4 Pangeran Musim dan Putri Matahari
Disclamier : Naruto murni milik Masashi-sama , cerita ini murni milik Akira .
Pairing : ... x FemNaru
Genre : Romance , Frendship , dll.
Warning : FemNaru (again) , banyak typo , EYD ga tahu bener atau ga , kata-kata ga nyambung , alur cerita aneh bin ajaib, dll.
ARIGATOU ATAS REVIEW READERS LAINNYA, ITU MEMBANTU UNTUK AKIRA MELANJUTKAN CERITA INI . LOVEYOUREADERS:*!~
Don't Like , Don't Read .
Happy Reading
Chapter 2 : Meet again .
Naruto berjalan sambil sesekali menghentak-hentakkan kakinya . Tatapan matanya tajam dan dahinya berkerut-kerut , bibir mungilnya terlihat berkomat-kamit menggerutuki seseorang. Ia tak habis pikir dengan pikiran Saara yang mengatakan bahwa ia sedang dalam masalah besar dan tentunya kenapa harus berhadapan dengan Sasuteme itu . Naruto terus berjalan melawati lorong , belok kanan , belok kiri lalu belok kanan lagi dan lurus dan hup ! sampailah Naruto disuatu tempat yang ia selalu datangi , halaman belakang sekolah . Suasana tenang disini begitu membius Naruto untuk berlama-lama disini . Naruto berjalan menuju kursi taman yang berhadapan langsung dengan danau buatan . Tapi , secara tak sengaja mata Naruto menangkap siluet seorang pemuda yang sedang duduk di kursi taman favoritnya.
'Huh! Siapa sih pemuda itu?!' Batin Naruto kesal.
Naruto segera mempercepat langkahnya dan berdiri disamping kursi taman itu , bisa ia lihat jelas seorang pemuda tampan yang tengah terlelap dengan kedua tangan bersedekap di depan dada dan kedua kakinya diselonjorkan , punggung bersender pada senderan kursi . Rambutnya berwarna merah tampak bergerak-gerak lembut mengikuti hembusan angin . Di telinga pemuda itu terlihat headset hitam yang memperdengarkan alunan musik . Sungguh pemandangan yang sangat perfect ! Naruto yang sedari tadi memperhatikan dalam diam itu mulai mencoba mengingat-ingat pemuda yang disamping ini .
'Rasanya aku pernah melihat cowok ini ,... tapi dimana ya ?' Batin Naruto bingung.
Dahi Naruto berkerut mencoba untuk mengingatnya kembali dan tiba-tiba matanya terbelalak kaget , seketika pipinya terasa begitu panas . Naruto kembali menatap pemuda yang tengah terlelap itu .
"A-Akasuna S-s-sasori." Ujar Naruto secara tak sadar.
Pemuda yang tengah terlelap itu perlahan membuka kelopak matanya dan memperlihatkan kembali bola mata berwarna hazelnut . Dengan pandangan yang masih memfokuskan cahaya yang masuk kedalam matanya , ia mencoba melihat siapa yang telah berani membangunkannya . Naruto yang menyadari itu , seketika tubuhnya terasa kaku . Ia menyadari bahwa laki-laki itu tengah menatapnya intens dan tentu membuat risih.
"A-a .. Gomen , a-aku telah me-membangunkanmu ." Ujar Naruto dengan sedikit terbata-bata sambil beberapa kali membungkukkan badan.
Sasori yang tengah menatap lurus kearah Naruto itu tersenyum kembali , ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan gadis berambut pirang itu ditempat seperti ini . Sasori kemudian beranjak dari kursi taman itu dan melakukan peregangan pada sendi-sendinya yang terasa kaku lalu ia juga melepaskan headset yang sedari tadi ia gunakan dan ian memasukannya kedalam saku celana . Kemudian Sasori berjalan kearah Naruto yang kepalanya tengah menunduk . Naruto yang merasa dirinya tengah didatangin oleh seseorang hanya bisa memejamkan matanya. Sasori yang melihat itu hanya tersenyum geli melihat tingkat si gadis Na – Uzumaki itu .
"Gomen , tadi aku membangunkanmu." Lirih Naruto yang kepalanya masih menunduk.
PLUKK
"Eh?"
