author:ruccrys
I'm Sorry
Main Cast:
Kyungsoo, Kai
.
Boys Love don't like don't read!
no plagiarism, no siders
[isyarat tangan Kyungsoo di italic]
"KKAMJONG! DIMANA KAU! INI SUDAH HAMPIR PUKUL 1 DAN KAU BELUM PULANG EOH? TIDAK MUNGKIN KAU MASIH DISEKOLAH KAN?! CEPAT PULANG ATAU AKU AKAN MENELFON EOMMA MU!" teriak suara diseberang sana -Xiumin. Kai masih belum sepenuhnya terbangun. Ia bangun dari tempatnya. Melihat sebuah seruling penuh darah dan jejak darah kearah luar pintu ruang musik. Kai diam. "HEY KKAMJONG!"
'Sejahat itukah aku?'
.
.
.
Kyungsoo berjalan tertatih menuju mobilnya. Darahnya mengalir deras saat ia mengeluarkan kedua benda yang menyumbat lubangnya itu. Ia menggunakan bajunya dengan susah payah. Membiarkan Kai tidur disana. Ia sangat takut melihat darah yang tak henti keluar. Ia bisa anemia setelah ini. Permainan Kai terlalu kasar. Bahkan walaupun sudah memakai celana, darah itu tidak hanya meresap ke celana Kyungsoo namun masih ada darah yang menetes dari holenya. sangat perih. Untung saja tetesan merah itu berhenti keluar saat Kyungsoo sudah menginjakkan kakinya diluar ruang musik. Jadi ia tidak perlu meninggalkan jejak darah di lantai sekolahnya. Sekolahnya akan gempar bila itu terjadi.
Kyungsoo memasuki mobilnya dan mengendara dengan sedikit ngebut menuju rumahnya. Ia tahu hyungnya khawatir dapat dibuktikan dari 112 missed call dan 76 messages yang berisi 'Dimana kau?' 'Cepat pulang!' 'Kau sudah makan?' 'Kyungsoo?!' dan masih banyak pesan lain yang menunjukkan dengan jelas kekhawatiran namja tinggi itu.
Kyungsoo membunyikan klakson memerintah satpam rumahnya membukakan gerbang.
"Tuan muda Kyungsoo?! Tuan muda Yifan sangat menghawatirkanmu! Tuan muda kemana saja?" tanya Yongguk, kepala penjaga rumah megah itu yang kebetulan menjadi si pembuka gerbang. "Tuan muda? Kenapa penampilan tuan muda berantakan? Apa tuan muda baik baik saja? Tanda itu? Tuan muda..," ucap Yongguk menggantung. Ia tahu persis seperti apa Tuan muda dihadapannya ini. Tidak mungkin ia melakukan hal 'itu' secara sengaja.
'AKU TIDAK APA APA HYUNG. AKU HANYA TIDAK DAPAT MENGATASINYA KALI INI' eja Kyungsoo dengan salah satu tangannya selama tangan sebelahnya masih memegang stir mobil. Air mata menetes lagi dari matanya. Menyembunyikan hal ini terlalu berat bagi pemuda seumuran Kyungsoo. Tekanan fisik maupun batin yang menghantamnya ini sudah berlebihan. Ia belum pernah menangis selain didepan keluarga dan sabatnya sebelumnya.
"Benarkah tuan muda tidak apa apa? Tuan muda terlihat berantakan. Apakah tuan muda mau bercerita kepada saya? Saya akan mendengarkan dengan baik dan mencoba memberi solusi" ucap Yongguk. Ia sudah mengabdi kepada keluarga Do sejak Kyungsoo kecil. Tentu saja ia adalah satu dari beberapa pelayan yang sangat Kyungsoo sayangi dan percayai.
'TIDAK USAH HYUNG. AKU AKAN MENYITA BANYAK WAKTUMU. TERIMAKASIH TELAH PERHATIAN PADAKU NE' eja Kyungsoo sambil tersenyum lalu memarkirkan mobilnya dan berjalan tertatih kedalam rumah.
Melihat majikan kesayangannya berjalan dengan susah payah, Yongguk segera membantu namja mungil itu berjalan. "Ini pasti berat Tuan muda. Aku akan selalu berdoa agar orang itu mendapat pelajaran yang setimpal" Bisik Yongguk saat membantu Kyungsoo berjalan. Yongguk memang sangat mudah mengerti Kyungsoo. Hanya dengan melihat tingkah laku dan mimik wajahnya saja, Yongguk mengerti apa yang Kyungsoo rasakan dan alami. Walaupun hanya sebatas kepala penjaga, Kyungsoo sudah menganggap Yongguk sahabatnya juga. Karena Yongguk menerima dan mengerti Kyungsoo. Sama seperti tiga -eh- empat sahabatnya yang lain dan gegenya juga tentunya.
