4 Pangeran Musim dan Putri Matahari
Disclamier : Saya hanya meminjam chara – chara yang dibuat oleh Masashi-sama .
Pairing : SasuFemNaru
Genre : Romance , Friendship , Crime , dll.
Warn : Karena saya hanya author baru , mohon dimaklumi segala bentuk kekurangan maupun kesalahan .
DLDR!
Happy Reading^^
"Ini bukan hal apa-apa . Sama seperti yang ku bilang , aku tak menjamin apa yang akan terjadi pada kalian . Jadi , lebih baik kalian tak mencari masalah padaku ." Ucap Naruto sambil meninggalkan mereka yang diam mematung.
"Uzumaki Naruto ! Kau ... " Geram Karin .
Sakura pun menatap sinis bangku yang diduduki oleh Naruto .
'Aku bersumpah ! Kau akan bertekuk lutut padaku , Naruto !' Batin Karin dan Sakura bersamaan .
Chapter 4 : Bad News
Naruto berjalan menyusuri lorong demi lorong seorang diri . Semua orang yang berada disekitar lorong yang dilewati Naruto memberikan tatapan yang aneh kepadanya . Adapula yang berbisik-bisik namun tak sedikit pula dari mereka yang berpura-pura tidak melihat Naruto .
"Naruto !" Seru seorang pemuda yang berada dibelakang Naruto .
Naruto tak menghiraukan seruan sosok itu dan terus berjalan .
"Hei , Uzumaki Naruto !" Seru yang kedua kalinya pemuda itu sambil terus menggejarnya .
Naruto masih tak bergeming.
"Hoy ! Murid kampung !"
Langkah Naruto terhenti sejenak . Sosok yang berseru memanggil nama Naruto menyeringai senang dan mulai mendekati Naruto .
"Apa maumu ?" Desis Naruto dingin.
"Hee... belagu sekali kau kepadaku ." Ucap sombong sosok itu sambil menepeleng kepala Naruto .
Naruto masih terdiam dengan tatapan tajam dan tangan yang terkepal kuat-kuat . Semua siswa dan siswi yang melihat kejadian itu adanya merasa kasihan kepada Naruto dan juga yang senang melihat Naruto diperlakukan demikian.
"Ohh... Aku jadi takut nih ... " Ujar pemuda itu dengan ekspresi takut yang dibuat-buat , "... tatapan matamu itu tidak seharusnya kau perlihatkan kepadaku ." Lanjut pemuda itu dengan sarkastisnya.
"Karena orang kampung tidak pantas untuk menatap tajam seorang kalangan atas ." Tambah pemuda dengan meninggikan suaranya .
Seketika ledaklah tawa hinaan kepada Naruto . Naruto menundukkan wajahnya membiarkan beberapa helaian poninya jatuh menutup sebagian wajah cantiknya . Pemuda itu menatap rendah Naruto yang tengah menunduk itu .
"Cih ! Dasar lemah ! Cengeng !" Ejek sosok itu dengan seringai kecilnya.
"Siapa yang kau sebut cengeng ?"
DEG!
Suara dingin Naruto seolah telah membeku sekitarnya . Beberapa diantara mereka menutup mulut dengan telapak tangan mereka yang tak terkecuali pemuda yang tengah berusaha menormalkan kegugupannya . Mata sapphirenya menatap datar dan dingin sosok didepannya .
"Lebih baik kau jaga ucapanmu sebelum seluruh tulang yang ada dalam tubuhmu kubuat remuk ." Ancam Naruto dengan nada serendah-rendahnya.
"Heh ! Memang kau siapa hah ?! " Bentak keras pemuda itu dengan satu kedutan besar di kepalanya.
"Tidak perlu kau tahu siapa aku karena itu tidak penting ." Ujar datar Naruto .
"Hooo... Kau mau mengajakku 'berperang' ya ?" Tantang pemuda itu dengan seringai liciknya.
"Aku tak punya banyak waktu untuk mengurusi orang BAKA sepertimu ." Ucap Naruto dengan santainya dengan penekanan kata 'Baka' dan membalikkan badannya .
Pemuda yang merasa terhina itu langsung menggejar Naruto dan melilitkan lengannya ke leher Naruto dengan kencang . Naruto sedikit kesulitan bernafas namun ia mencoba menendang keras tulang kering pemuda itu hingga membuat lilitan lengan pemuda itu kendur dan disaat itulah Naruto mengcengkram lengan pemuda itu kemudian membungkukkan badannya seraya mengangkat tubuh pemuda itu dan membantingnya ke depan .