Naruto mendongakkan kepalnya dan melihat , tangan kekar putih Sasori mengelus-elus puncak kepala Naruto . Naruto yang bingung dengan perlakuan seperti itu membuat Sasori tersenyum manis dihadap Naruto , sontak pipi karamel Naruto bersemu merah .
"Tak apa-apa kok ." Ujar lembut Sasori.
"Sedang apa kau mau kemari , Naruto ?" Tanya Sasori ketika melepaskan tangannya dari puncak kepala Naruto.
"Eh? K-kau mengenalku ?" Tanya Naruto dengan nada tak percaya.
Sasori meraba kantong saku celananya dan mengeluarkan sebuah kartu tanda pengenal lengkap dengan identitas dan foto Naruto .
"Tadi pagi saat kau bertabrakkan denganku , aku tak sengaja melihat kartumu ini terjatuh ." Ujar Sasori sambil memberikan kepada Naruto .
"Ah! Pantas tadi di tas ku , kartu ini tidak ada , ternyata terjatuh ya ? Arigatou telah mengembalikan kartu ini , aku tak tahu bagaimana jadinya jika kartu ini hilang , mungkin bos ku akan memarahiku , hehehe ." Ujar Naruto riang sambil memegang kartu itu.
"Kau bekerja di cafe Bluesky ?" tanya Sasori .
Naruto menganggukan kepalanya , " Ya ! Aku bekerja disana untuk memenuhi kebutahanku , aku kan anak yatim piatu." Ujar Naruto riang namun dibalik itu tersimpan perasaan sendu.
"Eh , kita belum kenalan dengan benar ! Aku Uzumaki Naruto , siswi kelas 10-2 ." Ujar Naruto sambil mengulurkan tangannya tentu tak lupa dengan cengirannya .
"Akasuna Sasori , siswa kelas 10-4 ." Ujar Sasori sambil menerima uluran tangan Naruto untuk berjabat tangan itu tersenyum ramah.
"Duduk yuk !" Ajak Naruto sambil menarik pelan lengan kekar Sasori . Sasori hanya diam ketika tangannya ditarik oleh Naruto.
Sasori dan Naruto duduk bersebelahan menghadap danau buatan yang berada didepannya . Suasana di halaman belakang memang yang paling nyaman tapi hanya segelintir orang saja yang tahu . Keheningan tercipta diantara Naruto dengan Sasori , mereka terlalu larut dalam pikiran yang berkecamuk dalam pikiran mereka.
"Kau tinggal dimana ?" Tanya Sasori memecah keheningan.
"Eh?" Naruto tersentak kaget dengan pertanyaan Sasori.
Sasori memandang wajah Naruto , " Kau tinggal dimana , Naruto ?" Ulang Sasori .
"A-Aku tinggal di apartemen Hosuki ." Ujar Naruto mencoba untuk tenang.
"Hmm ... tak jauh dari sini ya ?" Ujar Sasori .
"I-ya." Ujar Naruto.
WUSSHH
Angin bertiup kencang disekitar Naruto dan Sasori (?) , helaian rambut pirang Naruto bergerak lembut membuat paras cantik Naruto terlihat jelas oleh ekor mata Sasori. Naruto yang tengah menengadahkan kepalanya dengan bola mata sapphire yang sejernih langit tanpa awan.
"Nee ... Sasori , kau anggota dari 'Pangeran Musim'kan? " Tanya spontan Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari awan-awan yang tertutupi oleh dahan-dahan pohon sakura.
Sasori terdiam sesaat , " Iya . Memang ada apa ?" Tanya Sasori yang tengah intens memandang Naruto.
"Ah , tidak apa-apa . Hanya saja kau berbeda ." Ucap jujur Naruto sambil memalingkan wajahnya kearah wajah tampan Sasori.
"Maksudmu ?" Dahi Sasori sedikit berkerut.
"Yaa .. kau tahu lah dengan sifat teman-temanmu itu . Gaara begitu sangat jahil , Shikamaru orang yang sangat cuek terhadap apapun dan yang lebih menyebalkan itu ya si Sasuke baka itu !" Cerocos Naruto dengan begitu semangat.
Sasori terkekeh , " Mereka memang seperti itu ." Ujar Sasori sambil tertawa kecil.
"Tapi kau berbeda . Kau orang yang tenang dan ramah . Tatapan matamu juga bisa membuat semua orang merasa teduh . Ucapanmu begitu lembut . Cocok sekali dengan nama julukanmu , Pangeran Haru ." Ucap Naruto dengan tatapan yang berbinar-binar.
