author:rucccrys

I'm Sorry

Main Cast:

Kyungsoo, Kai

.

Boys Love don't like don't read!

no plagiarism, no siders

[isyarat tangan Kyungsoo di italic]


"Hentikan Kim Jongin" teriak sebuah suara dibelakang sana

"Kim Jongin! Kai! Aku berbicara denganmu!" lanjut suara itu namun sang pemilik nama masih terus melakukan kegiatannya

"Kim Jongin dengar aku! Hentikan atau kau akan menyesal" bentak suara itu

"Memangnya kau siapa?" Kai membalikkan badannya.

"Kau?!"

.

.

.

"Apa?" ucap namja imut itu

"Untuk apa kau berada disini?!" tanya Jongin sinis

"Apa salahnya aku melihat lihat calon sekolahku? Dan mengunjungi saudaraku hahaha. Dan aku tidak menyangka Kai, kau membully manusia imut seperti ini. Apa salahnya padamu eoh?" Tanya namja itu yang sekarang sudah berjongkok di depan Kyungsoo tepatnya di sebelah Jongin. "Dia terlihat manis" ucap namja imut itu sambil memegang dagu Kyungsoo. "Tenang saja aku orang baik. Tidak seperti Kai dan Xiumin hyung. Perkenalkan aku Byun Baekhyun sepupu Kai. Siapa namamu?" tanya Baekhyun dengan senyuman manisnya

'Sepertinya ia baik' batin Kyungsoo. 'Bagaimana aku harus menjawabnya' Kyungsoo bingung. Ia menundukkan wajahnya

"Hey tidak usah takut padaku" ucap Baekhyun dan menundukkan kepalanya agar bisa menatap wajah Kyungsoo

"Hyung dia bisu" jawab Kai datar

"Jangan berkata begitu Kai" balas Baekhyun lalu melihat Kyungsoo yang masih menunduk. "Eh apakah itu benar?" tanya Baekhyun lembut dan dibalas anggukan kecil dari Kyungsoo. "Oh maafkan aku aku tidak bermaksud mengejekmu. Maafkan aku- eh siapa namamu?" tanya Baekhyun lagi. "Kai siapa namanya?"

"Kyungsoo. Do Kyungsoo. Sudahlah aku muak hyung aku duluan!" ucap Kai sebal lalu melempar dasi Kyungsoo yang digenggamnya itu.

"Jangan dimasukkan ke hati ne. Dia memang seperti itu Kyung. Maaf aku bertingkah seolah olah sudah mengenalmu sejak lama, tapi itulah aku. Jadi jika kau risih denganku bilang saja! Oh iya dengan apa kau berkomunikasi? Memopad?"

Kyungsoo menggeleng

"Hmm. Telepati?"

Kyungsoo menggeleng

"Bahasa isyarat tangan?"

Kyungsoo mengangguk

"Sepertinya kau menarik. Mulai besok aku akan bersekolah disini. Bertemanlah denganku Kyungsoo!" ucap Baekhyun lalu membantu Kyungsoo berdiri

Kyungsoo menunduk. Dia takut Baekhyun hanya memakai topeng. Dulu Xiumin juga sangat baik padanya sampai Xiumin tahu bahwa Suho menyukainnya dan Xiumin melakukan hal sama seperti yang Kai lakukan padanya.

"Kyungsoo! Kau baik baik saja? Kenapa kau tidak kembali kekelas dari tadi? Eh dia siapa?" Tanya Tao yang datang dan melihat sosok Baekhyun

"Eh perkenalkan aku Byun Baekhyun, saudara sepupu Kai dan Xiumin" ucap Baekhyun sambil tersenyum kepada Tao

"Menjauh dari Kyungsoo!" ucap Tao kasar. Ia menarik tangan Kyungsoo ke belakangnya agar jauh dari Baekhyun

Kyungsoo menepuk pundak Tao sehingga Tao menoleh kearahnya

'DIA ANAK BAIK TAO. DIA MENYELAMATKANKU DARI KAI' isyarat Kyungsoo

"Tapi kau harus berhati- hati Kyung, bagaimana kalau ia hanya menggunakan topeng?" ucap Tao. Dia tak yakin dengan namja imut disebelahnya ini

'KAU TIDAK BOLEH BERPIKIRAN BURUK TAO' bagaimanapun juga Kyungsoo merasa tidak enak kepada Baekhyun yang jelas- jelas telah menolongnya tadi

"Terserah kau sajalah. Ayo kita masuk" ucap Tao lalu menarik tangan Kyungsoo. Kyungsoo membungkukkan badannya meminta maaf kepada Baekhyun dan Baekhyun mengangguk sambil tersenyum.

