Tittle : Uri Dongsaeng
Chapter : 5
Cast : Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun
Park Jung Soo as Choi JungSoo
Lee Sungmin as Choi Sungmin
Lee Donghae as Choi Donghae
Choi Siwon as Choi Siwon
Genre : Brothership, family
Rate : T
"Hyung bagaimana sekarang?" Donghae menatap Leeteuk yang kini sedang duduk disamping sang magnae.
"Aniyo, hyung bingung harus melakukan apa."
Siwon dan Sungmin duduk diam di kursi. Tidak tahu harus berkata atau berbuat apa untuk saat ini.
"Kita akan melihat situasinya akan gimana nanti. Sekarang, kita harus beristirahat terlebih dahulu. Kalian kembalilah ke kamar, biar hyung yang menjaga Kyunie malam ini." Leeteuk menatap ketiga dongsaeng-nya.
"Kami ingin disini juga, hyung." Jawab ketiganya serempak.
Mau tak mau, Leeteuk menganggukan kepalanya. Sungmin mengambil sebuah bantal dan selimut untuknya dan yang lain. Ia mengambil tempat dikarpet depan televisi bersama dengan Donghae dan Siwon. Sedangkan Leeteuk tidur di sofa yang terdapat di kamar Kyuhyun. Semuanya tak perlu waktu lama untuk tertidur lelap.
#
#
#
"Besok semuanya akan dimulai. Tak perlu menunggu waktu lama lagi. Khukhukhu.."
Seorang namja kini sedang menatap sebuah foto usang. Dalam tatapannya itu memancarkan kasih sayang juga rasa dendam diwaktu yang bersamaan. Namun sepertinya rasa dendam mendominasi hati namja tersebut, sehingga rasa sayang itu terkubur dalam-dalam. Bibirnya membentuk seringaian yang tampak seperti seorang psikopat.
#
#
#
Cuitt! Cuitt! Cuitt!
Suara burung berkicau terdengar di pagi hari ini. Langit nampak begitu bersih dengan sedikit awan putih yang menghiasinya. Tampak juga sebuah bulan diatas sana, yang terlihat tidak bersinar.
"Hyung.. hyung.. tidak.. jangan.."
Sungmin yang pertama kali mendengar suara igauan yang keras itu langsung terbangun seketika. Guratan cemas terukir diwajah manisnya. Kini sang magnae sedang meracau tidak jelas. Keringat dingin bermunculian disetiap pori-pori tubuhnya hingga piyama yang ia kenakan basah bagaikan tersiram air.
Ia pun membangunkan hyung dan dongsaeng-nya. Mereka semua mengelilingi Kyuhyun yang masih mengigau.
"Bagaimana ini, hyung? Kenapa kondisi Kyunie semakin parah saja?" Donghae memegang erat tangan Kyuhyun yang terbebas dari jarum infus.
"Ya Tuhan.. Kyunie, bertahanlah. Jebal." Leeteuk mengusap peluh yang mengalir diwajah sang adik. "Siwonie, cepat panggil Heenim atau Yesung. Suruh mereka kesini sekarang juga."
Siwon mengangguk. Kemudian mendial nomor salah satu dokter muda itu. Ketika saluran itu diangkat, ia semakin mendekatkan telponnya. "Yeoboseyo, Yesung-hyung dimana? Segeralah ke rumah, kondisi Kyunie gawat."
/Hyung sedang dalam perjalanan kesana tadi, namun mobil hyung mogok dan tak ada satupun taksi yang lewat./
"Biar aku yang jemput, lokasi hyung dimana?"
/Didepan Universitas Kyunghee./
"Arraso, aku akan segera menjemputmu."
Tut!
"Hyung, aku akan segera menjemput Yesung-hyung sekarang." Siwon memakai jaketnya tergesa-gesa.
"Ne, hati-hati dijalan."
"Iya, hyung." Dengan segera, namja tegap bertubuh atletis tersebut keluar dari kamar dengan kunci mobil dan ponsel ditangannya.
"Tidak.. Jangan.. Jangan saki.. hhkkhhh.. ti..." suara napas Kyuhyun terdengar aneh. Kepanikan semakin memuncak saat magnae keluarga Choi itu mengalami sesak napas hebat.
"Ya Tuhan, Kyunie. Bertahanlah, saeng." Donghae menangis kencang.
Sungmin melihat tabung oksigen disamping tempat tidur Kyuhyun, dengan cepat ia mengambil maskernya dan memasangkannya diwajah sang dongsaeng.
