Cerita Gila Bin Bego Hetalia

.

.

.

.

Dapat membuat anda:

Sakit jiwa, serangan jantung, gegar otak, kotak ketawa(?) rusak, stress, galau, berdosa, masuk Rumah sakit jiwa dan lain sebagainya!

.

.

.

Special ASEAN Edition!

.

.

.

Male Character:

Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapore, Myanmar, Laos, Thailand

Female Character:

Vietnam, Philippines, Cambodia, Timor-Leste

.

.

.

.

.

Masalah Petasan

Pada suatu hari, ada sebuah keluarga besar yang isinya dari remaja ke anak-anak, ada yang amit ke imut, ada yang cewek ke cowok(?) dan lain sebagainya.

Indonesia, merupakan anak pertama di keluarga ini sedang makan rendang di teras rumahnya dengan galaunya. Kenapa galau mas? Karena, Malaysia—Adik kembarnya—memplagiat budayanya kembali. Kasian sekali kau.

"Indon!" Teriakkan Malaysia barusan membuat Indonesia hampir memuntahkan Rendangnya yang ada di mulut.

"Apa sih, Malon?! Orang lagi makan juga!" bentak Indonesia dari kejauhan. Malaysia pun menghampiri kakaknya. Kalau dilihat-lihat, Malaysia itu lebih tinggi walau Indonesia udah berdiri sekalipun #apamasalahnya.

"Ndon, persiapan petasan ada kagak?" tanya Malaysia yang membuat Indonesia sweatdrop. Bro, tahun baru udah selesai dari kemarin kali.

"Broo.. Tahun baruan itu udah selesai.. Masa nanyain stock(?) petasan sih?" Indonesia masih sweatdrop dengan tingkah adik satunya ini. Tiba-tiba..

"Abang Indo, Malay! Philippines ngamuk!" sahut Singapore tiba-tiba yang sontak membuat duo Melayu-tukang-rusuh itu kaget.

"Innalilahi!" teriak mereka berdua kompak, lengkap dengan adegan pelukan yang membuat Vietnam—yang kebetulan lewat—Nosebleed. Menyadari kalau Indonesia tadi pelukan sama Malaysia, dia pun mendorong Malaysia. 'Jijik' batinnya #sukabilangbenci.

"Kenapa tuh anak? Tumben-tumbenan dia ngamuk?" tanya Malaysia bingung.

"Katanya, dia mau nyalain petasan. Tapi, Brunei nge-larangnya," ujar Singapore.

"Kenapa gak boleh?! Kan kasihan tuh Philippines!" Sahut mereka berdua kompak lagi. Datanglah Thailand dan Myanmar yang lagi bawa bambu.

"Pasti masalah petasan, ana," ujar Thailand tenang sambil senyum.

"Hahaha! Kalian gak tau kenapa Brunei seperti itu!" tambah Myanmar dengan narsis—bahkan saking narsisnya, author jadi mual—Malaysia dan Indonesia pun bingung. Apa sih yang dibicarain tuh anak dua.

"Maksud kalian apa?" tanya Indonesia.

"LoLa—Loading Lama— amat lo!" bentak Singapore sambil facepalm. Sementara Myanmar cuman nyengir dan Thailand hanya mengelap kacamatanya.

"Kita sih emang tidak setuju kalau Brunei bertindak seperti itu ke Philippines, ana. Tapi, kalau dinyalain di depan rumah tetangga, kan kasihan tetangganya, ana," Jelas Thailand yang membuat Malay dan Indo sweatdrop.

"Pantes.." begitulah gumam mereka berdua. Udah, kalau salah jangan mengelak #ditabok.

.

.

.

.

Kegalauan Malaysia

Suatu hari, Indonesia, Vietnam dan Timor-Leste tengah mencuci piring di dapur. Bagaimana keadaan Philippines, Laos, Cambodia? Jangan tanya! Mereka sedang mengulek sambal(?) untuk makan bersama. Namun….

"Hadooooh! Bosen gua dirumaah!" terdengar teriakkan yang berasal dari kamar seseorang. Siapakah itu? Oh jelas! Malaysia!

"Si Malay kenapa tuh?" tanya Philippines ke semua orang yang ada di dapur. Yang lain mengangkat bahu tanda tak tahu.

"Gue selidiki dulu," ujar Indonesia sambil mencuci tangan lalu menuju ke kamar Malaysia berada. Indonesia membuka pintu kamar Malaysia dan betapa terkejutnya dia karena dia melihat kamar adiknya berantakan bak layaknya kapal pecah.

"Malon, lu kenapa?" tanya Indonesia sambil mendekati sang adik uhuk—tercinta—uhuk

"Lagi nyanyi! Udah jelas gue lagi galau!" bentak Malaysia tidak sopan #hah. Nah anak-anak, jangan turuti kelakuan Malaysia ya? #plak. Okey back to topic.

"Galau kenapa?" tanya Indonesia kepo

"Gu.. Gue.." Malaysia langsung nangis sesegukkan. Indonesia pun panik dan langsung mengusap kepala sang adik.

