Happy reading
Chapter 3.
Pairing: Kwon Jiyoung –choi seunghyun/many others
Last chap :
"tungguuu.." teriakku mengejar lift yang mulai tertutup. Buru-buru aku masuk ke dalam lift yang hanya berisi 2 namja, salah satu namja tersebut kukenal sebagai sekertaris Choi sajangnim, dan satunya
'Deg … '
'mengapa dia disini?' segera kututup wajahku dengan dokumen yang kupegang sebelum dia melihatku yang seperti ini.
'mengapa aku harus bertemu lagi dengan dia dalam keadaan ini'
…..
Namja itu sunbaeku saat high school, Choi Seunghyun. Namja yang kukagumi karena ketampanannya, matanya yang tajam dan rahang tegasnya seakan memanggilku untuk membelainya. Tak tahukah dia jika dulu aku sering mencuri pandang saat di kantin, di lapangan basket dan lorong sekolah.
Setelah bertahun-tahun lamanya, rasa itu masih ada di sudut hatiku. Terbukti dengan hatiku yang berdegup kencang meski hanya sekilas melihatnya. Apa yang dilakukannya di Choi company ini? Bukannya di Choi entertainment.
'klink…' pintu lift yang terbuka menyadarkanku dari lamunan tentang Seunghyun sunbae, dengan tergesa-gesa aku keluar menuju bilik kerjaku.
"selamat pagi Jiyongie.. omo, kenapa denganmu? Mengapa wajahmu memerah? Apa kau sakit?" Tanya Daesung beruntun.
"ania.. aku tak apa" balasku sambil tersenyum manis dan duduk di bilik kerjaku yang bersebelahan dengan bilik kerja Daesung.
…
Tak terasa jam makan siang datang, tepat dengan selesainya pekerjaanku mengedit dokumen-dokumen bulan ini yang akan diserahkan pada kepala departemen sore ini.
" Jiyongie.. kajja kita ke kantin, aku sangat lapar" ajak daesung dari bilik sebelah
" kajja… " setelah membereskan tumpukan dokumen, aku dan Daesung turun ke lantai 1 dimana kantin berada
….
Sesampainya di kantin aku dan Daesung langsung memesan makanan dan duduk di sebelah konter minuman. Aku dan Daesung berteman sejak kami sama-sama bekerja di kantor ini sekitar 1 tahun yang lalu. Daesung adalah yeoja periang dan hangat sehingga tidak butuh waktu lami hingga kami menjadi teman dekat.
Suara bisik- bisik terdengar dari meja sekitar kami seiring dengan datangnya 2 namja dari arah pintu kantin. 2 namja itu adalah kepala departemenku Dong Youngbae dan namja di lift pagi tadi Choi seunghyun.
Daesung yang duduk di sebelahku berbisik kecil, " Jiyongie.. kau tau? Namja yang datang bersama kepala departemen adalah direktur baru Choi company ini"
" mwo,, sejak kapan itu terjadi?" bisikku pula dengan terkejut
" sejak pagi ini, aku mendengarnya dari yeoja-yeoja centil di kamar mandi" ucap Daesung santai sambil menyantap makan siangnya.
'omo, omo, apalagi ini? Haruskah aku senang atau sedih sekantor dengan orang yang aku kagumi ini'
…
Malam ini aku duduk santai sambil menonton drama favoritku ketika pintu apartemen terbuka dan memunculkan sosok yang kusayangi.
" annyeong yeodongsaengku yang cantik" sapa Seven oppa sambil mencubit pipiku
" Tumben menemuiku di apartemen, tak ada jadwal?" kataku sinis
"wae? Tak bolehkah aku merindukanmu? Oppamu ini sangat merindukanmu, jadi bersiaplah dan berdandan yang cantik, kita akan dinner di luar"
Tak sempat aku menjawab, oppa sudah menarikku ke dalam kamar sehingga dengan sangat berat hati aku harus meninggalkan 1 episode drama kesayanganku malam ini. Aku memutuskan untuk memakai dress selutut tanpa lengan berwarna peach dengan rambut sebahuku yang terurai. Sekilas aku melihat cermin, cantiiiknyaa…
…..
At G Restaurant
"oppa, kapan kita memesan makanan?" tanyaku sambil membolak balik buku menu dengan kesal karena sejak tadi kami Seven oppa tidak berminat memesan makanan dan hanya mengutak atik ponselnya.