Secara perlahan deru napas Kyuhyun semakin teratur meskipun masih terlihat kesakitan saat menarik napas. Keringat dingin masih keluar dari pori-porinya.
"Hhyung..."
"Kami disini, Kyu. Tenanglah.." Leeteuk mengelus kepala Kyuhyun.
Mata itu kini bergerak hendak memperlihatkan manik karamel yang akan berkilau indah bila cahaya memantul ke retina matanya. Leeteuk, Sungmin dan Donghae terkejut sekaligus senang melihat pergerakan itu.
"Hhyung.."
"Waeyo, saeng? Kami disini." Sungmin pun mengelus kepala adiknya. Sedangkan Donghae hanya mengelus tangan putih Kyuhyun.
"Hhyung.. takut.. mereka.. ingin.. membunuh kalian.. hikss.." meskipun teredam suaranya, tapi ketiga hyung Kyuhyun masih bisa menangkap kalimat yang namja itu lontarkan.
"Jangan takut, Kyunie. Kami semua akan menjagamu."
"Bbukan aku.. hhyung.. tapi.. mereka ingin.. membunuh kalian.. hikss.."
Airmata Donghae semakin mengalir deras. Ia sedih melihat dongsaeng yang paling kecilnya menderita seperti ini. Ia semakin erat menggenggam tangan Kyuhyun.
Tak lama, Yesung datang bersama dengan Siwon yang berjalan dibelakangnya. Namja bertubuh sedikit mungil itu segera mendekat kearah Kyuhyun dan memeriksanya. Sungmin menyingkir dan berpindah ketempat dimana Siwon, dongsaeng-nya yang lain berada.
Tangan dokter itu memeriksa dengan teliti keadaan namja yang sudah Yesung anggap sebagai adiknya sendiri. Kerutan terlihat didahinya saat mendengar detak jantung Kyuhyun. Setelah itu, ia menyuntikkan sesuatu kedalam cairan infus Kyuhyun. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya kelopak mata Kyuhyun tertutup dengan masker oksigen masih melekat disekitar wajahnya yang tampan namun terlihat pucat.
Yesung berbalik dan melihat kearah Leeteuk. "Keadaannya baik-baik saja, mungkin itu pengaruh dari demamnya ditambah paru-parunya sempat tidak bisa mengambil oksigen."
Semuanya bernapas lega. Bagi Leeteuk, Sungmin, Siwon dan Donghae, beberapa menit yang lalu merupakan waktu terberat bagi mereka hari ini. Mereka berempat tidak ingin terjadi sesuatu dengan magnae keluarga Choi.
Disaat keheningan melanda ruangan yang didominasi berwarna baby blue tersebut, terdengar sebuah bunyi telpon genggam. Suara tersebut terdengar berasal dari celana Leeteuk. Tersadar bahwa telponnya berdering, namja berwajah bak malaikat tersebut mengambil telponnya dan mengangkatnya.
/Yeoboseyo, maaf Tuan, saya mau mengingatkan bahwa hari ini ada rapat direksi yang sangat penting. Diminta kehadiran Anda bersama dengan Tuan Sungmin, Tuan Donghae dan Tuan Siwon./
"Ne, sebentar lagi kami akan kesana. Tolong persiapkan semuanya."
Tut!
"Ada apa hyung?" Sungmin bertanya ketika Leeteuk kembali memasukkan handphone-nya kedalam saku celana.
"Hyung lupa bahwa hari ini ada rapat direksi. Kehadiran kita bertiga sangat penting. Bersiaplah."
"Lalu Kyuhyunie bagaimana?" Pertanyaan Siwon membuat Leeteuk terdiam. Ia berpikir alternatip yang cocok untuk situasi seperti ini.
"Biar aku saja yang menjaganya. Kalian berempat pergilah bekerja." Yesung tiba-tiba berucap, membuat keempat namja disana melihat kearahnya. "Waeyo?"
"Hyung tidak bekerja?" Kali ini Donghae yang melontarkan pertanyaannya.
"Masih bisa dihandle oleh dokter lain, tidak ada operasi hari ini. Sekarang kalian bersiaplah, kalian tidak usah khawatir."
Leeteuk tersenyum, kemudian menepuk bahu Yesung pelan. "Gomawo sudah membantu kami, jika terjadi sesuatu, segeralah hubungi kami." Yesung menganggukan kepalanya.