Yongguk memapah Kyungsoo masuk kedalam rumahnya. Betapa kagetnya Kris melihat adiknya yang sudah berantakan itu.
"KYUNGSOO! YaTuhan! Kau kenapa Kyung?" ucap Kris. Leher adiknya dipenuhi bekas memar keunguan. Di bajunya banyak cipratan darah terutama bagian celananya. "Jangan bilang ada yang melakukan itu padamu?!" ucap Kris. Ia sangat marah sekarang. Kesabarannya sudah habis saat ini. Ia tidak mau adiknya disakiti lebih dari ini. Ini sudah cukup. Sangat cukup. "Yongguk, kau papah Kyungsoo kekamarnya lalu suruh Victoria menelpon Dokter untuk memeriksa keadaan Kyungsoo. Jangan lupa bantu Kyungsoo mandi atau sekedar membersihkan tubuhnya dengan lap basah" ucap Kris. Perintah itu segera dilaksanakan oleh Yongguk selama Kris menuju ruangan kerjanya. Entah apa yang akan ia lakukan
"Tuan muda, apa ada lagi yang perlu kubantu?" Tanya Yongguk setelah menidurkan Kyungsoo dikasurnya lalu menuju kamar mandi Kyungsoo untuk menyiapkan air panas.
Kyungsoo menggeleng saat melihat Yongguk yang sudah keluar dari kamar mandi. 'TERIMAKASIH BANYAK HYUNG' eja Kyungsoo dengan sisa tenaganya. Yongguk tersenyum lalu keluar dari kamar Kyungsoo. Mencoba memanggil Victoria untuk menjalankan amanat selanjutnya dari Kris. Beruntung Kyungsoo memiliki Yongguk dan Victoria sebagai pelayannya. Yongguk yang sering berperan sebagai hyungnya dan Victoria sebagai ahjumma yang cerewet.
"KYUNGSOO!" Teriak Victoria saat melihat Kyungsoo yang sedang berusaha berjalan ke kamar mandi. "Ya Tuhan siapa yang menyebabkanmu menjadi seperti ini Kyungsoo? Berani sekali orang itu! Ahjumma harus bertemu dengannya" ucap Victoria lalu memapah Kyungsoo ke kamar mandinya. Kyungsoo menggeleng lalu tersenyum mencoba menyampaikan bahwa ia baik- baik saja. Victoria menatap Kyungsoo iba. Kyungsoo selalu seperti ini. Bungkam dalam segala hal dan membiarkan dirinya terinjak injak. Sungguh berbeda dengan Kris yang terlalu berani mengambil keputusan yang bahkan membahayakan dirinya sendiri. Maklumlah, mereka tak sedarah.
Selama Kyungsoo mandi, Victoria duduk bersandar di dinding sebelah pintu kamar mandi Kyungsoo. Ia sudah menelpon Choi Siwon, dokter kepercayaan keluarga Do untuk datang. Sekarang ia menunggu sang majikan keluar dari kamar mandi. Entah Victoria yang terlalu bosan menunggu atau Kyungsoo yang sangat lama di kamar mandi.
TOK TOK TOK
"Chogioo" ucap suara di ambang pintu.
"Eh uisanim" ucap Victoria sambil berdiri lalu membungkukkan badannya 90 derajat. "Kyungsoo masih dikamar mandi uisa, ia susah berjalan jadi tolong memapahnya sampai kasur nanti ya" ycap Victoria sopan lalu berjalan keluar dari kamar Kyungsoo tersebut setelah mendapat anggukan dari Siwon.