Deg! . Jantung Sasori serasa berdetak begitu cepat . Sasori hanya mengulum senyum ramahnya .
"Kalau begitu , kau adalah Putri Matahari ." Ucap Sasori .
"Eh? Putri Matahari ?" Tanya Naruto bingung.
"Kau orang yang mempunyai api semangat yang besar , kau juga tipe orang yang ceria juga hyperaktif . Dengan rambutmu yang berwarna pirang emas dan kulit karamelmu itu , menambah pesonamu sendiri . Benar-benar seperti Putri Matahari , bukan ?" Ujar Sasori sambil tersenyum manis.
BLUUSH
Pipi Naruto bersemu merah ketika ada seorang pemuda memujinya dengan tatapan seteduh seperti itu kecuali Tou-san dan Nii-san nya. Naruto hanya tertawa dan menggaruk-garuk bagian belakangnya yang tak gatal.
"Kau jangan membuatku malu , Sasori." Ujar Naruto sambil terkekeh pelan.
"Aku serius . Kau memang benar-benar seorang Putri Matahari yang special ." Ujar Sasori yang iku-ikutan terkekeh .
'Special untukku.' Batin Sasori menambahkan.
"Ah! Kau mau bareng aku kembali ke kelas , Sasori ?" Tawar Naruto ketika ia melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu istirahat akan habis.
Sasori hanya menggeleng pelan , " Aku akan menyusul nanti ." Ujar Sasori.
"Baiklah , sampai jumpa lagi ya , Sas !" Ujar Naruto sambil melambai-lambaikan tangan dan segera berlari kecil menuju kelasnya.
Sasori pun beranjak dari kursi taman itu dan mulai berjalan perlahan meninggalkan halaman belakang sekolah . Tangan kanannya mencengkram pelan dada kirinya yang berdetak tak karuan sejak daritadi , ah tepatnya sejak ia bersama gadis ber-rambut pirang itu. Ia tersenyum senang ketika mengingat-ingat kebersamaannya bersama gadis pirang itu dari dekat.
"Kuharap aku bisa menjadi musim semi untukmu , Naruto ." Gumam pelan Sasori sambil mengingat-ingat senyuman , tawaan dan tingkah lugunya gadis kesayangannya sejak ia masuk sekolah KHIS .
~0~0~0~0~0~0~0~
-Pembagian kelas baru-
2 bulan yang lalu dengan pertemuan yang tak sengaja Sasori , membuat Naruto dan Sasori sering bertemu di halaman belakang sekolah dan menjadi akrab layaknya seorang sahabat . Naruto pun juga tak ragu-ragu untuk menceritakan semua masalahnya pada Sasori , karena menurut Naruto , Sasori tipe pendengar yang baik dan orang yang sangat bijak. Sasori pun juga sama , ia tak ragu-ragu bila menceritakan masalah-masalah yang menganggunya lagipula siapa sih yang tak senang berdekatan dengan orang yang kita sukai ? Itu lah yang dirasakan oleh Sasori . Para teman-teman , Fansgirl bahkan anggota 'Pangeran Musim' saja tak ada yang mengetahui kedekatan mereka , kalaupun ada yang merasakan kedekatan mereka , baik Sasori maupun Naruto akan menepisnya dengan berbagai alasan yang tentu masuk akal.
3 Minggu yang lalu pembagian hasil ujian kenaikkan kelas , Naruto tersenyum puas melihat hasil ujiannya yang memuaskan , ia juga tetap menyambet predikat sebagai juara umum . Hari ini , Naruto akan masuk kembali sekolah . Tentunya ia sudah menjadi siswi kelas 11 , ia tengah bersiap-siap untuk membuat sarapan untuknya sendiri . Waktu telah menunjukkan pukul 6.05 , Naruto segera mengambil tas orange kesayangannya dan tak lupa jaket tebal . Hari ini udara dingin masih terasa mengingat sekarang masih musim dingin . Naruto menutup pintu apartemennya dan berjalan menuju lift yang berada diujung jalan. Ketika ia berjalan keluar , angin berhembus membuat Naruto merapatkan jaketnya , kepulan-kepulan tercipta dari bibir Naruto .
Tin ... Tin ... Tin ...
