4 Pangeran Musim dan Putri Matahari

Disclamier : Saya hanya meminjam chara – chara yang dibuat oleh Masashi-sama .

Pairing : SasuFemNaru

Genre : Romance , Friendship , Crime , dll.

Warn : Karena saya hanya author biasa , mohon dimaklumi segala bentuk kekurangan maupun kesalahan .

DLDR!

Happy Reading^^

.

.

.

Dear Kyuubi ,

Aku telah berada disekitar orang yang paling kau lindungi

Sekarang hanya tinggal waktu yang menentukan

Siapakah pemenang yang sesungguhnya ,

Aku atau Kau ?

My Lord –

Tangan Kyuubi bergetar , rahangnya mengeras seketika , ' Ku bunuh kau jika berani menyentuh adikku walau sehelai rambutnya saja , brengsek !' Umpat Kyuubi dalam hati .

.

.

.

Chapter 6 : Plan B

Seorang pemuda bersurai merah berjalan menuju sebuah rumah bercat coklat muda dengan pagar hitam yang menjulang tinggi . Pemuda itu pun langsung masuk ketika salah satu satpam membukakan pagar untuknya dan ia melewati dua buah mobil mewah serta dua buah motor sport keluaran terbaru dan hamparan halaman yang luas untuk sampai di depan pintu rumahnya . Pemuda itu langsung masuk dan menatap heran kedua temannya yang menatapnya tajam .

"Darimana saja kau , Gaara ?" Tanya seorang pemuda dengan nada datar seperti biasanya .

Pemuda bernama Gaara itu berjalan dengan santai menuju kursi di samping pemuda yang menatapnya malas .

"Aku hanya berjalan – jalan untuk mencari angin , Sasuke . Memangnya kenapa ?" Tanya Gaara .

BLETAK

"Itte ! Kenapa kau menjitak kepalaku , Shika ?!" Ujar sanggar Gaara sambil mengusap – usapkan ujung kepalanya yang sakit .

"Mendoukusei ... Kau tahu sekarang hari apa hah ?" Tanya balik pemuda bernama Shikamaru dengan tampang malas andalannya .

"Hmm ... Hari ... Kamis ! Ya , hari Kamis ! Memangnya ada apa ?" Tanya Gaara yang masih belum mengerti .

Shikamaru menepuk jidatnya , "Kau masih belum ingat tugasmu untuk hari ini apa ?"

Gaara memandang Shikamaru dan Sasuke berganti dan detik kemudian ...

"AH ! Aku lupa kalau aku hari ini harus memasak !" Ujar Gaara sedikit kencang .

"Ck ! Harusnya sebelum kau pergi , kau harus sudah menyiapkan makan malam baka ." Ujar Shikamaru sedikit menguap .

"Baiklah ! Aku sekarang akan membuatkan kalian makan malam !" Ujar Gaara seraya beranjak dari kursi .

"Tidak perlu ." Ujar Sasuke datar .

"Naze ?" Tanya Gaara heran .

"Karena kita sudah tidak memiliki bahan untuk membuat makanan ." Ujar Sasuke sambil mengambil remote TV dan menghidupkannya .

"N – nani ? Bukankah tadi Sasori seharusnya sudah membeli bahan makanan ?" Ujar Gaara tidak percaya .

"Itu dia masalahnya ." Balas Shikamaru .

"Masalahnya ?" Beo Gaara .

"Sejak pukul 3 sore , ia tidak ada di kamarnya ." Ujar Shikamaru santai .

"He ? Kenapa kau tidak menghubunginya ?" Ujar Gaara seraya mendudukkan diri kembali pada kursi .

"Jika handphonenya ia bawa mungkin sudah daritadi membeli bahan dan memasak makan malam untuk menggantikan seseorang yang keluyuran tanpa bilang terlebih dahulu ." Sindir Shikamaru yang sukses membuat kening Gaara sedikit berkedut .

"Oke ! Aku minta maaf karena sudah pergi tanpa bilang dahulu kepada kalian ." Ujar Gaara ketus .

"Permintaan maafmu seperti yang tidak ikhlas saja ." Balas Shikamaru yang sedikit menyeringai .

"Kau itu maunya apa sih ?! Aku kan sudah – "

"Tadaima ."

Shikamaru dan Gaara memalingkan kepalanya menuju pintu rumah yang terbuka bahkan Sasuke pun ikut memalingkan wajahnya dari layar televisi walau hanya untuk melirik siapa yang datang .

