lalu dia lemparkan kearah air terjun itu,

_BLLAAARRR_

Sebuah ledakan yang sangat besar terjadi disana dan tidak terlihat ada air terjun lagi disana, mahluk Ungu masih berkonsentrasi memperhatikan arah tempat air terjun tadi, sampai sebuah cahaya menyelimuti seluruh tubuhnya, dia tersenyum senang, lalu dia terbang pergi dari sana.

Hm... Ayo kita kembali ke Konoha dulu...

_Tap_

Sesosok mahluk berdiri di atas gerbang Konoha dengan senyum senangnya, "wah...wah...banyak orang ya disini bagaimana kalau aku rubah tempat ini jadi kuburan" ucap mahluk itu tersenyum jahat,

Di rumah sakit Konoha...

Trunks mengalihkan pandanganya dari luar jendela, terlihat disana Tsunade, Gohan, dan Bezita sedang mengobrol disana, Naruto, Sakura, dan Goten sedang berdebat hal yang tidak penting dan Hinata yang masih terlelap disana, "Hah..." Trunks menghela napas bosan entah itu sudah yang keberapa kalinya, lalu dia memperhatikan sekeliling tempat itu sampai dia melihat beberapa gelas air putih dan dia berjalan mendekatinya, saat hendak mengambil air Trunks melihat sebuah getaran dalam air minum itu, dengan cepat dia mengarahkan pandangannya kearah luar jendela, terlihat sebuah cahaya besar menuju kearahnya, "Cepat keluar dari sini" teriaknya yang mengagetkan yang lainnya lalu dia melesat kearah jendela memecahkan kaca jendela dan keluar dari sana di ikuti yang lainnya,

_BLAARRRHH_

Dalam sekejap setengah desa Konoha sudah lenyap menjadi padang gurun.

_tap_tap_tap_

Beberapa orang turun di sebuah tempat, disana ada Tsunade,Gohan,Bezita,Goten,Trunks,Sakura,Shizune dan Naruto yang sedang menggendong Hinata, tapi bukan mereka saja di belakangnya juga ada beberapa orang yang turun disana, terlihat Shikamaru yang sedang menggendong Ino,Chouzi,Kakashi yang menggendong Sai, dan Kiba yang dibawa oleh keluarganya, dan terlihat beberapa keluarga ninja yang berhasil menyelamatkan keluarganya.

"Sial... Kenapa mereka menyerang secepat ini" ucap Gohan lalu dia langsung berubah kemode Saiya dan melesat kearah datangnya cahaya tadi, di ikuti oleh Bezita,Goten,dan Trunks yang juga sudah masuk dalam mode Saiya.

"Na...Naruto..." Ucap Hinata gugup yang terganggu istirahatnya, dan malah sekarang lagi di gendong Naruto, "eh... Hinata kau sudah bangun" tanya Naruto, "i..iya.. Ada apa Naruto" Hinata balik bertanya, belum sempat menjawab Tsunade sudah memerintahkan semuanya membawa pasien kekantor Hokage, kantor Hokage tidak kena karena sedikit jauh dari ledakan yang terjadi, lalu Naruto melesat kearah sana diikuti yang lainnya,

Sesampainya di kantor Hokage, lalu Naruto menurunkan Hinata di salah satu kasur yang ada disana, dan menitipkanya pada Sakura, di balas anggukan dari Sakura, lalu dia melesat keluar menuju para Saiya berada.

di atas terlihat Bezita,Gohan,Goten dan Trunks sedang bertarung dengan mahluk berwarna Nila, empat lawan satu tidak seimbang, tapi ternyata pertarungan itu terlihat seimbang.

_tap_tap_tap_

Naruto sampai kesana, lalu dia melihat ke atas, melihat orang-orang bertarung pada ketinggian empat ratus meter dari permukaan tanah, "huh... Aku benci, manusia terbang" ucapnya lalu dia menggigit jarinya dan merapalkan sebuah jutsu.

_BLAARR_

terjadi sebuah ledakan disana, dan munculah Gamabunta si katak raksasa, "ada apa memanggilku Naruto" tanyanya, sebelum menjawab Naruto melompat terlebih dahulu keatas kepala Gamabunta, "lihatlah keatas sana" jawab Naruto lalu Gamabunta mendongkakkan matanya ke atas dan terlihat beberapa orang sedang bertarung, "dan aku ingin kau melompat" lanjut Naruto lagi,

"Kau gila Naruto, aku tidak bisa melompat setinggi itu" jawab Gamabunta melihat ngeri ketinggian orang yang sedang bertarung, lalu Naruto tersenyum dan merogoh kantongnya, di keluarkannya kunai bersegel, "lompatlah setinggi yang kau bisa" ucap Naruto,

Gamabunta mengancang-ancang lompatannya agar dia bisa melompat setinggi mungkin, _SYUT_ Gamabunta melompat dengan kecepatan penuh, saat ketinggian tiga ratus meter lompatan Gamabunta mulai melambat yang berarti itu sudah batasnya, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan Naruto melemparkan kunainya kearah mahluk Nila dan menyiapkan rasengan.

Mahluk Nila sedang menangkis serangan demi serangan para Saiya sampai dia merasakan ada sebuah kunai di bawahnya, lalu dia menghindarinya membuatnya tidak fokus dari pertarungan, melihat hal itu membuat Naruto senang dan segera berpindah tempat, tapi tidak disangka mahluk Nila sudah tidak ada bahkan para Saiya juga tidak ada, mereka sudah ada di bawah, ketidak fokusan mahluk Nila dimanfaatkan Gohan untuk menendangnya sampai terjatuh ketanah dan langsung mereka kejar, belum sempat terkejut Naruto melihat kebawah dan langsung merasa mual, "HUWWAAA" teriak Naruto yang jatuh dari ketinggian seperti itu, tentu saja dia berharap Gamabunta cepat menangkapnya, saat sebentar lagi dia mencapai tanah,

_GREEPP_

Sebuah tangan besar menangkapnya, "Sasuke" kaget Naruto lalu dia diturunkan dan terlihat Sasuke di sampingnya, "Teme kenapa kau keluar dari penjara" teriak Naruto yang takut hukuman Sasuke bakal di perpanjang karna kabur dari penjara, "Hn, lalu kenapa kalian menghancurkan penjaraku" ucap Sasuke membuat Naruto melihat situasi sekitar yang sudah tidak karuan, "hehe.. Sudahlah kau sudah tau kan mereka siapa?" Tanya Naruto, "Hn, Sakura sudah menceritakannya" jawab Sasuke, "sudah kuduga, ayo kesana" ucap Naruto yang langsung berlari diikuti Sasuke menuju para Saiya berada.

Bersambung...

Jika kalian bertanya kemana Gamabunta, dia keseleo, karena kesalahan dalam mendarat.