author: ruccrys
I'm Sorry
Main Cast:
Kyungsoo, Kai
.
Boys Love don't like don't read!
no plagiarism, no siders
[isyarat tangan Kyungsoo di italic]
'KITA HARUS MEMAAFKAN ORANG YANG BERSALAH PADA KITA. ITU AJARAN ORANG TUAKU DAN AGAMAKU' eja Kyungsoo sambil tersenyum manis. Tao tahu rasanya berat memaafkan orang yang semena mena terhadap kita. Namun Tao tahu Kyungsoo memiliki hati malaikat yang mampu melakukan itu dengan ringan. Dia tidak terlalu terkejut mengetahui fakta Kyungsoo memaafkan Kai. Yang mengejutkan Tao adalah Kai yang meminta maaf secara tiba tiba. Bahkan memohon
'Anak itu sebenarnya kenapa?' batin Tao berkecamuk
.
.
.
"MWOO?! KAU MEMAAFKANNYA?!" Teriak tiga namja diantara kelima namja tampan itu. Suho, Sehun dan Luhan. Sehun sudah mengerti bahasa isyarat Kyungsoo sekarang. Semua berkat Luhan. Sehun bisa mengerti sangat cepat saat Luhan mengajarkannya kemarin malam. Luhan juga sudah menceritakan semuanya, apa yang terjadi pada Kyungsoo, kenapa Kai dan Xiumin membully Kyungsoo, tentang Luhan dan Suho yang menyukai Kyungsoo. Tentang kehidupan empat serangkai itu (Luhan, Suho, Tao, Kyungsoo) yang menurut Sehun cukup menarik.
Kyungsoo mengangguk
"Kenapa kau terlalu baik hyung" ucap Sehun
"Aku tidak kaget" ucap Suho pelan
"Tapi kau berteriak" sindir Luhan
"Kau juga" balas Suho
"Aku kaget. Kan kau tidak" balas Luhan lagi
"Terserah kau lah" ucap Suho malas
Ketiga namja lainnya hanya menggeleng geleng melihat tingkah laku dua orang tertua antara di antara mereka berlima itu. Tidak lama setelah itu terjadi keheningan diantara mereka berlima sebelum tawa dari mulut mereka pecah. Mereka tertawa terbahak bahak setelah itu. Entah apa yang membuat mereka tertawa.
They just do.
Ya itulah persahabatan
"Eh Kyungsoo. Aku masih heran kenapa kau bisa memaafkan Kai semudah itu?" Tanya Suho. Keadaan langsung berubah serius. Semuanya mengangguk- angguk lalu menatap Kyungsoo lekat
"Ya, Jika aku jadi kau, aku akan langsung melempar sepatuku ke Kai saat itu juga" ucap Tao
Kyungsoo terkekeh lalu menggeleng 'HANYA MENGANGGUKAN KEPALA. TIDAK ADA SALAHNYA KAN. JIKA AKU BERKATA TIDAK, AKU TAKUT DIA MARAH' eja Kyungsoo. Teman temannya mengangguk mengerti. Tentu saja berat memaafkan orang yang sudah sangat kejam kepadamu.
Menganggukkan kepala tak sesulit memaafkan bukan?
Jujur saja. Kyungsoo sebenarnya ingin semuanya berlalu seperti biasa. Biarlah Tuhan yang membalas. Ia berpendapat bahwa ia tidak berhak menghukum dan ia harus memaafkan Kai. Karena orang tuanya selalu mengajarinya seperti itu. Tapi itu berat baginya. Memaafkan seorang Kim Jongin dari hati yang paling dalam itu susah. Walaupun sebenarnya belum, setidaknya Kai mengira Kyungsoo sudah memaafkannya. Setidaknya Kai tidak akan mengusiknya lagi. Itu jalan pikiran Kyungsoo.
Tapi Kai berbeda.
Dengan status telah dimaafkan oleh Kyungsoo, menurut Kai, jalan untuk memasuki hati namja mungil itu terbuka. Ia akan mencoba mendekati Kyungsoo. Maksud Kai meminta maaf pada Kyungsoo bukanlah untuk mengakhiri urusannya dengan namja mungil itu (seperti yang Kyungsoo pikirkan sebelumnya) tapi maksud Kai hanyalah membuka lembaran baru dengan Kyungsoo. Jika kehidupan adalah buku, anggap saja Kai akan mengajak Kyungsoo membuka bab baru. Dan ia akan memperbaiki bab tersebut. Bukan merusaknya seperti bab sebelumnya.
Mengerti?
"Permisi?"
"Ne?" reflek Luhan setelah mendengar suara seseorang yang memanggil mereka
"Ini ada minuman untuk Kyungsoo" ucap namja itu sambil menyodorkan segelas milkshake strawberry
Kyungsoo membulatkan matanya melihat milkshake strawberry yang disodorkan namja itu
"Dari, Kai." ucapnya sambil melihat contekan di tangannya "Aku minta maaf atas semua yang telah kulakukan. Kuberikan kau segelas milkshake strawberry karena kudengar kau sangat menyukainya. Minum saja aku tidak memasukkan racun kedalamnya" ucap namja itu (lebih tepatnya baca karena ia mengucapkannya sambil melihat secarik kertas di tangannya) lalu tersenyum dan pergi berlalu.
