4 Pangeran Musim dan Putri Matahari

Disclamier : Naruto murni milik Masashi-sama , cerita ini murni milik Akira .

Pairing : SasuFemNaru

Genre : Romance , Frendship , dll. (Menurut Readers aja deh )

Warning : FemNaru (again) , banyak typo , EYD ga tahu bener atau ga , kata-kata ga nyambung , alur cerita aneh bin ajaib, dll.

*Gimana readers ceritanya ? Baguskah ? Menarikkah ? Gaje-kah ? Ancurkah ? Hahaha ... inilah fic multichap kedua Akira (Author gaje , yang multichap pertama aja belum beres! *diamuk readers*) . Hehehe ... disini Akira memberikan sentuhan baru , yaitu Gaara dibuat OOC xD ( maafkan aku Gaara-san dan seluruh fans Gaara ) jadi ... jangan heran ya jika biasanya Gaara itu pendiam , irit kata , disini Gaara menjadi orang yang ceria dan sering senyum . Back to story aja deh untuk mengetahui keseruannya :3

~ARIGATOU ATAS REVIEW READERS LAINNYA, ITU MEMBANTU UNTUK AKIRA MELANJUTKAN CERITA INI . LOVEYOUREADERS:*!~

DLDR.

Happy reading !

Chapter 3 : New Toy

"KAU !"

Naruto maju selangkah dan ...

BUAGH

"N-Naru-chan !" Pekik Hinata sambil menarik mundur Naruto.

Sasuke jatuh tersungkur dengan luka sobekkan kecil disudut bibirnya . Shikamaru , Gaara dan Sasori tercengang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Naruto . Sedangkan Naruto dengan tatapan tajam mencoba mengintimidasi sang Uchiha bungsu itu . Tangannya terkepal kuat-kuat . Bagaimana dengan Sasuke ? Tentu saja ia menatap lebih tajam lagi kearah Naruto. Ia pun segera berdiri dengan bantuan Gaara dan kemudian menghapus darah yang mengalir sedikit di sudut bibirnya. Semua yang menyaksikan adegan 'sadis' dari sang Uzumaki itu terhadap Uchiha bungsu hanya bisa tersentak kaget bahkan para Fansgirl yang berada disana berteriak histeris melihat pangeran sekolah mereka dipukul telak oleh seorang gadis biasa.

"Kyaaa! Sasuke-sama , kau tak apa-apa ?"

"Dasar cewek ga tahu diri ya dia ."

"Sasuke-sama , diobati dahulu lukanya ."

"Gadis kampungan itu berani-beraninya memukul Sasuke-sama ."

Berbagai cemooh-an keluar dari para fansgirl kepada Naruto . Tapi , Naruto seakan tak peduli pada apa yang mereka katakan pada mereka . Naruto menepis tangan Hinata yang memegang erat lengannya , ia melangkahkan kakinya kehadapan Sasuke dan menarik kerah seragam sekolahnya dengan paksa .

"Dengarkan aku , Uchiha terhormat ! Jangan sekali-kali kau mendekatiku ! Karena aku tak bisa menjamin apa yang akan terjadi padamu ." Desis ancaman Naruto .

Setelah mengucapankan itu , Naruto langsung mendorong keras tubuh Sasuke hingga terjatuh . Untung saja Shikamaru dan Sasori menopang tubuhnya , sehingga ia tak perlu merasakan sakit akibat terjatuh lagi . Naruto menatap dingin kepada Sasuke dan langsung pergi sambil menggandeng tangan Hinata. Sasuke yang menatap kepergian Naruto dalam diam dan terciptalah sebuah seringai ala khas Uchiha .

"Mengancam , heh ? Ini baru awal permainan , Naruto ." Gumam Sasuke licik.

"Ku buat kau bertekuk lutut padaku !" Desisnya pelan .

Shikamaru dan Gaara yang mendengarkan gumam-an pertama Sasuke hanya berhela nafas sejenak . Sebenarnya bukan mau mereka ingin mengikuti kemauan Sasuke , tapi mau bagaimana lagi ? Mereka tak mau jika harus berurusan dengannya . Saat ini , Sasuke sedang senang-senangnya telah menemukan 'mainan'nya yang baru .

'Uchiha memang selalu mengerikan !' Batin Shikamaru dan Gaara bersamaan.