"Hei ! Darimana saja kau , Sasori ?" Tanya Gaara sambil berkacak pinggang .

"Aku ? Aku sejak dari tadi berada di taman komplek ." Ujar Sasori santai .

"Lalu kenapa kau tidak belanja ? Kau tahu , sekarang bahan untuk memasak sudah me – "

"Ini ." Ujar Sasori sambil menyodor sekantung berukuran sedang kepada Gaara dan berjalan santai menuju kamarnya .

"Apa itu , Sas ?" Tanya Shikamaru yang menghentikan pergerakkan tangan Sasori yang mau membukan pintu kamarnya .

"Teriyaki , okonomiyaki , dan takoyaki ." Balas Sasori sambil masuk ke kamarnya .

Sasuke yang sedaritadi sudah tidak memperhatikan lagi televisi menatap tajam ke arah pintu kamar Sasori . Entah kenapa ia mulai curiga dengan gelagat Sasori .

"Suke ! Kau mau makan sekarang ?" Tawar Gaara .

"Aku tidak lapar ." Ujar Sasuke dingin seraya beranjak dari kursi dan meninggalkan Shikamaru dan Gaara yang menatapnya heran .

####

Di sebuah kamar yang bernuasa merah dengan beberapa aksen coklat , terlihat seorang pemuda tengah mengetikkan sesuatu di laptopnya dan sebuah data terbuka setelah ia menuliskannya . Matanya membaca semua data tentang seorang gadis . Tiba – tiba handphone pemuda itu berbunyi dan tanpa pikir panjang pemuda itu langsung mengangkatnya .

"Bagaimana ? Apa itu sudah cukup ."

" Ya . Tapi , hanya ini saja kah yang kau punya , Koteino ?"

"Ya hanya itu saja . Lagipula ... untuk apa kau memintaku mencari data gadis itu ?"

Seseorang itu tersenyum mendengar pertanyaan temannya , " Bukan apa – apa . Hanya aku penasaran dengan gadis itu ."

"Cih ! Kau tidak pandai berbohong di depanku , tapi ku akui wajah gadis itu mirip sekali dengan'nya' ."

"Itulah mengapa aku memintamu mencari data gadis itu ."

"Ya ya ya , terserah . Baiklah , aku masih memiliki banyak urusan , Jaa ."

PIP

Pemuda itupun langsung menuliskan kembali sebuah nomor hingga akhirnya muncul sebuah suara di seberang sana .

"Tujuan selanjutnya kita adalah Konoha ." Ucap sang pemuda itu dengan seringai kemenangannya .

' Misi pertama sukses .'

####

"N – Naru – chan , ayo bangun ! S – sudah pukul t – tujuh pagi ." Ujar lembut seorang gadis yang membangun temannya yang masih terlelap .

"N – Naru – chan , " Ujar kembali gadis bersurai ungu seraya menggoyang – goyangkan pelan tubuh temannya itu .

"Nggg~" Erang pelan seorang gadis berambut pirang seraya mengerjapkan matanya berulang kali .

Gadis cantik bersurai ungu itupun beranjak dari kasur , " Ayo ! C – cepat bangun dan p – persiapkan diri . A – aku sudah m – menyiapkan sarapan ." Ucapnya sambil berjalan keluar dari kamar gadis berambut pirang itu .

"Ha ' i ha'i ." Balas Naruto malas .

Naruto beranjak dari tempat tidurnya dan segera menyambar handuk berwarna orange . Setelah selesai ia mempersiapkan diri , Naruto segera keluar dari kamarnya menuju ruang makan yang telah . Naruto melihat bahwa Hinata tengah berdiri menyambut kedatangannya .

" O – ohayou , N – naru – chan ." Ujar Hinata dengan senyum manisnya .

"Ohayou , Hinata ." Balas Naruto dengan cengiran andalannya .

"Waaahh ... Kau yang memasak ini semua , Hinata ?" Tanya Naruto yang takjub dengan hidangan yang tersaji di depan matanya .

"A – aku hanya m – memasak b – bahan – bahan yang ada , N – naru – chan ." Ujar Hinata yang sedikit tersipu .

Naruto memandang tak percaya pada omongan Hinata , 'A – apa ?! Dia bilang dari bahan yang ada ?! Yang benar saja !' Batin Naruto histeris .