Kyungsoo menatap milkshake itu lalu melihat ke teman- temannya dan mengendikkan bahunya mencoba meminta pendapat teman- temannya
"Minum saja" ucap Tao walau agak sedikit tidak yakin
Kyungsoo menggelengkan kepalanya lalu menyingkirkan gelas itu dari hadapannya
"Kau tidak mau?" Tanya Suho
Kyungsoo menggeleng lagi
'UNTUK KALIAN SAJA. TERSERAH' ejanya
Teman temannya pun saling menatap satu sama lain lalu Sehun mengambil milkshake itu dan meminumnya
"Milkshake ini enak kok hyung. Kenapa kau tidak mau?" tanya Sehun disela sela acara meminum milkshakenya
Kyungsoo hanya bisa menggeleng karena memang hanya itu yang ingin ia sampaikan
Tidak
Tidak
dan Tidak
.
.
"Dia tidak meminumnya. Pasti dia tidak sudi meminum minuman pemberianku" ucap namja berkulit tan yang melihat jelas adegan penolakan milkshake untuk Kyungsoo itu
"Jangan berfikiran negatif dulu. Tadi ia mengisyaratkan sesuatu pada teman temannya dan kau tidak tau artinya. Bisa saja dia kenyang atau sedang batuk. Kupikir kau harus mulai mempelajari bahasa isyaratnya agar kau bisa berinteraksi dengan baik dengannya" jawab namja imut disebelahnya
"Hmm baiklah. Kurasa kau benar hyung" balas namja tan itu
.
"Chogioo" ucap seorang namja pada namja berpipi chubby yang sedang memainkan handphonenya dipinggir danau sekolah
"Ah nde?" jawab namja chubby itu sambil menolehkan wajahnya
"E-eh?! Xiumin sunbae? Maaf mengganggumu a-a-aku tidak bermaksud" ucap namja itu sambil membungkukkan badannya
"Eoh? Kenapa kau sangat formal seperti itu? Tenang saja, aku tidak akan menyakiti orang yang tidak punya masalah denganku" ucap namja berpipi chubby itu
"B-benarkah sunbae?" tanya namja itu. Demi apapun ia terlihat sangat takut sekarang. Siapa yang tidak mengenal Xiumin di sekolahnya? Semua pasti kenal dan takut padanya
Xiumin mengangguk sambil tersenyum. "Duduklah, apa yang ingin kau katakan tadi?"
"Eh aku hanya mencari Hwang sonsae. Sepertinya beliau lewat sini tadi. Apa Sunbae melihat?" tanya namja itu. Jujur saja, menurut Xiumin, ia tampan. Tubuhnya juga tidak terlalu berbeda dengannya dan suaranya itu, agak sedikit err- cempreng?
Xiumin mengendikkan bahunya "Aku tidak melihat Hwang sonsae. Mungkin kau salah lihat" jawab Xiumin
"Hmm. Baiklah terimakasih sunbaenim" jawabnya sopan lalu membungkuk pada Xiumin
"Eh tunggu dulu!" cegah Xiumin saat namja itu hendak pergi
"Ne sunbaenim?" jawabnya sambil membalikkan badannya menghadap Xiumin
"Siapa kau?" tanya Xiumin (Ia memasang senyuman yang terkesan aneh karena ia takut namja didepannya takut padanya)
"Kim Jongdae murid kelas 2-4" jawabnya sambil tersenyum
"Senang bertemu denganmu Jongdae!" ucap Xiumin sambil melambaikan tangannya dibalas lambaian tangan namja berwajah kotak itu. 'Kim Jongdae, kenapa aku baru melihatnya?' batin Xiumin
.
'Ternyata Xiumin sunbae tidak sekejam yang kubayangkan'
.
"Kai!" teriak segerombol namja dengan pakaian berantakan. Mereka teman- teman Kai, lebih pantas disebut anak buah sebenarnya. Segerombol namja itu berlali mendekati Kai lalu melirik sinis pada Baekhyun yang tersenyum manis disebelah Kai. Mereka tidak suka melihat senyuman Baekhyun. Senyuman itu terkesan lemah bagi mereka. Padahal senyum itu sangat manis dan menawan. Tapi memang namja- namja disitu sudah terkenal buta. Mereka tak bisa membedakan senyuman tulus dan manis dengan senyuman lemah. Mereka juga mengalami kebutaan mata hati. Tak peka terhadap penderitaan orang lain. Mereka mati rasa.
"Kalian. Ada apa" jawab Kai malas selama Baekhyun akhirnya bersembunyi dibelakang Kai sambil meremas baju Kai karena merasa terintimidasi dengan tatapan anak buah Kai itu. Anak buah Kai masih terus menatap Baekhyun sinis walaupun Baekhyun sudah berposisi dibelakang punggung Kai saat ini. "Hey! Dia hyungku! Jangan tatap ia seperti itu!" Bentak Kai pada anak buahnya sehingga anak buahnya segera mengalihkan pandangan mereka dari namja mungil dibelakang Kai itu. "Ada apa?" lanjut Kai
"Kami ingin menanyakan kelanjutan cara membully Kyungsoo" jawab seorang namja yang paling depan
Kai menghembuskan nafasnya berat "Hhhh. Aku mundur. Kurasa aku sudah terlalu jahat. Kusarankan kalian bubar atau mencari korban baru. Kalian tahu kan betapa mengenaskan hidup Kyungsoo?" ucap Kai. Segerombolan namja tampan itu menatap Kai heran.
