No One's POV

Tao dan Chanyeol masuk ke dorm EXO dengan wajah kelelahan dan baju yang basah dengan keringat.

"Chanyeol hyung, terimakasih sudah menemaniku main basket hari ini. Kris gege sepertinya sangat kelelahan, biasanya dia tidak menolak kalau aku mengajaknya main basket."

"Tidak apa-apa. Lainkali kalau mau main basket ajak aku lagi, tadi itu menyenangkan. Kalau kau tidak keberatan mengajakku selagi kau berduaan dengan Kris hyung."

"Hiya, hyung."

"Ahahaha.. Wajahmu memerah."

"Chanyeol hyung…"

"Baiklah-baiklah.."

"Eum aku ikut ke kamar Chanyeol hyung sebentar. Aku ingin mengantarkan susu hangat untuk Kris gege supaya gege bisa tidur lebih nyenyak."

"Baiklah. Maafkan aku karena masalahku dengan Baekhyun, aku jadi tidur dengan Kris dan kau dengan Baekhyun."

"Tidak apa-apa hyung, aku harap masalah hyung dengan Baekhyun hyung cepat selesai."

"Terimakasih Tao. Sepertinya aku ingin meminta maaf pada Baekhyun, mungkin benar aku terlalu posesif terhadapnya."

"Akhirnya, aku sangat senang mendengarnya hyung, aku akan selalu mendukungmu."

Chanyeol tersenyum pada Tao. Dalam hatinya dia ingin segera meminta maaf pada Baekhyun karena dia sudah sangat merindukan malaikatnya itu.

Chanyeol membuka pintu kamarnya.

"Chan.. Chanyeol."

Prang. Gelas berisi susu yang dibawa Tao terjatuh setelah melihat Baekhyun sedang menindih Kris dengan keadaan rambut yang berantakan dan.. shirtless

"Tao, ini tidak seperti yang kamu bayangkan baby. Biar . ."

Tao menangis. Chanyeol mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Dia segera pergi meninggalkan dorm. Baekhyun langsung menggapai kaos yang dibuang sembarangan oleh Kris dan berlari menyusul Chanyeol

"Chanyeol! Chanyeol tunggu! Ini salah paham! Aku mohon dengarkan penjelasanku Chanyeol."

Baekhyun berteriak sambil mengejar Chanyeol, tapi percuma langkah kaki Chanyeol dua kali lebih cepat darinya.

"Chanyeol! Tolong berhentilah! Dengarkan aku dulu.."

Chanyeol tetap berlari meninggalkan Baekhyun sendirian.

.

.

Baekhyun kembali ke dorm dengan masih menangis tanpa henti. Dia tidak menyangka bahwa yang berada di kamarnya dan Chanyeol adalah Kris. Baekhyun segera menghampiri Tao yang sedang diberi penjelasan oleh Kris.

"Sungguh maafkan aku Tao. Aku benar-benar tidak tau kalau yang berada di kamarku tadi adalah Kris hyung." Hiks "Aku tadi mabuk dan lampu kamar mati. Aku tidak menyangka kalau itu.." Hiks "Kalau orang yang berada di kamar tadi bukan Chanyeol." Hiks.

"Maafkan aku juga Tao. Aku sedang tertidur dan tiba-tiba Baekhyun datang. Aku masih pusing karena kelelahan kemarin. Aku benar-benar mengira itu kau, baby, dan betapa terkejutnya aku ketika aku mendengar nama Chanyeol eum ketika.. hal itu terjadi." Kris mengusap rambut Tao perlahan. Tao sekarang sedang bersandar dalam pelukan Kris.

"Hei, ini ada apa hyung?" Sehun keluar dari kamarnya bersama Luhan dengan wajah yang masih mengantuk, terlihat kalau dia baru saja bangun tidur

Baekhyun dan Tao masih menangis, walaupun tangisan Tao tidak separah Baekhyun. Kris yang lebih menguasai keadaan menjelaskan semuanya.

"APA?!" Luhan dan Sehun berteriak

"Jadi.. Jadi …" Sehun masih terkejut, belum bisa merangkai pertanyaan yang sekarang memenuhi seluruh kepalanya

"Astaga.. Maafkan aku dan Sehun. Kami yang mengajak Baekhyun untuk minum dan akhirnya membuat dia mabuk. Aaaargh bodohnya aku, seharusnya aku mengantarkan Baekhyun ke dalam kamar dan memastikan kalau yang tidur di sana adalah Chanyeol."

"Tidak aku yang minta maaf. Harusnya aku yang berbicara dengan Baekhyun terlebih dahulu kalau aku, Tao, dan Chanyeol sepakat bertukar akan tidur dengan Chanyeol dan Baekhyun dengan Tao."

"Tidak ini salahku dan Luhan hyung, kalau saja kami berdua tidak membuat rencana bodoh itu, membuat Baekhyun hyung mabuk dan akhirnya berbicara lebih jujur ke Chanyeol hyung kalau sebenarnya Baekhyun hyung merindukan Chanyeol hyung, pasti semua ini tidak akan terjadi. Maafkan aku Baekhyun hyung, Kris hyung, dan Tao hyung." Sehun sungguh-sungguh merasa bersalah

Luhan menepuk-nepuk pundak Baekhyun yang masih menangis sesengukan.