Bayangkan saja , Hinata membuat dua buah steak ala american lengkap dengan sebuah soup cream dengan minumannya Tropical Juice ! Sangat menggoda iman bukan ? Tapi bukan ini saja yang membuat Naruto tercenggang . Ya , waktu memasak ! Naruto menatap makanan dan Hinata secara bergantian dalam hatinya ia menebak – nebak bahwa Hinata pasti bangun dini hari untuk membuat menu makanan seperti ini .

"Eng ... Hinata ! Kau bangun jam berapa untuk membuat ini semua ?" Tanya Naruto .

"Eh ? A – aku bangun p – pukul 6 p – pagi . M – memangnya ada apa ?" Ujar Hinata .

'Hahhhh? P – pukul 6 ?! Ce – cepat sekali !' Batin Naruto makin shock .

"Ayo , N – naru – chan sarapannya c – cepat di – "

Handphone Hinata berdering membuat ucapan Hinata terhenti . Hinata menatap layar handphone touchscreennya . Ia mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah nomor yang tidak dikenalinya .

"N – naru – chan langsung s – sarapan saja . A – aku mau m – menjawab telpon d – dahulu ." Ujar Hinata seraya beranjak keluar dari ruang makan .

Hinata mengangkat panggilan itu dan langsung ia dekatkan ke telingannya .

"Moshi – moshi ." Ujar Hinata pelan .

"Hinata ? Ini aku Neji ."

Hinata sedikit mengerutkan dahinya , 'Tidak biasanya Neji -nii menelpon sepagi ini .'

"A – ada apa Nii-san ? "

"Mulai sekarang perintah penjagaan Naru di perketat . Sebab Kyuubi – sama mendapatkan surat ancaman dari ketua organisasi itu ."

"N – nani ?! B – bagaimana b – bisa ? Lalu b – bagaimana d – dengan t – tahanan yang t – telah di t – tangkap ?" Ujar Hinata tak percaya .

"Tahanan yang menjadi anak buah dari organisasi itu di temukan tewas , Hinata . Jadi , tolong awasi siapa saja yang berada di sekitar Naru . Bila ada yang mencurigakan , langsung hubungiku ."

"W – wakatta !" Ujar mantap Hinata .

"Baiklah , aku masih harus mengurusi sesuatu , Jaa ."

PIP

Hinata memperhatikan sejenak handphonenya dan menyadari bahwa ada sebuah e – mail yang masuk . Hinata segera membuka dan membaca isi e – mail itu dan selang beberapa detik kemudian sebuah senyum kemenangan terukir di wajah manisnya .

'Bersabarlah Naru – chan . '

####

Naruto berjalan seorang diri di lorong sekolah untuk menuju kelasnya . Seharusnya ia bersama Hinata namun secara tiba – tiba Hinata meminta izin untuk pergi ke perpustakaan sekolah karena ia lupa mengembalikan buku . Ketika Naruto tengah berjalan di lorong yang sepi , tiba – tiba sebuah tangan menarik keras lengan Naruto hingga tubuh tertarik ke sebuah ruangan dan ia merasakan punggung membentur dinding ruangan tersebut . Mata sapphire Naruto mencoba melihat siapa sang pelaku namun sayang ruangan tersebut sangatlah minim cahaya .

"Hn . Dobe ."

Tubuh Naruto menegang mendengar suara yang sangat tidak ingin ia dengar hari ini .

"Apa maumu , Sasuke ?" Ujar Naruto datar .

Sasuke menyeringai kecil , perlahan tangan putih pucat Sasuke memegang helaian – helaian rambut pirang Naruto .

"Kau tidak tahu apa yang ku inginkan hn?" Tanya Sasuke seraya memain – mainkan rambut Naruto .

Naruto menutup matanya sejenak , "Cepat katakan atau hari ini aku buat kau tidak bisa berjalan ."

"Kau sangat tidak sabaran sekali . Baiklah ... " Sasuke mendekatkan kepalanya hingga dekat telinga Naruto .

"Kau gila Teme sialan !" Teriak Naruto seraya mendorong keras Sasuke agar menjauh darinya .

"Kau pikir kau bisa dengan seenaknya kau menyuruhku ? Cih ! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melakukannya !" Bentak Naruto .

Sasuke memandang datar wajah Naruto , "Kau tahu ? Sebenarnya aku tidak ingin menyakitimu karena bagiku sangatlah membosankan ,"

"Apa maksudmu ?" Ucap Naruto tidak mengerti .

"Sudah ku katakan bukan ? Kau adalah mainanku yang secara otomatis kau adalah miliku ,"

"M – milikmu ? Mim – "

"Jadi ... aku tidak ingin menyakiti mainanku sendiri tapi ..." Sasuke berjalan mendekati Naruto dan menempelkan dahinya kepada dahi Naruto .