Baekhyun mengerti keadaan Kyungsoo dan juga keadaannya

.

.

Kyungsoo Class

.

"Aigoo! Siapa yang membuat mejamu seperti ini Kyung?!" teriak Tao kaget mendapati meja teman sebelahnya sudah berantakan dan diatasnya juga terdapat setangkai mawar merah berduri dan di durinya terdapat tetesan darah. "Kalian semua pasti tahu siapa yang melakukan ini kan?!" bentak Tao kepada seluruh penghuni kelas. Mereka memang tahu tapi ancaman yang 'pelaku' berikan cukup mengerikan sehingga tidak ada satupun yang berani membuka mulutnya hanya untuk membagi secuil informasi yang mereka tau.

Tunggu dulu.

Seharusnya Tao dan Kyungsoo sudah mengetahui siapa pelaku semua ini.

BRAKK

Meja tak bersalah itu menjadi korban pelampiasan kemarahan seorang Huang Zitao

"Awas kau Kim Jongin" baru beberapa langkah berjalan dengan penuh emosi, Tao bertemu dengan Luhan tepat di depan pintu kelasnya

"Aku mendengar suara pukulan meja dari kelasmu. Apa yang terjadi Tao?" tanya Luhan. Tao pun menunjuk Kyungsoo yang sedang dibuk membereskan buku- bukunya yang berantakan. "Kai." ucap Luhan mengerti maksud dari pemandangan dimukanya. Tao mengangguk

"Aku akan menghabisinya" ucap Tao. Matanya menyiratkan emosi yang mendalam. Tangannya ia kepalkan sampai jarinya terlihat memutih dan benang benang syaraf tangannya tercetak

"Sudahlah Tao, kita harus sabar. Lihat Kyungsoo, dia saja sabar menerima semuanya. Kita harus mencontohnya. Karma dan penyesalan masih berlaku." ucap Luhan mencoba menenangkan amarah Tao. Jujur rasanya sangat perih disaaat orang yang kausayangi disiksa. Melihatnya menangis membuatmu merasa disayat ribuan pisau belati. Sangat ingin rasanya memindahkan pisau belati itu ke orang yang menyakiti orang yang kau sayangi. Namun apa yang bisa kau lakukan jika menyadari itu hanya akan menyebabkan orang yang kau sayang itu semakin menderita. Sangat sesak bukan rasanya?

Ya.

Itulah yang dirasakan Xi Luhan

.

.

Other Side

Setelah Kyungsoo pergi bersama Tao, Baekhyun berjalan mengitari gedung yang akan ia jadikan tempat menimba ilmu besok. Baekhyun berjalan ketaman belakang hingga ia menemukan seseorang yang tidak asing baginya. Baekhyun duduk disebelah namja yang sedang bermain handphone tersebut. Setelah itu tidak ada yang terjadi

Hening

"Kai, menurutku kau sudah keterlaluan kali ini" Baekhyun membuka pembicaraan

"Keterlaluan? Kau tidak tahu masalahku dengannya hyung!" balas Kai emosi

"Sebesar apapun masalah kalian, aku yakin anak itu tidak sebejat kau Kai" balas Baekhyun. Baekhyun sudah mengenal Kai sejak Kai masih digendong. Itu sebabnya mengapa Byun Baekhyun berani dengan santai memerintah dan mengejek seorang Kim Jongin yang arogan

"Apa hyung? Kau justru membela manusia bisu tak berguna yang baru saja kau kenal daripada aku?!" tanya Kai. Pandangannya beralih dari ponselnya lalu menatap hyungnya itu

Baekhyun mengendikkan bahunya

"Entahlah. Menurutku anak itu anak baik. Memang apa masalahnya denganmu?" tanya Baekhyun lalu membalas tatapan Kai. Kai memalingkan wajahnya

"Dia merebut orang yang kusukai" bisik Kai pelan. Jujur bagi Kai rasanya memalukan mengakui bahwa orang yang ia sukai lebih memilih namja bisu daripadanya.

