author:ruccrys

I'm Sorry

Main Cast:

Kyungsoo, Kai

.

Boys Love don't like don't read!

no plagiarism, no siders

[isyarat tangan Kyungsoo di italic]


"Aku ingin Kyungsoo musnah" ucap yang berkulit putih dan pipi bakpau tersebut dengan tangan mengepal dan kilatan emosi yang tergambal jelas di matanya

"Tidak semudah itu Kim Minseok"

"Ya aku tahu Kim Jongin"

.

.

.

Kedua bersaudara itu tengah sibuk membakar emosinya masing masing melihat Kyungsoo yang bersama Suho membuat mereka meluncurkan tatapan membunuh kepada kedua namja itu tepatnya pada namja yang bermata bulat bernama Kyungsoo itu.

"Aku mau pulang saja. Aku tidak mood belajar hari ini. Kau ikut Kai?" ucap Xiumin santai. Tidak sulit bagi mereka untuk keluar dari sekolah itu. Uang mereka banyak dan hanya dengan memberi sedikit uang pelicin kepada penjaga sekolah mereka bisa membolos dengan mudahnya

"Tidak. Aku akan memberi namja bisu itu pelajaran lagi. Aku tidak puas jika dia terus ditolong oleh pujaan hati sialanmu itu. Akan kupastikan ia menderita hari ini" ucap Kai

"Heyhey kenapa kau ikut membenci Suho?" ucap Xiumin sebal

"Tentu saja karena ia selalu datang di waktu yang tidak tepat" jawab Kai malas

"Kau saja yang mengerjai di saat yang tidak tepat bodoh!" ucap Xiumin emosi

"Enak saja! Biasanya kan yang menyuruhku membully Kyungsoo juga kau hyung. Sudahlah kalau kau mau pulang pulang saja aku kembali kekelas" ucap Kai lalu berjalan menuju kelasnya selama Xiumin berjalan menuju gerbang sekolah

.

BRAKK

.

Semua murid melihat kearah pintu yang dibuka secara paksa oleh Kai itu

Kai langsung berjalan ke kursinya tanpa memperdulikan tatapan teman sekelasnya dan juga gurunya

"Kim Jongin darimana saja kau?" tanya Choi sonsae

"Bukan urusanmu. Lanjutkan saja pekerjaanmu" balas Kai tanpa membalikkan badannya

"Kim Jongin keluar dari kelas sekarang!" bentak namja paruh baya itu

"Aku baru masuk kelas dan kau sudah mengusirku?! Untuk apa aku membayarmu kalau begitu hah?! Lanjutkan saja pelajarannya!" bentak Kai yang membuat Choi sonsae geram. "Hey kau siapa? Untuk apa duduk ditempatku!" tanya Kai lagi saat melihat seorang namja berkulit putih di tempat duduk(sebelah)nya.

"Tempat ini kosong dan tempatmu disitu" balas namja itu datar

"Tau apa kau? Pergi sekarang juga!" bentak Kai

Namja itu masih tetap diam

"Kim Jongin duduk dikursimu sekarang dan jangan ganggu Oh Sehun" tegas Choi sonsae

"Tapi ini tempat-"

"SEKARANG!"

"Baiklah" jawab Kai malas sambil memutar bola matanya

"Semua, ayo kita lanjutkan pelajarannya"

Kai sangat menikmati pelajarannya sampai- sampai ia tertidur pulas selama pelajaran berlangsung sampai istirahat. Tidak ada yang berminat membangunkannya karena mereka tahu apa yang akan terjadi pada mereka jika membangunkan Kai. Bahkan Sehun yang belum tahu akibatnya pun sama sekali tidak tertarik

.

Skip Time

.

Break time

"Hmm aku tidak tahu dimana kelas Luhan hyung dan teman- temannya. Kenapa aku tidak bertanya tadi ish" bisik Sehun saat keluar dari kelasnya. Ia lalu memberhentikan seorang namja dan bertanya "Eh apa kau tahu kelas Xi Luhan? Aku masih baru disini" tanya Sehun.