"... sebagai gantinya aku akan menyakiti orang berada di sekitarmu bila berani kau lari dariku ." Ancam Sasuke yang sukses membuat Naruto menatap tak percaya Sasuke .

Sasuke menegakan tubuhnya dan berjalan menuju pintu ruangan tersebut . Sesaat sebelum Sasuke membuka pintu ia melirik sejenak ke arah Naruto yang masih berdiri mematung .

"Ku beri waktu 3 hari untuk menjawab tawaranku . Dan camkan di otakmu itu , jangan pernah lari dariku ." Ucap Sasuke dingin seraya keluar dari ruangan tersebut .

Naruto masih saja meresapi setiap perkataan Sasuke beberapa saat yang lalu . Entah kenapa ucapan tersebut begitu terngiang – ngiang dalam ingatannya . Namun sebuah senyuman misterius muncul di wajah manisnya .

"Ikuti kemauannya kemudian balaskan semua perlakuannya ." Ujar lirih Naruto .

###

Di sebuah pesawat yang tengah membelah langit cerah , terlihat seorang gadis memandang ilfeel kepada teman serekannya . Entah karma atau nasibnya yang kurang beruntung ia harus melaksanakan misi dengan rekan yang menurutnya menyebalkan .

Flashback

"Whiskey , ku perintahkan kau untuk melaksanakan misi ini ." Ujar seseorang yang memunggungi seorang gadis .

"Wakkata ." Ucap datar sang gadis dengan malasnya .

"Khukhukhu ... kau tampak tidak senang . Tenanglah , kali ini aku berikan seorang rekan untukmu ." Ucap sosok yang memunggungi dengan memain – mainkan gelas berisikan wine .

"Rekan ?" Beo gadis itu tidak mengerti karena sejak dulu ia selalu mengerjakan segala misi sendirian , di mulai dari tingkat misi yang paling rendah hingga yang paling tinggi .

Tok ... Tok ... Tok

"Masuk !" Perintah sosok tersebut kepada seseorang yang mengetuk pintu dan kini telah memasuki ruangan .

Mata gadis itu membulat ketika melihat siapa yang menjadi rekan se – tim nya .

" S – spider ?!" Pekik pelan gadis itu yang langsung mendapat tatapan kemenangan dari seorang pemuda .

"Senang bisa bekerja sama dengamu , Whiskey ."

Flashback OFF

"Kami – sama ... haruskah aku satu tim dengan makhluk nista ini ?" Gumam gadis itu miris .

"Jangan mengatakan aku makhluk nista begitu , Whiskey . Kau tahu ? Aku memiliki gen yang bagus , itu sebabnya aku sangat mudah mendapatkan informasi akurat dari para wanita – wanita di dekatku ." Ujar seorang pemuda dengan narsisnya .

"Kau terlalu percaya diri dan satu lagi , jangan memanggilku dengan sebutan itu !" Ucap ketus gadis tersebut seraya bersedekap .

"Ah ! Aku lupa bahwa kita harus melakukan rencana sesuai dengan rencana B . Baiklah mulai sekarang aku harus terbiasa memanggil nama barumu , bukankah begitu Hitomi ?" Ujar sang pemuda yang langsung mendapatkan tatapan membunuh dari gadis bernama Hitomi .

"Urusei , Raito !" Ketus Hitomi .

"Hahahaha ... Kau benar – benar sangat lucu , Hitomi – chan ~~" Ujar Raito dengan nada suara yang di imut – imutkan .

Hitomi menghela nafas kasar dengan tangan kanan memijat pelan dahinya yang terasa pening . Dalam hatinya ia terus memanjatkan do'a agar pesawat segera mendarat dan ia bisa segera terbebaskan dari ocehan – ocehan rekan se – tim nya .

###

Terpaan angin sore yang lembut membuat helaian rambut gadis pirang yang tengah berjalan seraya membawa gitar di punggungnya . Ia terus berjalan hingga berhenti di sebuah panti asuhan 'Himawari' . Gadis itu tersenyum tatkala melihat seorang bocah laki – laki berusia 6 tahun datang menghampirinya .

"Naru – nee !" Pekik girang bocah laki – laki seraya memeluk erat kaki jenjang Naruto .

"Yo ! Apa kabarmu , Konohamaru ?" Tanya Naruto seraya mensejajarkan tingginya dengan bocah bernama Konohamaru .