"Maafkan aku sungguh, aku akan menjelaskan ini pada Chanyeol." Luhan lalu memeluk Baekhyun.

"Tidak, aku yang salah. Aku yang egois dan mementingkan harga diriku yang membuatnya semakin seperti ini. Aku.." Hiks "Aku takut kalau Chanyeol akan meninggalkanku." Hiks. Tangis Baekhyun semakin pecah. Dia benar-benar takut kehilangan sosok Chanyeol yang selama ini selalu bersamanya.

Klek.

Chanyeol kembali.

Baekhyun segera berdiri dan menyusul Chanyeol yang segera menuju ChanBaek's room.

"Chan.. Chanyeol. Maafkan aku. Sungguh, ini semua …"

BLAM!

Terlambat. Chanyeol, tidak ingin mendengar penjelasan apapun. Chanyeol menutup pintu kamar tepat di depan Baekhyun.

Baekhyun menangis semakin deras. Badannya meluruh ke lantai.

"Chanyeol, aku mohon buka pintunya. Aku tidak pernah bermaksud seperti itu Chanyeol. Tidak pernah sekalipun aku berniat untuk selingkuh darimu. Chanyeol aku mohon bukalah, kita bicarakan semuanya. Aku minta maaf Chanyeol." Baekhyun masih menangis di depan pintu kamar. Sesekali Baekhyun masih mengucapkan sesuatu, tapi tidak terdengar karena tenggelam dengan tangisannya.

Kris segera menuju Baekhyun dan membantunya untuk berdiri. Lalu menjelaskan semuanya dengan suara yang keras, dan Chanyeol mendengarnya walaupun terhalang oleh pintu. Kris memegang pundak Baekhyun untuk menenangkannya.

Klek

Chanyeol keluar dan menarik Baekhyun secara paksa masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.

Chanyeol menatap geram ke arah Baekhyun. Dengan kedua mata yang masih basah Baekhyun menatap Chanyeol

"Yeoli.. Maafkan aku. Aku tidak ber.. Hmmph."

Chanyeol menciumnya dan mendorongnya ke pintu, mengunci kedua tangan Baekhyun ke atas dengan satu tangan.

"Chan.. Ngghn"

Salah satu tangan Chanyeol masuk ke dalam kaos Baekhyun dan meraba kulit mulusnya

Chanyeol beralih mencium dan menggigit leher putih Baekhyun.

"Hnnn, Yeol"

Baekhyun merasa sensasi yang diberikan Chanyeol membuat kakinya lemas, menyadari hal itu Chanyeol segera melepas kaos Baekhyun dan juga kaosnya. Lalu mengangkat Baekhyun dan membawanya ke ranjang mereka berdua.

Sementara itu, setelah Chanyeol menarik Baekhyun ke dalam kamar, semua member masih berada di ruang tamu, berdebat apakah tidak apa-apa jika Baekhyun bersama Chanyeol sekarang ketika Chanyeol sedang marah

"Luhan hyung, bagaimana kalau Chanyeol hyung nanti memukulnya?"

"Tidak akan Sehun, kita semua tahu Chanyeol seperti apa orangnya, dia terlalu baik untuk bisa memukul orang." Jawab Jongin

"Tapi selama aku mengenalnya aku belum pernah melihat Chanyeol hyung semarah itu." Jawab Sehun

"Hmm.. Kalau begitu bagaimana kalau kita mengecek keadaan mereka? Aku takut mereka akan bertengkar semakin parah." Kata Suho

"Baiklah, aku pikir mereka seharusnya berbicara ketika mereka sudah tenang." Kata Minseok sambil berjalan menuju pintu kamar ChanBaek's

Ketika Minseok akan mengetuk pintu kamar,

"Hnnn, Yeol. Yeollii aaaahh."

Hening..

Minseok berdeham sebelum berkata, "Well, sepertinya kita.. tidak perlu khawatir."

"Ya, dan sepertinya ini sudah malam, sebaiknya kita tidur." Ucap Suho sambil masuk ke kamarnya di ikuti member lain yang menyusul untuk tidur

.

.

Baekhyun membuka matanya perlahan. Dia melihat Chanyeol yang berbaring di sampingnya, memeluk pinggang Baekhyun. Baekhyun bergerak sambil perlahan melepas pelukan Chanyeol yang masih tertidur, tapi pelukan Chanyeol malah semakin erat.

"Kajima." Ucap Chanyeol dengan mata yang masih tertutup

"Kau sudah bangun?"

"Hm"

"Chanyeol, kemarin soal aku dan .. Kris."

"Hmm, aku percaya padamu Baek."

Baekhyun tersenyum, dia membenarkan posisinya sehingga bisa berhadapan dengan Chanyeol yang masih saja menutup matanya. Baekhyun membenarkan sebagian rambut Chanyeol yang menutupi kedua matanya.

