The Truth
Chapter 1
.
Disclaimer : Vampire Knight hanya milik Matsuri Hino-san, FF ini milik saya
Warning : OOC, Typo, DLDR, Please review
Genre : Mistery, Romance, School, Life
Rate : T
.
.
Terdengar alunan musik dari dalam rumah yang megah. Musik yang mengalun lembut menghasilkan melodi yang menenangkan hati.
Yuuki Cross. Seorang gadis keturunan bangsawan dengan mata lebar yang berwarna coklat, dipadu dengan bibir tipis berwarna pink, membuatnya terlihat cantik. Rambut panjangnya yang indah selalu terurai dengan bebas. Kecantikan fisiknya lantas membuat hatinya pun cantik. Sifatnya yang lembut, penyayang dan baik hati tentu membuat banyak pria jatuh hati kepadanya.
Yuuki merupakan anak tunggal. Sejak kecil, ia tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ibunya meninggal saat ia lahir, sehingga ia dirawat oleh sang ayah, Kaien Cross.
Kaien Cross, orang yang hidup serba berkecukupan. Ia menjadi seorang pemilik sekolah ternama, Cross Gakuen. Sekolah itu merupakan salah satu sekolah favorit bagi sebagian besar orang. Teknologi yang digunakan pun canggih, ditambah dengan tenaga pengajar yang berpendidikan tinggi, sehingga menghasilkan banyak murid berprestasi.
Yuuki memang keturunan bangsawan, namun sikap Yuuki tak lantas menjadikan dirinya manja seperti putri-putri keturunan bangsawan pada umumnya. Ia tumbuh dengan didikan ayahnya untuk menjadi gadis yang mandiri. Ia selalu berusaha melakukan hal yang ia bisa.
Jari-jari kecilnya mulai menekan tuts piano. Secara bergantian, jari itu mulai berpindah kesana kemari, menghasilkan alunan yang indah. Tak terasa, alunan piano yang ia mainkan telah berakhir. Gadis itu menarik nafas panjang, lalu mengeluarkannya perlahan. Ia rasa, sekarang waktunya untuk beristirahat.
Yuuki mulai melangkahkan kakinya ke taman di halaman rumahnya. Terlihat beberapa pelayan sedang membersihkan tanaman. Mereka menunduk hormat pada Yuuki, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya. Yuuki tersenyum dan menunduk, lalu kembali menapakkan kakinya di rumput-rumput taman.
"Yuuki-sama, sebaiknya anda menggunakan alas kaki." Kata salah seorang pelayan. Ia membalikkan badannya lalu tersenyum.
"Ah, gomen nasai, aku ingin menikmati segarnya embun yang ada di rumput-rumput ini," ujarnya, tak lupa dengan senyuman. Ia pun kembali berjalan menyusuri taman indah itu.
Sejuknya udara pagi membuat pikiran gadis itu tenang. Ia menghirupnya perlahan, lalu melepaskannya.
Ia menjejakkan kakinya di sebuah jembatan kecil. Sebuah jembatan yang di bawahnya terdapat kolam ikan koi. Yuuki pun menaburkan makanan kepada ikan-ikan itu. Sontak, semua ikan berlomba untuk melahapnya. Yuuki terkekeh, lalu kembali berjalan menyusuri taman.
Dari kejauhan, tampak taman bunga mawar yang tumbuh dengan indah. Ia berlari pelan, berharap agar segera sampai ke taman bunga itu. Tampak beberapa jenis bunga mawar disana. Yuuki pun berjalan sembari sesekali mencium aroma wangi yang menguar. Tak lupa, ia berjalan dengan hati-hati, takut mengenai duri dari tangkai bunga mawar itu.
Setelah lama berkeliling taman, gadis itu memutuskan untuk duduk sejenak di sebuah bangku kecil. Tak lama, seorang pelayan mendekat ke arahnya, "Yuuki-sama, anda telah ditunggu oleh Kaien-sama di ruang makan," ujar sang pelayan. Yuuki pun mengangguk sembari tersenyum, lalu segera menghampiri sang ayah di ruang makan.