"Kau kerasukan?" tanya seseorang dari mereka
"Sialan. Aku baru saja disentuh malaikat" jawab Kai sambil tersenyum aneh. Setidaknya aneh bagi teman- temannya itu
"Jangan bilang namja mungil dibelakangmu ini penyebabnya?" ucap teman Kai. Kai dapat merasakan Baekhyun meremas bajunya lebih keras. Baekhyun takut
"Bukan dia. Aku kan sudah bilang, Dia hyungku. Jangan berkata seperti itu karena kalian membuat marmut yang satu ini takut" ucap Kai. Teman- teman Kai tertawa renyah selama Baekhyun memukuli punggung Kai
"Hey marmut! Tak usah takut. Kami tidak suka makan marmut kok!" ucap teman Kai yang bersuara bass dan berpostur tinggi yang sedang mengintip namja mungil dibelakang Kai
Baekhyun menenggelamkan wajahnya di punggung adik sepupu merangkap sahabatnya itu. Jujur saja ia sangat malu karena Kai memanggilnya marmut didepan anak buahnya. Belum lagi pasti Baekhyun adalah satu satunya orang berwajah imut dan bertubuh mungil disana sekarang.
"Hyung, kurasa dia takut denganmu" ucap Kai menyadari Baekhyun yang semakin bersembunyi dibelakangnya. Suara namja itu memang berat dan agak mengerikan (menurut Baekhyun) tapi ia tampan. Tak akan ada yang mengira bahwa ia salah satu dalang dibalik pembullyan besar yang sering terjadi di sekolah ini. "Hyung, jangan bersembunyi. Tenang saja, manusia yang satu ini sudah jinak. Kalau yang lainnya, mereka masih sedikit liar" goda Kai. Teman- temannya memutar bola matanya malas kecuali yang berpostur tinggi dan bertelinga lebar tersebut.
"Hey marmut blonde, aku Park Chanyeol. Siapa namamu?" ucap namja tinggi itu. Chanyeol rupanya
Sang marmut pun mengangkat kepalanya dan menoleh sedikit untuk melihat teman- teman Kai. Ada cukup banyak ternyata. Tapi yang tinggi ini paling isimewa (menurut Baekhyun lagi) "Hyung, katakan siapa namamu" ucap Kai saat merasakan Baekhyun mengangkat kepalanya. Baekhyun masih diam "Katakanlah halo namaku Byun Baekhyun si marmut berisik" goda Kai yang menyebabkan pukulan ringan di punggungnya. Teman- teman Kai tertawa melihat Baekhyun yang takut pada mereka.
"Oh. Kau Byun baekhyun? Aku menyukaimu!" ucap Chanyeol. Baekhyun menganga mendengar kata- kata dari Chanyeol
"Hey telinga layar. Jangan macam macam dengannya atau kuyakin Xiumin akan membunuhmu" ucap Kai
"Kkamjong- ah ayo kita pergi" bisik Baekhyun. "Kau mau mencari cara untuk mendekati Kyungsoo kan?" bisik Baekhyun. Kai mengangguk mengerti. Sebenarnya ia tahu Baekhyun mengajak Kai pergi bukan untuk mencari cara mendekati Kyungsoo, tapi untuk pergi dari teman- temannya ini.
"Baiklah. Aku duluan ya" ucap Kai lalu pergi bersama Baekhyun
"Hey aku ikut!" teriak Chanyeol lalu berlari mengikuti Kai dan Baekhyun
.
"Xiumin hyung!" Teriak sebuah suara lembut yang dimilki oleh seorang namja mungil yang berjalan bersama kedua namja yang lebih tinggi. Yang satu berkulit tan dan yang satunya bertelinga lebar
"Eoh? Baekhyun?" jawab Xiumin
"Kau tahu, Kai sedang patah hati!" goda Baekhyun
"Kenapa?" tanyanya
"Minuman yang ia berikan untuk Kyungsoo ditolak mentah- mentah! Kyungsoo justru memberikan minuman itu ke temannya yang berwajah datar" ucap Baekhyun sambil terkikik geli lalu duduk disebelah Xiumin
"Hnn untung saja aku tidak memasukkan pelet kedalam minuman itu" balas Kai dengan nada kecewa
"Hahahaa! Kau ditolak Kai?!" ucap Xiumin sambil tertawa remeh
"Tenang saja. Ini masih percobaan pertama. Aku pasti bisa mendapatkannya" ucap Kai lantang sambil mengepalkan tangannya
"Hey tunggu dulu! Apa maksud kalian? Kai? Ditolak? Kyungsoo?" cerca sebuah suara berat
'Oh tidak' batin ketiga namja lainnya. Mereka lupa kalau ada 'orang baru' disitu
"Atau jangan- jangan, alasan Kai mundur itu.."