"Tentu tau. Luhan kelas 3-1 tapi biasanya saat istirahat dia berada di kelas 2-2 bersama Tao dan Kyungsoo" jelas namja itu

"Oh begitu. Terimakasih ya" jawab Sehun. 'Kelas 2-2 itu di lantai berapa dan sebelah mana? Kenapa aku tidak tanya saja tadi sekalian' rutuk Sehun. Sehun pun berjalan mengitari sekolah yang sangat besar itu namun masih belum muncul juga kelas bertuliskan 2-2 atau 3-1. "Uh kenapa kau bodoh Oh Sehun?" bisik namja putih itu sambil mengacak rambutnya frustasi. Ia tidak mengenal siapapun disini dan sepertinya semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing- masing. Ia juga merutuki dirinya yang sengaja bertingkah sok keren didepan teman- teman sekelasnya yang mengakibatkan ia tidak punya teman saat ini

"Hey anak baru!" tiba tiba Sehun mendengar suara yang cukup familiar di telinganya

"Eh kau! Pasti Tao kan? aku sedang mencari cari kelasmu hyung" ucap Sehun saat bertemu namja bermata panda itu

"Bodoh! Kelasku kelas 2-2 berhadapan dengan kelasmu tau!" balas Tao sambil tertawa geli. Sehun membulatkan matanya

"Mwo?! Kenapa aku tidak melihatnya ya" ucap Sehun pelan

"Hahaha yasudah ayo ke kantin. Luhan dan Suho hung sudah disana!" ucap Tao lalu menarik tangan teman barunya

"Eh lalu bagaimana dengan hyung berbadan mungil yang satunya?" tanya Sehun menyadari Tao hanya menyebut nama dua orang namja

"Oh Kyungsoo, dia sedang menyalin catatanku. Dia bilang dia akan menyusul. Kau mau ikut ke kantin tidak? Aku sudah sangat lapar dan kau hanya mengulur waktuku saja" kata Tao sambil langsung berjalan ke kantin

"Iya iya ayo ke kantin" ucap Sehun sambil mengikuti Tao

.

..

.

Kyungsoo side

.

..

.

"Hey. Sendirian anak manis?" ucap sebuah suara di ambang pintu. Kyungsoo sangat mengenali suara berat tersebut.

'Oh tidak' batin Kyungsoo lalu mulai membereskan buku bukunya

"Mau kemana? Dimana macan macan pelindungmu itu eoh? Sedang mengisi perut mereka yang lapar ya? Kenapa kau tidak ikut manis?" Tanya Kai yang sekarang sudah berada di depan meja Kyungsoo. Tidak lama kemudian masuklah teman teman mereka. Maksudnya teman- teman Kai yang sudah siap dengan tali, guntung dan banyak peralatan peralatan

'Kali ini pasti sakit' batin Kyungsoo. Ia kembali menutup matanya dan mempersiapkan dirinya.

"Kenapa menutup mata manis? Kau takut? Tenang saja, aku hanya akan sedikit bermain- main denganmu. Tidak akan sakit kok tenang saja" ucap Kai dengan wajah licik. Kyungsoo masih menutup matanya. Fisik dan mentalnya masih belum siap karena apapun yang Kai lakukan padanya, itu pasti sangat parah terlihat dari peralatan yang ia persiapkan.

BRAKK

"BUKA MATAMU!" teriaknya sambil menggebrak meja Kyungsoo. Kyungsoo reflek membuka matanya. Sekarang teman teman Kai sudah mengelilingi Kyungsoo. Sebenarnya, apa yang Kai lakukan sudah tidak bisa dimasukkan ke kategori membully. Apa yang ia lakukan selama ini lebih tepat disebut menyiksa. "Kau mau dengan cara lembut atau kasar hm? Kalau kasar, akan terasa sangat sankit namun cepat. Tapi kalau cara lembut, tidak terasa sakit namun lama. Bagaimana manis? manis?" ucap Kai. Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya. Siapa yang mau dibully dengan cara baik lembut maupun kasar. Itu pasti tetap menyakitkan. "Waktu habis. Kau terlalu lama menjawab. Lakukan sekarang!" perintah Kai kepada teman- temannya lalu berjalan mundur beberapa langkah dari Kyungsoo.