CKLEK
Kyungsoo sudah selesai mandi. Siwon segera beranjak lalu membantu Kyungsoo berjalan dan menidurkannya diatas kasur. Lalu Siwon membuka tas perlengkapannya. "Aku sudah mendengar semuanya dari Kris. Bagaimana itu bisa terjadi Kyung? Aku yakin kau dipaksa. Tidak mungkin Do Kyungsoo melakukan hal itu" ucap Siwon tanpa menatap Kyungsoo. Ia masih sibuk dengan peralatannya. Setelah semuanya siap ia menatap Kyungsoo yang sepertinya masih belum siap menjawab itu. "Hnn baiklah kalau kau belum siap. Balikkan tubuhmu, aku akan mengobatinya" ucap Siwon yang sudah memegang pinset yang menjepit sebuah kapas yang talah diberi obat itu. Siwon menurunkan celana Kyungsoo sehingga lubangnya terekspos sempurna. "Ya Tuhan. Apa yang namja gila itu lakukan padamu Kyungsoo?" ucap Siwon prihatin. Bermain dengan lembut saja berhasil membuat istrinya susah berjalan kurang lebih satu hari. Apalagi ini. "Ia pasti memasukkan benda lain kan? Ia menggunakan sex toy?" Selidik Siwon dan tangannya yang memegang pinset mulai mengarahkan kapasnya ke luka luka di hole Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng. "Ia menggunakan alat lain? Permainan kasar?" tanya Siwon lagi. Kyungsoo menganggukkan kepalanya sambil menahan sakit sekarang. Kyungsoo memeluk bantalnya erat dan menenggelamkan wajahnya ke bantalnya saat kapas dingin itu menyentuh lubangnya. Rasa perih di lubangnya menjalar sampai wajahnya yang berhasil membuat ia menggigit bantalnya keras. "Sudah selesai" ucap Siwon lalu mengangkat lagi celana Kyungsoo lalu membantu Kyungsoo membalikkan badannya. "Kyungsoo, jangan terus menerus tertutup seperti ini. Kau harus mulai belajar untuk sedikit terbuka. Ceritakan kepada ahjussi apa yang terjadi. Ahjussi tidak menerima penolakan" ucap Siwon lembut. Ia tahu Kyungsoo sedang rapuh saat ini. Akhirnya setelah cukup lama berpikir, namja bermata bulat itu mengangguk
'TADI SEHARUSNYA ADA EKSKUL MUSIK SAAT PULANG SEKOLAH. TAPI TERNYATA EKSKUL DITIADAKAN. DARIPADA PULANG, AKU LEBIH MEMILIH BERMAIN MUSIK SENDIRIAN. LALU TIBA TIBA DIA DATANG DAN MELAKUKAN ITU PADAKU. DISAAT TERAKHIR PERMAINANNYA, IA MENGIKUT SERTAKAN SERULING' eja Kyungsoo. Air matanya jatuh lagi dan kali ini didepan dokter keluarganya.
"Sssh uljimaa. Percayalah, orang itu pasti akan mendapat balasan yang setimpal" ucap Siwon sambil mengelus rambut bocah didepannya sekarang. Sebenarnya itu yang Kyungsoo harapkan selama ini. Namun hal itu datang terlalu lama. Ia lelah menunggu suatu karma itu datang.
CKLEK
Pintu kamar Kyungsoo terbuka
"Bagaimana keadaannya uisa?" tanya Kris yang muncul dari balik pintu
"Sudah lebih baik. Besok Kyungsoo tidak usah sekolah" ucap Siwon
Kyungsoo menggeleng 'AKU AKAN SEKOLAH' eja Kyungsoo
"Tapi Kyung, keadaanmu?" tana Kris pada Kyungsoo
Kyungsoo menggeleng sambil tersenyum mencoba meyakinkan Kris. Senyumnya sangat mengerikan. Senyum itu melambangkan perih yang ia rasakan saat ini.
Kris mengangguk pasrah.
"Kyungsoo, sampai kapan kau akan terus diam diperlakukan seperti ini?" ucap Siwon. Kyungsoo diam.
"Iya Kyung. Kurasa kau terlalu banyak membaca cerita happy ending saat kau kecil. Makanya kau sangat percaya bila semuanya akan baik- baik saja. Lihat yang terjadi padamu malam ini Kyung" ucap Kris
Kyungsoo menggeleng sambil tersenyum (lagi) 'SUDAHLAH AKU TIDUR DULU' eja Kyungsoo lalu langsung menutup matanya membuat Kris dan Siwon otomatis keluar dari kamar itu
"Jaljjayo Kyungie" bisik Kris sebelum menutup pintu
.
.
Namja tan itu sedang membersihkan bercak darah Kyungsoo yang sudah mulai mengering dan juga cairan hasil permainannya. Bagaimanapun juga, Kai adalah manusia dan ia masih bisa berfikir apa akibatnya membiarkan cairan cairan itu berceceran di ruang musik bersama peralatan musik yang menjadi saksi bisu permainan gila Kai itu. Pikiran Kai berjalan mundur. Ia membayangkan namja mungil itu saat ia memaksakan sebuah seruling masuk kedalam lubangnya membuat namja mungil itu menangis deras dibawahnya. Kai merasa menjadi laki laki yang sangat kotor saat ini. Ia tidak tahu apakah otak dan hati nuraninya benar benar tidak berfungsi atau apa saat ini. Bisa bisanya ia menyiksa namja mungil nan manis yang sebenarnya tidak bersalah apa- apa pada Kai. Kai merasakan sakit luar biasa saat membersihkan darah Kyungsoo yang bercecer sampai pintu ruang musik. Walaupun hanya setetes di setiap beberapa ubin, ia merasa bersalah sepenuhnya pada Kyungsoo. Satu lagi, ia sadar bahwa ia mulai tertarik pada namja mungil itu.