Bunyi klason mobil membuat Naruto memalingkan wajahnya pada sebuah mobil Buggati merah yang berada 1 meter disebelah kanannya . Naruto menyerengit ketika melihat mobil tersebut . Kaca sebelah kiri mobil itu terbuka dan menunjukkan sosok pemuda yang tengah tersenyum kearah Naruto.
"Berangkat bareng yuk , Naru-chan !" Ajak Sasori dari dalam mobilnya.
Naruto yang masih setengah kaget dan bingung , diam menatap Sasori tanpa berkedip sekalipun. Sasori yang menyadari tatapan itu pun bergegas keluar dan berjalan cepat kearah Naruto .
"Kau mau kan , Naru-chan ?" Tanya Sasori sambil menarik pelan lengan Naruto dan membawa masuk ke dalam mobilnya .
"Eh ? Eh ? Sasori ?" Ucap Naruto sedikit panik .
Sasori yang telah masuk juga ke mobil pun memasangkan sabuk pengaman kepada Naruto baru kemudian ia memasang untuk dirinya sendiri setelah itu dia langsung tancap gas meninggalkan apartemen Hosuki. Naruto dan Sasori larut dalam aktivitasnya masing-masing. Naruto memandang keluar melalui kaca mobil dengan pemikirannya tentang Sasori yang tiba-tiba menjemputnya tanpa memberi sms atau telpon dulu. Ini kali pertamanya ia berangkat ke sekolah dengan seorang laki-laki apalagi laki-laki yang mengantarkannya seorang pangeran sekolah . Sedangkan Sasori tengah fokus terhadap jalanan di Konoha yang sepi senyap.
"Hmmm... tumben sekali kau menjemputku." Ucap Naruto mencoba memecah keheningan.
"Memangnya kenapa ?" Tanya Sasori tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.
"Huuh! Setidaknya kau memberikan sms atau telpon , kau tahu kau membuatku kaget karena kedatanganmu yang tiba-tiba." Ucap Naruto sambil menggembungkan pipinya pertanda ia kesal.
Sasori mendengus kecil , " Maaf , baterai handphone ku habis jadi tak sempat memberi sms atau telpon padamu." Ujar lembut Sasori.
"Ya ya ... haah ... hari ini pergantian kelasnya ? Membosankan." Ujar Naruto sambil memandang bosan kearah jalanan.
"Hm , bagus bukan ? Kau akan mendapatkan banyak teman." Hibur Sasori.
"Tetap saja , kau tahu ? Setiap hari aku berdoa agar tak 1 kelas dengan 'Pangeran Musim'." Ujar Naruto.
"Hei , hei , aku juga anggota 'Pangeran Musim' . Ingat ?" Ujar Sasori pura-pura ngambek.
"Pengecualian untukmu , Sasori . Aku hanya tak ingin 1 kelas dengan si Teme itu ." pekik Naruto sedikit frustasi.
Sasori memandang Naruto melalui ekor matanya . Ia jadi teringat rencana Sasuke untuk meng-satu-kelaskan dirinya dengan Naruto untuk melakukan balasan yang Naruto lakukan padanya. Sebenarnya tak masalah bagi Sasori untuk 1 kelas Naruto , tapi ia tak suka bila ada yang menganggu gadis ceria yang berada disampingnya saat ini. Baginya siapapun yang mengganggunya maka dia harus berhadapan dengannya .
Overprotektif ? Ya.
Egois ? Mungkin.
Tapi apa daya bila yang mungkin akan 'mengerjai' gadis pirang ini adalah sahabat sekaligus teman masa kecilnya sendiri a.k.a Uchiha Sasuke ? Sasori menghela nafas perlahan , ia berjanji dalam hatinya bahwa ia akan langsung turun tangan bila sewaktu-waktu Sasuke sudah kelewatan 'mengerjai' Naruto.
"Mmm... Sasori aku diturunkan disini saja ." Pinta Naruto .
"Eh ? Tapi sekolah masih berjarak 500 meter lagi , Naru-chan ." Ucap Sasori seraya memberhentikan mobilnya disisi jalan.
"Tak apa-apa , lagipula bila ada anak KHIS melihatku berangkat ke sekolah 1 mobil denganmu bisa jadi bahan pembicaraan banyak orang , bukan ?" Ujar Naruto sambil melepas sabuk pengamannya.