Salah satu teman Kai menutup matanya lalu mengikat tangan Kyungsoo kebelakang kursinya. Hal yang sama juga dilakukan pada kedua kakinya. Sekarang tubuh mungil Do Kyungsoo terkunci dengan kursi yang ia duduki. Kyungsoo hanya bisa pasrah saat ia merasakan kursinya terangkat. Entahlah apa yang akan dilakukan oleh Kai dan temannya saat ini. Apa yang mereka lakukan pada Kyungsoo selalu diluar kepala. Tidak lama setelah Kyungsoo merasa duduk diatas angin, ia merasa kembali bertumpu pada bumi Namun Kyungsoo masih bisa merasakan tempatnya sekarang sedikit lebih tinggi. Kyungsoo tidak berani bergerak sedikitpun. Ia tidak tahu dimana tepatnya ia berada sekarang salahkan penutup mata sialan yang membalut mata indahnya.

"Selamat menikmati singgasana barumu raja. Hahaha" terdengar tawa Kai dan teman- temannya. Kyungsoo tidak mengerti kenapa ia dilahirkan untuk menjalani takdir seperti ini. Walaupun ia memiliki keluarga berlimang harta, wajahnya pantas untuk dikagumi, kemampuan berpikirnya yang luar biasa tapi kenapa ia harus mengalami masa lalu yang sukses membuatnya bungkam dan berhadapan dengan teman- teman sekolahnya memperlakukannya seperti sampah. Bahkan mungkin jika ia masih bisa memamerkan suara indahnya dan teman- temannya tidak memperlakukannya seperti ini, kau tidak berlebihan jika memanggilnya "Prince Perfection". Ya atau mungkin takdir ini dijatuhkan terhadap Kyungsoo hanya untuk memenuhi peribahasa 'Nobody Perfect'

Jujur saja, Kyungsoo menerima semua perlakuan Kai dan Xiumin padanya bukan berarti Kyungsoo menyukainya. Kyungsoo hanya membiarkan waktu yang membalas mereka. Kyungsoo bisa saja mengeluarkan Kai dan Xiumin sekarang juga dari sekolah. Tapi Kyungsoo sadar, lari dari masalah bukanlah penyelesaian yang baik. Kyungsoo memang lebih baik diam daripada melawan. Selain karena itu yang terbaik, Kyungsoo memang tidak bisa melawan. Ia tahu ini semua saudah keterlaluan tapi ia tahu bahwa suatu saat Kai dan Xiumin pasti akan menyesal dan karma akan menimpa mereka.

.

Other side

.

"Kenapa Kyungsoo lama sekali? Apakah catatannya banyak?" Tanya Luhan karena Kyungsoo tidak juga muncul dihadapan mereka

"Tidak terlalu" jawab Tao sambil menyesap milkshakenya

"Aku akan melihatnya dulu" ucap Luhan lalu berdiri dari tempatnya

"Aku ikut hyung" balas Sehun lalu mengikuti namja cantik didepannya

Luhan pun berjalan dengan cepat. Pikirannya sudah melayang layang memikirkan namja mungil yang sangat ia sayangi itu

"Hyung bisakah pelan sedkit?" Tanya Sehun. Walaupun kakinya lebih panjang dari milik Luhan, tapi langkah Luhan sudah seperti berlari saja. 'Sepanik itukah?' batin namja berwajah datar itu. Ia tidak mengetahui bahwa Luhan menyayangi Kyungsoo.

.

Kyungsoo side

.