Kim Jongin menyukai Do Kyungsoo yang tidak bisa berbicara.
Kenyataan itu memang berat bagi seorang Kim Jongin. Bagaimana ia bisa membully Kyungsoo jika kenyataannya itu justru menyakiti dirinya sendiri. Alasannya membully Kyungsoo sudah hanyut terbawa perasaan barunya. Kim Jongin tidak lagi mencintai Xi Luhan, perasaan itu berpindah ke Kyungsoo. Memang susah untuk diterima akal sehat mengingat Kai tidak pernah memperhatikan Kyungsoo sama sekali. Perasaan itu tumbuh begitu saja. Entahlah mungkin ini adalah contoh pengamalan peribahasa 'Benci jadi Cinta'? Ya mungkin saja.
Mobil Kai sunyi selama perjalanannya menuju rumahnya. Otaknya terlalu kacau sekarang bahkan hanya untuk memutar lagu Heavy Metal di mobilnya seperti yang biasanya ia lakukan. Ia tak habis pikir bagaimana perasaan sialan itu hadir lagi saat ia mulai bisa melupakan Luhan. Lebih parahnya, perasaan sialan itu menyapa atas nama Do Kyungsoo. Namja yang sangat ia benci. Bagaimana ia harus mengatakannya ke hyungnya? Bagaimana ia harus menjelaskannya ke gengnya? Bagaimana caranya mengatakan bahwa ia mundur mulai sekarang? Apakah hyung dan teman- temannya akan menerima keputusannya? Kai rasa tidak. Bisa saja teman- temannya mendepaknya dari gengnya. Bahkan lebih parah ia bisa jadi akan berdiri di posisi Kyungsoo nantinya. Kai hanya bisa mendesah berat sambil menggelengkan kepalanya. Mungkin ia memang harus mengakui semuanya. Ia yakin pasti menyiksa Kyungsoo jauh lebih menyakitkan dibandingkan ia yang disiksa oleh gengnya itu.
.
Kai sudah sampai di rumahnya yang besar yang tergolong sederhana. Tidak seperti rumah Kyungsoo yang memiliki pagar tinggi menutupi sebagian rumahnya yang berlantai tiga, halaman hijau yang sangat luas (bahkan kau bisa bermain golf mini disana), kolam renang di belakang rumah, garasi mobil yang cukup menampung semua mobil Kris dan Kyungsoo (kurang lebih 9 mobil mewah) dan juga kolam ikan dan kandang anjing di samping rumahnya ataupun rumah Tao yang bergaya China modern klasik dengan arena wushu dibelakangnya. Rumah Kai hanya bertingkat dua dan memiliki satu garasi untuk 2 mobil dan taman kecil yang indah didepannya. Kai juga tidak memiliki satpam yang menjaga rumahnya seperti Kyungsoo. Kai harus membuka pagar rumahnya sendiri. Kai turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya disebelah mobil milik Xiumin lalu berjalan masuk dan melihat Xiumin yang sedang duduk di sofa sambil memakan snack dan menonton dvd. Oh ada sesosok manusia lagi disana. Namja yang memiliki badan mungil (tak semungil Xiumin), Byun Baekhyun
"Hyung~" panggil Kai. Kedua namja itu menoleh
"Kkamjong! Kemana saja kau?! Aku menghawatirkanmu bodoh! Aku juga takut dirumah sendirian. Untung saja Baekki mau datang menemaniku" ucap Xiumin lalu beranjak dari sofanya dan menghampiri Kai. Kai lalu menatap Baekhyun dan Baekhyun membalas tatapannya dengan senyuman dan lambaian tangannya lalu kembali menonton.
"Jadi, kau menghawatirkanku atau takut sendirian dirumah eoh?" tanya Kai malas
"Engh. Sepertinya kau tahu jawabannya. Mandilah! Kau sangat bau. Apa saja yang kau lakukan eoh!" ucap Xiumin yang baru menyadari bau mengerikan Kai
Kai langsung terdiam. Lagi- lagi ia ingat kejadian beberapa jam yang lalu. Oh Tuhan, andai saja Kai bisa memutar waktu, ia tidak akan melakukan itu dan ia justru akan menggunakan kesempatan tadi untuk meminta maaf pada Kyungsoo. "Baekhyun hyung, kau menginap kan?" teriak Kai dari tempatnya. Baekhyun hanya mengangguk dan masih fokus ke filmnya. "Tidurlah di kamarku, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" ucap Kai yang ditanggapi anggukan dari Baekhyun dan tangan Baekhyun yang terangkat mengacungkan jempolnya.