"Malay, ayo ceritain.. Ada apa?" Indonesia masih mengusap kepala sang adik.

"Gu.. Gue.. Galau karena.. Gak tau cara buat luluhin hati lu! Hahahaha!" Tawa Malaysia pun menggema karena dia udah sukses ngerjain Indonesia. Yang kena malah sweatdrop dan..

BUUUGH!

Sebuah jitakan kasih sayang dari Indonesia sukses mendarat di kepala sang rajanya plagiat(?). Yang dijitak cuman nyengir tak berdosa.

.

.

.

.

.

Banci Thailand

Suatu hari, Myanmar, Laos dan Singapore sedang berkunjung ke Bangkok, Thailand. Disana, mereka foto-foto narsis dan bakal pergi ke Korea #kokMalahIklan.

Tiba-tiba ada seorang wanita cantik dengan dada rata menghampiri mereka.

"Ehem.. Permisi tuan-tuan. Saya mau lewat," ujar wanita cantik itu. Laos, Myanmar dan Singapore langsung nosebleed melihat kecantikkan wanita itu. Mereka pun memberi akses supaya wanita itu bisa lewat. Mereka terus memperhatikannya hingga..

"Kalian kenapa, ana?"

Selamat Thailand! Kau telah membuat trio adikmu kaget.

"Bang! Cewek itu cantik, ya!" ujar Myanmar asal ceplos sambil menunjuk ke gadis yang tengah berjalan itu.

"Aduh, Myan! Jangan asal ceplos!" bentak Singapore dan Laos lalu mereka menjitak Myanmar. Yang dijitak cuman nyengir tak berdosa.

"Kalian gak tahu ya, ana.." perkataan Thailand tadi sukses membuat Trio Me—maksudnya trio adiknya bingung.

"Maksud abang?" sahut mereka serempak dengan muka bingung masing-masing.

"Dia itu.. Laki-laki.." jawaban Thailand barusan membuat mereka—Singapore, Myanmar, Laos—kaget setengah mati.

"WTF!? Jadi dia itu.."

"Iya, ana. Kalau kata Indonesia sih, banci. Tapi kalau kata Japan, crossdressing, ana."

Thailand, kenapa cowok yang membuat Singa, Myan dan Laos melted itu cantik dan rupawan?

.

.

.

.

Mimpi Buruk

Indonesia tengah berada di hutan rimba. Dia ketakutan, kesepian bahkan dia tersesat.

"AUUUUM!"

Auman serigala itu sukses membuat Indonesia spot jantung.

'maak.. suara apaan tadi?' batin Indonesia sambil gemetaran bak layaknya Latvia.

Grusuk! Grusuk!

Indonesia makin gemetaran. Dia takut dan..

"Kau milikku sekarang, Indische~" Indonesia membelalakkan matanya. Seorang pemuda setengah serigala itu.. dengan rambut bak layaknya tulip.. dan syal garis.. Itu adalah..

"NETHERLANDS!" Teriak Indonesia sambil merem melek membuat Malaysia bangun juga akibat teriakkan membahana sang kakak.

"Aduh, Indon! Kenapa sih lo? Teriakkin nama si pedofil pula!" protes Malaysia yang sebenarnya cemburu.

"Gue takut, Lon! Takut!" ujar Indonesia sambil memeluk lengan Malaysia. Hati Malaysia berbunga-bunga karena tadi dia dipeluk Indonesia, sang pujaan hati #jiah.

"Kenapa lu?" tanya Malaysia sok stoik.

"Gu.. Gue.. di hantuin sama Netherlands! Gue takut! Asli! Apalagi postur tubuhnya, setengah serigala gitu," jelas Indonesia masih gemetar dan meluk tangan Malaysia.

"Ehem.." suara berdehem Thailand sukses membuat Indonesia melepaskan pelukannya akibat kaget. Malaysia pun mengutuk-ngutuk keberadaan Thailand.

"Ada apa, ana? Berisik banget," tanya Thailand sambil ngucek-ngucek matanya. Tunggu! Mana kacamatanya? Ah, gak peduli deh..

"Indon mimpi buruk! Puas lo? Ganggu a—Asem! Gue keceplosan!" umpat Malaysia sambil menutup mulutnya.

"Cieee~ Aku ikutan, ana!" Thailand yang dulunya alim bin pendiam langsung jadi pervert! Kenapa!?

"Hah?! Lu berdua mau apain gue?!" tanya Indonesia berusaha mundur karena melihat wajah mesum dari Thailand dan Malaysia.

"SERANG!" Teriak Thailand dan Malaysia. Bisa dipastikan, ada suara desahan dan teriakkan yang dapat membuat Philippines dan Vietnam nosebleed.

"Itung-itung buat dijual ke Hungary~" ujar Vietnam.

.

.

.

.

.

FIN!

A/N: Okey, saya tahu, ini bukan main chapter! Tapi enak juga sih~ Sekali-kali ada edisi ASEAN~ Oh iya, saya juga udah adain pair Thailand x Indonesia x Malaysia XDDD

Akhir kata:

R

E

V

I

E

W

!

!

!

!

V

V

V

V