Benar benar menjatuhkan harga diri Kim Jongin

Baekhyun menatap dalam adik sepupunya itu. Ia mengerti perasaan Kai. Sangat mengerti. Kai selalu mendapatkan apa yang ia mau dan inginkan, tapi kali ini ia tidak mendapatkannya dan lebih parahnya lagi orang yang mengalahkannya adalah seorang namja yang tidak bisa berbicara.

Do Kyungsoo

Baekhyun menatap lurus lalu tersenyum tipis

"Kim Jongin dengarlah aku, jika kau mempunyai orang yang kau sayangi dan orang itu sudah menyayangi orang lain, seharusnya kau bahagia melihat dia bahagia. Dengan begitu kau bisa menunjukkan kesungguhanmu terhadap orang yang kau sayangi itu. Walaupun perasaanmu tidak terbalas, setidaknya orang itu mengetahuinya" ucap Baekhyun dengan senyum manisnya

"Tapi hyung, Kim Jongin tidak akan pernah kalah" ucap Jongin

Ya itulah Kim Jongin

Kim Jongin yang selalu menang

Kim Jongin yang egois

Kim Jongin yang keras kepala

"Pertanyaanku sekarang, apa dengan kau membully Kyungsoo itu, Namja yang kau suka semakin dekat padamu atau justru memusuhimu? Apakah kau mendapat keuntungan yang berarti? Apa kau juga tidak mempunyai hati yang cukup peka untuk kasihan terhadap anak yang tidak bisa bicara?" tanya Baekhyun lembut sambil menutup matanya. "Sudahlah aku mau pulang dulu. Belajar yang pintar. Pikirkan kata kataku Kim Jongin" Baekhyun bangkit dari tempat duduknya lalu berlalu. Sekarang tinggal Kai sendiri. Memikirkan apa yang Baekhyun katakan. Jujur saja, itu semua terus berputar dikepalanya. Apa yang Baekhyun bilang sepenuhnya benar. Tapi tetap saja, Kim Jongin tidak mau kalah.

'Kau benar hyung, tapi aku tidak menerima kebenaran yang kau katakan. Aku membenci kebenaran itu. Aku membenci kebenaran yang mengatakan aku kalah. Dan bagaimanapun caranya aku harus kembali jadi pemenang'

.

.

.

"Hyung kudengar kelas 1 kedatangan murid baru pindahan dari Shinjung High School gangnam" tanya Tao pada Suho dan Luhan dam Kyungsoo yang sedang membaca buku disebelahnya hanya mengendikkan bahunya sambil masih fokus ke bukunya

"Iya. Kalau tidak salah namanya Sehun. Oh Sehun" ucap Suho mengingat- ingat. Ia adalah ketua organisasi sekolah dan ia selalu mendapatkan info tentang murid baru dan lain lain

"Ooh begitu. Apakah dia tampan?" Tanya Tao antusias

"Hmm dari foto yang kulihat sih Kyungsoo-ah lebih tampan"

"Uhk uhk" Luhan tersedak bubble teanya. "Jangan mencoba- coba menggoda Kyungsoo" ucapnya sinis

Kyungsoo hanya terkikik dan menggelengkan kepalanya. Kedua hyungnya akan bertransformasi menjadi anak kecil kalau sudah memperebutkan Kyungsoo. Kyungsoo tidak merasa risih ataupun malas dengan kedua hyungnya karena pertengkaran mereka pasti sangat lucu dan berhasil menggelitik perut Kyungsoo dan memberikan efek tertawa padanya ya walaupun tanpa suara sedikitpun. Hanya mulut yang bergerak dan mata yang menyipit. Itulah tawa khas Do Kyungsoo.

