4 Pangeran Musim dan Putri Matahari

Disclamier : Saya hanya meminjam chara – chara yang dibuat oleh Masashi-sama .

Pairing : SasuFemNaru

Genre : Romance , Friendship , Crime , dll.

Warn : Karena saya hanya author baru , mohon dimaklumi segala bentuk kekurangan maupun kesalahan .

DLDR!

Happy Reading^^

"Kau sudah kirim kotak itu ?"

"Sudah , My Lord ."

"Khukhukhu... sebentar lagi kau akan menjadi milikku ... hahahahahahaha ."

Chapter 5 : Point Bright

Naruto berjalan menyusuri heningnya perjalanan menuju apartemennya . Di telinganya ia pasang sepasang headset hitam yang memperdengarkan alunan musik pop . Sesekali bibir mungilnya menyanyikan bait – bait lagu yang ia dengarkan .

Dukk ... klontang

Naruto membalikkan badannya dan mencari sosok yang telah berani menendangkan kaleng soft drink kepadanya . Mata sapphirenya mencoba memperhatikan sekitar dengan seksama .

"Ah ! Gomen !"

Naruto menatap lurus ke depan dan melihat seorang pemuda berambut merah bata , mata hijau jade , dan bertato 'Ai' di dahi kirinya berlari menuju ke arahnya .

"Hosh ... hosh ... gomen ... kaleng minuman ku mengenaimu , Uzumaki-san ... hosh " Ujar pemuda itu dengan nafas tersenggal – senggal setelah ia berdiri dihadapan Naruto .

"Iie . Daijoubu , Sabaku - san ." Ujar Naruto santai seraya membalikkan badannya namun di tahan oleh tangan pemuda Sabaku itu .

"Hm ?" Alis Naruto terangkat satu .

Pemuda Sabaku itu melepaskan secara perlahan cengkraman tangannya pada lengan Naruto .

"Temani aku makan ." Ucapan itu meluncur mulus dari mulut sang pemuda Sabaku itu .

"Hah ? " Ujar bingung Naruto sambil memutar badannya berhadapan dengan pemuda Sabaku yang tengah menatap mohon padanya .

"Oh ! Come on ! Anggap saja sebagai bentuk permintaan maafku ." Ujar pemuda sedikit memaksa.

"Maaf , tapi kurasa itu tidak perlu dan aku sudah memaafkanmu ." Tolak Naruto halus .

Pemuda Sabaku tampak terdiam hingga ia akhirnya buka suara , "Kali ini saja . Ku mohon ." Ujar pemuda Sabaku itu pelan namun dapat didengar oleh Naruto .

Naruto menggambil nafas sejenak dan menghembuskannya perlahan , "Baiklah , ku temani kau makan dan hanya kali ini saja ." Ujar Naruto dengan senyum kecil terukir di bibirnya.

"Oke . Ayo !" Ujar pemuda itu seraya menggandeng tangan Naruto .

"Eh ? Saba – "

"Panggil aku 'Gaara' saja ."

"B – baiklah , Gaara-san ."

Pemuda yang bernama Gaara menggeleng pelan dan membuat Naruto mengerutkan dahinya .

"Panggil aku langsung 'Gaara' saja dan tanpa embel – embel apapun ." Ujar Gaara dengan senyum tipisnya .

Naruto menganggukkan kepalanya kaku , "G- gaara ?"

"Nah ! Seperti itu ." Ujar Gaara sambil memandang ke depan jalanan yang sunyi.

Naruto masih tetap mengerutkan dahinya dan terlihat oleh ekor mata Gaara yang meliriknya sekilas .

"Ada apa ?" Tanya Gaara tanpa memperhatikan Naruto yang berada di sebelahnya .

"Kenapa ... kau memintaku memanggilmu dengan nama kecilmu ? Bukankah itu tidak sopan ?" Tanya Naruto sambil mendonggakkan kepalanya untuk menatap Gaara yang lebih tinggi 17 cm darinya .

Gaara mendengus geli mendengar pertanyaan Naruto , "Bukannya kita saling kenal ?"

"Saling kenal ?"

"Ya . Kita satu kelas , bukan ? Tentunya kau pasti tahu siapa namaku dan aku tahu siapa namamu . Kurasa itu bukan hal yang tidak sopan untuk memanggil nama kecil seseorang bila kedua pihak saling tahu nama satu sama lainnya ." Jelas Gaara sambil mengalihkan pandangannya ke arah Naruto .