Sasori yang sejak tadi terdiam itu hanya memandang kasihan terhadap Sasuke . Tak ada niat untuk sekedar menegur atau memperingati , ia sudah lelah untuk melakukan itu semua , sekarang Sasori hanya berdoa saja agar Sasuke segera sadar dari apa yang telah ia lakukan adalah sebuah kesalahan.

"Hei , Suke ! Lebih baik kau hentikan saja pemikiranmu untuk membalas si Uzumaki itu . Ku jamin , omongannya tadi bukanlah main-main." Ujar Shikamaru tiba-tiba .

Gaara menganggukan kepalanya , "Shikamaru benar , Suke ! Gadis tadi bukanlah gadis biasa loh~" Tambah Gaara .

"Hn . Aku tak peduli ." Ujar Sasuke yang langsung membalikkan badannya dan berjalan angkuh menuju kelasnya yang baru .

Shikamaru , Gaara dan Sasori saling berpandangan melihat kearah punggung Sasuke yang semakin lama semakin menjauh .

"Haah ~ Sepertinya sulit untuk menghentikan Sasuke . Apalagi perempuan tadi itu memukulnya telak didepan semua orang ." Ujar Gaara sambil melirik-lirik kepada Sasori dan Shikamaru .

"Mendokusai , kuharap gadis pirang tadi tahan akan kelakuan Sasuke ." Ujar Shikamaru sambil bersedekap di dada.

"Ya , lebih baik kita lihat saja apa yang akan dilakukan oleh si dingin itu terhadap gadis pirang tadi ." Usul Sasori yang diikuti anggukkan kepala Gaara dan Shikamaru .

Sasori pun melangkahkan kaki yang diikuti oleh Shikamaru dan Gaara menuju kelas mereka juga . Semua yang berada di sana hanya saling bertatapan bingung dan heran .

'Apa yang sebenarnya yang terjadi ?' Batin semua orang yang berada di sana .

~0~0~0~0~0~0~0~

"Si Teme itu maunya apa sih ?!" gerutu Naruto sambil berjalan di depan Hinata .

"A-ano ... Naru-chan , l-lebih baik k-kau i-kuti saja k-kemauan Uchiha i-itu ." Sahut Hinata takut-takut.

Naruto berhenti melangkahkan yang otomatis membuat langkah Hinata terhenti juga . Naruto membalikkan badannya dan berjalan perlahan mendekati Hinata . Hinata hanya menunduk , ia takut untuk bertatapan dengan Naruto .

"Menuruti ? Kau pikir aku siapa , Hinata ?" Ujar Naruto kepada Hinata.

"N-namikaze ." Ujar pelan Hinata namun masih dapat didengar oleh Naruto.

"Bagus ! Jika kau tahu siapa aku , aku tak perlu menuruti kemauannya si Teme sialan itu kan ?" Ujar Naruto lagi.

Hinata mendongakkan kepalanya , "Ta-tapi b-bagaimana kalau m-mereka mengetahui i-identitas a-aslimu ? Kau a-adalah Hime N-namikaze yang m-menghilang ! B-banyak orang m-mengincarmu ." Tanya pelan Hinata cemas.

Yap ! Hinata adalah salahsatu orang mengetahui bahwa Naruto . Lebih tepatnya sih sebagai pengasuh yang dikirimkan oleh sang kakak tercinta a.k.a Kyuubi . Yaa , walaupun ga tinggal 1 ruang apartemen tapi Hinata tinggal di apartemen yang sama Cuma beda 5 nomer apartemen dari Naruto. Hinata merupakan adik dari asisten Kyuubi , Hyuuga Neji , selain Kakashi . Biarpun penampilan Hinata seperti anak pemalu biasanya , bila sudah dalam tahap kesabarannya habis ia bisa berubah menjadi sosok dengan tatapan kosong , Naruto saja bisa dibuat merinding oleh auranya Hinata yang saat itu tengah berkelahi dengan preman-preman jalanan. Tapi Hinata juga bisa merinding oleh aura yang suka muncul tiba-tiba ditubuh Naruto . Terkadang senyum manis Naruto hanya menutupi seringai iblis yang muncul .

"Tidak akan Hinata . Kau tahu , mana ada orang yang langsung percaya bahwa aku adalah sang Hime yang menghilang 3 tahun yang lalu ?" Ujar Naruto di dekat telinga Hinata.

