Tittle : Uri Dongsaeng

Chap ; 4

Main Cast : Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun

Park Jungsoo as Choi Jungsoo

Choi Siwon as Choi Siwon

Lee Sungmin as Choi Sungmin

Lee Donghae as Choi Donghae

Rate : T

'Seminggu lagi hari ulang tahunnya, Hae-hyung. Apa yang harus aku beli buat dijadiin kado ya?' Seorang namja berambut ikal coklat sedang duduh termenung dipinggir kolam.

Beberapa hari kemarin ia habiskan ditempat tidur karena sakit yang dideritanya akibat kelelahan. Setelah merasa baikan, ia meminta -tepatnya memaksa- keempat hyung-nya untuk mengijinkan ia masuk sekolah. Perdebatan dilalui dengan panjang, akhirnya mereka pun luluh setelah melihat airmata buaya Kyuhyun.

Kini ia menghabiskan akhir pekan sendirian dirumah. Saudara-saudaranya sedang pergi kekantor untuk bekerja. Sahabatnya Changmin sedang berlibur bersama keluarganya keluar kota.

'Aish, apa aku saja namja yang jarang main keluar.'

Tiba-tiba saja ia mendapatkan ide untuk membunuh rasa bosannya. Diambilnya ponsel yang tergeletak pasrah disampingnya. Kemudian mendial seseorang.

"Yeobeoseyo... Bum-hyung?" Ternyata yang ia hubungi adalah Kim Kibum. Saudara dari teman kakaknya, Donghae.

/Waeyo, Kyunnie?"/

"Apa sekarang ada waktu? Temani aku bermain keluar, ne? Mau ya?" Nada memohon yang kentara dari kalimat yang Kyuhyun lontarkan.

/30 menit lagi temui aku di Lotte Mall./

"Ne, 30 menit lagi kita bertemu. Gomawo, hyungie."

Flip!

Sambungan jarak jauh tersebut berakhir. Dengan wajah penuh semangat ia bangkit dan melesat menuju kamarnya.

Ia bersiap akan bertemu dengan Kibum. Hyung yang baru sekali ditemuinya dan langsung mengagumi sosok Kibum karena kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki oleh namja bermarga Kim tersebut.

Tak lama ia sudah siap dengan style casual. T-shirt putih polos dengan jeans berwarna hitam dan juga sepasang sepatu kets berwarna putih. Dompet dan ponsel ia masukkan kedalam sebuah tas selempang kecil yang memang diperuntukan lelaki.

"Choi Kyuhyun selalu tampan." Pujinya sendiri.

Ia pun melangkah meninggalkan kamarnya. Didepan rumah, sang supir sudah siap untuk mengantarkan tuannya menuju tempat yang dituju.

.

.

.

"Mianhae, sudah menunggu lama, Kyu?" Kyuhyun menoleh. Matanya menangkap sesosok namja yang memiliki wajah tampan namun terkesan dingin.

"Ani, Bum-hyung." Kibum nama namja itu mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas.

"Sekarang kita mau ngapain?" Kibum mengambil ponselnya saat terasa getaran dari dalam celananya.

Kyuhyun menjelajah toko-toko yang ada disekitarnya. Sesungguhnya ia belum tau apa yang akan dibeli untuk ulangtahun sang kakak. Tanpa sadar ia menggembungkan pipinya kesal. Kibum yang melihat itu tersenyum.

"Tujuanmu mengajakku kesini apa, Kyuhyunnie." Namja yang lebih tua beberapa tau darinya mencoba untuk menahan senyumannya supaya tidak semakin lebar saat melihat ekspresi nama didepannya.

"Aku tidak tahu, hyung. Tadinya aku ingin membeli hadiah untuk ulangtahun Donghae-hyung. Tapi aku tidak tahu harus membeli apa." Wajah manisnya tertekuk. Ia sungguh-sungguh tidak mendapatkan pencerahan hari ini. "Bum-hyung tahu apa kesukaan Donghae-hyung? Atau barang yang diinginkannya, mungkin?"