Naruto menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju dengan pernyataan Gaara sampai akhirnya ia meringgis dan sedikit tersenyum ke arah Gaara .

"Gaara ."

"Hm ?"

"Bisakah kau lepaskan genggamanmu ? Genggamanmu terlalu kuat hehehe ." Ujar Naruto sambil matanya melirik – lirik kearah tangannya yang sedaritadi di gandeng itu.

"Ah ! G- gomen ,Naru." Ujar Gaara seraya melepaskan gandengannya dengan 'sedikit' berat hati .

"Naru ?" Beo Naruto .

"Iya , tidak apa – apa kan ku panggil kau Naru ?" Tanya Gaara .

"Well , it's okay . No problem ." Balas Naruto .

'Hmm... sepertinya Gaara tidak semenyebalkan yang ku kira .' Batin Naruto sedikit lega .

"Kita sampai ." Ujar Gaara membuyarkan 'acara' batin membatinnya Naruto . Naruto membulatkan matanya ketika ia tahu tempat yang dipilih oleh Gaara .

"Kau suka ?" Tanya Gaara sambil melirik Naruto yang tengah menatap tak percaya kearahnya .

"Kau yakin ingin makan di sini ?" Tanya Naruto dengan nada yang sepelan mungkin .

Gaara menganggukkan kepalanya , "Tentu saja . Ayo masuk ." Ajak Gaara sambil berjalan menuju sebuah kios kecil yang bertuliskan 'ICHIRAKU RAMEN' .

'A- apa ?! Ku pikir ia akan makan makanan high class atau yang sejenisnya . Tak kusangka makanannya sama seperti makanan favoritku . Sungguh sangat diluar perkiraanku .' Batin Naruto tak percaya .

"Hei! Jangan diam saja , cepat ke sini ! " Teriak Gaara yang sudah berada di depan kios ramen itu .

"C-chotto , Gaara !" Ujar Naruto seraya berlari menuju Gaara yang tengah menunggunya.

"Selamat datang !"

Sapaan riang muncul ketika Gaara dan Naruto masuk ke dalam kios kecil itu . Kepulan – kepulan berbau ramen mendominasi aroma ruangan yang menurut Gaara sebesar kamar tidurnya itu . Naruto berjalan menuju tempat yang kosong dan duduk berhadapan .

"Selamat malam . Mau pesan ap – Naru-chan ?!" Pekik nyaring ketika seorang pelayan cantik ketika melihat Naruto tengah menyunggingkan senyumnya .

"Hehehe ... Halo , Ayame – nee ." Sapa Naruto .

"Hei , tumben akhir bulan seperti ini kau datang kemari , Naru-chan . Biasanya – " Mata coklat Ayame menangkap sesosok pemuda tampan berambut merah bata tengah asik membaca buku menu yang duduk di hadapan Naruto . Tiba – tiba seringai nista Ayame muncul dan ia mendekatkan mulutnya ke telingan Naruto .

"Hei ~ Kau mau pamer pacar barumu ke sini ya ~ ?" Bisik Ayame dengan tampang nistanya kepada Naruto .

"Pacar ?" Beo Naruto dengan berbisik .

"Tuh ." Bisik Ayame seraya menunjuk Gaara dengan lirik – lirikkan matanya .

"Janai ! " Ujar kencang Naruto sambil berdiri dan menggebrakkan mejanya .

Semua yang berada di kios itu menatap heran Naruto yang secara tiba – tiba berteriak . Naruto menggerjapkan matanya berulang kali dan meminta maaf kepada seluruh pelanggan yang ada di kios ramen Ichiraku . Ayame terkikik geli melihat kelakuan Naruto yang terkadang tsundere .

"Maaf .. "

Ayame langsung mengalihkan pandangannya pada Gaara dan mengabaikan tatapan membunuh Naruto .

"Ya , ada mau pesan apa tuan ?" Ujar Ayame lemah lembut .

"Saya mau pesan ramen miso dengan minumannya ocha . " Ujar Gaara yang pesanannya langsung ditulis oleh Ayame .

"Naru , kau mau pesan apa ?" Tanya Gaara sambil menatap intens mata sapphire Naruto .

"Ayame – nee , aku pesan seperti biasanya . " Ujar ketus Naruto yang masih kesal dengan kejahilannya Ayame .

