Happy reading
Chapter 2.
Pairing: Kwon Jiyoung –choi seunghyun/many others
Last chap : karena permohonan, bintang jatuh dan wanita gipsi, Jiyong berubah menjadi yeoja. Jiyong bertekad mencari wanita gipsi itu untuk mengembalikannya seperti semula.
Pagi ini Jiyong bertekad mencari wanita gipsi yang membuatnya menjadi yeoja,, ia masih sibuk memilih baju yang akan dikenakannya sejak 1 jam yang lalu, pasalnya ia tidak bisa menemukan pakaian yang bisa menyembunyikan bentuk tubuhnya sekarang. Akhirnya dia memutuskan untuk memakai kaos yang ditutup dengan jaket tebal dan celana selutut, untung saja lingkar pinggangnya tidak berubah, masih langsing seperti yeoja hanya saja lebih berisi sehingga pakaiannya melekat sempurna di tubuhnya. kemudian Jiyong berangkat menyusuri daerah dimana ia bertemu dengan wanita gipsi kemarin.
Sudah 5 jam Jiyong berjalan sambil bertanya kepada orang-orang di sekitar daerah tersebut, namun hasilnya nihil. Tidak ada yang mengenal wanita gipsi tersebut, aneh.. "aish..kemana lagi aku harus mencari?", lelah dan bosan karena tak juga menemukan wanita gipsi tersebut, Jiyong akhirnya memutuskan pulang ke apartemen.
Jiyong sampai di apartemen pada jam makan malam. "laparnyaa,, lebih baik aku memasak, makan malam lalu tidur".
'what do you want from me,,what do you want from me' nada dering handphone menginterupsi kegiatan memasak Jiyong.
"yeobseyo.."
"Jiyongiee…ini aku, bogoshipo"
"hyung… nado bogoshippo"
"apa kau ada waktu besok?"
"nde hyung, hmm.. ada yang ingin kuceritakan, ini menyangkut hidupku"
"wae?"
"aku bingung harus memulainya dari mana, besok kutunggu di Y café jam 10 pagi"
"arasso"
Setelah mendapat panggilan dari hyungnya, Jiyong merasa sedikit bebannya terangkat. Ia akan menceritakan apa yang terjadi padanya dan akan meminta bantuan pada hyung untuk membantunya kembali ke tubuhnya yang semula. Untuk hari ini, Jiyong bisa tidur nyenyak
Jiyong bangun dengan semangat karena hari ini dia akan bertemu hyung yang sudah lama tak ia jumpai. Hari ini dia memutuskan memakai sweater merah dan celana jeans selutut, 'aih, manis sekali' pikirnya. 'ani..ani mana mungkin aku suka dengan tubuh seperti ini' segera disingkirkannya pikiran tersebut dari otaknya dan berangkat ke Y cafe.
Y café, Jiyong duduk di dekat jendela besar yang menampilkan jalanan di luar café yang ramai, memesan segelas cokelat hangat favoritnya. 'Ah, sepertinya hyung telat lagi hari ini, selalu begitu'.
Drrrt..drrrt..
Pesan dari hyung, 'mianhe Jiyongie, bisakah kau menungguku 15 menit lagi'
Segera Kuketik balasan, 'arasso..'
17 menit kemudian dia datang dan menyapaku. Matanya menatapku tak berkedip.
"wae hyung?"
"apa ini benar kau jiyongie?"
"aish.. apa kau meragukanku?"
"aniya.. hanya saja kau terlihat lebih manis dan cantik dibanding sebelumnya. Mmm.. apa kau operasi plastik?". Matanya terus menatapku takjub, ani..dia hanya fokus pada tubuh bagian depanku saja.
"ya ! ya! Seven hyung, Apa yang kau lihat? Kau membuatku tambah stress"
"arasso, ceritakanlah !"
Kuceritakan apa yang terjadi beberapa hari ini padanya dari awal sampai akhir. Dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Seven hyung adalah sepupu yang sangat dekat denganku. Namun karena profesinya sebagai penyanyi, aku jadi jarang bertemu dengannya, hanya jika tak ada jadwal atau ada hari-hari yang penting aku bisa bertemu dengannya.
"hmm, baiklah, mulai hari ini kau harus memanggilku oppa" ucapnya sambil tersenyum jahil
"andwae, apa kau gila?" jeritku
"kau yang gila babo, dengan penampilanmu yang sekarang akan terlihat aneh jika kau memanggilku hyung"
"nde, op…pa"
"good girl" ucapnya sambil mengacak rambutku
"apa kau tak mau membantuku kembali ke tubuhku yang normal? Aku tak betah dengan tubuh ini" rengekku
"ani.. aku senang melihatmu yang sekarang. Hahaha.. kau terlihat sexy"
"mwooo !"
Seharian ini aku menghabiskan waktuku bersama Seven oppa berbelanja, yah meski hanya aku yang dibelanjakan. Dia memaksaku, menarik-narikku, menyeretku masuk ke dalam took yang menjual pakaian wanita yang menurutnya manis.
'aku lelah menyalahkan diriku hingga seperti ini'
'aku rindu tempat tidurku'
Pagi ini aku bangun kesiangan karena tak bisa memejamkan mata semalaman, memikirkan hal yang beberapa hari ini terjadi. Aku baru terlelap saat dini hari. Secepat kilat aku mandi dan sarapan seadanya, hari ini aku kembali memulai aktivitas senin-jumatku di Choi corp.
"selamat pagi eonni,, tumben telat" Tanya sandarac, si resepsionis di lantai bawah
"ahh.. nde" jawabkan tersenyum kaku
Pasti kalian bingung kenapa Sandara memanggilku eonni, hal ini karena semenjak aku berubah menjadi yeoja, orang-orang di sekelilingku entah kenapa beranggapan bahwa aku memang yeoja dari dulu. Seperti anak tetangga sebelah apartemenku saat berpapasan denganku di tangga apartemen.
"annyeonghaseyo noona.."
"eh.. annyeong. Jino-yah, apa sekarang aku berbeda? Apa ada yang berubah dariku?" tanyaku sambil memutar-mutar tubuhku agar dia menyadarinya.
"hmm, kau aneh noona. Tak ada yang berubah darimu, tetap saja cantik" jawabnya sambil ngeloyor pergi
Back to Choi building,
"tungguuu.." teriakku mengejar lift yang mulai tertutup. Buru-buru aku masuk ke dalam lift yang hanya berisi 2 namja, salah satu namja tersebut kukenal sebagai sekertaris Choi sajangnim, dan satunya
'Deg … '
'mengapa dia disini?' segera kututup wajahku dengan dokumen yang kupegang sebelum dia melihatku yang seperti ini.
'mengapa aku harus bertemu lagi dengan dia dalam keadaan ini'
….
Miaaann readers sayang… lama update-nya ya.. Maklumkan saya karena sibuk kencan dengan tugas yang panjangnya mirip antrian BLT. segini sudah cukup panjang kan..
Big thanks to my reviewers: [001special] [ryuji] [maya22] [onelastlie] [ ] [YoonAndi] [yamanaka aya]
Mian gak balas review kalian, tapi aku baca kok !
Last but not least, please di review, karena review kalian adalah penyemangat dalam melanjutkan chap selanjutnya..