"Tidak perlu susah-susah, Kyu. Apapun yang kamu berikan, Hae-hyung pasti menyukainya. Apalagi itu berasal darimu." Kibum kembali melihat wajah Kyuhyun yang sering mengeluarkan berbagai macam ekspresi. "Apa kamu tau kesukaannya? Hobi misalnya.."

Kedua alis Kyuhyun saling bertaut. Nampaknya ia sedang berpikir keras kali ini sampai tidak menyadari ia ditinggal oleh Kibum.

"Tunggu aku, Bum-hyung." Dengan tergesa-gesa namja bermarga Choi itu mengejar Kibum.

.

.

"Nah sekarang pilihlah.." kini keduanya sedang berada disebuah toko yang menyediakan banyak aksesories handphone.

"Apa hyung yakin, Hae-hyung akan menyukainya?" Terlihat keraguan dari kedua manik coklat milik Choi Kyuhyun.

"Percayalah.."

"Baiklah.." Kyuhyun berkeliling mencari hadiah yang pas untuk hyung-nya yang terkadang polos itu.

Kedua matanya menangkap sebuah headphone berwarna putih dengan hiasan unik. Tanpa pikir lagi ia mengambil itu dan membawanya ke kasir tentunya untuk dibayar dan dibungkus.

Tak berapa lama, mereka sudah keluar dengan Kyuhyun menenteng sebuah paper bag. Wajahnya begitu berseri-seri. Senyuman tak hilang dari wajahnya.

Kini mereka menuju kesebuah food court untuk mngisi perut mereka yang sedang lapar. Apalagi Kyuhyun, perutnya berontak minta diisi. Kadang-kadang ia meringis saat rasa sakit diperutnya karena belum makan.

"Nanti hyung datang yah ke acara ulang tahun, Hae-hyung."

"Aku tidak suka pesta." Kibum kembali berkutat dengan smartphone-nya sambil menunggu makanan datang yang sebelumnya sudah mereka pesan.

"Aniyo, bukan pesta besar, hyung. Hanya pesta kecil." Namja yang merupakan adik dari seorang pengusaha terkenal itu kembali melihat sebuah kado dengan warna biru laut. "Hanya makan-makan di Restaurant Seafood. Datang yah, hyung."

"Lihat nanti, arra?"

"Arraso." Kyuhyun dan Kibum menikmati makanannya yang sudah datang. Binar kebahagiaan terlihat dari kedua mata Kyuhyun saat melihat semangkuk jjangmyeon dihadapannya. Membuat Kibum tersenyum tipis.

.

.

.

Seminggu berlalu hingga akhirnya waktu istimewa Donghae tiba juga. Di rumah semua saudaranya termasuk Kyuhyun memberikan selamat pada namja yang sangat menyukai hewan air itu. Tawa bahagianya tak hilang dari wajah tampan tersebut.

"Gomawo untuk kejutannya, hyungdeul, dongsaengdeul.." ucapnya dengan airmata keluar dari kedua matanya.

"Jangan cengeng.." balas Sungmin. Ia mengambil pisau kue untuk memotong tart-nya. "Kajja potong kuenya."

Donghae mengangguk. Kemudian tangannya yang memegang pisau mengarahkan pada tart yang berhiaskan banyak strawberry. Ia memindahkan potongan pertama kue tersebut pada sebuah piring kecil.

Kue pertama ia berikan pada dongsaeng terkecilnya, Kyuhyun. "Kajja makan, Kyu."

Dengan senyuman kebahagiaan, Kyuhyun membuka mulutnya dan memakan makanan yang disodorkan oleh sang kakak. Ia tidak menyangka bahwa ia akan menghabiskan waktu bersama keempat hyung-nya yang super sibuk tersebut.

"Besok kita jadi makan-makan kan, hyung? Aku sudah mengajak Bum-hyung dan Wookie-hyung."