"Baiklah . Tunggu sebentar untuk pesanan kalian ya ~" Ujar girang Ayame seraya berjalan meninggalkan Naruto yang tengah meng- deathglare-nya.

"Hei , Naru ."

Naruto langsung menghilangkan aura kesalnya , "Ya ?"

"Kau sering makan di sini ya ?" Tanya Gaara seraya menopang dagu dengan lengannya yang dilipat di atas meja.

"Ya ... bisa dibilang begitu . Aku suka datang ke sini setiap 3 kali dalam sebulan ." Ujar santai Naruto .

"Kenapa kau terus memandangi ku ?" Tanya Naruto ketika melihat bahwa Gaara tak sekalipun berkedip menatapnya .

"Hm ? Kenapa ?" Tanya Gaara .

"Tidak apa – apa . Hanya kau membuat ku risih ." Ujar Naruto jujur .

"Kau mirip – "

"Pesanan datang ~~~~~~" Ucap riang Ayame sambil membawa nampan berisi ramen .

Ayame memberikan ramen miso beserta ocha kepada Gaara dan ramen jumbo dengan es jeruk kepada Naruto .

"Silakan dinikmati ~." Ujar Ayame seraya mengundurkan diri.

Naruto memandangi wajah Gaara yang tengah menyantap ramen itu dengan wajah bingung . Gaara yang merasa dirinya diperhatikan pun membalas pandangan Naruto .

"Ada apa , Naruto ?"

"Mmm ... Aku hanya .. " Ujar Naruto sedikit memberikan jeda .

"Hanya ?" Ulang Gaara .

"... penasaran dengan ucapanmu yang terhenti itu ." Lanjut Naruto .

"Aku ... mirip dengan siapa ?" Tanya Naruto dengan tampang misterius .

DEG !

Jantung Gaara seketika berdesir , 'Tidak ! Naruto berbeda ! Ya , Naruto berbeda .' .

"A – a – ah! Kau mirip dengan salah satu sahabatku kok ." Ujar Gaara sedikit salah tingkah.

"Ohh ... Souka ! Ya sudah , ittadakimasu !" Seru Naruto seraya mengambil sumpit makannya .

Gaara sedikit menghela nafasnya yang terasa tercekat . Ia memandangi Naruto yang tengah lahap menyantap ramennya . Tanpa Gaara sadari sebuah senyum tulus terbit di wajah tampannya .

'Tak kusangka ia mirip dengan 'dia' . '

"Hei ! Kenapa melamun saja ? Ayo ! Cepat dimakan ." Ujar Naruto ketika melihat Gaara terdiam begitu lama .

"Ah , baiklah ." Ujar Gaara yang kemudian melanjutkan kembali kegiatan makannya .

~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~

"Arigatou Gozaimasu , Gaara atas traktirannya serta kau mau mengantarku pulang ." Ujar Naruto dengan senyum manisnya .

Pipi putih Gaara sedikit bersemu tatkala melihat senyum manis Naruto .

' Kirei .. ' Batin Gaara terpesona .

"Gaara ?"

"Ah ? I – iya , sama – sama kok . " Ujar cepat – cepat Gaara .

"Oh ya , sekarangkan sudah jam setengah sembilan malam . Apa kau tidak dimarahi oleh Tou – san dan Kaa – san mu ?" Tanya Naruto setelah ia melirik jam tangannya di pergelangan tangan kanannya .

" Iie ." Ujar santai Gaara .

"Doushite ?" Tanya kembali Naruto dengan sedikit memiringkan kepalanya .

"Karena aku tinggal bersama ketiga sahabatku ."

"Maksudmu tinggal bersama Uchiha , Akasuna dan Nara ?"

Gaara menganggukkan kepalanya mantab .

"Kalian sewa apartemen dan tinggal bersama ?" Ujar Naruto dengan nada sedikit tidak percaya .

"Mmm ... lebih tepatnya sih rumah . Ya .. tentu dengan uang tabunganku dengan teman – temanku lainnya untuk membeli rumah tersebut . Memangnya kenapa ?" Tanya Gaara .

Naruto menggeleng cepat , " Iie . Daijoubu ." .

Seketika tawa Gaara lepas secara tiba - tiba . Naruto sedikit menjauh dan memandang horror kepada Gaara .