BUUUGGHH
Bunyi debuman keras menggema sepanjang lorong itu . Semua yang menyaksikan semuannya tercenggang kaget . Tak ada satupun diantara mereka yang berkedip hingga suatu suara membuyarkan lamunan mereka .
"Sudah kukatakan bukan ? Aku tak memiliki banyak waktu untuk mengurusimu , Inuzuka-san." Ucap Naruto datar seraya meninggalkan pemuda yang bermarga 'Inuzuka' itu yang tengah merintih kesakitan.
"Kibaa! Kamu dima – " Teriakkan cempreng seorang gadis terhenti ketika melihat sahabatnya bangun dengan merintih – rintih kesakitan .
"Kiba !" Pekik gadis seraya membantu mendirikan tubuh Kiba .
"Ah , Ino ." Gumam lirih Kiba ketika melihat Ino tengah menggotong dirinya.
"Hei ! Kau kenapa ?! " Ujar khawatir gadis yang bernama Ino itu .
"Ah , Yamanaka-san tadi Inuzuka-san berkelahi dengan seseorang ." Ujar salah seorang siswa yang menjadi saksi mata kejadian itu.
Alis Ino saling bertautan , "Berkelahi ? Dengan siapa ?" Tanya Ino kepada seluruh yang ada di lorong itu .
"Seorang gadis berambut pirang pendek , namanya Uzumaki Naruto ." Ujar siswi berkucir dua kepada Ino.
Mata blue ocean Ino sedikit terbelalak . Ia tidak menyangka bahwa gadis berambut pirang itu bisa mengalahkan Kiba yang notabene seorang atlit Judo tingkat Internasional . Namun tak selang beberapa lama mata blue oceannya menjadi sendu . Ino merasa setiap kali ia melihat atau melirik Naruto , ia merasa telah bertemu kembali dengan sahabat lamanya yang telah menghilang 3 tahun lamanya .
"Naru .." Gumam Ino lirih .
~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
Naruto melanjutkan lagi perjalanannya . Tatapan sapphirenya semakin bertambah kelam dan dingin . Ia menulikan telinganya untuk tidak mendengarkan bisikkan bisikkan siswa siswi yang berpapasan dengannya . Ketika di dekat belokkan ujung lorong ia berpapasan dengan Hinata yang tengah membawa buku- buku tebal yang berada didekapannya .
"H-halo , Na – "
DEG ! DEG !
BRUKK
Jantung Hinata berdeguk kecang ketika melihat sepasang sapphire kelam milik Naruto memandang datar Hinata . Keringat dingin mulai muncul di pelipis cantik wajah Hinata . Mata lavendernya sedikit terbelalak . Buku – buku yang berada dekapannya pun jatuh berantakkan .
'T- tidak mungkin ! Ini tidak mungkin !' Batin Hinata yang mencoba membantah apa yang ia lihat .
"N-naru – chan , a-apa yang t-terjadi d-denganmu ?" Tanya khawatir Hinata seraya mencoba menyentuh bahu Naruto .
Plak . Naruto menepis pelan punggung tangan Hinata sebelum menyentuh bahunya .
"Bukan urusanmu Hinata ." Ujar dingin Naruto seraya meninggalkan Hinata seorang diri dengan berbagai pikiran berkecamuk di otaknya .
'Siapa yang telah berani berbuat Naru – chan seperti itu ? Akan ku selidiki orang – orang yang telah mengganggu ketenangan Naru – chan !' Batin Hinata menatap penuh arti punggung Naruto yang kian lama makin mengecil dan menghilang di belokkan kiri dekat Lab bahasa .
~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
"AAARRRRGGGGHHHHHHH!"
Teriakkan kencang berasal dari seorang gadis berambut pirang pendek tengah menetralisirkan emosi yang berkecamuk dipikirannya di atap sekolah . Wajahnya begitu menunjukkan kekesalan yang sedaritadi ia pendam . Gadis berambut pirang pendek itu mengeluarkan selembar foto yang mencetak gambar sebuah keluarga bahagia . Di foto itu terlihat seorang pria tampan berumur 30 tahunan yang memiliki ciri – ciri fisik seperti dirinya , yaitu bermata sapphire dan berambut pirang . Pria itu berdiri disamping seorang wanita cantik berambut merah sepinggang dan bermata violet yang tengah memangku dirinya yang berbalut baju dress berwarna merah maroon dengan renda berwarna putih dan disamping dirinya berdiri seorang anak laki – laki yang berambut persis ibunya , merah . Mata anak laki – laki itu berwarna merah keungu-unguan . Semuanya tersenyum bahagia . Foto keluarga terakhir kalinya sebelum kecelakaan itu merenggut nyawa kedua orang tua Naruto .