Donghae menatap dongsaeng-nya yang sedang menikmati sepotongkue yang baru saja ia potong sendiri. Sedikit krim menempel disudut bibirnya. Membuat tangannya gatal ingin membersihkan sedikit kotoran tersebut.

"Makan yang benar, Kyu. Seperti bayi saja." Ucap Donghae sambil tersenyum dan tangannya bekerja membersihkan sudut bibir sang adik. "Ne, besok kita akan makan-makan. Wah Kibumie dan Ryeowookie akan datang juga.. senangnya."

Kyuhyun sedikit cemberut saat ia dibilang 'seperti bayi'. Dengan pipi menggembung ia menjawab ucapan kakaknya. "Aku bukan bayi, hyungieeee~~"

"Tapi bagi kamu, kamu adalah our little baby." Ucap Sungmin dengan anggukan persetujuan dari yang lainnya. Kyuhyun semakin menggembungkan pipinya yang chubby.

'Jika terus menggembung lama-lama pipiku akan meletus.. haaahhh~~'

Ia hanya bisa pasrah sekarang. Melawan pun percuma, pasti akan dibalas oleh keempat hyung-nya itu.

"Hae-ah, mianhae besok hyung bersama Sungmin ada rapat mendadak. Tak apa jika kalian pergi bertiga saja?" Leeteuk baru ingat bahwa besok ia dan adiknya, Sungmin, ada rapat mendadak. Padahal rencananya mereka akan makan-makan diluar untuk merayakan hari ulangtahunnya Donghae.

Kyuhyun baru akan membuka mulutnya untuk melancarkan protes atas ucapan kakak tertuanya itu. Sebelum hal itu terjadi, Leeteuk sudah berucap kembali. "Ini rapat penting, Kyu. Rapat yang akan membentangkan nama besar perusahaan kita di perdagangan daerah China dan Eropa, jadi hyung tidak bisa membatalkannya."

Mendengar hal itu membuat Kyuhyun mengatupkan kembali bibirnya erat-erat. Kata-kata yang akan ia ucapkan, hilang begitu saja saat melihat wajah serius milik Leeteuk.

"Ne, gwenchana, hyung. Aku, Siwon dan Kyunnie akan pergi besok. Semoga rapatnya lancar, hyung."

Leeteuk tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Sungmin hanya tersenyum manis. Sedangkan Siwon tertawa lebar.

"Melihat senyumanmu itu, hyung. Membuatku memiliki firasat buruk esok hari." Ucap Kyuhyun sambil memeluk tubuhnya yang tiba-tiba menggigil.

"Hahaha.. kamu kira besok akan ada yang meracuni makanan kita.. APPO!"Siwon mengaduh saat kepalanya terasa sakit akibat pukulan seseorang. "Kenapa hyung malah memukul kepalaku sih?!"

Tersangka pemukulan ternyata adalah Donghae. Ia menatap dongsaeng-nyaitu dengan tatapan menegur. 'Jangan-bicara-yang-macam-macam!'

"Mianhae.." ucap Siwon akhirnya.

"Baik-baik kalian disana, dan Kyunnie makanlah yang banyak ne.." nasihat Sungmin. Kyuhyun mengangguk singkat.

"Siwonnie, jaga hyung dan dongsaengmu.." leeteuk pun ikut memberi pengarahan kepada ketiga dongsaeng-nya. "terutama Donghae, dia tidak bisa lihat tempat dan akan bertindak diluar umurnya."

Siwon dan Kyuhyun terkikik geli mendengar penuturan kakak tertua mereka. Memang apa yang dikatakan Leeteuk itu benar adanya. Jika Donghae merasa senang, dia akan mengekspresikannya bisa dengan melompat-lompat layaknya anak kecil. Jika bersedih ia akan menangis.

Mendengar hal itu, Donghae hanya menggembungkan kedua pipinya. "Hyung jahat, aku itu sudah dewasa hyung. Bukan anak kecil lagi. Aku bukan seperti Kyunnie.."