"Hei ! Kau pasti berpikiran yang aneh – aneh bukan ? Tenang saja , kami berempat masih normal dan tidak menyimpang seperti hal yang kau pikirkan sebelumnya ." Ujar Gaara sesudah ia bisa mengontrol diri agar berhenti tertawa .

Mata Naruto berkedip beberapa kali dengan wajah sedikit memandang tak percaya , "Kau .. kau tahu darimana tentang yang kupikirkan itu ?!"

"Dari jidat lebarmu ini ." Ujar Gaara .

CTAKK

"Itte .." Ringgis Naruto yang dahinya disentil oleh Gaara .

"Lebih baik kau segera masuk . Udara malam tidak baik untuk kesehatan ." Ujar Gaara seraya memutar balikkan badan Naruto dan sedikit mendorongnya .

"C – chotto ! Ga – EH ?!" Naruto mencari sosok Gaara yang secara tiba – tiba menghilang itu .

"Huuh ! Dasar setan jahil kepala merah ." Gerutuk Naruto seraya berjalan memasuki kawasan apartemen tempat tinggalnya .

Sepasang mata jade terus memperhatikan Naruto yang berjalan masuk ke lobby apartemennya .

"Haah .. lebih baik aku terkena flu akibat udara malam daripada harus bertahan didekat'nya' yang bisa sewaktu – waktu membuatku serangan jantung ." Ujarnya seraya menggelus – eluskan dadanya .

~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~

"Tadaima ~ "

" O-okaerinasai , N-naru –chan ."

"Eh ? Hinata ?" Ujar Naruto ketika melihat Hinata menyambut kepulangannya .

PLUK .

Mata sapphire Naruto membelalak kaget . Ia melirik sang pemilik rambut indigo yang tengah memeluknya erat . Naruto segera melepaskan pelukkannya dengan Hinata dan memandang serius kearah Hinata .

"Hinata , apa yang terjadi ? " Ujar serius Naruto .

"Iie . A- aku h- hanya ingin m- memelukmu s- saja ." Ujar Hinata lembut .

Naruto menggigit bibir bagian dalamnya , "Gomen bila aku terus membuat khawatir . Aku tahu tentang tugasmu yang diberikan oleh Kyuu – nii , da – "

Ucapan Naruto terhenti ketika sebuah telunjuk menyentuh bibir mungilnya . Naruto menatap sendu Hinata yang tengah tersenyum manis kepadanya .

"Sttt .. A – aku m – mejalani tugasku d-dengan segenap h-hatiku . T-tidak perlu k – khawatir . K – karena ... "

"Karena ? " Beo Naruto .

"... k – karena a – aku m – menyanggimu selalu , s- seperti adikku s- sendiri ." Ujar Hinata .

Naruto terkesima dengan ucapannya Hinata . Ucapannya membuat ia teringat akan ucapan Kyuubi ketika berusia 10 tahun .

"Aku selalu menyayangimu , Naru ."

'U – ucapannya ... mirip .. dengan .. '

" Ru ... N – naru .. Naru – chan !"

"Ah ! Ya apa ?" Jawab Naruto sekenanya ketika lamunannya buyar .

Hinata menghela nafas maklum , "A – apa kau s – sudah ma – "

"Aku sudah makan kok tadi , Hinata ." Ujar Naruto dengan senyum lima jarinya .

"B – baiklah . S – segera i – istirahatlah ." Ujar Hinata yang langsung dipatuhi oleh Naruto .

Hinata memandang Naruto yang akhir menghilang di balik pintu kamarnya . Ia menggeratkan kepalan tangannya . Ia masih tidak bisa menutupi rasa bertanggung jawabnya karena akhirnya kelompok itu akan datang mencari Naruto .

'Tak akan kubiarkan mereka merebut adikku . Tidak akan untuk selamanya .'

~OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO~

Naruto duduk termenung ditepi ranjang queen sizenya . Ia kemudian menyeret tasnya hingga didekatnya dan membuka isi tasnya . Ia menggambil selembar foto lusuh yang sempat ia perhatikan saat diatap sekolah . Mata sapphirenya memandang sendu foto yang ia dapatkan dari Kyuubi . Sosok yang mirip dengannya tengah tersenyum manis menghadap kamera . Matanya menerawang jauh ketika ia pertama kali melihat foto ini 6 tahun yang lalu .