"T-tapi .." Ujar Hinata .

"Semua akan baik-baik saja , selama aku dan kau menjaga baik-baik ucapan kita , tak akan ada yang tahu identitasku ." Ujar santai Naruto sambil menepuk pelan bahu Hinata dan mendekatkan diri ke telinga Hinata lagi .

"Yang mengetahui identitasku hanya Nenek , Kakek , Kyuu-nii dan Kau . Jadi , kau jangan cemas akan soal itu , mengerti ?" Desis Naruto pelan kepada Hinata.

"A-aku m-mengerti , Naru-chan ." Ujar Hinata .

"Yosh! Ayo , sekarang kita lebih baik menuju kelas baru kita !" Ujar riang Naruto sambil menggandeng tangan Hinata .

Hinata menatap cemas kepada Naruto . Ia tahu bahwa ia salahsatu dari orang-orang yang mengetahui identitasnya. Ia cukup cemas bila Naruto harus berhadapan dengan Uchiha . Jangan pernah menganggap remeh klan ini . Uchiha adalah kumpulan orang – orang yang memiliki 1000 cara licik dengan otak cerdik mereka . Membongkar identitas asli seseorang bukanlah hal yang sulit , itulah yang dicemaskan Hinata .

'Naru-chan ... ' Batin Hinata .

Naruto melirik sekilas raut wajah Hinata yang masih mencemaskan keadaan.

"Kau jangan terlalu tegang begitu , aku akan baik –baik saja . Lagipula 'bermain' sejenak itu bukan masalah , kan ?" Ujar Naruto dengan senyuman manisnya .

GLUP .

Hinata menelan ludahnya susah payah . Ia tahu , bahwa jika Naruto sudah berkata seperti tadi memang seperti main-main tapi jangan salah yang Naruto pakai hanya topeng malaikat untuk menutupi senyuman iblis yang tercipta . Jika sekarang Naruto menjadi Namikaze Naru mungkin ia sudah menghancurkan perusahaan Uchiha hanya sekali jentikkannya , namun berhubung ia menutupi identitasnya itu , mau tak mau Naruto harus mengikuti permainan yang telah direncanakan si Uchiha bungsu itu.

'Huh ! Mengajak 'bermain' seorang Namikaze dalam permainannya ? Siap-siap mati kutu kau , Uchiha !' Batin Naruto menggebu-gebu.

~0~0~0~0~0~0~0~

Dikelas 11-3 sudah terpenuhi oleh siswa-siswi . Beragam kegiatan pun mereka lakukan . Ada yang bersenda gurau dengan temannya , ada yang berkenalan , ada yang makan , ada yang sedang membaca buku dan sebagainya . Tapi mari kita coba melihat kearah bangku belakang dekat jendela . Terlihat 2 orang pemuda menatap bosan sosok didepannya dan seorang pemuda lainnya tengah membaca buku dengan tenang . Sedangkan sosok disebelahnya lagi tengah menatap tajam pintu kelas , ia baru saja selesai diobati lukanya .

"Ne , Suke ! Mau sampai kapan kau menatap pintu , hah ?" Ujar Gaara malas dengan bertopang dagu.

"Kau merepotkan sekali , Suke ,,, hoamm ." Ujar Shikamaru sambil menguap lebar.

"Sepertinya ia tak akan masuk ." Ujar tenang Sasori tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.

"Tidak , ia akan masuk ." Ujar Sasuke dengan seringai kecilnya.

"Mana ?" Ujar Gaara sambil melirik bosan kearah pintu dan ...

"Hhh .. hhh ... Kita sampai Hinata !" pekik Naruto dengan nafas masih tersenggal-senggal .

"I-iya , Hi- Naru-chan ! " Ujar cepat-cepat Hinata sambil menutup mulutnya.

Naruto memberikan deathglarenya kepada Hinata dan memberikan tatapan 'jangan – keceplosan ! ' yang hanya diikuti anggukkan kepala Hinata.

Naruto dan Hinata memasuki ruang kelas baru mereka . Mata sapphire dan lavender menjelajahi isi ruangan untuk mencari tempat duduk dan ...

"Cih! Kenapa hanya ada di samping Teme sialan itu !" Gerutu Naruto .