Kyungsoo mulai mengerti dimana ia berada. 'Tempat tinggi ini, pasti diatas meja' masalah tempat dimana ia berada sekarang bukanlah masalah yang berarti. Semua gurunya pasti sudah tau kenapa ia berada di tempat itu Yang menjadi masalah adalah sekarang teman temannya, mungkin teman teman Kai sedang melemparinya dengan tomat dan tepung. Ia sudah biasa dengan itu semua. Tapi ini seragam Suho bukan seragamnya. Kyungsoo ingin berteriak agar mereka berhenti tapi ia tidak bisa. Memberontak? Itu hanya akan membuatnya jatuh dari kursinya sekarang. Ia duduk di kursi dan kursi itu diletakkan keatas meja, tentu saja akan sangat sakit bila terjatuh bukan?

"Soo Ah!" teriak sebuah suara dari ambang pintu. Kyungsoo mengenali suara itu. Itu Luhan

GRET

Kyungsoo merasa ada yang naik ke mejanya.

'Itu pasti Luhan' batinnya tenang

"Berhenti disitu atau Kyungsoomu akan menderita lebih dari ini Xi Luhan dan, ooh si anak baru itu. Kau teman dari namja bisu ini juga?" ucap seseorang yang naik ke meja tersebut. Itu Kim Jongin, bukan Xi Luhan

"Apa yang akan kau lakukan Kai?! Apa kau sudah gila?" Tanya Luhan dengan siratan emosi dimatanya. Bagaimanapun, menyakiti Kyungsoo sama saja menyakiti dirinya

"Ya aku gila! Dan kau tahu? Ini semua karena kau Xi Luhan!" bentak Kai lalu melepas tutup mata Kyungsoo. Wajah Kyungsoo penuh dengan tepung dan tomat kecuali bagian matanya. Ia mengerjapkan matanya imut lalu tersenyum kearah Luhan dan Sehun

'Manis' batin salah seorang disitu. Orang itu lalu menggelengkan kepalanya. 'Apa yang kupikirkan'. "Jangan ber lovey dovey didepanku! Aku muak melihatnya" ucap orang itu. Kim Jongin rupanya. Kai lalu menyuruh teman temannya menurunkan kursi Kyungsoo. "Lihat Luhan? Ini adalah orang yang sangat kau sayangi bukan? Namja yang cantik manis pintar dan kaya. Namun sayang, dia bisu" ucap Kai sambil mengangkat dagu Kyungsoo. "Kalau saja kau bisa berbicara, aku akan membiarkan Luhan bahagia bersamamu. Tapi sayang, kau bisu"

PLAKK

Satu tamparan mendarat di wajah Kai

"Jaga omonganmu tuan Kim. Aku tahu Kyungsoo tidak sesempurna dirimu, setidaknya otaknya masih bekerja untuk bisa melakukan hal seperti apa yang manusia lakukan." ucap Luhan yang ternyata pemilik tangan yang menampar Kai. Luhan segera melepaskan tali ikatan tangan Kyungsoo selama Sehun menahan Kai. "Keluar kalian semua!" bentak Luhan pada teman- teman Kai yang langsung keluar. Sehun langsung melepaskan pegangannya terhadap tangan Kai, tapi Kai masih bertahan di tempatnya berdiri. Entah apa yang menuntunnya untuk tetap disitu. "Gwenchana?" tanya Luhan lembut dan dibalas anggukan Kyungsoo. "Kau harus pulang. Tekanan hari ini sudah keterlaluan Kyung" ucap Luhan khawatir. Kyungsoo menggeleng masih dengan senyumannya

'AKU TETAP SEKOLAH' ejanya

"Tidak Kyung biarkan aku menjadi egois saat ini. Kau harus pulang. Lihat penampilanmu saat ini. Sudah sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan pelajaran. Aku akan mengurus surat ijinmu. Sehun tolong kau bilang ke Tao untuk menelpon gege Kyungsoo, nomornya pasti ada di handphone Kyungsoo. Kau bereskan bukumu ya Kyung? Jangan membantah dengarkan aku kali ini saja" ucap Luhan selembut mungkin.