'Mati kau Kim Jongin' batin Kai. Ia takut Chanyeol tak akan menerima bahwa ia menyukai Kyungsoo dan Chanyeol akan menghimbau teman temannya untuk membully Kai.
Ya, Chanyeol cukup ditakuti oleh teman- temannya layaknya Kai.
"Kau menyukai namja bisu itu?"
Kai melirik Baekhyun dan Xiumin menanyakan apa yang harus ia katakan. Baekhyun dan Xiumin mengendikkan bahunya. Kai tahu ia harus jujur. Tapi jujur saja, ia takut
"Sudahlah mengaku saja Kai tak usah takut" suara bass Chanyeol melembut. Kai menatap lekat mata temannya itu
"Yeol?" ucap Kai tak percaya
"Cinta itu buta. Kejarlah dia. Jangan kecewakan dia seperti saat kau mengecewakan Luhan" ucap Chanyeol sambil menepuk pundak Kai lalu pergi
Baekhyun menatap punggung Chanyeol. Ia ternyata baik tak seperti yang Baekhyun pikirkan
Kai tersenyum melihat Chanyeol yang ternyata mengerti dirinya itu. Walaupun sudah lama mengenal, Kai baru tahu bahwa Chanyeol memiliki sisi pengertian dan lembut seperti tadi, selama mengenal Chanyeol, yang Kai tahu adalah Chanyeol itu berisik dan tak bisa diam. Maklum saja, mereka bertemu hanya untuk memikirkan rencana membully Kyungsoo. Tentu saja waktu yang mereka punya untuk saling mengenal sangatlah minim.
"Lihat Kim Jongin? Semua orang mendukungmu. Kau harus bisa mendapatkannya. Tapi pesanku, jangan halalkan segala cara untuk mendapatkannya. Kau harus menarik perhatiannya dengan cara lembut. Jangan ulangi kesalahanmu yang dulu. Aku yakin kau tak lebih bodoh dari keledai" ucap Baekhyun. Kai mengerutkan dahinya. "Keledai saja tidak mau jatuh di lubang yang sama, kau juga bukan?" lanjutnya membuat Kai terdiam. Baru kali ini ada orang yang berani menyamakannya dengan binatang seidiot keledai
Kai mengangguk mantap. "Dan aku akan berjuang sendiri dulu sebelum akhirnya meminta bantuanmu hyung" ucap Kai. Baekhyun tersenyum puas menyadari Kai benar- benar serius dengan Kyungsoo kali ini. "Ayo kembali ke kelas, sebentar lagi pelajaran akan dimulai" ucap Kai pada kedua hyungnya lalu pergi mendahului kedua namja mungil disitu. Baekhyun tersenyum tipis melihat Kai yang baru. Ia yakin Kyungsoo memanglah malaikat yang sengaja diberikan pada Kai untuk merubah namja nakal itu.
"Kau tahu, dia belum pernah seserius ini sebelumnya" ucap Xiumin
"Eoh?"
"Ne, dulu saat ia menyukai Luhan ia memang terlihat serius. Tapi belum sampai berubah 180 derajat seperti sekarang. Saat Luhan menolaknya dengan alasan Luhan menyukai Kyungsoo, Kai geram dan membully Kyungsoo sampai beberapa hari yang lalu. Sebenarnya awalnya aku ada di pihak Kyungsoo karena jujur saja aku menyukai Suho tapi semakin lama aku didekat mereka, aku menyadari bahwa Suho menyukai Kyungsoo. Dan semenjak itu aku memutuskan untuk bergabung dengan Kai" ucap Xiumin lalu menghela nafasnya. Baekhyun tercekat
"Kalau begitu, setelah ini kau tetap-"
"Aku akan mengecewakan Kai jika aku masih membully Kyungsoo. Aku mundur, tenang saja" ucap Xiumin lalu tersenyum. "Ayo kekelas" ia menarik tangan Baekhyun lalu membawanya pergi
.
Pelajaran berlangsung tenang. Kali ini Kai tidak tidur, ia sibuk memperhatikan dan tak jarang melirik Sehun yang juga memperhatikan. Sebenarnya ia ingin bertanya, tapi ia takut kesan awal saat mereka bertemu sangat buruk dan Sehun adalah teman Kyungsoo. Mungkin saja teman- teman Kyungsoo belum memaafkannya sepenuhnya.
"Oh iya, kau yang memberikan Milkshake tadi pagi kan?" ucap Sehun tiba- tiba. Ia sebenarnya risih karena Kai yang terus meliriknya
"E-eh? Iya" balas Kai setengah kaget
"Aku yang meminumnya loh bukan Kyungsoo"
'Aku Tahu' - "Eh? Benarkah?"
Sehun mengangguk. "Milkshake strawberry. Darimana kau tahu Kyungsoo suka strawberry?"
DEG
"Ah aku tak tahu, aku sengaja memesankan milkshake strawberry" elak Kai. Tak mungkin ia mengaku bahwa ia dan Baekhyun menanyakan ibu kantin minuman apa yang sering Kyungsoo beli.
"Sengaja?"
"Hm"
"Kau tahu kan, strawberry itu pink dan berbentuk seperti hati?"
"..."