"Aish… Hyung lebih kekanakan daripada aku tahu ga hyung.." ujar Kyuhyun menahan kekesalan.

"Sudah.. sudah.. yang pasti kalian berdua jaga dongsaeng kalian, Kyuhyun.." Leeteuk melihat tatapan protes dari adik bungsunya dan itu membuat Leeteuk harus menahan senyum. "Saling jaga. Itu intinya."

Merasa puas dengan jawaban Leeteuk, namja berumur 17 tahun itu mengangguk. Leeteuk kembali tersenyum saat kedua matanya menangkap mimik ketidak puasan akan jawaban yang baru saja ia lontarkan.

"Waeyo, Kyunnie?" Tanya Sungmin saat ia melihat ekspresi yang ditunjukkan Kyuhyun.

"Aniyo, hyung."

"Manja.." ucap Siwon. Sang adik tentu saja mendengar dengan jelas karena Siwon tepat berada disampingnya.

Buk!

Kyuhyun memukul lengan kekar milik Siwon namun tentu saja tidak terpengarus sama sekali mengingat Siwon begitu rajin berolahraga. Beberapa kali Kyuhyun mencoba memukul kakaknya namun tetap tidak berefek sama sekali hingga akhirnya ia menyerah.

"Mulai besok kita akan ke gym bersama. Bersiaplah, Baby Kyunnie.."

"MWO?! Buat apa aku ke Gym bersamamu?! Dan berhenti memanggilku 'baby'!" Kyuhyun bisa menjadi uring-uringan jika berhadapan dengan kakaknya yang satu ini.

"Pukulanmu tidak terasa sama sekali, baby. Makanya hyung mengajakmu ke Gym agar kamu bisa kuat untuk memukul, hyung.." Siwon berucap dengan sangat lugas. Ia sungguh menikmati ekspresi yang disuguhkan oleh sang adik.

"Siwon-ah, berhentilah menganggu Kyuhyun." Siwon tersenyum lebar saat mendengar teguran halus dari sang kakak. "Kyunnie, jangan terpancing dengan ucapan kakakmu. Kajja bersihkan tubuhmu dan segeralah tidur."

"Ne, hyung." Kyuhyun bangkit dan berjalan menuju kamarnya. "Kuda yang sangat menyebalkan." Gumam Kyuhyun yang tentunya dapat didengar oleh yang lainnya.

.

.

"Kita akan makan besar hari ini. Kalian siap, Siwonnie, Kyuhyunnie?!"

Kini ketiganya telah sampai disebuah restaurant seafood yang menyediakan menu sushi juga. Ketiganya nampak antusias.

"Ne~~!" Seru Siwon dan Kyuhyun saat mendengar pertanyaan dari Donghae. Pengunjung lain melihat kearah mereka dengan pandangan geli.

Entah, sepertinya Siwon lupa akan nasihat Leeteuk soal Donghae, pasalnya ia pun bersikap kekanakan saat ini. Berseru layaknya anak kecil yang senang karena akan diberi hadiah.

"Kibummie dan Ryeowookie belum datang?" Tanya Siwon.

Donghae dan Kyuhyun menggeleng. Tak ada pemberitahuan mereka berdua akan datang telat atau membatalkan pertemuannya hari ini.

"Mianhae kami terlambat, hyung." Terdengar suara seseorang dibelakang mereka.

"Bum-hyung! Wookie-hyung! Kalian datang juga kesini." Kyuhyun begitu senang saat melihat kedatangan Kibum.

"Tentu saja, Kyu. Kita kan mau makan-makan disini." Ryeowook membalas ucapan Kyuhyun. "Dan tentu saja gratis."

"Dasar.." ucap Donghae sambil tersenyum. "Kajja makanan sudah datang. Kita mulai saja, ne…"

"Yeaaahhh!" Semuanya menyerbu makanan tak terkecuali Kibum. Namun ia tetap bersikap tenang tidak seperti keempat namja lainnya.