.
Kai melangkah malas memasuki kotak shower di ujung kamar mandinya. Ia menyalakan shower dan membiarkan air jatuh membasahi tubuhnya. Mengalir di permukaan kulit tannya menghanyutkan segala aroma amis nan busuk yang menjadi hasil lain dari aktivitasnya dengan Kyungsoo tadi. "Hnn" Kai mendesah diantara suara bising terjunnya air dari shower itu ke lantai dan suara ac penghilang bau di kamar mandinya. Ia menyudahi kegiatan mandinya itu. Tidak ada suara yang ia keluarkan selain desahan berat itu. Tidak seperti biasanya dimana ia menyenandungkan rapp rapp kesukaannya dengan pelan.
CKLEK
Kai membuka pintu kamar mandinya dan melihat Baekhyun sedang duduk di kasurnya sambil membaca sebuah buku. "Sudah selesai menontonnya hyung?" tanya Kai. Jujur saja, Baekhyun adalah salah satu dari sedikit orang yang jarang dibentak oleh Kai. Kai selalu bersifat lembut pada hyungnya yang satu ini. Mungkin itu karena Baekhyun adalah orang yang selalu ada disaat Kai butuh. Baekhyun yang selalu menjadi sandarannya. Baekhyun adalah pendengar yang sangat baik dan pemecah masalah yang handal.
Jika Kai adalah Kyungsoo, maka Baekhyun adalah Tao. Kau mengerti?
"Sudah. Kalau belum pasti aku masih menonton bersama Xiumin hyung. Apa yang mau kau bicarakan Kkamjong? Tidak biasanya" ucap Baekhyun lalu menutup bukunya
"Tapi kau harus janji tidak akan membocorkannya kepada siapapun" ucap Kai
"Kapan aku membocorkan rahasiamu Kkamjong-ah" balas Baekhyun malas sambil memutar bola matanya karena Kai meragukan dia
"Jangan tertawa" Kai mencetuskan persyaratan kedua
"Jika menurutku itu lucu aku akan tertawa" balas Baekhyun santai lalu merebahkan badannya di kasur Kai yang berukuran queen size itu
"Jangan-"
"Berceritalah!"
"Eh baiklah. Ini berhubungan dengan Kyungsoo"
"Kyungsoo?" Baekhyun langsung terduduk
"Benar sekali! Lebih tepatnya lagi Kyungsoo yang sedang shirtless"
Mata Baekhyun membulat. Kai merebahkan badannya di sebelah Baekhyun yang sedang duduk
"Entahlah setan dari mana, aku mendekatinya dan melakukan hal itu padanya" lanjut Kai dengan mata tertutup
"MWO?!" teriak Baekhyun. Kai langsung terbangun dan membekap mulut namja imut itu
"Sshh. Xiumin hyung bisa terbangun bodoh" bisik Kai sambil membekap Baekhyun. Baekhyun mengangguk pelan sambil menatap Kai sehingga Kai melepaskan tangannya
"K-kau gila Kai. Apa kau tak memikirkan perasaannya?" ucap Baekhyun sedikit membentak
"Ya hyung aku tahu. Dan kau tahu, aku merasa bersalah dan sakit melihat dia menangis tadi. Bagaimana menurutmu?" ucap Kai lalu merebahkan badannya lagi
"Kurasa kau menyukainya" jawab Baekhyun lalu ikut merebahkan badannya disebelah Kai. "Akan kubantu kau menjelaskan semuanya ke Xiumin hyung dan teman temanmu besok. Lalu meminta maaflah kepada dia dan teman temannya" ucap Baekhyun santai lalu menutup matanya. Namja yang satu ini memang paling mengerti jalan pikiran Kai. Itu yang membuat Kai selalu percaya dan terbuka pada Baekhyun.
"Hmm kau memang yang terhebat hyung. Jaljjayo" ucap Kai sebelum ikut memejamkan matanya dan berkelana ke dunia mimpi.
.
.
"KKAMJONG BANGUN!" sebuah suara nyaring menusuk telinga Kai menyebabkan ia langsung tersadar dari perjalanannya di dunia mimpi.
"Arrgh hyung kapan kau berhenti bersuara seperti bebek eoh?" bentak Kai yang merasa kegiatannya diganggu oleh namja yang sudah berdiri di sisi lain tempat tidurnya itu.