"Kau tahu kan strawberry itu mungil dan manis?"
"..."
"Kau menyukai Kyungsoo kan?"
'YA! Kau tepat Oh Sehun! Bagaimana kau bisa tahu?!' - "Tidak juga"
"Benarkah?"
"Hmmm"
"Kalau begitu aku akan menyampaikan berita ini. Kemarin saat kau melakukan ehm 'itu' pada Kyungsoo, Kyungsoo segera mengirimiku pesan. Ia memintaku menjemputnya"
Kai mulai geram. Sehun tersenyum licik
"Ia menceritakan semuanya padaku. Ia terus menangis dan aku memutuskan untuk menghentikan mobilnya dan memeluknya sebentar. Hanya memberikan kehangatan tak lebih. Ia tertidur dipelukanku setelahnya"
Sungguh, Kai ingin meninju Sehun saat ini
"Aku sangat kasihan padanya. Kau tahu, ia bilang, ia menyukaiku"
'Mati kau Oh Sehun'
"Kita berpacaran. Kau tahu sekarang alasan kenapa aku yang meminum milkshake darimu itu?"
Tangan Kai mengepal hebat. Wajahnya memerah
"Hahaha. Benarkan kau menyukai Kyungsoo? Jujur saja"
Kai benar benar terpancing selama Sehun menyeringai
"Tenang saja, aku berbohong tentang itu semua. Aku tidak mencintai Kyungsoo hyung sama sekali"
Sehun bisa melihat dengan jelas Kai bernafas lega setelahnya
"Jadi, belum mau jujur juga tuan Kim?" goda Sehun
"Baiklah. Kau menang Oh Sehun. Aku menyukainya. Ah tidak, aku mencintainya"
Sehun tersenyum puas. "Dan, kau kira kau bisa mendapatkan Kyungsoo?" ucap Sehun menyeringai
"Kenapa tidak? Walaupun sulit, Aku akan mendapatkan Kyungsoo. Lagipula dia sudah memaafkanku"
"Kata siapa? Dia hanya menganggukkan kepalanya. Termaafkan hanyalah status bagimu sekarang"
"Tahu apa kau, kau baru saja mengenal Kyungsoo"
"Ia bilang sendiri tadi di kantin. Menurutmu, untuk apa Kyungsoo meyerahkan milkshake darimu untukku jika ia sudah memaafkanmu?"
Kai terdiam. Benar yang Sehun katakan
"Kyungsoo baik, tapi ia bukan malaikat" bisik Sehun
Ya Sehun benar. Sebaik apapun Kyungsoo, ia tetap manusia
"Jika kau jadi Kyungsoo, memaafkan tak akan semudah yang kau pikirkan kan?"
Tepat sekali. Kata- kata Sehun jatuh tepat sasaran
"Aku tak akan menyerah" balas Kai
"Baiklah. Istirahat siang ini, Kyungsoo akan pergi ke danau pinggir sekolah" ucap Sehun sedikit menggantung. Kai mengerutkan dahinya "sendirian" lanjut Sehun
Kai membulatkan matanya lalu menoleh ke Sehun yang sedang menulis. "Apa maksudmu" ucap Kai tak mengerti. Sehun mengendikkan bahunya sambil terus menulis. "Kau membantuku?" selidik Kai dan lagi- lagi Sehun hanya mengendikkan bahunya. "Ayolah Sehun jangan buat aku penasaran. Atau jangan- jangan kau mengerjaiku?" tanyanya lagi
Sehun menghelakan nafasnya. "Kulihat kau sangat bersungguh- sungguh. Jadi apa salahnya" balas Sehun pelan. Hampir berbisik namun masih terjangkau pendengaran Kai
"KAU SERIUS SEHUN? KAU AKAN MEMBANTUKU?!" pekik Kai kegirangan. Mungkin ia lupa bahwa mereka ada di dalam kelas sekarang. Seluruh warga kelas mengalihkan pandangan mereka ke kedua namja tampan itu
"Kim Jongin, Oh Sehun apa yang kalian bicarakan?" ucap Jung sonsaenim sambil melihat dari belakang kacamatanya itu
Sehun mengendikkan bahunya santai selama Kai mencari alasan
"Ah tidak saem, aku meminta tolong Sehun untuk membantuku belajar dan Sehun mengiyakan" ucap Kai
"Kau belajar? Benarkah itu Sehun?" tanya Jung songsaenim pada namja pokerface disebelah Kai yang hanya mengangguk sebagai jawabannya. Jung sonsae juga hanya mengangguk lalu kembali mengajar
.
Skip
.
Break Time
.
"Kyung, kau benar- benar mau sendirian?" tanya Tao yang baru saja mendudukan Kyungsoo di pinggir danau setelah memapahnya dari kelas. Permainan gila Kai benar benar melumpuhkan Kyungsoo. Namja mungil itu tidak bisa berjalan tanpa tangan Tao yang mengait perut ratanya dan membantunya berjalan. Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum tipis
"Apa kauu bisa kembali ke kelas nanti?" tanya Suho khawatir. Kyungsoo mengeluarkan ponselnya. Suho langsung mengerti. Kyungsoo akan menghubunginya nanti
"Baiklah Kyung, kami pergi dulu ne" ucap Luhan yang dibalas senyuman dan anggukan Kyungsoo.