Ia agak malu juga dengan pengunjung lagi. Karena tempat mereka yang paling ribut disana. Ia berpikir, kenapa Donghae tidak memesan tempat VIP saja.

Kyuhyun yang bisa mengerti jalan pikiran namja disampingnya saat ini menghentikan kunyahan makanannnya. Kemudian dengan mata bulatnya seperti anjing kecil, ia menatap Kibum. "Tadinya mau memesan ruangan VIP, namun sudah penuh. Kita yang salah karena tidak memesan terlebih dulu. Dan karena sudah terlanjur datang kesini, yah kami memesan ditempat biasa saja. Tempatnya enak dipojok dan masih lesehan."

Kibum tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun. Ia pun mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas. "Habiskan dulu makananmu, baru bicara."

Sang magnae hanya tertawa lebar. Ia suka dengan sentuhan tangan Kibum dikepalanya. Selain sentuhan tangan hyungdeul-nya di rumah.

Ikan tuna, Salmon tersaji disana. Tak tanggung-tanggung mereka memesan banyak. Sepertinya hari itu memang acara makan besar. Ryeowook yang memang sangat menyukai kegiatan memasak, terlihat berbinar saat ia menyantap makanan jenis yang baru dimulutnya.

Kyuhyun pun makan banyak disana, sampai perutnya terasa mau meledak saking kekenyangannya. Ia menyandar di dinding sambil meluruskan kedua kakinya. Tangannya menepuk-nepuk sang perut yang terlihat sedikit membuncit akibat dia makan terlalu banyak.

Setelah acara makan-makan, mereka habiskan dengan bercengkrama, saling tukar pikiran, share tentang apapun bahkan sampai tentang game sekalipun. Tentu saja yang share tentang game adalah Kyuhyun dengan Kibum. Ia semakin mengagumi sosok disampingnya itu.

"Hyung kapan-kapan kita main game bersama yah. Hyung datang saja ke rumah." Kibum mengangguk, menyetujui permintaan adik kecilnya tersebut.

"Dapat yang baru, yang lama dibuang dan ditinggalkan." Ujar Siwon dengan wajah dibuat sesedih mungkin.

"Hyung kau mengira aku cowok playboy? Ish, pabbo.." Kyuhyun menekukkan wajahnya.

"Sudahlah, Kyu. Nanti kita akan bermain game jadi jangan pasang muka seperti itu, jelek tau. Arra?"

"Arraso, Hyungie~~" ucap Kyuhyun dengan penuh semangat. Kekesalannya tadi terhadap Siwon menguap begitu saja.

"Bertambah satu lagi.." ujar Donghae.

Kibum dan Ryeowook tidak mengerti maksud ucapan teman sekaligus hyung-nya itu. Mereka menautkan alisnya bingung.

"Iya, bertambah satu lagi orang yang memanjakan anak ini." Jari Donghae menunjuk sosok Kyuhyun yang ternyata hampir tertidur dibahu Kibum.

"Hyung iri…" balas Kyuhyun dengan nada yang terlihat sekali mengantuk.

Siwon akan menjahili Kyuhyun, namun tidak tega melihat adiknya itu yang terlihat sudah mengantuk. Ia pun mengurungkan niatnya tersebut.

Kibum membawa kepala Kyuhyun menuju pahanya. Kemudian mengelus kepala Kyuhyun dengan pelan dan lembut. Tak lama terdengar suara dengkuran halus dari mulutnya. Sepertinya sang pangeran kecil sudah tertidur pulas.

.

.

"Ungghh.." terdengar suara lenguhan dari bibir seseorang.

Seorang namja sepertinya sudah terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya dan terdiam untuk mengumpulkan kesadaran yang masih tercerai berai. Ternyata ia tidur cukup lama juga, kini waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.