"Saranghae." Bisik Baekhyun sebelum mengecup bibir Chanyeol singkat tapi lembut

Chanyeol membuka matanya dan tersenyum.

"Nado saranghae."

Chanyeol mempersempit jarak mereka dan mencium Baekhyun. Ciuman itu lama kelamaan menjadi panas, tapi Baekhyun mendorong Chanyeol, membuat Chanyeol bingung.

"Wae Baek?"

"Aku merasa lengket Yeol, aku mau mandi."

Chanyeol memanyunkan bibirnya membuat Baekhyun tertawa

"Join me?" bisik Baekhyun seduktif di telinga Chanyeol

Chanyeol memasang perverted smirknya.

"Of course honey." Ucap Chanyeol sebelum menggendong Baekhyun dengan bridal-style ke kamar mandi yang berada di kamar mereka berdua.

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol keluar bersamaan dari kamar mereka berdua dan bergabung bersama yang lainnya.

"Waaah, kalian tampak sangat bahagia." Ucap Suho

Baekhyun dan Chanyeol tersenyum.

"Aku mau meminta maaf Chanyeol, soal kemarin aku benar-benar tidak tahu, ruangan gelap dan aku masih pusing karena kelelahan membuat ku salah mengira Baekhyun adalah Tao, Chanyeol."

"Aku mengerti hyung, lagipula aku sudah berbaikan dengan Baekhyun."

"Kalau hal itu kami semua sudah tahu Chanyeol, pertama kalian sejak tadi tersenyum seperti orang gila, kedua ada kissmark di leher Baekhyun hyung, dan suara kalian berdua semalam cukup keras." Ucap Jongdae

"Iya kalian terlalu keras semalam, membuat tidurku terganggu." Ucap Lay sebelum menguap karena kurang tidur semalam

Wajah Baekhyun memerah

"Sudah, sudah, bukankah ini lebih baik kalau mereka sudah baikan." Ucap Suho

"Iya hyung, tapi aku mau mengusulkan ruangan khusus kedap suara untuk mereka berdua." Ucap Jongdae

"Yup, benar hyung. Aku tidak mau mendengar 'I'm yours Yeol, I'm yours Yeollii, aaahn, please more.. aaah'." Ucap Sehun dengan memasang pokerface nya

"Aaaaaarrgh! Molaaaa" Baekhyun berlari menuju kamar karena malu

"Isssh, dasar kau maknae sialan." Ucap Chanyeol tetapi Sehun malah menjulurkan lidahnya ke arah Chanyeol. Chanyeol langsung menyusul Baekhyun

Chanyeol melihat Baekhyun berada di beranda yang berada di kamar mereka dengan kedua tangan menutup wajahnya

"Hei Baek." Chanyeol mencoba melepaskan kedua tangan Baekhyun dari wajahnya

Wajah Baekhyun benar-benar merah padam

"Aaaaaargh Chanyeol ini semua salahmu."

"Kenapa semua ini menjadi salahku?"

"Karena kau sangat hebat semalam."

Chanyeol tersenyum mendengar jawaban Baekhyun

"Gomawo." Ucap Chanyeol sambil mencium kening Baekhyun

"Hiish kau ini." Baekhyun berpaling membelakanginya

Chanyeol tertawa dan memeluknya dari belakang

"Baek, aku minta maaf. Aku terlalu protektif padamu."

"Aku juga minta maaf Yeol, terkadang aku tidak memikirkan perasaanmu, aku terlalu egois Yeol."

"Saranghae Baekhyun."

"Nado Saranghae Chanyeol. Oh iya soal kau terlalu protektif padaku aku paham Yeol, karena itu tandanya kau begitu mencintaiku."

"Aku senang kau paham."

"Tapi, walaupun aku terlalu dekat dengan yang lainnya aku tidak menganggap mereka lebih dari adik atau hyungku sendiri Chanyeol, karena I'm yours."

"Katakan sekali lagi."

Baekhyun berbalik sehingga berhadapan dengan Chanyeol tanpa melepaskan pelukan Chanyeol.

"I'm all yours Yeol." Ucap Baekhyun dengan tersenyum.

Chanyeol pun juga tersenyum, menyandarkan kepala Baekhyun ke bahunya.

"Yeah, you're mine Baek. And I'm all yours too.".

.

END

.

Author's note:

Miaaan, update lama soalnya selain sibuk kuliah, waktu buka di blok sama amala-dns, sempet bingung nggak tau bukanya gimana, browsing ketemu tapi caranya ribet, terus browsing lagi deh akhirnya ketemu cara yang gampang dan nggak bertele-tele. Oke, sebenernya endingnya nggak gini, niatnya dulu mau buat sampe 6 atau 8 chapter tapi berhubung lagi punya ide ff baekyeol terbaru jadinya di ending-in aja deh, hhehe. Buat yang udah komen di coretan abal-abal milik ane ini, jeongmal gomawo :D