Flashback 6 years ago

Disebuah rumah yang harmonis tampak seorang gadis kecil berambut pirang emas tengah berlari – lari di rumahnya . Tangan – tangan mungilnya memegang erat sebuah foto . Ia terus berlari hingga berhenti di depan pintu mahoni bercat putih dengan beberapa aksen ukiran .

Tok .. Tok .. Tok

"Kyuu – nii ." Ujar gadis kecil itu .

CEKLEK

Pintu itu terbuka dan menampakkan wajah tampan remaja berusia 14 tahun yang tersenyum manis memandang adiknya yang terpaut 4 tahun darinya . Remaja itu bernama Namikaze Kyuubi .

"Ada apa , Naru – chan ?" Tanya lembut sang kakak .

Seketika gadis kecil yang diketahui Naru itu menggandeng tangan kakaknya dan menutup pintu kamar kakaknya .

"Mmm .. Kyuu – nii , Naru ingin bertanya sesuatu hal ." Ujar ragu Naru .

Kyuubi menggerutkan dahinya sedikit , "Tentang ?"

Naru segera menggeluarkan foto yang sedaritadi ia genggam dan memberikannya kepada Kyuubi . Ketika Kyuubi melihat foto itu ,raut wajahnya menunjukkan kesedihan dan kekesalan .

"Kyuu – nii .. " Panggil Naru pelan .

"Darimana kau mendapatkan foto ini , Naru ?" Tanya Kyuubi dengan wajah sedikit tertunduk .

"A – aku menemukannya di dekat ruang baca dan ketikaku melihat foto ini ... orang yang berada di foto itu mirip sekali denganku , jadi aku memutuskan untuk bertanya dengan Kyuu – nii siapa orang itu ." Jelas Naru dengan hati – hati .

Kyuubi duduk ditepi ranjang , ia menatap Naru sekilas hingga akhir memalingkan pandangannya kearah foto yang tengah dipegangnya .

'Inikah saatnya Naru mengetahui kebenarannya ?'

"Naru .. Kemarilah ." Panggil lembut Kyuubi .

Naru segera mendekati Kyuubi dan duduk disebelahnya .

"Naru , apa kau ingin tahu tentang ... seseorang ini ?" Ujar Kyuubi seraya menunjuk seorang gadis pada foto itu .

Naruto membalas pertanyaan Kyuubi dengan menganggukkan kepalanya .

Kyuubi menarik nafas sejenak dan menghembuskan perlahan , "Sosok foto yang ada di sini adalah ... "

Mata Naruto terus memperhatikan Kyuubi yang tampak sulit untuk meneruskan ucapannya .

" ... Nee – chan mu , Naru ." Ujar lirih Kyuubi yang masih bisa didengar oleh Naru .

Mata sapphire Naru terbelalak ketika mendengar perkataan Kyuubi yang baru beberapa detik yang lalu diucapkan .

Kaget ? Tentu .

Tak percaya ? Pasti .

Heran ? Tak perlu ditanyakan lagi .

"A – apa maksud dari ucapan Kyuu – nii ? Naru tidak mengerti ." Ujar Naruto dengan nada heran .

"Sudah kuduga ." Gumam pelan Kyuubi .

"Hm ?" Ambigu Naru ketika melihat wajah Kyuubi yang memalingkan wajahnya dari tatapan Naru .

Naru berdiri dari duduknya dan menempelkan kedua tangannya pada pipi mulus Kyuubi dan menariknya hingga bertatapan langsung dengan Naru .

"Jelaskan apa yang dimaksud ucapan Kyuu – nii tadi ." Pinta , ah ! lebih tepatnya perintah Naru kepada Kyuubi .

Kyuubi menutup matanya sebentar dan kemudian membuka matanya kembali , "Dia adalah Nee – chanmu dan juga adikku yang pertama ."

"Jika dia memang dia Nee – chan ku , dimana dia sekarang ? Selama aku hidup 10 tahun lamanya aku tidak – "

"Dia hilang . 10 tahun yang lalu ketika kau berusia 7 bulan . " Potong Kyuubi yang langsung membuat tangan Naruto merosot jatuh dari pipi Kyuubi .

"Bohong ... Kyuu – nii pasti bohongkan ? Iyakan ?!" Jawab Naruto sedikit mengeraskan suaranya .

Kyuubi hanya terdiam tak berkata sedikitpun .