"Ukh, pusing…" Kyuhyun nama namja itu, bangkit dari tidurnya. Ia hendak menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka.

Ketika ia bercermin, ia cukup kaget karena wajahnya begitu pucat. Sakit dikepala semakin menjadi.

"Ugh…" Kyuhyun menggigit bibir bawahnya saat merasakan sakit diperutnya. Sakit seperti ditarik berikut diputar kuat-kuat.

Tangannya memegang kuat ujung wastafel. Keringat dingin semakin deras mengucur dari pori-pori kulitnya.

Bruk!

Kyuhyun terjatuh. Ia meringkuk dilantai dengan tangan memegang perutnya. Rasa sakit itu semakin menjadi setiap detiknya. Airmata keluar dari matanya.

"Hiks.. ukh.. ssakit.. hyung.. hyungdeul.. appo.. hikss.."

.

.

"Lho Kyuhyun belum bangun, hyung? Ini sudah waktunya makan malam.." tanya Sungmin saat ia sedang menata makanan di meja.

Malam ini ia ingin memasak sesuatu untuk hyung dan dongsaeng-nya. Maka dari itu ia menyuruh koki untuk beristirahat saja.

"Belum." Jawab Leeteuk. "Hae-ah, coba bangunkan Kyunnie. Ini sudah waktunya makan malam."

Donghae yang sedang asyik dengan smartphone-nya menatap sang kakak. Kemudian mengangguk dan beranjak dari duduknya.

"Bagaimana acara kalian tadi, Siwonnie?"

"Seru, hyung. Kami makan banyak, bahkan Kyunnie juga sampai ketiduran karena kekenyangan." Leeteuk tersenyum begitu juga Sungmin. "Lalu rapatnya bagaimana, hyung?"

"Kami mendapatkannya, kalian tenang saja…"

"HYUUUUNNGGG!" Terdengar teriakan dari lantai atas. Leeteuk, Sungmin dan Siwon langsung berlari keatas untuk melihat keadaan.

Langkah kaki menggema disetiap ruangan yang mereka lewati. Saat sampai ditempat teriakan berasal, ketiganya terkejut.

Dihadapan mereka, sang adik bungsu sedang meringkuk dipangkuan Donghae. Matanya terpejam menahan rasa sakit yang mendera tubuhnya. Rambut karamelnya sudah lepek akibat keringat yang banyak keluar.

"KYUNNIE?! Apa yang terjadi dengannya, Hae-ah…" Sungmin melihat keadaan sang magnae yang rupanya sudah jatuh pingsan.

"Aku tidak tahu, hyung. Saat pertama kali kulihat ia sudah seperti ini…"

"Cepat pindahkan ketempat tidur.." Leeteuk memberi intruksi kepada dongsaeng-nya. "Siwonnie, cepat panggil Heenim kesini. Sekarang!"

"Baik, Hyung…"

.

.

"Apa yang terjadi Heenim?" Tanya Leeteuk saat Heechul, dokter pribadi keluarga Choi sudah selesai memeriksa Kyuhyun.

"Lebih baik hal ini dibawa ke Kepolisian.."

"MWO?!"

Heechul mendengus kesal. Telinganya mendengung saat mendengar teriakan dari keempat namja didepannya. "Kalian ingin membangunkan, Kyunnie, eoh?!"

Keempatnya kompak menggeleng. "Dia terkena racun…"

"MWO?!"

"Aish… bisakah kalian berhenti berteriak, eoh?!" Heechul semakin kesal. Kapan ia selesai menjelaskan jika dipotong terus kalimatnya. "Apa sebelumnya ia memakan sesuatu?"

Keempatnya kembali menggeleng. Namun Donghae ingat, tadi mereka makan-makan di restaurant Seafood.

"Sebelum seperti ini, tadi siang kami makan di restaurant Seafood.."

Dokter cantik itu mengangguk. "Lalu makanan apa saja yang disajikan?!"