20 menit kemudian, semua keluarga Choi terkecuali Kyuhyun, kini berada didepan rumah. Mereka sudah siap dengan jas yang melekat ditubuh masing-maing lengkap dengan dasinya.
"Yesungie, kami berangkat dulu. Setelah selesai, kami akan segera pulang. Tolong jaga Kyuhyun untuk kami, jika teradi sesuatu hubungi kami. Sekali lagi terimakasih."
"Hyung tidak usah cemas, aku akan menjaganya."
Keempatnya mengangguk paham, kemudian masuk kedalam mobilnya masing-masing saat waktu sudah menunjukkan hampir pukul 9 pagi.
Yesung menatap kepergian empat buah mobil mewah itu. Setelah ia tidak melihatnya, ia pun masuk kembali ke dalam rumah.
#
Prang!
Terdengar suara benda pecah disertai dengan suara seperti orang terjatuh. Tak lama terdengar keributan dari arah dapur.
Yesung yang mendengar hal itu langsung berjalan kearah sana. Ia terkejut melihat seorang pelayan di rumah Choi tergeletak dalam keadaan pingsan dengan pecahan kaca berserakan disekitarnya. Pelipisnya terlihat mengeluarkan darah.
Namja bermarga Kim itu langsung mendekat dan memeriksa keadaannya. Pelayan yang lain hanya berdiri disekitarnya.
"Darahnya cukup banyak yang keluar." Gumam Yesung. "CEPAT SIAPKAN MOBIL, DIA HARUS SEGERA DIBAWA KE RUMAH SAKIT."
Yesung mengambil kain bersih yang terjangkau oleh tangan mungilnya. Kemudian diletakkan tepat dipelipis pelayan tersebut guna menghambat aliran darah yang terus mengalir.
"Seseorang pegang ini dan bawa ke mobil."
Kepala pelayan mendekat kearah Yesung dengan wajah khawatirnya. "Apa tidak sebaiknya Anda juga ikut? Sepertinya keadaannya sangat parah."
Yesung terlihat berpikir. Disatu sisi ia menyetujui ucapan pelayan dihadapannya, memang sebaiknya ia juga ikut, namun disisi lain ia harus menjaga Kyuhyun.
"Biar saya yang menjaga Tuan Kyuhyun, ia sekarang sedang tidur kan?"
"Baiklah, jika ia bangun hubungi aku."
Pelayan Kim menganggukkan kepalanya paham. Lalu Yesung berlalu melewatinya dan berjalan menuju pintu keluar.
#
Sejam setelah kepergian Yesung, Kyuhyun akhirnya terbangun. Wajahnya sedikit segar dibanding sebelumnya. Namun tubuhnya masih terasa sangat lemas. Kemudian ia memejamkan kembali matanya tapi tidak tertidur.
Cklek!
Seseorang masuk kedalam. Kyuhyun membuka matanya, namun pandangannya belum terlalu fokus dan terlihat sayu. Ia melihat seseorang masuk kedalam dan mendekatinya dengan wajah yang tertutup oleh sebuah penutup wajah.
Tiba-tiba ia melepas masker oksigen yang dikenakan oleh Kyuhyun. Namja bermarga Choi itu kaget, dan sontak membuka matanya. Sebelum bertanya 'siapa kamu', terdengar jerit kesakitan dari mulutnya saat infusan itu dicabut paksa. Dan kemudian sebuah jarum suntik menancap dilengannya. Tak berapa lama kantuk pun menyerangnya kembali.
"Sungguh kasihan hidup dilingkungan keluarga Choi, nasibmu sangat malang."
Namja itu mengangkat tubuh Kyuhyun dan berjalan santai menuju pintu keluar.
#
#
#
Akhirnya rapat pun selesai. Namun Leeteuk, Sungmin, Donghae dan Siwon masih duduk di ruang rapat. Pertemuan tadi sungguh membuat keempatnya lelah, ditambah kurang tidur.
Kembali telpon genggam Leeteuk berdering. Setelah berdering selama rapat yang berlangsung sekitar 3 jam itu. Ia pun mengangkatnya.
"Yeoboseyo."
/Jungsoo.../
"Heenim? Ada apa? Mianhae tadi aku tidak mengangkatnya, rapat masih berlangsung.
/MWO?!/ terdengar teriakan dari namja cantik itu. /Lalu Kyuhyun bersama siapa di rumah sekarang?!/
"Bersama Sungie. Ada apa, nadamu terdengar panik seperti itu."