"S-sudahlah , N-naru-chan. N-nanti keburu s-sensei masuk ." Tegur Hinata .

"Ha'i ha'i ." Ujar malas Naruto .

Hinata melangkah maju duluan sedangkan Naruto mengikuti . Siswa-siswa banyak menghentikan kegiatan mereka ketika melihat ada dua bidadari memasuki kelas mereka .

"Hei , cewek berambut indigo itu cantik sekali ."

"Iya iya , wah... wajah malaikat ."

"Hei! Siapa gadis pirang sebahu berkacamata itu ? Cantiknya ."

"Pasti siswi pintar ya gadis pirang itu ?"

"Hei , wajahnya mirip Hime Namikaze yang 3 tahun menghilang ."

"Hmm~ Iya sih tapi Hime-sama memiliki rambut panjang dan tak berkacamata ."

Naruto mendengarkan semua ucapan-ucapan dari para siswa yang tengah membicarakannya . Naruto melirik-lirik kearah seorang siswa yang tengah membicarakan tentang dirinya kepada siswa dan siswi lain . Naruto pun memandang bosan sosok itu yang tak lain adalah Inuzuka Kiba .

'Cih ! Dasar Kiba baka .' Ucap Naruto dalam hati.

Lalu mata sapphire nya menjelajahi lagi isi ruang kelas dan Naruto pun melihat banyak sekali anak-anak yang merupakan anank-anak kelas atas . Ada Yamanaka Ino , putri tunggal dari pembisnis perusahaan yang mengelola berbagai macam bunga dan tanaman bibit berkualitas tinggi . Lalu , Haruno Sakura , putri tunggal aktris dan sutradawan terkenal . Tenten , putri tunggal dari atlit judo dan pemain kendo internasional dan masih banyak lainnya . Naruto memandang bosan semua yang ada di kelas .

'Cih ! Wajah-wajah lama , membosankan .' Batin Naruto kesal.

Dan akhirnya Naruto mengambil kesimpulan bahwa kelas 11-3 merupakan kelas yang berisikan anak-anak kalangan atas . Hinata duduk di sebelah kiri Naruto . Naruto sekarang mukanya tambah masam karena di samping kanannya ada seseorang yang tengah melirik Naruto dengan seringai mengejeknya.

"N-naru-chan , D-daijoubu ka ?" tanya Hinata .

"Kau ingin jawaban jujur atau bohong ?" Ujar Naruto masih menghadap ke depan dengan malas.

"B-bohong s-saja ." Ujar Hinata

"Baiklah . Hari ini aku sangat baik-baik saja bahkan sangat baik karena ada orang di samping kananku . Puas ?"Ujar Naruto dengan senyum 'palsu'nya .

Hinata hanya menghela nafas berlebihan .

"Ohh , Kau merasa baik-baik saja bila di dekatku , heh ?" Ujar dingin seseorang .

Naruto memalingkan wajahnya kearah kanan dengan tampang semanis-manisnya dan senyum terbaiknya .

"Ada apa , Teme ?" Ujar Naruto masih dengan senyum manis palsunya.

"Namaku Sasuke bukan Teme , Dobe ." Ujar Sasuke datar. Raut manis Naruto langsung hilang entah kemana ketika mendengar kata 'dobe' .

'Hellloooo ... Mana ada seorang Namikaze adalah seorang 'dobe' ? ' Batin Naruto meraung-raung tak terima .

"Aku juga punya nama . Namaku Naruto bukan dobe , ayam jadi-jadian !" Pekik Naruto .

"Tapi kau lebih pantas menjadi dobe , rubah jadi-jadian ." Ujar Sasuke datar dengan seringainya.

Naruto langsung memalingkan wajahnya ke tas orange yang berada di atas meja . Tangannya meronggoh isi tas dan segera mengeluarkan Handphone touchsreennya dan headset . Ia memasang headset cepat-cepat dan segera mencari lagu-lagu yang ada di handphonenya lalu setelahnya ia miringkan kepala dan menempelkannya ke meja . Hinata yang melihat semua itu , mengalihkan pandangannya kearah 3 pemuda yang menatap heran Naruto . Hinata langsung merobek sehelai kertas dan menulis pesan sesudahnya ia gulung-gulung kertasnya dan ia lemparkan kearah meja Sasori . Sasori yang melihat ada sebuah kertas yang tergulung mencari sosok siapa yang melempar dan melihat Hinata tengah menatap bergantian ia dan kertas itu . Sasori pun langsung membuka isi gulungan itu dan membaca . Gaara dan Shikamaru tak ketinggalan juga untuk membaca .