.
Kyungsoo menutup matanya merasakan semilir angin membelai wajahnya lembut dan menyapu surainya hinga surai coklat itu menari- nari diatas kepalanya. Namja mungil itu meluruskan kakinya dan menumpu badannya dengan kedua tangannya di belakangnya. Ia menghirup aroma khas danau dan suara gemercik air yang disebabkan angin menari diatas danau itu. Suara tawa dari siswa lain ikut melengkapi kenikmatan Kyungsoo kali ini. Ia memperhatikan daun- daun pohon maple yang mulai menguning dan siap untuk terpisah dari pohon kokoh itu.
'Sudah mau musim gugur' batin Kyungsoo lalu namja itu tersenyum lagi walau kadang rasa perih di holenya timbul. Kyungsoo selalu suka musim gugur. Luruhnya daun- daun yang menutupi jalan, suara garpu rumput yang menggiring helaian daun agar tidak menutupi jalan, bau khas dedaunan kering yang lembut dan hangatnya suasana. Kyungsoo sangat menyukai musim gugur.
"Sedang memandangi danau eoh?" ucap sebuah suara dibelakang memutar kepalanya melihat orang yang memanggilnya. Itu Kai. Kyungsoo kaget lalu mencoba berdiri untuk kabur, namun ia gagal. Holenya terlalu perih walau hanya untuk berdiri sendiri. "Hey tak perlu takut. Aku tak akan menyakitimu lagi" ucap Kai yang menyadari bahwa Kyungsoo takut padanya. Kyungsoo pun terdiam dan membiarkan Kai duduk disebelahnya.
Kyungsoo fokus kedanau saat ini. Ia tidak berani menatap Kai sedikitpun. Ia takut. Kejadian diman Kai menyentuhnya secara paksa masih terekam jelas diingatannya. Kyungsoo kembali memejamkan matanya menikmati belaian angin pada wajahnya. Wajah manis nan putih itu melahirkan senyuman disaat sang pemilik wajah merasakan sebuah ketenangan yang menyapa hatinya yang sedang kacau.
Beberapa jam yang lalu, masa depannya hancur berkeping keping.
Dan sang penghancur sedang duduk disebelahnya sekarang.
Hanya keheningan yang terjadi antara kedua insan itu.
Yang mungil sedang menikmati ketenangan dan yang satunya menikmati pemandangan indah didepannya. Menikmati keindahan lekuk wajah dari namja mungil yang sedang tinggal dihatinya saat ini.
"Kau tahu, aku menyesal" ucap namja tan itu memecah keheningan. Kyungsoo pun membuka matanya dan menatap Kai. "Aku tahu, penyesalan dan maafku tak akan mengembalikan masa depan dan kesucianmu. Tapi setidaknya kau tahu bahwa aku menyesal" ucap Kai. Kyungsoo tertegun. Dia hanya tak percaya bahwa namja disebelahnya saat ini adalah Kai yang dulu selalu membullynya. "Kau pasti meragukanku kan?" lanjutnya. Kyungsoo masih terdiam. "Aku tahu bahwa kau belum memaafkanku. Aku yakin itu. Kau hanya menganggukkan kepalamu agar kau mengira aku telah kau maafkan bukan?" ucap Kai dengan senyuman mirisnya. "Aku tahu itu susah. Bahkan jika aku menjadi kau, pasti aku sudah melaporkan seorang Kim Jongin ke polisi" ucap Kai. Ia memang serasa berbicara sendiri karena Kyungsoo tak bisa menjawabnya. Namun ia tahu Kyungsoo mendengarkannya.
PUK
Kai merasa seseorang menepuk bahunya. Ia menoleh dan melihat Kyungsoo disana memegang iPhonenya
'sayangnya kau bukan aku' itulah tulisan yang dapat Kai baca dari layar iPhone Kyungsoo
"Ya, untung saja kau berhati malaikat. Kalau tidak, aku yakin sekarang aku sudah berada di meja hijau" ucap Kai. Kyungsoo tersenyum. Kai tahu senyuman itu dipaksakan. "Tak bisakah kau benar- benar memaafkanku dan menjadikanku temanmu seperti yang lainnya?" tanya Kai. Dari kalimatnya tergambar ribuan rasa memohon. Kyungsoo menatap mata Kai lekat. Kyungsoo mencari sebuah kebenaran lewat tatapan Kai. Tatapannya benar- benar tulus. Setidaknya Kyungsoo berpikir seperti itu. Kyungsoo segera kembali menulis di layar sentuh benda balok yang canggih itu.
'akan kucoba beri aku waktu' balas Kyungsoo melalui layar iPhonenya. Kai tersenyum. Ia menyimpan harapan lewat senyuman tulusnya itu. Dan, Kyungsoo adalah orang ketiga yang pernah mendapat senyuman setulus itu setelah Xiumin dan Baekhyun tentunya.
Kyungsoo tersenyum lembut membalas senyuman Kai yang terlihat sangat tulus itu. Kali ini senyumannya terlihat lebih murni, tanpa paksaan dan tanpa tekanan. Mungkin Kyungsoo mulai tersentuh melihat ketulusan Kai. Ingatlah bahwa Kyungsoo adalah namja berhati malaikat.