"Katakan itu bohong ! kata – "

"Apa wajahku menunjukkan aku bohong , Namikaze Naru ?!" Balas Kyuubi yang tak kalah keras yang langsung membuat Naru tertunduk .

'Shit !' Umpat Kyuubi dalam hati karena telah membentak Naru .

Kyuubi berdiri dan berjalan mendekat Naru namun Naru menjauhi Kyuubi 2 langkah .

"Jelaskan apa yang terjadi dengan Nee – chan , Kyuu – nii ." Ujar Naru dengan wajah masih tertunduk .

"Dia hilang diculik seseorang ketika ia tengah bermain bersamaku di taman . Sedangkan kau berada di dalam rumah bersama Kaa –san . Saat Nee –chanmu tengah mengambil bola yang menggeliding jauh menuju jalan , tiba – tiba sebuah mobil hitam tidak berplat datang dan menarik paksa Nee – chan . Aku langsung datang menyelamatkan Nee – chanmu dan melempari para penculik itu dengan batu dan menarik keras lengan orang jahat untuk melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Nee – chanmu , tapi ... "

Kyuubi menarik nafas sejenak , " ... penjahat itu menghentakkan lengannya dan mendorong keras tubuhku hingga kepalaku terbentur bebatuan yang ada disekitarnya dan hal yang terakhir yang kulihat Nee – chanmu dipaksa masuk . Aku segera bangkit berusaha menggejar para penjahat itu dengan tertatih – tatih dan darah yang mengucur dari pelipis hingga aku terjatuh . Beruntung salah seorang pelayan rumah menemukanku dan kukatakan padanya bahwa Nee – chan mu telah diculik setelahku menyampaikan itu , semua langsung menjadi gelap . Dan ketika ku tersadar , Kaa – san menangis tersedu – sedu dan Tou –san tengah berdiskusi dengan salah satu polisi . Sedangkan kau terus menerus rewel selama 3 hari lamanya . "

Naru masih tertunduk dengan mengigit bagian dalam bibirnya berusaha agar air matanya tidak jatuh .

"Berhari – hari , berbulan – bulan hingga akhirnya 7 tahun pencarian tidak membuahkan hasil , pihak kepolisian akhir menyerah dan mengatakan bahwa sesuai undang – undang bahwa seseorang yang hilang tanpa jejak selama 7 tahun , maka orang tersebut dianggap sudah meninggal . Sakit hati . Itulah yang kurasakan hingga sekarang , hingga detik ini pun aku masih merasa tidak becus sebagai seorang nii – san yang selalu ada untuk adiknya . Gomen na , Naru . Aku adalah Nii – san mu yang paling tidak berguna ." Ujar lirih Kyuubi .

Air mata Naru sudah tidak dapat dibendung lagi dan seketika Naru langsung memeluk erat Kyuubi dan menangis sekeras – kerasnya dalam pelukkan Kyuubi . Mata merah keungu – unguannya telah menumpahkan sebulir air mata haru serta penyesalan . Kyuubi membalas pelukkan Naru lebih erat lagi .

"Aku selalu menyayangimu , Naru . Itu adalah ucapan Nee – chanmu ketika kau sedang rewel dulu , Naru . Gomen , bila selama ini aku menyimpan rahasia ini padamu ." Ujar lirih Kyuubi didekat telinga Naru .

Flashback OFF

Mata sapphire Naruto memandang keluar jendela dan menatap langit malam yang tengah menampakkan sang dewi malam .

"Nee – chan ... aku rindu padamu ." Ujar pelan Naruto dengan menatap lembut sang dewi malam .

Hokaido pada saat yang sama –

Seorang gadis berusia 19 tahun yang tengah menatap langit malam dengan pandangan datar . Rambut panjangnya yang diikat dengan gaya buntut kuda itu meliuk – liuk lembut akibat hembusan angin . Sesekali ia menyeruput kopi panasnya yang baru saja ia beli . Pakaian hitam terusan ditambah dengan jaket jins hitam dan sepatu boots setumit telah menambah kesan misterius dan kecantikkannya yang tengah menengadahkan kepalanya menghadap sang dewi malam .

DEG !

Tiba – tiba ia merasa sesuatu hal yang membuat jantung berdesir .

"Nee – chan ... aku rindu padamu ."

Seketika tubuh gadia cantik itu menegang . Tatapan matanya yang biasa datar kini berubah menjadi keterkejutan .