Kyungsoo mengangguk lalu menuju ke mejanya dan mulai membereskan bukunya. Ia menunduk menyembunyikan wajahnya yang pasti terlihat sangat buruk saat ini. Ia sangat ingin menangis. Bukan karena ia malu, ia sudah biasa dengan semua ini. Ia menangis karena ia merasa bersalah harus merepotkan sahabatnya lagi. 'Maafkan aku Ya Tuhan. Aku tidak pernah bermaksud merepotkan orang- orang sekitarku' batinnya. Setetes air mata menetes membuat jalur di pipinya yang penuh dengan tepung itu.

'Bbaru ini aku melihat ia menangis secara langsung' batin orang lain yang masih ada di kelas itu.

Kyungsoo segera membalikkan badannya setelah selesai membereskan bukunyadan melihat seseorang di belakangnya. Ia tertegun melihat orang itu dengan tatapan yang berbeda seperti biasanya. Tatapan yang ia berikan bukanlah tatapan membunuh seperti yang biasanya ia berikan. Kyungsoo berjalan pelan keluar kelas. Ia hanya menunduk saat melewati orang itu. Ia takut orang itu akan menyiksanya lagi jika ia menyentuhnya sedikit saja.

BRUK

Kyungsoo terjatuh. Ia tersandung mejanya. Bukan karena orang itu. Tapi kali ini benar benar murni kecelakaan. Orang itu membungkukkan badannya, sungguh, maksudnya adalah membantu Kyungsoo berdiri. Tapi Kyungsoo justru bergerak mundur sambil menundukkan kepalanya dan berdiri sendiri lalu berlari keluar kelas menghindari orang itu.

'Sekejam itukah aku' Batin orang itu, Kim Jongin

.

"Tao hyung!" teriak Sehun

"Ne hun?" jawab Tao perasaannya mulai tak enak melihat Sehun yang berlari kearahnya

"Kau disuruh Luhan hyung menelpon gege Kyungsoo. Kyungsoo hyung mau pulang" balas Sehun

"Hah? Aku tidak memiliki nomor telpon gegenya Kyungsoo" jawab Tao bingung

"Kata Luhan hyung kau disuruh meminta nomornya ke Kyungsoo"

"Memang Kyungsoo kenapa?" Tanya Suho khawatir

"Aku dan Luhan hyung menemukannya sedang dilempari tepung dan tomat dengan posisi diikat di kursi dan diletakkan diatas meja" ucap Sehun

"Benarkah? Keterlaluan kau Kai" Suho geram. Kyungsoo sudah terlalu sabar sekarang. Suho berdiri dari tempatnya dengan tangan terkepal erat menandakan ia mau menerkam. Berterimakasihlah kepada Kyungsoo yang datang tepat waktu membuat Suho kembali duduk di kursinya. Suho tahu benar bahwa Kyungsoo tidak mau satu dari sahabatnya bertengkar atau membuat keributan walaupun itu demi membela dirinya.

"Kyungie! Kau terlihat sangat buruk! Berikan ponselmu biar aku menelpon hyung mu itu dan kau bisa pulang" ucap Tao khawatir. Kyungsoo menggeleng, bukan karena ia tidak mau pulang tapi karena hari ini ia harus pulang sendiri

'GEGE KAN TIDAK MENJEMPUT HARI INI. AKU PULANG SENDIRI' eja Kyungsoo

"Hmm kau menyetir sendiri?" tanya Tao seolah takut terjadi apa- apa pada sahabatnya

Kyungsoo mengangguk lagi

"Biarkan aku mengantarmu. Lagipula setelah ini pelajaran Hwang sonsae dan aku pasti bosan dikelas. Boleh ya Kyung" rayu Tao dengan wajah sok imutnya. Suho memutar bola matanya selama Sehun terkikik geli

Kyungsoo mengangguk mengiyakan tawaran Tao. Ia bosan sendirian di mobil.

"Yes! Baik aku akan mengambil tas ku dulu ne!" ucap Tao lalu berlari ke kelasnya

"Duduklah Kyung, minumlah" kata Suho lalu menyodorkan milkshakenya. Ia tahu Kyungsoo pasti haus.