Gomen , hari ini Naru-chan sedang tidak dalam mood yang bagus . Jadi jangan ganggu dia dulu .

P.S : Jangan ganggu kalau tak mau mati ^ - ^ .

Hinata.

Shikamaru dan Gaara memandang horror kepada Naruto yang tengah menikmati alunan musik . Sasori terus memandang Naruto sampai akhirnya ia berdiri dari bangku dan berjalan menuju tempat duduk Naruto dan Hinata .

"Hyuuga , jika boleh tahu , apa maksud dari P.S mu itu ?" Tanya Sasori langsung.

Hinata tersenyum manis , "M-maaf sebelumnya A-akasuna-san jika P.S itu m-membingungkan tapi m-mohon jangan g-ganggu Naru-chan t-terlebih dahulu . Bisa-bisa b-badanmu remuk s-semua karena N-naru-chan ahli b-bidang beladiri A-aikido ." Jelas Hinata.

Tiba-tiba bulu kuduk Sasori mendadak merinding . Entah kenapa seperti ada aura hitam didekatnya . Sasori menatap mata Hinata dengan tatapan 'ada-apa-ini' . Hinata membalasnya dengan lirikkan kearah Naruto yang terus menguar-nguarkan aura hitam itu daritadi.

"O-oh ... Baiklah . Arigatou atas penjelasannya ." Ucap Sasori sambil beranjak pergi kembali ke kursinya.

Hinata tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Gaara dan Shikamaru hanya saling bertatapan heran karena tak biasanya Sasori berraut err- ketakutan dengan kejadian tadi sedangkan Sasuke ? sudah pasti seringai liciknya muncul lagi .

~0~0~0~0~0~0~0~

Hari jam pelajaran sedikit berkurang karena hanya perkenalan diri saja . Bel istirahat pun berbunyi . Semua siswa siswi berhamburan keluar tak luput anggota 'Pangeran Musim' juga . Naruto sedikit bernafas lega ketika si pantat ayam dan 2 teman menyebalkannya itu pergi . Sasori ? Dia sedang asik membaca buku di mejanya tak ikut keluar bersama teman-temannya itu.

"N-naru-chan , k-kau ingin i-ikut ke k-kantin ?" Tanya Hinata .

"Tidak Hinata . Aku malas ." Jawab Naruto ogah-ogahan.

"B-baiklah . J-jika ada apa-apa , s-segera h-hubungi aku ya ." Ujar Hinata sambil berdiri dan menepuk pelan bahunya.

"Ha'i~" ujar Naruto malas sambil memandangi layar Handphone touchscreen-nya.

Hinata beranjak dan segera menghilang dibalik pintu kelas . Naruto masih asik memandangi wajahnya yang tepantul . Kini Naruto berubah seutuhnya dari sang Hime menjadi gadis biasa . Rambutnya telah ia potong sebahu dan menggunakan kacamata berlensa normal .

'Sang batu permata kini berubah menjadi batu biasa yang tak ada harganya .' Batin Naruto ketika melihat pantulan wajahnya itu.

Sasori yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Naruto , beranjak untuk mendekati Naruto .

"Naru-chan ." panggil Sasori .

Naruto mendonggakkan wajahnya yang sedari tadi di meja dan menatap Sasori yang berada disebelahnya.

"Apa ?" Tanya datar Naruto.

"Kau ... terlihat sedang tak enak hati . Ada apa ? Kau bisa cerita padaku ." Ujar Sasori tenang.

"Aku hanya lagi malas Sasori ." Ujar singkat Naruto.

"Benarkah ?" Tanya Sasori sambil menaikkan sedikit alisnya.

Naruto menganggukkan kepalanya pelan.

"Baiklah . Kau ingin ikut aku ke taman belakang ?" Ajak Sasori.

"Tidak , terima kasih ." Ujar Naruto sambil melanjutkan kembali 'acara' tidur-tidurannya.