'Siapa ? Suara siapa itu ? Kenapa ia selalu terdengar ditelingaku ?' Batin gadis itu .

"Ne , tidak baik loh melamun pada malam hari . Bisa – bisa kau kerasukan ." Ujar seseorang dari belakang yang langsung membuat lamunan gadis itu buyar .

"Ada apa kau kemari , spider ?" Ujar datar sang gadis itu tanpa mengalihkan pandangannya dari langit malam .

Seseorang yang dipanggil spider itu mendekat dan berdiri disebelah gadis itu , "Tidak ada . Hanya menyampaikan hal penting dari My Lord , ia berkata bahwa misi ini tidak boleh gagal karena ia langsung memberikan kita misi Rank – S , bukan begitu Whiskey ?" Ujar Spider .

Gadis itu menutup matanya sejenak , "Ya , aku tahu . Misi pencarian rubah kecil itu , bukan ?" Tanyanya yang tampak acuh tak acuh .

"Tentu . Sebaiknya kita segera siapkan penyamaran kita dan segera dapatkan informasi terkait rubah itu ." Ujar spider sambil membalikkan badannya dan berjalan menjauh .

"Oyasuminasai , Whiskey ~" Ujar genit spider seraya menutup pintu balkon villa yang tengah ditempati itu .

Sang gadis itu berdecih dan memandang tajam sosok yang kini sudah menghilang dibalik pintu .

'Seandainya kau bukan wakil My Lord sudah kubunuh kau !' Batin gadis geram .

Di Paris –

BRAKK

Seorang laki – laki tampan berusia 20 tahun itu berambut merah acak – acak itu menggebrak meja kerjanya dengan cukup keras . Nafasnya sedikit memburu .

"Dasar bodoh ! Bagaimana mungkin saksi penting yang kita tahan ditemukan tak bernayawa , hah ?! Apa kalian bekerja dengan sungguh – sungguh , hah ?!" Bentak pria tampan itu dengan tatapan berkilat kemarahan yang tak terbendung .

Para pekerja hanya dapat menundukkan kepalanya seraya berdoa agar tidak dipecat .

Tok ... Tok .. Tok

"Masuk !" Ujar sanggar Kyuubi seraya melonggarkan dasinya .

2 orang pria yang salahsatunya bermasker berjalan mendekati Kyuubi .

"Kyuubi –sama , saya menemukan ini dilokasi terbunuhnya Hiruko ." Ujar pria bermasker seraya menyerahkan secarik kertas .

Kyuubi menerima kertas itu secara setengah hati , ia pun akhirnya membaca isi surat itu .

Dear Kyuubi ,

Aku telah berada disekitar orang yang paling kau lindungi

Sekarang hanya tinggal waktu yang menentukan

Siapakah pemenang yang sesungguhnya ,

Aku atau Kau ?

My Lord

Tangan Kyuubi bergetar , rahangnya mengeras seketika , ' Ku bunuh kau jika berani menyentuh adikku walau sehelai rambutnya saja , brengsek !' Umpat Kyuubi dalam hati .

T B C

.

.

.

Udah Update nih ^^ Gimana pendapatnya ? Hehehe... Gomen telat update soalnya harus belajar buat UTS . Doakan ya biar nilai UTS Haru memuaskan ^^ Dan Otanjoubi Omedetou NarutoDobe *telat ngucapin*

~ Sesi jawaban review ~

Diyas : Iyas ^^ aku masih SMP tapi tahun depan SMA hehehe .

Mei Narumi : Arigatou ^^ tenang kok , aku ga bakalan nelatarin ini fic . Kalo pun ga update2 bukan berarti ditelantarin tapi aku sudah msk fase hiatus .

Eruna : Iya nih Narunya direbut . engg... yg my lord itu ... bisa tebak sendiri bisa juga tetep ngikutin nih cerita ^^

Yuna : iya iya , nih udh update sama tuh kyuubinya udh keluar . Soal kapan terbongkarnya identitasnya itu hanya aku , tuhan dan para malaikatnya yg tahu ^ ^ v

Guest : Pengirimnya gaara ? mmm... kita lihat kelanjutannya saja oke?

Thanks untuk semua yg sudah sempat2nya baca sekaligus ngereview . Maaf ga bisa bales satu – satu hehehe . Jaa , sampai ketemu lagi di Chp 6 ^^

.

Mind to review ?