Kyungsoo duduk lalu meminum milkshake milik hyungnya itu. Ia lalu mengambil tissue dan mengelap wajahnya. Walaupun tidak sepenuhnya bersih, setidaknya ia tidak sama seperti badut sekarang

'TADI SEBELUM KESINI AKU TERJATUH DI KELAS' cerita Kyungsoo

"Kenapa?" tanya Suho. Tidak biasanya Kyungsoo menceritakan sesuatu kecuali itu penting

'HANYA TERSANDUNG SIH TAPI TADI KAI' Kyungsoo menghentikan ceritanya. Ia berfikir dan memasak mimik wajah sedikit khawatir

"Apa yang Kai lakukan?" Tanya Suho merinci

'IA MENCOBA MENOLONGKU' lanjut Kyungsoo

"MWO?" Teriak Suho. Kyungsoo dan Sehun menutup telinga mereka. Tahu kenapa Sehun tidak bereaksi seperti Suho? Tentu karena ia tidak mengerti apa yang Kyungsoo ceritakan

'ANEH KAN? AKU LANGSUNG BERLARI KESINI. JUJUR AKU SANGAT TAKUT. TADI DIA JUGA SEMPAT MELAMUN LALU MENGGELENGKAN KEPALANYA SAAT AKU TERSENYUM PADA LUHAN' lanjut Kyungso lagi.

"Ini tidak mungkin. Aneh sekali bocah itu" ucap Suho

Sehun memasang wajah bingung. Ia benar benar tidak tahu apa yang kedua orang ini maksudkan. Maksudnya orang yang satu, yang bermata bulat dan bernama Kyungsoo itu.

"Apa yang kalian bicarakan hyung?" tanya Sehun. Rasa penasarannya sudah sampai di puncak dan ia tumpahkan lewat pertanyaan singkat tersebut

"Kyungsoo terjatuh, dan Kai mencoba menolongnya. Dan tadi saat Kyungsoo tersenyum padaLuhan, Kai menatapnya melamun lalu menggelengkan kepalanya" jelas Suho

"Ah, aku lihat dimana namja tan itu melamun lalu menggelengkan kepalanya. Ia sepertinya tertarik dengan Kyungsoo hyung" ucap Sehun ceplas ceplos

Kyungsoo membulatkan matanya sehingga matanya terlihat seolah mau lepas dan itu membuat Sehun tertawa kecil

"Tidak mungkin itu terjadi. Semua orang disekolah ini tahu bahwa Kai menyukai Luhan dan membenci Kyungsoo" ucap Suho santai

"Apa kau tidak pernah mendengar peribahasa benci jadi cinta?" jawab Sehun

Suho dan Kyungsoo terdiam. Kyungsoo membayangkan sosok Kai yang tengah dimabuk cinta seperti membayangkan kiamat kecil. Bagaimana jika Kai sampai mencintainya? Oh itu sangat mengerikan

"Soo-ah!" teriak Tao yang datang bersama Luhan

"Maaf lama, Tao juga meminta ijin keluar sekolah. Jadi aku harus mengurusnya dua kali" ucap Luhan sambil menyerahkan selembar kertas pada Kyungsoo

"Baik. Ayo berangkat Kyung" ucap Tao semangat sambil menarik tangan namja mungil itu. Kyungsoo berlari mensejajarkan langkahnya dengan Tao

.

.

Kai side

.

.

'Ada apa denganmu Kai. Kenapa kau mencoba membantu namja bisu itu berdiri sih' batin Kai sambil mengacak rambutnya frustasi. Masih terbayang di benaknya wajah Kyungsoo yang kaget saat ia mencoba membantunya berdiri. 'Kau tidak boleh menyukainya Kai. Tidak!' batinnya berkecamuk memusingkan kepalanya yang berisi otak dan fikirannya yang sedang menelusuri apa maksudnya mencoba menolong Kyungsoo tadi. Akalnya menuju kehatinya. Namun hatinya enggan menjawab dan justru menutup pintunya rapat- rapat dan menyimpan jawabannya serapi mungkin. Kai frustasi sekarang. Tidak biasanya ia mempermasalahkan sesuatu sampai seperti ini. Ia benar benar ingin mengetahui bahkan menuntut akal fikiran dan hatinya bekerja sama untuk bisa menjawabnya sebelum ia bisa gila hanya karena percobaan ingin membantu Do Kyungsoo saja.