"Ohayou gozaimasu, otou-sama," ujar Yuuki, tersenyum.
"Ohayou, Yuuki. Duduklah," balas sang ayah. Yuuki lantas duduk di kursi tepat di depan ayahnya.
Makanan telah tersaji di meja. Tak lama, kegiatan makan pun berlangsung. Sembari bicara santai, gadis itu menghabiskan makanannya dengan perlahan.
"Yuuki, otou-sama akan pergi ke sebuah acara. Sebaiknya kau juga ikut, aku tak tega jika harus meninggalkanmu sendiri di rumah."
"Haik. Kalau begitu, aku akan bersiap-siap. Shitsurei shimasu," jawab Yuuki.
Setelah sampai di dalam kamarnya, ia segera membuka lemari, memilih pakaian yang cocok. Sebuah gaun berwarna biru gelap berlengan panjang dengan beberapa pita di bagian pinggang menyita perhatiannya. Ia memadukannya dengan sebuah pita putih di rambutnya. Setelah itu, ia lantas menuruni tangga untuk bertemu dengan ayahnya.
.
.
Mobil hitam yang tampak elegan sedang melaju dengan kecepatan sedang, menyusuri jalanan yang berkelok-kelok.
"Otou-sama, kita akan pergi kemana?" tanya Yuuki kepada ayahnya yang sedang menyetir.
"Kita akan bertemu dengan seseorang yang penting. Kami bekerja sama untuk membangun sebuah bisnis, Yuuki," Kaien menjelaskannya pada anak gadisnya. Gadis itu hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
Mobil itu kembali melaju, melewati rambu lalu lintas yang berubah warna menjadi hijau.
Saat melintas, gadis bermanik cokelat itu melihat beberapa anak yang tampak seumuran dengannya, sedang berjalan bersama-sama. Beberapa dari mereka tampak sedang bercanda, ada pula yang hanya sekedar berbicara. Senang sekali kelihatannya.
Melihat hal itu, terbesit keinginan kecilnya untuk bersekolah di sekolah umum. Yuuki rasa, sekolah umum berbeda dengan sekolah yang ia tempati saat ini. Ia merasa kesepian disana. Gadis itu tak pernah merasa mempunyai teman, karena mereka memandang Yuuki sebagai anak seorang pemilik sekolah, bukan sebagai teman seumuran mereka. Namun, apa daya, keinginan kecilnya ini selalu ia tahan, demi kebahagiaan sang ayah yang ia sayangi.
.
.
Blam!
Pintu mobil tertutup. Dua anggota keluarga Cross telah berada di depan sebuah rumah yang sangat indah. Yuuki dan sang ayah segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah itu.
Bagian dalam rumah tampak sangat indah. Ada beberapa lukisan dan hiasan yang terpajang. Langit-langitnya juga terlihat indah, dengan beberapa kaca warna-warni yang disusun rapi. Yuuki terkagum-kagum atas pemandangan itu.
"Ohayou gozaimasu, Cross-san. Silahkan duduk. Apakah gadis itu.. putri anda?" Seorang pria tiba-tiba muncul. Dari kelihatannya, ia adalah Rido Kuran. Kaien tersenyum, membungkuk hormat, lantas duduk di sofa setengah melingkar, diikuti dengan Yuuki.
"Ohayou gozaimasu. Haik, dia adalah putriku satu-satunya," ujar Kaien, tertawa. "Baiklah, mari kita bicarakan tentang bisnis yang telah kita rencanakan."
Dua orang pria itu mulai berbincang-bincang. Mereka membicarakan berbagai hal tentang bisnis mereka, diiringi oleh candaan ringan. Makin lama, hal itu membuat Yuuki jenuh. Gadis itu ingin melakukan sesuatu yang lain. Namun, rasanya, ia tidak sopan.