"Tou-san , Kaa-san ... Kyuu- nii ." Ujar lirih Naruto .
Naruto kembali meraba saku roknya dan menggeluarkan foto seorang gadis kecil yang memiliki rambut yang sama dengannya yang dikucir satu dan bermata azure tersenyum manis menghadap kamera . Naruto menggelus – elus foto itu dengan penuh kasih sayang yang tanpa Naruto sadari sebulir air mata jatuh menetes foto itu .
"Nee-chan , kau dimana sekarang ? sudah lebih 16 tahun kau tidak kembali bahkan aku ..." Naruto menutup mulutnya agar isakkannya tidak terdengar , " ... b-belum pernah m-melihatmu ... , a-pakah kau b-baik – baik saja , Nee – chan ?" Gumam Naruto parau sambil memeluk erat kedua foto yang selalu ia bawa itu .
Dibalik pintu yang sedikit terbuka itu , tampak sesosok misterius yang tengah menatap sendu seolah ia ikut merasakan apa yang Naruto rasakan . Ia tersenyum getir melihat Naruto yang biasa ia lihat begitu ceria dan hyperaktif kini terlihat rapuh .
"Kuatkan selalu dirimu , Naruto ." Gumam pelan sosok itu bahkan yang mendengar hanya dia seorang .
~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
Hinata menatap cemas bangku yang berada disampingnya . Ya , Naruto hingga sekarang belum kembali padahal bel masuk telah berbunyi . Hinata terus menerus menatap pintu semoga Naruto segera kembali . Hinata takut bila Naruto kembali melakukan 'hal' itu tanpa Naruto sadari sendiri . Ia bingung apa yang harus ia laporkan kepada Neji – nii bila 'hal' itu terjadi . Sudah cukup bagi Hinata melihat 'hal' yang dilakukan Naruto yang bisa membuat Naruto pingsan selama 2 hari penuh .
'Naru – chan ... kuharap kau cepat kembali .' Batin Hinata cemas .
Sasuke yang sedaritadi memperhatikan gerak – gerik gelisah Hinata membuat ia menjadi tidak tahan untuk bertanya .
"Hyuuga ."
Hinata langsung menoleh kearah Sasuke dengan wajah yang langsung dibuat seceria mungkin .
" Ada apa , Uchiha-san ? " Tanya Hinata yang tak lupa senyum manisnya .
"Pintar sekali kau berakting ." Sindir Sasuke datar .
Hinata terkejut bukan main . Selama ini tidak ada satu orang pun yang dapat menggetahui bahwa ia tengah berakting 'manis' untuk menutup perasaan sebenarnya kecuali Naruto . Hinata menutupi rasa keterkejutannya dengan wajah kebingungan.
"Ck ! Jangan berpura – pura . Sikap gelisahmu terlihat jelas oleh kita meskipun kau mencoba menutupinya ." Ujar Shikamaru dengan dagu yang ditopang dengan telapak tangannya.
"Gelisah ? Memangnya aku terlihat sedang gelisah ?" Tanya Hinata yang sebenarnya dalam batin ia membenarkan perkataan Shikamaru tadi .
Gaara memutar matanya bosan , " Terserah kau saja ." Ujarnya acuh tak acuh.
"Dimana Naruto ?" Tanya Sasuke kepada Hinata .
Hinata mengangkat kedua bahunya pelan namun Sasuke menatap curiga pada Hinata . Hinata sedikit menghela nafas .
"Aku tidak tahu , Uchiha – san ." Ujar Hinata tegas setelah ia mendapatkan tatapan curiga Sasuke .
"Suke ! Sebaiknya kau perhatikan teman sebangku mu ." Ujar Shikamaru seraya menunjuk tempat Sasuke yang kosong disebelahnya dengan dagunya.
"Aku tak peduli ." Ujar singkat Sasuke sambil menutup kelopak matanya .
Gaara menggeleng pelan kelakuan Sasuke yang terkadang seperti anak kecil itu . Sasuke sangat susah untuk bergaul , ia hanya bergaul dengan anak – anak yang sering dipertemukan dalam acara bisnis .