"Oh iya hyung, kau belum makan kan?" tanya Kai. Kyungsoo hanya menggeleng pelan lalu kembali menikmati indahnya danau. Kai segera berdiri dari tempatnya dan berlari masuk kedalam sekolah meninggalkan Kyungsoo yang menatapnya heran
'Apa maksud anak itu? Setelah meminta maaf lalu meninggalkanku tanpa permisi? Dasar anak aneh' batin Kyungsoo lalu mengadahkan kepalanya menatap daun- daun berwarna kuning kemerahan diatasnya. Memerangi berkas sinar matahari yang menusuk retina matanya melalui celah- celah dedaunan yang membuat mata Kyungsoo menyipit. 'Kau pasti sangat senang menjadi matahari' batin Kyungsoo. 'Kau sangat dibutuhkan dan diperhatikan' tambahnya. 'Berada di tempat yang tinggi, dilihat semua orang, dibutuhkan semua orang. Bahkan tak jarang ada yang menyembahmu' batinnya lagi. Jujur saja ia merasa sedikit idiot karena mencoba berbatin bersama matahari. Tapi memang hanya itu yang terlintas dipikirannya untuk mengusir rasa sepi.
PUK
Kyungsoo merasakan sesuatu benda empuk memukul pelan kepalanya. Ia pun menoleh kebelakang dan disana sudah terdapat seorang namja berkulit tan dengan dua hot dog ditangannya.
"Kau bilang kau belum makan kan?" ucapnya sambil memberikan satu buah hotdog pada Kyungsoo. Kyungsoo menerimanya lalu memakan hotdog itu dengan tenang sambil menatap siswa lain yang bermain dipinggir danau. "Kenapa aku baru menyadari bahwa kau cantik?" bisik Kai. Kyungsoo menoleh mendengar Kai berbisik. Namja mungil itu mengernyitkan dahinya mencoba bertanya pada Kai. Kai menggeleng lemah lalu memakan hotdog di tangannya.
'Benar- benar aneh' pikir Kyungsoo sambil mengendikkan bahunya lalu melanjutkan memakan hotdog di tangannya. Mereka berdua makan didalam keheningan hanya suara siswa lain yang menemani mereka. Setelah Kyungsoo selesai menghabiskan hotdognya, ia menggulung bungkusnya lalu mencoba merangkak untuk meraih tempat sampah didekatnya untuk membuang bungkus hotdog itu. Melihat Kyungsoo kesusahan, Kai berdiri lalu mengambil sampah Kyungsoo dan membuangnya. Kyungsoo tersenyum bermaksud berterima kasih. Kai ikut tersenyum. Kyungsoo pun mengeluarkan iPhonenya berniat mengirim pesan pada Tao.
SRET
Tangan kekar Kai menahannya. "Aku ada disini dan bisa membantumu. Jadi, tak usah menghubungi dia" ucap Kai sambil tersenyum tulus. Kyungsoo menatap Kai penuh keraguan. Kai mempertahankan senyumannya. "Tak usah ragu" ucap Kai lalu memegang pinggang Kyungsoo dan mengangkatnya. Kai sangat dekat dengan Kyungsoo sekarang. Ia dapat menghirup aroma bayi dari tubuh Kyungsoo. Sebenarnya, aroma yang serupa telah ia hirup kemarin, namun aroma itu tetap membuatnya melayang. Kai membantu Kyungsoo berdiri dengan sangat perlahan. "Sakit?" bisiknya. Kyungsoo mengangguk lemah lalu mulai mencoba berjalan dituntun oleh Kai disebelahnya.
Mereka masuk kedalam gedung sekolah dengan tangan Kai yang melingkar sempurna di pinggang ramping Kyungsoo. Hal itu mampu menyedot perhatian seluruh penjuru sekolah yang melihatnya. Mereka terlihat berbisik- bisik melihat Kai yang memapah Kyungsoo. Selain teman terdekat Kyungsoo dan Kai, tak ada yang tahu bahwa Kai adalah penyebab Kyungsoo berjalan seperti ini.
.
"Kau liat, Baekhyun, Chanyeol, apa pernah Kai melakukan hal seperti ini?" ucap seorang namja berpipi chubby yang sedang menyomot kentang goreng pada kedua orang disebelahnya. Kedua namja disebelahnya menggeleng kompak.
"Cinta itu gila" ucap yang paling tinggi sambil menyomot keripik kentang (milik Baekhyun)
"Kau lebih gila telinga layar" balas namja yang merasa keripik kentangnya dimaling itu
"Kan kubilang cinta itu gila. Dan aku sedang mencintaimu. Wajar saja jika aku gila" ucap sang telinga layar
BLUSHHH
Pipi namja imut itu terbakar
"Lihatlah betapa cantiknya dirimu marmut kecilku" goda Chanyeol sambil tangannya terus mengambil keripik kentang Baekhyun satu persatu
"Aku tak menyangka kau mendapat kekasih secepat ini Baekki. Baru dua hari kau bersekolah disini padahal" ucap Xiumin ikut menggoda Baekhyun.