"Cross-chan, apa kau merasa jenuh? Jika kau ingin melakukan sesuatu, kau boleh berjalan-jalan di taman. Mungkin saja, hal itu dapat membuatmu senang," celetuk Rido sembari menunjuk ke suatu arah.
Yuuki pun melihat arah ayahnya, memastikan apakah ia diperbolehkan kesana. Sang ayah pun mengangguk. Yuuki tersenyum, membungkuk hormat lalu berjalan kesana.
.
.
Tibalah ia di taman, terdapat banyak tanaman yang tumbuh dengan indah. Terdapat air mancur yang mampu menyegarkan matanya. Tampak beberapa hewan dibiarkan bebas disana. Namun, seekor kucing berwarna abu-abu berhasil menarik perhatiannya. Gadis itu pun mendekatinya.
Meow~
Ternyata, nasib kurang baik menimpa Yuuki. Kucing itu berlari menjauhinya. Ia pun menarik nafas sebal. Berbagai cara telah ia gunakan, namun tak membuahkan hasil apapun. Hewan berekor panjang itu malah berlari melewatinya, seolah tak tertarik sama sekali padanya.
"Kurome tak mau mendekati orang asing." Sebuah suara tengah mengejutkannya. Gadis bersurai coklat itu lantas membalikkan badannya.
"Kurome?" tanya Yuuki, mendapati seorang lelaki yang menatapnya dingin.
"Ya, kucing ini," ujar sang lelaki. "Siapa kau? Mengapa kau berada disini?"
"Namaku Yuuki Cross. Aku kesini karena ayah mengajakku kemari," ujar Yuuki, tersenyum.
Lelaki itu kembali menatapnya sangat lama. Tak lama, tatapan itu berubah layaknya sedang terkejut, membuat Yuuki semakin bingung. Tak lama, lelaki itu berlalu meninggalkannya. Gadis itu terdiam sejenak, lantas kembali menyusuri taman.
Setelah lama mengelilinginya, rasa bosannya hilang. Akhirnya, ia kembali ke dalam rumah keluarga Kuran tersebut. Menemui ayahnya yang mungkin masih saja sedang membicarakan bisnis mereka.
Tak lama kemudian, Kaien dan Rido pun berdiri, "baik, semoga saja bisnis ini dapat berjalan dengan sukses. Cross-san, arigato atas kerja samanya." Kaien pun berjabat tangan dengan Rido.
Kaien segera berpamitan untuk pulang, lantas membungkuk hormat diikuti oleh anak gadisnya. Selanjutnya, mereka segera masuk ke mobil dan segera melaju.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, dua anggota keluarga Cross telah tiba di kediaman mereka. Yuuki berganti pakaian, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang. Tak lama, rasa kantuk mulai menyerang. Ia mulai masuk ke dunia mimpinya.
.
.
"Yuuki-sama, hari sudah hampir gelap. Sebaiknya anda segera bangun dan bersiap-siap untuk makan malam." Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Yuuki. Gadis itu terbangun, lantas mengusap-usap wajahnya.
"Haik, arigato gozaimasu," ujar Yuuki.
Gadis itu segera mencuci wajahnya dan berganti pakaian. Lantas segera menghampiri sang ayah untuk makan malam bersama.
Setelah menikmati makan malam bersama sang ayah, gadis itu ingin menenangkan pikirannya sejenak. Tentu saja dengan bermain piano.
Alunan pelan dari piano yang dimainkan oleh Yuuki mulai terdengar. Nada itu seolah berputar-putar di sekelilingnya, menari-nari di dalam pikirannya, membuatnya terbawa.
Prok.. Prok.. Prok..
Terdengar suara tepuk tangan sesaat setelah ia selesai memainkan alat musik itu. Ia lantas berjalan menuju asal suara, sebuah jendela di sudut ruangan.
Tiba-tiba, melintaslah seekor kupu-kupu. Kupu-kupu berwarna hitam dengan corak putih di sayapnya. Sungguh menarik perhatian, membuat Yuuki rela keluar lewat jendela, mengikuti sang kupu-kupu.