"A-anyeong sunbaenim"

"Ah iya nuguseyo?" tanya Tao

"Oh Sehun?" ucap Suho

"Ne. Oh Sehun imnida. Sonsae menyuruhku untuk mencari Suho sunbae untuk menanyakan kelas dan lokerku" jawab namja itu.

"Hmm baiklah. Oh iya perkenalkan dulu ini Huang Zitao dan Do Kyungsoo murid kelas 2 dan yang ini Xi Luhan murid kelas 3. Wakil ketua organisasi" ucap Suho memperkenalkan teman- temannya.

"Annyeong" ucap Tao dengan senyumannya lalu menyenggol Kyungsoo yang sedang fokus ke bukunya. Kyungsoo pun melirik Sehun lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

"Luhan ge-" ucap Tao karena Luhan masih sibuk dengan ponselnya

"Ne?" balasnya masih sambil menatap layar ponselnya

"Itu murid baru" balas Tao

"Eh? Annyeong" ucap Luhan lalu mengangkat kepalanya dari ponselnya

DEG

Kedua mata itu bertemu

Mereka terdiam dan tidak berbicara apapun

Seolah olah sedang membius satu sama lain

"Eh. Duduklah. Nanti aku akan mengantarkanmu ke kelas" Ucap Luhan sambil menunduk menyembunyikan rona yang entah kenapa muncul di pipinya. Jantungnya berdetak dua kali lebih kencang. Sama seperti saat ia melihat Kyungsoo pertama kali. Apakah posisi Kyungsoo akan tergeser? Entahlah bisa jadi.

"Terimakasih hyung" Sehun pun duduk di depan Luhan. 'Sangat cantik' batinnya

PUK

"Ya Kyungsoo?" tanya Tao saat merasakan tepukan pelan dari sebelahnya.

'AKU MAU PERGI KE TOILET DULU' eja Kyungsoo

"Mau kutemani?" tawar Tao. Ia khawatir sesuatu akan terjadi nantinya

Kyungsoo menggeleng. Ia tidak mau merepotkan sahabatnya lebih dari ini

"Baiklah. Hati hati ya" ucap Tao sedikit kecewa. Jujur, ia sangat khawatir

"Kenapa hyung yang itu sangat dingin?" tanya Sehun

"Dia tidak dingin!" ucap Suho. Tentu ia tersinggung mendengar orang yang disukainya dibilang dingin

"Dia tidak bisa berbicara Sehun-ssi" ucap Tao

"Oh maaf hyung aku tidak tahu" maaf Sehun yang dibalas anggukan kecil dari Suho

"Dia memang sensitif jika menyangkut Kyungsoo" sindir Luhan

"Kau juga" balas Suho tak kalah sinis

"Mereka selalu begitu Sehun-ssi. Jika kau mau berteman dengan kami, kau harus sabar" ucap Tao

"Diam kau huang zitao!" ucap Luhan dan Suho bersamaan berhasil membuat Tao menutup telinganya dan Sehun terkikik

"Kalian menyenangkan. Jadilah temanku hyung!" ucap Sehun

"Dengan senang hati" balas Luhan dengan senyuman terbaiknya

TEENNGG

"Sudah masuk. Ayo kekelas" ucap Tao

"Eh Kyungsoo dimana?" tanya Suho

"Mungkin dia langsung kekelasnya" jawab Sehun

"Hmm mungkin. Luhan, kau antar Sehun ke kelasnya kelas 1-3 ya" ucap Suho

"Baik. Kajja"

Keempat namja itupun berjalan kekelas masing masing

.

.

TaoHo side

.

"Sudah ya ge aku masuk duluan" ucap Tao saat sampai di depan kelasnya

"Belajar yang pintar adik manis" goda Suho sambil terkekeh

"Awas saja kau hyung" ucap Tao lalu memasuki kelasnya dan melihat kursi disebelahnya masih kosong. Tao segera berlari mengejar Suho

"HYUNG!" teriak Tao dan Suho membalikkan badannya

"Ada apa?" tanyanya

"Kyungsoo tidak ada dikelas!" balas Tao

"MWO?! Masuklah kekelas aku akan mencarinya!" ucap Suho panik

.