"Arigatou sudah mau memberikan tumpangan . Jaa ne ." Ujar Naruto sambil melangkah keluar dari mobil Buggati merah Sasori.
Sasori pun segera melanjutkan acaranya pergi ke sekolah seorang diri . Ia melewati Naruto yang tengah berjalan sambil merapat-rapatkan jaketnya , terlihat pula raut wajah senang dari paras cantiknya . Sasori pun segera menambah laju mobil untuk segera sampai di sekolah . Sesekali ia menghirup dalam-dalam aroma citrus yang masih menempel pada bangku kursi penumpang di samping Sasori.
~0~0~0~0~0~0~0~
Hari ini semua siswa – siswi KHIS yang baru saja naik kelas berhirup pikuk didepan sebuah mading . Mereka berdesak-desakkan untuk mencari tahu dimana kelas baru mereka nanti. Tak hanya itu , sesekali terdengar suara pekikkan dan tawa riang juga helaan nafas yang berat. Mata sapphire Naruto menjelajahi setiap nama yang tertera , telunjuk lentiknya pun mulai mengikuti alur bacaan pengumuman kelas 11 , hingga akhirnya mata juga telunjuknya berhenti di kelas 11-3 , ia tersenyum puas ketika melihat nama "Hyuuga Hinata" dan "Akasuna Sasori" juga tertulis di daftar siswa kelas 11-3 setelah itu ia langsung keluar dari kerumunan dengan hati yang gembira tanpa tahu bahwa ada ancaman besar telah menantinya . Naruto berjalan menuju tempat Saara yang kelihatan tengah menenangkan Konan yang sedang terisak-isak itu.
"Hei , Konan ! Kau kenapa ?" Tanya Naruto sambil menepuk-nepuk pelan bahu Konan.
Saara menaruh telunjuknya didepan bibir , "Stt... Naruto , Konan sedang sedih karena ia berpisah dengan yayang Pein-nya itu ." Ujar Saara dengan tatapan mata yang bosan .
"APA ?! Bwhahahahaha... ya ampun , Konan ! Kukira ada apa ternyata gara-gara itu ya ... hmppptt." Ucap Naruto sambil menahan mati-matian agar tak ketawa lebih keras dari ini.
Konan menatap garang kearah Naruto dan memukul kepala Naruto dengan botol minum yang ia bawa.
"Ittai~ Hei kau tak perlu memukulku hanya karena ... hmmpt." Ujar Naruto terhenti ketika ia mengingat kembali kenapa Konan begitu terisak-isak.
"Huuh! Ketawa aja terus , ketawa lah sampai puas abis itu kau akan ku buat tak bisa melihat mentari esok !" Ancam Konan dengan background angin berhembus kencang , petir sambar sana sini , gumuruh yang cetar membahana.
"Ha ha ha... I-iya aku ga akan ketawa lagi ." Ucap takut-takut Naruto .
Menurut Naruto , Konan adalah tipe wanita yang berbahaya . Sekalinya ada yang membuat kesal , ia tak segan-segan untuk melakukannya biarpun itu adalah hal ektrem . Dan tak jarang pula Naruto , Saara dan Hinata harus menenangkan Konan yang sedang kesal .
"Haaah... Jadi susah nih buat ketemuan sama si Pein ku." Ujar Konan dengan tatapan sendu . ( sudah normal kembali ternyata*ketawa nista*#plak#).
"Sudahlah ! Kalian kan Cuma beda kelas selama 1 tahun aja . Lagipula kalian bisa sering ketemuan kan ? Kayak pas istirahat , pulang sekolah , berangkat sekolah . " Ujar Saara dengan lengan yang bersedekap di depan dada.
"T-tapi .. "
"Saara bener Konan . Yang pasti Pein kesayanganmu itu pasti ga akan berpaling hati deh !" Hibur Naruto sambil mengacungkan jempolnya tak lupa dengan cengiran manisnya.
Konan tersenyum dan memeluk erat sahabat-sahabatnya , " Makasih kalian , udah mau ngehibur aku . Kalian memang best friendku selamanya." Ujar haru Konan.
Saara dan Naruto pun saling berlirikkan dan akhirnya membalas pelukkan sampai akhirnya suara lemah lembut membuat ketiga gadis itu melepas pelukkannya.
"Hinata ?" Ujar Naruto sedikit terkejut.