Saat kupu-kupu itu hinggap di sebuah bunga, Yuuki mencoba meraihnya. Namun, kupu-kupu itu terbang menjauhinya. Hewan bersayap hitam dan putih itu berlalu dari pandangannya.
"Daijoubu?" terdengar suara asing dari balik badannya.
Tampak seorang lelaki yang berdiri sembari tersenyum, "Apa kau tersesat, gadis manis?" tanya orang itu lagi. Yuuki hanya diam.
"Kau pasti Yuuki Cross-san." Tebakan lelaki itu membuat Yuuki terkejut.
"Bagaimana kau tahu? Siapa kau?" pertanyaan itu hanya dibalas sebuah senyuman. Lelaki itu lantas berjalan melewatinya.
Yuuki membalikkan badannya. Mendapati sang lelaki yang dikelilingi oleh kupu-kupu dan kunang-kunang. Membuat gadis itu terkesima.
Tak lama kemudian, lelaki itu menyentikkan jarinya. Sontak, kupu-kupu dan kunang-kunang pun beterbangan dari tubuhnya.
"Yuuki-san, sebaiknya kau kembali ke dalam. Hari sudah sangat gelap."
"Kau benar," gadis itu berlari panik setelah melambaikan tangannya kepada orang asing itu.
Tak lama, Yuuki tiba di depan jendela yang tadi ia lompati. Sejenak, ia memandang ke arah sang lelaki. Namun, tak ada siapapun disana kecuali kunang kunang dan kupu-kupu yang beterbangan.
Tak ingin semakin pusing, gadis itu lantas segera masuk ke dalam rumahnya.
.
.
Tok.. Tok..
"Yuuki-sama, saatnya bangun dan bersiap-siap. Saatnya sekolah. Kaien-sama telah menunggu di meja makan." Suara seorang pelayan menginterupsi tidurnya. Gadis itu segera bangun, merapikan kamarnya, lantas bersiap-siap.
Setelah sarapan bersama sang ayah, mereka lantas berangkat menuju Cross Gakuen.
Mobil yang mereka naiki telah tiba di Cross Gakuen. Beberapa security membukakan pintu untuk dua anggota keluarga Cross itu. Selanjutnya, Yuuki turun dari mobil, berpamitan kepada ayahnya, dan segera berjalan menuju ruang kelasnya.
Gadis berambut coklat itu berjalan melewati koridor-koridor kelas sembari menunduk. Saat ia tiba, seisi kelas yang semula ramai menjadi sunyi. Tak lama, mereka kembali berbicara, namun lebih pelan dari sebelumnya. Sungguh, Yuuki benci keadaan ini. Ia meletakkan tas di atas meja lantas keluar menuju ruang musik dimana ada piano yang biasa ia mainkan.
Ia berjalan melewati banyak siswa lain yang sedang berlalu-lalang. Kebanyakan dari mereka seperti menghindarinya, bahkan mereka terlihat saling berbisik satu sama lain. Membuat gadis itu mempercepat langkahnya.
Akhirnya, gadis itu tiba di depan ruang musik. Terdengar alunan piano yang indah dari dalam sana. Ia membuka pintu itu dengan perlahan.
Namun, gadis itu terkejut, membuat orang itu berhenti memainkan piano dan menoleh ke arah Yuuki.
"K-kau..."
.
.
.
.
.
.
.
#TBC
Hai minna-san! Ini adalah ff saya yang pertama. Bukan yang pertama sih, maksud saya adalah ff ini adalah ff VK yang baru saya buat dan di post di ini. Perkenalkan, saya adalah author baru. Azuka Meizuki –desu!
Jadi, jika ada banyak kesalahan, hontouni gomennasai, minna. Ff saya ini memang jauh dari kata sempurna, jadi hontouni gomennasai (TT) .. Kalau begitu, silahkan tinggalkan jejak dengan me-review ff ini. Saran dan kritik juga boleh - Silahkan review jika ingin ff ini dilanjutkan. Semoga minna suka dengan ff ini ya.. Jaa nee!