"Lebih baik aku tidur saja ." Ucap Shikamaru seraya melanjutkan tidurnya kembali .
Hinata yang melihat kelakuan 'Pangeran Musim' itu tersenyum miris .
'Aku heran ... Kenapa bisa mereka menjadi seorang pangeran sekolah bila ternyata kelakuan mereka 'ajaib' semua ya ?' Batin Hinata menerka – nerka .
BRAAAK
Semua yang tengah asik dengan kegiatan mereka sendiri itu terhenti sejenak . Seorang gadis berambut pirang dengan nafas yang sedikit terburu – buru lalu tak lama berselang muncul seorang pemuda berambut merah dengan tatapan mata yang sayu itu memasuki kelas secara bersamaan . Mereka terus berjalan menuju bangku mereka masing – masing tidak memperdulikan tatapan sebal dan iri dari para fansgirl pemuda berambut merah itu dan tatapan tajam Kiba kepada gadis berambut pirang .
Naruto menghela nafasnya panjang dan melalui mata ekornya ia bisa melihat pancaran kelegaan dari wajah cantik Hinata .
"Gomen , aku membuatmu khawatir , Hinata ." Ujar Naruto dengan cengiran lima jari andalannya.
Hinata menggeleng pelan dan tersenyum manis , " Iie , daijoubu ."
Pemuda berambut merah itu sudah sejak ia duduk dibangkunya ia telah memandang terus kearah Naruto yang tengah dicubit gemas oleh Hinata .
"Sasori ."
Pemuda yang bernama Sasori itu pun menatap seseorang yang memanggilnya .
"Hm ?" Ambigu Sasori dengan alis sedikit naik keatas .
"Apa kau memiliki hubungan lain dengan Naruto ?" Ujar seseorang datar namun dapat ditangkap nada menyelidiki .
Sasori mendengus geli , "Menurutmu ?" Dengan tatapan yang tak kalah tajamnya .
"Jawab pertanyaanku , Sasori . Jangan kau bertanya balik ." Ujar seseorang yang tampaknya sedikit kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Sasori .
"Cari jawabannya sendiri , Sasuke . Jangan kau bertanya padaku ." Ujar balik Sasori santai .
Rahang Sasuke sedikit menggeras dan dengan segera ia memalingkan wajahnya kearah buku yang berada di atas meja itu . Sasori menyeringai kecil melihat reaksi Sasuke .
'Mau mengklaim Naruto seorang diri heh ? Sebelum itu , lawanlah aku dulu ... Sasuke .' Batin Sasori terkekeh pelan .
Gaara yang sedaritadi memperhatikan Sasori , Sasuke , dan Naruto secara bergantian membuat ia merasa sedikit 'panas' hatinya . Ia melirik Naruto yang kini terlihat serius membicarakan sesuatu dengan Hinata .
'Cih ! Sainganku bertambah satu .' Batin Gaara kesal .
Gaara segera mengambil I-phone-nya berserta headset dan mulai mendengarkan lagu kesukaannya ketika ia sedang kesal .
Tak berbeda jauh dengan seseorang yang tangannya digunakan sebagai pengganti bantal itu . Mata coklatnya menatap ketiga temannya secara bergantian dan berakhir pada sosok Naruto . Sosok itu berdecih sampai akhirnya ia memilih untuk terlelap kembali .
Namun tanpa mereka sadari ada tiga orang menatap Naruto begitu tajam dan satu orang yang memandang Naruto dengan penuh kesedihan .
~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
Bel sekolah telah berbunyi sejak 15 menit lalu namun masih saja ada yang betah berada di kelasnya .
"Ne , Hinata ! Bagaimana ya kabar Kyuu – nii sekarang ?" Tanya Naruto sambil menengadahkan kepalanya menatap langit .
"K- kurasa K-kyuu – sama baik – baik s-saja , N- naru – chan ." Ujar Hinata sambil tersenyum manis .
"Holaaaaaaa~~~~" Seruan menggelegar seisi kelas 11- 3 .
"Issshh... Konan ! Suaramu itu hampir membuat kaca – kaca yang berada di sini hampir pecah tahu ." Cibir Naruto yang langsung mendapat jitakkan gratis dari Konan.
"Ittai , sakit tahu Konan ." Ujar Naruto sambil mengelus- elus ubun- ubunnya yang terasa sakit .