"Semua jenis makanan disana. Ada Salmon, tuna dan lain-lain.." Donghae sedikit mengernyit. "Kalau memang berasal dari makanan itu, kenapa kami tidak sakit juga?"

"Nah itu yang menjadi pertanyaan besar disini. Apa yang dimakan dan tidak dimakan oleh kalian?!"

Kali ini Siwon yang menjawab. "Kami memakan hampir semua makanan… AH! Tuna dimakan habis oleh Kyunnie…"

"Sepertinya aku sudah tahu apa jawabannya. Namun aku perlu bukti yang jelas…."

Cklek!

"Hyung…" terlihat Yesung masuk ke kamar Kyuhyun. Ia membawa selembar kertas ditangannya. "Hasilnya sudah keluar…"

"Lalu?"

"Kyunnie positif terkena bakteri jahat..,

Heechul tersenyum. "Sudah kuduga.."

"Apa maksudmu, hyung?" Tanya Sungmin.

"Kyunnie memang terkena racun yang disebabkan oleh bakteri berbahaya yang berasal dari ikan tuna." Semuanya menyimak dengan baik perkataan Heechul. " Tuna merupakan jenis ikan yang rentan terkontaminasi scombrotoxin, yang dapat menyebabkan kram dan sakit kepala. Menyimpan tuna harus dipastikan di tempat dingin, kalau perlu di atas permukaan es. Tempat penyimpanan yang terlalu panas akan merangsang pelepasan racun yang sulit hilang lewat proses pemasakan."

Heechul menghela napas. Sepertinya dugaan dia semakin kuat. "Ada yang mengincar keluarga kalian. Sudah berapa kali Kyuhyun terluka seperti ini. Saranku lebih baik kalian membawa kejadian ini ke pihak kepolisian."

"Bukti ini belum cukup untuk membawanya ke rana hukum." Leeteuk menghela napasnya berat.

"Memang, daripada semuanya terlambat.."

"UKH.. appo…" terdengar suara rintihan dari mulut seseorang yang ternyata adalah Kyuhyun. Sontak semuanya kaget termasuk Heechul dan Yesung.

"Sunggie, coba cek tekanan darah dan denyut jantungnya.." Heechul bergerak cepat begitu juga dengan Yesung.

"Hyung, sepertinya penyakit pneumuthorax yang Kyuhyun idap kembali kambuh disaat yang bersamaan kram-nya juga timbul.."

"Kita akan mengeluarkan udaranya yang tertimbun, siapkan semuanya.." Heechul melihat kedua bola mata Kyuhyun yang sedari tadi terpejam erat.

"Kyu.. Kyunnie.." Leeteuk dan Donghae sudah berurai air mata. Siwon dan Sungmin menenagkan keduanya.

"ARRRGGGHHH.. APPO.. HYUNG…" tiba-tiba Kyuhyun berteriak kesakitan saat Heechul menusukkan jarum tepat didadanya untuk mengeluarkan udara yang tertimbun.

"Kyunnie.. gwenchana, saeng.. gwenchana.." Leeteuk berusaha menenangkan sang adik yang masih berteriak kesakitan.

Kyuhyun berhenti kesakitan saat Yesung sudah memasukkan obat penahan sakit kedalam infusan-nya. Wajahnya kembali tenang meskipun masih terlihat pucat.

Malam ini semuanya tidur di kamar Kyuhyun. Mereka khawatir jika Kyuhyun akan kembali kesakitan.

.

.

Ditempat lain, seorang namja sedang tertawa saat ia mengetahui anak dari musuhnya sedang sekarat. Wajahnya terlihat begitu senang.

"Aku cukup senang bermain-main. Kali ini aku akan serius menghancurkan kalian lewat anak itu.. lihat saja.. khukhukhu.."

TBC

Gomawo yang udah nunggu n review..

Mianhae kalo kurang seru. Masih amatiran. Hehehe..

Review lagi yah..

Jeongmal kamsahamnida.. (_._)