"sebentar lagi Jiyongie, setelah temanku datang" tangannya mengelus rambutku saying "ah, itu dia.." tunjuknya ke pintu restaurant.
Karena penasaran, aku menoleh ke pintu restoran dan 'omo, apa yang dilakukannya disini? Apa dia teman Seven oppa? Aish.. mengapa seharian ini aku selalu bertemu dengannya. Refleks aku menutup wajahku dengan buku menu yang kupegang sambil berharap bukan dia orang yang ditunggu Seven opppa.
Sepertinya harapanku tidak terkabul, karena ternyata memang dia orang yang ditunggu Seven opppa.
"annyeonghaseyo Seven-ssi, maaf aku terlambat karena masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan" sapanya sambil berjabat tangan
" tidak apa-apa Seunghyun-ssi, duduklah. Oh ya, aku mengajak seseorang bersamaku, kuharap kau tak keberatan" balas Seven dan menoleh pada Jiyong. "perkenalkan ini yeodongsaengku" tangannya dengan cepat menurunkan buku menu yang menghalangi wajah Jiyong.
"eh, an- nyeong. Kwon Jiyong imnida" ucapku terbata karena hatiku berdegup kencang jika berada di dekat Seunghyun.
Seunghyun tersenyum ke arahku, oh.. sunbae senyummu sangat menawan, rasanya malam ini aku akan tidur nyenyak sambil membayangkan dirimu.
Selama makan malam berlangsung aku hanya menunduk, sesekali mendongak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan padaku ataupun tersenyum sopan jika ada suatu hal yang lucu. Dalam makan malam ini yang ternyata sebuah urusan pekerjaan, aku mengetahui bahwa Seven oppa akan menjadi brand ambassador untuk produk Choi company.
…..
At Jiyong apartement
"Ya ! apa yang kau rencanakan ? mengapa kau mempertemukanku dengan Seunghyun ? kau tahu jika aku suka padanya, sehingga kau merancanakan ini kan?" semburku marah pada Seven oppa sesampainya di apartemen.
"aigooo… mengapa kau kasar pada oppamu ini? Seharusnya kau berterima kasih karena telah kupertemukan dengan pria idamanmu" ucapnya sambil berjalan ke lemari es dan mengambil minuman kaleng.
"mwo… ya! Mau kemana kau?" teriakku karena sekarang Seven oppa masuk ke kamar tamu.
"selamat malam Jiyongie, sepertinya aku akan menginap mala mini" ucap Seven sambil menutup pintu kamar.
"aish.." jerit Jiyong mengacak rambutnya karena kesal
…
Sudah 20 menit Jiyong menunggu bis yang akan mengantarnya ke kantor, tapi entah kenapa semua bis yang lewat selalu penuh sehingga ia mengurungkan niatnya untuk naik. Jiyong memang terbiasa untuk menggunakan transportasi umum untuk bepergian. Bukannya ia tak sanggup untuk membeli mobil, orang-orang di sekitarnya juga selalu menyuruhnya untuk menggunakan mobil, hanya saja ia tidak bisa dan tidak mau menyetir mobil karena takut.
Beberapa saat kemudian mobil BMW hitam berhenti disampingnya dan menampilkan wajah yang selalu diimpikannya.
" hi, Jiyongie,, perlu tumpangan?" Tanya seunghyun dengan senyum mautnya
"ani,, terima kasih atas tawarannya, aku akan menunggu bis yang berikutnya" tolakku halus
"naiklah Jiyongie, lagipula kita sekantor" Seunghyun masih menunggu jawaban Jiyong
"hmm.." bagaimana Seunghyun tahu bahwa Jiyong bekerja di Choi company, pasti ini perbuatan Seven. Awas saja kau oppa,,
"aku memaksa Jiyongie.." ucapnya dengan penekanan
"nde,, maaf merepotkan sajangnim"
Jiyong segera naik ke mobil Seunghyun mendengar nada penekanan yang diucapakan Seunghyun.
Tak tahukah Jiyong ketika ia naik ke mobil, Seunghyun menyeringai.
…..
Ye..ye..ye akhirnya bisa update lagi….. meski banyak typo, tolong dimaklumi..
Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Jiyong? Mengapa Seunghyun menyeringai.. kita tunggu di chapter selanjutnya. hahaha
Thanks berat buat yang udah review.
Mian gak balas review kalian, tapi aku baca kok !
Last but not least, please di review, karena review kalian adalah penyemangat dalam melanjutkan chap selanjutnya..