"Itu adalah akibatnya karena kau mencibirku ahoo ." Ujar Konan sambil tersenyum nista .
Naruto menggembungkan kedua pipinya ketika mendengar penuturan Konan .
"Huuh ! Aku izin mau ke kamar mandi . " Ujar Naruto seraya pergi meninggalkan kelas .
"Gomen ne Naruto !" Teriak Konan dari dalam kelas namun dapat di dengar oleh Naruto yang membuatnya sedikit tersenyum .
"A-ada apa K-konan – chan d-datang ke s-sini ?" Ujar Hinata setelah Naruto pergi izin meninggalkan kelas .
"Ah ! Sebenarnya aku hanya ingin memberikan ini untukmu , Hinata ." Ujar Konan seraya memberikan sebuah kotak hitam yang diberi pita merah .
"Dari siapa ?" Tanya Hinata .
"Entahlah , kurasa itu dari nii – san mu , Hinata ." Ujar Konan .
Hinata mengamati setiap bagian – bagian dari kotak itu dan menemukan secarik kertas ber-isi-kan ...
I hope you like this gift .
Hinata menyerengitkan dahinya sedikit ketika membaca kalimat yang ditulis oleh spidol berwarna merah itu .
"Ah , Hinata ! Aku pamit ya , harus segera pulang . Salam untuk Naruto dan Jaa ne ." Ujar Konan seraya keluar dari kelas .
"Jaa Konan ." Balas Hinata sambil tersenyum .
Selepas kepergian Konan , Hinata mulai membuka isi kotak itu dan menemukan kembali selembar kertas yang dilipat dan di tulis menggunakan spidol berwarna merah . Hinata mulai membaca isi surat misterius itu .
Aku adalah seorang dewa yang hidup dalam kegelapan abadi
Aku terbangun oleh suara bunyi lonceng
Lonceng yang membuat semua orang merasa kesakitan
Kini aku tengah mencari tumbal
Untuk mendapatkan kekuatan dahsyat dari dunia fana ini
Namun mangsaku kini dijaga ketat
Oleh seorang bidadari dan seekor marmut merah
Tahukah kalian ? Kini aku berada di sekitarmu
Aku tidak terlihat namun dapat dirasakan
Jaga baik – baik mangsaku
Hingga aku bisa memiliki seutuhnya
Mata lavender Hinata mengamati kalimat per kalimat itu . Dahinya sedikit di kerutkan . Entah mengapa perasaan tak enak menyelimuti perasaan Hinata ketika membaca surat itu .
'Mangsa ? Apa maksudnya ini ?' Batin Hinata heran .
Hinata langsung memasukan kembali isi surat itu ke dalam kotak dan menyimpannya di saku jas sekolahnya .
"Hinata ~~"
"Ya , N-naru-chan ?" Tanya Hinata kepada Naruto .
"Ayo ! Sekarang kita pulang ~ " Ujar riang Naruto sambil mengambil tasnya .
" Oh ya , Konan mana ?" Tanya Naruto seraya menoleh ke kanan dan kiri mencari Konan .
"D- dia s-sudah p-pulang N-naru-chan ." Ujar Hinata .
Naruto mengganggukkan kepalanya dan berjalan mendahului Hinata yang pikirannya masih memikirkan surat misterius itu .
'Akan ku tanyakan pada Neji – nii .'
~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
" Apa ?! "
Hinata merasa lidahnya menjadi kelu ketika mendengar maksud dari surat itu . Seketika air mata menetes dari pelupuk matanya .
"Kejam sekali mereka . " Ujar lirih Hinata .
"Arigatou , Neji – nii . Oyasuminasai ." Pamit Hinata sambil memutuskan hubungan teleponnya dengan Neji .
Hinata menatap sendu keluar . Ia memandang langit yang malam ini tak berbintang .
'Naru – chan ... '
~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~
"Kau sudah kirim kotak itu ?"
"Sudah , My Lord ."
"Khukhukhu... sebentar lagi kau akan menjadi milikku ... hahahahahahaha ."
T B C
~ Hufttt... chappy 4 update ^^ Readers ! Aku ganti pen name menjadi Reii Harumi ^^ dan Gomenasai readers , Haru telat meng-update karena sekarang banyak tugas , ulangan dan try out T.T Haru minta doanya ya biar Haru bisa lancar menjalankan kewajiban Harus sebagai anak kelas 9 dan nilai UN nya bagus lalu masuk SMA yang Haru inginkan deh ^^ ~
Mind to review ?