"Apa kau lupa apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanya Baekhyun
"Apa?" tanya Kai polos
"Arggh apa kau lupa kalau kau akan bilang pada Xiumin hyung dan teman temanmu bahwa kau menyukai Kyungsoo kan. Oh ayolah Kim Jongin! Apa kau tidak punya prinsip hidup atau sebagainya?!" ucap Baekhyun kesal
"Hmm entahlah hyung. Aku takut dan belum siap" ucap Kai sedikit berbisik
Baekhyun terdiam lalu berjalan keluar kamar Kai "Kukira kau gentleman Kai" ucapnya lalu menutup pintu kamar Kai meninggalkan namja tan itu dengan tatapan kosong.
'aku gentleman!' teriak Kai dalam hati tapi ia takut menghadapi apa yang akan terjadi. Batinnya bergejolak saat ini. Di satu sisi ia takut dibully dan sisi satunya ia takut sakit melihat Kyungsoo dibully. Oh Tuhan tolong bantu Kim Jongin saat ini
Kai melangkah masuk ke kamar mandinya. Ia tidak punya niatan untuk membasahi tubuhnya sekarang. Ia hanya membasuh wajahnya lalu menyikat giginya. Menatap wajah berantakan di depan cermin itu. "Kim Jongin apa yang terjadi padamu?! Kenapa namja bisu itu membuatmu seperti ini?!" tanyanya pada diri sendiri. "Kenapa cinta membuatmu lelah Kim Jongin? Kenapa?!" tanyanya lagi. Namun kali ini sedikit membentak. "Kenapa perasaan sialan ini menghancurkanmu Kim Jongin? Aku sangat ingat dan kenal Kim Jongin yang kuat dan tangguh. Bukan Kim Jongin yang lemah dan penakut begini!" bentaknya pada dirinya. "Kau pengecut Kai! Pengecut!" ucapnya sambil menodong wajahnya di cermin dengan jari telunjuknya. "Ah tidak. Aku sudah mendapatkan perasaan ini dan aku harus mempertanggung jawabkannya! Aku harus mengatakan semuanya agar semuanya menjadi lurus dan aku akan merasa lega pada akhirnya" ucapnya memotivasi dirinya sendiri. Ia menyemprotkan parfum untuk menetralisir bau badannya karena ia tidak mandi pagi ini. Ia turun dengan pakaian sekolah berantakan dan tas punggung yang tergantung di tangan kirinya
"Selamat pagi Xiumin hyung. Selamat pagi bebek berisik" sapa Kai pada kedua hyungnya
"Pagi mahluk hitam mengerikan" jawab Baekhyun sambil mencomot rotinya
"Apa kau bilang?" tanya Kai sambil mendekati Baekhyun
"Tidak ada pengulangan" ucap Baekhyun datar sambil mengunyah rotinua
"Ish. Oh iya Xiumin hyung, aku ingin membicarakan sesuatu" Kai mendadak serius. Baekhyun menghentikan sebentar kegiatannya saat menyadari Kai melirik padanya. Baekhyun mengangguk mantap bermaksud menyuruh Kai untuk segera mengatakan dan meluruskan semuanya. Lebih cepat lebih baik bukan?
"Ne? Bicara apa Kai?" tanya Xiumin sambil mengunyah rotinya
"Ini tentang Kyungsoo" jawab Kai
Xiumin menelan rotinya lalu menatap Kai "Oh si bisu. Apa yang kau akan lakukan lagi padanya? Dengan cara apa kau akan membuatnya malu? Atau menangis? Dan yang pasti sakit?" ucap Xiumin lalu tersenyum licik
Kai menggeleng. "Bukan begitu hyung. Kali ini yang mau kubicarakan berbeda" ucap Kai pelan
"Apa yang kau maksud?" Xiumin menatap Kai heran
"A-aku.."