/Sungie berada di Rumah Sakit selama beberapa jam terakhir ini, ia membawa seorang pelayan dari rumahmu yang terluka karena kecelakaan. Aku mengira salah satu dari kalian ada di rumah./
"Tidak, dari pagi kami semua ada di kantor. Sebenarnya ada apa?!" Leeteuk merasakan perasaan was-was dan tidak tenang. Ketiga dongsaeng-nya menatap khawatir sang hyung.
/Segeralah pulang, seperti dugaanku sebelumnya. Memang ada seseorang yang mengincar Kyuhyun. Aku sudah menyelidiki semua kejadian yang dialami oleh magnae kalian, dan dugaanku semakin kuat./ ucapan Heechul membuat napas Leeteuk tercekat. /semua kejadian itu diatur oleh seseorang dengan rapi, hingga kalian pun menganggap semuanya terjadi hanya sebuah kecelakaan./
"Ceritakan lebih rinci, dan kami akan segera pulang." Leeteuk memandang ketiga dongsaeng-nya. "Kita harus segera pulang. Tinggalkan mobil kalian, dan ikutlah bersama hyung."
Ketiganya mengangguk patuh.
Leeteuk kembali memfokuskan cerita Heechul. "Lanjutkan, Heenim."
/Kejadian pertama, saat Kyuhyun mengalami alergi parah, aku mengetahui bahwa dalam makanan yang dibuat untuk Kyuhyun mengandung bahan yang harus dihindari olehnya. Sehingga saat ia memakannya, ia mengalami alergi parah bahkan sesak napas.
Saat kejadian kecelakaan itu, aku pun mendapatkan informasi bahwa ada seseorang yang menaruh sesuatu dijalanan. Anehnya polisi yang menangani kasus itu tidak menemukan apapun, namun penyebab kecelakaan memang pecah ban.
Yang terakhir kemarin, aku menyelidiki ke Restaurant itu. Ada seorang pelayan disana yang melihat seorang namja yang sedang menukarkan makanan yang tersaji untuk meja Kyuhyun. Tapi ia tidak curiga karena beranggapan bahwa makanan sebelumna tidak higienis.
Banyak kejadian yang membuatnya terluka, meskipun tidak terlalu parah dan ia tetap selamat sampai sekarang.
Dan terakhir..."
"Terakhir?" Leeteuk menunggu Heechul melanjutkan kalimatnya.
/Yang membuat dugaanku semakin kuat, sebelum aku melakukan penyelidikan, aku menemukan beberapa paket di kamar Kyuhyun. Karena penasaran, aku membuka dua paket tersebut dan isinya adalah sebuah mainan mobil dan boneka ikan. Mungkin Kyuhyun sebelumnya sudah diteror./
"MWO?! Lalu kenapa Kyuhyun tidak membertahu kami?" Sungmin, Donghae dan Siwon kaget mendengar teriakan Leeteuk. Mereka ingin bertanya, namun enggan. Akhirnya memilih menunggu sampai percakapan itu selesai.
/Sepertinya ia belum menyadarinya, terbukti dari paket-paket itu yang belum dibuka satu pun./
Leeteuk menghela napas sejenak untuk menetralkan degupan jantungnya yang semakin cepat seiring dengan rasa cemas yang memuncak. "Lalu, apa kamu tau siapa yang melakukan ini semua?!"
/Iya, tentu saja./
"Siapa?"
/Dia adalah .../
#
#
Disebuah tempat yang sempit namun terlihat bersih, seorang namja tertidur disebuah ranjang berukuran single. Kedua tangan dan kakinya diikat menggunakan tali yang ditarik ke setiap sudut ranjang.
Kedua matanya masih tertutup. Deru napasnya nampak terengah-engah.
Disisi lain, tepatnya disebuah sofa. Duduklah seorang namja yang sedang meneguk sebuah minuman berwarna merah. Tangan kirinya memegang selembar foto yang terlihat usang. Kemudian ia alihkan pandangannya kearah Kyuhyun. Tampak seringaian diwajahnya kala melihat wajah Kyuhyun yang basah karena keringat.
Entah apa yang ada dipikiran namja tersebut, namun sepertinya itu buruk bagi Kyuhyun.
To Be Continued
Huwaaa~~ selesai dalam 3 jam.. ahahaha..
Maaf kalo ada yang kurang..
TERIMAKASIH BUAT YANG UDAH REVIEW BAHKAN SILENT READER..
BANYAKNYA REVIEW KALIAN, BIKIN SEMANGAT..
MAKASIH YAAAAA~~~
Ayo review lagi.. hehe..