"Mwo?!" Teriak Baekhyun "Aku bukan kekasih dari telinga layar ini!" ucapnya masih dengan wajah semerah kepiting rebus
"Lalu kenapa wajahmu memerah hm?" godanya lagi. Kali ini Chanyeol memegang pipi Baekhyun yang membuat pipi itu semakin memanas
Xiumin yang merasa diabaikan mulai mengedarkan pandangannya keseluruh bagian sekolah yang terjangkau pengelihatannya. Pengelihatannya tertuju pada segerombolan namja didepan kelasnya. Mereka segerombol preman yang bukan berasal dari geng Xiumin. Kalau mereka melihat Xiumin tentu mereka akan kabur. Karena Xiumin, Kai dan gengnya memang terkenal paling kejam disekolah. Xiumin menyipitkan matanya melihat apa yang gerombolan itu lakukan. Dan, ia menangkap seorang namja berwajah kotak yang bermimik ketakutan.
Xiumin memutar ingatannya 'Kim- Kim- Kim Jong- Kim Jongdae!' pikirnya mengingat ingat nama namja itu. Xiumin menjentikkan jarinya menandakan ia sudah ingat lalu Xiumn berjalan kearah gerombolan itu meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol yang berebut keripik kentang.
PUK
Sebuah bungkus kentang goreng mendarat mulus diatas kepala namja yang sedang memegang kerah Jongdae. Bubuk- bubuk sisa kentang goreng itu mengotori kepala dan bajunya.
"Sialan! Siapa yang berani-"
"Apa?" tanya Xiumin santai saat orang itu menatapnya
"Eeh? Xiumin sunbae" ucap namja itu gugup sambil masih mencengkram kerah Jongdae
"Lepaskan anak buahku" ucap Xiumin datar
"Anak buah sunbae?" ucap namja itu tak percaya. Namja lain disekitarnya juga menatap Jongdae tak percaya.
"Ya. Kenapa?" balasnya
Jongdae menyeringai lalu melepaskan cengkraman erat di kerahnya.
BUGH
Jongdae memukul namja didepannya tepat diperutnya. Namja itu terjungkal dan teman- temannya segera membantunya dan beberapa orang membungkukkan badan ke Xiumin dan Jongdae bermaksud meminta maaf. Xiumin tarpaku melihat aksi Jongdae barusan
"Kkau?"
"Aku tak selemah yang kau bayangkan sunbaenim. Aku ini namja" ucap Jongdae sambil membetulkan kerahnya yang kusut lalu berjalan mendekati Xiumin yang masih terdiam. "Aku juga pernah terlibat dalam geng sepertimu. Bahkan gengku, pernah membunuh orang" bisiknya saat berjalan melewati Xiumin. Xiumin terdiam dengan mulut menganga mendengar kata- kata Jongdae. Memang bisa jadi apa yang Jongdae bisikkan itu benar. Jongdae memukul namja tadi dengan sangat santai namun namja itu bisa sampai terjatuh. Padahal kalau dilihat, namja itu memiliki ukuran tubuh lebih besar 2 kali lipat dibanding Jongdae.
"Jongdae" gumam Xiumin sambil tersenyum aneh
.
.
"Bailah hyung. Aku tinggal dulu ne" ucap Kai setelah mendudukkan Kyungsoo di kursinya. Sejujurnya ia masih ingin berlama- lama bersama Kyungsoo namun tatapan teman- teman sekelas Kyungsoo mengintimidasinya sehingga ia segera keluar dari kelas itu.
Tak lama setelah kepergian Kai dari kelasnya
"Kyungie!"
Kyungsoo menoleh meliat namja bermata panda yang sedang terengah
'ADA APA' eja Kyungsoo
"Tadi aku mencarimu ke danau. Tapi kau tak ada disana. Aku panik dan kata orang- orang kau sedang bersama Kai! Kau tahu betapa paniknya aku?" ucap Tao. Nada bicaranya bercampur antara marah, khawatir dan lelah. Kyungsoo tersenyum tipis menghargai kekhawatiran sahabatnya itu. Kyungsoo lalu menyuruh Tao duduk dikursinya lalu memberikan botol minumnya pada Tao. Kyungsoo tau Tao haus, dapat terlihat dari cara minumnya yang tergesa.
'AKU TIDAK APA- APA. KAI MEMBANTUKU BERJALAN SAMPAI KELAS' eja Kyungsoo. Mata Tao membulat. Untung saja air minum di mulutnya tidak tersembur.
"Benarkah?!" ucap Tao tak percaya
Kyungsoo mengangguk namun terkesan ragu.
"Dia aneh Kyung. Kau harus berhati- hati. Kurasa ia menginginkan sesuatu darimu" balas Tao
Kyungsoo berpikir sejenak mencerna kata- kata Tao lalu mengangguk.
'Benar juga kata Tao. Ia pasti menginginkan sesuatu' pikirnya tajam
.
.
.
.
TBC
Huaa pendek yaa?TT^TT
Aku mau UTS jadi waktu nulis ffnya dibatesin sama belajar
Mian kalo hasilnya ga memuaskan u,u
Mohon doanya nee'-')9
btw Thanks buat yang udah review. Ngedukung sama berguna banget loh ox