"N-naru-chan , ada hal y-yang i-ingin aku b-beritahukan padamu . P-penting ." Pinta Hinata dengan wajah memelas.
"Baiklah . hei , aku duluan !" Pamit Naruto kepada Saara dan Konan yang dibalas oleh anggukkan kepala mereka.
~0~0~0~0~0~0~0~
Hinata membawa Naruto ke sebuah lorong yang sepi dekat dengan mading sekolah . Beberapa kali Hinata menghirup dan membuang nafas . Ia tampak gugup dengan terus memainkan jemari-jemari tangannya.
"N-naru-chan , k-kita dalam m-masalah b-besar ." Ucap Hinata pelan.
"Apa maksud dari perkataanmu , Hinata ?" Tanya Naruto serius.
"K-kita s-satu kelas d-dengan P-pangeran M-musim , N-naru-chan ." Ucap Hinata sambil sedikit menunduk.
'Oh , maksudnya Sasori ya ?' Batin Naruto tebak.
"Hm! Tak apa kan ? Tok yang sekelas dengan kita Pangeran Haru . Bukan 3 Pangeran menyebalkan itu ." Ujar Naruto sambil melangkah pergi dari lorong itu.
"J-justru itu , k-kita s-satu kelas j-juga d-dengan mereka ." Ujar pelan Hinata namun masih dapat didengar baik oleh Naruto .
Langkah Naruto terhenti seketika , matanya terbelalak kaget , tenggorokkannya terasa begitu tercekat , ia membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Hinata.
"Kau sedang tak bercandakan , Hinata ?" Desis Naruto .
Hinata mendonggakan kepala , " A-aku serius , N-naru-chan !" Ucap Hinata sungguh-sungguh.
Naruto langsung berlari kecil keluar dari lorong tempat ia berbicara dengan Hinata . Tak ia pedulikan teriakkan – teriakkan dari Hinata yang mengejarnya juga . Yang sekarang berada dipikirannya adalah ucapan Hinata yang mengatakan bahwa ia 1 kelas juga dengan 3 Pangeran menyebalkan itu . Naruto berdesak desak lagi dan akhirnya berhenti didepan sebuah kertas bertuliskan kelas 11-3 . Nafasnya yang sedikit memburu tak membuatnya tidak teliti mencari nama-nama ketiga Pangeran yang mungkin bisa saja mengacaukan kehidupannya yang tentram. Matanya tiba-tiba terbelalak kaget ketika melihat nama ...
Nara Shikamaru
Sabaku Gaara
Uchiha Sasuke
Seketika tubuh Naruto terasa lemas . Ia tak menyangka bila ia harus 1 kelas dengan mereka semua . Mulai sekarang ia tak akan meremehkan kemampuan analisis Saara yang begitu hebat , semua analisisnya tepat pada sasaran . Ia semakin tak percaya ketika melihat nama terakhirnya ia temukan .
UCHIHA SASUKE
"Ck ! Kenapa aku harus 1 kelas dengan si Teme sialan itu !" gerutu Naruto setelah kelaur dari kerumunan di depan mading.
Hinata hanya memandang Naruto dalam diam . Ia tak berani berbicara bila seorang Uzumaki Naruto sedang kesal-kesalnya . Bisa dimakan hidup-hidup oleh Naruto-nya.
Prok ... prok ... prok ... prok
Bunyi tepuk tangan berasal dari belakang Naruto dan Hinata. Naruto dan Hinata membalikkan badan hingga berhadapan dengan keempat pemuda yang tengah berdiri menghadang 2 gadis cantik.
"Hei , gadis pirang ini ya ternyata ?" Ucap Gaara antusias .
"Tak kusangka kita bertemu lagi ." Ucap Shikamaru dengan bumbu seringainya.
Sasori hanya memandang Naruto dalam diam , ia tak berkata apapun.
"Selamat datang , di duniamu yang baru . Uzumaki Naruto ." Ucap Sasuke dengan seringai yang terlihat jelas di wajah tampannya lalu dengan perlahan ia berjalan mendekati Naruto dan menyentuh dagunya.
"Ku harap kau tak mengecewakanku , sayangku ." Bisiknya di dekat telinga Naruto .
Naruto mendorong kuat Sasuke agar menjauh darinya dan menatap garang padanya .
"KAU !"
T B C
Fiuuhh ... Chp 2 beres juga . Ditunggu review dari para readers tercinta yaa .