"Kabarku baik ! Bagaimana dengan kabarmu , Naru – nee ? " Tanya polos Konohamaru .

"Kabarku tentu saja baik . Ah ! Lebih baik kita cepat menuju gedung serbaguna ." Ajak Naruto dengan cengirannya .

Konohamaru menganggukkan kepalanya cepat dan ia segera berlari menuju teman – temannya yang masih berada di ruang pembelajaran .

"Naruto ?"

Naruto membalikkan badannya , "N – Nara – san ?!"

"S – sedang apa kau kemari ?" Tanya Naruto sedikit kikuk .

"Mendoukusei , aku sedang menenangkan pikiran saja ." Ujar sekenanya Shikamaru seraya menguap sejenak .

"Lalu kau kenapa ada di sini ?" Tanya balik Shikamaru .

"Aku hanya ingin menghibur anak – anak di sini ." Ujar Naruto santai .

"Menghibur ?" Ucap Shikamaru dengan menaikkan sebelah alisnya .

Naruto menunjukkan gitar yang berada di belakang punggungnya .

"Bermain gitar sajakah ?" Ucap acuh tak acuh Shikamaru .

"Tidak , tentu bernyanyi juga !" Sergah Naruto .

"Hee ... kau bisa bernyanyi juga ?" Ujar Shikamaru sedikit menyindir .

"Tentu saja ! Bila suaraku jelek pasti tidak akan ada anak – anak di sini mau untuk mendengarkan nyanyianku terus !" Ujar kesal Naruto .

"Kau tahu , anak – anak sangatlah polos dan lagi anak – anak susah untuk berterus terang apalagi kepadamu seorang gadis yang pintar bela diri sepertimu , sudah pasti mereka takut dipatahkan tulang – tulang mereka ." Ujar Shikamaru dengan santainya .

"N – nani ?!" Ucap Naruto yang mencoba menahan kekesalannya .

Shikamaru menatap Naruto yang menatap kesal padanya , 'Manis .' Batin Shikamaru terpana .

"Sudahlah , lebih baik cepat kau bergegas , kau ingin segera menghibur anak – anak bukan ?" Ujar Shikamaru sambil melirik Konohamaru yang berjalan mendekati Naruto .

"Naru – nee ! Ayo , semua sudah mengumpul di gedung !" Rengek Konohamaru sedikit memajukan bibirnya .

"I – iya , gomen na Konohamaru ." Ujar Naruto dengan senyum manisnya .

"Jaa na ." Pamit Shikamaru seraya melambai – lambaikan tangan .

"Heee ? A – ada Shika - nii di sini ?!" Pekik Konohamaru .

"Memangnya ia sering kemari , Konohamaru ?" Tanya Naruto .

"Sering kok . Shika – nii datang kemari setiap hari jumat ." Balas Konohamaru .

Naruto menatap Shikamaru di depan gerbang panti asuhan tengah memasang helm full facenya hingga akhirnya Shikamaru pergi meninggalkan panti asuhan tersebut .

"Naru – nee ! Ayo cepat !" Rengek kembali Konohamaru sambil menarik – narik baju Naruto .

Naruto menganggukkan kepalanya dan segera mengikuti langkah Konohamaru yang berada di depannya .

###

Di sebuah ruangan serba putih terlihat seorang gadis tergeletak lemah dengan berbagai alat bantu medis hampir di sekujur tubuhnya . Wajahnya cantik dan damai , tiba – tiba pintu kamar tersebut terbuka menampilkan sosok pemuda yang membawa seikat bunga lily putih yang kemudian oleh sosok itu di simpan samping meja gadis cantik itu . Pemuda itu memandang nanar gadis yang sudah tertidur cukup lama .

"Hei ! Apa kabarmu ?" Sapa pemuda itu namun hanya dibalas oleh kesunyian .

"Kau tahu ? Sudah hampir 8 bulan kau tertidur , tidakkah kau merindukanku ?" Ujar pemuda tersebut kembali .

"Cepatlah bangun ... Ada banyak hal yang inginku sampaikan padamu ." Gumam lirih pemuda tersebut .

T B C

Pojokkan Author :

Halo ... masih ada yang menunggu kelanjutan cerita ini ? Hehehe ... gomen na minna , aku telat update karena banyak tugas serta aku harus membuat naskah drama musikal kelas untuk tugas akhir nanti . Yosh ! Ini dia kelanjutannya , semoga memuaskan .

Salam teman ,

Reii Harumi