Selama itu Kyungsoo..

DUK DUK DUK

'Buka pintunya jebal' batinnya.

Saat ia memasuki toilet tiba- tiba pintunya terkunci lalu lampunya mati. Kyungsoo takut gelap. Sangat takut. Tidak lama setelah itu Kyungsoo mendengar langkah kaki. Harapan Kyungsoo lahir lagi namun ternyata..

BYURR

Siapapun orang itu, ia menyiram air dan melempar embernya dari atas sekat toilet.

Bukan air jernih

Tapi air yang bau.

Entah air apa itu.

Pertahanan Kyungsoo runtuh. Kepalanya sakit terkena ember. Tapi tidak sesakit hatinya saat ini.

'Kenapa ini harus terjadi?' batin Kyungsoo pasrah dengan air mata mengalir dari kedua mata indahnya

"KYUNGSOO?! KAU DIMANA?!" terdengar suara Suho memasuki toilet pria itu.

KLIK

Lampu menyala. Kyungsoo sedikit lebih tenang sekarang. Ia menggedor pintu kamar mandinya untuk memberi tahu bahwa Ia terjebak di dalam.

"KYUNGSOO KAU DIDALAM?"

DUK DUK DUK

"Bersabarlah aku akan membuka pintunya"

Klek klek'

"ARRGH Terkunci! Menjauhlah dari pintu! Aku akan mendobraknya" ucap Suho. Kyungsoo menurut. Ia menjauh dari pintu toilet itu

BRAKKK

Tendangan Suho berhasil membuka pintu yang mengunci Kyungsoo didalam sana

Suho segera berlari dan memeluk namja mungil yang sudah basah dan sepertinya kedinginan diseberangnya. Suho memeluknya dengan erat. Mencoba memberi penenangan dan memberitahu bahwa ia ada disana untuk melindungi Kyungsoo

"Uljimaa. Gwenchana?" tanya Suho sambil masih memeluk Kyungsoo.

Kyungsoo menggeleng lalu mendorong Suho

'BAU' ejanya

"This is you and i dont care" ucap Suho lalu kembali memeluk Kyungsoo dan berhasil membuat Kyungsoo menangis lagi.

Kyungsoo selalu merasa sangat berharga dan indah bila bersama ketiga sahabatnya. Kyungsoo merasa memiliki harga diri dan memiliki segalanya saat bersama ketiga sahabatnya. Kyungsoo merasa diperlakukan layaknya sesuatu yang sangat penting yang harus dijaga dan dilindungi. Bagaikan sebuah harta terpenting yang dimiliki ketiga sahabatnya. Ia menyayangi oh tidak, tapi sangat menyayangi ketiga sahabatnya, Huang Zitao, Kim Joonmyeon dan Xi Luhan

"Kyung apa kau mau pulang?" tanya Suho sambil masih memeluk sahabatnya itu karena mengetahui Kyungsoo bergetar. 'Ia menangis' batin Suho. Suho merasakan gelengan. "Hmm baiklah. Kau mau menggunakan bajuku? Bajumu sudah habis kan di locker?" tawar Suho. Kyungsoo mengangguk lalu Suho melepaskan pelukannya dan menggandeng Kyungsoo ke lockernya.

.

Tanpa mereka sadari dua pasang mata menatap mereka tidak suka

Kim Jongin

dan

Kim Minseok

"Sialan" umpat salah satu dari mereka yang berkulit lebihterang

"Lagi lagi pujaan hatimu itu menjadi pahlawan" balas yang berkulit lebih gelap

"Aku ingin Kyungsoo musnah" ucap yang berkulit putih dan pipi bakpau tersebut dengan tangan mengepal dan kilatan emosi yang tergambal jelas di matanya

"Tidak semudah itu Kim Minseok"

"Ya aku tahu Kim Jongin"

.

.

.

TBC


Terrible right? Sorryy TT-TT

Help me with ur review ox