Tidak lama setelah itu, Kai melihat Tao dan Kyungsoo yang berjalan keluar sekolah

'Anak itu pulang?' tanya Kai dalam hatinya. 'Ah bukan urusanku' jawabnya sendiri lalu pergi dari tempatnya duduk sekarang.

Kyungsoo dan Tao berada di mobil Kyungsoo sekarang. Di dalam mobil yang tidak bisa dibilang sembarangan, mobil aston martin putih yang bisa dibilang sangat mewah. Tao duduk di kursi pengemudi selama Kyungsoo disebelahnya. Tao mulai menyalakan mobil itu dan mengemudinya ke rumah Kyungsoo

"Ada siapa di rumahmu Kyung?" tanya Tao

'HANYA PELAYAN. MUNGKIN GEGE JUGA' eja Kyungsoo. Tao yang menoleh untuk melihat jawaban Kyungsoo menatap lurus kedepan lagi lalu mengangguk.

"Kau tahu? Gegemu sangat tampan Kyung" ucap Tao. "Posturnya juga bagus. Ia pasti bisa melindungimu dengan amat baik" lanjutnya. Kyungsoo hanya diam, ia tersenyum memikirkan sahabatnya yang jatuh cinta pada gegenya itu. Merasa tidak ada tanggapan dan justru melihat Kyungsoo senyum sendiri, Tao ikut diam. Entah apa yang membuat pipinya sedikit merona.

.

Skip Time

.

Sekarang kedua orang itu sudah berada didepan rumah megah milik Kyungsoo. Saat memasuki pagar, Tao melihat seorang namja tampan dengan kaos v neck putih polos dan celana kotak- kotak berwarna biru langit sedang duduk sambil mengangkat sebelah kakinya lalu ditumpukan di kaki yang satunya. Orang itu sedang memegang sebuah kertas di tangannya. Membaca kertas itu dengan serius. Angin semilir menerpa rambut tipis blondenya. Ia terlihat sangat tampan di wajah Tao. Ia adalah Do Yifan kakak Kyungsoo.

Merasa sahabatnya melamun, Kyungsoo menepuk pundak Tao dan membuat Tao sadar dan mengalihkan pandangannya ke kakak angkat Kyungsoo tersebut dan menatap Kyungsoo yang terkekeh.

"A-ayo keluar" ucap Tao dengan pipi memerah dan langsung keluar dari mobil Kyungsoo diikuti sang pemilik mobil itu.

Suara pintu mobil yang disebabkan benturan dari pintu yang ditutup oleh kedua namja itu sampai dengan samar di pendengaran Kris. Kris segera meletakkan kertasnya itu lalu bangkit dari tempat duduknya. Betapa kagetnya ia melihat penampilan adiknya yang tidak bisa dibilang baik saat ini.

"Apa yang terjadi padamu Soo?!" Tanya Kris

Kyungsoo menggelengkan kepalanya dengan senyum terbaiknya lalu masuk ke rumahnya

Tinggallah dua namja yang sedang berdiri mematung didepan rumah megah tersebut

"Kau tau apa yang terjadi pada Kyungsoo"

Tao mengangguk

"Oh iya siapa namamu?"

"Huang Zitao imnida. Panggil saja Tao"

"Aku Kris. Ayo duduk dan jelaskan apa yang terjadi pada Kyungsoo. Ngomong- ngomong matamu mirip panda. Sangat lucu"

BLUSHH

"T-t-terimakasih ge" balas Tao dengan pipi merona

.

Selama itu seorang namja mungil yang berada tak jauh dari mereka sedang tersenyum bahagia

.

.

TBC


Sorry for the typo(s)

Vote pls

Chap Selanjutnya NC/Ga?

Mohon votenya di review ne Gamshaa o/!