"Apa? Jangan membuatku bingung Kai" Tanya Xiumin karena adiknya tergagap. Tidak biasanya
"Aku mundur membully Kyungsoo" ucap Kai. Namun kali ini lebih tegas. Baekhyun tersenyum melihat ketegasan Kai
BRAKK
Xiumin memukul meja di hadapannya "Apa yang kau maksudkan Kim Jongin?!" bentaknya
"Hey bisakah kau lebih tenang!" balas Kai. "Aku mundur karena aku menyadari bahwa aku salah. Aku jahat! Kau tahu?! Perasaan sialan yang kau bilang cinta itu datang lagi! Dan kau tahu siapa orangnya?! Ya! Dia Kyungsoo! Si namja bisu itu! Apa kau masih mau memaksaku untuk menyiksanya?! Bagaimana kalau aku memaksamu menyiksa Suho sialanmu itu?!" bentak Kai
"Seharusnya kau juga tenang Kim Jongin! Kenapa kau menjadi bodoh seperti Luhan dan Suho yang bisa mencintai namja cacat seperti dia!" Xiumin lalu berdiri dari kursinya
"Salahkan cupid sialan yang mengatas namakan Do Kyungsoo atas perasaan ini Kim Minseok! Kau kira aku senang dengan perasaan ini hah!" balas Kai lalu ikut berdiri dari tempat duduknya
"Hey tenanglah!" Teriak Baekhyun lalu menyuruh kedua bersaudara itu duduk
"Xiumin hyung, cinta itu buta. Kita tidak bisa menentukan siapa yang kita cintai. Perasaan itu datang seperti maling. Tidak disadari dan ketika dampaknya terlihat, kita baru bisa menyadarinya. Walaupun kita berontak, itu akan percuma. Bahkan bisa saja perasaan itu bertumbuh semakin pesat dan besar. Bisakah Kau mengerti Kai? Ia sudah berusaha untuk memberitahumu dengan baik" jelas Baekhyun. Xiumin terdiam lalu menatap adik sematawayangnya itu
"Hmm baiklah. Berjuanglah Kai. Dapatkan dia. Meminta maaflah padanya. Jangan tiru aku yang hanya bisa merusak hubunganku dengan orang yang kucintai" ucap Xiumin dengan senyuman tulus
"Benarkah hyung?! Kau tidak marah?!" ucap Kai senang
"Mau bagaimana lagi. Kau terlanjur mencintainya" balas Xiumin pasrah lalu Kai memeluk hyungnya itu
.
.
Namja berkulit tan itu keluar dari kelasnya lalu menuju kelas didepannya. Awalnya hanya mengintip lewat jendela untuk memastikan orang yang ia cari ada didalamnya. Setelah memastikan didalam kelas itu ada namja mungil yang ia cari, ia memutuskan untuk menyuruh siswa yang lain keluar dari kelas itu. Namja berkulit tan itu mendekat ke namja bermata bulat yang sedang berusaha untuk kabur itu. Jalannya tertatih sambil memegang bagian belakangnya. Rasanya pasti perih. Kai merasa bersalah. Ia menahan tangan namja mungil yang berusaha untuk kabur itu
"Apakah masih sakit?" tanya Kai lembut. Kyungsoo menepis tangan Kai yang menahannya lalu berjalan tertatih mencoba keluar dari kelasnya. "Hyung aku minta maaf" ucap Kai
Kyungsoo tertegun. Kai memanggilnya hyung? Ia meminta maaf? Tentu saja itu adalah hal yang tidak mungkin. Kyungsoo pasti bermimpi saat ini. Ia terdiam di tempatnya. Secara tidak langsung membiarkan Kai mendekatinya. Kai merengkuh tubuh mungil Kyungsoo dari belakang. Entahlah apa yang ada dipikiran Kai sekarang Kyungsoo tidak tahu. Begitupun dengan Kai, ia menerka nerka apa yang namja mungil dihadapannya ini pikirkan. Ia yakin permainannya semalam telah membuat Kyungsoo hancur.
Kyungsoo menggeliat mencoba melepaskan pelukan Kai dibelakangnya namun nihil. Kai memeluknya lebih erat
"Mianhae hyung mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tahu selama ini aku terlalu jahat hyung maafkan aku. Aku benar benar menyesal. Aku tahu aku sangat kejam. Maafkan aku hyung maafkan aku. Aku sadar betapa kejamnya aku. Aku minta maaf hyung aku minta maaf. Mianhae, jeongmal mianhae hyung jebal" ucap Kai bergetar. Ia menangis. Dapat Kyungsoo rasakan punggungnya basah. Kai menangis? Untuk apa? Sebegitu menyesalkah dia?
Kyungsoo berfikir ia hanya dimainkan seperti biasanya. Ia mencoba melepaskan tangan Kai yang melingkar di perutnya. Memukul mukul tangan itu agar sang pemilik tangan melepaskannya. Kai tetap diam.
"Kai lepaskan!" tiba tiba terdengar sebuah suara dari ambang pintu kelas
Kyungsoo sedikit lega melihat sahabatnya itu datang dan segera mencoba melepas tangan Kai yang mengunci tubuhnya. Kyungsoo berlari kearah namja bermata panda itu lalu memeluknya dan bersembunyi dibelakang tubuhnya
"Apa yang kau lakukan pada Kyungsoo?! Apakah yang kau lakukan semalam itu kurang?!" teriak namja itu
Semalam? Teman- teman Kyungsoo sudah mengetahui semuanya? Mati kau Kim Jongin.