Sasori tersenyum lembut dan segera beranjak pergi dari kursi yang baru ia duduki disamping Naruto , melangkah ke pintu kelas dan menutupnya kembali . Naruto menjelejah kembali seisi ruang kelasnya yang baru dengan tatapan bosan dan menghela nafas sebelum menutup mata menikmati kembali alunan musik dari Handphonenya itu.

BRRAAAK

Mata Naruto terbuka setengah . Dalam hatinya ia mengutuk siapa saja yang berani membangunkannya . Naruto mendonggakkan kepalanya mencari sang pelaku yang berulah tadi . Kini matanya menyipit tatkala melihat seorang gadis berambut merah dengan kacamata . Sang gadis itu menatap sinis kepada Naruto . Sang gadis itu tak sendirian , ia bersama gadis berambut pink itu juga .

'Cih ! Ternyata meraka ya , si Haruno dan gadis yang menatapku dengan sinis . ' Batin Naruto kesal.

"Apa mau kalian ?" Tanya Naruto dingin.

"Heh ! Kau , gadis kampungan ! Tadi pagi kau sudah membuat Pangeran Fuyu tercintaku babak belur kau tahu , hah ! " Bentak gadis berambut merah itu sambil menggebrak meja Naruto.

"Siapa kau ?" Tanya Naruto tanpa menghiraukan bentakkan yang tadi gadis itu berikan.

Sang gadis merah itu menegakkan tubuhnya dan menyilangkkan kedua lengannya di dada , " Aku ? Karin . Anak pengusahan fashion terbesar di dunia bernama , Redgirls ." Ujar bangga gadis yang mengaku bernama Karin itu .

Naruto hanya menatap bosan dan ber-oh-ria saja. Sakura yang sudah dari tadi kesal itu langsung menarik kasar dagu Naruto hingga berhadap dengannya . Sedangkan Karin menyeringgai kecil.

"Ck ! Benar-benar gadis ga tau diri . Sudah buat Pangeran Fuyu babak belur dan tadi kau menggoda Pangeran Haru-ku segala ! Kau lebih baik jauhi mereka , ini adalah peringatanku yang pertama padamu ! Mengerti ?" Ujar ketus Sakura.

Naruto menepis tangan Sakura dari dagunya dan menatap tajam kearah Naruto , "Salahkan dia yang berani-beraninya menyentuhku , jadi jangan salahku bila Pangeran Fuyu kalian ku pukul dan siapa yang bilang aku yang menggodanya ? Pangeran Haru nya lah yang datang sendiri kepada ku ." Ujar Naruto datar.

"Dan satu lagi , jangan pernah kau berani mengancamku . Karena aku tak bisa jamin akan apa yang akan terjadi padamu ." Desis Naruto dingin.

Karin yang kesal karena ucapan 'pedas' Naruto itu mencoba melayangkan tamparannya , "Kurang ajar !" Ujar marah Karin.

Tapi sebelum tamparan itu berhasil mendarat di pipi mulus Naruto , tangan Naruto sudah mencekal tangan Karin dan melintirnya sedikit .

"Arrggh !" Erang Karin kesakitan.

Naruto melepas pelintirannya dan menghempaskan tubuh Karin hingga jatuh .

"Karin ! Daijoubu ka ?! " Tanya Sakura cemas terhadap Karin .

Karin mengelus-elus lengannya yang memerah akibat pelintiran Naruto . Karin yakin tadi Naruto tak menggunakan tenaganya tapi tetap terasa sangat sakit . Naruto menatap dingin kedua gadis yang terduduk di depannya . Aura hitam kembali menyelimuti Naruto , membuat Karin dan Sakura menatap takut kepada Naruto .

"Ini bukan hal apa-apa . Sama seperti yang ku bilang , aku tak menjamin apa yang akan terjadi pada kalian . Jadi lebih baik kalian tak mencari masalah padaku ." Ucap Naruto sambil meninggalkan mereka yang diam mematung .

"Uzumaki Naruto ! Kau ..." Geram Karin .

Sakura pun menatap sinis bangku yang di duduki Naruto .

'Aku bersumpah ! Kau akan bertekuk lutut padaku , Naruto !' Batin Karin dan Sakura bersamaan.

T B C

Huuuuaaaahhh ... Lama bgt ya updet nih cerita ? hehehe ... maafkan author yang masih newbie ini *bungkuk-bungkuk hormat* ^ - ^ .

Mind to review ?