"Aku hanya meminta maaf" ucap Kai
"Kau kira maafmu itu bisa mengembalikan kesucian Kyungsoo? Memperbaiki harga dirinya yang hancur? Menghilangkan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya? Merekatkan perasaannya yang pecah? Hancur? Apa kau bisa mengembalikan masa lalu Kyungsoo yang seharusnya bahagia dengan kata maafmu itu?! Tidak Kim Jongin yang mulia!" bentak Tao
"Aku tahu Huang Zitao. Permintaan maafku tidak berarti apa- apa. Tapi aku ingin kalian tahu. Aku menyesal. Sangat menyesal. Aku berjanji tidak akan melakukan itu semua lagi" ucap Kai tegas.
"Kau kira, semudah itu memaafkanmu Kai? Apa kau lupa betapa jahatnya kau selama ini? Menyiksa Kyungsoo tanpa perasaan sama sekali? Semudah itukah mengatakan maaf?" tanya Tao. Kai menunduk. "Lagipula apa yang membuatmu seperti ini? Rencana busuk apa lagi yang kau dan hyungmu rencanakan?"
Mengingat apa yang telah Kai lakukan, adalah wajar bila Kyungsoo dan sahabatnya tidak mempercayai Kai bukan?
"A-aku..." ucap Kai terbata. Tidak mungkin ia langsung mengakuinya
"Kai hanya meminta maaf. Apakah itu salah?" tiba- tiba sebuah namja muncul dengan senyumannya
'Orang itu?' batin Kyungsoo
"Hyung?" ucap Kai. Dia memang tidak pernah salah memilih sahabat. Sahabatnya selalu datang tepat waktu
"Hai, Aku Byun Baekhyun. Apa kalian berdua masih mengingatku?"
Kyungsoo dan Tao mengangguk
"Baguslah. Kalian harus tahu, semalam Kai pulang dengan wajah yang lesu. Ia langsung memintaku ke kamarnya. Ia menceritakan semuanya. Kau tahu? Aku belum pernah melihat wajah Kai sekusut itu sebelumnya. Ia mengutarakan segala penyesalannya. Ia sadar bahwa ia sangat jahat dan ia memutuskan untuk berhenti. Awalnya ia takut meminta maaf padamu dan aku tidak menyangka bahwa akhirnya ia meminta maaf secara langsung pada kalian" ucap Baekhyun masih dengan senyumannya. Kai lega bahwa Baekhyun tidak langsung mengatakan bahwa Kai menyukai Kyungsoo. Ia benar benar beruntung Baekhyun sangat mengerti jalan pikirannya.
"Jadi, apa kalian mau memaafkanku?" tanya Kai lagi dengan nada sedikit memohon menatap Kyungsoo
Kyungsoo mengangguk dengan senyuman yang sedikit dipaksakan.
Kai berganti menatap Tao dengan wajah memohon yang jarang ia tunjukkan
"Jika Kyungsoo memaafkanmu, aku tidak lagi punya alasan untuk membencimu" ucap Tao acuh lalu pergi ke kursinya dan meletakkan tasnya
"Yes! Terimakasih Baekhyun hyung!" ucap Kai lalu memeluk Baekhyun
"Kim Jongin kau mempermalukanku!" balasnya lalu mendorong Kai
Kyungsoo hanya bisa membulatkan matanya melihat kepribadian asli dari seorang Kai
"Kyungsoo ayo kita kekantin. Luhan, Suho dan Sehun sudah disana" ucap Tao sambil memegang pinggang Kyungsoo membantu namja mungil itu berjalan
Kyungsoo mengangguk lalu berjalan pelan- pelan disebelah sahabatnya itu
"Apakah kau baik- baik saja Kyungsoo? Kau rela memaafkan namja gila itu?" Tanya Tao saat sudah jauh dari kelas. Kyungsoo mengangguk lemah
'KITA HARUS MEMAAFKAN ORANG YANG BERSALAH PADA KITA. ITU AJARAN ORANG TUAKU DAN AGAMAKU' eja Kyungsoo sambil tersenyum manis. Tao tahu rasanya berat memaafkan orang yang semena mena terhadap kita. Namun Tao tahu Kyungsoo memiliki hati malaikat yang mampu melakukan itu dengan ringan. Dia tidak terlalu terkejut mengetahui fakta Kyungsoo memaafkan Kai. Yang mengejutkan Tao adalah Kai yang meminta maaf secara tiba tiba. Bahkan memohon
'Anak itu sebenarnya kenapa?' batin Tao berkecamuk
.
.
.
.
TBC
Makin hancur ya? TT^TT
Untuk selanjutnya bakal banyak Kaisoo moment loh;)
[Read my new project "As Naughty As You" with Kaisoo there]
